APA ITU KMS?

Kartu Menuju Sehat untuk Balita (KMS-Balita) adalah alat yang sederhana dan murah, yang dapat digunakan untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak. Oleh karenanya KMS harus disimpan oleh ibu balita di rumah, dan harus selalu dibawa setiap kali mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan dan dokter. KMS-Balita menjadi alat yang sangat bermanfaat bagi ibu dan keluarga untuk memantau tumbuh kembang anak, agar tidak terjadi kesalahan atau ketidakseimbangan pemberian makan pada anak. KMS-Balita juga dapat dipakai sebagai bahan penunjang bagi petugas kesehatan untuk menentukan jenis tindakan yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan dan gizi anak untuk mempertahankan, meningkatkan atau memulihkan kesehatannya. KMS balita berisi catatan penting tentang pertumbuhan, perkembangan anak, imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak, pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI, pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas/RS. KMS balita juga berisi pesan-pesan penyuluhan kesehatan dan gizi bagi orang tua balita tentang kesehatan anaknya.

1

GAMBAR KMS-BALITA

2

APA MANFAAT KMS-BALITA?

Manfaat KMS-Balita adalah : • Sebagai media untuk mencatat dan memantau riwayat kesehatan balita secara lengkap, meliputi : pertumbuhan, perkembangan, pelaksanaan imunisasi, penanggulangan diare, pemberian kapsul vitamin A, kondisi kesehatan anak pemberian ASI eksklusif, dan Makanan Pendamping ASI. • Sebagai media edukasi bagi orang tua balita tentang kesehatan anak • Sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan oleh petugas untuk menentukan penyuluhan dan tindakan pelayanan kesehatan dan gizi.

KMS - Balita dapat berguna, apabila memperhatikan hal-hal sbb : Penimbangan dan deteksi tumbuh kembang balita dilakukan setiap bulan Semua kolom isian diiisi dengan benar Semua keadaan kesehatan dan gizi anak dicatat Orang tua selalu memperhatikan catatan dalam KMS-Balita Kader dan petugas kesehatan selalu memperhatikan hasil penimbangan Setiap ada gangguan pertumbuhan anak, dicari penyebabnya dan dilakukan tindakan yang sesuai. Penyuluhan gizi dalam bentuk konseling dilakukan setiap kali anak selesai ditimbang dan hasil penimbangannya dicatat dalam KMS KMS - Balita disimpan oleh ibu balita dan selalu dibawa setiap mengunjungi posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk bidan/dokter.

3

4 .

Balita Tidak naik berat badannya bila : • Garis pertumbuhannya turun. dan dihubungkan antara titik berat badan pada KMS dari hasil penimbangan bulan lalu dan hasil penimbangan bulan ini. Pada balita yang sehat.BAGAIMANA CARA MEMANTAU PERTUMBUHAN BALITA? Pertumbuhan balita dapat diketahui apabila setiap bulan ditimbang. hasil penimbangan dicatat di KMS. tetapi pindah ke pita warna dibawahnya. mengikuti pita pertumbuhan sesuai dengan umurnya. atau • Garis pertumbuhannya mendatar. Balita Naik berat badannya bila : • Garis pertumbuhannya naik mengikuti salah satu pita warna. berat badannya akan selalu naik. 5 . atau • Garis pertumbuhannya naik. Rangkaian garis-garis pertumbuhan anak tersebut membentuk grafik pertumbuhan anak. atau • Garis pertumbuhannya naik pindah ke pita warna diatasnya.

Berat badan balita tiga bulan berturut-turut tidak naik (3T). artinya balita mengalami gangguan pertumbuhan. sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/Rumah Sakit.Berat badan balita di bawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami gangguan pertumbuhan dan perlu perhatian khusus. sehingga harus langsung dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit. 6 .

jika : • Berat badannya selalu naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna di atasnya. 7 .Balita tumbuh baik bila : Garis berat badan anak naik setiap bulannya Balita sehat.

ANAK SEHAT BERTAMBAH UMUR BERTAMBAH BERAT 8 .PESAN: Untuk mengetahui pertumbuhan balita. anak harus ditimbang setiap bulan secara rutin.

BAGAIMANA CARA MENGISI KMS-BALITA Selain terdapat grafik pertumbuhan dan pesan-pesan penyuluhan. 7. dalam KMS balita terdapat juga kolom-kolom yang harus diisi yaitu tentang identitas anak. pemberian ASI-eksklusif. maka KMS harus diisi secara benar dengan mempertimbangkan beberapa masalah yang sering timbul. 2. pemberian makanan anak dan rujukan ke Puskesmas. 3. 4. imunisasi. Ketidak-akuratan pencatatan umur anak Kesulitan memperoleh informasi tanggal/bulan lahir Kesalahan menimbang Kesalahan penempatan titik berat badan pada grafik Kesulitan memahami arti pita warna pertumbuhan Kesulitan menginterpretasikan grafik pertumbuhan anak Kesulitan melakukan tindakan yang efektif 9 . yaitu : 1. 5. MPASI. Agar KMS -Balita dapat dipakai untuk melakukan tindak lanjut pelayanan kesehatan dan gizi secara tepat. kondisi infeksi/infestasi cacing/ISPA/Anemia/TBC paru/penyakit lain. pemberian kapsul vitamin A. 6.

Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaran Pada halaman muka KMS.Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengisi KMS. setiap petugas puskesmas diharapkan dapat mempelajari secara seksama petunjuk pengisian KMS. sesuai dengan nomor registrasi yang ada di 10 . sesuai dengan Langkah pertama. PENGISIAN KMS-BALITA A. dan Langkah ketiga. isilah nama anak dan nomor pendaftaran posyandu. sebelum anak ditimbang. PADA PENIMBANGAN PERTAMA Pada penimbangan pertama. Langkah kedua. kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu.

Langkah kedua: Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman dalam KMS-Balita 1. Kolom "anak yang ke" diisi nomor urut kelahiran anak dalam keluarga (termasuk anak yang meninggal). CATATAN *) • Bila ada kartu kelahiran. tuntun untuk mengingat umur anak (dalam bulan). 6. 8. bulan dan tahun anak didaftar pertama kali. *) 7. Kolom "Tanggal pendaftaran" diisi tanggal. 11 . dalam satuan gram. kemudian perkirakan bulan lahir anak. tetapi ibu ingat. perkirakan bulan nasional / masehi-nya dan catat. Kolom “Tanggal lahir” diisi bulan dan tahun lahir anak. dan catat. Kolom "alamat" diisi alamat anak menetap. "Berat Badan Lahir" ini kemudian dicantumkan dalam grafik KMS pada bulan "0". Kolom "posyandu" diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar 2. 3. Kolom "Laki-laki" diisi tanda √ apabila anak tersebut laki-laki dan demikian pula bila perempuan. catat tanggal lahir anak sesuai jawaban ibu • Bila ibu ingat bulan Hijriah/Jawa. sama seperti halaman depan KMS 4. 9. Kolom "Nama ayah" dan "Nama Ibu" beserta pekerjaannya diisi nama dan pekerjaan ayah dan ibu anak tersebut. • Bila ibu tidak ingat bulan lahir. 5. Kolom "Berat Badan Lahir" diisi angka hasil penimbangan berat badan anak saat dilahirkan. Kolom "Nama anak" diisi nama jelas anak. catat bulan lahir anak dari kartu tersebut • Bila tidak ada kartu kelahiran.

Oktober 2000.Langkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahir Selanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0. 12 . maka cantumkan bulan Agustus 2000 di kolom tersebut. Kemudian isi semua kolom bulan September 2000. kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutan Misalnya : Bulan lahir anak Agustus 2000. dan seterusnya.

Contoh : Rudi dalam penimbangan bulan Mei 2000 berat badannya 7. Misal : • Anak tidak mau makan • Anak sakit panas • Anak diare • Anak diberi nasi tim • Ibu meninggal • Ayah di-PHK • Anak dikirim ke Puskesmas 13 . pada garis tegak (lihat contoh). Langkah kelima: Mencatat keadaan kesehatan. makanan dan keadaan lainnya. maka hanya ada satu titik berat badan dan tidak bisa dibuat garis.5 kg. letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan).Langkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMS-Balita Setelah anak ditimbang. Karena baru satu kali ditimbang. Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mempengaruhi kesehatannya. sesuai bulan bersangkutan.

14 .Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan (lihat contoh disamping) Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 611 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus.

karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat.Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif • • Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0.1. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-). PADA PENIMBANGAN KEDUA DAN SETERUSNYA 15 .4. Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan. 2 dan 3 diisi E0. 1. E2 dan E3. maka kolom 0.3. E1. B.2.

hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus. kader/petugas kesehatan dapat melakukan konseling atau dialog dengan ibu balita tentang pertumbuhan anaknya serta membantu ibu dalam memecahkan masalah pertumbuhan anaknya. maka jika anak diberi kapsul vitamin A. Jika jarak antara penimbangan bulan ini dan penimbangan sebelumnya lebih dari satu bulan. sesuai dengan arah grafik. Lakukan langkah kelima Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan. maka titik berat badan bulan ini tidak dapat dihubungkan dengan titik berat badan sebelumnya. lakukan langkah kedelapan. Sebelum melakukan konseling. Apabila anak mendapat imunisasi. Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus). perkembangan. lakukan langkah ketujuh. Konseling tersebut dilakukan setelah mencatat hasil penimbangan anak pada KMS-Balita. lakukan langkah keenam. serta keadaan kesehatan anak dalam KMS-Balita. Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan.• Lakukan langkah keempat Jika bulan lalu anak ditimbang. • • • • BAGAIMANA MELAKUKAN TINDAKAN BERDASARKAN CATATAN DALAM KMS-BALITA? Berdasarkan catatan hasil penimbangan. 16 . kader/petugas kesehatan dapat menggali secara mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan hasil penimbangan bulan ini.

atau karena ibunya sakit (pola asuh tidak baik). 17 .Beberapa kemungkinan dari hasil pencatatan berat badan balita pada KMS adalah:  Grafik pertumbuhan anak naik berkaitan dengan nafsu makan anak yang baik/meningkat berarti ibu telah cukup memberikan makanan dengan gizi seimbang.  Grafik pertumbuhan tidak naik bisa dikaitkan dengan nafsu makan anak menurun karena sakit. atau sebab lain yang perlu digali dari ibu. Dengan demikian isi atau pesan-pesan yang diberikan disesuaikan dengan grafik pertumbuhan anak tersebut dan disesuaikan dengan penjelasan ibunya tentang keadaan kesehatan anaknya.

ANTROPOMETRI HASIL PENIMBANGAN GARIS PERTUMBUHAN NAIK GARIS PERTUMBUHAN TIDAK NAIK 1T 1T 2T 3T GARIS PERTUMBUHAN DI BAWAH GARISkeluarga : Kembali ke MERAH .Konseling gizi/kunjungan rumah .TIMBANGAN /KMS .ALUR TINDAKAN BERDASARKAN HASIL PENIMBANGAN ANAK BALITA .Tata laksana pemberian makanan lokal/RT pasca rawat inap + Rujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit Tanda Tanda Klinis Klinis • 10 Langkah Tata laksana Gizi Buruk • Obati penyakit penyerta Beri pujian kepada anak & ibunya. Dan dianjurkan agar meneruskan cara pemberian makanan kepada anaknya tapi • Tanyakan riwayat makanan dan penyakit (jika ada) • Nasehat Makanan • Manajemen Terpadu Balita Sakit • Tindakan sesuai temuan Nasehat Makanan dan penyembuhan penyakit PMT Penuh 18 .

Timbangan tidak naik 2 kali (2T).Penjelasan: Alur tindakan berdasarkan hasil penimbangan Setiap anak Balita yang datang ke Posyandu/fasilitas pelayanan kesehatan lainnya harus ditimbang berat badannya. diberikan pujian serta nasehat agar meneruskan cara pemberian makanan kepada anaknya. Timbangan tidak naik 3 kali (3T). 19 . namun dianjurkan agar makan lebih banyak lagi karena anak akan terus tumbuh dan diupayakan berat badannya bulan depan naik lagi. kemudian berikan nasehat makanannya. Dengan membandingkan berat badan bulan ini dengan bulan lalu dapat diketahui hasil penimbangan saat ini garis pertumbuhan naik. tanyakan riwayat makanan dan penyakitnya. tanyakan riwayat makanan dan penyakit kemudian berikan nasehat makanannya. Timbangan tidak naik 1 kali (1T). Selanjutnya hasil penimbangan tersebut dicatat dalam KMS-Balita. tIdak naik atau di bawah garis merah (BGM). 2. Jika garis pertumbuhan naik. anak dirujuk ke puskemas /fasilitas pelayanan kesehatan lain. b.. Apabila anak kelihatan sakit segera dikirim ke puskesmas/fasilitas pelayanan kesehatan lain. Setelah diketahui hasil penimbangan anak tersebut. c. Jika garis pertumbuhan tidak naik : a. Berikan motivasi agar bulan depan naik BB nya. dilakukan tindakan sebagai berikut: 1.dan membuat garis pertumbuhannya (jika bulan lalu juga ditimbang).

lakukan 10 langkah Tata laksana Gizi Buruk dan obati jika ada penyakit penyerta. Jika tanda klinis (+). b. 20 .3. jika tanda klinis (-). Jika garis pertumbuhan di bawah garis merah (BGM). anak harus segera dirujuk ke puskesmas/fasilitas pelayanan kesehatan lain a. berikan Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-Pemulihan).

B.24 bulan. 24 bulan ke atas. • Jangan diberikan makanan atau minuman lain selain ASI. serta minum 3 kali 2 gelas air putih disamping jumlah yang biasa diminumnya sehari-hari. pagi. 4 .4 bulan. BAYI UMUR 0 – 4 BULAN A. Tanyakan kemungkinan hambatan pembe-rian ASI. Berikan ASI kepada bayi setiap hari 3 – 5 kali lebih sering dari biasanya. 6 -12 bulan. • Berikan ASI sesuai keinginan bayi. atau telah terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu. paling sedikit 8 kali sehari. BERAT BADAN BAYI NAIK • Beri pujian kepada Ibu. atau baru sembuh dari sakit.APA NASEHAT MAKANAN BAYI DAN ANAK SESUAI HASIL PENIMBANGAN Konseling tentang nasehat makanan bayi dan anak dibedakan menurut umur anak. 12 . Tiap hari ibu perlu makan 1-2 piring makan-an sehat lebih banyak dibanding sebelum hamil dan menyusui. Beri nasehat sesuai masalah ibu. BERAT BADAN BAYI SATU BULAN TIDAK NAIK (1T) • • • • • Tanyakan apakah anak sedang sakit. anjurkan ibu 21 .6 bulan. yaitu 0. 1. siang maupun malam. Apabila ada jamu yang manjur untuk melan-carkan ASI.

• Rujuklah ke puskesmas/fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk pemeriksaan lebih lanjut. beri nasehat agar ibu tiap hari makan 2 piring lebih banyak dari biasanya. • Kalau sudah. BERAT BADAN BAYI TIGA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (3T) • Jelaskan kepada ibunya. BERAT BADAN BAYI DUA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (2T) • Tanyakan apakah semua nasehat bulan lalu sudah dilaksanakan. tanyakan apa yang menjadi hambatannya. • Kalau belum. D. Ulangi nasehat yang diberikan bulan lalu.C. 22 . mengenai arti grafik berat badan anaknya. • Jika ada penyakit konsultasikan ke petugas kesehatan/puskesmas. dan beri nasehat sesuai masalahnya.

siang maupun malam) • Beri Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) 2 kali sehari. tiap kali 2 sendok makan • Pemberian MP-ASI dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal makan bayi. • Tulis Surat Pengantar bagi ibu untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Puskesmas/Rumah Sakit. BERAT BADAN BAYI NAIK • • Beri pujian kepada ibu Lanjutkan pemberian ASI sesuai keinginan anak. 2. paling sedikit 8 kali sehari (pagi. BAYI UMUR 4 – 6 BULAN A. mengenai arti grafik berat badan anaknya. dan dapat berupa: → Bubur tim lumat ditambah hati ayam/ telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang-hijau/ dan tambahkan sedikit santan/minyak 23 . • MP-ASI adalah Makanan Pendamping ASI dan bukan Makanan Pengganti ASI. BAYI DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) • Jelaskan kepada ibunya.E.

tanyakan apa yang menjadi hambatannya. atau baru sembuh dari sakit. segera rujuk ke puskesmas 24 . tiap kali 1 piring sedang. dan beri nasehat sesuai masalahnya.B. berikan MP-ASI 1 piring lebih banyak dari bulan lalu. paling sedikit 8 kali sehari (pagi. Ulangi nasehat yang diberikan bulan lalu. Beri MP-ASI 3 kali sehari. atau telah terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan pertumbuhannya terganggu Konsultasikan dengan petugas kesehtan/puskesmas Lanjutkan pemberian ASI sesuai keinginan anak. BERAT BADAN BAYI SATU BULAN TIDAK NAIK (1T) • Tanyakan apakah anak sedang sakit. BERAT BADAN BAYI DUA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (2T) • Tanyakan apakah semua nasehat bulan lalu sudah dilaksanakan. Pemberian ASI dan MP-ASI dilakukan secara bergantian sesuai dengan jadwal makan bayi. • Jika anak sakit. • Kalau belum. siang maupun malam). dengan memberikan kepada anak MP-ASI 3 x sehari. • Kalau sudah dilaksanakan. • • • • C. tiap kali satu piring sedang.

E. 25 . • Tulis Surat Pengantar rujukan ke Puskesmas/ Rumah Sakit untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. mengenai arti grafik berat badan anaknya. • Tulis Surat Pengantar bagi ibu untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Puskesmas/Rumah Sakit. BERAT BADAN BAYI TIGA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (3T) • Jelaskan kepada ibunya.D. mengenai arti grafik berat badan anaknya. BAYI DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) • Jelaskan kepada ibunya.

BERAT BADAN BAYI SATU BULAN TIDAK NAIK (1T) • Tanyakan apakah anak sedang sakit. BERAT BADAN BAYI NAIK • • Beri pujian kepada ibu. BAYI UMUR 6 – 12 BULAN A. B.3. Lanjutkan pemberian ASI sesuai keinginan anak. • Berikan MP-ASI 5 kali sehari satu piring sedang. • Berikan nasi lunak ditambah telur/ayam/ikan/tempe/tahu/ daging/ wortel/bayam/kacanghijau/sedikit santan/minyak Makanan tersebut diberikan 3 kali sehari. • Berikan 2 kali nasi dengan lauk-pauk yang dihaluskan 26 . Konsultasikan dengan petugas kesehatan. • Berikan ASI sesuai keinginan anak. atau telah terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan pertumbuh-annya terganggu. atau baru sembuh dari sakit.

disamping makanan sehari-hari. Beri nasehat sesuai masalahnya. anak perlu diberi tambahan penganan atau kudapan.C. BERAT BADAN BAYI TIGA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (3T) • Jelaskan kepada ibunya. • Tulis Surat Pengantar rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. BERAT BADAN BAYI DUA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (2T) • Tanyakan apakah semua nasehat bulan lalu sudah dilaksanakan. konsultasikan dengan petugas kesehatan. • Jika sudah dilaksanakan. D. • Kalau belum. 27 .. Ulangi nasehat yang diberikan bulan lalu. • Jika masih sakit. tanyakan apa yang menjadi hambatannya. mengenai arti grafik berat badan anaknya.

4. mengenai arti grafik berat badan anaknya. • Tulis Surat Pengantar bagi ibu untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Puskesmas/Rumah Sakit.E. A. BERAT BADAN NAIK ANAK UMUR 12 – 24 BULAN 28 . BERAT BADAN ANAK DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) • Jelaskan kepada ibunya.

B. nagasari dsb. biskuit. pisang. 29 .• Berikan ASI sesuai keinginan anak • Anak sudah bisa diberi makanan orang dewasa • Berikan makanan dewasa tersebut 3 x sehari • Berikan juga makanan selingan 2 x sehari di antara waktu makan seperti bubur kacang hijau. • Berikan makanan orang dewasa 5 kali sehari. atau telah terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan pertumbuh-annya terganggu. Konsultasikan ke petugas kesehatan. • Berikan ASI sesuai keinginan anak. BERAT BADAN ANAK SATU BULAN TIDAK NAIK (1T) • Tanyakan apakah anak sedang sakit. atau baru sembuh dari sakit.

Beri nasehat sesuai masalahnya. tambah-kan porsi/frekuensi makan. Ulangi nasehat yang diberikan bulan lalu.C. • Jika sakit. • Jika sudah dilaksanakan. • Kalau belum. mengenai arti grafik berat badan anaknya. tanyakan apa yang menjadi hambatannya. perbaiki nafsu makan anak dengan jalan menggantiganti hidangannya. 30 . periksakan ke petugas kesehatan/puskesmas D. BERAT BADAN ANAK DUA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (2T) • Tanyakan apakah semua nasehat bulan lalu sudah dilaksanakan. BERAT BADAN ANAK TIGA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (3T) • Jelaskan kepada ibunya. • Tulis Surat Pengantar rujukan ke Puskesmas/ Rumah Sakit untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

• Pemberian makanan selingan dilakukan antara waktu makan makanan pokok. biskuit. BERAT BADAN ANAK DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) • Jelaskan kepada ibunya.E. BERAT BADAN ANAK NAIK • Berikan makanan yang biasa dimakan oleh keluarga 3 kali sehari • Berikan juga makanan yang bergizi sebagai selingan 2 kali sehari seperti bubur kacang hijau. 31 . 5. mengenai arti grafik berat badan anaknya. • Tulis Surat Pengantar bagi ibu untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Puskesmas/Rumah Sakit. ANAK UMUR 24 BULAN KEATAS A.

atau baru sembuh dari sakit. Konsultasikan ke petugas kesehatan.B. atau telah terjadi sesuatu yang dapat mengakibatkan pertumbuh-annya terganggu. BERAT BADAN ANAK DUA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (2T) 32 . BERAT BADAN ANAK SATU BULAN TIDAK NAIK (1T) • Tanyakan apakah anak sedang sakit. • Berikan makanan setengah bagian dari jumlah yang dimakan ayahnya C.

• Jika sakit. usahakan sekali dalam sehari anak makan bersama anak-anak lainnya. Beri nasehat sesuai masalahnya.• Tanyakan apakah semua nasehat bulan lalu sudah dilaksanakan. 33 . tambah-kan porsi/frekuensi makan. Ulangi nasehat yang diberikan bulan lalu. BERAT BADAN ANAK TIGA BULAN BERTURUT-TURUT TIDAK NAIK (3T) • Jelaskan kepada ibunya. • Tulis Surat Pengantar rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. periksakan ke petugas kesehatan/puskesmas. D. mengenai arti grafik berat badan anaknya. • Kalau belum. tanyakan apa yang menjadi hambatannya. • Jika sudah dilaksanakan.

E. mengenai arti grafik berat badan anaknya. 34 . BERAT BADAN ANAK DI BAWAH GARIS MERAH (BGM) • Jelaskan kepada ibunya. • Tulis Surat Pengantar bagi ibu untuk memeriksakan kesehatan anaknya ke Puskesmas/Rumah Sakit.

ibu harus diberi tahu agar melatih anaknya melakukan kemampuan tersebut. b. 2. Khusus • Bila umur anak yang sesuai kemampuan (seperti gambar) pada KMS. • Bila umurnya sudah lewat (misalnya pada umur 6 bulan belum dapat mengangkat kepala) ibu harus membawa anaknya ke Puskesmas. Gambar-gambar anak di atas grafik pertumbuhan menunjukkan sebagian kemampuan perkembangan yang harus dicapai semua anak pada rentang umur yang ada (misalnya "pada umur 3-6 bulan anak dapat mengangkat kepala dengan tegak. Yang harus dianjurkan oleh petugas kesehatan kepada ibu balita ialah sebagai berikut: a. pada posisi telungkup). Umum: Ibu yang baik adalah ibu yang: • Merasa percaya diri sebagai ibu • Peka dan selalu menanggapi perilaku anak dalam kata-kata dan perasaan • Menyediakan alat mainan sesuai umur dan menyempatkan diri bermain dengan anaknya • Memperkenalkan lingkungan hidup (orang dan barang) kepada anaknya.BAGAIMANA NASEHAT MENGENAI PERKEMBANGAN ANAK? 1. 35 .

Jakarta. 1999. 3. Geneva. Departemen Kesehatan RI. Kartu Menuju Sehat (KMS). Departemen Kesehatan RI. 1999. Jakarta. Panduan Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Balita bagi petugas kesehatan. 1983. World Health Organization. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Indonesia. 1999. 2. 36 . Jakarta. Departemen Kesehatan RI. 4. Measuring Change in Nutritional Status. Buku Kader Usaha Perbaikan Gizi Keluarga.DAFTAR PUSTAKA 1. 1996. Jakarta. 5. Tim Pengelola Usaha Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK) Pusat.

The Growth Chart. World Health Organization. Geneva. 37 .6. 1986. A tool for use in infant and child health care.