Anda di halaman 1dari 28

USULAN PENELITIAN

Prevalensi dan Distribusi Osteoartritis Lutut


Berdasarkan Karakteristik Sosio-Demografi dan
Faktor Risiko di Wilayah Kerja Puskesmas Petang I,
Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

Oleh:
Bagus Prakasa Sentosa (1002005173)
Made Bhuwana Putra (1002005181)
Bahar Sangkur Gusasih (1002005182)

Pembimbing:
dr. Ni Wayan Septarini. MPH
dr. Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
OA adalah penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kehilangan tulang rawan sendi
secara perlahan, berkombinasi dengan penebalan tulang subkondral dan terbentuk osteofit
pada tepi sendi, serta peradangan nonspesifik sinovium yang ringan.

Faktor risiko : usia, jenis kelamin, genetik, kegemukan dan penyakit


metabolik, cedera sendi, pekerjaan dan olahraga, kelainan pertumbuhan, dll.

• Data pravelensi dan


distribusi berdasarkan
karakteristik sosio • Penentuan usaha promotif dan
demografi & faktor preventif
risiko belum ada
RUMUSAN MASALAH
• Berapakah prevalensi terjadinya OA lutut pada
kelompok usia lebih dari 60 tahun di wilayah
kerja Puskesmas Petang I, Kecamatan Petang,
Kabupaten Badung tahun 2014?
• Bagaimana distribusi kejadian OA lutut
berdasarkan karakteristik sosio-demografi
(usia, jenis kelamin dan pekerjaan) dan faktor
risiko ; Indeks Masa Tubuh (IMT), dan riwayat
beban kerja ?
TUJUAN PENELITIAN
TUJUAN UMUM

• Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk


mengetahui prevalensi dan distribusi OA lutut
berdasarkan karakteristik sosio-demografi dan
faktor risiko di wilayah kerja Puskesmas Petang
I, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung
tahun 2014.
TUJUAN PENELITIAN
TUJUAN KHUSUS
UNTUK MENGETAHUI PREVALENSI & DISTRIBUSI OA

• Usia
• Jenis Kelamin
• Pekerjaan
• Indeks Massa Tubuh
• Riwayat Beban Kerja

pada usila di wilayah kerja Puskesmas Petang 1


MANFAAT PENELITIAN
Memberikan informasi tentang prevalensi & distribusi OA
berdasarkan karakteristik sosio-demografi & Faktor resiko di
wilayah kerja Puskesmas Sukasada II

dapat dijadikan acuan dalam penyusunan program puskesmas

upaya kesehatan
promotif preventif
usia lanjut
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI OA

Penyakit sendi degeneratif non inflamasi yang


ditandai dengan degenerasi tulang rawan sendi,
hipertrofi tulang pada tepinya dan perubahan
pada membran sinovial serta nyeri setelah
aktivitas berkepanjangan dan kekakuan
khususnya pada pagi hari atau setelah
inaktivitas.
EPIDEMIOLOGI OA

• Meningkat pada usia lanjut

• Kelompok usia 60-64 tahun didapati 22% nya


menderita OA (Joern et al)

• Di Indonesia 50 – 60% penyakit rematik


merupakan OA
ETIOPATOGENESIS OA
Faktor Risiko Osteoartritis
• Usia
• Jenis kelamin
• Ras/warna kulit
• Aktivitas Fisik
• Injuri
• Faktor Genetik
• Nutrisi
• Penyakit Sendi Lainnya
• Obesitas
Gejala dan Tanda Klinis Osteoartritis
Nyeri Sendi Pembengkakan
• Nyeri Mekanik Sendi yang
• Nyeri Akibat
Peradangan Asimetris

Kaku Sendi Krepitasi

Gangguan
Sendi Goyah
Berjalan
DIAGNOSIS
KLINIS DAN
KLINIS DAN LABORATORIUM KLINIS
RADIOLOGIS
Nyeri lutut + minimal 5 dari 9 Nyeri lutut + minimal Nyeri lutut + minimal 3 dari 6
kriteria berikut : 1 dari 3 kriteria kriteria berikut :
berikut :
 Umur > 60 tahun  Umur > 60 tahun
 Kaku sendi < 30 menit  Umur > 60 tahun  Kaku sendi < 30 menit
 Krepitus  Kaku sendi < 30  Krepitus
 Nyeri tekan menit  Nyeri tekan
 Pembesaran Tulang  Krepitus  Pembesaran Tulang
 Tidak panas pada perabaan  Tidak panas pada perabaan
 Laju Endap Darah (LED) < 40 +
mm/jam OSTEOFIT
 Rheumathoid Factor (RF) < 1 :
40
 Analisis cairan sendi normal
Pencegahan Osteoartritis

BB ideal Olahraga

Evaluasi sikap
Istirahat
tubuh saat
cukup
beraktifitas
KERANGKA KONSEP
Faktor Risiko Faktor Risiko
yang tidak dapat yang dapat
dimodifikasi dimodifikasi
•Umur
•Jenis Kelamin •Kegemukan dan
•Suku Bangsa penyakit metabolik
•Genetik •Cedera sendi,
Pekerjaan dan
Olahraga

OSTEOARTRITIS
METODE
PENELITIAN
TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN

• Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Petang I,


Kecamatan Petang, Kabupaten Badung pada bulan Juni
sampai Juli 2014.

RANCANGAN PENELITIAN

Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi deskriprif


cross-sectional
POPULASI PENELITIAN

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk berusia


di atas 60 tahun yang berlokasi di wilayah kerja Puskesmas
Petang I, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung

KRITERIA KRITERIA
INKLUSI EKSLUSI

Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Tidak mampu diwawancarai disebabkan


Petang I kondisi medis umum yang tidak
memungkinkan.

Sedang atau memiliki riwayat OA

Bersedia mengikuti penelitian dengan


memberikan persetujuan secara lisan
BESAR DAN CARA PENELITIAN

BESAR SAMPEL

1 (1,96) 2 0,30,7 
n= x = 80
1  3% 10% 2

Diperoleh hasil sebesar 40 populasi

n
Setelah dikoreksi,
nk = = 78
diperoleh 78 populasi
1+n/N
BESAR DAN CARA PENELITIAN

CARA PENGAMBILAN SAMPEL

Sampel dipilih dengan metode multistage random sampling


RESPONDEN PENELITIAN

Sampel adalah kelompok penduduk yang usianya lebih dari 60


tahun yang kemudian ditetapkan sebagai responden dalam
memperoleh informasi mengenai hal-hal terkait variabel
penelitian.
VARIABEL PENELITIAN

• Kejadian OA pada lansia


• Karakteristik sosio-demografi
– Umur
– Jenis Kelamin
– Pekerjaan
• Faktor risiko
– Indeks Masa Tubuh (IMT)
– Riwayat Beban Kerja
DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

• Osteoartritis (OA) lutut: ditentukan melalui kriteria klinis ACR tahun 1986
yaitu nyeri lutut disertai minimal 3 dari 6 kriteria berikut:
– Umur lebih dari 60 tahun
– Kaku sendi kurang dari 30 menit
– Krepitasi
– Nyeri tekan
– Pembesaran tulang
– Tidak panas pada perabaan
• Umur : Usia saat dilakukan penelitian
• Jenis kelamin: laki-laki atau perempuan, dilihat dari kartu identitas.
• Pekerjaan: jenis pekerjaan yang menjadi mata pencaharian utama
• Indeks Masa Tubuh (IMT): penilaian antopomertri yang diperoleh dari hal
perhitungan berat badan dalam kilogram dibagi kuadrat tinggi badan
dalam meter.
• Riwayat beban kerja : dikategorikan dalam 5 grup berdasarkan ringan-
berat nya aktifitas pekerjaan
CARA DAN ALAT PENGUMPULAN DATA

• Kejadian OA lutut diperoleh melaui pertanyaan pada


kuisioner yang mengacu kriteria diagnosis OA lutut
berdasarkan kriteria klinis ACR tahun 1986 dan
pemeriksaan fisik sederhana yang dilakukan saat
wawancara.
• Umur , jenis pekerjaan dan jenis kelamin ditanyakan
saat wawancara atau dilihat pada kartu identitas.
• IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi
badan.
• Riwayat beban pekerjaan diperoleh melalui kuisioner
RENCANA ANALISA DATA

Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan melihat


distribusi jawaban responden terhadap masing-masing
pertanyaan. Kemudian disajikan dalam bentuk naratif
atau tabel (persentase).
TERIMA KASIH