Anda di halaman 1dari 92

dalam karya pelayanan

What is
communcation?
Komunikasi

adalah sebuah proses

PENGIRIMAN DAN
PENERIMAAN
______ PESAN

untuk mencapai
MAKNA BERSAMA
antara si pengirim dan penerima
pesan
LIFE SKILL
paling penting dalam hidup

sebagian besar waktu manusia digunakan


untuk komunikasi

komunikasi

Keluarga/rumah
Di mana pun,
kapan pun,
Tempat kerja/kantor Rekan-teman dengan siapa pun

Di jalan
KOMUNIKASI + BAKAT = SUKSES

Ketrampilan komunikasi yang


efektif dapat membuat
seseorang
menggunakan bakat yang
tersedia dalam multi
budaya dari organisasi
UNTUK MERAIH PUNCAK
KESUKSESAN
KOMUNIKASI..

atau
TUJUAN KOMUNIKASI..
Pada dasarnya adalah upaya untuk memenuhi

KEBUTUHAN _______
dan KEINGINAN diri sendiri akan..

Solusi, perhatian,
simpati, tanggapan,
bantuan, cinta, kasih
maupun respon positif
dengan cara
MEMPENGARUHI
orang lain agar bertindak/
memberikan apa yang menjadi
NEED & WANT- nya
KOMUNIKASI bagaikan ALIRAN TOP
DARAH dalam ORGANISASI MANAJEMEN

Transfer informasi MANAJER


Saluran fungsi manajemen MADYA
(PDCA)
Saluran proses sosialisasi
Memotivasi & Mengontrol MANAJER
Media ekspresi persaan dan OPERASIONAL
emosi

PELAKSANA
Bentuk komunikasi secara umum

Verbal Non verbal


Internal external
Formal informal
Vertikal - horisontal
membaca
MEMBACA bagikan Jendela
4 jenis dasar dunia
komunikasi antar
pribadi
MENULIS,
menulis Jadilah Penguasa Atas Pena

Mulutmu , HARIMAU
kata-kata, MADU atau RACUN?
berbicara

mendengar Jalan uama untuk


kan MENGERTI
MENDENGARKAN

.Apabila Anda sungguh-


sunguh mendengarkan,
Anda belajar.

Waktu yang Anda investasikan utuk mendengarkan di saat-saat awal


akan menghasilkan penghematan banyak sekali waktu, energi, pikiran,
perasaan dan dana dalam proses komunikasi selanjutnya.
10 % kata-kata -
verbal

Bahasa Tuhuh 30 % suara -


begitu penting dan vokal
efektif untuk
menyampaikan pesan

60 % bahasa
tubuh - visual

BAHASA TUBUH (FISIOLOGIS) adalah GERAKAN TUBUH yang


_______

mengisyaratkan MAKSUD dan PESAN tertentu


Komunikasi non verbal (700.000) Gestures and
Expressions
Komunikasi non verbal yang terwakili oleh
bahasa tubuh jauh lebih efektif
mengungkapkan pesan

Expresi muka
(250.000) Bahasa tubuh sentuhan

diam
Kontak mata
Posisi badan Intonasi suara

Gerak tubuh
Media komunikasi
Face to face

Media tradisional

Media elektronik

Tertulis pribadi

Tertulis non pribadi


3 kualitas Komunikasi
efektif:

mencapai pemahaman
bersama

memotivasi orang lain


untuk bertindak

mendorong orang berpikir


dengan cara baru
Hambatan komunikasi efektif

Adanya perbedaan
Sikap
Bahasa dan persepsi
Budaya
Kondisi diri si penerima
Kelebihan informasi
4 faktor yang berpengaruh dalam
komunikasi yang efektif

sikap
Cara penyampaian

penampilan
Isi percakapan
Kasus. Bagaimana solusinya?
Ada 3 orang jahat dan 3 orang baik di pulau A,
semuanya harus dipindah ke pulau B
Ada satu perahu yang hanya muat 2 orang.
Jika dalam sebuah pulau tinggal orang jahat lebih banyak dari orang
baik, maka mereka akan membunuh orang baik.

Bagaimana cara terbaik memindahkan mereka ke pulau B agar tidak terjadi


pembunuhn.

Pulau A

Pulau B
FAKTOR KUNCI
yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi adalah SIKAP
Integritas
Empatik
MENYENANGKAN Sopan santun
baik hati
jujur

BANK
PENGARUH

terbuka
interest
TERTARIK
percaya
respek
Aspek-aspek komunikasi efektif
1. Kejelasan
Contoh : Masalahnya ininya belum dianukan ? Apa
ini dan diapakan ?
Seharusnya : Masalahnya, bukunya belum
dibagikan.

2. Ketepatan ( accuracy ) Bahasa dan informasi


yang disampaikan betul-betul akurat/tepat, sesuai
dengan apa yang inginkan disampaikan. Informasi
yang disampaikan memang benar-benar kita
ketahui.
Contoh : Rasanya nilai tukar dollar hari ini Rp.
10.000,-
Seharusnya : Saya tidak tahu pasti berapa
nilai dollar hari ini, coba kita cek di Bank
Indonesia.
3. Konteks ( Context )
Bahasa dan informasi jelas dan tepat,
konteks tidak tepat reaksi yang diperoleh tidak
sesuai harapan.
Contoh :
Dinda , tolong kanda berikan segelas air nan jernih,
kanda haus sekali.
Bahasa dan informasi jelas dan akurat, konteksnya
tidak tepat.

4. Alur ( flow )
Keruntutan alur bahasa dan informasi sangat berarti
agar komunikasi efektif.
Contoh : Saat akan minta ijin tidak bekerja, saat
akan pinjam uang.
5. Budaya ( culture )
Aspek ini tidak hanya menyangkut bahasa
dan informasi , tetapi juga tatakrama dan
etika.
perhatikan cara busana

perilaku-gaya bicara

Ikuti nilai/norma/
etika yang ada.
praktis, jelas, singkat, tepat, padat
dan memikat, sederhana

Fakta, data, bukan kesan

Menyatakan tanggungjawab

Meyakinkan
Fokus pada penerima
pesan
Bahasa, istilah, cara
yang tepat
Dengan contoh kongkrit
Pilih medium yang tepat
Menyenangkan
Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa, semua kan baik-baik saja
Bila Ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah dan tak kan bisa berubah

Relakanlah saja ini, bahwa semua yang terbaik


Terbaik untuk kita semua, menyerahlah untuk menang

Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi


Hadapi dengan tenang jiwa, semua kan baik-baik saja
Bila Ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah dan tak kan bisa berubah
KESALAHAN UMUM DALAM KOMUNIKASI
PENGIRIM PESAN PENERIMA PESAN
Cepat-cepat berbicara Tidak memperhatikan
tanpa menyusun ide
Merumuskan jawaban
Terlalu banyak gagasan,
tidak berhubungan sebelum mendengar
lengkap
Pernyataan terlalu pendek
Mengabaikan pengetahuan Memperhatikan detail,
pendengar bukan pesan keseluruhan
Tidak merumuskan pesan Menilai benar salah
sesuai sudut pandang sebelum paham
penerima
Keterampilan Komunikasi
Mendengarkan
Bertingkah laku asertif
Menyelesaikan konflik
Membaca situasi
Melakukan persuasi
Waktu yang digunakan
untuk mendengarkan

Penelitian Rankin (1928) Penelitian Barker (1980)


45 % mendengarkan 53 % mendengarkan
30 % berbicara 17 % membaca
16 % membaca 16 % berbicara
9 % menulis 14 % menulis

Mendengarkan proses aktif menerima rangsangan


(stimulus) telinga. Mendengarkan adalah ketrampilan
yang sangat penting, tetapi umumnya kita memiliki
ketrampilan yang buruk.
Hambatan-hambatan
mendengar
Sibuk dengan diri sendiri
Sibuk dengan masalah-masalah
eksternal
Asimilasi (kecenderungan
merekonstruksi pesan sedemikian
hingga sesuai dengan sikap,
prasangka, kebutuhan, nilai diri)
Faktor kawan atau lawan
Mendengar yang diharapkan (hanyut
dalam pesan pembicara, tidak
mendengar apa yang dikatakan
melainkan mendengarkan apa yang kita
harapkan).
KETERAMPILAN VERBAL
Nada suara
Volume suara
Kecepatan suara
Kejelasan pengucapan kata-kata
Pemilihan kata
Bahasa dan logat
MENANGKAP FEEDBACK:
(KOMUNIKASI NONVERBAL)
Kontak mata
Anggukan dan gelengan kepala
Eskpresi wajah
Menghadap pada pembicara
Isyarat antusias, tidak bosan, dan tidak
cemas
Tidak melakukan hal lain
Menggurangi gangguan dari luar
KOMUNIKASI EKSPRESIF
Isi pesan
Gaya bahasa
Argumentasi
Eskpresi

Tariklah minat lawan bicara ke dalam isi pembicaraan, gunakan gaya


bahasa yang sesuai untuk mempertahankan minat, yakinkan mereka
dengan argumentasi, dan gunakan ekspresi bicara untuk memaku pesan
di hati mereka
1. Munculkan Kesan
2. Arahkan fokus
3. Inklusif
4. Spesifik (tepat sasaran)

Katakanlah apa yang perlu dikatakan sejelas


mungkin
Cara Menambah Daya Tarik KOMUNIKASI
Senyum bukankah senyum juga ibadah?
Pusatkan perhatian pada kekhawatiran, kebutuhan, masalah
dan hasrat pendengar
Antar dengan pokok-pokok yang akan dibahas
Ajukan pertanyaan
Baca umpan balik pendengar (tatapan)
Jangan pernah meremehkan kepekaan pendengar
Etika Berkomunikasi
Diam dan Menyimak
Tidak Memotong
Pembicaraan
Tidak meninggalkan
lawan bicara
Tidak menepis
pembicaraan lawan
Tidak berusaha
menunjukkan bahwa
kita lebih pandai
Lima Respon Empatik
Mengulangi kata demi kata
Mengatakan kembali isi
Merefleksikan perasaan
Mengatakan kembali isi
serta merefleksikan
perasaan
Melihat kapan empati tidak
diperlukan
Ungkapan menunjukkan
pengertian
Nampaknya, anda merasa
bahwa
Yang saya tangkap adalah
bahwa
Jadi, menurut penglihatan
anda.
Sependengaran saya,
anda..
Anda pasti merasa
Apa yang anda sampaikan
tampaknya seperti,
saya
Strategi Membangun Komunikasi
efektif
1. Ketahui mitra bicara ( audiens)
2. Ketahui tujuan.
Misalnya menyampaikan informasi, membeli,
menjual, basa basi, membujuk, menghibur
dsb.
3. Perhatikan konteks
Konteks berarti keadaan atau lingkungan saat
berkomunikasi, sangat berperan dalam memperjelas
informasi yang disampaikan.
Contoh :
Ah . dasar gila ( nada tinggi cacian , nada datar
kekaguman )
Gaya bicara atasan dan bawahan di kantor dan di
mall berbeda .
4. Pelajari kultur
Pelaku komunikasi harus memahami kultur
mitra bicaranya sehingga timbul saling
pengertian dan penyesuaian gaya komunikasi
dapat terjadi.
Contoh : orang Jawa atau Sunda beda
dengan orang Batak.
5. Pahami bahasa
- Gunakanlah kalimat yang sederhana dan
tepat.
- Kalimat panjang dan kompleks seringkali
mengaburkan makna
Efektifitas Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan
kata-kata baik lisan maupun tertulis, bahasa memegang
peranan penting.

Kualitas komunikasi verbal ditentukan oleh tonalitas suara


atau tinggi rendahnya dan lemah lembutnya suara, keras
tidaknya suara dan perubahan nada suara dan dibarengi
dengan ekspresi atau raut muka.

Keberhasilan dalam komunikasi verbal ditentukan oleh 55 %


dari bahasa tubuh( body language ) , postur, isyarat dan
kontak mata dan simbol
- 38 % berasal dari nada, tempo dan volume
suara kita.
- 7 % dari kata-kata aktual yang kita gunakan.
Bahasa tubuh menempati sebagian besar dari
semua pesan lisan (55 %).

Kelolalah bahasa tubuh anda SO CLEAR


S ( sit , stand, space ) duduk atau berdirilah
dengan sudut yang tepat
Ada 3 hal yang harus diingat tentang cara
anda duduk atau berdiri :
1. Duduk atau berdiri persis berhadapan
dengan seseorang diartikan konfrontatif.
Untuk pembahasan tentang pemecahan
masalah dan dalam situasi komunikasi yang
tegang bersikaplah terbuka berdiri
berdampingan untuk menciptakan situasi yang
kooperatif.
Berdiriliah dengan jarak selengan dalam
pertemuan bisnis dan sosial ( 120 cm sampai
150 cm )
2. Tinggi memberi makna, memberi gengsi
dan otoritas. Semampu anda duduklah atau
berdiri pada tingkatan yang sama dengan
orang yang diajak bicara.
3. Perhatikan pemanfaatan ruang pribadi anda.
Umumnya orang akan mudah tersinggung, merasa
kesal bahkan marah jika ruang mereka diganggu.

Ada 3 hal yang harus anda hindari :


- memasuki wilayah ruang pribadi seseorang.
- meletakkan benda-benda kita di ruang oranglain (
kertas, buku-buku, tas ).
- menggunakan peralatan orang lain, ruang orang
lain seolah-olah semua milik kita.
O ( OPENNES)/ keterbukaan dari ekspresi
dan gerakan anda.
Bukalah bahasa tubuh anda untuk membuka
pkiran anda.
C ( centre ) seberapa eksklusif anda memusatkan
perhatian pada orang lain.

Memfokuskan atau memusatkan perhatian kita pada


pembicara akan meningkatkan komunikasi.

Buatlah pembicara dan topiknya menjadi pusat


perhatian.
Perhatian adalah sanjungan secara diam-diam.
L ( LEAN), bagaimana anda mencondongkan
posisi duduk untuk menunjukkan perhatian.
E ( EYE CONTACT ), pertahankan kontak
mata yang benar sambil mendengarkan untuk
mendorong pembicara
A ( APPROPRIATE ), bagaimana merespons.

Untuk merespons secara benar, , perluas atau


perjelaslah apa yang telah dikatakan
pembicara.
R ( RELAXED AND BALANCED )
santai dan tenang saat berkomunikasi.
Jangan menggoyang-goyangkan kaki,
menggigit jari/pensil atau ekspresi lain yang
mengesankan /menginterpretasikan sebagai
Saya tidak tertarik , Saya bosan .
Efektifitas Komunikasi non verbal
Komunikasi non verbal adalah komunikasi
yang pesannya dikemas tanpa kata-kata.

Komunikasi nonverbal lebih sulit dipelajari


sebab perbendaharaan kata, tata kalimat, dan
tata bahasanya sulit ditunjuk
Bagaimana membangun efektifitas
komunikasi non verbal antara lain :
1. cara berpakaian telah mengkomunikasikan
siapa dan apa status seseorang. Pakailah
pakaian yang tepat untuk suasana yang tepat
pula.
2. waktu. Dalam berkomunikasi manfaatkan
waktu sebaik-baiknya
3. Tempat
Sama seperti waktu , tempatpun sangat
menentukan efektifitas komunikasi.

Dalam berkomunikasi perlu memperhitungkan


tempat yang tepat , jeli tentang suasana
lingkungan kerja, rekan kerja, bahkan beban
kerja.
Dalam komunikasi non verbal kita harus
memahami fungsi-fungsi yang menunjukkan
ke nonverbalan komunikasi antara lain :
- repetition ( pengulangan ) Pengulangan
pesan dari individu dilakukan dengan verbal.
- Contradiction (pertentangan/penyangkalan )
Contoh : mengangkat bahu berarti tidak tahu,
menggelengkan kepala berarti tidak, di India
berarti ya
- Substitution ( pengganti pesan )
Contoh : seseorang berkomunikasi dengan fire in
his eyes ( mendelik), berkomunikasi dengan
mengepalkan tangan.
- Complementing (melengkapi pesan verbal )
Contoh : mengatakan bagus sambil
menunjukkan ibu jari, mengatakan
seseorang tidak waras dengan menunjuk
kening dengan jari telunjuk miring.
- Accenting ( penekanan).Penekakan disini
mengaris bawahi pesan verbal.
Contoh : menekan kaki.
Ciri-ciri komunikasi efektif
- langsung , tidak ragu
- tidak takut mengatakan apa yang diinginkan
dan mengapa
- ramah dan bersahabat
- jelas mudah dimengerti
- terbuka ( tidak ada pesan atau makna yang
tersembunyi )
- secara lisan ( menggunakan kata-kata untuk
menyampaikan gagasan dengan jelas
- dua arah ( seimbang antara berbicara dan
mendengarkan )
- responsif ( memperhatikan keperluan dan
pandangan orang lain )
- nyambung ( menginterpretasi pesan dan kebutuhan
orang lain dengan tepat.
- jujur ( menyatakan gagasan, perasaan dan
kebutuhan yang sesungguhnya)
IX.BAHASA DAN KOMUNIKASI
Bahasa itu arbitrari artinya satu kata
mempunyai banyak arti sesuai persetujuan si
pemakai.

Bahasa dapat dibedakan menjadi dua


pengertian :
1.Bahasa dalam arti luas berupa kata-kata,
gerak-gerik dan panto mimik , diam, sopan
santun ( perbuatan)
2. Bahasa dalam arti sempit : yaitu hubungan
antara suara dengan kata-kata
Fungsi bahasa :
A. sebagai alat untuk mengekspresikan
berbagai macam perasaan misalnya rasa
senang, kagum, heran, sedih dsb.
Contoh : wah, indah sekali, cek-cek-cek,
aduh, hore.
B. sebagai alat komunikasi dengan
masyarakat :
- memperlancar pergaulan, memperluas
hubungan, melahirkan gagasan, ide, isi hati,
kreatifitas, menambah pengetahuan,
menyampaikan informasi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kelancaran dan hambatan berkomunikasi :

Faktor pengetahuan
Makin luas pengetahuan makin banyak
perbendaharaan kata makin lancar berbicara.
Faktor pengalaman
Makin banyak pengalaman , makin lancar
berbicara dimuka umum.

Faktor Inteligensi
Makin tinggi inteligensinya , makin lancar
berbicara karena kaya akan perbendaharaan
kata.
Faktor kepribadian
Orang yang mempunyai sifat pemalu dan
kurang pergaulan, biasanya kurang lancar
berbicara

Faktor biologis
Kelumpuhan pada organ bicara, karena
kelainan pada rahang, bibir, gigi, bibir
sumbing, lidah tidak aktif, gagap.
X. Macam-macam bicara
Komunikasi dengan cara berbicara
digolongkan menjadi beberapa macam sbb :
- dari segi jarak ( langsung, tidak langsung),
- dari segi sarana/media yang digunakan,
- dari segi tujuan( seminar, rapat kerja,
penataran , wawancara
- dari segi kedinasan(komunikasi membahas
soal kedinasan)

- dari segi bahasa yang digunakan( nada


suara keras/lembut, bahasa lisan, ucapan
kata-kata).

- dari segi lawan berbicara ( satu lawan satu,


satu lawan banyak)
Dari segi hierarchi terdiri dari :
- Downward communication, atasan dituntut
mampu mengadakan komunikasi, memberi
informasi dan ide-idenya kepada bawahan
baik perorangan maupun kelompok.
misalnya kebijakan, program kerja, peraturan,
pengarahan, kinerja dsb.
Upward communication atau komunikasi keatas
yaitu dengan atasan berfungsi menyampaikan
umpan balik atas kebijaksanaan, menyampaikan
laporan hasil kerja, usulan, permintaan informasi.

Horizontal communication/lateral communication


yaitu komunikasi antar teman kerja, sesama orang
tua,muda, bawahan dst.
Diagonal communication yaitu komunikasi
yang memotong rantai perintah organisasi dari
tingkat kedudukan yang berbeda, tugas
berbeda wewenang berbeda.

Dari segi isi. Komunikasi egosentris, isi


pembicaraan lebih mengutamakan persoalan
dirinya sendiri.
Dari segi pertumbuhan bicara
( pada anak). Mengeluarkan suara yang
belum mengandung arti.
XI.TEKNIK BERBICARA
Teknik berbicara efektif
1. mengatur volume berbicara agar lebih keras
dari biasanya.
2. menggunakan kata- kata sehari-hari, jelas
dan runtut tepat sasaran.
Hindari kata-kata kiasan.
3. layangkan pandangan ke kiri-kanan-tengah,
rata keseluruh pendengar.
4. tidak memposisikan diri lebih tinggi dari
lawan bicara.

5.mampu mengunakan bahasa tubuh dengan


sempurna.
Ketrampilan berbicara :
1. percaya diri
2. Ucapkan kata-kata dengan jelas dan
perlahan
3.Bicara dengan wajar
4. Atur irama dan tekanan suara, dan jangan
monoton
5. Menarik nafas dalam-dalam
6. Hindari sindrom EM, AH, ANU, APA
7. Membaca paragraf yang dianggap penting
dari teks tulisan.
8. Siapkan air minum
Gaya berbicara :
1. Menggunakan gaya bahasa
2. Dengan gerak air muka tidak dengan kata-
kata, pucat, muka merah.
3. Dengan gerak anggota badan,
mengangguk, menggeleng.
4.Dengan gerak-gerik.
Mendengarkan dengan aktif :
Ada 6 unsur yang dikenal dengan HURIER
MODEL :
- Hearing (paying careful attention to what is
being said)
- Understanding ( comprehending the
messages being sent )
- Remembering ( being able to recall the
message being sent )
- Interpreting( mampu memberikan arti )
- Evaluating (menerapkan ketrampilan berpikir
kritis untuk menilai isi pembicaraan)
- Responding ( respon awal dalm bentuk tepuk
tangan, tawa, diam )

- Tidak memotong pembicaraan orang lain,


sabar, mampu menahan diri
XII. KOMUNIKASI RESPEKTIF
Prinsip-prinsip komunikasi respektif :
- positive thinking
- solution oriented
- being honest ( spontanitas dan jujur )
- emphaty( gunakan perasaan dalam
mendengarkan tidak acuh tak acuh )
- feeling ( merasakan apa yang orang lain
rasakan )
- communicate ( gunakan komunikasi bila
orang lain mencoba ide-idenya )
KESIMPULAN
1. Komunikasi adalah perjalanan yang tidak pernah
usai dari suatu penemuan, dari diri kita dan orang
lain.
2. Komunikasi merupakan bagian sentral dari
kehidupan kita.
3. Komunikasi verbal atau tertulis, simbolis, non
verbal, dengan maksud atau tanpa maksud, aktif
atau pasif diperlukan untuk hampir semua yang
kita lakukan.
4. Komunikasi penting bagi kesuksesan kita.
5. Berkat komunikasi kita dapat mencapai tujuan dan
ambisi kita.
XII. KESIMPULAN :

6. Berkomunikasi harus
a. Complete, correct and current (Lengkap,tepat dan
kini)
b. Clear, coherent and comprehensible, not
confusing, cursory or cloudy (jelas ,
coherent/logis dan dapat dipahami, tidak
membingungkan , sambil lalu atau kabur)
c. Credible, consistent and considered, not coy,
counterfeit or clichd (credible, konsisten dan
matang, bukan pura-pura atau klise)6.
BERKOMUNIKASI
d. Courteous, constructive and considerate, not
crotchety, crude or cruel (sopan, konstruktif dan penuh
pertimbangan bukan yang aneh, kasar atau kejam)

d. Cooperative, cordial and complimentary, not curt,


cranky or critical (kooperatif, ramah dan penuh
penghormatan, bukan yang kaku, lekas marah atau kritis
)

d. Comfortable and conversational in tone, not


cramped, callous or cowardly (nyaman dan bernada
percakapan, tidak kaku , tak berperasaan atau pengecut
)
d.Candid not crufty (terus terang tidak
dibuat-buat)
e.Crisp but not curt or cross (ringkas
tetapi tidak kaku atau berlawanan)
f. Cheerful, calm and composed, not crazy
or crass (menyenangkan, tenang dan
sabar, tidak gila atau sangat dungu)