Anda di halaman 1dari 12

DIET PASCA-

HEMATEMESIS
MELENA
Nama Kelompok :
◦ Umi Rohmawati (P1337420116021)
◦ Refi Noor Indah P. (P1337420116022)
◦ Dwi Indah Parwanti (P1337420116023)
◦ Dwi Mifta Nur Janah (P1337420116024)
◦ Laesa Darmawati (P1337420116025)
◦ Chindy Febria Rinnoni (P1337420116026)
◦ Putri Dwi Lailika (P1337420116027)
PENGERTIAN HEMATEMESIS MELENA
◦ Hematemesis melena adalah kondisi pasien dimana adanya darah dalam muntahan
pasien (hematemesis) dan feses pasien (melena). Warna darah menentukan letak dari
luka atau perdarahan dari saluran cerna. Jika terjadi hematemesis warna darah
berwarna merah segar itu tandanya adanya perdarahan saluran cerna bagian atas
dari lambung yaitu kemungkinan ada di esofagus
PENYEBAB MEDIS
 Antraks (GI=Gastrointestinal--> saluran pencernaan)
Tanda dan gejala awal sesudah makan daging dari hewan yang terinfeksi bakteri gram
positif, pembentuk spora, Bascillus anthracis adalah hilangnya nafsu makan, mual,
muntah dan demam. Tanda serta gejala dapat berkembang menjadi hematemesis,
nyeri perut dan diare berdarah yang parah
 Gangguan Pembekuan Darah
Setiap kelainan yang mengganggu pembekuan normal dapat menyebabkan
perdarahan gastrointestinal dan hematemesis moderat atau parah. Perdarahan dapat
terjadi di sistem tubuh lainnya, menimbulkan tanda seperti epitaksis dan ekimosis. Efek
terkait lainnya bervariasi bergantung pada kelainan pembekuan darahnya seperti
trombositopenia atau hemofilia.
 Kanker Esofagus
Tanda lanjut dari kanker esogagus adalah hematemesis disertai dengan nyeri dada
yang terus-menerus yang menyebar ke punggung. Tanda lain adalah rasa penuh
substernal, disfagia hebat, mual, muntah dengan regurgitasi noktural dan aspirasi,
hemoptisis, demam, cegukan, nyeri tenggorok, melena dan halitosis (napas bau)
 Gastritis Akut
Hematemesis dan melena adalah tanda paling umum dari gastritis akut. Bahkan
keduanya bisa menjadi tanda satu-satunya, meskipun rasa tidak enak ringan di
lambung, mual, demam dan lemas juga bisa terjadi. Perdarahan yang banyak
merupakan tanda awal dari syok. Kebanyakan pasien mempunyai riwayat
penyalahgunaan alkohol, menggunakan aspirin atau beberapa NSAID (Non Steroid
Antiinflamatory Drugs) lainnya. Gastritis juga bisa terjadi setelah infeksi Helicobacter
pylori.
 Tukak Lambung (Ulkus Peptikum)
Hematemesis dapat terjadi jika tukak peptik menembus arteri, vena atau jaringan yang
banyak mengandung pembuluh darah. Hematemesis hebat dan mungkin mengancam
jiwa merupakan ciri khas jika terjadi lubang pada arteri. Tanda lain adalah melena atau
hematochezia, menggigil, demam dan tanda-tanda serta gejala syok dan dehidrasi
seperti takikardia, hipotensi, turgor kulit yang buruk.
 Kanker Lambung
Muntahan yang berwarna merah terang atau coklat gelap tanpa sakit merupakan tanda
lanjut dari kanker lambung, yang biasanya dimulai tanpa disadari, berupa rasa tidak enak
di bagian atas perut. Baru kemudian pasien mengalami anoreksia, mual ringan dan
dispepsia kronis yang tidak bisa diredakan dengan antasida dan menjadi hebat jika
pasiean makan. Gejala lanjut mencakup lelah, lemah, berat badan turun, rasa penuh,
melena, perubahan pola buang air dan tanda-tanda malnutrisi seperti lemah otot dan
kulit kering.
DIET PASCA-HEMATEMESIS MELENA
 Dianjurkan berpuasa pada pasien jika perdarahan belum berhenti. Dan penderita
mendapat nutrisi secara parenteral total sampai perdarahan berhenti. Jika
perdarahan berhenti, diet biasa dimulai dengan diet cair/ HILI. Selanjutnya secara
bertahap diet beralih ke makanan padat.Diet cairan mengganti makanan padat
dengan makanan cair yang terdiri dari:
 Makan malam cairan umum adalah:
1. 1 gelas jus atau air putih
2. 1 mangkuk kaldu
3. 1 mangkuk agar-agar
4. 1 cangkir kopi atau teh tanpa susu
TUJUAN DIET PASCA-HEMATEMESIS
MELENA
◦ 1. Mencegah terjadinya perdarahan saluran cerna kembali dengan memberikan
makanan yang memungkinkan untuk mengistirahatkan saluran cerna, dan
mencegah terjadinya aspirasi atau tersedak.
◦ 2. Mengusahakan status gizi sebaik mungkin.
SYARAT DARI DIET PASCA-
HEMATEMESIS MELENA ADALAH :
1. Tidak merangsang saluran cerna.
2. Tidak meninggalkan sisa (rendah serat).
3. Pada fase akut dapat diberikan makanan parenteral saja untuk
mengistirahatkan lambung.
4. Diet dapat diberikan bila perdarahan lambung dan duodenum sudah tidak
ada.
5. Makanan diberikan dalam bentuk cair jernih tiap 2-3 jam selama 1-2 hari saja.
6. Diet ini diberikan tiap 2-3 jam sekali cair jernih dan hanya diberikan 1-2 hari saja
untuk mencegah defisiensi zat gizi pada pasien.
KRITERIA DIAGNOSIS HEMATEMESIS
MELENA ADALAH :
1. Muntah dan BAB darah wama hitam.
2. Sindrom dyspepsia, bila ada riwayat makan obat NSAID, jamu pegal linu,
alkohol, yang menimbulkan erosi atau ulkus peptikum.
3. Keadaan umum pasien sakit ringan sampai berat, dapat disertai gangguan
kesadaran.
4. Dapat terjadi syok hipovolernik : takikardi, perabaan dingin, kulit pucat,
kesadaran compos mentis sampai apatis
TINDAKAN YANG DILAKUKAN
 Tindakan Umum
o Infus dan transfusi darah
o Psikoterapi
o Istirahat mutlak
o Pemasangan Nasogastric Tube, kemudian dilakukan lavage

 Tindakan Khusus
o Tindakan khusus ini ditujukan pada penyebab perdarahan yang dapat dibagi atas
dua penyebab, yaitu karena pecahnya varises esofagus dan bukan karena varises.
TERIMAKASIH