Anda di halaman 1dari 84

Add your company slogan

Ergonomic Principles

Prepared by:

Lukman handoko.,S.KM, LOGO


Contents of Slides

1 The Scope of Ergonomic

2 Area of Ergonomic Study

3 People and Machine

4 Work Conditions, Ergonomics and Health

Conclusion
5
What is Ergonomics ?
Istilah Ergonomi berasal dari bahasa latin, yaitu :
ERGON (Kerja) & NOMOS (Hukum Alam).

Dan dapat didefinisikan sebagai studi mengenai aspek-aspek manusia


dalam lingkungan kerjanya, yang ditinjau dari Aspek Anatomi, Fisiologi,
Psikologi, Engineering, dan Desain/Perancangan.

Penerapan Ergonomi pada umumnya merupakan aktifitas rancang


bangun (desain) ataupun rancang ulang (re-desain).
Definisi Ergonomi

ergonomi adalah penerapan ilmu-ilmu


biologis tentang manusia bersama-sama
dengan ilmu teknik dan teknologi untuk
mencapai penyesuaian satu sama lain
secara optimal antara manusia dengan
lingkungan kerjanya, yang manfaatnya
diukur dengan efisien dan kesejahteraan
kerja (Zander 1972)
Definisi Ergonomi

ergonomi dipandang sebagai ilmu yang


mempelajari interaksi antara manusia
dengan mesin dan faktor-faktor lain yang
mempengaruhinya. (Bridger, 2003)
ergonomi merupakan ilmu yang
mempelajari karakteristik dan kemampuan
manusia yang mempengaruhi desain
pekerjaan, peralatan, dan sistem kerja.
(Corlett dan Clark, 1995)
Definisi Ergonomi

ergonomi sebagai ilmu yang secara ilmiah


mengkaji manusia dalam pekerjaannya
atau aplikasi informasi yang menitik
beratkan pada desain suatu alat dan
mesin, desain objek, sistem dan
lingkungan kerja untuk kepentingan
manusia. Ergonomi juga dapat berarti
sebagai ilmu yang menyesuaikan
pekerjaan dengan pekerjanya dan produk
dengan penggunanya. (Pheasant, 1991)
Definisi Ergonomi

Ergonomi merupakan ilmu yang lebih


menitikberatkan penyesuaian pola kerja
terhadap tenaga fisik dari tubuh pekerja
untuk menyesuaikan dengan pekerjaan
(OSHA 2000:1).
Definisi Ergonomi

Ergonomi (McCormick, 1993) :


Secara fokus
Ergonomi memfokuskan diri pada unsur
manusia dan interaksinya dengan produk,
fasilitas, dan lingkungan lingkungan kerja.
Secara tujuan
peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja yang
dihasilkan oleh sistem manusia-mesin, sambil
tetap mempertahankan unsur kenyamanan serta
keselamatan dan kesehatan kerja sebaik mungkin.
Definisi Ergonomi
Secara pendekatan
Pendekatan ergonomi adalah penggunaan
informasi mengenai kemampuan dan
keterbatasan manusia pada perancangan
sistem kerja maupun prosedur kerja.
Istilah Ergonomics digunakan di eropa
barat, Human Engineering, Human Factor
Engineering di Amerika, Arbeitswissenchaft
di Jerman dan Biotteknologi di negara-
negara Skandinavia.
The Scope of Ergonomic

Aspek- Aspek Dalam Evaluasi Ergonomis


Area of Ergonomi Study

Area
of Ergonomi Study

Physical Cognitive
Ergonomics Ergonomics

Working Posture, Mental workload,


Materials Handling, Human-Computer Interaction,
Repetitive Movement, Human Reliability,
Musculoskeletal Disorder, Skilled Performance,
Safety & Health. Work Stress & Work Training
Principal Area of Ergonomic Study

The Human System


The Total
Working System (1)
(4)

(2) Environmental Factor

(3)
The Man-Machine
Interface
The Human System
(1)
The Human System

Stamina
Learning
Streght

Perception

Body
Reaction
Dimension
Lingkungan Kerja Fisik

Area kerja Pencahayaan

Temperatur

Kebisingan
(2)
Lingkungan Kerja Fisik

Temperature Ventilation
Environmental
Humidity Noise
Factors
Lighting Vibration

Airborne Contamination
Lingkungan Kerja Fisik

Environmental Factors

Kebisingan
Getaran

Suhu Lingkungan
Kerja Fisik
Area Kerja

Cahaya
Man-Machine Interface

Trident Flight Deck


Man-Machine Interface
(3)
Man-Machine Interface

Display
interface

Control Automation
interface interface

Communication
interface
Display adalah bagian dari lingkungan
yang perlu memberi informasi kepada
pekerja agar tugas-tugasnya menjadi
lancar (Sutalaksana, 1996). Arti informasi
disini cukup luas, menyangkut semua
rangsangan yang diterima pada indra
manusia baik langsung maupun tidak
langsung biasanya berbentuk energi
seperti cahaya, suara, tekanan,
gelombang, dan lain-lain.
Alat kontrol yang terdapat pada
Dashboard digunakan untuk mengatur
berbagai macam fungsi sebagai
pelengkap pada mobil. Alat kontrol itu
antara lain berupa : - Tombol choke -
Kontrol lampu darurat - Kontrol lampu
kabut - Kontrol ventilasi, dan lain-lain
Disamping berupa kontrol pada
dashboard, terdapat instrumen yang lain,
misal : penyulut rokok. Alat-alat kontrol
yang ada digambarkan secara symbol.
Display simbol tersebut harus disesain
menurut prinsip-prinsip berupa : gambar,
sederhana, umum dan mudah dimengerti.
Principles of Interface Design

Fatique Separation

Function Interface Comfort

Priority Order of Use


Man-Machine Interface
(4)
Total Working System

Posture Fatique

Total
Productivity Working Work Rate
System

Accident & ill-health Health & Safety Protection


Anthropometry
Anthropometry

Antropometri adalah ilmu yang secara khusus


mempelajari tentang pengukuran tubuh manusia
guna merumuskan perbedaan-perbedaan ukuran
pada tiap individu ataupun kelompok.

Pelopor bidang ini adalah seorang ahli


matematika berkebangsaan Belgia bernama
Quetlet, yang pada tahun 1870 memperkenalkan
karyanya yang berjudul Anthropometrie.

(Panero, 2003)
Anthropometry

Antropometri berasal dari kata anthropos dan logos


(bahasa Yunani), yang berarti tubuh manusia dan ilmu. Jadi
Antropometri adalah Studi mengenai tubuh manusia.

Antropometri berhubungan dengan dimensi tubuh


manusia yang meliputi bentuk, ukuran dan kekuatan dan
penerapannya untuk kebutuhan perancangan fasilitas
aktivitas manusia.

Data Antropometri sangat diperlukan untuk


perancangan peralatan dan lingkungan kerja
Antropometri Masyarakat Indonesia
Antropometri Tubuh Manusia
People and Machine
People and Machine

Selama berabad-abad, berbagai mesin


telah diciptakan. Terutama diarahkan
pada peningkatan produksi
mempertahankan kualitas produk. Hal
ini disebabkan karena keseragaman
hasil kerja manusia hasil yang tidak
bisa diandalkan, cenderung tidak
konsisten dan lambat .
Keuntungan dan kerugian terkait tenaga kerja manusia dan
mesin yg digunakan dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Perlu ada perbedaan antara
desain ergonomis bertujuan
untuk:
1. mengurangi kesalahan
2. mengurangi resiko
kesehatan
Prescribed and Reportable
Diseases and Conditions
Occupational Diseases adalah penyakit yang didera
karyawan dalam hubungan kerja baik faktor resiko
karena kondisi tempat kerja, peralatan kerja, material
yang dipakai,proses produksi, cara kerja, limbah
perusahaan dan hasil produksi .

Untuk mengatasi permasalahan ini, maka langkah


awal yang penting adalah pengenalan / identifikasi
bahaya yang timbul dan juga harus mengetahui
gejala-gejala dari Occupational Diseases.
Prescribed diseases and conditions
Typical conditions due to exposure tp physical agents

Conditions Due To
Cramp of the hand or Prolonged periods of
forearm due to repetitive hand writing, typing or
movements other repetitive
movements of the fingers,
hand or arm
Subcutaneous cellulitis of Manual labour causing
the hand (beat hand) severe or prolonged
frictions or pressure on
the hand

Social Security (Industrial Injuries) (Prescribed Diseases) Regulation 1985)


Reportable diseases and conditions
Conditions due to physical agents and the physical demands of work
Conditions Due To
Bursities or Physically demanding
subcutaneous cellulitis at work causing severe or
or about the knee due to prolonged friction at or
severe or prolonged about the knee
external friction or
pressure at or about the
knee (beat knee)

Traumatic inflammation of Physically demanding


the tendons of the hand work, frequent or
or forearm or of the repeated movements,
associated tendon constrained postures or
shealths extremes of extension or
flexion of the hand or
wrist

Reporting of Injuries, Diseases and Dangerous Occurences Regulation 1995


Penyebab dari
kondisi tersebut
adalah:

Job Friction
Movements & Pressure
Display Screen Equipment The Risk
Perimbangan dalam prinsip-prinsip ergonomi
juga sangat perlu dalam merancang Display
Screen Equipment (DSE) di stasiun kerja.

3 faktor penting dalam perancangan DSE :


1. work-related upper limb disorders ;
2. visual fatigue ;
3. postural fatigue.
Work-related upper limb disorders

Untuk hal ini dapat dikaitkan dengan Repetitive


Strain Injury. Cidera yang disebabkan oleh
pekerjaan yang dilakukan berulang dan
membebani anggota tubuh secara berlebihan.
Misalnya : Carpal Tunnel Syndrome dan
tenosynovitis
Visual fatigue

Kelelahan visual atau


ketegangan pada mata
biasanya diawai dengan silau
yang dirasakan oleh operator
pada saat melihat layar atau
jenis DSE lainnya.
Pemeriksaan kesehatan dan
perancangan peralatan yang Aktifitas melihat layar

ergonomis dapat dijadikan secara berulang dan fokus

sebagai alternatif solusi penglihatan yangg

untuk mengurangi terjadinya dibutuhkan akan menjadi

kelelahan. penyebab munculnya


kelelahan visual.
Posture fatigue

Posture fatigue biasanya terjadi akibat adanya


aktivitas yang dilakukan oleh operator dalam
satu stasiun kerja.

Contohnya adalah sakit punggung, nyeri


bahu dan nyeri bahu. Kelelahan ini
niasanya disebabkan oleh desain kursi
yang buruk dan desain stasiun kerja yang
tidak ergonomis, display dan kontrol yang
tidak memadai.
Healt and Safety (DSE) Regulation 1992
DSE work station design and layout

1. Adequate lighting
2. Adequate contrast, no glare
or distracting reflections
3. Distacting noise minimized
4. Leg room clearances to allow
postural changes
5. Window covering
6. Display
7. Screen
8. Keyboard
9. Work surface : allow flexible
arrangements, spacious,
flare-free
10. Work chair : adjustable
11. Foot rest
Seating and posture for typical office tasks
Regulations :
1. Users and operators
2. Analysis of workstations
3.Requirements for workstations
4. Daily work routine of users
5. Eyes and eyesight
6. Provision of training
7. Provision of information
Software ergonomics

Studi ergonomis berurusan dengan desain dan tata


letak tampilan layar workstation dan peralatan dan
menggabungkan prinsip-prinsip ergonomi pada
piranti lunak yang digunakan.

Principle of software ergonomics

1. Suistability for the tasks


2. Ease of use and adaptability
3. Feedback on system performance
4. Format and pace
5. Performance monitoring facilities
Work condition, ergonomics and health

Buruknya kondisi kerja dan


penyusunan pekerjaan yang tidak
memadai dapat memiliki efek
langsung pada kesehatan mereka
yang terlibat dalam pekerjaan
tersebut.

Anatomi, fisiologi kerja dan psikologi kerja


sangat erat kaitannya dengan kondisi
pekerjaan, faktor manusia dan bahaya
bagi kesehatan.
Anatomi dan Fisiologi

Occupational condition Human factors Health hazard

Dimensions of seats, Anthropometry Bad posture


benches body dimensions Discomfort
General fatigue
Motion study Anthropometry Bad posture
workplace layout body dimensions Discomfort
Work rate Strength of muscle General fatigue
groups Local muscular fatigue
Structute of joints
Function of muscles

Design of hand tool Anthropometry Local muscle strain


body dimensions Local muscular fatigue
Strength of muscle
groups
Structute of joints
Function of muscles
Design of control Anthropometry Local muscle strain
levers body dimensions Local muscular fatigue
Hand wheels Strength of muscle
Knobs groups
Buttons, ets Structute of joints
Function of muscles

Manual handling Kinetic methods based Injuries


on : muscle strain
structure of joints hernias
strength of muscle skeletal damage
group slipped discs
Heavy manual work Physical fitness General fatigue
Physiological cost of
work
Psychology
Occupational condition Human factors Health hazard

Control of : Subjective feelings Thermal discomfort


air temperature
radiant heat
humidity
air movement
Design of indicators : Sensory and perceptual Accident
dials abilites stress
warning lights, ets

Design of : Visual abilities : Accident


labels sensory stress
notices perceptual
posters
Lighting : Visual abilities : Accident
quantity sensory Stress
distribution perceptual Visual fatigue
glare
Colour : Visual abilities : Visual discomfort
environment sensory Depression
colour coding perceptual Accidents
Mental abilities : Stress
learning
thinking, etc
Conclusion

Ergonomi sebagai salah satu bidang keilmuan yang semakin


dianggap penting peranannya dalam dunia kerja juga
mengalami peningkatan yang sangat pesat.
Mengkaji prinsip-prinsip ergonomi akan erat kaitannya dengan
faktor manusia, interaksi manusia-mesin, antropometri dan
hubungan antara kondisi kerja dan kesehatan.
Berbagai penelitian dilakukan bukan hanya pada level mikro,
tetapi pada level makro. Dalam bidang kajian yang lebih khusus,
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (MK3) menjadi
satu objek tantangan untuk meningkatkan quality of working life.
Paradigma Penelitian Kerja
Paradigma baru dalam berbagai penelitian kerja
dengan fokus pada manusia sebagai penentu
tercapainya produktivitas dan kualitas kerja (quality
of work life) yang lebih baik lagi.
Menempatkan rancangan produk dan sistem
kerja yang awalnya serba rasional-mekanistik
tampak lebih manusiawi.
Faktor yang terkait dengan fisik (faal/fisiologi)
maupun perilaku (psikologi) manusia baik secara
individu pada saat berinteraksi dengan mesin
dalam sebuah rancangan sistim manusia-mesin
dan lingkungan kerja fisik akan dijadikan
pertimbangan utama.
59
Add your company slogan

Where Are
We Going?

LOGO
EVALUASI ERGONOMIS
Peneliti ergonomi bisa menjumpai banyaknya produk
dan/atau mesin/peralatan kerja yang digunakan di
industri yang tidak tepat/layak dioperasikan karena
persoalan ketidaksesuaian dimensi antropometri.
Perbedaan antropometri akan memberikan
konsekuensi-konsekuensi ergonomi (ergonomic
consequences) dan mengakibatkan rendahnya
produktivitas, kualitas, K3 dan persoalan serius
lainnya.
Diperlukan evaluasi dan intervensi ergonomi untuk
merancang ulang (redesigned) atau modifikasi
peralatan/produk.
Problem pokok yang dijumpai adalah tidak adanya ---
kalau sudah ada masih perlu dilakukan updating ---
referensi yang terkait dengan data antropometri
populasi manusia Indonesia.

61
62
63
64
65
66
67
Kondisi dan Posisi Kerja Tidak Ergonomis
Proses Penyetelan dan Pengelasan Tangki Travo

68
Intervensi Ergonomis?
Rekayasa manusia (human engineering) yang dilakukan
terhadap sistem kerja tersebut diharapkan akan mampu :

(a) memperbaiki performans kerja manusia seperti


menambah kecepatan kerja, ketelitian, keselamatan,
kenyamanan dan mengurangi penggunaan enersi kerja
yang berlebihan dan mengurangi kelelahan;
(b) mengurangi waktu yang terbuang sia-sia untuk
pelatihan dan meminimalkan kerusakan fasilitas kerja
karena human errors; dan
(c) meningkatkan functional effectiveness dan
produktivitas kerja manusia dengan memperhatikan
karakteristik manusia dalam desain sistem kerja

69
PERMASALAHAN

Bagaimana cara meningkatkan kinerja


operator dengan melakukan modifikasi posisi
dan tata cara kerja melalui aplikasi ergonomi

70
Identifikasi Permasalahan
(Kondisi Existing)

Pengumpulan, Pengolahan
dan Pengujian Data

Sikap/Posisi Data Waktu/ Data Konsumsi Data


Kerja dan Data Output Std Enersi Kerja Keluhan
Antropometri (Produktivitas) Fisik Subyektif, dll

Ergonomi
s?

Modifikasi Rancangan Produk/


Fasilitas Kerja & Prototyping

Implementasi
Hasil Rancangan

71
RANCANGAN ALAT BANTU KERJA

72
RANCANGAN ALAT BANTU
KERJA

73
Sritomo W.Soebroto Indonesia Ergonomics Roadmap: 74
Sritomo W.Soebroto Indonesia Ergonomics Roadmap: 75
Kondisi Kerja Sebelum dan Sesudah Redesain


sesudah

sebelum

76
Kondisi Kerja Sebelum dan Sesudah Redesain


Sesudah

Sebelum

77
Perbandingan Kinerja Sebelum dan Setelah Redesain

Parameter Sebelum Sesudah


Elemen-elemen kerja tersebut
Elemen kerja mengukur,
bisa digabung jadi satu dengan
memposisikan, menekan serta
Elemen Kerja bantuan alat bantu
menahan dilakukan berulang
(mempercepat proses dan
kali (aktivitas tidak produktif)
meringankan beban kerja)
Elemen kerja tertentu Dengan alat bantu pekerjaan
Jumlah
memerlukan dua tenaga dapat dilakukan oleh satu orang
Operator
operator operator
Memerlukan peralatan material
Aktivitas dilakukan secara
Material handling (forklift ) manual
manual dan tidak memerlukan
Handling untuk menaik-turunkan benda
peralatan material handling.
kerja dari atas alat bantu

78
Perbandingan Kinerja Sebelum dan Setelah Redesain

79
Perbandingan Keluhan Subyektif (NBM)

80
Problematik Ergonomi Mikro-Makro

Problematik ergonomi mudah untuk dijumpai di ranah industri tradisional, khususnya di


area pertanian (agricultural), industri rumah tangga (home industries) dan industri kecil
(small-scale industries). Problem ergonomi industri tidak hanya dijumpai di area lantai
produksi (micro-ergonomics) melainkan juga bisa kita lihat di seluruh aras sistem
produksi makro dalam skala organisasi/industri (organizational/industrial scale).
Penelitian ergonomi yang awalnya difokuskan pada interaksi manusia mesin (human-
machine or human-work place environment); lebih lanjut terus bergeser naik menanggapi
persoalan-persoalan perubahan kondisi sosial dan lingkungan (social-environmental
changes) yang lebih luas (Hendricks & Kleiner, 2002).
Banyak studi ergonomi makro yang telah dilaksanakan untuk menghasilkan metoda dan
pendekatan yang tepat untuk menjawab problematik industri yang terus berkembang
lebih kompleks dan penuh dengan ketidakpastian seperti Analisa Produktivitas, Job
Design, Organizational Design, Participatory Ergonomic, System Approach, SHIP, TQM,
Performance Measurement, Supply-Chain Management, dan lain sebagainya.

81
82
Referensi

Nurmianto, Eko 1991. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya, Guna


Widya, Surabaya.
Stranks Jeremy. 2007. Human Factors and Behavioral Safety. Oxford,
UK : Elsevier.
Panero, Julius dan Martin Zelnik. 2003. Dimensi Manusia dan Ruang
Interior. Jakarta : Erlangga.
Add your company slogan

[thank you]

LOGO