Anda di halaman 1dari 9

TBC

Anggota :
Alifia Rahma
Dwi Nur Ida IS
Femil Tasya
Rossa Yosefa S
DESKRIPSI KASUS
• Nama : SM
• Umur : 58 Tahun
• Jenis kelamin : Wanita
• Pendidikan :
• Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
• Status sosial ekonomi
• Status sosial keluarga ibu SM menengah ke bawah dengan kondisi rumah sederhana dan
ventilasi udara yang kurang dan rumah yang lembab. Kondisi rumah ibu SM berada di dalam
gang dan terhalang oleh rumah-rumah penduduk lain yang cuku padat dan membuat cahaya
matahari sulit masuk.
• Gaya Hidup
• Pola makan
• Pola makan ibu SM tidak teratur baik menu makanannya maupun jam makannya. Ibu SM hanya
makan ketika sudah merasa lapar dan makan seadanya (bagaimana ada lauknya di rumah) tidak
memperhatikan menunya dan kandungan zat gizinya.
• Kebiasaan olahraga
• Ibu SM jarang melakukan olahraga hanya terkadang suka jalan-jalan kecil pagi-pagi itu pun
dilakukan tidak menentu hanya saat Ibu SM sedang ingin melakukannya saja.
• Kebiasaan merokok
• Ibu SM tidak pernah merokok tetapi suaminya dulu pernah merokok dan saat ini
sudah berhenti.
• Diagnosis medis
• Kasus Ibu SM yang terkena penyakit TB yang ditularkan dari lingkungan
sekitarnya yang juga mengidap TB. TB yang dialami Ibu SM adalah TB Paru yang
telah diperiksa dengan pemeriksaan dahak secara mikroskopis. TB paru adalah
penyakit infeksi, yang menyerang jaringan parenkim paru.
• Keluhan
• Pada kasus Ibu SM mengalami penurunan nafsu makan dan produktivitas kerja.
• Gejala
• Gejala yang dialami oleh penderita ialah badan penderita menjadi lemas karena
berkurangnya nafsu makan sehingga berat badan penderita menjadi turun
sekitar 21 kg dan mengakibatkan penderita tidak dapat menopang tubuhnya.
Namun setelah melakukan pengobatan selama 3 bulan berat badan penderita
mengalami kenaikan berat badan 5 kg.
• Masalah gizi yang dihadapi saat ini
• Ketika mengalami TBC, Ibu SM mengalami penurunan berat
badan karena berkuragnya napsu makan sehingga asupan yang
dibutuhkan oleh tubuh pun berkurang. Namun, setelah
menjalani pengobatan selama kurang lebih 3 bulan, saat ini
kondisi berat badan Ibu SM mulai sedikit demi sedikit naik
karena nafsu makannya sudah mulai membaik.
• Riwayat penyakit kasus sebelumnya
• Ibu SM sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit apapun.
• Riwayat penyakit anggota keluarga
• Keluarga Ibu SM yaitu ayah serta kakaknya juga sebelumnya
terkena penyakit TBC dan saat ini sudah meninggal dunia.
Lingkungan di sekitar rumah Ibu SM juga banyak yang terkena
TBC seperti Ibu SM.
PENATALAKSANAAN
• Pengobatan yang dijalani
• Medis
• Fase 1 (Intesif) awal setiap hari untuk 2 bulan
• Obat yang diminum :
• Rifampicin 150 mg
• Isoneazid 75 mg
• Pyrazinamide 450 mg
• Ethamputolhcl 275 mg
• Keterangan : Diminum setiap hari untuk dua bulan pertama
setelah pemeriksaan BTA positif. Jumlah tablet yang diminum
disesuaikan dengan berat badan pasien
Fase Lanjutan
• Fase lanjutan ( Tiap 3x 1 minggu untuk 4 bulan)
• Obat yang diminum :
• Rifampicin 150 gr
• Isoniazid 150 mg
• Keterangan : Diminum 3x seminggu, obat diminum sebelm
makan atau 2 jam sebelum makan.
• Saat ini ibu SM sudah menjalani pengobatan medis selama 3
bulan di Puskesmas dan kontrol ke Puskesmas setiap 3 atau 2
minggu sekali.
• Non Medis
• Ibu SM tidak menajalani pengobatan non medis, hanya
mengandalkan obat-obatan dari Puskesmas dan tidak ada diet
makanan yang dilakukan.
Pengertian TBC
CARA PENULARAN