P. 1
eksp revisi Masterplan MINAPOLITAN 2012 new.pdf

eksp revisi Masterplan MINAPOLITAN 2012 new.pdf

|Views: 787|Likes:
Dipublikasikan oleh Hari Setiawan

More info:

Published by: Hari Setiawan on Feb 27, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/08/2014

pdf

text

original

PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN

Jl. Raya Labuan Km 2 Telp/Fax. 0253-201083 Pandeglang 42212

Minapolitan

adalah

konsepsi
pembangunan ekonomi kelautan dan
perikanan berbasis kawasan berdasarkan
prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi,
berkualitas dan percepatan.
Kawasan minapolitan adalah suatu
bagian wilayah yang mempunyai fungsi
utama ekonomi yang terdiri dari sentra
produksi, pengolahan, pemasaran
komoditas perikanan, pelayanan jasa,
dan atau kegiatan pendukung lainnya.

(Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.PER.12/MEN/2010 )

1.Kabupaten Pandeglang adalah salah satu dari 322 Kawasan
Minapolitan di 30 Provinsi di Indonesia dengan bidang
pengembangan adalah perikanan budidaya kekerangan dan
rumput laut
2.Penetapan Lokasi berdasarkan SK. Menteri Kelautan dan
Perikanan No.KEP.39/MEN/2011 tentang perubahan SK.
Menteri Kelautan dan Perikanan No.KEP.32/MEN/2010 tentang
penetapan kawasan minapolitan dan dipertegas dengan SK
Bupati No. 523/Kep.246-Huk/2010 tentang Penetapan Lokasi
Minapolitan Kabupaten Pandeglang Tahun 2010.
3.Berdasarkan issue dan permasalahan pembangunan
perdesaan saat ini, pengembangan Kawasan Minapolitan
merupakan alternatif solusi untuk pengembangan wilayah
(perdesaan). Kawasan Minapolitan diartikan sebagai sistem
fungsional desa-desa yang ditunjukkan dari adanya hirarki
keruangan (pusat Minapolitan dan desa-desa disekitarnya).
4.Kawasan Minapolitan dicirikan dengan kawasan perikanan
yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem
dan usaha minabisnis dipusat Minapolitan yang dapat
melayani dan mendorong kegiatan-kegiatan pembangun
perikanan (minabisnis) diwilayah sekitarnya

MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

Mengidentifikasi wilayah potensial pengembangan
Minapolitan yang telah ditetapkan dalam RTRW
Kabupaten Pandeglang (2011
2031).
Melakukan koordinasi lintas sektoral untuk
menjaring dan mengakomodir isue
isue yang
berkembang

mengenai

perencanaan,
pemanfaatan, pengendalian pemanfaatan ruang di
sekitar Minapolitan.
Mengakomodir peraturan dan rujukan baru
kebijaksanaan baru terhadap produk perencanaan
khususnya tata ruang, baik yang dilakukan oleh
pusat, daerah maupun sector mengenai
Minapolitan.
Menyusun Masterplan Minapolitan melalui
Penataan Ruang Minapolitan yang akan dijadikan
sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Tindak
Pengembangan Minapolitan.

Teridentifikasikannya berbagai kebijakan
perencanaan/ pengembangan yang berkaitan
dengan pengembangan Minapolitan
Penjabaran

secara

detail

kebijakan
pengembangan Minapolitan yang tertuang
dalamRencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Pandeglang
Teridentifikasikannya berbagai prasarana dan
sarana (infrastruktur) Minapolitan dalam
menunjang pertumbuhan kegiatan ekonomi
sekitar kawasan.
Tersusunnya Masterplan Minapolitan yang
terintegrasi dan implementatif.
Tersusunnya program sektor yang mendukung
pengembangan Minapolitan beserta tahapan
pembangunannya.

SASARAN :

DASAR HUKUM

1.UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor

45 Tahun 2009.

2.UU Nomor 32 TAHUN 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, seblah diubah terakhit dengan Undang-undang
Nomor 12 Tahun 2008
3.UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
4.UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.
5.Undang-undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil.
6.Peranturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2002 tentang Usaha Perikanan.
7.Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan No 34/MEN/2002 Tentang Pedoman Umum Penataan Ruang
Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil
8.Peranturan Menteri Kelautan dan Perikaman Nomor : Per.06/Men/2010 tentang Tahun 2007 tentang
Rencana Strategis kementrian Kelautan dan Perikanan.
9.Peranturan Menteri Kelautan dan Perikaman Nomor : Per.12/Men/2010 tentang Minapolitan

10.Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor Per.18/Men/2012 Tentang Pedoman Penyusunan
Rencana Induk Pengembangan Kawasan Minapolitan

11.Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan No. : Kep.32/Men/2010 tentang Penetapan Minapolitan.
12.Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor Kep.18/Men/2011 tentang
pedoman umum Minapolitan

13.Perda Provinsi Banten No. 2 Tahun 2011 Tentang RTRW Provinsi Banten tahun 2010-2030
14.Perda Kabupaten Pandeglang No.3 Tahun 2011 Tentang RTRW Kabupaten Pandeglang tahun 2011-2031

15.Keputusan Bupati Pandeglang No. 523/Kep.246-Huk/2010 tentang Penetapan Lokasi Minapolitan
Kabupaten Pandeglang tahun 2010

16.Keputusan Bupati Pandeglang No. 523/Kep.159-Huk/2011 tentang Pembentukan Kelompok Kerja
Pengembangan Kawasan Minapolitan Kabupaten Pandeglang

I. LINGKUP WILAYAH KAJIAN

Kecamatan Panimbang dan Kecamatan Sumur Kabupaten
Pandeglang.

II. LINGKUP KAJIAN

A. PERSIAPAN
Penyusunan agenda pelaksanaan;
Membentuk tim pelaksana yang terdiri dari tim pengarah, tim
teknis, dan tim supervisi;
Mobilisasi personal dan pembauatan checklist

B. PENGUMPULAN DATA DAN INFORMASI TERKAIT
1.Data Perekonomian
2.Data Minabisnis Perikanan Budidaya
3.Sarana Prasarana Pendukung
4.Infrastruktur
5.Sarana Prasarana Pendukung
6.Infrastruktur
7.Data Sosial
8.Data Kelembagaan
9.Data Lingkungan
10.Multiplier Effect Dan Kegiatan Yang Sinergis
11.Kesesuaian Dengan Dokumen Perencanaan Wilayah
12. Kebutuhan Peta

Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor Per.18/Men/2012 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Minapolitan

C. IDENTIFIKASI DAN ANALISIS
1.Identifikasi potensi daya dukung lahan dan penetapan
batas sentra produksi;
2.Identifikasi pola aliran/pergerakan orang/barang/
produk dari wilayah hinterland, pusat permukiman,
pusat sentra produksi ke pusat kawasan dan ke outlet
pemasaran;
3.Potensi pengembangan sistem dan usaha
minapolitan; dan
4.Perkiraan kebutuhan pengembangan prasarana
sarana pendukung pengembangan kawasan.

D. PENGEMBANGAN STRATEGI
1.visi dan misi pengembangan kawasan minapolitan;
2.kebijakan pengembangan; dan
3.strategi pengembangan kawasan minapolitan.

E. KONSULTASI PUBLIK
Untuk memperoleh kesamaan visi dan misi
Pengembangan Kawasan Minapolitan, disamping
sebagai pelaksanaan kewajiban peran serta masyarakat
dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan
Kawasan Minapolitan, sehingga masyarakat luas dapat
ikut terlibat secara aktif sejak awal tahap perencanaan.

REVISI MASTERPLAN
MINAPOLITAN KABUPATEN
PANDEGLANG TAHUN 2012

F. PERUMUSAN RENCANA INDUK
1.Rencana pengembangan kawasan merupakan hasil konsultasi
publik;
2.Memuat rencana tata ruang berbagai aktivitas yang
dikembangkan yaitu sistem usaha minabisnis dan jasa
pendukung, juga memuat rencana non fisik ruang seperti
rencana pengembangan komoditi, SDM, kelembagaan, dan
system pengaturan;
3.Mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang, perumusan rencana disesuaikan dengan
Pasal 51 yaitu memuat struktur ruang, pola ruang, arahan
pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang;
4.Merinci rencana sistem prasarana sarana minabisnis lintas
sektor.
Rumusan konsep Rencana Induk dilengkapi peta-peta dengan
tingkat ketelitian minimal skala 1 : 50.000, minimal meliputi :
1.Rencana struktur ruang kawasan;
2.Rencana pola pemanfaatan ruang kawasan;
3.Rencana pengelolaan kawasan lindung dan budidaya; dan
4.Rencana sistem sarana dan prasarana transportasi,
telekomunikasi, penyediaan energi, irigasi, air bersih dan
pengelolaan lingkungan.

REVISI MASTERPLAN
MINAPOLITAN KABUPATEN
PANDEGLANG TAHUN 2012

TINJAUAN KEBIJAKAN
PENGEMBANGAN WILAYAH DAN
PERIKANAN

Tabel IV.1
KEDUDUKAN KECAMATAN PANIMBANG DAN SUMUR
DALAM KONSTELASI REGIONAL KABUPATEN DAN PROVINSI

No

Jenis Kawasan/Kegiatan

Lokasi Kawasan

Skala Kegiatan

I

Kecamatan Panimbang

1.1 Pusat Perkotaan Panimbang

Pusal Kawasan Wilayah Prmosi (PKWp)

Sub Pusat Kegiatan

1.2 Kawasan Strategis Provinsi

Kawasan Pariwisata Tanjung Lesung

Provinsi dan Nasional (Future)

1.3 Kawasan Rencana Bandara

Kawasan Panimbang/Sobang

Nasional

1.4 Kawasan Rencana Jalan Tol

Kawasan Panimbang/Sobang

Regional

1.5 Pusat Produksi Padi

Sentra Tanaman Padi

Provinsi

1.6 Kawasan Perikanan Laut

1. Kawasan Pengembangan Nelayan Panimbang, Citeureup Provinsi
2. Depurasi Kekerangan (Kerang Hijau)

Provinsi

3. Kawasan Minapolitan Kekerangan

Nasional (Tahun 2010)

1.7 Kawasan Konservasi Mangroove Kawasan Penangkaran Mangrove Citeureup

Nasional

1.8 Kawasan Tambak Udang

Kawasan Tambak Udang Seledeungeun/ Panimbangjaya Provinsi

1.9 Kawasan Dermaga/Pelabuhan

Kawasan Pantai Panimbang

Regional

II

Kecamatan Sumur

2.1 Pusat Perkotaan Sumur

Pusal Pengembangan Kawasan (PPK)

Sub Pusat Kegiatan

2.2. Kawasan Lindung

Taman Nasional Ujung Kulon

Nasional

2.3 Kawasan Perikanan Laut

1. Kawasan Pengembangan Nelayan Sumur dan
Tamanjaya

Provinsi

2. Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Cigorondong

Provinsi

3. Kawasan Minapolitan Rumput Laut

Nasional (Tahun 2010)

2.4 Kawasan Wisata Sumur

1. P. Panaitan Resort

Regional

2. P. Umang Resort
3. Wisata Ciputih Resort

Sumber : RTRW Provinsi Banten, 2010 -2030

RTRW Kab. Pandeglang 20112031

Menciptakan keseimbangan antara fungsi kawasan sebagai kawasan lindung dan kawasan

budidaya.

Pemanfaatan kawasan lindung terdiri atas: kawasan suaka alam, kawasan pelestarian
alam, kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan, kawasan perlindungan bawahan,
kawasan perlindungan setempat, dan kawasan rawan bencana alam.
Kawasan budidaya terdiri atas: kawasan hutan produksi, kawasan pertanian, kawasan
perikanan, kawasan perkebunan, kawasan peternakan, kawasan pariwisata, kawasan
permukiman, kawasan industri, kawasan pertambangan, dan kawasan perdagangan.

1. KONSEP DAN STRATEGI POLA RUANG WILAYAH
PROVINSI BANTEN

Penataan kawasan perdesaan sebagai kawasan permukiman diarahkan memiliki dan
dilengkapi dengan pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan
ekonomi.

Untuk mendorong pengembangan perdesaan dilakukan pembentukan kawasan
agropolitan melalui keterkaitan kawasan perkotaan – perdesaan.
Penataan kawasan perkotaan dilakukan sesuai dengan fungsi dan peran masing-masing
yakni sebagai pusat kegiatan ekonomi wilayah, pusat pengolahan dan distribusi hasil
pertanian, perdagangan, jasa, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta transportasi,
pergudangan dan sebagainya.
Konsep dan strategi untuk penataan kawasan tertentu, yakni. dilakukan melalui
pembentukan cluster, pengembangan transportasi masal antar wilayah, membentuk
kawasan perkotaan baru mandiri, penyediaan ruang terbuka hijau yang memadai.

2. KONSEP DAN STRATEGI PENATAAN KAWASAN PERDESAAN,
KAWASAN PERKOTAAN, DAN KAWASAN TERTENTU

KONSEP
PENGEMBANGAN KAWASAN

PETA RAHAN ZONASI KAWASAN PESISIR PROVINSI BANTEN

3. TUJUAN PENATAAN RUANG WILAYAH KABUPATEN PANDEGLANG

•Mengoptimalkan dan mensinergikan pemanfaatan sumberdaya daerah secara
berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat .
•Menyeimbangkan dan menyerasikan perkembangan antarwilayah serta
antarsektor dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.
•Meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang semakin baik dan mencegah serta
menanggulangi dampak negatif terhadap lingkungan .
•Mendorong perkembangan pandeglang selatan agar lebih maju sebagai wujud
pemerataan pembangunan di kabupaten pandeglang.
•Mensejajarkan pertumbuhan dan perkembangan sosial ekonomi kabupaten
pandeglang dengan kemajuan wilayah lain di provinsi banten

STRUKTUR TATA RUANG KABUPATEN PANDEGLANG

RENCANA POLA RUANG KABUPATEN PANDEGLANG

KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN PANDEGLANG

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN
KABUPATEN PANDEGLANG (1)

PENGEMBANGAN BUDIDAYA PERTANIAN/PERIKANAN :

Mengembangkan kegiatan budidaya unggulan di dalam kawasan budidaya beserta
prasarana pendukungnya secara sinergis dan berkelanjutan untuk mendorong
pengembangan perekonomian kawasan dan wilayah sekitarnya
Mengembangkan kegiatan budidaya untuk menunjang aspek politik, pertahanan dan
keamanan, sosial budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi
Mengembangkan dan melestarikan kawasan budidaya pertanian pangan untuk
mendukung perwujudan ketahanan pangan
Mengembangkan pulau-pulau kecil dengan pendekatan gugus pulau untuk
meningkatkan daya saing dan mewujudkan skala ekonomi
Mengembangkan kegiatan pengelolaan sumber daya kelautan yang bernilai ekonomi
tinggi di wilayah laut

PENGEMBANGAN KAWASAN PERUNTUKAN PERIKANAN :

Perikanan Tangkap
Perikanan Budi Daya
Pengolahan Ikan
Kawasan Minapolitan.

Kawasan perikanan tangkap dengan luas kurang lebih 374 Ha meliputi:

•Kecamatan Sumur
•Kecamatan Labuan
•Kecamatan Panimbang
•Kecamatan Carita
•Kecamatan Cigeulis
•Kecamatan Cikeusik
•Kecamatan Sukaresmi
•Kecamatan Cibitung dan
•Kecamatan Cimanggu

Kawasan perikanan budi daya seluas kurang lebih 5.727 Ha terdiri atas:
a.Perikanan budi daya laut meliputi:
•Kecamatan Sumur
•Kecamatan Cigeulis dan
•Kecamatan Panimbang.

b. Perikanan Budi daya air payau di perairan umum Pantai Barat Pandeglang meliputi:

•Kecamatan sumur
•Kecamatan Panimbang
•Kecamatan Cikeusik
•Kecamatan Sukaresmi dan
•Kecamatan Carita

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN
KABUPATEN PANDEGLANG (2)

c. Perikanan budi daya air tawar dialokasikan pada perairan umum tersebar di areal
persawahan khususnya Pandeglang Utara dan Pandeglang Tengah.
Kawasan pengolahan hasil perikanan seluas kurang lebih 50 Ha dengan lokasi :

•Kecamatan Labuan
•Kecamatan Panimbang
•Kecamatan Cikeusik
•Kecamatan Sumur
•Kecamatan Carita dan
•Kecamatan Sukaresmi.

Pengembangan kawasan minapolitan seluas kurang lebih 875 Ha dengan lokasi:

•Kecamatan Panimbang
•Kecamatan Sumur.

Pangkalan pendaratan ikan atau tempat pelelangan ikan meliputi:

•Kecamatan Labuan
•Kecamatan Carita
•Kecamatan Sukaresmi
•Kecamatan Panimbang
•Kecamatan Cikeusik
•Kecamatan Cibitung dan
•Kecamatan Sumur.

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN
KABUPATEN PANDEGLANG (3)

Perwujudan kawasan peruntukan perikanan meliputi:

•Pengembangan agribisnis perikanan
•Peningkatan pengelolaan budi daya perikanan
•Penetapan batas kawasan
•Pengembangan kawasan minapolitan
•Pengendalian baku mutu perairan kawasan dan
•Pengembangan sarana dan prasarana produksi dan pemasaran hasil perikanan.

Ketentuan umum peraturan zonasi kawasan peruntukan kegiatan perikanan disusun
dengan ketentuan:

•Kegiatan yang diperbolehkan meliputi aktivitas pendukung perikanan, budi daya
perikanan, perikanan organik, perikanan tangkap, pengolahan dan pemasaran hasil
perikanan, penelitian dan wisata
•Diperbolehkan permukiman petani dan/atau nelayan dengan kepadatan rendah
•Diperbolehkan bangunan pengolahan hasil ikan, balai pelatihan teknis,
pengembangan sarana dan prasarana pengembangan produk perikanan, pusat
pembenihan (breeding centre)
•Tidak boleh kegiatan budi daya perikanan yang mengganggu kualitas air dan
ekosistem lingkungan.

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PERIKANAN
KABUPATEN PANDEGLANG (4)

IDENTIFIKASI LOKASI
KAWASAN MINAPOLITAN
KECAMATAN PANIMBANG
DAN
KECAMATAN SUMUR
KABUPATEN PANDEGLANG

POTENSI KELAUTAN KABUPATEN
PANDEGLANG

•Di Kabupaten Pandeglang terdapat 18 sungai
besar dan 17 sungai kecil dengan 5 buah Daerah
Aliran Sungai (DAS) sepanjang 835 km. Sungai
tersebut bermuara di Samudra Indonesia dan Selat
Sunda,
•Pandeglang merupakan wilayah pesisir dengan
panjang pantai 307 Km dan yang dapat
dimanfaatkan diluar kawasan lindung sepanjang
240 km.
•Jumlah penduduk di Kabupaten Pandeglang pada
Tahun 2008 berjumlah 1,146,067 jiwa, (584,503
laki-laki dan 561,564 perempuan) sedang pada
Tahun 2009 berjumlah 1,149,064 jiwa, (588,126
laki-laki dan 560,938 perempuan)
•Kepadatan Penduduk Kabupaten Pandeglang tahun
2009 rata-rata 409 jiwa/Km² (luas 274.689,91 Ha,
penduduk 1,149,064 jiwa). Kecamatan terpadat
adalah Kecamatan Labuan sebesar 3.500
jiwa/Km² dan Kecamatan terendah adalah
Kecamatan Sumur sebesar 84 jiwa/Km. Jumlah
tersebut 10,62 % tinggal di perkotaan dan 89,38 %
tinggal di daerah pedesaan

0

200000

400000

600000

800000

1000000

1200000

1400000

PEREMPUAN
LAKI-LAKI

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->