Anda di halaman 1dari 20

LANDASAN DASAR

PELAYANAN GERIATRI
DI RUMAH SAKIT
Edu Tehupeiory
Sub-Divisi Reumatology
Bagian Ilmu Penyakit Dalam
FK-UNHAS
RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo
Makassar

1
A. PERMASALAHAN USIA LANJUT (LANSIA)

Peningkatan yang pesat angka harapan


hidup di Indonesia, Sebagai akibatnya
jumlah populasi lansia (umur diatas 60
thn) di Indonesia akan meningkat
Pada tahun 1960 angka populasi lansia
baru berjumlah 4,5 juta, meningkat
menjadi 8,0 juta pada tahun 1980 dan
pada tahun 2000 menjadi 14,9 juta
(Bagan)

2
BAGAN PERBANDINGAN DATA KEPENDUDUKAN GOLONGAN
USIA LANJUT DAN BALITA DI INDONESIA

Penduduk Balita Penduduk Lansia


Tahun
Jumlah Persen Jumlah Persen

1971 a) 19.098.693 16,1 5.306.874 4,5


1980 a) 21.190.672 14,4 7.998.543 5,5
1885 b) 21.550.364 13,4 9.440.999 5,8
1990 a) 20.985.144 11,7 11.277.557 6,3
1995 a) 21.609.150 11,0 13.600.962 6,9
2000 c) 21.190.900 10,1 15.882.827 7,6
2005 c) 21.112.758 9,5 18.283.107 8,2
2010 c) 19.720.793 8,4 17.303.967 7,4
2015 c) 18.773.512 7,6 24.446.290 10,0
2020 c) 17.595.966 6,9 29.021.128 11,4

Sumber : BPS. Sensus penduduk indoneia 1971,1980,dan 1990 ; BPS , Survei Antar sensus penduduk 1985
; Projeksi penduduk Indonesia 1990 - 2020
3
B. PEMECAHAN MASALAH

Mengembangkan Geriatri dibawah Ilmu Penyakit


Dalam pada tahun 1986, Menunjuk RS Dr
Sardjito, Yokyakarta dan RS Dr Kariadi
Semarang untuk mengembangkan percontohan
pelayanan Geriatri tahun 1986
Pada tahun 1993 membentuk Pusat Pelayanan
Geriatri di RSCM Jakarta
Pada Kongres PAPDI tahun 1993 di Bali
menyatakan bahwa Geriatri merupakan bidang
Ilmu Penyakit Dalam

4
C. FALSAFAH UPAYA PELAYANAN GERIATRI

Upaya pelayanan yang komprehensif


Penyakit dan kesehatan para lansia tak sama
dengan penyakit dan kesehatan pada golongan
populasi lain dalam hal-hal sebagai berikut :

- Penyakit pada lansia cenderung bersifat multipel,


yang merupakan gabungan antara penurunan
fisiologis dan berbagai proses patologis
- Penyakit biasanya berlangsung kronis
menimbulkan kecacatan dan secara lambat akan
menyebabkan kematian

5
- Para lansia sangat rentan terhadap berbagai
penyakit akut
- Kesehatan para lansia sangat dipengaruhi oleh
faktor psikis dan sosial-ekonomi
- Pada lansia seringkali didapatkan penyakit
iatrogenik

6
Badan Kesehatan Dunia (WHO)
menyarankan agar diagnosis yang dibuat
pada penderita lansia bukan hanya yang
bersifat disease atau impairment akan
tetapi mencakup pula segi disabilities
dan handicap.

7
Sifat penyakit pada lansia mempunyai
sifat yang sangat khusus, maka dalam
geriatri terdapat beberapa tatacara yang
khusus yang merupakan keharusan untuk
dilakukan agar supaya kesehatan bagi
lansia dapat dikerjakan secara optimal.
Tatacara khusus tersebut adalah apa yang
disebut sebagai asesmen geratri dan
cara kerja tim geriatri

8
Asesmen geriatri adalah suatu proses
diagnostik multidisiplin yang biasanya
dilakukan secara interdisipliner oleh
seorang dokter / geriatris atau team
interdisipliner geriatrik untuk menentukan
masalah dan kapabilitas medis,
psikososial dan fungsional guna
merencanakan terapi menyeluruh dan
follow up jangka panjang pada seorang
penderita
9
Team geriatri adalah suatu team multi-
disiplin yang bekerja secara interdisipliner
untuk menangani masalah kesehatan
lansia
Team ini minimal terdiri atas : dokter /
geriatris, perawat, terapis rehabilitasi yang
sederhana

10
Sesuai dengan makin besar dan makin
kompleksnya tugas, keanggotaan team bisa
ditambah dengan dokter/terapis rehabilitasi,
nutrisionis , psikolog, farmasi dll.
Dengan tatacara kerja team seperti tersebut
diatas dan dengan menggunakan asesmen
geriatri diharapkan masalah kesehatan pada
lansia dapat diungkap dengan baik.

11
Pelayanan geriatri yang komprehensif yang
dapat dilakukan di Indonesia ( ? ) dapat dibagi
dalam beberapa bagian :

1. Pelayanan Geriatri berbasis Rumah Sakit


(Hospital based geriatric service) , merupakan
pusat rujukan dari pelayanan geriatri di
masyarakat. Pelayanan di RS ini sebaiknya
menyelenggarakan semua jenis pelayanan
kesehatan, mulai dari preventif , promotif,
kuratif dan rehabilitatif

12
2. Pelayanan Geriatri berbasis masyarakat
(Community based geriatric service) dimana
semua pelayanan kesehatan diikutkan ; dokter
praktek swasta, poliklinik swasta, Posyandu
dan puskesmas. Para pelayan kesehatan diberi
tambahan pengetahuan tentang pelayanan
terhadap lansia

13
3. Pelayanan Geriatri oleh masyarakat berbasis
rumah sakit ( Hospital based community
geriatric service). Semua pusat pusat
pelayanan geriatri di RS bertindak sebagai
konsultan terhadap pelayanan geriatri
masyarakat demgan penuh tanggung jawab

4. Outreach services Pembinaan dari institusi


yang lebih tinggi terhadap institusi yang lebih
rendah di wilayah kerjanya

14
Ke empat sistem pelayanan geriatri
tersebut haruslah saling
berkesinambungan dan saling mendukung
Pelayanan geriatri seperti tersebut diatas
dapat dilihat pada bagan berikut :

15
Ke empat sistem pelayanan geriatri
tersebut haruslah saling
berkesinambungan dan saling mendukung
Pelayanan geriatri seperti tersebut diatas
dapat dilihat pada bagan berikut :

16
SKEMA PELAYANAN GERIATRIK KOMPREHENSIF
TIM GERIATRI
Layanan berbasis Rumah Sakit
TIM GERIATRI PSIKOGERIATRI

a) RS POLIKLINIK :
- Asesmen / Konsultasi
- Berbagai penyakit
- Kuratif (sederhana) Conjoint psikologi
b) BANGSAL AKUT Care - Depresi berat
- Dementia, dll
- Asesmen / Konsultasi
- Kuratif (akut)
- Rehabilitasi
c) DAY HOSPITAL
- Terapi terencana / terpadu (preventif, kuratif, rehabilitatif)
- Ambulan / non ambulan

17
d) BANGSAL KRONIS
- Asesmen / Konsultasi
- Kuratif (kronis)
- Konsultatatif
- Rehabilitasi
e) PENDIDIKAN LATIHAN PENELITIAN
Layanan Masyarakat berbasis Rumah Sakit :
- Asesmen Geriatrik Oleh : - Dokter
- Bimbingan & Konsultasi - Psikolog
- Terapis
- Pembinaan ( transfer of knowledge) - Perawat Kesehatan
- (PLACEMENT) - PSM
- Rujukan

Layanan Masyarakat

18
DR. PRAKTEK SWASTA PUSKESMAS DINAS SOSIAL

Mental Fisik Sosial

POSYANDU LANSIA DAY CLUB / SPORT / REKREASI / HOBY DLL

POPULASI USIA LANJUT

Keterangan :
(placement) Jenis pelayanan, dimana unit geriatri di Rumah Sakit membantu
memberikan penilaian dan rekomendasi kepada penderita usia lanjut
yang memerlukan penempatan di institusi usia lanjut, setelah mengadakan
asesmen fisik, psikis dan sosial yang terarah (terutama bila institusi tersebut
mendapat subsidi dari pemerintah)

19
20