Anda di halaman 1dari 22

REFERAT

RHINOSINUSITIS

OLEH :
ROKHIS AMALIA

Dosen Pembimbing : dr. H. Irwan, Sp. THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN ILMU PENYAKIT THT-KL
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB
RSUD TENGKU RAFIAN
2016
PENDAHULUAN

DEPKES RI menyebutkan bahwa penyakit


hidung dan sinus berada pada urutan ke 25 dari
50 pola penyakit peringkat utama.

Diperkirakan kejadiannya akan terus


meningkat sehingga penting bagi dokter untuk
mengetahui tentang definisi, gejala, tatalaksana
dari penyakit untuk menurunkan angka
kejadian.
Tinjauan pustaka

ANATOMI SINUS
ANATOMI SINUS

Fungsi Sinus:
• Pengatur kondisi udara
• Penahan suhu
• Membantu keseimbangan kepala
• Membantu resonansi suara
• Peredam perubahan tekanan udara
• Membantu produksi mukus
DEFINISI
RHINOSINUSITIS

Suatu kondisi yang merupakan


manifestasi dari respon peradangan
membran mukosa sinus paranasal
ETIOLOGI
RHINOSINUSITIS

• infeksi mikroba
Faktor Lingkungan • Alergi
• Polusi udara

• konka bullosa
Faktor Anatomi • Deviasi septum
• Gangguan
mukosiliar

• Gangguan genetik
Faktor Sistemik • Immunodefisiensi
• Gangguan metabolik
• Refluk laringofaringeal
KLASIFIKASI
RHINOSINUSITIS

• Akut  infeksi berlangsung selama 4 minggu

• Subakut  berlangsung antara 4-12 minggu,


transisi antara infeksi akut dan kronik

• Kronik  lebih dari 12 minggu


PATOGENESIS
RHINOSINUSITIS

Polusi, HILANGNYA
Zat kimia SILIA Alergi,
Defisiensi
Imun

DRAINASE
PERUBAHAN
YANG TIDAK RHINOSINUSITIS MUKOSA
MEMADAI

Sumbatan
INFEKSI
Mekanis Pengobatan
yang tidak
memadai
Edem
Gangguan
ventilasi Mukus dan
benda asing
Gangguan KOM terperangkap
Gangguan
bersihan mukosa
Pertautan
antarmukosa

Pergerakan silia Ostium Rinosinusitis


berkurang tersumbat kronis

Rinosinusitis
Tekanan negatif
akut

Rinosinusitis non Transudasi Pertumbuhan


Menetap
bakterial cairan (serosa) Bakteri
MANIFESTASI KLINIS
RHINOSINUSITIS

• Demam, cephalgia, nyeri pada


Gejala wajah, lesu, gejala fokal (hidung
tersumbat, rinorea kental
Subjektif berbau, PND, halitosis, nyeri alih)

• Tanda peradangan
Gejala • RA: mukosa konka hiperemis,
edem, pus
Objektif • RP: PND
Kriteria Diagnosis Rhinosinusitis Menurut
AAO HNS, 1996:

• Facial pain
• Facial congestion
• Nasal obstruction
GEJALA MAYOR • Nasal discharge/ PND
• Hyposmia/anosmia
• Fever

• Headache
• Fever
• Halitosis
GEJALA MINOR • Fatique
• Dental pain
• Cough
• Ear pain/pressure/fullness
PEMERIKSAAN FISIK
RHINOSINUSITIS

Rhinoskopi Anterior Rhinoskopi Posterior

• Mukosa konka
hiperemis
• Pus di meatus
• Post nasal drip
medius atau
• Pus di meatus
superior
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
RHINOSINUSITIS

• CT Scan  gold standart diagnosis sinusitis


• Foto Rongent  perselubungan, air fluid level,
penebalan mukosa
• Transluminasi  sinus yang sakit berwarna lebih gelap
• MRI  membedakan sisa mukus dan massa jaringan
lunak
• Kultur sekret di meatus media
PENATALAKSANAAN
RHINOSINUSITIS

• Golongan betalaktam
Antibiotika • Klavulanat
• Sefalosporin generasi ke 2

• Dekongestan, Analgetik, steroid


Terapi oral/topikal, pencucian rongga
simtomatis hidung dengan NaCl, anti histamin
generasi ke 2

Tindakan • Bedah Sinus Endoskopi Fungsional


operasi (BSEF/FESS)
DIAGNOSA BANDING
RHINOSINUSITIS

• Diagnosis banding dari sinusitis maksilaris akut adalah :


– Rhinitis alergi
– Infeksi gigi geraham atas
– Benda asing dalam rongga hidung

• Diagnosis banding dari sinusitis maksilaris kronik adalah :


– Karsinoma sinus maksila
– Ozaena
– Benda asing dalam rongga hidung.
KOMPLIKASI
RHINOSINUSITIS

Komplikasi Orbital Komplikasi


 intrakranial 
Edema palpebra, Meningitis, abses Komplikasi Paru 
ekstradural atau Bronkhitis kronik,
selulitis orbita, subdural, abses otak
abses bronkiektasis,
subperiosteal, kekambuhan asma
Komplikasi sinusitis
abses orbita, kronik  bronkial
trombosis sinus Osteomielitis, abses
kavernosus subperiosteal
PROGNOSIS
RHINOSINUSITIS

Rhinosinusitis tidak menyebabkan kematian.


Namun, komplikasi dapat menyebabkan
morbiditas dan kematian walaupun kasusnya
jarang.
Pasien rhinosinusitis akut dengn pengobatan
yang tepat akan menunjukkan perbaikan yang
tepat. Tingkat kekambuhan <5%.
TERIMAKASIH