Anda di halaman 1dari 18

MOTION SICKNESS

MABUK GERAK
ANATOMI TELINGA LUAR
ANATOMI
POTONGAN MELINTANG KOKLEA
FISIOLOGI ALAT KESEIMBANGAN
• Selain bagian pendengaran, bagian telinga dalam terdapat organ
keseimbangan.
• Labirin terdiri dari :
1. labirin statis yaitu utrikulus dan sakulus yang merupakan pelebaran
labirin membran yang terdapat dalam vestibulum labirin tulang.
2. Labirin kinetik terdiri dari tiga kanalis semisirkularis.

Gerakan
perpindahan cairan silia sel rambut
perubahan kepala
endolimfa labirin akan menekuk
tubuh

ion kalsium masuk permeabilitas membran


kedalam sel sel berubah

pelepasan
depolarisasi
neurotransmiter eksitator

impuls sensoris melalui saraf aferen ke pusat keseimbangan di otak.


DEFINISI

• Motion sickness atau kinetosis, juga dikenal


sebagai penyakit perjalanan, adalah suatu
kondisi dimana ada perbedaan antara sinyal
yang diterima otak dari mata dan organ-organ
sesnsitif terhadap posisi lainnya termasuk
sistem vestibular mengenai posisi tubuh.

• Penyakit disekitar kita ini diindentifikasikan


dengan terminologi sebagai mabuk laut, mabuk
udara, mabuk darat, mabuk ski, dan bahkan
mabuk gajah atau unta.
ETIOLOGI

• Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa konflik


berasal dari dua organ penting keseimbangan yaitu :
- mata
- koklea di telinga dalam menyesuaikan diri terhadap

Penyakit ini dapat diprovokasi oleh gerakan yang tiba-


tiba seperti saat berada diperjalanan yang tidak rata,
penerbangan yang berputar, dan pelayaran yang
bergelombang.
PATOFISIOLOGI

1. Teori darah dan sistem pencernaan.

2. Teori detektor toksin.

3. Sistem vestibuler bertindak sebagai detektor toksin.

4. Teori perbedaan sensori berhubungan dengan


perangsangan penyakit sebagai perbedaan
antara sistem vestibular sebagai transduser
dengan indera lain sebagai sinyal atau antara kanalis semisirkularis
dan otolith yang lebih spesifik terhadap tubuh yang
bergerak.
• Muntah disebabkan oleh aktivasi yang terkoordinir
antara otot polos dan somatik yang menghasilan
perubahan yang tepat sesuai dengan tekanan
intrabadominal dan tekanan intrathoracic yang
membuka spinkter esofagus.

• Penyakit ini yang parah dengan serangan muntah


yang hebat dan berulang dapat mengakibatkan
suatu keadaan alkalosis karena hilangnya ion
hidrogen dan menyebabkan peningkatan ekskresi
ginjal terhadap bikarbonat yang mengakibatkan
defesiensi klorida yang dapat menyebabkan otot-
otot melemah, konstipasi dan aritmia.

• Hilangnya natrium dapat menyebabkan hipotensi,


pelepasan Anti-Diuretic Hormone (ADH) juga
meningkat.
GEJALA DAN TANDA

• Gangguan epigastrik seperti rasa tidak


nyaman epigastrik, mual dan muntah.
• Gejala-gejala pada kulit seperti pucat,
keringat dingin, mulut kering.
• Gejala-gejala SSP seperti sakit kepala,
mengantuk, rasa tegang dimata, dan lesu.
PENGOBATAN

Obat Rute Dosis dewasa (mg) Onset (Jam ) Durasi (Jam)

Cyclizine Oral 50 0.5–1 12–24

Dimenhydrinate Oral 50–100 2 8

Meclizine Oral 25–50 0.5–1 12–24

Diphenhydramine Oral 25–50 0.25–0.5 4–6

Promethazine Oral 25 0.5–1 8–12

Buclizine Oral 50 0.5 12

Scopolamine
OralDermal 0.4–0.81.5 14–6 872
PatchTablet
• Obat-obatan diatas mempunyai efek samping berupa
rasa ngantuk dan mulut kering.
• Scopolamin untuk meningkatkan efeknya sering
digunakan bersamaan dengan amfetamin, dan
• promethazin sering digunakan bersamaan dengan
efedrin.
• Kontraindikasi penggunaan scopolamin adalah orang-
orang dengan glaukoma, hipertrofi prostat, penyakit hati
dan ginjal.
• Wanita hamil dan menyusui juga sebaiknya tidak
mengkonumsi scopolamine kecuali keadaan yang
sangat diperlukan.
• Alkohol dapat meningkatkan efek ngantuk jika digunakan
bersamaan dengan scopolamin sehingga tidak boleh
digunakan saat berkendaraan.
KESIMPULAN

• Motion sickness atau kinetosis, juga dikenal sebagai penyakit


perjalanan, adalah suatu kondisi dimana ada perbedaan antara
sinyal yang diterima otak dari mata dan organ-organ sesnsitif
terhadap posisi lainnya termasuk sistem vestibular mengeni posisi
tubuh.

• Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa konflik berasal dari dua


organ penting keseimbangan yaitu mata dan koklea di telinga dalam
menyesuaikan diri terhadap kecepatan yang berbeda ketika
terjadinya gerakan.Sekarang ini belum ada teori yang adekuat yang
dapat menjelaskan perjalanan penyakit ini. Dan ada banyak teori
yang menjelaskan mengenai penyakit ini.

• Gejala dan tanda dari penyakit ini meliputi sindroma mual, gangguan
epigastrik seperti rasa tidak nyaman epigastrik, mual dan muntah,
gejala-gejala pada kulit seperti pucat, keringat dingin, mulut kering,
gejala-gejala SSP seperti sakit kepala, mengantuk, rasa tegang
dimata, dan lesu.
• Pencegahan dan pengobatan penyakit ini adalah
kompleks. Pencegahan terbaik untuk orang-orang
dengan kepekaan tinggi adalah penghindaran dan
membangun adaptasi terhadap situasi atau keadaan
yang memprovokasinya.

• Obat-obatan penyakit ini bekerja dengan mengurangi


sensitivitas terhadap gerakan. Dengan menguranginya
berarti mengurangi kekacauan sinyal yang akan diterima
oleh otak dan obat-obatan ini dapat mencegah penyakiti
ini.
• 3 SYSTEM
• VESTIBULARY SYTEM
• VISUAL SYSTEM
• SOMATOSENSORY
• VESTIBULARY
• KANALIS SERMIKULARIS
• PERGERAKAN CAIRAN DI KANALIS
KANALIS YANG MERANGSANG IMPULS
SARAF KE OTAK
• SOMATOSENSORY
• SARAF DI KULIT, SENDI, OTOT
• MENENTUKAN POSISI SIKAP
(POSTUR). MASUKAN DARI SETIAP
GERAKAN MEMPERBAHARUI DATA
POSISI TUBUH KE OTAK UNTUK
MENAFSIRKAN DATA
• VISUAL
• ORIENTASI PENERBANG DENGAN
LINGKUNGAN LUAR