BASIC DOPPLER PRINCIPLES
MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teknik Pesawat Imaging
Dosen Pengampu Ibu Very Richardina, S.Si, M.Si.
Disusun oleh :
1. Bintang Hafizzuddin H P1337430215075
2. Dwi Roma Dian Ningsih P1337430215029
3. Friscilla Hermayurisca P1337430215080
4. Hasna Wahyu Hanifah P1337430215071
5. Pasha Adyka Peimasari P1337430215004
6. Rosalia Olga Ventimhatmi P1337430215068
7. Shinta Cahya Nugrahani P1337430215050
8. Tria Antoni Herpianto P1337430215086
9. Yulia Bintari Astuti P1337430215012
10. Yanuar Seso Adhe Widodo P1337430215036
KELAS 3B
PROGRAM STUDI DIV TEKNIK RADIOLOGI
JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SEMARANG
2018
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan
makalah mata kuliah Teknik Pesawat Imeging dengan judul “Basic Doppler
Principles”.
Makalah ini disusun sebatas pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki.
Ucapan terimakasih kami haturkan pada Ibu Very Richardina, S.Si, M.Si. selaku
dosen mata kuliah Teknik Pesawat Imaging yang telah memberikan tugas ini.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan
serta pengetahuan kita mengenai konsep Basic Doppler Principles Kami
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan
dan jauh dari apa yang diharapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada
sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami maupun
pembaca. Penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
kesempatan yang akan datang.
Semarang, Maret 2018
Penyusun
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ultrasonografi (USG) merupakan prosedur diagnostik yang paling sering
digunakan di bidang obstetri. Selain karena nyaman, tidak menimbulkan nyeri
pada penggunannya, dan hasilnya dapat diketahui secara langsung, juga secara
luas dianggap aman untuk digunakan. Meskipun demikian, sebagai bentuk
energi, ultrasonografi memiliki potensi bioeffects. Mekanisme bioeffects
tersebut, terutama terjadi akibat peristiwa kavitasi dan pemanasan.
Ultrasonik adalah gelombang suara dengan frekwensi lebih tinggi daripada
kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa
mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia mempunyai
frekwensi antara 20 – 20.000 Cpd (Cicles per detik- Hertz). Sedangkan dalam
pemeriksaan USG ini menggunakan frekwensi 1- 10 MHz ( 1- 10 juta Hz).
Ultrasonografi Doppler merupakan suatu alat yang menggunakan
gelombang suara untuk dapat mengetahui aliran darah di pembuluh darah.
Ultrasonografi Doppler merupakan alat yang sama dengan ultrasonografi
biasa, namun pada ultrasonografi biasa hanya dapat menampilkan gambar dari
pantulan gelombang suara dari organ yang diperiksa, sedangkan
ultrasonografi Doppler memiliki efek Doppler. Dengan memanfaatkan efek
Doppler, ultrasonografi tersebut dapat mendeteksi arah aliran darah dan juga
kecepatan relatif aliran darah tersebut.
Selama pemeriksaan ultrasonografi Doppler, sebuah alat seukuran sabun
batang (transducer) berfungsi sebagai pengirim gelombang suara sekaligus
penerima gelombang suara yang dipantulkan oleh organ padat yang diperiksa,
termasuk sel-sel darah merah. Transducer tersebut diaplikasikan pada kulit di
atas organ yang akan diperiksa. Adanya pergerakan dari sel-sel darah merah
menyebabkan perubahan frekuensi gelombang suara yang dipantulkan dan
diterima transducer (disebut dengan efek Doppler).
1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari ultrasonography doppler?
2. Bagaimana sejarah perkembangan ultrasonography doppler?
3. Bagaimana prinsip dasar dari ultrasonography doppler?
4. Apa saja aplikasi klinis dari ultrasonography doppler?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari ultrasonography doppler
2. Untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan ultrasonography
doppler
3. Untuk mengetahui bagaimana prinsip dasar dari ultrasonography doppler
4. Untuk mengetahui apa saja aplikasi klinis dari ultrasonography doppler
2
BAB II
DASAR TEORI
A. Pengertian Doppler
Fetal doppler adalah alat diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi
denyut jantung bayi yang menggunakan prinsip pantulan gelombang
elektromagnetik. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui kondisi kesehatan
janin, dan aman digunakan dan bersifat non invasif.
Doppler juga merupakan alat yang digunakan untuk mendengarkan detak
jantung janin selama masih ada didalam kandungan. Doppler biasanya terdapat di
ruang kebidanan untuk membantu perawat dalam untuk mengetahui kondisi
jantung janin dalam kandungan ibu. Doppler menggunakan 2 sensor yaitu :
1. Ultrasound menggunakan transmitter dan receiver, keuntungannya
lebih peka dan akurat, tetapi harganya lebih mahal.
2. Mikrosound tidak menggunakan transmitter dan receiver. Hanya
menerima, tidak memancarkan sehingga kurang peka.
B. Sejarah Perkembangan Doppler
Prinsip doppler pertama kali diperkenalkan oleh Cristian Jhann Doppler
dari Australia pada tahun 1842. Di bidang kedokteran penggunaaan teknik
Doppler Ultrasound pertamakali dilakukan oleh Shigeo Satomura dan Yosuhara
Nimura untuk mengetahui pergerakan katup jantung pada tahun 1955. Kato dan
Izumi pada tahun 1966 adalah yang pertama menggunakan ociloscope pada
penggunaan Doppler Ultrasound sehingga pergerakan pembuluh darah dapat
didokumentasikan.
Pada tahun 1968 H. Takemura dan Y. Ashitaka dari Jepang
memperkenalkan penggunaan Doppler velocimetri di bidang kebidanan dengan
menggambarkan tentang spektrum Doppler dari arteri umbilikalis. Sementara itu,
di Barat penggunaan velocimetri Doppler di bidang kebidanan baru dilakukan
pada tahun 1977. Pada awal penggunaan Doppler Ultrasound difokuskan pada
3
arteri umbilikalis, tetapi pada perkembangan selanjutnya banyak digunakan untuk
pembuluh darah lainnya.
Sedangkan untuk fetal dopler sendiri diciptakan pada tahun 1958 oleh Dr
Edward H. Hon, yakni sebuah Doppler monitor janin atau Doppler monitor
denyut jantung janin dengan transduser genggam ultrasound yang digunakan
untuk mendeteksi detak jantung dari janin. Edward menggunakan efek Doppler
untuk memberikan stimulasi terdengar dari detak jantung. Untuk perkembangan
selanjutnya, alat ini menampilkan denyut jantung janin per menit. Penggunaan
alat ini dikenal sebagai auskultasi doppler. Fungsi Doppler adalah untuk
mendeteksi detak jantung pada janin, yang biasanya digunakan pada usia
kehamilan 11 minggu keatas.
C. Aplikasi Klinis Doppler
Perangkat Ultrasonic Doppler mampu menghasilkan informasi yang
berguna secara klinis non invasif. Aplikasi utama mampu menilai sistem
kardiovaskular, misalnya, mendiagnosis stenosis pada pembuluh darah dan
penyakit katup jantung. Perangkat Ultrasonic Doppler juga telah digunakan untuk
memperkirakan stenosis katup jantung (Feigenbaum, 1986). Kecepatan yang
diukur oleh perangkat Doppler tergantung pada sudut Doppler, yang sulit
diperkirakan; oleh karena itu, beberapa indeks yang tidak bergantung pada sudut
telah sering digunakan dalam pengaturan klinis untuk memperoleh data diagnostik
yang berguna.
Gambar 2.1 Menunjukkan kecepatan gelombang rata-rata dari arteri
perifer yang diperoleh dengan pengukur aliran CW Doppler. Indeks pulsasi
didefinisikan sebagai rasio (S - D) / M, di mana S, D, dan M adalah puncak,
minimal, dan kecepatan rata-rata, masing-masing. Dalam ekspresi ini,
ketergantungan sudut dihilangkan. Indeks pulsatilitas telah ditemukan terkait
dengan hambatan dari pembuluh darah dari situs pengukuran. Indeks lain yang
berguna adalah indeks resistensi Purcelot untuk arteri karotid, yang didefinisikan
sebagai (S - D) / S.
4
Gambar 2.1 Kecepatan rata rata gelombang yang diperoleh dengan
pengukur aliran CW dari pembuluh darah perifer dapat digunakan untuk
menurunkan indeks yang berguna untuk mendiagnosis penyakit vaskular.
D. Diagnostik Doppler
Pemeriksaan dengan menggunakan Doppler adalah suatu pemeriksaan
dengan menggunakan efek ultrasonografi dari efek Doppler. Prinsip efek doppler
ini sendiri yaitu ketika gelombang ultrasound ditransmisikan ke arah sebuah
reflektor stationer, gelombang yang dipantulkan memiliki frekuensi yang sama.
Jadi, jika reflektor bergerak kearah transmiter, frekuensi yang dipantulkan akan
lebih tinggi, sedangkan jika reflektor bergerak menjauhi maka frekuensi yang
dipantulkan akan lebih rendah. Perbedaan antara frekuensi yang ditransmisikan
dan yang diterima sebanding dengan kecepatan bergeraknya reflektor menjauhi
atau mendekati transmiter. Fenomena ini dinamakan efek Doppler dan perbedaan
antar frekuensi tersebut dinamakan Doppler shift.
Fetal Doppler hanya menggunakan teknik auskultasi tanpa teknik
pencitraan seperti pada velocimetri Doppler maupun USG. Untuk fetal Doppler,
agar bisa menangkap suara detak jantung, transduser ini memancarkan gelombang
suara kearah jantung janin. Gelombang ini dipantulkan oleh jantung janin dan
ditangkap kembali oleh transduser. Jadi, transduser berfungsi sebagai pengirim
gelombang suara dan penerima kembali gelombang pantulnya (echo). Pantulan
5
gelombang inilah yang diolah oleh Doppler menjadi sinyal suara. Sinyal suara ini
selanjutnya diamplifikasikan. Hasil terakhirnya berupa suara cukup keras yang
keluar dari mikrofon. Dengan alat ini energi listrik diubah menjadi energi suara
yang kemudian energi suara yang dipantulkan akan diubah kembali menjadi
energi listrik. Pada velocimetri Doppler maupun USG, pencitraan yang diperoleh
dan ditampilkan pada layar adalah gambaran yang dihasilkan gelombang pantulan
ultrasound.
E. Bagian-Bagian USG Doppler
Gambar 2.2. Bagian-Bagian USG Doppler
6
1. Central Processing Unit (CPU)
CPU merupakan otak mesin ultrasonography. Pada dasarnya CPU
merupakan unit pengolah atau pemroses dari sebuah komputer yang berisi
chip mikroprosessor, penguat dan power supplay untuk mikroprosesor dan
probe transduser. CPU mengirim arus listrik ke probe tansduser untuk
mengemisikan gelombang suara dan juga menerima pulsa listrik dari probe
pantulan. CPU melakukan semua perhitungan meliputi pemrosesan data. Satu
bahan data diproses, CPU membentuk gambar dalam monitor. CPU dapat
juga menyimpan data yang telah diproses atau menyimpan pada disk.
2. Keyboard/Cursor
Mesin ultrasonography memiliki keyboard dan kursor. Piranti ini
memungkinkan operator menambah catatan dan pengukuran dalam
melakukan pengambilan data pengukuran.
3. Tranducer atau probe
Probe atau transduser merupakan alat utama dari mesin
ultrasonography. Probe transduser mentransmisikan sinyal ultrasonik dan
menerima pantulan echo yang kembali dengan menggunakan prinsip yang
dinamakan efek piezolistrik (tekanan listrik), yang telah diketemukan oleh
Pierre dan Jacques Currie pada tahun 1880. Dalam probe transuser terdapat
satu atau lebih kristal piezolistrik. Bila arus diberikan ke Kristal, maka Kristal
dengan cepat berubah bentuk Kecepatan berubah bentuk atau vibrasi akan
menghasilkan gelombang suara. Sebaliknya bila suara atau tekanan
gelombang dikenakan pada kristal maka akan menghasilkan arus. Oleh
karena itu, beberapa Kristal dapat digunakan untuk mengirim dan menerima
gelombang suara. Probe transduser juga mempunyai penyerap suara untuk
mengeliminasi pantulan balik dari probe itu sendiri, dan sebuah lensa akustik
untuk membantu memfokuskan emisi gelombang suara.
Kemudian echo yang telah diubah menjadi sinyal listrik kemudian di
amplifiksai, di modulasi, dan di band-pass filter untuk menhilangkan
frekuensi pembawa dan sinyal palsu lainnya.
7
4. Master Oscilator
Master oscilator digunakan untuk mengatur dan mengubah frekuensi
dan durasi pulsa ultrasonik, sebagus scan mode mesin. Komando dari
operator diterjemahkan ke dalam perubahan arus listrik yang diaplikasikan
pada kristal piezolistrik yang merupakan probe transduser.
5. Amplifier
Amplifier digunakan untuk menguatkan sinyal listrik hasil perubahan
pantulan echo oleh piezoelektrik yang ditangkap oleh recivier probe.
6. Demodulator
Demodulator digunakan untuk membentuk kembali sinyal modulasi
seperti aslinya dari suatu gelombang pembawa (carrier wave) yang
termodulasi oleh rangkaian. Output dari demodulator berisi frekuensi
pembawa dan Doppler shift.
Gambar 2. 3 Sinyal dopler pada waktu dan frekuensi setelah dilakukan
demodulasi
8
7. Filter
Sinyal pembawa dapat dengan mudah dihapus oleh band-pass filtering
dengan mensetting frekuensi cut-off dari band-pass filter di ujung yang tinggi
menjadi jauh lebih rendah daripada frekuensi pembawa. Masalah dalam
pengukuran aliran darah pada USG doppler adalah pembuluh darah yang
menghasilkan pantulan echo yang besar, memantulkan echonya dengan
lambat. Dalam terminologi Doppler, echo yang besar dan bergerak lambat ini
disebut sinyal pengganggu atau clutter signal. Frekuensi cut-off dari filter
band-pass di ujung bawah harus dirancang untuk meminimalkan gangguan
dari sinyal-sinyal pengganggu atau clutter sinyal. Untuk itu digunakan band-
pass filtering untuk menghilangkan sinyal-sinyal pengganggu informasi citra.
8. Speaker
Sinyal setelah band-pass filtering dapat diproses atau di tampilkan
dengan berbagai cara. Sinyal tersebut dapat didengar dengan menggunakan
speaker karena sinyal doppler yang telah dirubah tersebut berada pada
rentang audiblesonik.
9. Zero Crossing-Counter
Zero Crossing-Counter dapat digunakan untuk memperkirakan
frekuensi Doppler rata-rata. Zero Crossing-Counter diperoleh dari jumlah
sinyal zero-crossing. Jumlah zerocrossing, N, and frekuensi rata-rata, fm, dari
sinyal dapat diperoleh dari rumus :
Dimana P(f) adalah probabilitas fungsi densitas frekuensi f. Untuk
sinyal sinusoidal frekuensi fm, N=2fm.
9
10. Spectrum Analyzer
Spectrum analyzer dapat digunakan untuk menampilkan spectrum.
Spektrum biasanya ditampilkan dalam format yang ditunjukkan pada gambar
berikut :
Gambar 2.4. Spectrum Analyzer
Sumbu vertikal menunjukkan frekuensi atau kecepatan Doppler,
horizontal menunjukkan waktu sumbu, dan skala abu-abu menunjukkan
intensitas sinyal Doppler pada frekuensi atau kecepatan tersebut. Pada setiap
skala waktu, garis yang ditampilkan mewakili spektrum Doppler yang
dihitung pada waktu itu dalam jangka waktu 5- 10-ms. Dari spektrum
Doppler, frekuensi rata-rata atau frekuensi lainnya (mis. Frekuensi median) di
mana spektrum daya Doppler dibagi menjadi dua bagian yang sama dan
frekuensi mode, di mana kekuatan Doppler adalah yang tertinggi, dapat
dengan mudah diperkirakan. Pengukur aliran Doppler telah digunakan untuk
menilai gangguan vaskular noninvasif. Gangguan aliran dekat stenosis
menyebabkan spektrum Doppler melebar karena kecepatan aliran darah
berfluktuasi.
10
11. Disk Storage
Data dan atau gambar yang diproses dapat disimpan dalam disk. Disk
bisa berupa hardisk, floppy disk, flash disk, compact disk (CD) dan digital
video disk (VCD dan DVD). Pada umumnya pasien scan ultrasonography
menyimpan data dan atau gambar pada flash disk yang dilengkapi dengan
arsip catatan medis pasien.
12. Printer
Mesin Utrasonography kebanyakan mempunyai printer thermal yang
dapat digunakan untuik mencetak gambar hardcopy dari gambar yang
diperagakan.pada monitor.
F. Cara Kerja Doppler
Pergeseran doppler atau pergeseran frekuensi adalah perubahan frekuensi
dari suatu gelombang yang dipantulkan oleh gerakan relatif antara reflektor dan
tranducer beam. Perubahan frekuensi yang proporsional ada pada kecepatan gerak
reflektor. Semakin tinggi frekuensi (yang ditransmisikan, semakin besar pula
pergeseran frekuensi untuk kecepatan reflektor yang diberikan. Frekuensi kembali
meningkat jika reflektor bergerak menuju tranducer dan menurun jika reflektor
bergerak menjauh dari tranducer Efek dopler menghasilkan pergeseran frekuensi
namun yang dipantulkan kurang menstransmisikan frekuensi tersebut.
Gambar 2.5. Pergeseran dopler yang meninggalkan pembuluh darah,
menjauh dari beam (sinar menyebabkan pergeseran ke frekuensi yang lebih
rendah
11
Pergeseran doppler hanya dapat terjadi jika sudut diantara tranducer beam
dan arah gerakan reflektor (sel darah merah tidak 9. Pergeseran doppler
maksimum terjadi jika sudutnya nol. Continous Wave (CW Doppler tranducer
yang dirancang untuk digunakan tanpa B-mode imaging bermuatan transmisi
terpisah dan menerima elemen.
Gambar 2.6 Diagram blok sistem Continous Wave
Tegangan generator yang berkisar pada frekuensi resonansi tranducer
memberi energi pada elemen pengirim atau sumber. Ketika suara yang
dipantulkan kembali ke elemen penerima, diubah menjadi tegangan listrik yang
diumpankan (dikembalikan ke penerima. Penerima juga menerima tegangan
dengan frekuensi yang diberikan ke sumber elemen. Secara elektronik penerima
“menggabungkan” dua tegangan dan memproduksi, pada outputnya, tegangan
yang memiliki frekuensi menggambarkan pergeseran doppler. Tegangan dapat
diumpankan (dikembalikan ke loudspeaker untuk menghasilkan suara yang dapat
didengar atau ke spectrum analyze untuk memberikan penggambaran visual
(representasi visual dari pergeseran frequency. CW Doppler mampu mendeteksi
berbagai pergeseran frekuensi yang disebabkan oleh aliran darah yang
berkecepatan tinggi. Kekurangan CW Doppler adalah saat tidak dapat secara
selektif mendeteksi pergeseran doppler dari kedalaman tertentu.
Ketika CW Doppler digunakan bersama dengan B-mode imaging untuk
membantu dalam posisi tranducer yang tepat, kursor satu baris diposisikan pada
gambar dua dimesi (2D untuk membantu sinar doppler ultrasound.
12
Gambar 2.7 B-mode dan Continous Wave
Sistem Pulse Wave (WV atau gated Doppler yang bersifat selektif.
Gambar 2.8. Diagram blok sistem Pulsed Doppler
Bagian gate pada sistem mengontrol waktu tegangan yang secara berkala
disuplai ke tranduser. Fungsi lain dari gate adalah untuk menyonkronkan
penerima dari PW Doppler. Sinkronisasi ini menghasilkan informasi dari
loudspeaker atau spectrum analyzer yang hanya menggambarkan pergeseran
doppler dari kedalaman yang dipilih. Sebuah kursor dapat superposisi pada
gambar cross-sectional B-mode untuk memilih arah frekuensi pergeseran doppler
yang akan diambil sampelnya. Untuk PW Doppler pengoperasionalkannya pada
gate kursor diposisikan untuk memilih kedalaman yang diinginkan untuk
mendeteksi pergeseran frekuensi doppler.
13
Gambar 2.9 B-mode dan pulsed wave doppler
Kekurangan dari pulsed doppler adalah kemungkinan aliasing yang terjadi
ketika adanya aliran darah berkecepatan tinggi. Aliasing yang terjadi pada hasil
CW Doppler dalam tampilan pergeseran doppler yang melibihi Nyquist limit.
Gambar 2.10 Pulsed wave doppler dengan aliasing, hasil yang melebihi
Nyquist limit
Nyquist limit, yang menunjukkan pergeseran doppler maksimm yang
dapat dideteksi secara akurat sama dengan setengah PRF doppler. PRF pada
sistem PW Doppler menunjukkan interval eksitasi tranducer yang dikendalikan
oleh fungsi pengaturan waktu. Meningkatkan PRF meingkatkan Nyquist limit,
14
yang kemungkinan mendeteksi kecepatan yang lebih besar tanpa aliasing. PRF
yang tinggi juga dapat menyebabkan depth ambiguity. Depth ambiguity
mengurangi kedalaman maksimum darimana lokasi pergeseran doppler dapat
dideteksi secara akurat. Metode lain yang dapat mengurangi peluang aliasing
termasuk menggunakan tranduser frekuensi rendah atau angle doppler yang lebih
curam.
Sistem doppler ultrasound dirancang hanya untuk mengukur pergeseran
frequensi. Kebanyakan sistem juga memberikan indikasi kecepatan aliran darah.
Kecepatan aliran darah tidak diukur tetapi dihitung. Operator harus memposisikan
kursor “angle-correction” sejajar dengan dinding pembuluh untuk memastikan
perhitungan kecepatan yang akurat.
Gambar 2.11 Pulsed wave doppler dengan angle corection
Sistem duplex ultrasound membuat pencitraan dan doppler dimungkinkan
dengan tranducer yang sama dengan sistem duplex “benar” yang mampu
menyediakan doppler “simultan” dan pecitraan real-time dari single probe.
Sebagian besar array linier dan sistem pencitraan array bertahap yang
dikendalikan secara elektronik mampu melakukan simultan doppler dan
pencitraan real-time. Dalam sistem ini elemen piezoelektrik yang sama dapat
dengan cepat diganti untuk memungkinkan penggunanya hampir bersamaan untuk
kedua fungsi tersebut.
Tidak seperti spectral Doppler (CW atau PW, yang mendeteksi
pergeseran doppler sepanjang satu baris, color flow Doppler memungkinkan
15
mendeteksi keseluruhan seketika dari frekuensi pergeseran doppler dengan
memperlihatkan gambar warna putih dan hitam. Warna yang dimainkan dengan
warna yang biasanya berkisar dari merah ke biru digunakan untuk menunjukan
arah aliran darah relatif terhadap sudut yang dipilih deteksi doppler.
Gambar 2.12 Gambar color flow doppler
Semua bentuk pencitraan ultrasound sel darah merah berasal dari pantulan
yang diterima dari sebagai tanggapan terhadap suara yang ditransmisikan.
Karakteristi.k utama dari refleksi adalah frekuensi dan amplitudo. Sedangkan
kecepatan sel darah merah menentukan frekuensi yang dipantulkan, densitas (atau
konsentrasi sel darah merah yang bergerak menghasilkan pergeseran doppler
menentukkan amplitudonya. Densitas sel dikendalikan oleh dinamika aliran darah
dalam pembuluh. Dengan aliran darah doppler daya deteksi menggunakan teknik
doppler normal untuk menetapkan batas ambang untuk pembeda gerakan jaringan.
Sinyal dengan kecepatan dibawah ambang diasumsikan berasal dari jaringan.
Sedangkan sinyal dengan kecepatan diatas ambang berhubungan dengan aliran
darah. Setelah pembeda gerakan jaringan, informasi pergeseran frekuensi yang
ada diabaikan sehingga tampilan bebas dari doppler yang bersifat normal seperti
sudut dan ketergantungan .arah dan aliasing. Sedangkan normal color flow
doppler memberikan warna-warna tergantung pada arah dan kecepatan doppler
pada sel darah, doppler memberikan kisaran warna yang sedikit tergantung pada
konsentrasi sel-sel darah yang bergerak.
16
Gambar 2.13 Gambar power doppler
Daya doppler secara sifat lebih sensitif dari pada doppler normal color
flow ini. Memungkinkan daya doppler untuk menunjukkan aliran darah dengan
kecepatan sangat rendah. Selain itu daya doppler mampu menunjukkan pembuluh
yang lebih kecil pada kedalaman yang lebih besar. Namun kepekaan yang
meningkat membuat daya doppler lebih rentan terhadap artefak gerakan jaringan.
Berbagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan teknik doppler
antara lain:
1. POWER DOPPLER
2. POWERFLOW DOPPLER
3. DOPPLER ENERGY
4. COLOR ENERGY
5. COLOR AMPLITUDE
6. COLOR ANGIO
7. ULTRASOUND ANGIO
8. COLOR POWER ANGIO
17
Image Recording
Gambar ultrasound dapat direkam menggunakan berbagai metode. Metode
fotografi secara rutin digunakan untuk menyediakan hard copy permanen dengan
menangkap gambar langsung dari monitor televisi yang disupai dengan sinyal
video dari pengonversi pemindaian sistem ultrasound.
Multiimage cameras adalah perangkat fotografer mandiri dengan monitor
televisi built-in yang dapat menangkap beberapa gambar pada satu lembar film
atau kertas foto. Beberapa posisi perekaman diproduksi menggunakan lensa
bergerak, bebrapa lensa yang memindahi kaset film atau kertas biasanya
dikembangkan dalam prosesor film x-ray untuk memberikan gambar hard copy
yang transparan atau gambaran putih.
Gambar laser juga menghasilkan beberapa gambar pada satu lembar film
menggunakan teknik non fotografi. Laser imagers beroperasi dengan menangkap
frame video dalam memori digital. Informasi digital yang disimpan kemudian
digunakan untuk mengontrol intensitas sinar laser yang mengekspos film
menggunakan teknik sequential scanning.
Perangkat hard-copy non fotografi lainnya menggunakan teknik
perekaman normal. Printer thermal hitam-putuh menggunakan kertas heat-
sensitive sebagai media perekam. Gambar yang direkam pada kertas adalah hasil
kertas yang melewati kertas yang thermal head multi elemen. Suhu berbagai
elemen dikendalikan oleh informasi sinyal televisi yang dihubungkan ke printer
dari sistem ultrasound. Thermal printer warna menghasilkan gambar warna hard-
copy dengan menggunakan head thermal unti multi bagian pita multi colored ke
penyimpanan kertas. Perekam video dan perekam disk menyimpan informasi
gambar televisi menggunakan media magnetik.
18
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Doppler adalah aplikasi alat diagnostik untuk mendeteksi aliran darah dan
arah aliran serta berwarna yang memungkinkan organ dan struktur
vaskular memetakan, diukur, dan dicitrakan secara akurat. Perbedaan
antara frekuensi yang ditransmisikan dan yang diterima sebanding dengan
kecepatan bergeraknya reflektor menjauhi atau mendekati transmiter,
fenomena inilah yang dinamakan efek Doppler.
2. Cara kerja Doppler dimulai dari perubahan frekuensi yang proporsional
pada kecepatan gerak reflektor. Semakin tinggi frekuensi (yang
ditransmisikan, semakin besar pula pergeseran frekuensi untuk kecepatan
reflektor yang diberikan. Frekuensi kembali meningkat jika reflektor
bergerak menuju tranducer dan menurun jika reflektor bergerak menjauh
dari tranducer Efek dopler menghasilkan pergeseran frekuensi namun yang
dipantulkan kurang menstransmisikan frekuensi tersebut.
3. Aplikasi utama USG Doppler ialah mampu menilai sistem vaskularisasi
dan kardiovaskular, misalnya, mendiagnosis stenosis pada pembuluh darah
dan penyakit katup jantung. Selain itu juga dapat digunakan pada bidang
Obginology yaitu mendeteksi kelainan atau kematian pada janin.
B. Saran
1. Sebaiknya Radiografer dibuatkan regulasi tentang kewenangan dalam
pengoperasian USG Doppler sebagaimana USG merupakan salah satu
modalitas imejing diagnostik.
19
DAFTAR REFERENSI
Curry, Reva Arnez dan Betty Bates Tempkin. 24. Sonography
Introduction to Norm.al Structure and Function. Second Edition.Saunders: An
Imprint of Elsevier.
Evans, D.H. and McDicken, W.N. 2000. Doppler Ultrasound: Physics,
Instrumentation and Signal Processing. Wiley: New York.
Feigenbaum, A. V. 1986. Total Quality Control. Third Edition. McGrow-
Hill Book Company. New York.
Shung, K. Kirk. 2006. Diagnostic Ultrasound : Imaging and Blood Flow
Measurements. Taylor & Francis Group,LLC: Boca Raton London New York.
20