Anda di halaman 1dari 46

MODUL

PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENGURANGI TINGKAT STRES KERJA KARYAWAN

PELATIHAN EFIKASI DIRI


I. LATAR BELAKANG Efikasi diri adalah keyakinan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuannya dalam melaksanakan suatu tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil Bandura (1997). Efikasi diri merupakan hasil proses kognitif berupa keputusan, keyakinan atau pengharapan individu. Individu yang merasa mampu atau memiliki efikasi diri tinggi akan melihat stresor yang ada bukan sebagai ancaman sebagaimana individu yang memiliki tingkat efikasi diri rendah memandangnya. Pada beberapa dimensi, pengharapan individu terhadap efikasi diri dalam dirinya berbeda-beda dan memberikan manifestasi yang cukup berarti pada perasaan dan perilaku individu yang pada akhirnya akan berimplikasi pada kinerja. Bandura menyebutkan dimensi-dimensi tersebut adalah magnitude, berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dilakukan ; generality, berkaitan dengan luas bidang yang dilakukan ; strength, berkaitan dengan kemantapan atau tingkat keyakinan individu. Orang yang memiliki efikasi diri tinggi mempunyai keyakinan mampu berperilaku tertentu untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan. Orang-orang yang mempunyai efikasi diri tinggi juga lebih giat dan lebih tekun dalam berusaha dan mengatasi kesulitan, serta mengerahkan tenaga yang lebih besar untuk mengatasi tantangan, sedangkan orang yang mempunyai efikasi diri rendah cenderung mengurangi usahanya atau menyerah ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Bandura mengatakan bahwa orang cenderung menghindari situasi yang diyakini melampaui batas kemampuan mereka, tetapi akan melakukan tindakan yang menurut penilaiannya mampu dilakukan. Hal ini berkaitan dengan penentuan target, dimana individu yang memiliki efikasi diri tinggi akan menetapkan target lebih tinggi dengan usaha keras untuk

mencapainya. Individu tersebut kemudian akan berupaya menetapkan target yang lebih tinggi lagi bila target yang sesungguhnya telah mampu dicapai. Kegagalan dalam mencapai suatu target justru akan membuat individu berusaha lebih giat lagi untuk meraihnya kembali serta mengatasi rintangan yang membuatnya gagal dan kemungkinan akan menetapkan target lain yang lebih

tinggi lagi. Individu yang mempunyai efikasi diri rendah menetapkan target yang lebih rendah pula serta keyakinan terhadap keberhasilan akan pencapaian target yang juga rendah sehingga usaha yang dilakukan lemah. Beberapa aspek-aspek efikasi diri adalah ; a. keyakinan terhadap kemampuan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu yang mengandung kekaburan, tidak dapat diprediksikan dan penuh tekanan ; b. keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif, serta tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil ; c. keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan ; dan d. keyakinan terhadap kemampuan mengatasi masalah yang muncul. Bandura mengemukakan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan efikasi diri meliputi : (1) sifat tugas yang dihadapi, beberapa tugas menuntut kinerja yang tinggi dan lebih berat dibanding dengan tugas yang lain. Jenis tugas tertentu mengandung tantangan yang berbeda dan ada nilai kompetitif ; (2) Insentif ekternal, merupakan hadiah yang diberikan oleh orang lain atas keberhasilan individu dalam melaksanakan suatu tugas ; (3) status atau peran individu dalam lingkungan, semakin tinggi status sosial individu maka semakin tinggi pula kepercayaan dirinya dan akan semakin besar penghargaan dari orang lain, dan sebaliknya ; (4) informasi tentang kemampuan diri, efikasi diri seseorang akan meningkat atau menurun tergantung dari informasi yang diterima dari orang lain mengenai sisi positif atau negatif dari dirinya. Faktor lain yang mempengaruhi pembentukan efikasi diri (Pajares dan Schunck, 2000) adalah ada tidaknya pendorong dalam melakukan sesuatu dan batasan pencapaian sesuatu. Bandura menyatakan bahwa efikasi diri dapat tumbuh dan dipelajari melalui empat sumber yaitu pencapaian prestasi, pengalaman orang lain, persuasi verbal dan kondisi psikologis. Disamping keempat sumber tersebut efikasi diri dipengaruhi oleh standar internal tingkah laku seseorang (Feist dan Feist, 1998). Pelatihan ini akan membahas efikasi diri sebagai pemahaman individu terhadap salah satu aspek penting yang mendukung individu dalam menghadapi pekerjaan apa pun. Proses pembelajaran menggunakan metode pengalaman berstruktur.

II. Tujuan Tujuan dari pelatihan efikasi diri adalah sebagai berikut : a. Karyawan mampu mengenali dan memahami potensi yang dimilikinya b. Melatih karyawan untuk membentuk keyakinan terhadap potensi yang dimilikinya c. Karyawan mampu membentuk persepsi positif dalam menghadapi stimulus yang dihadapinya d. Melatih karyawan untuk menerapkan bentuk keyakinan terhadap persepsi positif yang dimilikinya e. Karyawan mampu memahami konsep manajemen waktu f. Melatih karyawan menerapkan manajemen waktu g. Melatih karyawan untuk mengenali dan memahami daya juang yang dimilikinya h. Mampu meningkatkan dan mengaplikasikan efikasi diri yang tinggi dalam perusahaan III. Materi Kegiatan Pelatihan efikasi diri disusun dalam bentuk modul pelatihan yang terdiri dari empat modul, yaitu : 1. Mengenali Potensi Diri 2. Membentuk Persepsi Positif 3. Manajemen Waktu 4. Daya Juang IV. Peserta Peserta adalah karyawan PT Adira Dinamika Multifinance (PT. Adira Finance) yang berasal dari departemen-departemen yang berada di dalam organisasi. Pelatihan efikasi diri ini diikuti oleh 15 peserta.

V. Metode Pelatihan Mengutamakan experiential learning, dengan ceramah, simulasi-simulasi, game, brainstorming disesuaikan dengan sasaran dan materi. Pelatihan ini menggunakan metode yang mengacu pada model pembelajaran berdasarkan

pengalaman, yaitu proses pembelajaran yang terjadi ketika subjek melakukan suatu aktivitas, kemudian memperhatikan, menganalisis aktivitas yang

dilakukannya itu secara kritis, lalu mencari pemahaman dari analisis tadi dan menjadikan pemahaman tersebut dalam perilaku mendatang.

VI. Pelatih Mengingat materi dan metode penyajian sangat bersifat psikologis, maka pemilihan pelatih dan pendamping pelatih adalah pada sarjana psikologi, psikolog atau orang-orang yang menguasai tehnik-tehnik psikologis yang sudah terlatih. Pelatihan ini menggunakan satu orang pelatih dan ddibantu dua orang pendamping pelatih. Bagi pelatih disediakan bahan bacaan untuk memperkaya wawasan. Pemilihan pelatih dan pendamping pelatih sebagai seorang fasilitator yaitu memiliki kompetensi dalam bidang ilmu manajemen, ilmu psikologi, dan dinamika kelompok, memahami rancangan permainan untuk mengungkapkan perilaku manajemen, memiliki kemampuan observasi, dan kemampuan komunikasi yang baik, menarik dan berwibawa (pendidikan yang memadai, kepribadian yang menarik, dan memiliki selera humor yang baik), serta menguasai masalah teknis pelatihan termasuk masalah keselamatan (Ancok, 2002). VII. Alokasi Waktu Waktu secara keseluruhan untuk menyelenggarakan pelatihan adalah 8 jam yang dilakukan dalam satu hari.

VIII. Waktu Pelatihan Hari / tanggal Waktu Tempat Fasilitas pelatihan : : Pkl 08.00 17.00 : : Modul pelatihan efikasi diri Lunch + Coffee Break

JADWAL PELATIHAN EFIKASI DIRI


TOPIK
Pembukaan

KEGIATAN
Perkenalan tim pelatihan 10

WAKTU
08.00-08.45

Ice Breaking

Materi I Materi II

Energizer Materi III Materi IV Review

Penjelasan tujuan pelatihan Diskusi peraturan selama pelatihan berlangsung Permainan Perkenalan Jajak pengetahuan Pre test Coffee Break Mengenali Potensi Diri (Ceramah dan penulisan lembar kerja) Membentuk Persepsi Positif (Ceramah, simulasi dan penulisan lembar kerja) ISHOMA Brain Gym Manajemen Waktu (Ceramah dan penulisan lembar kerja) Daya Juang (Ceramah dan simulasi) Terminasi dan review materi keseluruhan Post test

15 20 15 15 15 15 60 90 60 10 60 90 20 20 08.45-09.30

09.30-09.45 09.45-10.45 10.45-12.15

12.15-13.15 13.15-13.25 13.25-14.25 14.25-15.55 15.55-16.15 16.15-16.35

DETAIL PELAKSANAAN PELATIHAN EFIKASI DIRI


KEGIATAN
Pembukaan Menjalin hubungan yang baik antara peneliti, pelatih dan peserta Membangun sikap saling percaya antara peserta dan pelatih Membangun suasana pelatihan yang akrab dan nyaman Memotivasi peserta agar mengikuti pelatihan sampai selesai dan bersungguhsungguh Menjelaskan tujuan pelatihan, yaitu bagaimana menjadi karyawan yang siap dalam menghadapi pekerjaan sehingga setelah mengikuti pelatihan dapat menerapkannya di tempat kerja Peserta mampu memahami pentingnya mengenali potensi diri. Mampu untuk memahami dan mengetahui bagaimana mengenal potensi yang dimiliki Melatih peserta untuk mengenali potensi diri Menyadari dan menerima kelebihan dan kekurangan diri Peserta menyadari pentingnya membentuk dan memiliki persepsi yang positif Memahami persepsi

TUJUAN

DESKRIPSI

Perlengkapan Aula Sound System Name Tag

PIC Pelatih Pendamping Pelatih Pendamping

Ice Breaking, Tujuan & Kontrak Belajar

Pada sesi ini memperkenalkan seluruh tim (Pelatih, pendamping dan tim teknis) dan masing-masing trainee dengan Permainan. Kemudian menjelaskan aturan pelatihan dan tujuan dilaksanakannya pelatihan. Aturan pelatihan adalah peserta diharapkan terbuka pikiran dan hati, partisipatif/terlibat aktif, alat komunikasi di silent

Coffee Break Mengenali Potensi Diri Ceramah, Penulisan Lembar Kerja, Feed Back

Coffee, Tea & Snack Laptop, LCD, Slide Presentasi, Lembar Kerja

Tim Teknis Pelatih Pendamping Tim Teknis

Membentuk Persepsi Positif

Ceramah, Penulisan Lembar Kerja, Diskusi

Laptop, LCD, Slide Presentasi, Video,Lembar Kerja

Pelatih Pendamping Tim Teknis

Manajemen Waktu

Daya Juang

Review & Evaluasi

positif Belajar membentuk persepsi positif Membantu menilai peristiwa secara objektif dan positif Peserta menyadari bahwa pentingnya pengelolaan waktu Belajar mengelola waktu Belajar membuat strategi pencapaian target pekerjaan Membantu menentukan skala prioritas dari beberapa rencana kegiatan Membantu mengatur waktu penyelesaian tugas Membuat strategi pencapaian target Peserta menyadari pentingnya daya juang dalam menghadapi apapun Peserta mampu memahami jenis-jenis daya juang Belajar menemukan dan mencari solusi dari kesulitan yang dialami Belajar membentuk daya juang dalam menghadapi kesulitan dan pencapaian tujuan kerja Peserta mampu memahami secara konprehensif mengenai efikasi diri dan mampu mengaplikasikannya di tempat kerja Mengevaluasi keseluruhan rangkaian pelatihan

Ceramah, Penulisan Lembar Kerja,

Laptop, LCD, Slide Presentasi, Lembar Kerja

Pelatih Pendamping Tim Teknis

Ceramah, Penulisan Lembar Kerja, Permainan, Diskusi

Laptop, LCD, Slide Presentasi, Video,Lembar Kerja, Alat permainan

Pelatih Pendamping Tim Teknis

Ceramah dan Diskusi, Lembar Kerja

Pelatih

PEMBUKAAN BERDOA DAN BERBAGI


Penjelasan Berdoa akan ditujukan agar pelatih dan peserta pelatihan siap melakukan aktivitas dan mengingatkan bahwa kelancaran aktivitas yang dilakukan tidak terlepas dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan berbagi, bisa dengan cerita ringan tetapi sarat makna dan ini bisa di sampaikan oleh pelatih.

Tujuan 1. pelatih dan peserta mampu melibatkan sisi spiritualnya dalam aktivitas pelatihan. 2. peserta siap mengikuti dan melibatkan diri secara aktif dalam aktivitas pelatihan. 3. peserta mampu berbagi dan membuka diri dengan orang lain. 4. peserta mampu mengungkapkan hal-hal yang dialaminya atau yang menarik perhatiannya dan mengambil hikmah dari hal-hal tersebut.

Waktu 15 menit

PERKENALAN
Penjelasan Suatu aktivitas memerlukan suatu pertemuan yang akan mengawali rangkaian aktivitas selanjutnya. Dalam pertemuan pembuka biasanya diawali dengan perkenalan antara pelatih dan peserta agar saling mengenal satu sama lain dan bekerjasama agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Tujuan

1 2

Memperkenalkan pelatih kepada para peserta Menumbuhkan keakraban di antara peserta dan pelatih

Waktu 10 menit Metode Permainan Alat & Bahan Name tag untuk tiap peserta dan pelatih

PROSEDUR 1 Pelatih menjelaskan bahwa semua peserta yang berada disini akan melakukan aktivitas belajar yang menyenangkan dan gembira. Peserta diharapkan dapat menciptakan suasana santai dan nyaman. 2 Pelatih memperkenalkan diri dan seluruh timnya (tim pelatih dan

pendamping pelatih) mencakup identitas, pekerjaan, dan aktivitas seharihari. 3 Pelatih menginformasikan aktivitas apa saja yang akan dilakukan untuk kepentingan dokumentasi (foto, merekam dengan kaset dan video). Pelatih memastikan peserta merasa aman. 4 Pelatih membagikan name tag kepada peserta dan meminta peserta menuliskan nama masing-masing dengan jelas (boleh nama panggilan sehari-hari/nama akrab) dan memasangnya di bagian dada sebelah kiri.

PERMAINAN PERKENALAN
Tujuan Waktu Metode Alat Permainan : Mengenali anggota kelompok : 15 menit : permainan : Kursi dan name tag : Merajut benang-benang persahabatan

Prosedur : a. Pelatih memperkenalkan diri kepada peserta b. Semua peserta duduk melingkar sehingga dapat melihat satu sama lain c. Setiap peserta memperkenalkan diri secara bergilir d. Setelah semua peserta memperkenalkan diri, Pelatih meminta peserta untuk menepuk kedua paha dilanjutkan dengan menjentikkan jari tangan kanan dan kiri secara bergantian. Pada saat menjentikkan jari, peserta diminta untuk menyebutkan namanya sendiri dan menyebutkan nama orang lain yang akan ditunjuk begitu seterusnya sampai semua peserta mendapat giliran. e. Pelatih meminta peserta untuk menyebutkan nama anggota kelompoknya Pembahasan Permainan 1. Pelatih menanyakan perasaan peserta selama permainan tersebut 2. Pelatih menanyakan apakah mudah menghafal nama orang 3. Pelatih menanyakan apakah ada cara mudah menghafal nama orang 4. Pelatih menanyakan bagaimana perasaan peserta yang ketika namanya disebut keliru

Kesimpulan Berdasarkan ungkapan perasaan dan pendapat para peserta, Pelatih menyimpulkan : 1. Untuk mengenal nama teman dalam kelompok tidak cukup dalam waktu yang singkat, tetapi memerlukan beberapa waktu apalagi untuk mengenal sikap teman

2. Mengenal kelompok dengan menggunakan struktur yang ada (urutan tempat duduk) akan lebih memudahkan 3. Ada perasaan tidak enak jika memperkenalkan teman dengan nama yang salah 4. Untuk dapat melakukan sesuatu perlu berkonsentrasi dengan benar

TUJUAN PELATIHAN
Tujuan

Menjelaskan tujuan pelatihan, yaitu bagaimana untuk menjadi karyawan yang memiliki efikasi diri yang tinggi dalam menjalankan pekerjaan sehingga setelah mengikuti pelatihan peserta dapat menerapkannya di tempat kerja.

Menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan dilakukan selama pelatihan beserta aturan-aturan yang harus diikuti selama pelatihan berlangsung.

Waktu 15 menit Metode Ceramah (indoor). Alat & Bahan Hand out Prosedur

1 2 3

Pelatih menjelaskan secara singkat tujuan pelatihan yang diadakan. Pelatih menjelaskan rangkaian aktivitas yang dilakukan selama pelatihan. Pelatih menjelaskan tentang manfaat yang akan diperoleh peserta apabila terlibat aktif dalam setiap kegiatan pelatihan.

KONTRAK BELAJAR
Penjelasan Kegiatan kontrak belajar ini adalah bagian upaya untuk memberikan kesempatan kepada peserta guna mengarahkan dirinya sendiri secara jernih merumuskan sendiri apa sebenarnya yang diharapkan juga merumuskan sendiri apa wujud partisipasi mereka di dalam pelatihan ini agar pelatihan dapat berlajan sesuai rencana. Sesuai nama sesinya, Kontrak Belajar, maka pelatih pun perlu menjelaskan secara singkat apa program pelatihan, metode, serta prosedur yang digunakan dalam pelatihan. Tujuan Membuat komitmen selama mengikuti pelatihan. Peserta mengetahui tujuan pelatihan serta memahami apa yang harus dilakukannya agar pelatihan berjalan sesuai rencana.

Waktu Waktu pelaksanaan 20 menit Metode Penjelasan pelatihan : aturan main Kontrak belajar tugas individual Brainstorming

Alat & Bahan Kertas kosong ukuran setengah kuarto sebanyak 2 x jumlah peserta Lembar kontrak belajar Flip chart dan spidol permanen

Prosedur

1. Seluruh peserta dan pelatih duduk melingkar 2. Pelatih memberikan kata pembuka serta penjelasan singkat tentang modul
pelatihan.

3. Pelatih memberikan kertas kosong dua lembar untuk masing-masing


peserta.

4. Pelatih menawarkan aturan main dan meminta pendapat peserta mengenai


aturan main tersebut. Apakah peserta setuju atau tidak. Peserta memberikan masukan.

5. Pelatih meminta peserta menulis di dalam lembar kertas yang pertama apa
yang ia harapkan dengan mengikuti pelatihan ini. Dalam lembar yang kedua ia menuliskan apa yang dapat ia lakukan agar pelatihan dapat berjalan dengan baik.

6. Peserta diminta membagi diri menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok


terdiri dari 5 peserta.

7. Di dalam kelompok peserta mengumpulkan apa yang telah ditulisnya dalam


lembar kertas kosong dan merumuskannya sebagai kesepakatan kelompok.

8. Hasil kesimpulan tiap kelompok ditulis dalam flip chart dan di simpulkan
menjadi kesepakatan bersama.

9. Pelatih meminta peserta untuk mengisi lembar kontrak belajar.

ICE BREAKING JARI


Format Waktu Tempat Peserta : : : : Perorangan 5-15 Menit Dalam ruangan Sejumlah peserta pelatihan

Tujuan : Membuat suasana pelatihan segar dan tanpa beban, sebagai sarana rekreasi bagi semua peserta. Prosedur : 1. Pelatih meminta semua peserta pelatihan bediri. 2. Pelatih meminta peserta membuat lingkaran dan pelatih berada di tengahtengah peserta 3. Pelatih memberi aba-aba untuk menggerakkan jari yang sama pada tangan kiri dan kanan sesuai dengan contoh pelatih. 4. Posisi awal semua jari dalam keadaan mengepal seperti seorang yang sedang bertinju. 5. Pelatih mencontohkan gerakan tangan kiri dengan jari kelingking terbuka sedang empat jari lainnya mengepal, sedangkan tangan kanan, ibu jari terbuka dan empat jari lainnya mengepal. Kemudian pelatih mengganti gerakan yang awalnya jari kelingking yang terbuka menjadi ibu jari yang terbuka, dan sebaliknya.

Diskusi : 1. Mengapa orang kesulitan mengganti jari dalam kondisi tertentu? 2. Apa saja pikiran yang muncul dibenak peserta ketika permainan tersebut dimulai? 3. Bagaimana sikap peserta ketika kesulitan mengganti jarinya? 4. Bagaimana cara pelatih mengendalikan situasi jika peserta tidak

terkonsentrasi ke jari-jarinya saat acara dimulai?

MODUL 1
Sesi I : Mengenali Potensi Diri
Tujuan : Menyadari bahwa untuk menghadapi sesuatu, perlu mengenal diri terlebih dahulu, baik positif maupun negatif pada diri Menyadari dan menerima kelebihan dan kekurangan diri Belajar untuk memahami dan mengetahui bagaimana mengenal potensi yang dimiliki

Waktu : 60 menit

Metode : Ceramah Tugas Individu Sharing Diskusi Kelompok

Materi : Kertas & Alat Tulis Lembar Kerja

Prosedur : 1. Pelatih memberikan pengantar materi (15 menit) 2. Peserta mengisi Lembar Kerja 01 (10 menit) 3. Peserta berpasangan kemudian melakukan sharing dengan pasangannya (10 menit) 4. Peserta sharing dalam kelompok dengan salah seorang menceritakan rekan lainnya, seterusnya secara bergantian (10 menit) 5. Pelatih menutup sesi dengan memberikan kesimpulan kepada peserta agar peserta dapat menerapkan materi tersebut (15 menit).

MODUL 2
Sesi II : Membentuk Persepsi Positif
Tujuan : Menyadari pentingnya membentuk dan memiliki persepsi yang positif Memahami persepsi positif Belajar membentuk

Waktu : 90 menit

Metode : Ceramah Tugas Individu Video Diskusi

Materi : Kertas & Alat Tulis Lembar Kerja Film Children Of Heaven

Prosedur : Pertama : 1. Pelatih memberikan pengantar materi (15 menit) 2. Peserta ditunjukkan video (15 menit) 3. Pelatih dan peserta mendiskusikan film bersama (15 menit) 4. Pelatih menjelaskan tentang persepsi (15 menit) Kedua : 1. Peserta menginventarisir (Lembar Kerja 02) peristiwa-peristiwa yang menjadikan dia konflik, kesal atau marah dengan keadaan, orang lain,pekerjaan atau keluarga (10 menit)

2. Peserta menginventarisir (Lembar Kerja 02) peristiwa-peristiwa yang menjadikan dia senang, bahagia, semangat, merasa hidupnya berarti (10 menit) 3. Pelatih mengevaluasi dan menjelaskan isi materi (10 menit)

MODUL 3
Sesi III : Manajemen Waktu
Tujuan : Menyadari bahwa pentingnya pengelolaan waktu Belajar mengelola waktu Belajar membuat strategi pencapaian target pekerjaan Membantu menentukan skala prioritas dari beberapa rencana target Membantu mengatur waktu penyelesaian tugas

Waktu : 60 menit

Metode : Ceramah Tugas Individu

Materi : Kertas & Alat Tulis Lembar Kerja

Prosedur : 1. Pelatih memberikan pengantar materi (15 menit) 2. Peserta menuliskan target yang ingin dicapai dan menentukan akala prioritas (Lembar Kerja 03) (5 menit) 3. Peserta diminta mengisi lembar kerja target 1 bulan ke depan (Lembar Kerja 04) (10 menit) 4. Peserta diminta mengisi lembar kerja target minggu ini (Lembar Kerja 05) (10 menit) 5. Peserta mengisi lembar kerja target harian (Lembar Kerja 06) (10 menit) 6. Pelatihan mengevaluasi dan menjelaskan isi materi (10 menit)

MODUL 4
Sesi IV : Daya Juang
Tujuan : Menyadari pentingnya daya juang dalam menghadapi apapun Memahami jenis-jenis daya juang Belajar menemukan dan mencari solusi dari kesulitan yang dialami Belajar membentuk daya juang dalam menghadapi kesulitan dan

pencapaian tujuan kerja Waktu : 90 menit

Metode : Ceramah Tugas Individu Permainan Diskusi

Materi : Kertas & Alat Tulis Lembar Kerja Potongan Kayu & Tali Film Man Of Honor / Goal

Prosedur : Pertama : 1. Peserta dibagikan potongan kayu berbentuk silinder berukuran 5 cm dan berjumlah 10 (5 menit) 2. Peserta dibagikan tali sepanjang 80 cm (3 menit)

3. Peserta diminta mengikat kayu tersebut dengan tali dan diberi jarak yang sama antara kayu yang satu dengan yang lain (7 menit) 4. Peserta diminta melepaskan kembali ikatan tersebut secepat-cepatnya (5 menit) 5. Pelatih mengobservasi sikap dan perilaku peserta selama permainan berlangsung 6. Pelatih membahas permainan (15 menit) Diskusi : a. Apa perasaan peserta saat mengerjakan permainan? b. Apa yang terpikirkan oleh peserta dalam melakukan permainan? c. Bagaimana sikap peserta saat mengalami kesulitan? d. Bagaimana peserta mengendalikan situasi dalam permainan tersebut?

Kedua : 1. Peserta melihat film (10 menit) 2. Pelatih dan peserta mendiskusikan bersama (10 menit) 3. Peserta menginventarisir hambatan yang ditemui selama menjalankan pekerjaan (Lembar Kerja 07) (10 menit) 4. Peserta menjelaskan kemungkinan hambatan-hambatan yang ditemui (10 menit) 5. Peserta mengklarifikasikan ke hambatan internal dan eksternal (10 menit) 6. Peserta mengisi respon terhadap hambatan tersebut (10 menit) 7. Pelatih mengevaluasi dan menyampaikan isi materi (15 menit)

TERMINASI
Sesi V : Review dan Evaluasi
Tujuan : Melakukan rivew terhadap seluruh rangkaian pelatihan Mengevaluasi keseluruhan rangkaian pelatihan Mengevaluasi reaksi dan pengetahuan

Waktu : 40 menit

Metode : Ceramah Lembar Evaluasi

Materi : Alat Tulis Lembar Evaluasi

Prosedur : 1. Peserta dibagikan Lembar Post Test dan mengerjakannya (15 menit) 2. Peserta dibagikan lembar evaluasi pelatihan dan mengerjakannya (30 menit)

HANDOUT
Apa itu EFIKASI DIRI ?
Efikasi diri adalah keyakinan tentang sejauh mana individu memperkirakan kemampuannya dalam melaksanakan suatu tugas atau tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil (Bandura,1997).

Dimensi-dimensi Efikasi Diri :


a. magnitude, berkaitan dengan tingkat kesulitan yang dilakukan b. generality, berkaitan dengan luas bidang yang dilakukan c. strength, berkaitan dengan kemantapan atau tingkat keyakinan individu

Karakteristik Individu dengan Efikasi Diri tinggi :


a. mempunyai keyakinan mampu berperilaku tertentu untuk dapat mencapai hasil yang diinginkan b. lebih giat dan lebih tekun dalam berusaha dan mengatasi kesulitan c. mengerahkan tenaga yang lebih besar untuk mengatasi tantangan d. menetapkan target lebih tinggi dengan usaha keras untuk mencapainya

Aspek-aspek Efikasi Diri :


a. keyakinan terhadap kemampuan dalam menghadapi situasi yang tidak menentu yang mengandung kekaburan, tidak dapat diprediksikan dan penuh tekanan b. keyakinan terhadap kemampuan menggerakkan motivasi, kemampuan kognitif, serta tindakan yang diperlukan untuk mencapai suatu hasil c. keyakinan mencapai target yang telah ditetapkan d. keyakinan terhadap kemampuan mengatasi masalah yang muncul.

HANDOUT MODUL 1
KEMAMPUAN MENGENALI POTENSI DIRI

Kemampuan mengenali potensi diri merupakan awal untuk mengetahui potensi diri secara objektif. Mengenali potensi diri yang dimaksudkan adalah mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri individu. Mengenali diri sendiri merupakan pemahaman terhadap gambaran tentang diri menurut kondisi sebenarnya, dan pemahaman orang lain mengenai dirinya. Dengan mengenali diri, individu dapat mengetahui dengan jelas apa yang dibutuhkan, cita-cita, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Mengenali potensi diri dilakukan dengan menggunakan dua tahap, yaitu pengungkapan dan penerimaan umpan balik. Pada tahap pengungkapan diri, individu memperluas daerah tertutup dengan cara memperluas daerah buta dengan menerima umpan balik dari orang lain. Pengungkapan diri dapat dilakukan dengan mengungkapkan segala potensi yang dimiliki, kemudian dilanjutkan dengan berbagi cerita mengenai potensi diri untuk mendapatkan gambaran pengungkapan diri individu dan orang lain serta memdapatkan umpan balik. Umpan balik bertujuan untuk mendapatkan informasi dari orang lain, berupa perasaan, pikiran, harapan-harapannya mengenai diri pribadi. Tehnik mengenali potensi diri dapat dilakukan dengan konsep Jendela Johari sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain. Jendela tersebut terdiri dari empat sel, yaitu daerah terbuka, daerah buta, daerah tertutup dan daerah gelap. Jendela Johari digambarkan sebagai sebuah bujur sangkar dengan empat kuadran. Tiap kuadran menggambarkan konsep yang berbeda-beda. Jendela Johari digambarkan sebagai berikut :

Saya Tahu

Saya Tidak Tahu

Orang Lain Tahu

II

Orang Lain Tidak Tahu

III

IV

Kuadran I disebut Daerah Terbuka, yang mencakup hal-hal yang diketahui tentang diri dan juga diketahui orang lain. Misalnya saya mengetahui dan sadar bahwa saya pantang menyerah terhadap tantangan hidup yang saya hadapi, dan orang-orang lain pun tahu saya pantang menyerah terhadap tantangan yang saya hadapi. Kuadran II disebut Daerah Buta, yang mencakup hal-hal tentang diri yang tidak diketahui, tetapi orang di sekitar mengetahuinya. Misalnya saya tidak tahu dan tidak sadar bahwa saya sering menyepelekan orang lain, tetapi hal itu diketahui orang lain. Kuadran III disebut Daerah Tertutup, yang mencakup hal-hal yang diketahui, namun orang lain tidak mengetahuinya. Misalnya saya tahu dan sadar bahwa saya pandai melukis, tetapi orang di sekitar saya tidak mengetahuinya karena saya tidak pernah bercerita maupun menunjukkan dihadapan mereka. Kuadran IV disebut Daerah Gelap, mencakup segala hal tentang diri yang tidak diketahui oleh diri sendiri dan orang lain. Daerah ini sangat luas, berisi tentang hal-hal yang secara sadar belum diketahui dan potensi yang tidak disadari. Penerapan prinsip Jendela Johari dalam melatih diri bertujuan untuk memperluas Kuadran I dengan cara memperkecil Kuadran II dan III, sehingga melalui pelatihan ini dengan menggunakan komunikasi, inventarisir, dan

hubungan antar pribadi dalam kelompok pelatihan diharapkan terjadi perubahan kesadaran diri seperti yang tergambarkan dalam tabel di bawah ini :

II

III

IV

Untuk memperluas Kuadran I diperlukan kesediaan dan kesadaran untuk membuka diri memberikan masukan dan umpan balik kepada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa individu selaku pribadi perlu meningkatkan kesediaan, kesadaran dan keberanian untuk mengungkapkan secara suka rela dan sadar segala sesuatu mengenai dirinya yang mungkin orang lain tidak mengetahuinya. Cara ini akan memperkecil Kuadran II. Individu juga perlu meningkatkan kesediaannya untuk menerima saran atau umpan balik dari orang lain berupa tanggapan, kesan, pendapat dan saran-saran yang bermanfaat dalam

memperluas pengenalan dan kesadaran diri. Kesediaan untuk menerima dan memanfaatkan umpan balik merupakan upaya untuk memperluas Kuadran I dan mempersempit Kuadran III. Secara tidak langsung, Kuadran IV juga turut menyempit dengan meluasnya Kuadran I.

Lembar Kerja 01

MENGENALI POTENSI DIRI


Nama Saya : Nama Panggilan :. Arti Nama Saya : . Tulislah kelebihan dan kekurangan anda di bawah ini

Gambaran Fisik Positif

Gambaran Fisik Negatif

Gambaran Kepribadian Positif

Gambaran Kepribadian Negatif

Gambaran Keterampilan Positif

Gambaran Keterampilan Negatif

KESIMPULAN Sikap terhadap diri Anda (Puas, Cukup Puas, Tidak Puas

Lembar Kerja 01.A.

GAMBARAN DIRI POSITIF


(Nama :..)

Tuliskan 1 (satu) kelebihan yang dimiliki oleh rekan anda secara bergantian. No Nama Penilai Kelebihan / Komentar Positif

Saya OK karena Saya

Lampiran - Lembar Kerja 01

Daftar Kata Mengenali Potensi Diri


Pilihlah kata-kata dibawah ini yang sesuai dengan Anda. Berusahalah jujur dalam mengisi karena lembar ini hanya untuk diri pribadi Anda yang akhirnya akan membantu untuk menemukan potensi Anda
Gambaran Fisik Positif Rambut indah dan rapi Hidung mancung Mata indah Kulit putih bersih Gigi putih teratur Tinggi badan ideal Bibir seksi Wajah halus Tubuh ideal Lengan kecil Perut ramping Jari tangan ramping Kaki/betis ramping Gambaran Kepribadian Positif Memegang janji Pandai mengatur waktu Jujur Berani menghadapi kenyataan Bertanggung jawab Realistis Hemat Suka kompetisi Ramah Luwes Serius Energik Penuh keyakinan diri Sopan Emosi stabil Mandiri Teliti Suka umpan balik Tepat waktu Bias belajar dari pengalaman Menyenangkan Cerdas Gambaran Fisik Negatif Rambut kusam dan susah diatur Hidung pesek Mata sipit Kulit kusam Gigi tidak teratur Saya pendek Bibir tidak menarik Wajah banyak jerawat Tubuh terlalu kurus/gemuk Lengan besar Perut buncit Jari-jari tangan besar Kaki/betis besar Gambaran Kepribadian Negatif Ingkar janji Tidak bisa mengatur waktu Suka berbohong Takut menghadapi kenyataan Tidak bertanggung jawab Tidak realistis Boros Tidak suka kompetisi Kurang ramah Kaku Sembrono Loyo Ragu-ragu Kurang ajar Emosi labil Tergantung Ceroboh Takut umpan balik Sering menunda sesuatu Tidak bisa belajar dari pengalaman Membosankan Bodoh

Mengambil resiko secara wajar Sederhana Baik Disukai teman Gambaran Keterampilan/kemampuan Positif Pandai menyanyi Pandai berolah raga Menari Melukis Mengoperasikan computer Mengendarai mobil Memasak Menjahit Reparasi barang elektronik Memotong rambut Negoisasi Menulis Tata rias Dekorasi Mendongeng Bahasa inggris/asing Baca alquran Menganalisa masalah Diskusi Bergaul

Untung-untungan Banyak tingkah Jahat Dibenci teman Gambaran Keterampilan/kemampuan Negatif Suara sumbang Tidak pandai berolah raga Tidak bisa menari Tidak bisa melukis Tidak bisa computer Tidak bisa nyopir Tidak pandai memasak Tidak bisa menjahit Tidak bisa reparasi Tidak bisa memotong rambut Mudah terpengaruh Tidak pandai menulis Tidak bisa tata rias Tidak bisa dekorasi Tidak pandai mendongeng Tidak pandai berbahasa inggris Tidak fasih baca alquran Analisa kurang Tidak suka diskusi Tidak pandai bergaul

HANDOUT MODUL 2

PERSEPSI POSITIF

Persepsi merupakan respon kognitif yang didahului oleh proses penginderaan. Stimulus yang diindera kemudian diorganisir dan

diinterpretasikan, sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diinderanya. Melalui proses penginderaan yang ditangkap oleh alat indera yang dimiliki individu, stimulus tersebut menjadi sesuatu yang berarti setelah diorganisasikan dan diinterpretasikan melalui persepsi individu, sehingga individu akan menyadari tentang keadaan disekitarnya dan keadaan dirinya sendiri. Persepsi mencakup kognisi, jadi persepsi meliputi penafsiran objek berdasarkan sudut pandang pengalaman individu yang bersangkutan. Persepsi mencakup penerimaan stimulus, pengorganisasian stimulus dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Persepsi merupakan aktifitas yang terintegrasi di dalam diri individu

sehingga apa yang ada dalam diri individu turut aktif dalam mempersepsi. Persepsi dipengaruhi oleh perasaan, kemampuan berpikir dan pengalamanpengalaman yang dimiliki individu, sehingga hasil persepsi akan berbeda antar individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah pertama ; pihak perilaku persepsi, jika individu memandang sebuah objek maka ia akan mencoba menafsirkan apa yang dilihatnya. Penafsiran itu sangat dipengaruhi oleh karakteristik pribadi diri individu. Karakteristik pribadi yang relevan sehubungan dengan persepsi diantaranya adalah sikap, motif, kepentingan atau minat, pengalaman masa lalu dan pengharapan. Kedua ; objek yang dipersepsikan, karakteristik objek yang dilihat dapat mempengaruhi apa yang dipersepsikan, misalnya gerakan, bunyi, ukuran dan atribut-atribut yang lain dari objek. Ketiga ; situasi, unsur-unsur lingkungan seperti lokasi, cahaya, panas atau faktor situasional dapat mempengaruhi perhatian. Beberapa hal yang dapat

membedakan persepsi antar individu adalah perhatian, harapan, kebutuhan dan sistem nilai. Keempat ; ciri kepribadian, individu yang berkepribadian percaya diri dengan yang tidak percaya diri akan berbeda persepsinya terhadap objek yang sama. Kelima ; serta gangguan kejiwaan, gangguan jiwa dapat menyebabkan kesalahan persepsi yang biasa disebut halusinasi. Persepsi dapat berkembang sejalan dengan pengalaman yang dilalui individu. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan persepsi individu adalah keadaan psikologis, keluarga, dan kebudayaan. Berdasarkan pengalaman yang dialami oleh individu, maka persepsi pun dapat menjadi positif atau negatif. Persepsi ini pula yang nantinya memunculkan pola pikir mengenai sesuatu. Sehingga individu akan merasakan kenyamanan yang disebabkan oleh persepsi yang positif atau sebaliknya. Persepsi yang negatif dapat mengakibatkan cara berpikir yang negatif, sehingga individu akan mudah untuk mengkritik diri sendiri, mempunyai penilaian negatif terhadap diri sendiri, menolak tanggung jawab dan lain-lain. Sedangkan apabila persepsi positif akan menghasilkan pola pikir yang positif, maka akan timbul keyakinan bahwa setiap masalah akan ada jalan keluarnya. Selanjutnya akan menghasilkan rasa optimisme, kepercayaan diri dan keyakinan yang tinggi akan kemampuan yang dimiliknya.

Lembar Kerja 02

MEMBENTUK PERSEPSI POSITIF


Tuliskan peristiwa-peristiwa yang pernah anda alami dan bagaimana anda menilai peristiwa tersebut

HANDOUT MODUL 3
MANAJEMEN WAKTU

Bagi sebagian besar orang mengalami stres karena tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan semua kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai pekerja. Hal ini biasa dirasakan karena dikejar oleh batas waktu penyelesaian tugas, pembatasan anggaran, persaingan sesama rekan kerja. Persoalan seperti ini tidak jarang melibatkan keahlian individu dalam mengatur diri, terutama mengatur waktu. Kemampuan mengatur waktu tidak terlepas dari kemampuan mengorganisir dan memilih prioritas serta melaksanakannya menurut prioritas. Hal lain yang merupakan kunci dalam mengatur waktu adalah kemampuan untuk menentukan prioritas dan kemampuan untuk mengkonsentrasikan segala upaya pada satu hal dalam satu waktu. Jika individu merasa bahwa waktu yang dimiliki tidaklah cukup untuk melakukan dan menyelesaikan segala pekerjaan dan tanggung jawab, maka individu perlu melakukan proses pembelajaran dari orang lain dan dirinya sendiri. Hal ini mengingatkan pada semua orang bahwa setiap individu memiliki waktu yang sama yakni 24 jam dalam sehari, maka individu harus menentukan skala prioritas pada aktifitas yang dilakukan. Sebagian orang akan menghabiskan waktunya berdasarkan Matrik Manajemen Waktu di bawah ini :

Mendesak I Penting AKTIFITAS : Krisis Masalah yang mendesak Proyek yang digerakkan oleh batas waktu II AKTIFITAS :

Tidak Mendesak

Pencegahan, aktifitas Kemenangan Pribadi Pengembangan hubungan Pengenalan peluang baru Perencanaan, rekreasi

III Tidak Penting AKTIFITAS : Interupsi, beberapa telepon, beberapa pos, beberapa laporan, beberapa pertemuan Urusan mendesak Aktifitas yang populer

IV AKTIFITAS : Hal-hal sepele, kerja sibuk beberapa pos, beberapa telepon Pemborosan waktu Aktifitas yang menyenangkan

Pada matrik di atas aktifitas terbagi menjadi dua, yaitu mendesak (genting) dan penting. Mendesak (genting) berarti memerlukan perhatian segera, sedangkan penting ada hubungan dengan hasil. Jika sesuatu adalah penting, maka sesuatu itu akan menunjang misi individu, nilai individu serta sasaran tertinggi dari target individu. Kuadran I, mendesak sekaligus penting, kuadran ini berhubungan dengan hasil signifikan yang memerlukan perhatian langsung. Kuadran I biasanya disebut sebagai Krisis atau Masalah. Apabila individu berfokus pada Kuadran I, maka kuadran ini menjadi lebih besar dan mendominasi diri. Pada kuadran ini, individu seperti sedang menghadapi ombak yang terus menerpanya, hanya terfokus pada bangkit dan menghadapi gelombang ombak berikutnya. Sehingga hasil yang akan didapat oleh individu apabila Kuadran I mendominasi dirinya adalah stress, keletihan, manajemen krisis dan selalu memadamkan krisis. Hasil tersebut dapat dilihat pada matrik dibawah ini :

I. HASIL :

II IV

Stress Keletihan Manajemen krisis Selalu memadamkan krisis

III

Ada individu-individu lain yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk Kuadran III, mendesak namun tidak penting, sambil berpikir bahwa mereka berada pada Kuadran I. Individu-individu ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka bereaksi terhadap hal-hal penting, dengan mengasumsikan bahwa halhal itu juga penting. Namun kenyataannya adalah kegentingan masalah ini seringkali didasarkan pada prioritas dan harapan orang lain. Sehingga hasilnya dapat dilihat pada matrik di bawah ini :

I
III. HASIL

II IV

Fokus jangka pendek Manajemen krisis Reputasi karakter bunglon Menganggap tujuan dan rencana tidak berharga Merasa menjadi korban, lepas kendali Hubungan dangkal dan putus

Individu-individu yang menghabiskan waktu hampir sepenuhnya pada Kuadran III dan IV pada dasarnya menjalani kehidupan yang tidak bertanggung jawab. Hasil yang diperoleh dapat dilihat pada matrik di bawah ini :

I
III IV

II

HASIL :

Sama sekali tak bertanggung jawab Dipecat dari pekerjaan Bergantung pada orang lain atau lembaga untuk hal-hal mendasar

Individu yang efektif berada di luar Kuadran III dan IV karena genting atau tidak, hal-hal tersebut memang tidak penting. Mereka juga mengurangi Kuadran I dengan memperbanyak menggunakan waktu di Kuadran II. Kuadran II adalah inti dari manajemen waktu, yang juga menggambarkan manajemen pribadi yang efektif. Kuadran ini berhubungan dengan hal-hal yang tidak genting, tetapi penting. Ia berhubungan dengan hal-hal seprerti membina hubungan, menulis pernyataan misi pribadi, perencanaan jangka panjang, latihan, pemeliharaan pencegahan, persiapan mengenai semua hal yang individu tahu perlu dikerjakan. Sehingga hasilnya dapat di lihat pada matrik di bawah ini :

II

HASIL

Visi, Perpsektif Keseimbangan Disiplin Kontrol Beberapa krisis

Empat pilar pada manajemen waktu secara efektif adalah pertama, menentukan peran (Identifying Roles). Banyak individu secara nyata tidak berpikir tentang peran yang mereka lakukan dalam hidup. Tugas yang pertama menuliskan peran kunci dalam hidup. Misalnya sebagai suami / istri, karyawan / karyawati, sehingga individu dapat menentukan fokus peran yang akan dilakukannya. Kedua, menentukan tujuan (Selecting Goals). Langkah selanjutnya individu menentukan hasil yang ingin dicapai pada setiap peran yang dipilih selama jangka waktu tertentu dan terbatas. Idealnya tujuan jangka pendek harus merupakan bagian yang terintegrasi dari tujuan jangkan panjang. Ketiga, penjadwalan (Scheduling).Tujuan jangka pendek, misalnya minggu depan, harus didefinisikan. Misal ingin meningkatkan kemampuan presentasi, meningkatkan kemampuan menjual, meningkatkan percepatan penyelesaian tugas di kantor. Pada tahap ini perlu mengidentifikasikan peran dan menentukan tujuan, kemudian menjabarkan setiap tujuan pada hari-hari tertentu dalam minggu ini sebagai prioritas yang ditentukan. Keempat adalah adaptasi (Daily Adapting), individu tetap mampu menyesuaikan dengan peristiwa-peristiwa sehari-hari yang tidak direncanakan dan tidak ragu-ragu untuk menghadapinya.

Lembar Kerja 03

TARGET PEKERJAAN SAYA


Tulislah target-target yang akan dicapai dalam pekerjaan anda.

Target

Waktu

.................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... .................................................................................................... ....................................................................................................

Lembar Kerja 04

TARGET SATU BULAN


Inilah target satu bulan ini yang bisa saya capai.
Bulan : Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu

Alasan/Catatan:
............................................................................................................. ............................................................................................................. .............................................................................................................

Lembar Kerja 05

TARGET SATU MINGGU


Inilah target satu minggu ini yang bisa saya capai.
Hari
Tgl Jam

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

Jumat

Sabtu

Minggu

6-7 78 89 9 10 10 11 11 - 12 12 1PM 12 23 34 45 56 67 78 89 9 10 10 11 11 12 12 1AM 12 23 34 45 56

Alasan/Catatan:
.............................................................................................................

Lembar Kerja 06

TARGET SATU HARI / HARIAN


Inilah target satu hari ini yang bisa saya capai.

Hari / Tanggal : .....................................


Prioritas Cek Ok!

No. 1

Target

10

Alasan/Catatan:
............................................................................................................. .............................................................................................................

HANDOUT MODUL 4

DAYA JUANG

Daya juang atau adversity qoutient merupakan konsep tentang potensi manusia berupa kemampuan untuk menghadapi dan mengatasi masalah hidup berupa kesulitan atau hambatan. Daya juang merupakan respon individu terhadap kesulitan yang dihadapi berupa respon yang dapat berfungsi bertahan (tidak berputus asa atau mengundurkan diri) dan menghadapi kesulitan untuk diselesaikan. Respon ini merupakan respon persepsi di mana didalamnya terdapat peran kognitif dalam memandang permasalahan kesulitan yang dihadapi. Daya juang berkaitan dengan respon individu dalam menghadapi suatu stimulus dari luar dan dari dalam diri. Dengan mengetahui bagaimana individu memposisikan dirinya atas stimulus akan menjelaskan bagaimana individu mampu menguasai diri dan mengendalikan situasi yang berhubungan dengan dirinya. Kemampuan menguasai dan mengendalikan yang tinggi berarti individu memiliki kemampuan dalam menghadapi kesulitan yang dihadapinya, demikian pula sebaliknya. Aktifitas yang dilakukan manusia adalah upaya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Daya juang menjelaskan bahwa dorongan individu dalam mencapai tujuan adalah dorongan untuk mendaki. Tujuan ini adalah tujuan yang berhubungan dengan pencapaian kebutuhan aktualisasi diri, sedang yang dimaksud dengan mendaki adalah pertumbuhan dan perbaikan hidup pada individu. Hal ini menunjukkan pula, apa bila energi pendorong pada individu memadai, maka ia akan terus beraktifitas, dan sebaliknya, bila energi pendorong tersebut melemah maka individu akan berhenti upayanya dalam mencapai aktualisasi diri. Tiga jenis individu dalam hubungannya dengan energi untuk mendaki dan menghadapi hambatan-hambatan yang menyertai upaya tersebut. Secara

berurutan dari yang terendah sampai yang tertinggi adalah quitters, campers dan climbers. Quitters merupakan orang-orang yang tidak ada keinginan untuk mendaki dan bahkan berhenti. Individu ini tidak memiliki energi untuk mencapai kebutuhan aktualisasi diri. Mereka cenderung untuk menghindar dari tantangan-tantangan yang nantinya akan dihadapi. Mereka merasa cukup dengan semua yang sudah diperoleh dan berharap (dengan mengambil sikap ini) tidak akan mendapat tantangan-tantangan kehidupan daripada apabila mereka mendaki. Semangat individu minim sehingga kualitas kerja rendah dan menjadi tidak kreatif. Campers diibaratkan seperti orang-orang yang sedang berkemah. Campers mengarah pada individu-individu yang telah berusaha melakukan pendakian atau berusaha mencapai tujuan, namun kemudian berhenti ketika mencapai pada tingkat tertentu dan merasa telah cukup sukses sehingga ia berhenti dalam mendaki. Berhentinya upaya untuk memperjuangkan aktifitas diri berarti ia telah berhenti mendaki. Individu ini termasuk merugi karena ia tidak berupaya mencapai puncak yang bisa dicapainya. Pada dasarnya campers berupaya menghindari pengalaman yang mungkin dapat mengakibatkan perubahan besar. Climbers berarti pendaki. Climbers adalah sebutan untuk individu yang semua hidup membaktikan diri untuk pendakian. Tanpa menghiraukan latar belakang, keuntungan atau kerugian nasib baik atau buruk, ia terus mendaki. Climbers selalu berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan untuk mencapai aktifitas diri dengan tidak pernah membiarkan hambatan-hambatan menghalangi pendakiannya. Individu tipe climbers memiliki keyakinan bahwa segala hal bisa dan akan terlaksana meskipun orang lain bersikap negatif dan menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin ditempuh dan climbers selalu yakin akan menemukan cara membuat segala sesuatu terjadi karena climbers tidak pernah khawatir pada resiko dan yakin akan adanya keberhasilan atas usaha-usaha yang

ditempuhnya. Ketiga jenis individu diatas bukanlah bersifat bawaan, melainkan dapat dipelajari dan dilatih. Sehingga pengalaman dan persepsi individu sangat berpengaruh terhadap terbentuknya ketiga jenis daya juang tersebut.

Lembar Kerja 07

DAYA JUANG
Tulislah hambatan-hambatan yang biasa anda alami dan bagaimana anda meresponnya. No Hambatan Internal Eksternal Respon

KESIMPULAN Anda termasuk Jenis Individu .

DAFTAR PUSTAKA

Covey, S.R.,1997. The 7 Habits of Highly Effective People. Jakarta : Binarupa Aksara Noe, R.A. 2002. Employee Training and Development, Second Edition. New York : McGraw-Hill. Spector, E.P.I; OConnell, J.B ; Chen, Y.P. 2000. A Longitudinal Study of Relations Between Job Stressors and Jos Strains While Controlling for Prior Negative Affectivity and Strains. Journal of Applied Psychology. Vol.85, No.2, 211-218. Stoltz, P. G.,1997. Adversity Quotient : Turning Obstacles Into Opportunities. New York : John Wiley & Sons, Inc