Anda di halaman 1dari 3

PENGUKURAN DASAR LISTRIK

Nama : Handoyo Margi Waluyo NIM : H12112022 1. Latar Belakang dan Tujuan resistansi (sebagai ohmmeter),tegangan Fisika adalah ilmu pengetahuan yang (sebagai voltmeter),dan arus (sebagai berbasis pada pengamatan terhadap gejala amperemeter) , baik gelombang bolakalam. Inti dari pengamatan adalah balik (AC = Alternating Current) atau pengukuran. Dengan demikian, fisika adalah searah (DC Direct Current) .Pengukuran ilmu pengetahuan yang berdasarkan pada resistansi suatu resistor bias diukur pengukuran. Kebenaran tertinggi dalam fisika langsung pada pembacaan skala meter. adalah hasil pengamatan (eksperimen). Hal Perhatikan untuk setiap pengukuran x1K ini berarti jika ada teori yang ramalannya x1,x10 dan sebagainya. Pengukuran ini tidak sesuai dengan hasil pengamatan, maka disebut pengukuran secara langsung. teori tersebut ditolak bagaimanapun Demikian juga untuk pengukuran tegangan bagusnya teori tersebut. Hal ini menunjukkan / voltmeter , posisi saklar multimeter betapa pengamatan dalam fisika itu sangat diletakkan pada posisi volt dan perhatikan penting. Itulah sebabnya pengetahuan tentang skla voltmeter serta baca jarum cara pengukuran merupakan kebutuhan yang penunjukan harga tegangan yang didapat penting. .Untuk pengukuran arus (amperemeter) Kita harus mempelajari cara pengukuran posisi saklar multimeter diletakkan pada besaran fisika dan bagaimana menggunakan posisi I dan perhatikan skala amperemeter alat ukur dengan benar. Kesalahan dalam serta baca jarum penunjukan hingga arus pengukuran alat ukur mengakibatkan data dapat terukur. Pengukuran ini disebut yang diperoleh tidak dapat pengukuran secara langsung pula.Untuk dipertanggunngjawabkan karena pengukuran tidak langsung didapat dari mengandung kesalahan. Hal lebih fatal lagi beberapa pengukuran langsung.Contohnya adalah kesalahan penggunaan alat ukur dapat ,untuk mengukur daya dari rangkaian merusak alat ukur itu sendiri, bahkan dapat .Hasil pengukuran langsung yang kurang mencelakakan penggunanya. teliti akan mempengaruhi ketelitian 2. Landasan Teori pengukuran secara tidak langsung Kita dapat menyatakan akurasi suatu 2. Osiloskop data dengan galat fraksional atau galat persen Osiloskop adalah alat ukur yang yang sering disebut ketidakpastian. Ada digunakan untuk memetakan atau banyak kasus ketidakpastian dari suatu membaca sinyal listrik maupun frekuensi bilangnan tidak dicantumkan secara eksplisit. listrik. Osiloskop digunakan dalam Sebaliknya ketidakpastian dinyatakan dengan pengukuran rangkaian elektronik. banyaknya angka angka penuh arti atau angka Beberapa fungsi osiloskop antara lain signifikan. Jika anda menggunakan bilangan untuk mengukur tegangan listrik dan yang mengandung suatu ketidakpastian untuk hubungannya terhadap waktu. Selanjutnya menghtung bilangan lain, maka bilangan hasil mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi. perhitungan itu juga tidak pasti. Pengetahuan Mengecek jalannya suatu sinyal pada ini sangat penting dimengerti terutama ketika sebuah rangkaian listrik. Membedakan anda akan membandingkan suatu bilangan arus AC dan DC. Mengetahui noise pada yang didapatkan dari pengukuran dengan sebuah rangkaian listrik. Semua alat ukur bilangan yang didapatkan dari perkiraan elektronik bekerja berdasarka sampel teoritas. Ketika kita menghitung bilangan data, semakin tinggi sampel data semakin yang sangat besar atau sangat kecil, kita dapat akurat peralatan alat elektronik tersebut. menunjukkan angka signifikan jauh lebih Osiloskop pada umumnya mempunyai mudah lagi dengan menggunakan notasi sampel data yang sangat tinggi, oleh ilmiah. Atau disebut juga notasi pangkat 10. karena itu osiloskop merrupakan alat ukur (Young and Freedman:1999) elektronik yang mahal. Sehingga 1. Menentukan Hambatan, Tegangan dan mempunyai keakuratan yang sangat tinggi. Arus 3. Metodologi Multimeter adalah suatu pengukur 1. Menentukan Hambatan yang dapatdigunakan untuk mengukur

FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Page 1

Alat dan Bahan yang digunakan adalah Gelang warna, dan multimeter. Pertama, gelang warna diamati dan ditentukan hambatannya berdasarkan warna yang ada. Kemudian nilai hambatannya dicatat dalam table. Setelah itu, multimeter diambil dan dikalibrasikan terlebih dahulu. Hambatan resistor (gelang warna) diukur dengan ohmmeter yang ada pada multimeter. Kemudian hasilnya dicatat dalam table. Hasil kedua data tadi dibandingkan, apakah sesuai atau tidak. 2. Menentukan Tegangan Alat dan Bahan yang digunakan adalah Multimeter, catu daya, dan kabel penghubung. Pertama, alat dan bahan disediakan. Alat dan bahan tersebut dirangkai secara parallel. Multimeter diambil dan dikalibrasikan terlebih dahulu. Kemudian tegangan pada rangkaian dihitung dengan voltmeter yang ada pada multimeter. Setelah itu, hasilnya dicatat dalam table. 4. Hasil dan Pembahasan 1. Menentukan Hambatan a. Tabel Hambatan Gelang Gelang 1 Gelang 2 Gelang 3 Gelang 4 Coklat Hitam Orange Emas Coklat Hitam Merah Emas Coklat Hitam Kuning Emas Coklat Merah orange Emas b. Analisa Berdasarkan dari data diatas, terlihat bahwa nilai hambatan berdasarkan 2. Menentukan Tegangan a. Tabel Tegangan (V) No DC AC 1 2,6 V 2 2,6 V 3 2,6 V b. Analisa Dari data diatas, tidak dapat disimpulkan apakah nilai tegangan DC itu sama atau berbeda dengan tegangan AC. Hal ini dikarenakan catu daya tidak memadai untuk melakukan percobaan menentukan tegangan AC. Untuk mengukur tegangan, voltmeter harus dipasang parallel. Hal ini dikarenakan pada rangkaian yang 3. Menentukan Arus a. Tabel

3. Menentukan Arus Alat dan Bahan yang digunakan adalah Catu daya, multimeter, dan resistor. Pertama, alat dan bahan disiapkan. Alat dan bahan tersebut dirangkai secara seri. Multimeter diambil dan dikalibrasi terlebih dahulu. Arus DC dihitung dengan menggunakan amperemeter yang ada pada multimuter. Hasilnya dicatat dalam tabel. Kemudian hal sama dilakukan pada arus AC. Hasilnya dicatat dalam tabel. 4. Osiloskop Alat dan Bahan yang digunakan adalah Multimeter, kabel penghubung, dan osiloskop. Pertama, siapkan alat dan bahan. Alat dan bahan dirangkai secara seri. Tegangan diukur terlebih dahulu dengan multimeter, dan tidak lupa untuk mengkalibrasikan multimeter dahulu. kemudian, tegangan ditentukan dengan isoloskop. Hasilnya dicatat dalam tabel.

Nilai Hambatan 100005% 1000 5% 100000 5% 12000 5%

Hambatan Multimeter 100x100=10000 10x100= 1000 100x1000= 100000 12x1000= 12000

gelang kurang lebih sama dengan nilai hambatan pada ohmmeter.

terhubung secara parallel arus yang mengalir akan terbagi tetapi tegangannya sama.jadi jika resistor dan voltmeter terhubung parallel , maka besar tegangan pada keduanya akan sama yang berarti angka yang ditunjukkan voltmeter sama dengan tegangan pada resistor.

FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Page 2

4.

Arus (A) DC AC 1 0,20 A 0,25 A 2 0,60 A 0,62 A 3 0,85 A 0,9 A b. Analisa Dari data pengamatan diatas, dapat disimpulkan bahwa arus DC itu berbeda dengan arus AC. Hal ini dikarenakan arus DC merupakan arus yang mengalir satu arah saja. Arus DC mengalir dari kutub positif ke kutub negative. Sedangkan arus AC besaran arusnya berubah-ubah (arus bolak balik). Untuk mengukur arus dengan Osiloskop a. Tabel Tegangan Keluaran Hasil Pengukuran Catu Daya Multimeter 1,2 V 1,2 V 1,6 V 1,6 V 1,8 V 1,8 V 2,2 V 2,2 V No No DIV VOLT/DIV Vpp Vmaks 1 0,6 5 3 1,5 2 0,8 5 4 2 3 0,8 5 4 2 4 1 5 5 2,5 b. Analisa Dari data pengamatan diatas, dapat disimpulkan bahwa fungsi osiloskop adalah untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar, untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati. Untuk menentukan DIV pada tegangan, bisa dilihat pada layar (tinggi gelombang dari lembah ke puncak). Sedangkan untuk menentukan DIV pada periode, bisa dilihat pada layar (dari puncak ke puncak). Untuk menentukan Vpp adalah DIV x VOLT/DIV. untuk menentukan Vmaks adalah Vpp dibagi 2. Untuk menentukan Veff adalah Vmaks dibagi . Untuk menentukan periode adalah DIVxTIME/DIV. sedangkan untuk mencari periode adalah x Periode.

amperemeter, susunan harus dipasang seri. Hal ini dikarenakan pada rangkaian seri arus yang mengalir adalah sama. Jadi, jika resistor dan amperemeter tersebut dipasang seri, maka besar arus yang mengalir pada keduanya adalah sama yang berarti angka yang ditunjukkan pada amperemeter adalah sama. Hasil Pengukuran Osiloskop 1,06 V 1,414 V 1,414 V 1,768 V Veff 1,06 1,414 1,414 1,768 DIV 4 4 4 4 TIME/DIV Periode Frekuensi

5. Kesimpulan Dari pengamatan diatas dapat disimpulkan bahwa jika ingin menentukan nilai hambatan, maka bisa menggunakan ohmmeter. Jika ingin menghitung arus dapat menggunakan amperemeter dan rangkaian yang digunakan adalah rangkaian seri. Jika ingin menghitung tegangan dapat menggunakan voltmeter dan rangkaian yang digunakan adalah rangkaian parallel. Dan jika untuk menganalisa tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu yang ditampilkan pada layar, untuk melihat bentuk sinyal yang sedang diamati, bisa menggunakan osiloskop. Pustaka Young, Freedman.1999. Fisika Universitas Edisi ke-10 jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga Tippler, P.A.1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga Sears. Zemansky. 1992. Fisika Untuk Universitas 2 Listrik Magnet. Bandung : Penerbit Bina Cipta

FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Page 3