Anda di halaman 1dari 42

Sistem Pengobatan

Tradisional
PENDAHULUAN
• Perkembangan obat herbal semakin pesat “Back
to Nature”
• Obat herbal mejadi bagian obat komplementer
dan alternatif (Complementary and alternative
medicine/CAM) dan penggunaan produk obat
herbal semakin meningkat dengan meningkatnya
penggunaan CAM
Obat dari tumbuhan digunakan sebagai pilihan terapeutik
dan sering memberikan bentuk terapi yang aman

Pada beberapa instansi fitomedis spesifik telah


menunjukkan keefektifannya secara klinis

Pada beberapa negara fitomedis merupakan produk obat


berizin dan digunakan dibawah pengawasan dokter

Penyebaran penggunaan obat herbal oleh masyarakat umum


dapat menimbulkan beberapa isu penting
Peran Farmasis
Isu penting tersebut berhubungan dengan
bagaimana tiap individu, baik konsumen ataupun
profesional kesehatan menyadari dan
menggunakan obat herbal dengan memperhatikan
mutu, keamanan dan khasiat obat herbal.

Farmasis, perawat dan pratisi medis lainnya harus


kompeten dalam memberikan saran kepada konsumen
tentang keamanan, efektivitas dan penggunaan yang
tepat semua obat termasuk obat herbal
Alasan penggunaan obat herbal di
Masyarakat

• Kebanyakan obat herbal dijual atau disuplai tanpa


keterlibatan profesionnal kesehatan
• Kecuali di apotek, tidak ada profesional kesehatan
terlatih berada di tempat penjualan untuk
menyediakan informasi dan saran
Aman • Banyak individu tdk mencari saran dari tenaga
profesional sebelum membeli dan menggunakan
obat herbal
• Konsumen cenderung utk berpedoman pada
pengetahuan mereka sendiri atau dipandu teman
dan kerabat
Akibat penggunaan obat Herbal
Tanpa pengawasan
Survei penggunaan obat herbal pada orang dewasa di
Amerika th 1997 menunjukkan 20% menggunakan sediaan
herbal dan atau vitamin berdosis tinggi selain obat resep

Studi lain (Gulian et al, 2002) menunjukkan 60% pengguna


obat herbal juga mengkonsumsi obat kovensional secara
bersamaan

Padahal penggunaan obat herbal dan obat konvensional


berpotensi menimbulkan interaksi yang merugikan,
contoh:
• mengkonsumsi ginkgo biloba dan warfarin dapat menyebabkan
pendarahan
Tanggung Jawab
farmasis
Farmasis yang menyediakan homeopatik atau obat herbal atau terapi
komplementer lain mempunyai tanggung jawab profesi untuk:

Memberikan saran
mengenai homeopatik
Memastikan bahwa stok atau obat herbal atau
obat homeopati atau obat Tidak merekomendasikan terapi komplementer atau
herbal atau terapi obat apapun jika obat obat-obatan lainnya hanya
komplementer lain tersebut diragukan jika mereka telah
diperolah dari pemasok keamanan atau mutunya menjalani pelatihan yang
yang terpercaya sesuai atau mempunyai
pengetahuan
terspesialisasi
Sejarah Penggunaan Obat Herbal

• Catatan dari Negara arab dan Eropa Kuno


 Penggunaan Piptoporus betulinus suatu jamur
oleh Manusia es dipegunungan Alpen (3300 SM),
spesies ini mengandung bahan alam beracun
dan salah satu unsur aktifnya (asam agarat) yg
merupakan obat antidiare yang mampu
melawan mikrobakteria dan efek toksik terhadap
berbagai organisme
Perkembangan Obat

Obat
Isolasi Konvensional

(senyawa
Obat Obat)
Herbal
Pengobatan Tradisional

Pengobatan Tradisional : Praktek


medis yg meliputi diagnosis,
pencegahan, dan pengobatan
berdasarkan pengalaman praktis
dan pengamatan yang diturunkan
dari generasi ke generasi, secara
lisan maupun tulisan
Pengobatan Tradisional
Lebih mengandalkan pada sifat turun temurun

Dasar keilmuan dari yang rasional sampai dengan yang


tidak rasional

Mekanisme kerja tidak selalu jelas, sehingga sulit


membuktikan keberulangan hasil terapi

Belum semua jenis pengobatan tradisional memiliki bukti


atas mutu, keamanan, kemanfaatan, dan keberulangan
hasil terapi

Pendekatan lebih holistik


Pengobat Tradisional
• Keterampilan
• Ramuan
• Pendekatan Agama
• Supranatural
Pengobatan tradisional

• Pengobat tradisional pijat urut, patah


tulang, sunat, dukun bayi, refleksi,
Keterampilan akupresuris, akupunkturis,
chiropractor dan pengobat tradisional
lainnya yang metodanya sejenis

• terdiri dari pengobat tradisional


Indonesia (jamu), gurah, tabib,
Ramuan shinshe, homoephaty, aromatherapist
dan pengobat tradisional lainnya yang
metodenya sejenis
Pendekatan • terdiri dari pengobat tradisional dengan
pendekatan agama Islam, Kristen, Katolik,
agama Hindu dan Budha

• terdiri dari pengobat tradisional tenaga


dalam (prana), paranormal, reiky master,
Supranatural qigong, dukun kebatinan dan pengobat
tradisional lainnya yang metodenya sejenis.
Kriteria/Persyaratan Pengobatan
Tradisional
• Tidak membahayakan jiwa atau melanggar susila dan kaidah
agama
• Aman dan bermanfaat bagi kesehatan
• Tidak bertentangan dengan upaya peningkatan derajat
kesehatan masyarakat
• Tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang hidup dalam
masyarakat
Kriteria Obat Tradisional (WHO)

 Telah digunakan secara turun-


temurun selama 3 generasi
 Aman
 Bermanfaat
Obat Tradisional (WHO)
 Obat tradisional adalah obat asli di suatu
negara yang digunakan secara turun temurun di
negara lain ataupun di negara asalnya.

 Obat asli adalah suatu obat bahan alam yang


ramuannya, cara pembuatan, pembuktian
khasiat dan keamanan serta cara
penggunaannya berdasarkan pengetahuan
tradisional penduduk asli setempat.
Obat Bahan Alam
• Obat Bahan Alam (OBA) adalah semua obat yang
dibuat dari bahan alam yang dalam proses
pembuatannya belum sampai pada isolat murni
maupun hasil pengembangan dari isolat tersebut.

• Obat bahan alam dapat merupakan hasil penemuan


baru sama sekali, obat asli dan obat tradisional serta
hasil pengembangan dari obat asli/obat tradisional
tersebut.
BERDASARKAN PENGGUNAAN DAN PENGAKUAN OBAT
TRADISIONAL PADA SISTEM PELAYANAN KESEHATAN,
MENURUT WHO ADA 3 SISTEM YANG DIANUT OLEH
NEGARA-NEGARA DI DUNIA:

SISTEM INTEGRATIF
SISTEM INCLUSIVE
SISTEM TOLERAN
• Pengobatan tradisional secara resmi telah diakui

Sistem dan telah digabungkan secara utuh ke dalam


sistem kesehatan masyarakat, mencakup kebijakan
nasional, regulasi, penerapan pada semua tingkat
integrasi pelayanan kesehatan, asuransi kesehatan,
pendidikan dan penelitian

• Pengobatan tradisional hanya diakui sebagian


Sistem secara formal dan dimanfaatkan pada bagian-
bagian tertentu saja dalam sistem kesehatan
inclusive masyarakat

Sistem • Sistem kesehatan masyarakat berdasarkan pada


kedokteran modern tetapi praktek pengobatan
toleran tradisional tidak dilarang oleh undang-undang
Faktor Gangguan kesehatan

Gangguan ringan
- Nyeri, diare, luka atau cedera

Gangguan Kronis atau serius


- Kondisi fatal, membahayakan
jiwa
• Tidak Spesifik
Dosis • Cara pemakaian

• Cinchona secara tradisional di amerika


Hub. dg selatan digunakan utk demam
bukti Ilmiah • Bukti ilmiah: ditemukan senyawa
kuinin utk demam malaria
• Contoh:

 Pengobatan Tradisional Cina (TCM)


 Pengobatan Tradisional India
(Ayurveda)
 Pengobatan Tradisional Afrika (TAM)
 Pengobatan Tradisional Indonesia
(Jamu)
Pengembangan Obat Tradisional
EVALUASI PRAKLINIK
(UNTUK YAKINKAN EFEKTIVITAS DAN KEAMANAN

Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4

Aman dan Efektif Aman tapi tidak efektif Tidak aman tapi Tidak aman
efektif dan tidak efektif

Diijinkan untuk Diijinkan untuk Tidak diijinkan Dilarang untuk


Distribusi dan distribusi tapi tanpa untuk distribusi, menunggu hasil distribusi
Labelisasi dari BPOM suatu klaim efek terapi penelitian dan pengembangan
(health claim) lebih lanjut

PROSES FORMULASI PROSES PENEMUAN DAN PENGEMBANGAN


STANDARDISASI BAHAN BAKU OBAT BARU DENGAN ISOLASI
SENYAWA BIOAKTIF
EVALUASI KLINIK EVALUASI KLINIK EVALUASI KLINIK
EFEKTIF EFEKTIF EFEKTIF
PENGGUNAAN DALAM
SISTEM PELAYANAN BAHAN BAKU OBAT/
FARMASI BARU 24
KESEHATAN
Obat Tradisional Indonesia

PEMBUKTIAN EMPIRIS
TURUN TEMURUN JAMU
(PEMILIHAN SIMPLISIA)

UJI PRA - KLINIK OBAT HERBAL


SIMPLISIA TELAH TERSTANDAR
TERSTANDARISASI

YANKES FORMAL

UJI KLINIK FITOFARMAKA


Jamu, Obat Herbal Terstandar
dan Fitofarmaka
• Berdasarkan cara pembuatan serta jenis klaim
penggunaan dan tingkat pembuktian khasiat, Obat
Bahan Alam Indonesia dikelompokkan menjadi:
o Jamu
o Obat Herbal Terstandar
o Fitofarmaka
JAMU
• Jamu
o Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
o Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris
o Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
Obat Herbal Terstandar
• Aman sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan
• Klaim khasiat dibuktikan secara ilmiah/pra
klinik
• Telah dilakukan standarisasi terhadap bahan
baku yang digunakan dalam produk jadi
Fitofarmaka
 Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan
 Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji
klinik
 Telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku
yang digunakan dalam produk jadi
 Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku
Complementary and Alternatif
Medicine (CAM)
Pengertian
Pengobatan alternatif adalah cara pengobatan
tradisional yang kembali digunakan sebagai alternatif
dari pengobatan konvensional.

Semakin banyaknya penelitian mengenai cara


pengobatan ini yang terbukti relatif ampuh dan
aman menurut persyaratan pengobatan modern,
banyak dari cara pengobatan tradisional tersebut
yang diambil sebagai terapi pendamping atau
complement, sehingga berkembang menjadi
CAM (Complementary and Alternative
Medicine)
Dasar Hukum

Dasar hukum dari pengobatan komplementer-alternatif yaitu Peraturan Menteri


Kesehatan RI, Nomor 1109/Menkes/Per/IX/2007 tentang Penyelenggaraan
Pengobatan Komplementer-Alternatif di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan definisi pengobatan komplementer –


alternatif adalah pengobatan non konvensional yang ditujukan untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat meliputi upaya promotif, preventif,
kuratif dan rehabilitatif yang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan
kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berlandaskan ilmu pengetahuan
biomedik tapi belum diterima dalam kedokteran konvensional
Jenis pelayanan pengobatan komplementer-alternatif
berdasarkan Permenkes RI, Nomor : 1109/Menkes/Per/2007
Intervensi tubuh dan pikiran (mind and body interventions) : Hipnoterapi,
mediasi, penyembuhan spiritual, doa dan yoga.

Sistem pelayanan pengobatan alternatif : akupuntur, akupresur, naturopati,


homeopati, aromaterapi, ayurveda.

Cara penyembuhan manual : chiropractice, healing touch, tuina, shiatsu, osteopati,


pijat urut.

Pengobatan farmakologi dan biologi : jamu, herbal, gurah .

Diet dan nutrisi untuk pencegahan dan pengobatan : diet makro nutrient, mikro
nutrient.

Cara lain dalam diagnosa dan pengobatan : terapi ozon, hiperbarik


Perbedaan Pengobatan Alternatif/Komplementer dengan
Pengobatan Konvensional

Kebanyakan dari pengobatan alternatif yang terkenal, menggunakan


prinsip-prinsip praktik dasar yang berbeda dari prinsip dan praktik
dasar pengobatan paliatif yang konvensional. Hal-hal itu adalah:
 Kemampuan penyembuhan yang alami.
 Orientasi pada pasien ketimbang orientasi pada dokter.
 Untuk mencapai hasil, pengobatan alternative membutuhkan waktu
yang lama.
 Penggunaan bahan-bahan yang alami dan utuh.
 Standar kesehatan yang lebih tinggi.
 Digunakan terutama untuk penyembuhan penyakit kronis.
 Fokus pada pencegahan dan penyebab penyakit.
 Pendekatan yang holistik.
 Kemampuan tubuh untuk mengatasi penyakit.
 Bahan-bahan yang alami untuk pengobatan.
 Setiap pasien adalah individu yang unik.
 Dasar kondisi sehat adalah lancarnya aliran energy.
 Pasien sebaiknya aktif dalam penyembuhan sendiri.
 Perhatian yang lebih penuh terhadap pasien
Jenis-jenis Metode Pengobatan
Alternatif/Komplementer

Akupunktur

Hipnoterapi

Herbalisme Medis

Homeopati

Aromaterapi
1. Akupunktur
• Pengobatan ini sangat individual yang dilakukan
berdasarkan intuisi, subjektif dan pengalaman pribadi,
bukan atas dasar penelitian medis.
• Akupuntur melibatkan penusukan jarum dalam
berbagai ukuran kedalam “titik meridian” dalam tubuh
manusia dengan tujuan untuk mengalihkan Chi (energi
vital tubuh) untuk meningkatkan keseimbangan tubuh
atau mengembalikan kesehatan tubuh
• Titik meridian adalah jalur yang sangat penting dalam
tubuh manusia sebagai tempat mengalir Chi.
• Chi mengalir dalam tubuh manusia memberikan energi
vital untuk organ tubuh agar organ-organ tubuh dapat
berfungsi dengan baik
2. Hypnoterapi
• Hypnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana
fungsi analitis logis pikiran direduksi hingga memungkinkan
individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar, dimana
tersimpan beragam potensi internal yang dapat
dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup
• Individu yang berada pada kondisi “hypnotic trance” lebih
terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari
berbagai rasa takut berlebih, trauma ataupun rasa sakit
• Individu yang mengalami hypnosis masih dapat menyadari
apa yang terjadi disekitarnya berikut dengan berbagai
stimulus yang diberikan oleh terapis
• Terapi hypnosis kini merupakan fenomena ilmiah , namun
hingga kini masih belum terdapat definisi yang jelas,
bagaimana sebenarnya mekanisme kerja hypnoterapi
3. Herbalisme medis
• Herbalisme medis penggunaan obat dari
tumbuhan untuk pencegahan dan pengobatan
penyakit
• Herba digunakan untuk memperbaiki
ketidakseimbangan dari cairan-cairan didalam
tubuh
• Salah satu prinsip dasar herbalisme adalah bahwa
kandungan herba yang berbeda bekerja sama
dalam beberapa cara sehingga menghasilkan
efek-efek yang bermanfaat
• Herbalis medis mengobati berbagai macam kondisi
akut dan yang lebih lazim kondisi kronis
4. Homeopati
• Homeopati ditemukan sekitar 200 tahun lalu oleh Samuel
Hahnemann seorang dokter dan apoteker jerman
• Berdasarkan hasil penemuannya pada percobaan-
percobaan ini Hahnemann menekan 2 prinsip dasar
hemeopati yang membentuk dasar hemeopati klasik
(Michael dkk,2009) :
a) Suatu zat yang digunakan dalam dosis tinggi menyebabkan suatu gejala
atau gejala-gejala pada orang sehat dapat digunakan untuk
mengobati gejala-gejala tersebut pada orang sakit. Misalnya kopi, obat
yang dibuat dari biji kopi dapat digunakan untuk mengobati insomnia.
Inilah yang disebut dengan konsep “like cures like”.
b) Dosisi minimal zat tersebut harus digunakan untuk mencegah toksisitas.
Pada mulanya, Hahnemann menggunakan zat tersebut dalam dosis
tinggi , tetapi hal ini sering menimbulkan efek toksik. Selanjutnya zat-zat
tersebut diencerkan secara bertahap sambil dikocok. Semakin encer
obat, semakin poten obat tersebut. Hal ini berlawanan sepenuhnya
dengan pengetahuan ilmiah mutakhir. Hanya obat atau zat tunggal
yang harus digunakan seorang pasien pada satu periode
5. Aroma terapi
 Aromaterapi adalah penggunaan terapeutik zat-zat aromatic
yang diekstraksi dari tumbuhan.
 Kelompok yang paling penting pada zat-zat ini adalah minyak
atsiri.
 Beberapa aspek penting untuk penggunaan minyak atsiri dalam
aromaterapi dijelaskan berikut ini (Michael dkk,2009) :
a) Aromaterapis menyatakan bahwa minyak atsiri dapat
digunakan tidak hanya untuk pengobatan dan pencegahan
penyakit, tetapi juga efeknya terhadap mood, emosi, dan
rasa sehat.
b) Aromaterapi di klaim sebagai suatu terapi holistic ;dalam hal
ini ,aromaterapis memilih suatu minyak atsiri, atau kombinasi
minyak atsiri, disesuaikan dengan gejala, kepribadian dan
keadaan emosi masing-masing klien. Pengobatan dapat
berubah pada kunjungan pasien berikutnya.
c) Aromaterapis meyakini bahwa kandungan minyak atsiri atau
kombinasi minyak, bekerja secara sinergistis untuk
meningkatkan efikasi atau mengurangi terjadinya efek-efek
merugikan yang terkait dengan kandungan kimia tertentu.