Anda di halaman 1dari 13

PENYIMPANGAN SEKSUAL (LESBIAN)

MAKALAH

Disusun Oleh;
1. Bayu Agung Wicaksono
2. Moch Ilham Aziz
3. Nikmatus Solekhah

MAN 4 BANYUWANGI
2021/2022
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas
Makalah ini tepat pada waktunya. Dengan judul“PENYIMPANGAN SEKSUAL (LESBIAN)”. 

Pertama kami ucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini.
Makalah yang kami buat ini mengangkat tema atau judul tentang “Penyimpangan Seksual (Lesbian) ”. Makalah ini bertujuan
untuk memenuhi nilai Hukum Islam yang ditugaskan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. Dan tidak lupa kami ucapkan
kepada :
1.      Bpk. Drs. H. Mujikan, M.PD. I
2.    dan seluruh bapak ibu guru
  yang telah memberikan sarana dan prasarana serta membantu kami dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini.

Kami mohon ma’af apabila dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kesalahan, oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun sangat diharapkan penulis dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .........................................................................................................  i
KATA PENGANTAR .......................................................................................................  ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................................  iii

BAB I.   PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang.........................................................................................................../.. 1
1.2. Rumusan Masalah ........................................................................................................ 2
1.3. Tujuan ........................................................................................................................... 2

BAB II.   PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Lesbian......................................................................................................... 3
2.2. Lesbian Menurut UUD................................................................................................... 4
2.3. Pandangan Lesbian dari Aspek HAM............................................................................ 4
2.4. Pandangan Lesbian dari Aspek Agama.......................................................................... 5
2.5. Pandangan Lesbian dari Aspek Kejiwaan / Psikis......................................................... 6
2.6. Hukuman Perilaku Lesbian............................................................................................ 7
2.7. Dampak Perilaku Lesbian.............................................................................................. 8
2.8. Cara Mengatasi Perilaku Lesbian.................................................................................. 8

BAB III.  PENUTUP
3.1. Kesimpulan ...............................................................................................................  9
3.2. Saran .........................................................................................................................  9
BAB I
PENDAHULUAN

 . 1.1. Latar Belakang

Pada kemajuan IPTEK saat ini merupakan salah satu hasil globalisasi dunia. Dimana zaman yang sudah mengalami kemajuan dan perkembangan yang sangat
pesat. Dalam kemajuan zaman ini, kebudayaan ikut berkembang termasuk perkembangan agama, yang didalamnya terdapat berbagi hal yang belum tentu di
zaman Rasulullah ada dan terjadi pada zaman ini.

Didalam fenomena yang terjadi pada kehidupan di zaman ini terjadi gesekan. Perbedaan yang mengglobal, khususnya pada era globalisasi, yang tentunya untuk
para agamis yang tertuntut untuk menjaga dan melestarikan ajaran agamanya. Ajaran islam yang agamanya tentu Up to date dengan perkembangan zaman.

Dengan perkembangan dan kemajuan zaman ini, kehidupan Di indonesia sangatlah terpengaruh oleh kebudayaan barat. Yang mana dalam kehidupan ini semua
kegiatan, aktifitas yang dilakukan tanpa memikirkan dasar hukum islam. Padahal dalam identitasnya mereka adalah pemeluk agama islam tetapi tidak peduli
terhadap hal itu. Inilah yang sangat realita, bahwa sesuatu yang penting dianggap tidak penting.

Disini pengaruh yang sangat merajalela antara lain adalah secara sex bebas, seperti lesbian kini sudah merasa merajalela dalam kehidupan di indonesia, berbuat
seperti itu adalah dosa besar dan sudah termasuk itu Zina Maka dari itu, munculah istilah ijma’ dalam menentukan kebenaran atasa hukum-hukum islam. Untuk
itu dalam makalah ini akan diungkapkannya fenomena yang berkaitan dengan usul fiqih dimana yang berdasarkan hukum-hukum islam yang benar. Dan
dengan ajaran islam didalam usul fiqih ini mampu dalam menghantarkan bangsa dan umat manusia kepada kehidupan yang lebih baik. 

  
  
1. 2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian lesbian ?


2. Bagaimana pandangan Lesbian menurut UUD, HAM ?
3. Bagaimana pandangan Lesbian menurut aspek agama dan juga kejiwaan/psikis?
4. Bagaimna dampak, hukuman dan cara mengatasi pelaku Lesbian ?

1. 3. Tujuan

1.     Tujuan Umum
Agar siswa dan siswi dapat menjelaskan tentang Lebian.

2.     Tujuan Khusus
a. Agar siswa dan siswi mampu memahami Lesbian.
b. Agar siswa dan siswi mampu dan mengetahui hal - hal yang mengakibatkan Lesbian.
c. Agar siswa dan siswi mengetahui bagaimana Islam memandang Lesbian.
d. Agar siswa dan siswi dapat menjelaskan tentang pendapat para ulama tentang hukum Lebian.
e. Agar siswa dan siswi mengetahui bagaimana cara mengatasi/pencegahan perilaku Lesbian.
BAB II
PEMBAHASA
N

2.      1. Pengertian Lesbian

Zaman sudah mulai berkembang dan maju secara pesat yang mengglobal. Tentunya semua manusia mencari tujuan hidupnya. Dalam perubahan zaman yang membuat
kehidupan menjadi globalisasi ini banyak merubah manusia yang melangsungkan kehidupannya dengan semaunya, dengan tanpa memikirkan hukum seperti UUD. Pada era
globalisasi ini banyak para lesbian yang semakin lama semakin meningkat. Yang mana mereka melangsungkan kehidupannya tanpa berdasarkan UUD yang berlaku dan
hukum agama. Pengertian dari lesbian adalah sebagai berikut:

Lesbian adalah hubungan seksual antara dua orang yang sama jenis kelaminya (wanita dengan wanita), lesbian dilakukan dengan cara mastubasi dengan berbagai cara untuk
mendapatkan puncak kenikmatan (Climax of sex at)

Hubungan seks sesame / Lesbian dapat mengacu kepada:


1. Orientasi seksual yang ditandai dengan kesukaan seseorang dengan orang lain mempunyai kelamin sejenis secara biologis atau identitas gender yang sama.
2. Perilaku seksual dengan useseorang dengan gender yang sama tidak peduli orientasi seksual atau identitas gender.
   3. Identitas seksual atau identifikasi diri, yang mungkin dapat mengacu kepada perilaku Hubungan seks sesame atau orientasi lesbian.

Dalam perkembangannya pun Hubungan seks sesame diartikan sebagai hubungan seksual antara orang-orang yang berkelamin sejenis sesama wanita. Namun istilah hubungan
seks sesame biasanya dipakai untuk wanita yang disebut sebagai lesbian.
2.      2. Lesbian Menurut UUD

Perbuatan sesame kaum wanita (lesbi), merupakan salah satu tindak kejahatan (jarimah/jinayah) yang dapat diancam dengan pidana penjara
paling lama tujuh tahun menurut hukum pidana perundang-undangan RI Vide pasal 292 kitab UU hukum pidana. Bahwa pelaku lesbian akan dijerat
hukuman penjara paling lama lima tahun.

2. 3. Pandangan Lesbian dari Aspek HAM

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM
tertuang dalam deklarasi kemerdekaan Amerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia,
seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1.

Dalam perespektif HAM, hubungan seksual yang menyimpang ini menurut hematmenulis tidaklah begitu rendah dan hinanya. Bila kita sadar
dari sudut kacamata HAM, manusia sama dihadapan Tuhan dan Hukum. Tidak seorangpun menghendaki dilahirkan kedunia ini dengan keadaan yang
menyimpang, dan juga tidak dibenarkan adanya suatu kaidah hukum apapun membedakan orang yang satu dengan yang lain.

Pandangan negara yang telah maju mempraktekan HAM hubungan seksual yangmenyimpang tidaklah dianggap perbuatan dosa dan aib,
karena itu penyimpangan prilaku seksual telah mendapat pengakuan dan pengaturannya, seperti yang dilakukan di negeriBelanda. Artinya keluarga
dapat dibentuk melalui perkawinan oleh mereka yang sesame jenis (laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan).

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) mengeluarkan resolusi yang menyatakan tidak boleh ada
diskriminasi atau kekerasan terhadap orang berdasarkan orientasi seksual mereka. Resolusi tersebut dikeluarkan setelah melalui perdebatan sengit
antara negara-negara Barat melawan negara-negara mayoritas berpenduduk Islam. Bagi negara Barat, resolusi tersebut termasuk bersejarah.

Melalui resolusi ini, Dewan HAM PBB mengakui persamaan hak lesbian, gay, biseksual dan transgender. Resolusi yang ini diajukan oleh
Afrika Selatan ini diadopsi oleh 23 negara yang mendukung.
• 2. 4. Pandangan Lesbian dari Aspek Agama

• Menuirut fiqih jinayah (hukum pidana islam), homoseks (liwatt) juga termasuk dosa besar sebab sudah termasuk zina dan haram beradasarkan
kesepakatan para ahli fiqih yang mengharamkan dan berdasarkan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, Muslim dan Al-tirmidzi.

• ‫الينظرالرجل الى عورة الرجل والالمراة الى عورة المراة وال يغض الرجل الى الرجل فى الثوب‬
• ‫الوحد وال تغض المراة الى المراة فى الثوب الوحد‬ 

Artinya : 
• Janganlah pria melihat aurat pria lain, dan janganlah seorang wanita melihat aurat wanita lain dan janganlah bersentuhan pria dengan pria lain
dibawah sehelai selimut/kain, dan janganlah pula seorang wanita bersentuhan dengan wanita lain dibawah sehelai selimut/kain.

• Berkaitan dengan usul fiqh, perbuatan ini merupakan suatu larangan yang harus meninggalkan suatu perbuatan dari yang lebih tinggi pada yang
lebih rendah (nahy/larangan). Berdasarkan usul fiqh (nahyu) itupun berdasar kaidah kedua yaitu larangan mutlak.

• ‫االصل فى انهي المطلق يقتضي على الدوام‬



Yakni pada dasarnya larangan yang mutlak itu menuntut (ditinggalkannya perbuatan yang dilarang) untuk selamanya.

• Perbuatan lesbian ini harus ditinggalkan untuk selama-lamanya, sebab bertentangan dengan norma agama, norma susila dan bertentangan pula
dengan sunnatullah (God’s law/natural law) dan fitrah manusia (human natural). Karena Allah menjadikan manusia terdiri dari pria dan wanita adalah
agar berpasang-pasangan sebagai suami istri untuk mendapatkan keturunan yang sah dan memperoleh ketenangan dan kasih sayang
sebagaimana tersebut dalam Al-Qur’an surat An Nahl ayat 72:
)72 ‫ افبل لبا طل يؤ منون وبنعمة هللا هم يكفرون (النحل‬,‫وهللا جعل لكم من انفسكم ازواجا وجعل لكم من ازواجكم بنين وحفد ة ورزقكم من الطيبت‬
Artinya:
Allah menjadikan bagimu istri dari jenis kamu sendiri (manusia) dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu anak-anak, cucu-cucu dan memberikan
rizki dari yang baik-baik. Mengapa mereka percaya yang batil dan mengingkari nikmat Allah.

Untuk itu perbuatan ini adalah suatu perbuatan yang terlaranga dan mutlak yang harus ditinggalkan untuk selama-lamanya, agar tidak merusak
kelangsungan tujuan hidup semua manusia yang beragama islam, sebagaimana firman Allah SWT:

‫وما نهكم عنه فانتهوا‬


Artinya:
Dan apa yang dilarangNya bagimu, maka tinggalkanlah (Al Hasyr: 7).

2. 5. Pandangan Lesbian dari Aspek Kejiwaan / Psikis

Keterkaitan antara aspek psikis pelaku pezinahan atau seks sesame adalah faktor yang saling mendukung dan saling mempengaruhi otak untuk melakukan perbuatan.
Berikut adalah deskripsi kejiwaan pelaku zina atau homoseksual :

a. Psikis “ Hewani” mendominasi

Maksudnya adalah kejiwaan manusia pelaku sudah tidak manusiawi lagi. Kondisi yang ada ketika melakukan perzinahan baik bagi hetero seksual maupun homo
seksual, adalah psikis hewani yang mementingkan pemuas nafsu birahi belaka. Sedangkan manusia, adalah makhluk yang beradab dengan dilengkapi naluri manusiawi dan
akal yang ( seharusnya ) sehat.
   
b. Psikis yang ekstra posesif

Hal ini terjadi pada umumnya, didominasi oleh gay/ lesbian. Contoh kasus yang tengah menjadi sorotan public saat ini adalah kasus pembunuhan berantai yang
dilakukan oleh tersangka Ryan atau Very Idham Afriansyah. Setelah dilakukan uji psikologis oleh Tim Dokter Polri, tersangka Ryan divonis menderita kelainan kejiwaan yang
dalam bahasa Ilmu psikologi disebut psikopat, yakni kondisi kejiwaan yang sangat labil dan tidak dapat membedakan perbuatan yang baik atau buruk.
Hal tersebut dapat terjadi pada setiap orang yang salah satu pemicunya adalah sifat yang extra posesif ( rasa memiliki terhadap sesuatu yang
berlebihan ). Dalam konteks kasus Ryan, extra posesifnya terhadap kekasih gey nya adalah pemicu ia melakukan pembunuhan mutilasi terhadap korban
almarhumk Ir. Hery.

Dapat disimpulkan, kondisi kejiwaan pelaku perzinahan, terdeteksi bersifat negative dan berdampak pada kesehatan tubuh dan kesehatan psikis
itu sendiri.

2. 6. Hukumn Perilaku Lesbian

Dalam sejarah manusia perilaku lesbi dianggap menyimpang, tapi di Indonesia memang unik dan ajaib. Jumlah umat Muslim 200an juta, jutaan orang antri
pengin berhaji. Uniknya manusia yang jelas-jelas berperilaku bejat, menyimpang, pemuja setan, penggiat lesbian, bisa dengan leluasa mengumbar angkara di negeri
Muslim terbesar di dunia ini.

Dalam bukunya, yang berjudul “Perzinahan, dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam” pakar hukum Universitas
Indonesia Neng Djubaedah, mengutip hadits riwayat Abu Dawud, yang menyatakan bahwa, pelaku lesbian(musahaqah) harus di kenai hukum rajam. Imam Syafi’i
berpendapat pelaku lesbian, baik muhshan atau bukan, di jatuhi hukuman rajam, di lempari batu sampai mati.

Sementara itu dalam Hukum Qonun Jinayat Aceh, pasal 33, ayat 1 ada ketentuan : “Setiap orang yang sengaja melakukan liwath atau muhasaqah, diancam
dengan ‘uqubat ta’zir paling banyak 100(seratus) kali cambuk dan denda paling banyak 1000(seribu) gram emas murni atau penjara paling lama 100(seratus) bulan.”
Sedangkan orang yang mempropagandakan lesbianisme, diancam hukuman cambuk paling banyak 80 kali dan denda paling banyak 1000 gram emas murni atau
penjara paling lama 80 bulan. (ayat3)

Jadi sesuai hukum Islam, pelaku lesbian, di hukum rajam, atau jika mengikuti Qonun Jinayat di Aceh, dia harus di cambuk paling banyak 100 kali. Malangnya
dalam pasal 292 KUHP di tetapkan : “Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin yang di ketahui atau sepatutnya harus
diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara maksimal lima tahun.”

Apapun statusnya membanggakan perilaku lesbian adalah sebuah kemunkaran yang nyata. “Barang siapa di antara kalian melihat suatu kemunkaran, maka
hendaklah ia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu dengan lisannya, dan jika tidak mampu juga maka dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman
(HR.Muslim).
2. 7. Dampak Perilaku Lesbian

Menurut pandangan Islam perilaku homoseksual termasuk dosa besar, karena perbauatn ini bertentangan dengan norma agama,
norma sosial, dan bertentangan pula dengan  sunatullah dan fitrah manusia itu sendiri sebab Allah SWT telah menjadikan manusia dari
pria dan wanita supaya berpasang-pasangan sebagai suami isteri untuk mendapatkan keturunan yang sah dan untuk ketenangan dan
kasih sayang.

Perilaku lesbian ini mempunyai dampak negatif, antara lain:


1. Perasaan sesama jenis membawa kelainan jiwa yang menimbulkan suatu sikap dan perilaku yang ganjil, karena seorang yang
homo kadang berperilaku sebagai laki-laki dan wanita.
2.   Mengakibatkan rusak saraf dan otak, melemahkan akal dan menghilangkan semangat kerja dsb.

2. 8. Cara Mengatasi Perilaku Lesbian

Perilaku ini dapat diatasi dengan terapi. Yang paling utama dalam terapi ini adalah dengan adanya motivasi yang kuat yang
berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Sedangkan agar meminimalisir kemungkinana Lesbian maka pada saat masih kanak-kanak,
individu harus diberikan pendidikan secara proporsional oleh kedua orang tua. Seorang ayah harus memerankan perannya sebagai
seorang bapak yang baik dan begitu pula seorang ibu harus memerankan perannya sebagai seorang ibu secara baik pula. Oleh karena itu
pola asuh orang tua yang baik dapat meminimalisir kemungkinan individu menjadi Lesbian.
BAB III
PENUTUP

3.      1. Kesimpulan 

Haramnya homoseksual dan lesbian ini, sudah menjadi Ijma’ (ketetapan ) ulama Islam. Artinya, tak ada diantara mereka yang berselisih. Jadi, tidak ada
seorang ulamapun yang berpendapat tentang kehalalan nya. Dan itu sudah menjadi ketetapan hukum sejak masa Nabi, sahabat sampai hari kemudian. Jadi
tidak bisa diotak- atik –apalagi-- dengan justifikasi rasional.

Islam meyakini bahwa segala perintah dan larangan Allah –baik berupa larangan atau perintah—tak lain bertujuan untuk menciptalan kemaslahatan
hidup manusia di dunia dan akhirat. Hatta, termasuk tujuan pelarangan praktik lesbian yang dimaksudkan untuk memanusiakan manusia dan menghormati
hak-hak mereka.

3.    2. Saran

       
Agar dimasa yang akan datang bisa jauh lebih baik lagi, kita haruslebih banyak belajar dan terus melatihilmu yang kita peroleh. Kami sadaridalam penulisan m
akalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik dalamsegi penulisan maupun susunan kalimatnya. Maka dari itu, sangatlahdibutuhkan kritik dan
saran yang membangun dari pembaca. Agar penulisanmakalah dilain kesempatan bisa jauh lebih baik
lagi. Pesan kami janganpernah berhenti untuk belajar, karena kunci kesuksesan adalah dengan cara belajar dan terus berusaha.

         Dengan demikian, dalil-dalil yang telah ada mengisyaratkan tentang betapa Allah dan Rasul Nya amat sangat membenci perbuatan seks yang
menyimpang karena hal ini akan berdampak pada kehidupan social yang tidak sehat dan yang paling penting adalah bahwa dari setiap ajaran syari’at terdapat
banyak sekali ibrah bagi kita semua.

Semoga kita bisa menjaga diri kita dengan senantiasa menyadari bahwa kita senantiasa diawasi oleh Allah Swt. Dan senantiasa saling berwashiyat
dalam taqwa dan kebaikan. Karena kita semua adalah umat terbaik di akhir zaman yang senantiasa menyeru pada yang makruf dan mencegah dari yang
munkar.
DAFTAR PUSTAKA

http://blognyafitri.wordpress.com/2011/12/27/hukum-homoseksual-dan-lesbians-by-umar-hamzah/
       Referensi : Hidayatullah.com

Anda mungkin juga menyukai