Dr. JIMMY F RUMAMPUK, M.
KES, AIFO,DK
BAGIAN FISIKA MEDIK FK.UNSRAT
Dalam ilmu optik ada dua cara pendekatan mengenai gejala optik
yaitu : optika geometris dan optika fisik
OPTIKA GEOMETRIS
Berpangkal pada penjalaran cahaya dalam medium secara garis
lurus;berkas-berkas cahaya disebut garis cahaya dan digambarkan
secara garis lurus. Dengan menggunakan cara pendekatan ini
dapatkanlah melukiskan ciri-ciri cermin dan lensa dalam bentuk
matematika.
OPTIKA FISIK
Gejala cahaya seperti dispersi, interferensi dan polarisasi tidak dapat
dijelaskan melalui metode optika geometri. Gejala-gejala ini hanya
dapat dijelaskan dengan menghitung ciri-ciri fisik dari cahaya
tersebut
HUBUNGAN ANTARA INDEKS BIAS DAN
KECEPATAN RAMBAT
Indeks bias dari suatu benda A didefinisikan sebagai :
i= sudut datang
r= sudut bias
LENSA
Berdasarkan bentuk permukaan maka lensa dibagi menjadi dua :
1. Lensa yang mempunyai permukaan sferis
2. Lensa yang mempunyai permukaan silindris
Permukaan sferis ada dua macam pula yaitu :
a. Lensa konvergen atau konveks : sinar sejajar yang menembus lensa akan
berkumpul menjadi bayangan nyata, juga disebut lensa positif atau lensa
cembung
b. Lensa divergan atau konkaf : sinar sejajar yang menembus lensa akan
menyebar, lensa ini disebut lensa negatif atau lensa cekung.
Lensa yang mempunyai permukaan silinder disebut lensa silinder. Lensa ini
mempunyai fokus yang positif dan ada pula mempunyai panjang fokus negatif.
Berdasarkan persamaan yang berkaitan dengan jarak benda, jarak
bayangan, jarak fokus, radius kelengkungan lensa serta sinar-sianr
yang datang paraksial maka kemungkinan adanya kesesatan lensa
(aberasi lensa)
Aberasi ini ada bermacam – macam :
a. Aberasi sferis
b. Koma
c. Astigmatisma
d. Kelengkungan medan (curvatura of field)
e. Distorsi
f. Aberasi kromatis
Sinar-sinar paraksial/sinar-sinar dari pinggir lensa membentuk
bayangan di P’. Aberasi ini dapat di hilangkan dengan
mempergunakan diafragma yang diletakan di depan lensa atau
dengan lensa gabungan aplanatis yag terdiri dari dua lensa yang
jenis kacanya berlainan
Aberasi ini terjadi akibat tidak sanggupnya lensa membentuk
bayangan dari sinar di tengah-tengah dan sinar tepi. Berbeda
dengan aberasi sferis pada koma sebuah titik benda akan terbentuk
bayangan seperti bintang ekor, gejala koma ini tidak dapat
diperbaiki dengan diafragma.
Merupakan suatu sesatan lensa yang disebabkan oleh suatu titik
benda membentuk sudut besar dengan sumbu sehingga bayangan
yang terbentuk ada dua yaitu primer dan sekunder.
Apabila sudut antara sumbu dengan titik benda relatif kecil maka
kemungkinan besar akan berbentuk koma
Bayangan yang dibentuk oleh lensa pada layar letaknya tidak dalam
satu bidang datar melainkan pada bidang lengkung. Peristiwa ini
disebut lengkungan medan atau lengkungan bidang bayangan.(Lihat
gambar)
Distorsi atau gejala terbentuknyabayangan palsu. Terjadinya
bayangan palsu ini oleh karena di depan atau di belakang lensa
diletakkan diafragma atau cela. Benda berbentuk kisi akan tampak
bayangan berbentuk ong atau berbentuk bantal.(lihat gambar)
Prinsip dasar terjadi aberasi kromatis oleh karena fokus lensa
berbeda-beda untuk tiap-tiap warna . Akibatnya bayangan ang
terbentuk akan tampak berbagai jarak dari lensa.
Contoh :
Ada dua macam aberasi kromatis yaitu:
1. Aberasi kromatis aksial /loggitudinal
2. Aberasi kromatis lateral
Ada tiga komponen pada pengindraan penglihatan :
a. Mata memfokuskan bayanagan pada retina
b. Sistem syaraf mata yang memberi informasi ke otak
c. Korteks penglihatan salah satu bagian yang menganalisa
penglihatan tersebut
• Ada enam macam otot mata :
1. m.rectus medialis = menarik bola mata ke
dalam
2. m.rectus lateralis = menarik bola mata ke
samping
3. m.rectus superior = menarik bola mata ke
atas
4. m.rectus inferor =menarik bola mata ke
bawah
5. m.obligus inferior = memutar ke samping
atas
6. m.obligus superior = memutar ke samping
dalam
Kemampuan lensa mata untuk memfokuskan objek disebut daya
akomodasi
Daya akomodasi tergantung umur, semakin tua samakin , hala ini
disebabkan kekenyalana lensa / elastisitas lensa semakin
Jarak terdekat dari benda agar masih dapat dilihat dengan jelas
dikatakan benda terletak pada “titik dekat”/punktum proksimal
Jarak terjauh dari benda agar masih dapat dilihat dengan jelas
dikatakan benda terletak pada “titik jauh”/punktum remotum
Bertambah jauhnya titik dekat akibat umur disebut mata
presbyop(bukan cacat penglihatan)
Mata afasia merupakan mata yang tidak mempunyai lensa mata
Mata emetropia yaitu mata yang mempunyai titik jauh/punktum
terhingga akan memberi bayangan benda secara tajam pada selaput
retina
Mata ametropia yaitu mata yang mempunyai titik jauh yang bukan
tak terhingga. Ada dua bentuk yaitu Miopia (penglihatan dekat) dan
Hipermetrop (penglihatn jauh)
Astigmatisma, terjadi apabila salah satu komponen sistem lensa
menjadi bentuk telur daripada sferis. Tambahan pula kornea atau
lensa kristaline menjadi memanjang ke salah satu arah.
Mata presbiopia = kacamata +
Mata hipermetropia = kacamata +
Mata miopia = kacamata –
Mata astigmatisma = kacamata silindris atau kacamata toroidal
Campuran :
1. Prebiop dan miop = kacamata rangkap 2 yaitu kacamata bifokal(-
diatas,+ dibawah)
2. Presbiopia,miopia, atau hipermetropia tanpa astigmatisma =
kacamata berlensa sferis
OPTHALMOSKOP
RETINASKOP
KERATOMETER
TONOMETER dari Schiotz
PUPILOMETER
LENSOMETER
SUMBER DAN SIFAT CAHAYA
a. Sumber cahaya, dibagi dalam dua macam : cahaya alam (natural
lighting) dan cahaya yang artifisial (cahaya buatan)
b. Sifat sumber cahaya : sumber cahaya buatan dipergunakan untuk
penerangan ruangan yang berbeda dengan cahaya matahari dalam hal
panjang gelombang.
FOTOMETRI DAN SATUAN
Fotometri ialah ilmu yang membicarakan tentang pengukuran kwantitas
cahaya. Ada beberapa kwantitas cahay yaitu : kuat cahaya(I),arus
cahaya(F),kuat penerangan(E) dan terang cahaya(e)
F = arus cahaya dalam lumen
A = luas bidang dalam
E = kuat peneranga dalam luks
SINAR TAMPAK
Sinar tampak digunakan untuk mengetahui secara langsung apakah
bagian-bagian tubuh baik luar maupun dalam mengalami suatu
kelainan; untuk itu dapat diperinci sbb :
1. Transiluminas, yaitu transmisi cahaya melalui jaringan tubuh untuk
mengetahui apakah ada gejala(kepala mengandung cairan karena
belum sempuran pembentukan tulang tengkorak)
2. Endoskop ,merupakan alat yang dipergunakan untuk melihat ruang di
dalam tubuh
3. Sistiskop, dipergunakan untuk melihat struktur di dalam kandung
kencing
4. Protoskop, diperuntukkan melihat struktur rektum(dubur)
5. Bronkhoskop,alat ini untuk melihat bronkhus paru-paru
UNGU ULTRA
Sinar ungu ultra mempunyai efek fisik,kimia dan biologis, disamping itu
sinar ini dipakai untuk sterilisasi oleh karena mempunyai sifat
bakterisid.mempunyai efek pada kulit dalam hal pembentukan vitamin D
MERAH INFRA
Dihasilkan oleh lampu berfilter merah dengan daya 250 watt, 750
watt,sinar matahari,emisi lampu,lampu fluoresen dan temperatur
tinggi dari komponen listrik. Kegunaannya sebagai diatermi pada
penderita artritis
SINAR BIRU
Energi sinar diserap oleh molekul tertentu secara selektif. Fototerapi
dengan sianr biru terhadap penderita penyakit kuning.
Berdasarkan perkembangan fisika dan elektronika maka mikroskop dibedakandalam dua
MIKROSKOP
kelompok besar :
1. Mikroskop cahaya
2. Mikroskop elektron
Berdasarkan kualitas dan kesempurnaan dapat dibagikan menjadi iga kelompok besar:
1. Mikroskop mahasiswa
2. Mikrosop klinik
3. Mikoskop peneliti
Berdasarkan konstruksi dan kegunaan maka mikroskop cahaya di bagi menjadi:
1. Mikroskop biologis
2. Mikroskop stereo
3. Mikroskop metalurgi
4. Mikroskop fotografi
Mikroskop elektron ibagi dalam dua tipe :
1. Mikroskop electron transmisi
2. Mikroskop elektron skanning
Bagian mikroskop