P. 1
RN. 07

RN. 07

|Views: 250|Likes:
Dipublikasikan oleh Radarnusantara Peduli
Minggu ke II Januari 2011
Minggu ke II Januari 2011

More info:

Published by: Radarnusantara Peduli on Apr 30, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/19/2015

pdf

text

original

Minggu ke II-IV Januari 2011

E-mail: radarnusantara@yahoo.com

Harga Rp.5000,-

Untuk Pengaduan Dugaan Tindak Pidana Korupsi
Hubungi Pengaduan Masyarakat KPK: Telp: (021) 2557 8389 Faks: (021) 5289 2454 E-mail: pengaduan@kpk.go.id KPK On-line Monitoring System: www.kpk.go.id
Untuk Informasi Seputar KPK & Pemberantasan Korupsi, Hubungi Biro Humas KPK: Telp: (021) 2557 8498 / Faks: (021) 5290 5592 E-mail: informasi@kpk.go.id Untuk Kritik dan Saran: E-mail: radarnusantara@yahoo.com Sms: 0818418944

REDAKSIKU
Editorial

Minggu ke II-IV Januari 2011

2

KORUPSI DI INDONESIA SUDAH KRONIS
DUNIA sudah paham betul tentang Indonesia yang begitu banyak tanahnya mengandung kekayaan yang sangat berlimpah, sehingga tidaklah salah jika Indonesia yang terbingkai dalam NKRI menjadi Negara yang kaya raya. Namun mirisnya, meskipun menjadi Negara yang kaya raya tetapi masyarakat Indonesia masih begitu banyak yang miskin, bahkan kelaparan. Pendidikan, Kesehatan, Pelayanan Publik dan Hukum yang dapat di perjualbelikan bak di pasar malam sepertinya menunjukkan bahwa moral para oknum aparat kita sudah putus urat malunya, sehingga perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan agama menjadi terabaikan akibat ambisi sesat. Korupsi di Indonesia yang sudah sangat menkhawatirkan dan telah memasuki tahap kronis ini menimbulkan keresahan bagi masyarakat, jadi jangan salahkan rakyat jika tidak lagi percaya dengan namanya hukum. Sebab hukum itu dapat di beli dengan uang, dan menjadi lahan yang empuk untuk mengeruk keuntungan sesaat. Disis lain, keseriusan Pemerintah dalam menanggulangi dan memberantas korupsi di nilai hanya sebuah cerita bergambar yang kerap di baca anak usia sekolah karena mengandung cerita lucu, hal itu dikarenakan pemerintah tidak memiliki komitmen dan kejelasan dalam memberantas korupsi. Faktanya, meskipun tampuk pimpinan telah berganti secara estaped dari yang satu ke yang lain, namun korupsi yang sudah membuat rakyat Indonesia menderita ini semakin mengganas saja dan tidak terkendali, seakan menggerogoti ibu pertiwi. Ironisnya, tidak ada satupun formula yang mampu menghentikan lajunya praktek korupsi. Perilaku korupsi sudah menjadi budaya dalam geliat kehidupan keseharian masyarakat Indonesia, sebab begitu jelas terlihat dengan mata telanjang. Jabatan tampaknya sebagai alat yang empuk dan cepat untuk memperkaya diri sendiri, sehingga jabatan telah di perjualbelikan dan seakan tidak perduli dengan hal lain demi keinginan sesaat dan perbuatan yang bergelimang dosa. Indonesia boleh berbangga karena memiliki kekayaan yang tidak terhingga, namun tidak pernah belajar dari negara-negara didunia yang berhasil memberantas korupsi. Sebut saja Negara China yang begitu komit dengan pemberantasan korupsi hingga memberikan sanksi yang begitu berat, yakni hukuman pancung dan mati bagi siapa yang berani melkukan korupsi, meskipun itu seorang pejabat tinggi. Bahkan untuk menjadikan efek jera bagi pelaku korupsi, pemerintah China juga turut anak dan istri pejabat yang menjadi pelaku korupsi, sehingga terlihat bahwa dunia mengakui penanganan korupsi berhasil dilakukan Negara China. Begitu juga Malasiya, Singapura dan Filifina yang dulunya jauh lebih miskin di bandingkan Indonesia, tapi sekarang dapat kita lihat perkembangannya dalam dunia teknologi. Indonesia ?,…”.weh weh weh” Gayus…, Cirus…, Artalita…, dan Jaksa terbaik bangsa ini yakni, Urip Tri Gunawan yang tertangkap tangan menerima suap milyaran rupiah dan lain sebagainya terlihat dengan jelas kalau bangsa ini mengalami keboborak moral yang sangat memprihatikan. Pemerintah tidak dapat berbuat banyak sekalipun sudah banyak yang menjadi terpidana dan mendekam di jeruji besi karena mengkorupsi uang rakyat. Namun tidak sedikit masih bebas berkeliaran menikmati hasil korupsinya dan seorang terhormat akibat tidak tersentuh oleh hukum. Hal itu dapat kita buktikan dan tengok dalam penanganan korupsi di Kota Batam, dugaan korupsi dana bansos gate dari tahun 2005-2009 tidak tersentuh hukum, meskipun pihak kejaksaan sudah memeriksa begitu banyak saksi-saksi yang di claim menerima dana social itu. Padahal masyarakat yang berhak menerima bantuan itu hanya memperoleh 30 %, dan lebih menyakitkan lagi banyak yang sama sekali tidak menerima bantuan social yang diperuntukkan bagi orang miskin dan anak yatim piatu. Ribuan alat bukti kwatansi yang telah dimiliki pihak kejaksaan dan mengaku kalau sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka, namun kejaksaan enggan menyebutkan siapa nama tersangkanya. Faktanya, seiring berjalannya waktu pihak kejaksaan belum juga mengumandangkan siapa tersangkanya, dan belum ada yang di seret ke penjara. Apa ada kongkalikong…? atau tekanan penguasa….? Sampai kapan penanganan dugaan korupsi dana Bantuan Sosial ini tuntas, sebab masyarakat sudah letih menunggu akhir dari dari drama ini. Apa kita harus bertanya kepada rumput yang bergoyang atau masyarakat bertanya kepada “monyetmonyet liar” yang ada di Pulau Batam…? Rasa optimisme dan nasionalisme yang bisa menggugah penanganan korupsi bansos yang disinyalir di jarah para maling-maling yang tidak punya rasa malu dan rakus, serta tidak punya harga diri lewat. Masyarakat menanti penegakan supremasi hukum dan rasa keadilan. Dan kita harus mempunyai keyakinan, bahwa sebuah kebenaran adalah kebenaran yang tidak bisa terbantahkan.

BERKARIR !!!
Diterbitkan Oleh: CV. Nadya Tama Globalindo Pimpinan Perusahaan: Eslyna, T Pemimpin Umum/Pimpinan Redaksi: Shindak, SH Wakil Pemimpin Umum: Parulian Silalahi, Redaktur: Jaya Tp. Bolon,S.Sos, Charles P, S, Anton, Smjk Redaktur Pelaksana: Putriman Manalu Sekretaris Redaksi: Rohmah, Ayu Bendahara: Wanti, Partini Dewan Penasehat: Afandi.SH, Manjadi S, SH, Ferdinan.SH, Iyus Faundra.SH,MA, Sahala Tobing.SH.MH, Tuaman.SH, Herawan.SH, Mangapul SH, M.Silalahi.SH.MM, Sudirman.SH, Henri Hutapea.SH, Haposan Marbun.SH, Hotman, Hutagaol, SH,Antoni S. SH, Yunus.SH, Jonny Manulang. SH, Fadlin Saleh, SH, Anggiat Sinurat, SH, MH Dewan Redaksi: Sindak, SH (ketua) Putriman Manalu, Anton Smjk, Ery Safrizal, Drs.Benny S, Jaya.TP.Bolon.Sos, Wilmar Bakara, Herman Pribadi, Jamal Libank: R.Pictor Simatupang Sirkulasi: Anto, Adi, Feri R Design/Layout: Ifank (08561245731) Nomor Rekning: Bank Mandiri No Reg. 1250007565427 Bank BRI No.Reg. 013901002099533 Bank BCA No.Reg. 0662467071 An.SP Silalahi SH

KESEMPATAN

TARIF IKLAN
Iklan halaman Fullcolor (FC) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 40.000.000 Iklan ½ halaman Fullcolor (FC) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 20.000.000 Iklan ¼ halaman Fulcolor (FC) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 20.000. Per mm = Rp 10.000.000 IKLAN BW Iklan 1 halaman Blac White (BWE) Ukuran 400 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 72.00 0.000 Iklan1/2 halaman Black White (BW) Ukuran 200 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp 36.000.000 Iklan ¼ halaman Black White (BW) Ukuran 100 mm x 5 Kolom x Rp 18.000 Per mm = Rp18.000.000 IKLAN BARIS Rp 300 Per Karakter, Minimal 150 Karakter (Rp 45.000) Maksimal 300 Karakter ( Rp 90.000)

Dibutuhkan Wartawan/ti yang siap bekerja keras untuk Wilayah Perwakilan Sumatera Utara :
Sibolga, Tarutung, Karo, Balige, Stabat, Rantau Prapat, Samosir, Langkat, Labuhan Batu, Kisaran, Penyabungan, Pematang Siantar, Mandailin Natal, Kaban Jahe, & Tanjung Balai. Syarat & Ketentuan : Sehat jasmani dan rohani Punya kendaraan sendiri Minimal D3 semua jurusan Pengalaman minimal 3 tahun dibidang Jurnalis Siap bekerja keras

Hubungi Perwakilan Sumatera Utara M Sihaloho BA Hp : 081376208451- 081361481671 Atau Email : sindaksilalahi@yahoo.com Atau SMS : 08184189944

HUBUNGI: Partini: 081313936905 - 081510730302 - 93576028 - 96813377

STAF REDAKSI: Amirudin,Budiman,Heri, Diana, Hermanto, Ellisa,Edi Hairul, Jul Ardiansyah, Fauzi,Reni, Ardiansyah, Sumartini, Syarif Abdulah,Candra Septiadi,Zulkifli,Agus Darmawan,Antoni Sinaga.SH, Ir.Effendi,Fahrudin, Junaidi,Titin Rukmini, Claudius. S, Alexsander, Jenggo, SH, Bambang,Mulyono,Deni saputra, Rudi.S,Yudika, Mesryani, Wastini.Gatot Nugroho,Jejen, Sukirno.M,Gunawan, Anton Simanjuntak, Krismanto, Parulian.Smjk.SE, R,Wijaya.S, Budi Santoso.SE, Robert M, Arsyad Elly, Koresponden: Rohmayanti, Andini, Maringan,Yendy Sumadi, Mahendra Rahmadi, Listar,Gestiady. BIRO-BIRO DAERAH: Sulawesi : Jarwo, Irwansyah, Maluku : Budiman, Irian Jaya : Wilman, Budi, Papua : Wati, Herman, Jawa Tengah : Sugiarto, Hartoyo, Jogya : Sulaeman, Danuri, Jawa Timur: Binsar,Reno, Bangkalan: Sudirman.Wanti, Magelang: Kardi,SH.Dasila,Banyuwangi: Budiman,Robi.SE, Blitar: Hasbi.SE, Bojonegoro: Burhan.Bertus. Bondowoso: Sugeng, Gersik: Maulana, Ibrahim Jombang: Kusnadi,Hadiro, Kediri : Sugeng, Ramlan,SH Makasar: Yudi, Arifin, Sorong: Antonius, Yudika, Fakfak: Saor,SH,Didi, Sorong: Leo,Fernando,Mandailing Natal; Julius. SH, Maria. Langkat: Sorta,Jonny Pardede.SE,Karo: Kondy. Elly,Dairi: Imam.SH,Budiman, Asahan: Patar,Gukis,Marta Nias: Samsul, Ikhmal, Bengkulu: Radit, Samsudin, Mardi, Pematang Siantar: Winton Smjk Medan: M. Silalahi (perwakilan) Gorontalo: Nikmal, Wawan, Batam: Presly sitompul (Ka Perwakilan) Perjuangan Sihombing,Serdang Bedage: Edy Saputra, Majalengka: Drs. S. Simatupang, Karawang: Deni Maret. S, Lubuk Pakam: Ericson Sinaga, Nangro Aceh Darusalam: Budiman. Jamin.Ginting. Aceh Tenggara: Edison Nabaan, Mindo.Riau: Robinson Sirait.Waldimar.P, Lampung: Marto,Budiman,Merry,Bali: Henri, Agung, Bandung: Cecep. Iwan, Cirebon: Carles, Biman, Ciamis: waluyo, Marto, Banjar: Yansen Napitupulu, Widiawaty. Bangka Belitung: Rudi. Richat. Manurung. Albiner.Siagian,Banten: Yogi. Sudirman, Lebak: Burhan Samosir. Ricardo, Tangerang: Abner,Yunus, Pandeglang: Justin Simamora, SE. Marlon. Tulang Bawang; Harti, Sahat. SH, Tanggamus: Lambok,Rico.Sarden, Merto: Darwin.SH. Pekan Baru: Aminuddin Sitompul, Palembang: Udin, Padang: Leo, Kalimantan: Roy,

Redaksi: Jl. Bambu Kuning Raya No. 108 - 109 Setiakawan Bekasi Jawa Barat Telp: (021) 91863377 -70693643 Fax: 8825889 Hp. - 081289289456 - 0818418944 E-mail: radarnusantara@yahoo.com sindaksilalahi@yahoo.com

Seluruh Wartawan Radar Nasional Setiap Melaksanakan Tugas, Liputan Dilengkapi Dengan Identitas, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apapun dari narasumber.

RADAR UTAMA

Minggu ke II-IV Januari 2011

3

Monyet-Monyet Liar di Batam Marah dan Geram
Batam, (Radar Nusantara) Bansos memang APBD yang paling rawan diselewengkan selain gampang didapat karena tanpa melalui proses tender ketat. Pengajuan dana bansos bisa lewat sehelai kwitansi mudahkan?
yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan recovery kehidupan masyarakat miskin dan anak yatim Piatu Namun sayangnya, dana tersebut diselewengkan untuk kepentingan para elit Pemko Batam. untuk anggaran tahun 2009, bansos pemko Batam dianggarkan Rp. 22 miliar sementara yang terealisasi Rp. 21 miliar, Angka tersebut belum seberapa jika dibandingkan dengan anggaran Bansos tahun 2006 dan 2007 yang masingmasing Rp 40 miliar dan Rp 54 miliar. Bansos Pemko Batam mencuat sebenarnya bukan hanya tahun 2009 saja, sebelumya tahun 2005 sejumlah aktivis LSM yang tergabung dalam tim Pemburu Anggaran Fiktif ( TPAF ) menunutut Pjs.Wali Kota Batam, Mana Sasmita untuk menjelaskan penyaluran dana bansos tahun 2005, sementara tahun 2007 masih ditambah menjadi lebih besar , yakni Rp.54 miliar. Sedangkan dana bansos tahun 2008 awalnya sebesar Rp.54 miliar, namun di APBD perubahan dipangkas menjadi Rp 29 miliar. Itupun dilakukan ketika para anggota dewan periode 2004 – 2009 berteriak minta pertanggungjawaban dana bansos secara transparan dan terperinci. sehingga total dana bansos yang telah digelontorkan Pemko Batam selama tahun 2004 sampai tahun 2009 senilai Rp.183 miliar. Persoalanya, kemana dana sebesar itu disalurkan? selama Ini hanya menjadi tanda tanya besar. “apakah masuk ke Rekening pribdi pejabat papan atas Pemko Batam atau uang tersebut digunakan untuk persiapan dana kampanye pemilihan Wali Kota yang baru saja dilaksanakan” yang jelas, selangkah lagi beberapa Pejabat papan atas yang bertugas di Pemko Batam bakal masuk jeruji besi. Tahun 2005 – 2006, Kabag keuangan Pemko Batam pada saat itu ditangani oleh Raja Muskin dan Kasubag anggaran Erwinta Marius sudah diperiksa aparat Kejaksaan Negeri Batam. Tapi kasusnya lenyap bak ditelan bumi tak ada bekasnya. Hingga kepala kejaksaan dipegang Tatang Sutarna, kasus Bansos mencuat kembali, namun hanya fokus pada dugaan korupsi bansos tahun 2009 saja. Sebenarnya, Tatang Sutarna membentuk tiga tim dalam mengusut dana Bansos, pertama tim yang dipimpin Tatang Sutarna sendiri untuk mengusut dana bansos tahun 2009, kedua tim yang di pimpin Kasi.Pidsus Mursal untuk mengusut dana bansos tshun 2008 dan tim yang ketiga dipimpin kasi Intel Surya Lubis untuk mengusut dana bansos tahun 2007. Sayangnya, dua tim tidak jalan, dimana hanya tim yang langsung dipimpin Tatang yang bekerja. Itupun masih dipertentangkan, malah mendapat perlawanan dari internal kejaksaan. Tapi Laporan penyaluran dana bansos tahun 2007,2008 dan 2009 yang pada saat itu tinggal menunggu kros cek dilapangan untuk mengetahui kebenaranya, apakah sudah memenuhi ketentuan atau belum? kami pun turut melakukan investigasi lapangan dan Fokus pada dana bansos tahun 2009. Dari hasil investigasi terhadap sekitar 6.000 transaksi penyaluran bansos tahun 2009, kami hanya mampu menemukan sekitar 30 persenya saja, itupun dari hasil laporan yang menunjukan nama, alamat dan organisasi yang jelas dan bisa ditelusuri. Sementara laporan yang tidak ada nama, alamat atau petunjuk lainya kami menganggap penyaluran tersebut Fiktif. Investigasi menghasilkan petunjuk bahwa yang diterima rata-rata hanya 30 persen dari laporan Pemkon Batam, ada beberapa lembaga dan yayasan panti asuhan yang justru dicatut namanya tanpa menerima satu sen pun.dari maksimal 30 persen yang kami invesitigasi. Kami menemukan angka minimal Rp 3,5 miliar dana yang tidak sampai kepada yang berhak tersebut, kemanakah dana tersebut? Pengusutan pun terus berlanjut, informasi terus berkembang hasilnyapun ditemukan bahwa dana bansos tersebut diduga kuat telah digunakan untuk ’kepentingan peribadi’ oleh para elit pejabat Pemko Batam, baik Walikota Batam Ahmad Dahlan, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika, Sekda Kota Batam Agus Sahiman, Kabag keuangan Pemko Batam Erwinta Marius dan sejumla pejabat lainya. Termasuk diduga kuat mengalir kepada pejabat Kejari Batam dan Kejati Kepri ( itulah alasan mengapa mereka enggan mengusut dugaan korupsi Bansos-red) sayangnya, idealisme dengan mudah dikalahkan dengan kekuatan uang. Dana bansos juga mengalir kepada sejumlah pejabat di lingkungan muspida Kota Batam. Dana bansos sudah di “ Rampok “ ramairamai dengan menzolimi hak anak yatim piatu yang bernaung di yayasan masyarakat miskin dan lembaga social lainya. Namun yang muncul Masjid, Musholah, yayasan secara fiktif nama para tokoh masyarakat Kota Batam juga dicatut sebagai penerima dana bansos. Harapan masyarakat Kota Batam pada pihak penegak hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) segera menangkap dan menyeret seluru pejabat papan atas Pemko Kota Batam ke Penjara, jangan di biarkan para koruptor Bansos gite bisa bebas menghirup udara segar. Begitu juga dengan Jaksa Agung Busron Arif yang baru di lantik agar jangan hanya menjadi penonton, tetapi tindak tegas para Jaksa yang tidak berani mejalankan tugasnya, khususnya Kajari Batam Adhe Adiyaksa yang hingga sejauh ini belum bisa mengungkap kasus Bansos Gite, bila perlu dilakukan penangkapan terhadap Kejari jika benar terlibat persekongkolan dan menikmati dana bansos, seperti yang dilakukan KPK terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan. Sebab kasus itu telah mengakibatkan ratusan miliar uang rakyat hilang dan di jarah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang disinyalir di jarah para petinggi Kota Batam. Dengan pengungkapan bansos gate ini beberapa petingi di batam merasa geram dan marah agar masalah bansos gate jangan di lanjutkan. “monyet-monyet liar” yang ada di Kota Batam juga tidak mau ketinggalan dengan penanganan bansos gate yang selalu mengikuti perkembangannya yang selama ini berjalan di tempat membuatnya marah dan beringas. (tim)

PENGUNGKAPAN BANSOS GATE

KEMUDAHAN ini memang sengaja diciptakan agar kaum miskin dan duafa dengan mudah dapat mencicipi dana bansos.Tapi sayangnya, kemudahan ini membuat pejabat di pemerintahan Kota Batam dengan mudah ikut mencicipi dana bansos demi kepentingan pribadi. Akibat perbuatan oknum pejabat Papan atas Pemkot Batam tersebut, mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan di Kota Batam. Mereka menuding, oknum pejabat Pemkot Batam “merampok” uang panti asuhan yang ada di Kota Batam. Oknum pejabat Kota Batam sudah tidak punya rasa kemanusiaan lagi. kasus penyimpangan dana bansos di Kota Batam sebenarnya telah muncul selama tiga tahun anggaran. Pertama anggaran tahun 2007 sebesar Rp. 54 miliar, kedua anggaran tahun 2008 sebesar Rp 27 miliar dan ketiga pada anggaran tahun 2009 sebesar Rp. 23,3 miliar yang kesemuanya diduga melibatkan WaliKota Batam, Ahmad Dahlan dan Kroni-kroninya. Menurut keterangan Kajari Batam, Adhe Adyaksa ketika mengadakan komferensi Pers di hari Anti Korupsi Sedunia pada Kamis 9 Des 2010 yang lalu, dengan tegas mengatakan, bahwa kasus bansos gite tidak akan berhenti dan selaku pejabat penegak hukum sudah memeriksa sekitar 7000 kwitansi, katanya saat itu. “begitu juga dengan tersangkanya sudah kita tetapkan, tukasnya. Namun ketika ditanya siapa namanya yang sudah jadi tersangka dalam kasus bansos gite tersebut, Adhe Adyaksa spontan menjawab, itu tidak bisa saya jelaskan siapa tersangkanya karena itu internal kita (kejaksaan), dalihnya. “yang jelas tidak lama lagi akan kelihatan siapa-siapa orangnya yang menjadi tersangka dalam kasus Bansosgate. Dari hasil investigasi wartawan RN di Kota Batam belum lama ini, diketahuai kasus aliran dana bansos gite memang tengah diselidiki pihak Kejaksaan Negeri Batam. Jaksa Agung curiga ada korupsi dalam penggunaan anggaran anak yatim pada anggaran tahun 2009 sebesar Rp.4,5 Miliar. Ironisnya, dana bansos gite yang seharusnya menjadi dana

RADAR UTAMA

Minggu ke II-IV Januari 2011

4

LSM Formasi

Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Pusat Perbukuan Nasional
Jakarta (Radar Nusantara) Dugaan Korupsi dlingkungan Pusat Perbukuan Nasional Republik Indonesia ( Pusbuk RI), khususnya yang menyangkut pengadaan buku dan pengirimannya serta rehabilitasi gedung kantor Pusbuk anggaran tahun 2008 lalu, sejumlah LSM yang tergabung dalam LSM Formasi mengharapkan segera diusut tuntas.
DARI data yang berhasil dikumpulkan LSM Forum masyarakat Anti Korupsi (Formasi) yang terdiri dari organisasasi Masyarakat (ormas) dan mahasiswa, diantaranya LSM GACD (Government Against CorruptionDan Diskriminasi), Lumbung Informasi Rayat (LIRA), Forum Komunikasi Media Publik (FKMP), LSM Gerakan mahasiswa Pelajar Pemuda Untuk Rayat ( GEMPUR), dan LSM Angkatan Muda Peduli Rayat (AMPERA) terungkap bahwa pada anggaran tahun 2008, Pemerintah telah mengalokasikan dana untuk pembelian buku teks pelajaran beserta dengan pengirimannya sebesar Rp 16.000.000.000.Untuk biaya pengiriman buku kesejumlah daerah yang dilakokasikan sebesar Rp 3.069.000.039.(Tiga Miliyar enam puluh sembilan ribu tiga puluh sembilan rupiah).Dalam pelaksanaannya, ternyata dalam pengiriman buku tersebut mengalami keterlambatan.Sehinga mendapat finalty dan dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp 1.347.005.421,95.Denda keterlambatan itu baru disetorkan sebesar Rp 153.450.95,- sedangkan sisanya sebesar Rp 1.010.659.540 belum dikembalikan ke kas Negara. Temuan ini diperkuat dengan hasil audit pemeriksaan BPK. Temuan lainnya yaitu, Pembelian hak cipta senilai Rp 9.600.000.000 (Sembilan miliyar enam ratus ribu rupiah) juga terindikasi ada dugaan korupsi. Termasuk proses pelelangannya yang tidak dilakukan secara transparan, jujur dan akuntabel sebagaimana yang diamanatkan dalam Kepres 80 tahun 2003 dan perubahannya. Begitu juga dengan pekerjaan rehabilitasi gedung Kantor Pusbuk yang terletak di Jalan Gunung Sahari Raya no 4 Jakarta Pusat. Padahal pada anggaran tahun 2008 Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk rehab gedung sebesar Rp 2.000.000.000 ( Dua Miliyar rupiah). Namun secar fisik, dalam mengerjakan rehab gedung itu kontraktor baru mengerjakan sekitar 60 %, tetapi anehnya, saat penagihannya telah mencapai hingga 95 %. Kuat dugaan, Kontraktor dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) termasuk Pelaksana tehnik (Peltek) berkalaborasi dalam proses administrasinya. Tidak kalah menarik yaitu adanya dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada angaran tahun 2009, dimana dari total anggaran sebesar Rp 9,5 triliun disinyalir telah terjadi kebocoran anggaran sebesar Rp 2,2 triliun. Dalam hal ini KPK sudah menemukan adanya indikasi penyimpangan itu. Juru bicara KPK Johan Budi SP sebelumya sudah pernah menjelaskan, indikasi itu ada, tetapi secara rinci belum bisa menyebutkan dengan alasan masih dalam penyelidikan. Dan masih mendalami penyelewengan di Kementerian pendidikan Nasional (Kemendiknas), ungkapnya saat itu. Demi mengusut adanya dugaan kerugian Negara itu, KPK sudah membentuk tim untuk mengumpulkan data dan bahan keterangan (Puldata dan Pulbaket). Proses puldata dan pulbaket waktunya tidak dibatasi. Jika KPK sudah memiliki bukti yang cukup, kasusnya akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Menurut Budi, identitas tersangka sudah diketahui KPK. Selain dugaan korupsi angaran tahun 2008 dan 2009, LSM Formasi juga membeberkan dugaan korusi pada tahun sebelumnya, yakni penggunaan dana rutin uang transport Jakarta-Cisarua, Bogor PP dalam rapat kerja penilaian Dewan Juri dalam rangka sayembara Penulisan naskah Buku bacaan tingkat pusat tahun 2004. Diduga kuat, kegiatan itu banyak menggunakan laporan fiktif. Dari pengumpulan bukti dan data pendukung ditemukan dugaan laporan fiktif sebesar Rp 1.600.000.000.- (satu miliyar enam ratus ribu rupiah) Tahun berikutnya, yaitu tahun 2005 ditemukan lagi dugaan laporan fiktif untuk biaya perjalanan dinas dalam rangka Rapat Kerja Kordinasi (Ekspose) buku pelajaran tingkat SD, SMP dan SMA untuk 27 Provinsi se Indonesia. Dimana setiap Peovinsi diwakili 5 orang peserta. Biaya konsumsi dalam acara tersebut untuk setiap Provinsi disiapkan sebesar Rp 4,5 juta, sedangkan biaya honorium untuk 10 orang setiap Provinsi menerima sebesar Rp 500 ribu per orang. Sehingga total penggunaan dana yang diduga fiktif (sesuai laporan) sebesar Rp 1,4 miliyar, itu sudah termasuk biaya photocopy. Menyikapi hal tersebut, salah satu ketua LSM GACD ( Government Against Corruption Dan Diskriminasi) Hitler S berjanji akan terus menelusuri perkembangan kasus tersebut. “Seberapa besar kerugian Negara di lingkungan Pusbuk,” katanya kepada wartawan saat dimintai tanggapannya belum lama ini. Hitler juga berjanji akan menyerahkan semua data yang diperoleh LSM GACD dalam rangka membantu KPK Puldata dan pulbaket.( P.Manalu)

Lakukan Kunjungan Ke PT. Yakult

Ibu-ibu Dharma Wanita Perum Griya Bekasi Permai

Hitler (Ketua LSM GACD)

Bekasi, (Radar Nusantara) Disela-sela kesibukan menjelang akhir tahun melalui Persatuan Ibu-Ibu Dharma Wanita Perum Griya Bekasi Permai (GBP) mengadakan kunjungan ke PT. Yakult, kunjungan yang berlangsung pertama kali di akhir tahun ini merupakan moment yang sangat tepat atas kerjasama PT. Yakult dengan Persatuan Dharma Wanita Perum GBP Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat. Nyonya R.R. Suwastari selaku koordinaor Desa Telajung menjelaskan kepada wartawan Radar Nusantara ini merupak suatu kegembaraan dalam menyambut kegiatan akhir tahun bahwa ibu-ibu Dharma Wanita dapat melakukan kegiatan bersama-sama untuk mempererat hubungan tali silahturahmi seraya mengatakan Insya Allah dapat berkumpul kembali pada akhir tahun yang akan datang dalam acara yang sama. Demikian ditambahkan oleh Nyonya Puspa Gunawan selaku Ibu RT. 006 RW. 11 bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menambah pengetahuan para ibu-ibu Dharma Wanita Perum Griya Bekasi Permai (GBT) dan menghilangkan kejenuhan disaat memikirkan harga-harga sembako yang melambung tinggi di akhir tahun 2010. (Gunawan)

Gubernur Bengkulu Diancam Bui Seumur Hidup
Jakarta (Radar Nusantara) Gubernur Bengkulu terpilih, Agusrin M Najamuddin, yang menjadi terdakwa dugaan korupsi dana bagi hasil Pajak Bumi dan Bangunan,dipersidangan di Pengadilan Negeri jakarta Pusat oleh jaksa penuntut umum (JPU) menerapkan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUH Pidana. Dalam dakwaan subsider, Agusrin diancam Pasal 3 jo Pasal 18 UU yang sama.Dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup, minimal empat tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar, minimal Rp200 juta. Dalam dakwaan JPU yang dibacakan Sunarta SH, terdakwa Agusrin telah melakukan atau turut serta melakukan dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan, yang dapat merugikan keungan negara atau perekonomian. Menanggapi dakwaan JPU, Agusrin membantah telah korupsi. “Saya tidak pernah mencuri uang negara dan tidak ada kerugian negara di situ,” kata Agusrin usai sidang. “Silahkan ikuti persidangan ini sampai selesai, mari kita buktikan sama-sama,” ungkapnya. Agusrin diduga melakukan korupsi dana perimbangan khusus bagi hasil pajak bumi dan pembangunan dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) Provinsi Bengkulu tahun 2006-2007. Agusrin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah merugikan negara sebagai Rp 2Rp 21,3 miliar. Dalam kasus tersebut, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu telah menetapkan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Bengkulu Chairuddin sebagai tersangka dugaan korupsi pajak bagi hasil sebesar Rp21,3 miliar. PN Bengkulu memvonis Chairudin dengan satu tahun penjara dan hukuman diperberat enam bulan pada tingkat banding. Chairudin mengaku seluruh penggunaan dana tersebut atas pengetahuan Agusrin. Kasus tersebut terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) regional Palembang melakukan audit terhadap APBD Bengkulu 2006. Dalam audit tersebut ditemukan dana bagi hasil pajak sebesar Rp21 miliar dari total Rp25 miliar yang tidak jelas penggunaannya. Dana tersebut seharusnya dibagikan pada provinsi dan kabupaten atau kota di Bengkulu.

Agusrin M Najamudin

RADAR UTAMA

Minggu ke II-IV Januari 2011

5

Polri Diminta Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Terhadap PERS
peroleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi) dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000;. Terhadap kasus pemukulan wartawan tadi, penyidik maupun jaksa perlu hati-hati dalam menentukan pasal.yang akan digunakan untuk menjerat pelaku. Apakah cukup perihal penganiayaan sehingga menggunakan ketentuan KUHP, atau menggunakan Pasal 18 Undang-undang Pers tersebut. Selama ini kalangan pers menilai berbagai kasus yang melibatkan wartawan, misalnya dalam perkara pemukulan, aparat penegak hukum lebih banyak menggunakan KUHP, padahal sudah ada UU Pers yang tentu bersifat “lex specialis”. Tetapi saya rasa penyidik maupun jaksa akan jeli melihat kasus pemukulan tersebut. Misalnya dengan mencari apa yang melatarbelakangi terjadinya pemukulan tersebut. Karena apabila menggunakan UU Pers, maka harus dapat dibuktikan bahwa tindakan pemukulan tersebut memang sebagai bentuk upaya menghambat/menghalangi pelaksanaan hak pers (seperti : mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi). Jadi disini harus jelas perbuatan seperti apa yang kategorikan menghambat atau menghalangi wartawan dalam mencari dan memperoleh informasi. Apabila hal ini tidak dapat dibuktikan, maka terhadap pelaku pemukulan tersebut tidak dapat dikenakan Pasal 18 ayat (1) tersebut, dan akhirnya hanya dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang ancaman pidananya paling lama 2 tahun 8 bulan atau bisa sampai 5 tahun apabila meenyebabkan luka berat. Etika Berburu Berita Dalam bebarapa kasus pemukulan wartawan, pelaku biasanya juga akan membela diri tidak bersalah karena merasa apa yang dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, walaupun tentunya kita sepakat tindakan kekerasan bukanlah alternatif solusi. Namun sebagai upaya preventif agar preseden buruk yang mencederai kalangan pers ini tidak terulang kembali, harus ada titik temu komunikasi antara wartawan maupun nara sumber. Wartawan dalam memburu berita hendaknya bertindak etis, profesional dan menghormati hak privasi nara sumber, karena setiap wartawan terikat dengan kode etik jurnalis. Begitupula kepada narasumber agar terbuka dalam memberikan informasi yang menjadi hak publik dan bagi para security agar mempermudah prosedur peliputan oleh wartawan, sehingga tidak terjadi lagi pemukulan wartawan, tidak ada lagi pengekangan kebebasan pers dan masyarakat mendapatkan haknya atas informasi. (Fres)

Bea Cukai Dumai Lampaui Target Pusat

Batam (Radar Nusantara) Selama ini kalangan pers menilai berbagai kasus yang melibatkan wartawan, misalnya dalam perkara pemukulan, aparat penegak hukum lebih banyak menggunakan KUHP, padahal sudah ada UU Pers yang tentu bersifat “lex specialis”.
TETAPI saya rasa penyidik maupun jaksa akan jeli melihat kasus pemukulan tersebut. Misalnya dengan mencari apa yang melatarbelakangi terjadinya pemukulan tersebut. Karena apabila menggunakan UU Pers, maka harus dapat dibuktikan bahwa tindakan pemukulan tersebut memang sebagai bentuk upaya menghambat/menghalangi pelaksanaan hak pers (seperti : mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi). Jadi disini harus jelas perbuatan seperti apa yang kategorikan menghambat atau menghalangi wartawan dalam mencari dan memperoleh informasi. Apabila hal ini tidak dapat dibuktikan, maka terhadap pelaku pemukulan tersebut tidak dapat dikenakan Pasal 18 ayat (1) tersebut, dan akhirnya hanya dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang ancaman pidananya paling lama 2 tahun 8 bulan atau bisa sampai 5 tahun apabila meenyebabkan luka berat. Pemukulan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini menimpa wartawan SCTV, Carlos Pardede yang sedang menjalankan tugasnya sehari-hari mencari informasi untuk disampaikan kepada publik. Namun bukan informasi atau hasil wawancara yang didapat, justru tindak kekerasan dari oknum satuan pengamanan (satpam) Bank Indonesia (BI) yang membuat Carlos terluka. Walaupun disini terlihat wartawan sebagai korban, kiranya semua pihak menghormati Asas Praduga Tak Bersalah, termasuk rekan-rekan wartawan yang memiliki rasa solidaritas yang tinggi terhadap rekan seprofesinya. Solidaritas ini juga muncul karena adanya ketakutan kejadian serupa akan menimpa kembali wartawan yang lain dan lebih jauh lagi ada kekuatiran akan munculnya upaya pengekangan kebebasan pers. Ketakutan dan kekuatiran ini hal yang wajar, namun yang terpenting saat ini adalah menuntut agar kepolisian memeriksa kasus ini sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan terus melakukan kontrol selama proses pemeriksaan sampai dengan putusan pengadilan dikeluarkan. Diakhirnya nanti akan terungkap, apakah Carlos atau oknum satpam yang bersalah ? Apakah pemukulan ini bentuk pengekangan kebebasan pers, apakah Carlos yang memang tidak memenuhi prosedur BI sehingga menyebabkan efek samping emosi sesaat oknum satpam yang lepas kontrol atau hanya permasalahan pribadi ? Biarlah proses hukum yang akan menjawabnya. Kasus Teranyar dan seterusnya Kasus pemukulan wartawan ini bukanlah kejadian yang pertama kali. Ada beberapa kejadian serupa yang pernah terjadi sebelumnya. Yang teranyar misalnya kasus pencekikan terhadap Sandi Pusaka Herman Timoer, Wartawan Batamtimes oleh Sekda kota Batam (Kamis, 09-12-2010), kasus pemukulan Oka, wartawan Harian Posko biro Minahasa Selatan oleh sekurity Bupati Minahasa Selatan di kantor Bupati Minahasa Selatan, kasus pemukulan dua wartawan Tribun Batam oleh oknum porter yang terjadi dipelabuhan Beton Batam, kasus penganiayaan terhadap kontributor Metro TV, MH Imran oleh staf Biro Protokol Setda

Provinsi Papua di Bandara Sentani, kasus pemukulan wartawan di dekat jembatan Golden Gate atau Jembatan Kutai Kartanegara dan kasus pemukulan kameraman Lativi, Doni Kristyansah di Samarinda Ulu, pada saat meliput operasi yustisi Pemkot Samarinda. Berulang-ulangnya kasus pemukulan inilah yang kemudian memunculkan kekuatiran kalangan pers akan upaya pengekangan kebebasan pers, ditambah lagi beberapa kasus tersebut pemeriksaannya terkesan jalan ditempat. Oleh karena itu, diharapkan berbagai kasus pemukulan wartawan dapat segera dituntaskan dan apabila memang pelaku pemukulan/penganiayaan tersebut terbukti bersalah agar dijatuhi sanksi pidana yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku maupun pihak lain agar tidak melakukan hal yang sama. Kasus pemukulan terhadap Carlos memang bukan yang pertama, tetapi hendaknya menjadi yang terakhir. Perlindungan Kuli Tinta Wartawan dalam menjalankan profesinya mendapatkan perlindungan hukum. Hal ini diatur dalam Pasal 8 UU No 40/1999 tentang Pers yang isinya menyatakan bahwa “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum”. Dalam penjelasan disebutkan yang dimaksud dengan “perlindungan hukum” adalah jaminan perlindungan Pemerintah dan atau masyarakat kepada wartawan dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap orang yang menghambat atau menghalangi wartawan dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya, berdasarkan Pasal 18 ayat (1) disebutkan bahwa Setiap orang yang menghambat atau menghalangi kebebasan pers dan menghambat/menghalangi pelaksanaan hak pers (seperti : mencari, mem-

Dumai (Radar Nusantara) Sepanjang tahun 2010 Kantor Madya Bea dan Cukai Kota Dumai, Riau, berhasil mengisi kantong negara hingga Rp3,58 triliun. Juru Bicara BC Madya Dumai, Muhammad Buddy, menerangkan, jumlah yang terbagi atas bea keluar sebesar Rp3,48 triliun dan bea masuk sebesar Rp104,81 miliar tersebut jauh melampaui target yang diberikan oleh pusat. Untuk bea masuk kami hanya diberi target sebesar Rp1,91 triliun, dan bea keluar sebesar Rp56,34 miliar. Itu artinya, untuk bea keluar melebihi target sebesar 180 persen, sementara bea masuk melebihi target sebesar 200 persen.tutur M.Buddy Masih menurut Buddy bahwa penerimaan BC Dumai pada 2010 dari bea keluar diperoleh dari aktivitas impor makanan dan minuman serta impor ternak dan pelelangan gula kristal putih seberat 241 ton (hasil sitaan) senilai Rp205 juta. Sedangkan penerimaan dari bea masuk rata-rata didapat dari aktivitas ekspor Crude Palm Oil (CPO) perusahaan pengola yang ada di Dumai. Penerimaan ini diperoleh dari kewenangan pungutan yang dilakukan BC Dumai atas sejumlah aktivitas sumber pendapatan.tandasnya. (tim)

Tuntaskan Kasus Korupsi di Papua Barat

Jakarta (Radar Nusantara) Tokoh Adat Manokwari Obed Rumbruren Ayok mendesak aparat Kejaksaan Agung agar mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi dan pelaksana tugas Sekretaris Daerah Papua Barat ML Rumandas. Demikian diungkapkan kuasa hukum Obed Alamsyah Hanafiah di Jakarta, Sabtu (7/1). Alamsyah menuding tim penyidik Kejaksaan Agung lamban menyelesaikan kasus dugaan korupsi sebesar Rp. 22 milyar. Padahal, baik Abraham maupun Rumandas telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Agustus lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari penyidik sehingga pihaknya pun mempertanyakannya. “Ini ada apa? Kenapa belum ada tindak lanjut sampai saat ini?” tanya Alamsyah. Kasus dugaan tindak pidana korupsi itu bermula dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan yang menemukan kejanggalan transaksi di rekening atas nama Abraham senilai Rp 18 miliar. Dana itu ditransfer oleh Rumandas yang menjabat sebagai Plt Sekda. Bahkan, BPK juga menemukan rekening liar Gubernur berisi Rp 4 milyar, namun tidak tercatat di bagian keuangan Pemda.

RADAR UTAMA
Dana Perawatan Makam Rawan Korupsi, Ada Dugaan Jatah Orang Mati Ditilep Secara Berjamaah

Minggu ke II-IV Januari 2011

6

GACD Akan Laporkan Dugaan KKN di Sudin TPU 5 Wilayah
Jakarta (Radar Nusantara) Biaya perawatan dan kebersihan Tempat Pemakaman Umum (TPU) DKI Jakarta disinyalir rawan akan tindak pidana korupsi. Pasalnya, dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang diglontorkan setiap per enam bulan itu, pengalokasiannya dinilai tidak tepat sasaran.

Alfrets Dipastikan Tewas Dianiaya
Ambon (Radar Nusantara) Kepolisian Daerah Maluku memastikan Alfrets Mirulewan (28), wartawan Tabloid Pelangi, yang jenazahnya ditemukan terapung di dekat Pelabuhan Pantai Nama, Kisar, Maluku Barat Daya, Maluku, 17 Desember 2010 lalu, tewas dianiaya. Dari hasil pemeriksaan terhadap 33 orang saksi, lima orang diduga kuat melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap Alfrets Mirulewan,” kata Direktur Reskrim Polda Maluku AKBP Jhon Siagian di Ambon, Selasa. Kelima orang tersangka itu berinsial IB alias B, RA alias R, MS alias M, RS alias R dan P.Dan kelima tersangka telah ditahan Polda Maluku. Penuturan Jhon Siagian kasus pembunuhan Alfrets Mirulewan sangat spesifik sehingga polisi masih terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus ini untuk mengungkap siapa dalang dibalik pembunuhan tersebut. Kemungkinan masih ada penambahan tersangka baru dalam kasus pembunuhan itu. Jhon Siagian menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap para saksi, terungkap kalau Mirulewan disekap dan disiksa di dalam salah satu gudang sebelum mayatnya di buang di Pelabuhan Pantai Nama Kisar. “Dari keterangan saksi korban disiksa di bekas gudang kolstore dan selanjutnya di buang pelabuhan Pantai Nama,” ungkap Siagian. Ia menambahkan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut Tim forensik dari Mabes Polri akan didatangkan untuk melakukan otoopsi terhadap jenazah korban. “Tim forensik akan melakukan otopsi ulang terhadap jenazah korban untuk mengungkap penyebab kematian Mirulewan,” katanya. Sedangkan Koordinator Maluku Media Centre (MMC) Insany Syahbarwati membenarkan kelima orang tersebut diduga kuat melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap Mirulewan. Hasil investigasi tim MMC lima orang ini diduga kuat turut terlibat melakukan pembunuhan terhadap Alfrets Mirulewan,” kata Insany. Dari kelima tersangka tersebut satu diketahui merupakan anggota Ditpolairud yakni Briptu MS alias Macho dan dua lainya, Imanuel dan Thomas Pokey adalah pegawai APMS CV Yotowawa milik Titus Tilukay. Syahbarwati berharap Polda tidak menutupi tersangka lain termasuk keterlibatan oknum anggota KP3 Pelabuhan Pantai Kisar. (tim)

SEBAB dana yang seharusnya dipergunakan untuk biaya perawatan kebersihan makam, justru terindikasi dikorupsi secara berjamaah oleh petinggi Sudin Pemakaman dan kepala TPU serta Kontraktor. Ironisnya lagi, meskipun kegiatan itu tidak dilaksanakan, namun anehnya pihak kontraktor bisa melakukan penagihan. Informasi itu terungkap dari penuturan seorang rekanan Sudin Pemakaman Jakarta Timur. Sumber itu menuturkan, bahwa dana yang dialokasikan dari APBD DKI Jakarta untuk perawatan makam di wilayah DKI Jakarta tidak murni disalurkan untuk biaya perawatan kebersihan makam. “Sebahagian dana itu dibagibagi secara porposional antara Sudin Pemakaman, Kepala TPU dan Kontraktor.” Ungkap sumber, seraya menandaskan bahwa rekanan yang menjadi pemenang tender tersebut tidak mempunyai karyawan dilokasi makam. Peng-

gali kubur yang merangkap sebagai penata makam adalah dibawah kepemimpinan kepala TPU, bukanlah kontraktor. Untuk membuktikannya, silahkan ditanyakan kepetugas makam diwilayah DKI Jakarta, tandas sumber. Sumber juga menuturkan, bahwa proses lelang di Sudin pemakaman tidak murni dilaksanakan sebagaimana yang diamanatkan dalam Kepres 80 tahun 2003, yaitu dilakukan secara jujur, transparan dan akuntabel. “proses lelang itu hanya sebagai formalitas untuk memenuhi aturan Kepres 80 tahun 2003 dan perubahannya. Realitanya, pemenang itu sudah ada dikantong panitia lelang, yaitu rekanan yang sudah lama bermitra dengan Sudin dan memahami pembagian upeti.” tutur sumber. Beberapa lokasi TPU yang mendapat biayai perawatan kebersihan dari APBD DKI Jakarta untuk per enam bulan diantaranya, TPU Pondok Rangon yang mendapat biaya perawatan kebersihan sebesar Rp.885.200.000,sedangkan TPU Kober Jatinegara Rp 187.762.503,- TPU Utan Kayu Rp 211.176.384, TPU Penggilingan Rp 134.513.499,- dan TPU Pondok Kelapa Rp 761.745.167,- sementara TPU

Prumpung Rp140.819.129, TPU Cipinang Besar Rp 486.420.847, TPU Kalisari Rp92.927.567. Begitu juga sejumlah TPU yang berada di wilayah DKI Jakarta, semuanya mendapat biaya perawatan kebersihan. Sumber juga berharap, bila biaya perawatan dan pemeliharaan makam sudah di anggarkan dari APBD petugas makam TPU tidak perlu lagi memungut biaya perawatan kepada ahli waris makam. Selama ini, biaya perawatan itu masih dibebankan kepada ahli waris antara Rp 30-50 ribu per bulan oleh petugas makam TPU. Biaya itu bervariasi tergantung blad (Blok) makam, ungkapnya. “kedua orangtua saya dimakamkan di TPU pondok Kelapa, meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Setiap tahun saya membayar retribusi dan biaya perawatan kebersihan langsung ke petugas TPU. Kalau tidak dibayar bisa hilang mas.” Kata Yanto ahli waris dari orangtuanya. Menyikapi hal tersebut, korditor Sudin Pemakaman Jakarta Timur, Sulistiono yang juga sebagai ketua panitia lelang saat dikonfirmasi selalu tidak bersedia. Malalui security pengamanan dalam (kamdal), Kusnadi

mengatakan, bapak lagi ada tamu, masih sibuk dan tidak bisa ditemui hari ini. kata bapak besokbesok aja, kata security yang menirukan ungkapan kata Sulistiono yang kerap menghindar dari Wartawan. Menanggapi adanya indikasi Korupsi pada perawatan kebersihan TPU DKI Jakarta Ketua DPC LSM GACD (Goverment Against Corrution & Discrimination) Hitler S berjanji akan turut serta, mengumpulkan data seakurat mungkin. Bila terbukti ada indikasi tindak pidana korupsi akan melaporkan langsung ke Sat V Tipikor Polda Metro Jaya untuk mendesak melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang disinyalir dilakukan secara berjamaah oleh para sudin TPU di DKI Jakarta. Hitler yang telah dikenal dilingkungan Polda Metro Jaya, khusunya di Direktur Kriminal Khusus (krimsus) Cq Sat V tindak pidana korupsi (Tipikor) ini menambahkan, para pelaku tindak pidana korupsi harus diperangi. Sebab akibat ulah para koruptor itu, perekonomian dan pembangunan Nasional bisa terhambat. Koruptor-koruptor di Negara ini harus harus diberantas.ucapnya dengan tegas. > pultriman

Kemenkeu Optimis Polisi Mampu Kuak Mafia Pajak
Jakarta (Radar Nusantara) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan bahwa kepolisian mampu membongkar dugaan kasus suap dan mafia pajak dari 151 perusahaan-perusahaan wajib pajak yang diduga Gayus Tambunan. “Kami optimis sama polisi,” ujar Kabiro Bantuan hukum Indra Surya, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo No.1, Jakarta Selatan, Sabtu (15/1/ 2011). Kemnekeu, sambungnya, akan mendukung sepenuhnya langkah Polri dalam mengusut kasus itu. Kemenkeu siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan kepolisian, sepanjang Kemenkeu dapat memberikannya. “Kami sangat mendukung dan siap mendukung. Apa yang dibutuhkan, walaupun bukan domain, kami usahakan bantu,” tuturnya. Menurut Indra, Kemenkeu juga akan terus berkoordinasi dengan Polri untuk membantu pengusutan kasus itu. “Koordinasi kami (selama ini) sangat baik,” ujarnya. Sebelumnya Kementerian keuangan telah menyampaikan 151 berkas perusahaan wajib pajak yang diduga melakukan pengemplangan pajak, 151 perusahaan ini juga diduga menjadi “pasien” terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan. Ke-151 berkas tersebut dibungkus menggunakan tiga dus berwarna coklat. (candra)

RADAR PARLEMENT
Terkait Korupsi Saint Kit Dinas Pendidikan
Bekasi (Radar Nusantara) Kejaksaan negeri kota bekasi dalam hal penetapan satu orang pemborong sebagai tersangka bersama ketua panitia lelang pengadaan Kit guru IPA (Saint Kit) dan pusat pengajaran biologi untuk guru SD tahun 2009 senilai Rp.1.140.000.000. Sejumlah kalangan menilai penetapan kelima tersangka yang diduga terlibat korupsi proyek pengadaan saint Kit di 45 SDN sangat diskriminatif, jika pemborong dinyatakan melakukan pemalsuan merk ataupun manipulasi jenis barang mengakibatkan kerugian keuangan negara, seharusnya semua pejabat dikantor dinas pendidikan yang terlibat dalam proses lelang, pelaksana, pengawasan (Monitoring) pengadaan barang tersebut seharus nya ikut ditetapkan jadi tersangka. Menurut Sudaryanto dari LSM lembaga independen pemantau pendidikan (Lipdik)) kepada Radar Nusantara menerangkan dari awal penunjukan SDN penerima bantuan saint kit, Lipdik sudah mencium aroma berbau KKN. Terbukti dari 45 SDN yang mendapat bantuan saint kit hampir 50 persen tidak layak menerima apalagi mengoperasikannya. Pada hal sekolah penerima diprioritaskan SDN standar nasional (SSN) serta SDN unggulan tingkat kota bekasi. Hasil investigasi Lipdik ke sekolah-sekolah yang mendapat bantuan peralatan saint kit, ternyata para kepala sekolah tidak mengetahui akan mendapatkan bantuan seperangkat sain kit. Setiap kepsek harus memberikan upeti kepada oknum pejabat dinas pendidikan setelah barang dikirim ke sekolah masing-masing. Lebih lanjut Sudaryanto menerangkan seharusnya semua panitia lelang harus jadi tersangka jangan hanya pemborong dan ketua panitia lelang. Seharusnya empat orang pejabat dinas pendidikan harus dijadikan tersangka, diantaranya Dra. Nimas Sobariyah ketua tim pengawasan (Monitoring) pengadaan barang, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Krisman Irwandi,SE,Msi. Pejabat pembuat komitmen (PPK) saat itu dijabat Drs. H. Saiful Bahri,MPd serta kepala dinas pendidikan Drs. H. Kodrato,MM,MBA sebagai penanggung jawab pengguna anggaran (PA), tegas Sudaryanto mengakhiri penjelasan nya. Lain hal nya kepala SDN Bintara jaya 02 Hj. Suci Rahayu W, SPd kepada Radar Nusantara mengaku kecewa karena tiba-tiba sekolah nya dicoret dari daftar penerima bantuan saint kit tahun 2009. Pada hal SDN Bintara jaya 02 salah satu yang pertama kali ditetapkan sebagai sekolah unggulan tingkat kota bekasi tahun 2000 dan sekolah standar nasional (SSN) tanggal 30 July 2008. Tahun 2009 lalu, Hj. Suci Rahayu pernah melakukan protes kepada Krisman Irwandi selaku kasi kelembagaan dan PPTK, karena SDN Bintara jaya 02 tidak mendapat bantuan alat peraga biologi (Saint Kit). Namun Krisman Irwandi menjanjikan akan memprioritaskan SDN Bintara Jaya 02 untuk pengadaan saint kit tahun anggaran 2010 pada hal samua hanya janji semata, tutur Hj. Suci Rahayu merasa kecewa. Menurut Arjo kepala SDN Kranji XII bekasi barat saat dikonfirmasi Radar Nusantara perihal tidak layak nya SDN Kranji XII mendapat bantuan Saint kit tahun anggaran 2009 menjelaskan, pihak nya hanya menerima barang alat peraga biologi (sain kit). Apakah layak atau tidak, dinas pendidikan yang menetapkan, masalah keberadaan barang-barang tersebut saat ini sudah diserahkan ke kejaksaan negeri kota bekasi, ujar Arjo mengakhiri komentarnya melalui telephon selular nya. Begitu juga pengakuan Hj. Triyani, MPd kepala SDN Kaliabang tengah III kecama-

Minggu ke II-IV Januari 2011

7

Kejaksaan Bekasi Jalan di Tempat
tan bekasi utara merasa heran sewaktu di panggil kejaksaan untuk dimintai keterangan. Triyani mengaku dirinya sudah diperiksa kejaksaan negeri kota bekasi, bahkan alat peraga yaitu media saint kit sudah diserahkan kepada kejaksaan, sebaiknya proses hukum nya cepat tuntas agar murid-murid dapat menggunakan alat peraga (saint kit) dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, ujar Triyani melalui hand phone. Salah seorang kepsek yang turut diperiksa kepada Radar Nusantara mengaku bahwa para kepala SDN ramai-ramai diperiksa. Bahkan turut diperiksa Mantan kabid dikdas dinas pendidikan Drs. H. Saiful Bahri,MPd yang juga pejabat pembuat komitmen (PPK), termasuk kasi kurikulum Krisman Irwandi, SE sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ujarnya kepada Radar Nusantara. (sin)

DPR Juga Ketularan Berbohong

Jakarta (Radar Nusantara) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Marzuki Ali dianggap telah melakukan kebohongan publik atas pernyataannya mengklaim seluruh fraksi telah menyetujui pembangunan gedung baru DPR dan kolam renang. Pengamat sosial Radhar Panca Dahana menegaskan pernyataan tersebut telah membohongi rakyatnya dan merupakan cacat yang luar biasa. “Sudah sangat jelas si Marzuki Alie itu melakukan pembohongan publik, yang menyatakan bahwa seluruh fraksi telah setuju untuk pembangunan gedung itu, seluruh fraksi setuju untuk bikin kolam renang dan lain-lain. Itu sudah bentuk pembohongan publik,” katanya dalam diskusi Polemik Trijaya dengan tema ‘Musim Berbohong’ di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (14/1/2011). DPR kata Dahana, merupakan lembaga yang angkuh karena lembaga legislatif ini merasa tidak dapat digulingkan, sementara presiden SBY mudah dimakzulkan. Dia merasa jika kondisi legislator telah mencapai keadaan kritis produk mereka perlu ditolak. “Yang namanya DPR ini luar biasa angkuh dan dajjalnya ini karena dia tahu bahwa dia tidak bisa digulingkan. SBY bisa dimakzulkan, DPR siapa yang bisa menggulingkan, tunggu 5 tahun lagi aku tetap berkuasa, tunggu 5 tahun lagi aku tetep dipilih juga,” tukasnya.

Penerimaan CPNS Sumut Diadukan ke KPK
Medan (Radar Nusantara) Lembaga Bantuan Hukum Medan mengadukan dugaan kecurangan proses penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di jajaran Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Sumatera Utara ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Surat bernomor 014/LBH/S/I/2011 itu ditujukan langsung kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) Busyro Muqoddas.Dan menguraikan dugaan penyimpangan dalam penerimaan CPNS tersebut. Dugaan adanya kecurangan itu berawal adanya pengaduan dari sejumlah peserta penerimaan CPNS formasi 2010, baik di lingkungan Pemprov maupun Pemkab/Pemko di Sumut. Praktik kecurangan itu diduga dilakukan dengan cara menukar nama CPNS yang lulus tetapi digantikan dengan yang lainnya dengan pertimbangan tertentu. Salah satu yang dapat dijadikan bukti atas dugaan itu dapat dilihat dari pengumuman penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Medan melalui website www.pcpns.pemkomedan.go.id. Ketika dipublikasikan melalui website itu pada 22 Desember 2010 pukul 01.20 WIB, tercantum peserta penerimaan CPNS yang dinyatakan lulus sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Namun ketika diumumkan melalui surat kabar, terjadi perubahan nama CPNS yang dinyatakan lulus, karena ada 17 nama yang tidak diikutkan meski telah tercantum dalam pengumuman melalui website. Indikasi adanya peluang kecurangan itu juga dapat dilihat dari sejumlah Pemkab/Pemko yang menggunakan jasa perguruan tinggi negeri (PTN) di luar Sumut. Padahal, kata Nuriyono, di Sumut terdapat PTN yang memiliki kualitas dan kapabelitas untuk dijadikan mitra dalam penerimaan CPNS tersebut. Karena itu, LBH Medan mengharapkan KPK dapat mengusut dugaan kecurangan di Sumut tersebut dengan memeriksa seluruh panitia penerimaan CPNS formasi tahun 2010.Selain itu LBH Medan berharap KPK mempublikasikan hasil pemeriksaan pada publik,biar terang,dan transparan, masyarakat dapat mengetahui hal yang sebenarnya. (tim)

RADAR HUKUM

Minggu ke II-IV Januari 2011

8

Bupati Nias Resmi Ditahan KPK
Jakarta (Radar Nusantara) Bupati Nias,Sumatera Utara, Binahati B Baeha,resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).Pejabat TK II itu tersangkut kasus korupsi penyalahgunaan dana bantuan bencana tsunami Nias pada 2004.
yang ditangani KPK.Saat dipanggil menghadap KPK dalam pemeriksaan, langsung dilakukan penahanan karena sudah terindikasi melakukan korupsi. Sebelumnya Binahati sempat mangkir dari panggilan pemeriksaan pertama tim penyidik KPK. Direktur Penuntutan KPK Ferry Wibisono mengatakan, Binahati akan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur. Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan ini mengaku, saat ini tim penyidik sedang mengajukan surat permohonan penahanan kepada pimpinan KPK. Binahati mengakui bahwa wakilnya ikut menerima dana itu. Pengakuan itu dilontarkan saat akan dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang.Sementara Binahati sendiri tidak mengakui kalau dirinya turut menerima dana tersebut. Karena itulah, Binahati mempertanyakan penyidik KPK terkait penahanannya. “Saya tidak tahu, saya tidak menerima (uang), kenapa ditahan? ”tanyanya. Berdasarkan hasil penyidikan, KPK menemukan indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana bantuan dari Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) senilai Rp9,8 miliar terhadap korban bencana tsunami Nias. Binahati disinyalir telah menggelembungkan harga pembelian sejumlah barang untuk membantu pemulihan bencana tsunami Nias.Temuan ini pun kemudian dilaporkan Lembaga Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Harta Negara (LP2KHN). Koordinator wilayah lembaga pemantau pengelolaan keuangan dan harta negara (LP2KHN) Herman Jaya Harefa yang merupakan saksi pelapor dalam kasus yang melibatkan Bupati Nias tersebut memberikan apresiasi besar terhadap KPK terkait penahanan Binahati. Kata dia, ditahannya Binahati memberikan secercah harapan bagi masyarakat Nias dalam menuntaskan kasus korupsi. “Selama ini masyarakat sangat pesimis bahwa kasus tersebut tak bisa tertuntaskan. Begitu ditahannya Binahati yang merupakan salah satu tersangka membuat rasa pesimisme tersebut terjawab sudah,” ucap herman. Masyarakat Nias menaruh harapan besar kepada KPK untuk bisa membongkar kasus korupsi bencana alam tersebut secara transparan. Seluruh pihak yang diduga ikut menikmati penyalahgunaan dana bencana alam tersebut bisa diseret ke pengadilan. Pinta Herman. (tim)

Kasus Penganiayaan Wartawan Terus Bergulir
Pematang Siantar (Radar Nusantara) Kasus dugaan penganiayaan terhadap Andi Siahaan, kontributor sebuah televisi swasta nasional, terus bergulir. Baru-baru ini,Andi yang ditemani kuasa hukumnya menjalani pemeriksaan intensif di lantai dua ruang Direktorat Reserse Kriminal Polda Sumatra Utara. Di hadapan polisi, Andi memperagakan tindak penganiayaan yang diduga melibatkan mantan Kapolresta Pematang Siantar AKBP Fathori. Meski sudah dicopot dua pekan lalu, status Fathori masih sebagai terperiksa. Status tersebut akan meningkat bila hasil pemeriksaan dan bukti yang ditemukan cukup kuat. Kasus ini pertama kali mencuat setelah adanya laporan dari Andi yang mengaku dianiaya saat diperiksa di Mapolres Pematang Siantar. Dalam kasus itu, Propam Polda Sumut menyita sebuah sarung tinju yang diduga digunakan untuk menganiaya Andi. Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol Oegroseno mencopot AKBP Fathori dari jabatannya sebagai Kapolresta Pematangsiantar. Kapolda pun menunjuk AKBP Albert Sianipar yang sebelumnya menjabat Kasat II Ditreskrim Polda Sumut sebagai pengganti Fathori. (tim)

PENAHANAN itu untuk kepentingan penyidikan.kata juru bicara KPK Johan Budi SP. Penahanan terhadap Blnahti, kejadiaanya sama dengan pejabat lainnya

Korupsi Dana Bencana Mamuju Minta Diusut Tuntas
Mamuju (Radar Nusantara) Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat mendesak agar kasus dugaan korupsi bantuan bencana alam yang digunakan secara fiktif diusut tuntas Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat. Kerugian negara yang ditimbulakan akibat dugaan korupsi bantuan penanggulangan bencana fiktif, di Mamuju begitu besar dan merugikan keuangan negara. kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik di Mamuju. Oleh karena itu, ia meminta agar Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat (Kejati Sulselbar) yang sedang menangani kasus tersebut dapat konsisten dan mengupayakan kasus itu ditangani secara tuntas, agar kerugian negara yang ditimbulkan dari dugaan korupsi itu dapat dikembalikan ke kas negara dan negara tidak merugi. “Kejati Sulselbar harus menanggapi dengan baik dugaan korupsi ini serta pro aktif dalam melakukan penyelidikan kasusnya, agar anggaran di daerah yang bersumber dari pusat tidak lagi diselewengkan pemerintah di daerah karena ada efek jera,” katanya. Hal senada dikatakan anggota DPRD Mamuju, Lalu Syamsul Rijal ia mengatakan, anggaran dana bencana yang diduga digunakan fiktif di Mamuju senilai Rp8 miliar yang merupakan bantuan dana APBN tahun 2009 telah menjadi temuan badan pemeriksa keuangan (BPK). “Penggunaan dana bantuan bencana alam fiktif dari pemerintah pusat di Mamuju telah menjadi temuan BPK karena digunakan fiktif, sehingga akan memudahkan kejaksaan menanganinya dalam rangka kepentingan penyelidikan,” katanya. Oleh karena itu, ia meminta agar Kejati Sulselbar tidak “Masuk angin” dalam menangani kasus tersebut dan konsisten mengusutnya hingga tuntas. “Kasus dana bantuan bencana fiktif di Mamuju merupakan salah satu kasus yang menjadi temuan BPK karena anggaran diselewengkan pemerintah di Mamuju, kasus ini harus diusut tuntas agar kasus lainnya yang menjadi temuan BPK, juga selanjutnya dapat ditangani Kejaksaan dan terkuak bobroknya pemerintah di Mamuju,” katanya. (tim)

Batavia Air Banjarmasin Dirampok, Rp 90,5 Juta Raib
Banjarmasin (Radar Nusantara) Perampokan terjadi di kantor maskapai Batavia Air Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (24/12) petang. Tiga perampok bersenjata pisau membawa kabur uang brankas maskapai dan uang agen travel Rp 90,5 juta. Awalnya pelaku menyamar sebagai konsumen pembeli tiket pesawat. Saat itu situasi kantor tengah sepi pengunjung. Empat karyawan maskapai Batavia disekap dan mulutnya dilakban. Seorang karyawan maskapai, Andi Rahmat, mengaku tidak dapat berkutik. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Banjarmasin Komisaris Suhasto mengatakan, pelaku diduga lari ke luar kota. Ia mengungkapkan, perampok berjumlah enam orang, 3 beraksi di dalam maskapai dan 3 lainnya menunggu di luar menggunakan sepeda motor. (tim)

KPK Terima 389 Laporan Korupsi di Sulteng
Palu (Radar Nusantara) Dari sejak tahun 2004 hingga 2010,Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK) menerima 389 laporan pengaduan korupsi di Provinsi Sulawesi Tengah. Laporan itu masih dipelajari KPK, karena masih banyak pengaduan itu yang perlu dikaji. Laporan itu tidak jelas dan tidak spesifik sehingga sulit untuk ditindaklanjuti,” kata Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Bibit Samad Rianto, usai menghadiri “Workshop Pemberantasan Korupsi” di Palu Bibit menyebutkan dari 389 laporan itu, pengaduan terbanyak berasal dari Kota Palu yakni sebanyak 74 aduan.Sedangkan laporan paling sedikit berasal dari Kabupaten Sigi, yakni satu laporan mengingat kabupaten ini baru berdiri sejak dua tahun lalu. Lebih lanjut Bibit mengatakan, KPK saat ini sedang berkonsentrasi pada penanganan kasus penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Palu. Dia tidak merinci berapa potensial kerugian dari penyalahgunaan dana BOS tersebut. “Prosesnya lama jika menghitung kerugian negara. Yang jelas ada dugaan korupsi di situ,” kata Bibit. (tim)

Pengusaha Bacok Ketua Lelang 10 Kali
Sulawesi (Radar Nusantara) Merasa dirugikan dalam proses tender,Karman, pengusaha jasa konstruksi, warga BayorBayor asal Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, membacok Nabhan, ketua panitia lelang proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Barat. Pembacokan terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Mamuju, sekitar 50 meter dari rumah jabatan Gubernur Sulbar, Selasa (28/12/ 2010).Saat korban hendak menuju kantor dinas PU untuk bekerja. Korban dibacok 10 kali dengan parang panjang, karena merasa dicurangi dalam proses tender yang dimenangkan oleh salah satu perusahaan yang diketahui sebagai pemenang keenam, dalam proses tender proyek senilai lebih dari Rp 4 miliar. Usai pembacokan itu, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Mamuju. Ia kemudian dibawa ke Polres Mamuju untuk menjalani pemeriksaan. Kabag Reskrim Polres Mamuju Ajun Komisaris Erwin mengatakan,masih akan terus mendalami apa motivasi yang sesungguhnya atas kejadian tersebut. saat ini korban pembacokan itu mengalami kondisi yang sangat kritis dan sedang menjalani perawatan secara medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju. Secara terpisah, Musdar, salah seorang keluarga korban yang ditemui di RSUD Mamuju, mengatakan, kondisi korban sangat kritis setelah ditebas parang panjang secara berulang-ulang oleh pelaku. “Kondisinya sangat kritis atas luka robek yang dideritanya. Lukanya sangat serius, bahkan hingga kini korban belum sadarkan diri,” tuturnya. Ia menerangkan, sebelum kejadian korban sering didatangi para pengusaha setelah dilakukan penetapan proyek sekitar dua pekan lalu. “Memang akhir-akhir ini banyak pengusaha yang merasa kecewa atas penetapan pemenang proyek itu datang ke rumah dalam jumlah lebih dari 10 orang. Bahkan, kedatangan para pengusaha itu terkadang membentak korban karena tidak puas hasil penetapan proyek ini,” tuturnya. Ia menambahkan, selain didatangi oleh para pengusaha tersebut, korban pun banyak yang melakukan teror melalui telepon dengan nada ancaman. (tim)

RADAR HUKUM

Minggu ke II-IV Januari 2011

9

GUBERNUR BENGKULU
Terancam Penjara 20 Tahun
Jakarta (Radar Nusantara) Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Gubernur Bengkulu Agusrin Najamuddin di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, karena telah melanggar pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 Undangundang (UU) nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di mana dalam pasal ini pelanggar diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
dan tanpa persetujuan DPRD Provinsi Bengkulu sehingga negara dirugikan Rp20,162 miliar,” kata Sunarta di depan majelis hakim pimpinan Syarifuddin. Pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 menyebutkan, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp200 juta kepada sesiapa yang memperkaya diri atau orang lain atau korporasi dengan melawan hukum, sehingga merugikan keuangan Negara atau perkonomian Negara. Kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Bengkulu terungkap setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) regional Palembang mengaudit APBD Provinsi Bengkulu 2006. BPK menemukan dana bagi hasil pajak tidak dimasukkan ke kas daerah, melainkan ke penampungan sementara. Ini dilakuan untuk mempermudah pengambilan dana dan tidak perlu izin DPRD. Hasil temuan BPK ini telah ditindaklanjuti Kejaksaan Tinggi Bengkulu yang kemudian menetapkan Kepala Dispenda Chairuddin sebagai tersangka. Di PN Bengkulu, Chairuddin mengaku bahwa seluruh pengeluaran uang yang dilakukannya atas sepengetahuan Agusrin Maryono Najamuddin. Agusrin berkeberatan dengan dakwaan jaksa ini karena mengklaim tidak ada uang negara yang hilang dalam pemindahan rekening tersebut. Ketua Majelis Hakim Syarifuddin mengatakan sidang akan dilanjutkan Selasa pekan depan (18/1) dengan agenda pembacaan keberatan dari terdakwa. (tim)

Hakim Tolak Pembelaan Perwira Penganiaya WARTAWAN

“TERDAKWA telah melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain yang dapat merugikan keuangan negara,” JPU Sunarta membacakan dakwaannya dalam sidang perdana di PN Jakarta Pusat. Menurut jaksa, Agusrin te-

lah menyetujui dan memerintahkan pembukaan rekening di luar kas umum daerah, serta menyetujui pemindahan dana PBB dan penerimaan lainnya. “Hasil pemindahan dari rekening tersebut oleh terdakwa diperintahkan untuk digunakan tidak sesuai dengan peruntukan

Petugas Gagalkan Penyelundupan Shabu
Palu (Radar Nusantara) Petugas Rumah Tahanan Maesa Palu, Sulawesi Tengah, menggagalkan usaha penyelundupan narkoba jenis shabu-shabu ke dalam rutan oleh seorang pria pembesuk yang berpurapura membawakan makanan kepada temannya pada Minggu sekitar pukul 11.00 Wita. Kepala Rutan Maesa, Indra Mokoagow, kepada wartawan menuturkan bahwa kejadian itu bermula ketika petugas memeriksa barang bawaan pelaku. Seperti prosedur wajib, petugas kemudian memeriksa barang bawaan dan tujuan pelaku datang ke rumah tahanan yang terletak di Jalan Bali itu. Petugas menemukan adanya barang mencurigakan yang diletakkan di dalam amplop putih bersama sejumlah makanan di dalam tas plastik.Setelah dibuka ternyata isinya shabushabu,keamanan rutan segera mengamankan pelakunya. Awalnya petugas rutan melihat gelagat pria yang mencurigakan saat membawa makanan hendak masuk kedalam rutan.Setelah mengamankan pelaku dan barang bukti, petugas Rutan Maesa Palu selanjutnya menghubungi polisi setempat untuk ditindaklanjuti. Pelaku sudah dibawa ke Mapolres Palu guna menjalani pemeriksaan selanjutnya. Barang bukti shabu-shabu juga turut diamankan petugas. Mokoagow menuturkan pelaku berinisial Bd ini datang bersama teman wanitanya untuk membesuk temannya di dalam tahanan. Mokoagow tidak bisa memperkirakan berat shabushabu yang diletakkan dalam plastik transparan sebesar kotak korek api itu. Atas kejadian tersebut, Mokoagow mengatakan akan lebih memperketat penjagaan di rumah tahanan yang dipimpinnya. (tim)

Polisi Diduga Cabuli Tahanan Perempuan
Makassar (Radar Nusantara) Seorang oknum anggota Polrestabes Makassar, Briptu Har (27), diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan perempuan di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Unit Pelayanan, Pengaduan, dan Penegakan Disiplin (P3D) Polrestabes Makassar, AKP Djoko MW, di Makassar Senin, membenarkan adanya tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang oknum anggota jaga Mapolrestabes Makassar. “Kami masih melakukan pendalaman dan mencari saksisaksi serta bukti-bukti. Laporannya juga sudah kita terima dan memprosesnya,” ujarnya. Berdasarkan informasi, korban, DA (18), mengalami pelecehan seksual pada Minggu, 12 Desember 2010, sekitar pukul 14.00 Wita. Menurut pengakuan korban yang juga tersangka kasus narkoba ini, Briptu Har sengaja mendatangi sel tahanan wanita dan menghampiri DA. Kemudian secara tiba-tiba, pelaku memeluk dan mencium serta meraba buah dada dan kemaluan korban. Hal ini, disaksikan beberapa orang lain seperti Idris, pegawai rutan Gunung Sari Makassar. Wanita asal Toraja yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA tersebut mengaku tidak bisa melawan karena diintimidasi. Kendati pihak Provost Polrestabes telah memproses dugaan tindakan pelecehan seksual tersebut, namun hingga kini anggota tim jaga tahanan Group B Polrestabes Makassar yang juga merupakan menantu mantan Sekda Kabupaten Gowa ini, belum diberikan sanksi apa pun. DA berharap, pihak kepolisian dapat memberikan hukuman yang setimpal atas perlakuan oknum tersebut terhadap dirinya, sebab perbuatan tak senonoh ini telah dialami korban sebanyak tiga kali dengan pelaku yang sama. DA menduga, perlakuan tak senonoh ini kemungkinan kerap pula terjadi pada beberapa tahanan perempuan lainnya, dan mereka tidak kuasa untuk melaporkan perbuatan tersebut. (tim)

Banda Aceh (Radar Nusantara) Majelis Hakim Pengadilan Militer Banda Aceh memutuskan menolak pembelaan (eksepsi) yang diajukan oknum perwira TNI, terdakwa penganiaya wartawan, Lettu Inf FA, karena dinilai tidak logis. Mayor CHK Waluyo selaku Ketua Majelis hakim,dalam sidang lanjutan dengan tegas mengatakan dakwaan kasus penganiayaan wartawan Harian Aceh, Ahmadi yang dibuat Oditur Militer sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. Majelis hakim memutuskan, eksepsi penasihat hukum terdakwa tidak bisa diterima. Menyatakan dakwaan oditur militer dapat diterima. kata Waluyo yang didampingi hakim anggota Mayor CHK Djundan dan Mayor Sus Mirtusin. Eksepsi terdakwa disampaikan dalam sidang sebelumnya melalui penasihat hukumnya Kapten CHK Beni Kurniawan meminta majelis membatalkan dakwaan oditur, karena dinilai kabur dan tidak cermat dalam mengurai kronologi, tempat serta lokasi kejadian. Sebelumnya oditur Mayor Sus Jamingun telah menyanggah bahwa dakwaan mereka buat telah lengkap dan jelas mengurai kasus tersebut, serta sudah memenuhi ketentuan dalam pengadilan militer. Setelah mempertimbangkan penilaian kedua pihak,Hakim Ketua memutuskan bahwa dakwaan diajukan oditur militer sudah memenuhi ketentuan dan sudah cermat mengurai kronologi, lokasi dan waktu kejadian.Sudah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, majelis hakim menilai bahwa dakwaan oditur militer sah dan dapat diterima. Dakwaan yang menyebutkan bahwa Lettu Inf FA, mantan Pasi Intel Kodim 0115 Simeulu, Aceh, menganiaya dan merusak peralatan wartawan Ahmadi di Lapangan tembak Makodim setempat, Jumat 21 Mei 2010 dinilai sudah cermat. Majelis memutuskan melanjutkan mengadili perkara tersebut atas dakwaan oditur militer yang diajukan pada sidang perdana sebelumnya dan meminta oditur menghadirkan saksi-saksi untuk pembuktian. (edison)

Polisi Simpulkan Bentrok Tual Ulah Provokator
Maluku (Radar Nusantara) Lima orang warga Tual, Maluku Tenggara terkena tembakan akibat bentrokan yang terjadi antara warga dengan polisi. Polisi menduga, bentrok tersebut karena berita provokasi yang disebar orang tak bertanggungjawab. “Penyebabnya karena ada kabar warga meninggal karena polisi. Jadi memang ada provokasi,” kata Kabid Humas Polda Maluku, AKBP J Huwae saat dihubungi okezone, Sabtu (15/1/2011). Huwae mengatakan kronologis awal bentrokan terjadi ketika seorang warga bernama Ali Baba sedang minum, dan kemudian naik motor dengan kecepatan tinggi dan menabrak tiang yang akhirnya Ia terjatuh. Polisi yang melihat peristiwa itu langsung membawa korban ke rumah sakit. Setelah sampai di rumah sakit, korban diopname satu hari dan kemudian meninggla dunia. “Mungkin karena gegar otak, kan nggak pakai helm,” ujar AKBP J. Huwae. Akan tetapi, isu yang berkembang di lapangan bahwa polisi yang membunuh korban. Padahal, awalnya keluarga korban sudah mendengar dan diskusi dengan pihak Polisi. “Itu adalah Laka tunggal. Jadi memang ada provokasi,” kilahnya. Setelah itu massa berdemo dan mulai mebakar kantor polisi. “Mereka demo bakar kantor polisi, kemudian melempar dan ada tembakan dari massa. Itu laporan Intelijen Polisi Aru.” Saat ditanya mengenai jumlah yang menjadi korban dalam insiden tersebut, Huwae mengatakan sejauh ini korban terdapat 3 atau 4 sipil. “Tapi yang jelas korban dari polisi ada satu orang. Namanya Briptu Jony Maitimo dari Polres Aru. Ia terkena tembakan di betis. Kalau warga sipil terkena tembakan di betis juga,” papar Huwae. Saat ditanya apakah ada polisi melakukan pelanggaran terhadap kasus ini, Ia menjawab. “Polisi sudah dilempar pakai batu, kayu dan dikasih tembakan ke atas sesuai dengan prosedur. Belum ada indikasi pelanggaran protap. Tapi polisi kok tiba-tiba kena tembakan? Berdasarkan laoporan Intel bahwa masyarakat ada yang menggunakan senjata rakitan,” ujarnya. (Budi)

RADAR PENDIDIKAN Wakil Walikota Bekasi

Minggu ke II-IV Januari 2011

10

Restui Pungutan SMPN 16
gkap Karmawan yakin. Namun ironisnya, ungkapan Wakil Walikota Bekasi kepada kepala SMPN 16 yang tidak melarang pungutan itu bertolak belakang dengan program Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi, yakni Sekolah Bebas Biaya (SBB) yang kerap didengungkan Walikota Bekasi. Bukan hanya itu saja, bahkan dari program SBB itu Pemkot Bekasi juga telah menganggarkan biaya untuk bimbel. Tetapi wakil kepala SMPN 16, Asep yang saat itu ikut mendampingi Karmawan dalam konfirmasi Radar Nusantara berdalih, program bimbel yang ada di anggaran SBB itu dilaksanan pada smester II, sementara bimbel saat ini dilakukan bulan Oktober 2010, yakni pada smester I. bahkan Asep berdalih pihaknya hanya sebatas membantu saja, sebab jika para siswa mengikuti bimbel diluar biayanya lebih mahal dibanding dengan bimbel di SMPN 16. Hal itu karena gaji para guru sangat mahal, sehingga pungutan Rp 325 ribu/siswa tidak cukup membayar para guru, ungkap Asep dengan nada angkuh. (red)

RAGAM Soal Gedung Baru DPR, Prabowo Tegur Pius

BEKASI, Radar Nusantara Tampaknya harapan pemerintah Kota Bekasi untuk membuat pendidikan gratis bagi masyarakatnya tidak sepenuhnya mendapat apresiasi yang positif dan dukungan dari para pendidik dan sekolah, hal itu seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Kota Bekasi, Jawa Barat.

PADAHAL Walikota Bekasi demi meringankan beban para orangtua siswa telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang melarang sejumlah sekolah negeri melakukan pungutan dengan dalih apapun, namun ironisnya keputusan itu bak angin lalu. Sebab dengan dalih melakukan bimbingan belajar (bimbel) kepada para siswa kelas 9 yang akan mengikuti ujian akhir, SMPN 16 menerapkan pungutan sebesar Rp 325 ribu kepada seluruh siswa kelas 9. Untuk menutupi pungutan tersebut, pihak SMPN 16 membentuk panitia kecil yang terdiri dari para orangtua siswa yang bertugas melakukan pungutan kepada para orangtua siswa. Padahal dana yang dikumpulkan para panitia itu diperuntukkan bagi para guru SMPN 16. Kepala SMPN 16, M Karmawan ketika di konfirmasi Radar Nusantara, Rabu (15/12)

mengatakan, para siswa kelas 9 yang terdiri dari 9 rombongan belajar (kelas) memang dikenakan pungutan sebesar Rp 325 ribu. Namun dia berdalih, pungutan tersebut bukan pihak sekolah yang melakukan, melainkan para orangtua siswa yang telah ditunjuk sebagai panitia. Dana yang dikumpulkan para panitia itu digunakan untuk membayar honor para guru yang mengajar bimbel dan sebagian lagi digunakan untuk biaya tryout. Bimbel itu dilakukan setiap hari Sabtu di SMPN 16 dan dilakukan dalam 16 kali pertemuan, sementara untuk tryout 4 kali pertemuan, ungkapnya. Bahkan, ungkap Karmawan melanjutkan, pihak orangtua siswa yang meminta diadakannya bimbel kepada para siswa, dan yang memungut uang bimbel itu juga para orangtua siswa itu sendiri. Sebab, sebelum kegiatan bimbel dilaksanakan para orang-

tua siswa itu telah membentuk panitia tehadap kegiatan bimbel, dalihnya. Untuk itu, pungutan yang ada di sekolahnya tersebut tidak menjadi masalah. Sebab Wakil Walikota Bekasi, Rahmat Efendi juga tidak pernah melarang dan menyatakan tidak menjadi masalah pungutan yang dilakukan sekolah kepada siswa, asal bukan pungutan untuk biaya operasinal. “pungutan ini tidak bermasalah menurut Wakil Walikota.” Un-

Jakarta (Radar Nusantara) Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto telah menegur Angggota DPR Fraksi Gerindra Pius Lustrilanang seputar pernyataan mendukung pembangunan gedung baru DPR. “Kepada saudara Pius tadi sudah ditegur untuk tidak melakukan pernyataanpernyataan yang mendukung terhadap rencana pembangunan itu. Bahkan dalam pidato Pak Prabowo menyatakan kalau ada anggota DPR yang tidak sejalan dengan kepentingan partai silakan keluar,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon di sela-sela Rakernas Partai Gerindra di Hotel Redtop Jakarta, Sabtu (15/1/2011). Setelah ditegur, lanjutnya Pius menyatakan dukungan terhadap kebijakan partai. “Artinya dia tunduklah kepada sikap partai,” ujarnya. Menurut Fadli sikap Fraksi Partai Gerindra adalah menolak pembangunan gedung baru DPR. “Ini bukan mau mencari popularitas, jangan menganggap kalau mendukung aspirasi rakyat mencari simpati rakyat. Lho memang tugasnya DPR menyampaikan aspirasi rakyat, kalau tidak DPR mewakili siapa,” tegasnya. Fadli yakin jika DPR melakukan survei tentang perlu tidaknya pembangunan gedung DPR maka rakyat akan menolaknya. “Saya yakin 90 persen rakyat Indonesia menolak. Karena rakyat tengah dihadapi kesulitan hidup yang banyak dan dana Rp1,3 triliun dapat dibuat untuk alokasi yang lain,” tandasnya. Fadli menjelaskan jika ada satu fraksi yang menolak, maka pembangunan gedung baru DPR dapat dibatalkan. “Kami minta konsistensi dari Ketua DPR untuk persoalan ini. Jangan bersembunyi dibalik mekanisme dasn prosedur,” pungkasnya. (tim)

Perketat Pengawalan Dana BOS
Jakarta (Radar Nusantara) Dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) sudah mulai dicairkan ke beberapa daerah. Sesuai dengan sistem baru, dana senilai Rp 16,265 triliun itu, langsung ditransfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke rekening Dinas Pendidikan tiap-tiap daerah. Tanpa masuk ke rekening Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Tetapi, kemendiknas terus mengawal pengucuran dana itu, supaya tidak ada penyelewengan seperti yang dibeber Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendiknas Wukir Ragil di Jakarta kemarin (14/1) menjelaskan, proses penyaluran hingga sekarang masih berjalan. Wukir menegaskan, ada beberap aspek pendistribusian dana BOS yang akan ia periksa dan kawal. Ini ia lakukan supaya tidak ada penyelewengan seperti yang terjadi 2010 lalu. “Jangan sampai ada (penyelewengan) lagi pada sistem baru ini,” kata dia. Wukir mengurai, aspek-aspek pemantauan itu adalah untuk memastikan penyaluran dana BOS tersebut tepat waktu, tepat orang yang menerima, tepat jumlah yang diterima, dan tepat sasaran. Termasuk juga prosedur pencairan dan pertanggungjawabannya. Wukir menambahkan, dana BOS ini dikirim langsung ke daftar isian pelaksana anggaran (DIPA) dinas pendidikan kabupaten atau kota. “Pemeriksaan dari kami akan berkesinambungan selama tiga bulan sekali,” terang dia. Dengan mempertimbangkan proses pencairan dimulai awal Januari lalu, Wukir mengatakan seharusnya saat ini sudah ada proses pencairan ke sekolah. “Dari Dinas Pendidikan setempat tentu tidak menunggu lama. Harusnya bisa berjalan lancar,” kata dia. Kelancaran proses distribusi dana BOS ini bisa mendukung kegiatan operasional belajar siswa. Wukir berharap, kepada seluruh dinas pendidikan kota atau kabupaten, supaya segera mengalirkan dana Bos ke sekolah penerima. Apalagi, tambahnya, pihak dinas sudah memiliki data base yang rinci terkait sekolah penerima dana BOS. “Tidak perlu ditampung lama-lama dana tersebut di dalam rekening,” tandasnya. Terkait kelematan sistem distribusi tahun lalu, Wukir mengevaluasi ada beberapa kelemahan. Diantaranya adalah, sekolah penerima dana BOS tidak melibatkan komite sekolah atau orang tuas siswa penerima dan BOS. “Padahal perlu ada komunikasi yang bagus terkait penggunaan dana BOS,” jelas dia. Wukir masih sering menemukan sekolah tiba-tiba mengalokasikan dana BOS tanpa memberitahu komite atau wali siswa. Khusus hubungan keterbukaan antara sekolah dengan wali murid penerima dana BOS, Wukri mengatakan akan mengintervensi penuh. Menurutnya, rata-rata sekolah kurang transparan pada orang tua siswa terkait penggunaan dana BOS. “Meskipun begitu, saya juga mendengar masyarakat yang puas dengan kucuran dana BOS,” kata dia. Selain itu, Wukir juga mengevalausi pencairan dana BOS untuk tingkat sekolah dasar (SD). Wukri mengatakan, beberapa SD mengalami hambatan karena tidak memiliki SDM. Wukir menyebutkan, banyak SD yang tidak memiliki karyawan yang mampu membuat laporan pertanggungjawaban dana BOS. Jika tahun ini masih ada penyelewengan, Wukir mengatakan siap menindak tegas. Tetapi, tindakan tegas itu tidak bisa langsung dijatuhkan ke pihak sekolah. “Kami hanya memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah daerah ( kota atau kabupaten),” pungkasnya. Dalam system otonomi daerah, penindakan kepada sekolah yang menyelewengkan dana BOS menjadi wewenang pemerintah daerah setempat. (tim)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II-IV Januari 2011

11

Ratusan Gedung SD Rusak Berat
Malang (Radar Nusantara) Sekitar 250 gedung Sekolah Dasar (SD) yang mengalami rusak berat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga saat ini belum mendapat perbaikan.
PENGAKUAN Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Malang Suwandi, bahwa selama tahun 2010 sama sekali tidak ada perbaikan fisik (renovasi) terutama gedung SD yang mengalami rusak berat. Untuk mengatasi hal tersebut, Diknas malang akan berupaya memperbaikinya secara bertahap, sesuai anggaran yang tersedia dengan skala prioritas. Setelah petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) penggunaan anggaran dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat turun,akan segera merenovasi gedung-gedung tersebut,terutama gedung SD yang mengalami rusak berat. Dikatakannya, sampai saat ini juklak dan juknis penggunaan DAK tersebut belum turun, sehingga Diknas setempat belum bisa mencairkan dan menggunakan DAK tersebut terutama DAK 2010. Selain juklak dan juknis, katanya, acuan aturan yang digunakan sebagai pedoman pada tahun 2010 juga belum jelas, sehingga pihaknya tidak berani mengajukan pencairan DAK. Sebelumnya Suwandi juga mengemukakan, penggunaan DAK di daerah itu akan lebih banyak untuk pembangunan sarana fisik terutama di SD, dengan perbandingan 70 persen untuk pembangunan fisik dan 30 persen untuk peningkatan kualitas pendidikan. Sedangkan di SMP, katanya, justru sebaliknya, 70 persen untuk peningkatan kualitas pendidikan dan 30 persen untuk pembangunan fisik. Total gedung SD yang mengalami rusak berat di Kabupaten Malang sekitar 250 unit dari 1.117 SD negeri yang ada di daerah itu. Sedangkan gedung SMP yang masuk kategori rusak berat masih belum ditemukan. Oleh karena itu, pihaknya masih menurunkan tim untuk memetakan sekaligus mengetahui tingkat kerusakan gedung di masing-masing sekolah agar tahun 2011 bisa langsung ditangani. Total jumlah DAK untuk Diknas Kabupaten Malang sebesar Rp122 miliar. Jumlah tersebut merupakan gabungan dari DAK 2010 yang belum dicairkan sebesar Rp51 miliar dan tahun 2011 sebesar Rp71 miliar. Sementara data dari Diknas setempat disebutkan, jumlah SD Negeri di Kabupaten Malang mencapai 1.117 unit dan SD swasta 45 unit, SMP sebanyak 66 unit (negeri) dan 198 unit (swasta), SMA sebanyak 13 unit (negeri) dan 57 unit (swasta) serta SMK sebanyak 80 unit (negeri dan swasta). (tim)

Pasar Bintara Butuh Pengecatan dan Penataan
Bekasi, (Radar Nusantara) Melintas di kawasan pasar Bintara, Kota Bekasi, Jawa Barat saat ini terasa begitu kurang sedap. Pasalnya, tampak disana-sini kesemrautan pasar yang tidak tertata rapi, bahkan beberapa kios tampak kosong melompong di tinggal pedagang, kondisi tersebut jelas menambah keenganan masyarakat untuk berbelanja di pasar Bintara. Sebab itulah, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar Bintara, Untung B Purwoko sangat membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat untuk kembali menata kondisi pasar Bintara agar tampak apik dan menarik. “kami mengharapkan agar dialokasikan dana untuk pengecatan pasar, sebab warna dan kindisi fisik gedung sudah kusam dan kotor,” ujar Untung. Masyarakat memang cenderung enggan berbelanja ke pasar Bintara dan mereka lebih memilih berbelanja di pasar Modern. Sebab itu, bila nantinya kondisi pasar ini diperbaiki maka masyarakat juga akan senang untuk berbelanja, yang berarti pula memberikan kontribusi positif bagi pedagang dan peningkatan PAD Kota Bekasi. Kepada para pedagang, Untung B Purwoko mengharapkan agar pedagang tidak membiarkan kiosnya kosong melompong, sebab sesuai dengan ketentuan yang berlaku bahwa Hak Guna Pakai (HGP) pedagang terkait akan hilang atau hangus bila selama 3 bulan berturut-turut ditinggalkan penggunanya. Selain pengecatan, Untung juga mengharapkan agar ada proyek penataan emplasmen pasar Bintara, sebab sebagaimana diketahui sudah sejak lama elemen masyarakat menghendaki penataan emplasmen pasar seperti yang sudah dilaksanakan di beberapa unit pasar lain di Kota Bekasi. Termasuk pula untuk para Pedagang Kaki Lima (PKL) diharapkan para Lurah dan Camat serta Satpol PP berkoordinasi untuk menertibkan PKL yang dianggap liar dan agar ditempatkan saja di pasar Bintara.. “Mudah-mudahan permohonan kami untuk pengalokasian dana untuk pengecatan dan penataan pasar Bintara ini terakomodir dalam APBD Kota Bekasi tahun 2011, sehingga animo masyarakat dalam berbelanja di pasar Bintara kembali meningkat dimasa mendatang, yang berarti pula akan berdampak pada peningkatan pendapatan pedagang dan pemerintah sekaligus upaya untuk mempertahankan piala Adipura sebagai kota yang bersih dan rapi dari penilaian titik pantau kondisi perpasaran. (HS)

Dua Dusun Belum Tersentuh Pendidikan
Kotabaru ( Radar Nusantara) Dua dusun, Mahinding dan Cantung Kiri Hulu di Kecamatan Hampang, Kotabaru, Kalimantan Selatan, sampai sekarang belum tersentuh dunia pendidikan. Salah satu kendalanya karena belum terbukanya jalan menuju lokasi permukiman warga lokal di dua dusun tersebut. Akibatnya, ratusan warga dan anak-anak di Dusun Mahinding, Desa Muara Ore dan Dusun Cantung Kiri Hulu, Desa Limbur, Kecamatan Hampang tersebut belum mampu membaca dan menulis. Kepala Dinas Pendidikan Kotabaru, H Rairajuni, mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan kenapa dunia pendidikan belum menyentuh mereka yang tinggal di daerah pegunungan Meratus tersebut. Di antaranya, faktor geografis, dimana belum ada akses jalan yang terbuka, meskipun hanya jalan setapak untuk menuju lokasi Dusun Cantung Kiri Hulu. “Sehingga wajar saja jika 16 kepala keluarga dan anak-anak mereka yang bermukim di dusun yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar tersebut tidak pernah mengenyam dunia pendidikan,” terang Rairajuni. Dusun Cantung Kiri Hulu hanya bisa ditempu dengan jalan kaki dengan waktu berjam-jam

dari desa induk yakni, Desa Limbur, sedangkan Desa Limbur baru dapat ditempuh dengan jalan kaki sekitar 12 jam dari desa terdekat atau Hampang. Sementara Dusun Mahinding yang berbatasan dengan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat ditempuh dengan kendaraan, namun kendaraan khusus yang dapat naik dan turun gunung yang tinggi dan terjal. “Tenaga guru yang kami tugaskan membina warga di dusun Mahinding tidak tahan, karena medannya untuk menuju lokasi

terlalu berat,” kata Kepala Dinas Pendidikan seraya mengatakan, Dusun Mahinding dapat ditempuh dengan waktu minimal 3 jam dengan kendaran roda dua khusus. Bahkan mereka sering terjatuh dari kendaraan, karena medannya naik turun terlalu terjal. Karena itulah, kata Rairajuni, ia hanya mampu bertahan beberapa hari saja di Dusun Mahinding. Menurut Dia, untuk membebaskan agar mereka terbebas dari buta aksara, terutama anak-

anak yang masih usia sekolah, Dinas Pendidikan berencana merekrut konsultan/tutor yang bertugas untuk membimbing mereka agar bisa membaca dan menulis. “Karena tidak mungkin kita akan membangun sekolah kecil di dusun tersebut, karena syarat untuk membangun sekolah kecil muridnya minimal 60 orang,” terangnya. Untuk itu, hanya diperlukan tutor atau guru yang ditugaskan khusus untuk menuntun mereka mampu membaca dan menulis.

Ujian Mandiri, PTN Nakal Harus Diberi Sanksi
Jakart (Radar Nusantara) Anggota Komisi X DPR RI, Raihan Iskandar mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) wajib untuk memberikan sanksi kepada pihak perguruan tinggi negeri (PTN) yang melanggar aturan pemerintah terkait pelaksanaan ujian mandiri. “Pemerintah seharusnya tidak hanya memberikan teguran terhadap sejumlah PTN yang berencana mengadakan ujian mandiri sebelum pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Seharusnya, pemerintah memberikan sanksi yang tegas bagi PTN yang melanggar peraturan,” ungkap Raihan di Jakarta, Jumat (14/1). Raihan menjelaskan, di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 34 Tahun 2010 pasal 6 ayat (3), sudah dinyatakan secara tegas bahwa pola penerimaan mahasiswa baru secara mandiri dilaksanakan setelah pelaksanaan pola penerimaan mahasiswa baru secara nasional. “Oleh karena itu, jika ada PTN yang hendak melaksanakan ujian mandiri, seharusnya dilaksanakan setelah pelaksanaan SNMPTN yang dijadwalkan tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2010,” tukasnya. Selanjutnya, pengumuman hasil ujian mandiri pun harus dilakukan setelah pengumuman hasil SNMPTN. Hal ini, lanjut Raihan, untuk memberikan kepastian bagi setiap peserta, apakah mereka diterima atau tidak dalam SNMPTN tersebut. Sehingga, para calon mahasiswa peserta ujian pun tidak akan dihinggapi kebingungan nantinya, jika dihadapkan pada pilihan jurusan mereka. “Karena, jika penyelenggaraan dan pengumuman ujian mandiri dilakukan sebelum SNMPTN, seringkali terjadi karena mereka sudah diterima lewat ujian mandiri dan diwajibkan membayar sejumlah uang tertentu, mereka juga diterima lewat jalur SNMPTN. Alhasil, uang yang mereka keluarkan pun tidak bisa dikembalikan,” papar Raihan. Lebih jauh, Raihan menambahkan, setiap PTN pun harus benarbenar memenuhi ketentuan PP Nomor 66 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, terutama pasal Pasal 53B ayat (1). Yaitu bahwa satuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah, wajib menjaring peserta didik baru program sarjana melalui pola penerimaan secara nasional paling sedikit 60 persen dari jumlah peserta didik baru yang diterima untuk setiap program studi pada program pendidikan sarjana. PP ini pun kemudian dipertegas dalam Permendiknas tersebut, yaitu pasal 3 ayat (1). “Baik PP maupun Permendiknas ini pun, sudah secara tegas menyatakan tentang kewajiban bagi tiap PTN untuk menerima mahasiswa baru minimal 20 persen dari seluruh mahasiswa baru yang diterima dari kalangan tidak mampu secara ekonomi,” ujar Raihan. Di samping itu, dalam Pasal 11 Permendiknas tersebut, juga dinyatakan bahwa biaya penerimaan mahasiswa baru dibebankan pada anggaran perguruan tinggi yang bersangkutan, berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Jika diketahui dan terbukti ada PTN yang mengabaikan dan melanggar peraturan tersebut, sudah sewajarnya Kemdiknas memberikan sanksi yang tegas,” tandasnya. (cha/jpnn)

RADAR PENDIDIKAN

Minggu ke II-IV Januari 2011

12

Block Grant Sarat Penyimpangan
Kajari Bekasi Diharapkan Lakukan Penyelidikan
BEKASI, (Radar Nusantara) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi yang kini dipimpin, Ali Mukartono diharapkan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat.
itu terlihat dengan begitu banyaknya penyimpangan yang dilakukan pihak ketua P2S dalam melaksanakan proyek pembangunan gedung laboratorium itu. Seperti berita Radar Nusantara pada edisi yang lalu dengan judul “Proyek Block Grant SMPN 8 Bekasi Sarat Penyimpangan” terungkap sejumlah penyimpangan yang dilakukan ketua P2S, diantaranya gedung laboratorium IPA yang telah dibangun tersebut adalah gedung bekas Ruang Kelas belajar (RKB) lama yang telah di “sihir” pihak Ecin Cs, sehingga terkesan bangunan itu bak bangunan baru. Beberapa item pengerjaan hanya dikerjakan dengan sistim tambal sulam. Begitu juga saat pengerjaan pemasangan lantai keramik yang hanya bagian lantai keramik selasar saja dipasang baru. Sementara, keramik yang ada dalam ruangan masih menggunakan keramik lama. Sedangkan kusen jendela, plafon dan atap gedung labortorium, bahan material yang digunakan sebagian adalah barang bekas, dan mengelabui pihak P2S terkesan buruburu mengecat material bekas agar tidak terpantau. padahal pihak Kementerian Pendidikan Nasional telah menganggarkan pembangunan laboratorium IPA itu sebesar Rp 110 juta. Ironisnya lagi, plafon yang ada didalam ruangan gedung laboratorium telah rusak padahal belum digunakan para siswa. Rusaknya plafon gedung laboratorium yang baru dibangun itu juga terjadi pada plafon yang ada disisi kiri bangunan. Pada edisi lalu, Ecin Kuraesin SPd saat di konfirmasi mengaku sedang berada diluar kota mengikuti diklat TOT tingkat provinsi. Namun, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Ecin berdalih, pelaksanaan proyek pembangunan gedung laboratorium itu sudah sesuai dengan ketentuan. Bahkan, pembangunannya sudah diperiksa dinas Penataan dan pengawasan Bangunan (P2B) Kota Bekasi. Hingga berita ini diturunkan untuk kedua kalinya, Ecin Kuraesin tidak bisa dikonfirmasi karena sedang sakit. Bahkan konfirmasi via telepon pada, Sabtu (15/1) tidak ada jawaban, sehingga terkesan menghindari konfirmasi wartawan. (cha)
Foto: Rep

Kemdiknas Bantah Beri Dispensasi ke UGM Diminta Tetap Tunduk pada Aturan
Jakarta (Radar Nusantara) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Djoko Santoso membantah anggapan pihaknya telah memberikan dispensasi kepada Universitas Gajah Mada (UGM) untuk menggelar ujian mandiri sebelum pelaksanaan ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Tidak benar jika kami memberikan dispensasi. Walaupun wakil rektornya sudah bicara macam-macam, tetapi kan tidak pernah bicara langsung kepada kami. Jadi, bagaimanapun UGM harus tetap tunduk aturan. Tolong katakan langsung kepada Rector UGM bahwa Kemdiknas tidak akan memberikan dispensasi,” tegas Djoko di Gedung Kemdiknas, Jakarta, Kamis (13/1). Djoko mengungkapkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 34 Tahun 2010, seleksi mandiri harus dilaksanakan setelah SNMPTN berlangsung. Kuota mahasiswa yang diterima lewat seleksi mandiri minimal sebanyak 40 persen dari total jumlah mahasiswa yang diterima, dan sisanya sebanyak 60 persen lewat jalur SNMPTN. Sementara itu hingga hari ini, Rektor UGM Sudjarwadi enggan dan menolak untuk memberikan pernyataan mengenai hal ini. Sudjarwadi hanya mengatakan bahwa hal ini tidak perlu dijelaskan kembali. “Semuanya sudah jelas dan sudah lengkap,” imbuhnya. Sebelumnya, Wakil Rektor Senior UGM Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Retno Sunarminingsih menerangkan, meskipun aturan baru menyebutkan perguruan tinggi negeri (PTN) yang menggelar seleksi mandiri harus dilakukan setelah pelaksanaan SNMPTN dan Penelusuran Bibit Unggul (PBU), UGM telah mendapatkan dispensasi izin untuk tidak melaksanakan aturan yang ditetapkan oleh Kemendiknas pada tahun ini. “Oleh karena itu, kami tidak akan mengubah jadwal penerimaan mahasiswa melalui ujian mandiri, dan tetap menjalankan mekanisme pendaftaran seperti biasa,” kata Retno. Istri mantan Mendiknas Bambang Sudibyo ini menjelaskan, rencana ujian mandiri UGM tidak dibuat mendadak, tetapi telah disusun sejak setahun lalu. Mekanisme seperti itu tidak hanya dilakukan UGM, tetapi juga PTN lain seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI). “Kami juga sudah telanjur menyebarkan informasi ke berbagai daerah sehingga tahun ini kami akan tetap menggunakan jadwal yang sudah kami tetapkan,” tukasnya. (fahrudin)

Ecin Kuraesin ( Kepsek SMPN 8 Kota Bekasi)

KHUSUSNYA pelaksaan pembangunan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Kota Bekasi. Pasalnya, pelaksanaan proyek pembangunan gedung ruang laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Kota Bekasi yang dialokasikan dari anggaran bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional itu disinyalir sarat dengan peny-

impangan, bahkan menjadi bancakan oknum di sekolah tersebut. Sebab, pihak SMPN 8 Kota Bekasi dalam melaksanakan pembangunan itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan hanya asal-asalan. Sehingga terkesan ketua Panitia Pembangunan Sekolah (P2S) yakni, Ecin Kuraesin SPd yang juga selaku kepala SMPN 8 Kota Bekasi hanya mengeruk keuntungan belaka. Hal

Meningkatkan Kualitas Guru SMAN I Setu
jemen sekolah, pembiayaan pendidikan dan standar penilaian. Kelak yang akan menjadi scoring untuk menentukan nilai skor total kinerja sebuah sekolah. Kemajuan dunia pendidikan di tingkat sekolah menengah atas Negeri I Setu di wilayah Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi harus di tingkatkan agar siswa-siswi di sekolah tersebut bisa menjadi handal, kreatif, berpotensi dan berdedikasi tinggi untuk lingkungan. Peningkatan mutu pendidikan dan tenaga kependidikan (PMPTK) tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas guru di Kabupaten Bekasi yang terintegrasi. Saat di konfirmasi H. Muhamad Nurdin S.Pd M.MPD menejelaskan kepada wartawan Radar Nusantara bahwa tenaga pedidik yang ditunjang dengan sistem pendidikan yang berkualitas merupakan salah satu kunci terpenting dalam keberhasilan pendidikan di Indonesia dan merupakan bentuk investasi bangsa untuk menciptakan masyarakat serta calon pemimpin bangsa di masa depan. Lebih lanjut dikatakan H. Muhamad Nurdin S.Pd M.MPD dalam proses pendidikan kreatif dan inoviatif setidaknya ada tiga aspek yang perlu dikembangakan yakni : 1. Hard skill (Ketrampilan Teknis dan Analisis) 2. Soft Skill ( Ketrampilan Berinteraksi Sosial) 3. Life Skill ( Kecakapan Hidup) SMAN I Setu diharapkan mampu mengembangkan sumber daya manusia (SDM) serta dapat memberikan pembelajaran dalam bidang kreatifitas. (Gunawan)

Bekasi, (Radar Nusantara). Dalam rangka pengembangan kependidikan SMAN I Setu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi berdasarkan Aspek Indikator untuk mencapai bobot yang telah

ditentukan sesuai dengan Instrumen kinerja sekolah yang meliputi : standar kompetensi kelulusan, standar proses pembelajaran sekolah, tenaga pendidikan, sarana prasarana, pengolahan mana-

Wakil Walikota Bekasi Restui Pungutan SMPN 16
BEKASI, (Radar Nusantara) Tampaknya harapan pemerintah Kota Bekasi untuk membuat pendidikan gratis bagi masyarakatnya tidak sepenuhnya mendapat apresiasi yang positif dan dukungan dari para pendidik dan sekolah, hal itu seperti yang dilakukan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 16 Kota Bekasi, Jawa Barat. Padahal Walikota Bekasi demi meringankan beban para orangtua siswa telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang melarang sejumlah sekolah negeri melakukan pungutan dengan dalih apapun, namun ironisnya keputusan itu bak angin lalu. Sebab dengan dalih melakukan bimbingan belajar (bimbel) kepada para siswa kelas 9 yang akan mengikuti ujian akhir, SMPN 16 menerapkan pungutan sebesar Rp 325 ribu kepada seluruh siswa kelas 9. Untuk menutupi pungutan tersebut, pihak SMPN 16 membentuk panitia kecil yang terdiri dari para orangtua siswa yang bertugas melakukan pungutan kepada para orangtua siswa. Padahal dana yang dikumpulkan para panitia itu diperuntukkan bagi para guru SMPN 16. Kepala SMPN 16, M Karmawan ketika di konfirmasi Radar Nusantara, Rabu (15/12) mengatakan, para siswa kelas 9 yang terdiri dari 9 rombongan belajar (kelas) memang dikenakan pungutan sebesar Rp 325 ribu. Namun dia berdalih, pungutan tersebut bukan pihak sekolah yang melakukan, melainkan para orangtua siswa yang telah ditunjuk sebagai panitia. Dana yang dikumpulkan para panitia itu digunakan untuk membayar honor para guru yang mengajar bimbel dan sebagian lagi digunakan untuk biaya tryout. Bimbel itu dilakukan setiap hari Sabtu di SMPN 16 dan dilakukan dalam 16 kali pertemuan, sementara untuk tryout 4 kali pertemuan, ungkapnya. Bahkan, ungkap Karmawan melanjutkan, pihak orangtua siswa yang meminta diadakannya bimbel kepada para siswa, dan yang memungut uang bimbel itu juga para orangtua siswa itu sendiri. Sebab, sebelum kegiatan bimbel dilaksanakan para orangtua siswa itu telah membentuk panitia tehadap kegiatan bimbel, dalihnya. Untuk itu, pungutan yang ada di sekolahnya tersebut tidak menjadi masalah. Sebab Wakil Walikota Bekasi, Rahmat Efendi juga tidak pernah melarang dan menyatakan tidak menjadi masalah pungutan yang dilakukan sekolah kepada siswa, asal bukan pungutan untuk biaya operasinal. “pungutan ini tidak bermasalah menurut Wakil Walikota.” Ungkap Karmawan yakin. Namun ironisnya, ungkapan Wakil Walikota Bekasi kepada kepala SMPN 16 yang tidak melarang pungutan itu bertolak belakang dengan program Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi, yakni Sekolah Bebas Biaya (SBB) yang kerap didengungkan Walikota Bekasi. Bukan hanya itu saja, bahkan dari program SBB itu Pemkot Bekasi juga telah menganggarkan biaya untuk bimbel. Tetapi wakil kepala SMPN 16, Asep yang saat itu ikut mendampingi Karmawan dalam konfirmasi Radar Nusantara berdalih, program bimbel yang ada di anggaran SBB itu dilaksanan pada smester II, sementara bimbel saat ini dilakukan bulan Oktober 2010, yakni pada smester I. bahkan Asep berdalih pihaknya hanya sebatas membantu saja, sebab jika para siswa mengikuti bimbel diluar biayanya lebih mahal dibanding dengan bimbel di SMPN 16. Hal itu karena gaji para guru sangat mahal, sehingga pungutan Rp 325 ribu/siswa tidak cukup membayar para guru, ungkap Asep dengan nada angkuh. (red)

EKONOMI & BISNIS

Minggu ke II-IV Januari 2011

13

Rupiah Masih Lemah

Di Bandung Harga Ikan Melambung
Bandung, (Radar Nusantara) Harga berbagai komoditas ikan laut di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung selama sepekan terakhir melonjak hingga 30 persen. Kondisi ini terjadi seiring berkurangnya pasokan ikan dari nelayan yang enggan melaut akibat gelombang tinggi di perairan utara dan selatan Jawa Barat. Dari pantauan di Pasar Kosambi Bandung, Sabtu (15 /1/2011), kenaikan harga ikan laut rata-rata berkisar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada ikan bawal yang saat ini mencapai Rp 50.000 per kg. Pada hal, pada kondisi normal, harganya hanya sekitar Rp 35.000 per kg. Sedangkan ikan kakap yang biasanya Rp 40.000 kini naik menjadi Rp 50.000/kg. Enjum (62), pedagang ikan, mengatakan, selain ikan kakap, harga ikan jambal kue juga naik dari Rp 35.000 me njadi Rp 40.000/kg, sementara ikan kembung melonjak dari Rp 20.000 menjadi Rp 28.000/kg. Menurut Enjum, ikan di ke Pasar Kosambi biasanya dipasok dari Ciamis dan beberapa wilayah di pantai utara seperti Subang dan Cirebon. “Sepekan terakhir, pasokan berkurang drastis. Hampir di semua pasar di Kota Bandung, pasokannya turun,” katanya. Amir Miftah (43), pedagang ikan di Pasar Induk Caringin, menyatakan, harga ikan bandeng juga naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 28.000/kg, ikan barakuda dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000/kg, dan ikan tongkol dari Rp 20.000 menjadi Rp 25.000/kg. “Informasi yang kami terima, nelayan terutama di pantai utara belum melaut karena cuaca sulit ditebak. Di pantai selatan, kondisinya tidak jauh berbeda,” ujar Amir. Dia mencontohkan, pada kondisi normal pasokan segala jenis ikan di kiosnya mencapai 3 kuintal per hari. Namun sepekan terakhir, dia hanya mampu mendapat stok ikan laut sebanyak 1,5-2 kuintal per hari. Adi Purnomo (47), pedagang grosir ikan di Pasar Induk Caringin, mengatakan, kenaikan harga akibat pasokan merosot selalu terjadi setiap cuaca buruk melanda pantai utara dan pantai selatan Jabar. Pada kondisi normal, pasokan ikan ke Pasar Induk Caringin sebanyak 36 ton ikan laut, 60 ton ikan tambak, dan 50 ton ikan beku. Dalam sepekan terakhir, sejak cuaca memburuk, pasokan ikan laut hanya 18-20 ton. Omzet Berkurang Kondisi tersebut menyebabkan omzet pedagang ikan laut merosot, bahkan mencapai sekitar 50 persen. Penuturan Amir, biasanya dalam sehari dia bisa mendapat sekitar Rp 750.000-Rp 1 juta. Tapi dengan kondisi seperti saat ini, pendapatan turun menjadi sekitar Rp 400.000-Rp 500.000 per hari. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jabar Ulung Laksamana menyatakan, hampir sekitar 50 persen nelayan di perairan utara dan selatan provinsi Jawa Barat masih belum melaut. “Gelombang masih tinggi. Kalau taruhannya nyawa, senekad apa pun nelayannya, juga tidak berani. Apalagi, dari sekitar 3.000 kapal nelayan di Jabar, hampir 95 persen masih di bawah 30 gross ton (GT), sehingga tak bisa menembus gelombang, ungkapnya. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Ferry Sofwan mengatakan, tahun ini, Jabar akan mendapat bantuan 16 unit kapal penangkap ikan dari pemerintah untuk memperkuat armada nelayan di pantai utara dan selatan. Satu unit kapal dayanya masing-masing 100 GT. Kapal baru itu sebagian besar akan ditempatkan di pantai utara dan selatan Jabar dan akan dioperasikan kelompok nelayan seperti d i Indramayu, Cirebon, Pangandaran, Cipatujah dan Palabuhan Ratu. Ferry berharap, dengan kapal-kapal berukuran besar tersebut, diharapkan nelayan bisa melaut lebih jauh ke tengah dan mendapat hasil tangkapan yang lebih banyak. (tim)

Jakarta, (Radar Nusantara) Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta Jumat (14/1/2011) pagi kembali melemah, tertekan 15 poin menjadi 9.077/9.090 per dollar AS.

SEJUMLAH sentimen seperti dampak kekhawatiran meningkatnya inflasi di dalam negeri membuat rupiah berada dalam tekanan jual, walaupun secara umum fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat. “Aksi lepas rupiah oleh pelaku pasar memang sudah diperkirakan karena faktor internal yang masih sedikit negatif kendati sentimen negatif itu tidak terlalu besar,” kata analis dari Asjaya Indosurya Securi-

ties Reza Priyambada. Kendati demikian, gelombang pelepasan rupiah tidak terlalu besar. Pelepasan mata uang pekan ini didominasi pelaku kecil, sementara pedagang besar sudah keluar terlebih dahulu. “Namun, pedagang besar lain akan kembali lagi, itulah mekanisme pasar, Kami optimistis rupiah masih berada dalam kisaran 9.000,” katanya. Faktor fundamental ekonomi Indonesia yang makin kuat, meru-

pakan faktor utama yang menahan rupiah tidak akan terpuruk lebih jauh. “Fundamental kita kuat memicu pelaku asing untuk masuk ke pasar membeli rupiah. Pelaku asing akan masuk pasar apabila momen untuk membeli rupiah memang sudah waktunya,” ujarnya. Kepercayaan para pelaku pasar akan mempengaruhi transaksi rupiah hari ini. Ia memprediksi rupiah hari ini masih cenderung melemah tetapi tidak terlalu signifikan. (tim)

Kejaksaan Diminta Usut Dugaan Korupsi di BLKPI Cijantung Jakarta Timur
Jakarta (Radar Nusantara) Sejumlah kalangan mempertanyakan penyerapan anggaran 2010 di Balai Latihan Kerja Pembangunan Industri (BLKPI) Pasar Rebo Cijantung, Jakarta Timur. Pasalnya, selain tidak transparan juga hasilnya tidak maksimal sesuai rancangan anggaran biaya (RAB) dan kontrak. Disinyalir, hal itu disebabkan proses pelaksanaan lelang tidak sesuai dengan Kepres No. 80 tahun 2003 serta Kepres No. 5 tahun 2006 tentang pengadaan barang dan jasa. alias terindikasi korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Meskipun dalam teknis proses lelang (tender) dilaksanakan secara transparan, bukan berarti panitia bersih atau tidak ada unsur KKN dalam menentukan pemenang. Terbukti, setelah diumumkan pemenang ternyata ada saja rekanan yang ikut lelang merasa tidak puas lalu mengajukan sanggahan ke pihak panitia lelang. Jika sanggahan muncul berarti ada yang tidak beres dan perlu dipertanyakan. Apabila terjadi kolaborasi antara panitia lelang dengan rekanan pelaksana anggaran akan berdampak pada hasil kerja. Hal itu berkaitan erat, sebab secara psikologis panitia dan pengguna anggaran tidak akan berani tegas terhadap pihak rekanan meskipun hasil kerjanya tidak maksimal atau ada penyimpangan. Dalam hal ini panitia lelang dan pejabat pembuat kebijakan akan merasa buah simalakama apabila terjadi penyimpangan di lapangan dalam pelaksanaan anggaran. Sementara rekanan pelaksana anggaran memiliki senjata jika panitia dan pejabat pembuat kebijakan tegas apalagi sampai mengambil tindakan. Seperti contoh pelaksanaan pengadaan mesin bubut senilai Rp1,9 miliar. Sesuai kontrak kerja, batas waktu pengiriman 8 unit mesin bubut tersebut adalah tanggal 21 Oktober 2010 namun sampai saat ini belum terealisasi seluruhnya. Pekan lalu, ketika ditemui di kantornya, Ketua panitia lelang pengadaan barang dan jasa kantor BLKPI Pasar Rebo, Sugeng Rimbawanto mengungkapkan bahwa rekanan baru mengirim 3 unit mesin bubut. Ia mengaku tidak tahu penyebab kenapa barang itu terlambat dikirim bahkan sudah lewat batas waktu sesuai kontrak. “Saya sudah kirim surat ke pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut tapi juga dibalas. Tapi yang pasti atas keterlambatan pengiriman barang

tersebut pihak rekanan akan dikenakan denda”, katanya. Ketika dihubungi melalui telepon selulernya, salah seorang pihak rekanan mengaku tidak mencampuri soal teknis pelaksanaan di lapangan. Ia mengaku hanya membantu proses lelang. Bahkan ia juga mengaku baru tahu kalau rekanan baru mengirim 3 dari 8 unit mesin bubut. Sebaliknya ia menuding bahwa panitia juga salah menentukan batas waktu pelaksanaan pekerjaan. Katanya, tidak sesuai antara waktu pembuatan surat perintah kerja (SPK) dan batas wak-

tu pelaksanaan pekerjaan. Namun demikian, ia berjanji akan mengkonfirmasikan hal ini kepada rekan kerjanya. Sesuai pemantauan RaNus, bukan hanya penyerapan anggaran 2010 saja yang tidak maksimal di BLKPI Pasar Rebo, Jakarta Timur tapi juga tahun sebelumnya yakni 2007 hingga 2009. Pekerjaan terkesan asal jadi sehingga baru beberapa bulan selesai sudah rusak lagi. Untuk itu, diminta kepada pihak terkait agar meninjau kembali penyerapan anggaran 2007 hingga 2010 di BLKPI Pasar Rebo, Jakarta Timur. (sin)

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II-IV Januari 2011

14

Walikota Harus Selektif Memilih Nahkoda Disbimarta
Bencana Bagi Rekanan, Kepemimpinan Agus Sofyan Ditolak
Bekasi (Radar Nusantara) Adanya Informasi tentang rotasi, mutasi maupun promosi di lingkungan Pemerintah Kota (pemkot) Bekasi, sejumlah rekanan berharap agar Walikota Bekasi H.Mochtar Mohammad lebih selektif memilih nahkoda di Dinas Bina Marga Dan tata Air (Disbimarta) Kota Bekasi.
PARA rekanan menilai, setelah posisi Kepala Disbimarta Kota Bekasi di pimpin Ir. Agus Sopian berbagai persoalan silih berganti dihadapi Kontraktor. Bahkan para pengusaha menyebutnya sebagai pembawa bencana bagi rekanan disbimarta Kota Bekasi. “Boleh ditanya, satu persatu pengusaha mitra disbimarta, untuk memperoleh paket pekerjaan, termasuk pekerjaan kecil, yakni PL (Penunjukan Langsung ) yang nilainya dibawah 50 juta, harus lebih dulu menyetor dana kepada, Uje kepercayaan Kadis. Tender atau lelang, boleh dibilang hanya formalitas yang terkesan untuk memenuhi unsur Kepres sebagai pedoman pengadaan barang dan jasa. Sebab yang lebih dominan dalam memperoleh kegiatan (proyek) dilingkungan Disbimarta adalah sistim ploting, bukannya kualifikasi dan profesionalitas kontraktor. Ada setoran ada paket.”. Sehingga kalau tidak ada setoran, jangan harap mendapatkan proyek, ungkap salah seorang rekanan yang tidak ingin namanya dipublikasi. U S, menyetorkan ke Kabid Binamarga Ir.Lindon Tampubolon 150 juta untuk memperoleh 16 paket PL. .Kemudahan yang diberikan Lindon kepada U.S dalam Pengurusan Berita Acara (BA) dipermudah.tutur rekanan lainnya. Informasi lain yang berhasil diterima Radar Nusantara, kekecewaan rekanan atas kepemimpinan Agus Sopian tidak hanya terletak masalah setor menyetor. Tetapi tidak sebandingnya dana yang disetor dengan perolehan peket yang diterima rekanan. Terlebih setelah adanya pemotongan 15 % dari nilai kontrak kerja. Dengan alasan, bahwa Kota Bekasi mengalami devesit anggaran. Namun, secara yuridis formal perubahan Surat Perintah Kerja (SPK) yang sudah mempunyai ketetapan hukum itu, dinas tidak melakukan perubahan secara tertulis, hanya bentuk lisan. Dengan kata lain, pemotongan 15 % dari nilai SPK tidak mempunyai payung hukum. Kontraktor diposisikan serba sulit, sebab ibarat sibuah malakama. Dikerjakan 100 % rekanan bisa bangkrut, karena yang akan dibayar hanya 85%, sementara jika tidak dikerjakan, bila dihadapkan dalam proses hukum, yang bertanggung jawab tentang pengurangan pekerjaan itu tentunya menjadi tanggung jawab kontraktor. Adanya perubahan itu menjadi dilema bagi rekanan. Bahkan pelaksanaan pekerjaan, khusunya yang ditangani Disbimarta Kota Bekasi menjadi tersendat. Sebelumnya banyak rekanan enggan mengerjakan proyek, sebelum ada ketetapan hukum, atau perubahan SPK dari dinas. Akibatnya, banyak kegiatan di disbimarta saat pelaksanaannya tersendat-sendat, hingga masa waktu kontrak habis. Data yang diterima Radar Nusantara dari para rekanan di Kota Bekasi hingga akhir 31 Desember 2010, masih ada rekanan baru melakukan pengecoran. Sekitar 40 paket yang menggunakan sistim penunjukan langsung yang bernilai dibawah Rp 50 juta, dan beberapa titik yang ditenderkan juga tidak dikerjakan. Padahal masyarakat sudah sangat menanti perbaikan jalan maupun turap tersebut. “selama dua tahun ini, boleh dibilang kita hanya sebagai pekerja rodi. Balik modal aja sudah untung,” ujar rekanan lainnya. Kekecewaan akan kepemimpinan Agus Sopian, lebih keras datang dari Asosiasi Gapensi Kota Bekasi. Sebab di tahun pertama kepemimpinan Agus Sopian, rekanan yang tergabung dalam asosiasi tersebut sempat dicekal dan sulit mendapatkan proyek. Bahkan kontraktor-kontraktor ternama yang sudah banyak membantu pembangunan di Kota Bekasi lebih memilih mundur menjadi rekanan Pemkot Bekasi. Winarto misalnya, rekanan yang sudah ternama di Kota Bekasi ini ’kolep’. Padahal jasanya dalam membantu pembangunan di Kota Bekasi sudah cukup banyak. Tidak hanya Winarto, masih banyak rekanan lainnya yang lebih memilih hengkang dari Kota Bekasi akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan. Terutama masalah upeti yang tidak sebanding dengan nilai paket yang akan diterima, ibaratnya lebih besar pasak dari tiang. Kontraktor yang mengutamakan kwalitas tentu akan menolak bermitra dengan sistim kepemimpinan Agus Sopian. Seperti yang diungkapkan salah seorang rekanan, bahwa proses lelang hanya sebuah retorika, semuanya tergantung nilai setoran. “kita ambil hikmatnya saja, rezeki yang baik itu datangnya dari Tuhan. Dengan adanya kejadian itu, saya bisa mengembangkan sayap hingga ke Kabupaten dan Karawang. Sekarang, toh saya bisa mendapat pekerjaan di Kota Bekasi, walau harus melalui teman yang lain” tutur salah seorang pengurus DPD Gapensi Kota Bekasi kepada Radar Nusantara. Seraya bertanya, apa benar Agus Sopian itu sudah pernah dipanggil ke Mabes Polri? tanyanya dengan rasa keingintahuan. Menabur Angin Akan Menuai Badai Nama Agus Sopian mulai ngetop, setelah dipromosikan menjadi eselon II dan menjabat Kepala Dinas Binamarga dan Tata Air Kota Bekasi. Promosi itu diperolehnya dari Walikota Bekasi H.Mochtar Mohamad. Informasi yang berkembang, promosi itu diterima atas jasanya mendukung Mochtar Mohamad dalam pencalonan Walikota Bekasi. Agus Sopian bahkan merupakan ketua tim sukses relawan untuk wilayah Kecamatan Rawa Lumbu dan sekitarnya. Dari kehidupan sederhana, setelah menjabat kepala Disbimarta Kota Bekasi, pundi-pundi kekayaannya penuh dengan kemegahan. Bahkan mampu hidup mewah dengan rumah dan mobil yang serba “wah” yang diraihnya dengan mudah. Bukan hanya itu saja, nama Agus Sopian juga sempat kesohor hingga kepelosok Kabupaten Karawang dengan sebutan Agus Beton. Informasi dari orang-orang terdekatnya, sekitar Rp 5 miliyar dia (Agus Sopian) habiskan untuk mencetak stiker dan baliho demi mempromosikan namanya di wilayah Kabupaten Karawang tahun 2010. Hal itu dilakukannya sebagai bentuk sosialisasi dan ambisinya dalam pencalonan untuk memperebutkan kursi calon Bupati Karawang. Kendati saat itu armada politiknya belum jelas, namun demi sebuah ambisi Agus Sopian bersikeras mengeluarkan koceknya untuk pencalonannya itu. Dan terbukti nama Agus Beton tidak ada dalam daftar tetap calon Bupati Karawang. Pertanyaan public, dari mana dana sebesar itu dia peroleh? Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, masyarakat Kota Bekasi berharap agar pihak yang berkompoten mengaudit harta kekayaan Agus Beton. Baik dari, sebelum dan sesudah menjabat Kadisbimarta Kota Bekasi. Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Ungkap rekanan dengan nada kesal. (R1)

Mahasiswi UI Kabur Dari Rumah Kost, Pergi Bersama Pacar?

Karisma Saviri

Depok ( Radar Nusantara) Karisma Saviri, mahasiswa Jurusan (Departemen) Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia (UI),yang hilang semenjak 16 Desember 2010 yang lalu, kini keberadaanya sudah menunjukkan titik terang. Keterangan itu diketahui dari alin kakak dari Karisma yang mendapat informasi dari pihak kepolisian bahwa keberadaan Karisma sudah diketahui.Namun pihak keluarga masih memilih menutup mulut,kendati polisi sudah menemukan jejak mahasiswa jurusan biologi itu. Sebelumnya,ketika Karisma diketahui tidak kembali ke tempat kosnya,semua pihak bahu membahu mencari Karisma, mulai teman satu kost, satu fakultas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, rektorat, hingga polisi. Hal itu menyusul laporan kehilangan oleh kakak Karisma, Alin ke Polres Depok. Polisi sudah menemukan jejak Karisma yang diduga kuat pergi bersama seseorang yang dikenalnya. Menurut salah satu sumber, Karisma bahkan saat ini berada di luar pulau Jawa dan dalam kondisi baik – baik saja. Cindy Khalista teman kost Karisma di Wisma Kaca Kukusan, Beji, Depok, menuturkan Karisma memang pernah bercerita memiliki kekasih. Kekasih tersebut juga merupakan mantan Karisma yang sempat mengajaknya menikah. “Teman – teman menduga Karisma pergi bersama pacarnya, tapi Karisma tidak pernah cerita lebih jauh siapa namanya, anak mana, rumahnya dimana,” kata Cindy. Tak hanya keluarga, teman – teman Karisma di tempat kostnya juga bungkam dan tak dapat dihubungi. Polisi pun juga sudah menyatakan kasus tersbut menjadi ranah dan urusan keluarga. Akibat dari kejadian itu, Karisma juga tidak mengikuti ujian akhir semester (UAS). Padahal Karisma baru duduk di semester pertama dan dikenal sebagai anak yang rajin dan pintar. (tim)

Berbenah Membangun Desa
Cikarang (Radar Nusantara) Semangat masyarakat Desa Telajung patut di acungkan jempol – antusias masyarakat dalam menyambut dan mempersiapkan program peningkatan infrastruktur perdesaan. melalui anggaran dana desa Peradaban menuju Desa Mandiri (Desa Madani) yang dialokasikan untuk pembangunan fisik dan normalisasi yang ada diwilayah Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat dengan memprioritaskan tenaga kerja setempat atas dasar kesepakatan kerja yang telah disepakati melalui pengurus / tim pengelola pelaksanaan kegiatan pembangunan desa. Dalam kunjungannya kepala Desa Telajung H. Acep Sunarya terjun langsung ke lokasi untuk memantau dan memonitoring semua kegiatan pembangunan yang ada di Desa Telajung Menurut Kepala Desa Telajung H. Acep Sunarya menjelaskan kepada wartawan Radar Nusantara mengharapakan seluruh jajaranya dan instansi terkait serta masyarakat mendukung sepenuhnya pelaksanaan kegiatan membangun desa, agar Desa Telajung tidak menjadi desa yang tertinggal melainkan menjadi desa yang mandiri. Desa perubahan untuk mencapai hasil yang maksimal. Inilah bukti seoarang kepala Desa yang berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab kepada masyarakat Desa Telajung Kecamatan Cikarang Barat. Harapan masyarakat pelaksanaan kegiatan pembangunan desa tersebut segera dirampungkan sesuai rencana (Gunawan)

Kepala Desa Telajung H. Acep Sunarya

RADAR JABODETABEK

Minggu ke II-IV Januari 2011

15

Normalisasi Kali Sadang Solusi Tepat Antisipasi Banjir
Cikarang Barat (Radar Nusantara) Salah satu bentuk konsekuensi pemerintah Kabupaten Bekasi dalam pembangunan masyarakat, normalisasi kali sadang bertujuan untuk menghindari banjir.

Deden Komarudin, Kandidat Ketua KADIN
Bekasi, (Radar Nusantara) Sejumlah nama-nama pengusaha di Bekasi kini mulai bermunculan untuk memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Jawa Barat periode hingga lima tahun mendatang. Sebagaimana diketahui, menjelang akhir Januari ini, ketua KADIN lama, H Joko Adi Wibowo dan para pengurus lainnya akan memasuki masa demisioner. Sehingga akan dilaksanakan musyawarah untuk menggodok dan memilih pengurus baru yang rencananya akan dilaksanakan di Hotel Horison Bekasi. Salah seorang pengusaha muda di Bekasi, Deden Komarudin disebut-sebut memiliki kans yang kuat untuk memimpin KADIN Kota Bekasi dimasa mendatang, public menilai Deden dikenal sebagai sosok pribadi yang luwes bergaul dengan siapa saja, baik di kalangan pengusaha, politisi hingga para pejabat. Dikonfirmasi wartawan di kantornya, Deden yang didampingi sejumlah kerabatnya menuturkan sudah dihubungi beberapa rekan pengusaha untuk mendukung dirinya dalam pencalonan ketua KADIN Kota Bekasi periode mendatang. Namun, hal tersebut tidak serta merta membuatnya tersanjung, namun merupakan evaluasi sekaligus penghargaan dari para rekan se-profesinya. Secara eksplisit, ia (Deden) mengemukakan bila kesempatan menjadi ketua KADIN itu ada peluang maka dia akan maju sebagai kandidat ketua KADIN tersebut, sebab itu dirinya mengharapkan dukungan dan doa restu dari semua pihak, pengusaha maupun stake holder di Bekasi untuk memimpin KADIN dimasa mendatang. Banyak hal yang akan dibenahi di internal dan eksternal KADIN, diantaranya adalah bagaimana menciptakan peluang bisnis yang aman, bagaimana mengupayakan turunnya alokasi dana pembangunan yang memadai baik itu dari alokasi dana pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan APBD tingkat II. Bagaimana pula menciptakan kondisi pengusaha besar, menengah dan pengusaha kecil yang sehat dan berkeadilan dalam menjalankan usahanya, dan bahkan bagaimana menciptakan situasi dunia usaha yang sehat dalam menjalin kemitraan dengan pemerintah. Bahkan, diantara pihak investor dikalangan dunia usaha dengan pihak swasta, sekaligus peranannya dengan masyarakat umum dan sebagainya. Hal tersebut adalah merupakan bagian dari misinya kedepan, disamping beberapa langkah baru yang terbaik bagi KADIN itu sendiri. Sebab itulah, dirinya berharap semoga pelaksaan musyawarah KADIN Kota Bekasi yang sudah didepan mata dapat berjalan mulus sesuai rencana, ujar Deden Komarudin. (HS)

MAKA program pelaksanaan kegiatan perdesaan yang berlokasi di wilayah Desa telajung Kecamatan Cikarang Barat diharapkan sesuai rencana, karenanya normalisasi kali sadang yang dilaksanakan saat ini merupakan momentum tepat sekaligus solusi untuk mengantisipasi banjir. Saat dikonfirmasi wartawan Radar Nusantara Bapak Sanam selaku pelaksana kegiatan dilapangan dan menjabat sebagai : 1. Coordinator pelaksana kegiatan 2. Koordinator Pasar Setu 3. Ketua IKAPUD Kecamatan Setu

4. Ketua BPD Lobang Buaya Kecamatan Setu Mengatakan normalisasi kali sadang bertujuan untuk mengatisipasi banjir, kedangkalan kali akibat endapan lumpur, sehingga daya tamping debit air yang mengaliri kali sadang otomatis semakin menyusut dan tidak berdampak banjir. Ditam-

bahkan pula Bapak Amsir sebagai tim pelaksana yang dihubungi Via Ponsel mengenai sumber dana atau anggaran menjelaskan bahwa sumber dana untuk kegiatan normalisasi kali sadang diambil dari desa peradaban menuju Desa mandiri (MADANI) sebesar Rp. 90.000.000,- (Sembilan Puluh

Juta) namun baru diberikan Rp. 45.000.000,- (Empat Puluh Lima Juta) sisanya setelah pelaksanaan selesai. Harapan masyarakat dengan normalisasi kali sadang merupakan solusi tepat untuk mengantisipasi banjir serta mengembalikan fungsi kali Sadang yang sesungguhnya. (Gunawan)

Plt Kepala Dispera Cecep Muntasar Dituntut Mundur
Bekasi, (Radar Nusantara) Belum lagi situasi Politik dan Hukum di Kota Bekasi mereda, kini persoalan ekonomi kembali memanas. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir para pedagang pasar Pondokgede melakukan aksi unjuk rasa di kantor Walikota Bekasi menuntut kompensasi Hak Guna Pakai (HGP) selama 7 tahun saat mereka masih berdagang di pasar Pondokgede tersebut. Bahkan, para pedagang meminta kepada pemerintah Kota Bekasi untuk memecat PLT (Pelaksana Tugas) kepala Dinas Perekonomian Rakyat (dispera) H Cecep Muntasar karena dianggap telah menipu rakyat. Bukan itu saja, dinas Perekonomian Rakyat juga dianggap telah mengangkangi surat Walikota Bekasi nomor 511.2/2747-Bipem/XII/ 2010 perihal penanganan pedagang di Tempat Penampungan Sementara (TPS). Wakil walikota Bekasi, H Rahmat Effendi meminta seluruh pihak baik dari pengembang PT Kitita dan Dispera agar tidak melakukan aktifitas apapun sebelum ada musyawarah dan keputusan dengan Forum Pedagang Pasar Pondokgede, namun Dispera mengangkanginya. Ironisnya pula, wakil walikota Bekasi bahkan telah membentuk tim untuk penyelesaian pasar Pondokgede yang terdiri dari bagian Pemerintahan, Dispera, Forum pasar Pondokgede, tetapi lagi lagi diabaikan. Sebab itulah, para pedagang meminta agar memecat PLT Kepala Dispera tersebut. Disisi lain, mereka juga menuntut agar Atrium Pondokgede ditutup karena tidak memiliki IUP2T dan melanggar PP nomor 112 tahun 2007. selanjutnya, terkait hal tersebut, saat hal ini akan dikonfirmasikan wartawan kepada Cecep Muntasar, hingga berita ini diturunkan belum juga berhasil. (tim)

P2KP Akan Gelontorkan Anggaran Rp 1,3 Miliar
Bekasi, (Radar Nusantara) Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) yang sudah lama digalakkan pemerintah pusat dalam pelaksanaannya, kini semakin terbukti nyata. Sebagaimana yang tertuang dalam misi P2KP yaitu mendorong transformasi social dari masyarakat tidak berdaya menuju masyarakat madani, semakin terasa perlahan pembuktiannya. Khususnya bagi masyarakat Kota Bekasi sendiri, kegiatan P2KP sudah cukup dikenal dan dinikmati, sebab sejak beberapa tahun terakhir masyarakat sudah mendapatkan kucuran dana yang tidak sedikit atas kegiatan P2KP. Untuk tahun ini, sebesar Rp 1,3 miliar lebih dalam bentuk kegiatan penanggulangan kemiskinan terpadu tahap III akan segera dilaksanakan pada awal Januari mendatang. Guna mencapai target kerja yang dimaksud, pihak Koordinator Kota Advance P2KP dibawah kendali Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum, untuk Kota Bekasi yang dipimpin Maryana Ahmad baru-baru ini melaksanakan pelatihan Panitia Kemitraan (PAKEM) di gedung P2B Kota Bekasi, sekitar 30 orang peserta dari 8 Kelurahan di Kota Bekasi yang mendapatkan kucuran dana dari pemerintah pusat tersebut. Kedelapan kelurahan tersebut adalah, Kelurahan Aren Jaya, Duren Jaya, Marga Jaya, Pekayon Jaya, Perwira, Jati Sari, Jati Waringin dan Kelurahan Jati Raden. Sedangkan kegiatan yang akan mulai dilaksanakan adalah melaksanakan kegiatan pembangunan rabat beton untuk jalan, drainase, jembatan dan rehab rumah dengan sumber dana Rp 500 juta dari APBN dan Rp 500 juta dari APBD Kota Bekasi sebagai dana pendamping dan diperkirakan dana tambahan lagi sejumlah Rp 300 juta dari bantuan swadaya masyarakat. Ditambahkan Maryana Ahmad, Panitia Kemitraan (PAKEM) yang terdiri dari unsur masyarakat, dinas terkait pemerintah Kota Bekasi, seperti Dinas Bina Marga dan Tata Air, Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan, Dinas Tata Ruang, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kantor Pemberdayan Masyarakat hingga Bappeda tersebut diharapkan dapat berbagi pengalaman, sharing untuk mencarikan solusi terbaik dalam pelaksanaan kegitan swadaya masyarakat tersebut. Diharapkan pula gotong-royong masyarakat dapat memberikan hasil yang maksimal dan didukung pemerintah daerah, sehingga program P2KP di waktu mendatang bisa berlanjut. “mudah-mudahan rencana rehab 33 unit rumah yang tersebar di 4 kelurahan, rabat beton di 8 kelurahan, drainase dan jembatan yang sudah terprogram berjalan mulus ”ujar Maryana Ahmad. (HS)

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

16

Objek Wisata Air Panas Danau Linting Dambakan Investor
pun Wisatawan Asing, agar Desa kami dapat maju dan berkembang seperti didesa lain demi peningkatan Pendapatan Asli Desa kami. Padahal sebenarnya Danau Linting yang ada didesa kami telah banyak dikunjungi oleh para pejabat tinggi dari Pemerintahan, bahkan pernah melakukan serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan tugas didalam Pemerintahan. Oleh karena itu besar harapan kami sebenarnya agar mendapatkan perhatian bagaimana lokasi ini dapat dibangun supaya banyak diminati para pengunjung dan sekaligus turut menjaga keamanannya. Misalnya dengan membuat semacam jaring pengamanan dengan menggunakan bentuk jaring dari tali plastik didalam Danau ungkapnya. Hal senada Kepala Desa Manumpak A mengatakan, sudah sejak lama kami warga Desa Manumpak A mendambakan Lokasi Objek Wisata Pemandian Air Hangat Danau Linting dapat dibangun oleh Dinas Pariwisata maupun para Investor. Oleh karena lokasi tersebut sangat berpotensi untuk dapat ditumbuh kembangkan. Disamping itu dapat menambah pendapatan bagi para pedagang maupun pemasukan Kas Desa oleh karena letak lokasi tersebut adalah merupakan Asset 3 Desa yang berada disekitar Danau. Menanggapi hal ini Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut mengatakan, sebenarnya kondisi seperti seharusnya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dari Dinas Pariwisata harus tanggap serta dapat merespon tentang keberadaan Danau tersebut, bukan justru terkesan kurang peduli akan potensi Wisata didalam rangka meningkatkan pendapatan Asli Daerah dan membuka lapangan kerja serta menambah penghasilan warga sekitar Danau Linting yang ada dikecamatan STM Hulu khususnya.Dan agar dapat dikenal baik untuk Wisatawan Domestik maupun Manca Negara. Misalnya disekitar lokasi kawasan Wisata tersebut dibuat semacam Agribisnis Pertanian dan Agribisnis Peternakan sebagai kombinasi dari pembangunan dunia Pariwisata dengan kata lain sebagai faktor pendukung daya tarik pengunjung demikian katanya.

Oknum Perwira Polisi Diduga Lakukan Penganiayaan

STM Hulu, (Radar Nusantara) Kawasan Wisata Air Panas Danau Linting yang terletak di Kecamatan STM Hulu Tiga Juhar berpotensi dijadikan untuk tempat Lokasi Wisata Pemandian Air Panas yang mengandung Belerang.

DISEBABKAN oleh Pesona Alam yang mengagumkan karena disekelilingnya banyak terdapat puncak pegunungan serta dataran tinggi, justru pada Danau Linting tersebut terdapat Sumber Air Panas yang berwarna biru oleh karena kedalaman airnya yang hangat. Pada sekeliling lokasi tempat sumber Air Hangat yang terus mengalir tanpa hentinya secara terus menerus ditumbuhi tanaman pepohonan yang rindang serta kesejukan, keindahan dan kenyamanan. Sehingga bagi para Pengunjung yang datang dan berkunjung ke Danau Linting tersebut merasa nyaman bersama keluarga untuk menikmati Pesona Keindahan Alam Pegunun-

gannya yang Asri demikian ujar Edy salah seorang pengunjung. Ditambahkan salah seorang pengunjung mengatakan: “Sangat disayangkan nampaknya belum ada minat para Investor yang hendak mengelola lokasinya, padahal apabila ada yang berminat untuk membangun dan menjadikan Kawasan Wisata Pemandian Air Hangat yang mengandung Belerang ini seperti layaknya diluar Pulau Sumatera seperti di Pulau Jawa misalnya”, pasti akan banyak diminati para pengunjung yang berdatangan baik dari Wisatawan Lokal maupun Wisatawan Asing. Menurut Ir.Ngamani Barus mengatakan: “Memang lokasi Wisata Air Hangat Danau Linting yang mengandung uap hangat Belerang tersebut apabila dikelola dengan baik oleh para Investor dapat menghasilkan pendapatan bagi Warga sekitarnya. Letaknya dikawasan beberapa Desa yaitu Desa Sibunga-bunga, Desa Gunung Manumpak A, Desa Durian IV Mbelang sekaligus menjadikannya sebagai Asset Desa, apabila dapat dikelola dengan baik keberadaannya.Dan demi untuk keamanan para pengunjung untuk mandi dibuat jaring pengaman disekeliling danau melebar memenuhi lebar mulut danau. Seperti misalnya lokasi Sumber Air Hangat yang pertama pusatnya dipagar keliling demi untuk keamanan bagi anak-anak. Kemu-

dian disekitarnya dibangun semacam Kolam Pemandian dari berbagai tingkatan usia seperti untuk anak-anak, dewasa dan orang tua katanya. Ditambahkan Ir.Ngamani Barus, oleh karena disekitar Danau masih banyak tersedia lokasi lahan lebar, dapat dibangun disamping kolam tempat pemandian yang terbuka juga dibangun pemandian yang tertutup dan disediakan tempat berjualan ditata dengan baik. Bila perlu dapat dibangun tempat rumah penginapan para pengunjung yang sederhana langsung bisa tempat kenderaan milik pribadinya untuk parkir dibawah tempat menginap seperti bentuk “Rumah Panggung”. Sehingga dengan demikian terkesan para pengunjung betah untuk berlamalama oleh karena kepenatan hidup disuasana Perkotaan. Didalam pembangunan rumah tempat menginap tidak perlu terlalu mahal per.unitnya yang ekonomis. Disamping itu perlu dijaga keamanan para pengunjung dari calo-calo dan harga makanan yang ekonomis, tidak terlalu memberatkan pengunjung”, katanya. Menurut Mansyur Saragih, SH Kepala Desa Sibunga-bungan mengatakan, sebenarnya kami sudah sejak lama berupaya turut memikirkan bagaimana agar supaya Danau Linting yang ada didesa kami dapat diberdayakan agar ramai dikunjungi oleh para Wisatawan dari dalam mau-

Wonogiri (Radar Nusantara) Seorang oknum perwira polisi dari Polsekta Wonogiri, Ipda EM (33), diadukan ke Polres Wonogiri karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Ny Lustin (37) Korban, Ny Lustin (37), didampingi tim penasehat hukum dari Solo yang dipimpin Heru Notonegoro SH MH mengadukan kejadian itu ke MaPolres Wonogiri. Laporan korban ditanggapi dengan baik oleh pihak MaPolres dan sudah melakukan pemeriksaan terhadap Ny Lustin sebagai saksi korban. Warga Dusun Godean Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kota itu diperiksa oleh penyidik Ipda Rakiyo, dari Sat Reskrim Polres Wonogiri. Selama proses pemeriksaan berlangsung, korban didampingi tim penasehat hukum yang terdiri atas Heru Notonegoro, Satriyo P SH, Juned Wijayanto SH dan AKBP (Purnawirawan) Marsito SH. Tim penasehat hukum berharap, kasus ini dapat ditangani secara prosedural dan proporsional, tanpa harus memandang tersangka pelakunya adalah seorang oknum perwira kepolisian. Sebab menurut pengakuan korban, setelah dipukuli oleh oknum Ipda EM, dia menderita luka lebam dan memar di dekat kuping kiri dan pipi. Dampak dari pemukulan itu, kuping korban sampai sekarang masih mendengung, pandangan matanya kabur, dan masih membekaskan luka benjol lebam memar. Kejadian pemukulan terhadap korban, disebutkan berlangsung bersamaan dengan penyambutan datangnya malam ‘old and new year’ tahun 2011 lalu. Saat itu, tersangka mendatangi korban di rumahnya, dan karena sesuatu sebab. Tapi keduanya terlibat pertengkaran mulut, sampai akhirnya berbuntut pada pemukulan. (tim)

Korupsi Dana BOPDA, Kasek dan Wakasek Ditahan
Surabaya (Radar Nusantara) Anissa Dyah Mumpuni (38) Kepala Sekolah SMA Diponegoro dan Wakilnya Noor Zainah (46) dijebloskan ke penjara, karena terbukti melakukan korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA). Kedua tersangka menggunakan modus,memalsukan data siswa dengan membuat laporan fiktif ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya.Kejadian itu berlangsung sejak tahun 2008,dan sudah 6 kali berhasil mencairkan dana BOPDA ke Dinas Pendidikan Surabaya dengan modus yang sama yaitu dengan data fiktif. Hasil penyelidikan aparat Kepolisian ,Seharusnya, jumlah siswa SMA swasta yang beralamat di Jalan Kedung Sroko V yang berhak menerima dana BOPDA hanyalah 20 siswa. Tetapi Anissa membuat laporan ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebanyak 85 orang dengan mencatut nama nama siswa yang tidak terdaftar disekolah tersebut.Dokumen-dokumen fiktif tersebut kini sudah diamankan aparat kepolisian. “Kedua tersangka menggunakan modus memalsukan data siswa untuk mendapatkan dana BOPDA,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di mapolrestabes, Jalan Taman Sikatan, Kota Surabaya. Dokumen palsu tersebut, kata Anom, dibuat dengan memasukkan nama siswa yang belum layak duduk di bangku SMA ke dalam daftar siswa yang memperoleh dana Bopda. Sejak diangkat menjadi kepala sekolah sejak tahun 2007, Anissa sudah 6 kali mencairkan dana BOPDA ke Dinas Pendidikan Kota SUrabaya dimulai sejak tahun 2008. Gara-gara kasus itu, Anissa dan Zainah sempat diberhentikan menjadi kepala sekolah dan wakilnya oleh yaysan pada Februari 2010. Tetapi Anissa yang menjadi otak kejahatan itu tetap nekat. Dia sekali lagi mencairkan dana BOPDA pada bulan Juni untuk semester kedua. Tapi niat Anissa ketahuan. Perempuan berkacamata itu pun akhirnya dilaporkan ke polisi. Sebelumnya, Anissa sudah mencairkan dana BOPDA sebesar Rp 71.110.000 untuk semester pertama. Dana sebesar itu diperolehnya dari pengajuan 79 siswa @Rp 150 ribu.”Dari 85 siswa yang diajukan, yang disetujui hanya 79 siswa,” tambah Anom. Jumlah siswa tersebut, ungkap Anom, terlalu dilebihkan oleh Anissa. Untuk sementara, polisi menemukan 7 siswa yang ‘dipaksa’ Anissa menjadi siswa SMA. Mereka adalah NQ, ILS, BFT, DP, DK, IAP dan PTA. Diduga masih banyak siswa lain yang dicatut namanya oleh Anissa untuk mendapatkan dana BOPDA. Ha-

sil dari kejahatan tersebut oleh kedua tersangka dibagi dan digunakan untuk kepentingan pribadi.

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

17

JAKSA TAHAN BENDAHARA PANWASLU BINTAN
Tanjungpinang (Radar Nusantara) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menahan AK, bendahara panitia pengawas pemilihan umum (Panwaslu) Bintan yang diduga melakukan korupsi dana hibah untuk pengawasan pemilihan kepala daerah tingkat kecamatan
SELAIN itu, Jaksa juga telah menahan Sekretaris Panwaslu Bintan, He, yang diduga bersama-sama AK menggunakan dana hibah untuk kepentingan pribadi. Penahanan itu dibenarkan Amran Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Amran mengemukakan,Nilai kerugian negara diperkirakan Rp500 juta. AK dan He telah mengakui kesalahannya, karena menggunakan dana hibah Rp 962 juta yang bersumber dari anggaran Kepulauan Riau (Kepri) untuk kepentingan pribadi. Seharusnya, kata Amran, dana tersebut digunakan untuk pengawasan pemilihan kepada daerah Bintan 2010 di tingkat kecamatan. Sedangkan dana hibah dari Pemerintah Bintan, Kepulauan Riau, senilai Rp703 juta disalurkan untuk panitia pengawas tingkat kecamatan. Namun, Panwaslu Bintan hingga kini belum memberikan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana tersebut kepada Pemerintah Bintan maupun Pemerintah Kepri. Seharusnya laporan penggunaan dana hibah tersebut,tiga bulan setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah,yang berakhir pada 12 Agustus 2010 sudah harus dilaporkan kepada Pemerintah Kepri dan Bintan.Tetapi sampai batas yang ditentukan, tersangka tidak dapat melaporkannya. Karena dana tersebut telah dinikmati untuk kepentingan pribadi. Penuturan Amran,bahwa jaksa telah memeriksa sekitar 14 saksi dalam kasus itu. Saat ini baru He dan AK yang ditetapkan sebagai tersangka, namun terbuka kemungkinan jumlah tersangka bertambah. ”Kami masih mendalaminya, kemungkinan ada pihak lain yang terlibat,” tandasnya

Pangdam Cenderawasih Tetapkan Tersangka Video Kekerasan
Jayapura (Radar Nusantara) Pangdam XVII/Cenderawasih menetapkan tiga anggota TNI sebagai tersangka kekerasan terhadap warga di Gurage, Distrik Tinggi Nambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Pangdam XVII/Cenderawasih Erfi Triassunu kepada wartawan, di Jayapura, mengatakan sejak beredarnya video kekerasan di internet pihaknya langsung melakukan penyelidikan dengan mengirimkan tim khusus ke Kabupaten Puncak Jaya untuk mengetahui lebih jauh kebenarannya. Setelah mengumpulkan cukup bukti,pihaknya menetapkan tiga anggota TNI yang terbukti telah melakukan kekerasan terhadap warga Puncak Jaya itu. Pangdam menjelaskan, isi dari video tersebut adalah tindakan anggota TNI yang pada saat itu sedang bertugas di Puncak Jaya sedang membakar alat kelamin seorang warga. Tiga anggota itu berinisial IR, TM, dan YA, dan berpangkat Tantama dan Sersan. “Siapa pun prajurit Kodam XVII/Cenderawasih yang melakukan pelanggaran hukum harus kita usut tuntas dan tindak dengan tegas,” kata Pangdam seraya menandaskan bahwa ketiga prajurit yang melakukan kekerasan kepada warga sipil itu akan dihadapkan ke meja hijau untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Penyelesaian sidang akan dilaksanakan secara intensif dan secepatnya sebagai upaya TNI untuk lebih serius menyelesaikan kasus tindakan kekerasan tersebut karena kami komit terhadap penegakkan hukum,” tandas Pangdam, Diketahui, kasus video kekerasan di pos Gurage yang beredar merupakan lanjutan video kekerasan yang muncul sebelumnya di Puncak Jaya. Sebelumnya Kodam XVII/Cenderawasih telah memvonis empat anggota TNI yang telah terbukti menganiaya warga Kampung Gurage, seperti terekam di video kekerasan pada “YouTube” selama 5-7 bulan pada 9 November 2010 lalu melalui sidang militer. (wilman)

P2KP Maju Bersama Kelurahan Cemara Berjalan Sukses
Rencana Program Penanggulangan Kemiskinan periode tahun 2010 s/d 2011 di Kelurahan Cemara. Dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan secara swadaya, rencana kegiatan yang memerlukan bantuan dari PNPM Mandiri Perkotaan masih memerlukan koordinasi dan dukungan dari Pemerintah Daerah. Susunan kepengurusan Supitawati sebagai Tim Tingkat Internal BKM, Denalia Chan sebagai Tim Tinjauan Tk. Masyarakat & BKM, Mauluddin sebagai Tim Tinjauan Reorientasi PS, Zuheri sebagai Tim Tinjauan Reorientasi PJM/Program, Drs.Togar Sirait sebagai Kepala Kelurahan Cemara turut mengetahui kegiatan penyelenggaraan pelaksanaan kegiatan pembangunan dilapangan demikian dikatakan Mauluddin sebagai Tim Tinjauan Reorientasi PS kepada Wartawan. Ditambahkan Mauluddin, dari Tim Tinjauan Reorientasi PS mengatakan, adapun sasaran penggunaan bantuan PNPM yang diperoleh secara bertahap mencapai mencapai tiga tahapan serta peruntukan tahap pertama diarahkan kepada Komponen Lingkungan seperti peningkatan Kualitas Sarana & Prasarana untuk mendukung pronangkis seperti kegiatan pembuatan septick tank warga, rehabilitasi rumah warga, pengadaan sumur bor, drainase, rabat beton pembuatan jembatan beton. Untuk penggunaan komponen ekonomi yaitu peningkatan pendapatan & perekonomian masyarakat kegiatan sistem dana bergulir. Komponen Sosial seperti peningkatan kesejahteraan sosial untuk peningkatan kesejahteraan warga miskin berupa memberikan santunan terhadap 100 orang warga jompo, kesemuanya ini baru merupakan realisasi rencana tahun (renta) I Pronangkis Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam di Kabupaten Deli Serdang, ungkapnya. Menurut Pita salah seorang warga yang telah memperoleh bantuan Dana dari P2KP mengatakan, pihaknya sungguh sangat berterimakasih atas bantuan yang telah diberikan dari PNPM Mandiri Perkotaan. Sebab rumahnya dapat di rehap, padahal sebelumnya keberadaannya yang sangat membutuhkan biaya perehaban serta perbaikan jembatan beton, pengadaan sumur bor untuk warga dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang ada ditempat kami. Kemudian berguna untuk peningkatan pendapatan dan perekonomian masyarakat serta dapat meningkatkan kesejahteraan warga miskin, urainya. Menanggapi hal itu, Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut mengatakan, memang seyogyanya setiap bantuan yang bersifat bersentuhan langsung dengan masyarakat maupun dana yang dikucurkan oleh pemerintah Pusat seperti halnya P2KP serta PNPM sangat baik ketimbang penyalurannya melalui misalnya ADD, APBD serta APBN. Selain itu pihak masyarakat dapat terlibat langsung dan berperan aktif turut serta didalam melaksanakan pembangunan didaerahnya. Oleh karena mereka lebih mengetahui akan kebutuhan wilayahnya. Apa saja kebutuhan yang menjadi prioritas utama menurut mereka. Sebab kondisi seperti ini kedepan nantinya, kita sama berharap untuk mendukung program Pemerintah Pusat kedepan nantinya didalam melaksanakan pembangunan di Kelurahan maupun Desa serta Perkotaan dapat langsung guna untuk program “Pemangkasan Birokrasi” Anggaran Dana dari Pusat dapat turun langsung kebawah. Dengan harapan agar Dana dapat tersalur sebagai mana yang dibutuhkan dan sesuai keperluan serta tepat sasaran dalam penggunaannya, dengan tidak mengabaikan kwalitas dan mutu hasil pekerjaan, tegasnya. (edy. s)

Lubuk Pakam (Radar Nusantara) Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di Kelurahan Cemara Kecamatan Lubuk Pakam telah berjalan dengan sukses sesuai yang diharapkan masyarakat. Adapun hasilnya sesuai hasil pembahasan usulan yang telah dibahas masyarakat dalam Lokakarya PJM Pronangkis pada tingkat Kelurahan. Kegiatan yang dilaksanakan tak terlepas dari atas dasar pertimbangan prioritas masalah, potensi dan kebutuhan yang telah disepakati bersama dengan warga serta usulan tata ruang wilayah Kelurahan serta PJM Pronangkis periode tahun 2007-2010. Untuk itu telah disepakati secara bersama Perubahan

DIBUTUHKAN
Ka Perwakilan: Jawa Timur Banda Aceh Kalimantan Sulawesi Jawa Tengah Irian Jaya Jawa Barat Lampung Palembang Sumatera Selatan Jambi Maluku

Perampok Berpistol Jarah SPBU
Bandung (Radar Nusantara) Komplotan perampok bersenjata api beraksi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Raya Sangeh Sibang, Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, dinihari tadi. “Setelah berhasil memperdaya penjaga SPBU, para pelaku membawa kabur uang Rp42,8 juta, kami masih kejar para pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Ketut Soma Adnyana, Sabtu (15/01/2011). Keterangan dihimpun, perampokan terjadi sekira pukul 02.30 Wita seperti Karyawan SPBU Putu Ardita yang ditemui wartawan, dilokasi mengatakan, pelaku berjumlah tiga orang. Saat kejadian ada karyawan SPBU yakni Made Sudarta (34) dan Nyoman Sudiana (35), namun keduanya tertidur di kantor. “Saat tidur, lampu dalam keadaan mati dan pintu terkunci,” kata dia. Namun perampok bersenjata itu jenis pistol itu berhasil masuk ke lokasi dengan cara mencongkel pintu masuk memakai inggis,” kata Ardita. Perampok langsung melumpuhkan dua karyawan SPBU dan seorang perampok mengancam dengan todongan pistol. “Dua teman saya dibekap mulutnya lalu diikat dengan sarung sementara, dua perampok lainnya masuk ke ruangan tempat penyimpanan uang,” beber Ardita. Dia mengatakan, para perampok itu membuka paksa berangkas dengan cara dibongkar dengan menggunakan linggis. “Uang yang dibawa kabur perampok itu hasil penjualan bensin, solar dan lainnya selama satu hari, jumlahnya Rp34,8 juta,” papar pria yang telah bekerja di SPBU selama dua tahun itu. Perampok tidak hanya puas menggondol berangkas, namun juga merampas uang milik Sudarta sebesar Rp800 ribu. Ditambahkan dia, perampok beraksi sampai pukul 04.00 Wita sampai akhirnya menggondol brankas pengusaha SPBU I Made Semare. Usai kawanan perampok kabur, barulah dua karyawan yang dibekap perampok mulai ikatan sarung dan melaporkan kejadian itu ke Polres Badung. Sedangkan menurut kesaksian Sudarta, sebelum perampok datang sekira pukul 22.30 Wita saat SPBU tutup, ada ada orang mencurigakan datang pergi ke toilet untuk buang air kecil. Hanya saja, dia tidak berani men-

duga apakah pria tersebut adalah pelaku atau bukan. Usai mendapat laporan polisi langsung melakukan olah TKP. “Kami masih dalami apakah aksi per-

ampokan ini masih ada kaitan dengan komplotan yang sama di SPBU Jimbaran dan tempat lainnya,” imbuh Kasatreskrim AKP Soma dihubungi terpisah.(junaedi)

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

18

Kondisi Jalan Desa Tanjung Timur Rusak Parah

Keluarga Dosen Sofyan Minta Pelaku Dihukum Berat

STM Hulu (Radar Nusantara) Pada umumnya kondisi jalan yang terdapat di desa-desa yang ada di Kecamatan STM Hulu, Kab Simalungun rusak parah, meskipun hal seperti itu sudah berlangsung dari dahulu.

NAMUN ironisnya hingga kini tidak mendapatkan perhatian dari PU Kabupaten Deli Ser-

dang. Ketika hal itu ditanyakan ke pihak Dinas PU Deli Serdang kerap saja berdalih akibat keterbatasan Anggaran, padahal sebenarnya dari tahun ke tahun Anggaran telah diberikan oleh Pemerintah Pusat, namun tetap saja dianggap tidak mencukupi. Bagaimana sebenarnya kinerja Dinas PU Deli Serdang didalam mempergunakan Anggaran untuk perbaikan jalan untuk di desa-desa, ketika ditanyakan kepada para Kepala Desa berdalih telah membuat pengajuan secara tertulis dan diketahui oleh Camat STM Hulu. Namun pada kenyataannya, hingga kini tak kunjung terealisasi atas usulan tersebut, betapa ironisnya, ungkap Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut.

Ditambahkannya, pada umumnya warga yang ada di pedesaan ketika kita berkunjung terkesan merasa terheran-heran melihat apabila ada orang dari luar yang berkunjung di desanya. Didalam bahasa tubuh mereka seolah-olah menganggap yang datang adalah orang asing, oleh karena kondisi keberadaan desa mereka kurang diperhatikan tentang pembangunan jalan-jalan di pedesaan mereka. Bahkan mereka terkesan sepertinya bukan Warga Negara Indonesia, oleh karena mereka merasa belum menikmati hasil dari Pembangunan di Negerinya sendiri. Sehingga Bagaikan menjadi penonton di negeri sendiri, sementara mereka melihat didaerah desa lain-

nya jauh lebih diperhatikan oleh Pemerintah tentang pembangunan jalan yang ada dipedesaannya, katanya. Salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kami dari dahulu hingga kini belum pernah merasakan nikmatnya hasil pembangunan yang ada di desa kami, seperti warga di desa lainnya. Ketika kami melihat di desa lain yang ada di Kab Deli Serdang, keadaannya berbeda dan jauh tertinggal baik dari segala bidang. Seperti kalau didaerah kami kalau berjalan kaki sejauh 10 km sudah terbiasa oleh karena jalan yang dilalui tak dapat menggunakan kenderaan roda dua karena keadaan jalannya yang rusak parah, ucapnya dengan nada kesal. (edy. s)

Wanita Dayak Tersinggung Pernyataan Thamrin
Palangka Raya (Radar Nusantara) Wanita Dayak Kalimantan Tengah merasa tersinggung dan dilecehkan guru besar sosiologi dari Universitas Indonesia (UI), Prof Dr Thamrin Amal Tomagola, atas pernyataannya dalam sidang kasus video mesum tersangka Nazriel Irham alias Ariel Peterpen. Prof Thamrin Amal Tomagola dalam kapasitas ilmiahnya memberikan keterangan ahli dalam sidang perkara video mesum dengan tersangka Nazriel Irham di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat. Mengemukakan adanya kebudayaan adat di Indonesia untuk berhubungan badan layaknya suami istri tanpa ikatan pernikahan, seperti di suku Dayak. Hal inilah yang kemudian memicu keberatan dari masyarakat Dayak di Kalimantan maupun daerah lain. Tuty Dau,wanita Dayak yang juga sebagai anggota DPRD Provinsi Kalteng menentang pernyataan Thamrin. Pernyataan itu sangat melecehkan sekali perasaan wanita Dayak di Kalteng. Dalam adat Dayak perilaku tidak senonoh itu sendiri tidak dibenarkan dan akan dikenakan Jipen atau denda adat.kata Tuty Dau Wanita Dayak sangat menjunjung tinggi adat, sopan satun dan tatakrama yang telah diajarkan nenek moyangnya dengan mengedepankan falsafah Huma Betang yang terjaga hingga saat ini. “Dari mana hasil penelitian itu dan di mana ada orang Dayak yang seperti itu? Kami sangat berharap Thamrin menjelaskan secara benar di hadapan masyarakat Dayak di Kalteng,”pinta Tuty Pernyataan thamrin juga ditentang Nelly Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya.Thamrin selaku guru besar UI tidak pantas melontarkan kal-

imat tersebut. Thamrin itu seharusnya jadi panutan mahasiswa, berpendapat ilmiah itu hendaknya sesuai dengan gelar yang diisandangnya. Terjadinya kebebasan seks, menurut Nelly, tidak bisa digeneralisir dengan sukunya, namun

bisa saja terjadi oknum atau individu saja. Untuk itu Nelly berharap agar Prof Thamrin Amal Tamagola mencabut keterangannya yang sangat merugikan dan bertentangan dengan adat, dan meminta maaf kepada suku Dayak.

Makassar (Reaksi Nasional) Keluarga besar Dosen Unasman Polman Sulbar keberatan. Mereka meminta aparat penegak hukum memproses pelaku penembakan diproses dan dihukum sesuai aturan yang berlaku. Di depan ICU RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sabtu (15/1/2011) siang, Ayah Kandung Sofyan, Hasanuddin mengatakan keberatan atas perlakuan yang diterima putra keduanya itu. Hasanuddin meminta pelaku penembakan terhadap anaknya ditangkap. “Sofyan itu korban. Proses hukumnya harus berjalan sesuai aturan, jangan berbelit-belit,” ujarnya dengan mata berkaca. Menurut lelaki 53 tahun ini, kalau sampai anaknya mengalami cacat permanen, maka pelakunya harus bertanggungjawab. Menurutnya, Sofyan memiliki keluarga yang harus dicukupi nafkahnya. “Kalau betul nanti Sofyan lumpuh, bagaimana nasib istri dan kedua anaknya? Saat ini istrinya sedang mengidam (hamil muda red) anak ketiga mereka. Istrinya tak punya pekerjaan tetap,” tutur suami dari Nasriati tersebut. Hasanuddin mengungkapkan, pagi tadi saat menjenguk putra keduanya itu di ruang ICU, Sofyan sempat menggerakkan lengan kirinya. Menurutnya, lengan Sofyan bergerak saat akan disuntik dkter yang memeriksa. “Saat dokter minta sofyan membalikkan lengan kirinya, dia merespons dengan gerakan kecil. Saya juga mendengar dari kerabat lain jika setelah itu kaki kirinya juga sempat bergerak sedikit. Saya bersyukur atas hal ini. Semoga keadaan Sofyan bisa kembali seperti sedia kala,” pungkasnya. Sofyan adalah dosen Unasman Polewali Mandar Sulbar. Sofyan menjadi sala satu korban penembakan saat bentrok antara mahasiswa dan dosen Unasman melawan aparat kepolisian, Kamis 13 Januari. Bentrokan itu dipicu sengketa perebutan lahan kampus Unasman antara pihak pengelola Unasman dengan Yayasan DDI. Dokter mengangkat satu proyektil yang diduga peluru tajam dari leher Sofyan. Dokter Ahli Bedah Syaraf Rumahsakit Wahidin Sudirohusodo Nasrulla yang menangani Sofyan mendiganosa Sofyan mengalami Tetra Parese (lumpuh total, red) akibat penembakan itu. Pasalnya, peluru bersarang di sumsum tulang belakang korban. Sumsum itu merupakan pusat kendali syaraf ke seluruh tubuh manusia. Sofyan, kata Nasrullah mengalami yang dinamakan Complit Dissection Medula Spinalis yang bahasa sederhananya berarti sumsum tulang belakang yang terputus utuh.(tim)

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

19

Kasus Korupsi Pejabat Desa Mendominasi
Jepara (Radar Nusantara) Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang ditangani Kepolisian Resor (polres) Jepara dalam lima tahun terakhir didominasi petinggi (kepala desa). Data yang berada di Satreskrim mencatat 17 kasus yang ditangani, 12 sudah divonis, tiga kasus tidak cukup bukti dan dua masih dalam penanganan. Dua kasus terakhir, yang kini sedang ditangani yakni dugaan tipikor yang dilakukan SW (40) Kepala desa Kaligarang, Kecamatan Keling dan Sya (40) Kepala Desa Surodadi, Kecamatan Kedung yang sekarang masih dalam penelitian jaksa di Kejaksaan Negeri (kejari) Jepara. SW dilaporkan ke polisi karena diduga menyelewengkan dana bantuan sosial (bansos) Desa Tertinggal tahun 2009 Desa Kaligarang senilai Rp 100 juta. Kapolres Jepara AKBP Ruslan Ependi didampingi pejabat sementara Kasat Reskrim Iptu Rismanto mengatakan Barang bukti berupa proposal, SPJ dan kwitansi sudah di amankan. SW ini mengalihkan bansos tersebut untuk pembangunan jalan yang seharusnya untuk membeli ternak sebanyak 72 ekor,” ungkap. Sementara untuk Sya dilaporkan ke polisi dengan dugaan penyelewengan dana bantuan Gubernur untuk poliklinik desa (polindes) senilai Rp 10 juta di tahun 2006. Polisi menemukan bukti adanya laporan fiktif atas pengadaan polindes ini dengan menyita barang bukti kwitansi pembayaran/pengeluaran, uang polindes, SPJ dan uang senilai Rp 4,8 juta. (tim)

MEMPRIHATINKAN !!!
STM Hulu (Radar Nusantara) Keberadaan jalan yang menghubungkan antara Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Simalungun kondisinya saat ini rusak parah, tepatnya di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang.
jak lama telah mengajukan permohonan ke Dinas Pekerjaan Umum tingkat Kabupaten. Meskipun upaya tersebut telah berulang kali diupayakan pengajuan secara lisan maupun secara tertulis, masih saja kurang mendapat respon dari Instansi Pemerintah yang terkait. Dalam kondisi seperti ini Pemerintah Provinsi maupun Pemerintahan Kabupaten terkesan kurang peduli terhadap perbaikan kondisi jalan yang rusak parah khususnya di desa-desa di Kecamatan STM Hulu di Kabupaten Deli Serdang demikian, ungkap Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut. Ditambahkan Marihot Silalahi, BA, pada umumnya kondisi jalan dibeberapa desa yang ada di Kecamatan STM Hulu Kabupaten Deli Serdang keberadaannya memprihatinkan. Sehingga terlebih lagi pada musim cuaca musim penghujan sulit untuk dilalui kenderaan bermotor disamping suasana jalan yang naik turun perbukitan dan kanan kiri badan jalan terdapat jurang yang dalam.

Jalan Provinsi Deli Serdang-Simalungun Rusak Parah
Dalam kondisi seperti ini sebagai akibat dari pada ketidak pedulian pihak PU Deli Serdang, sehingga wajarlah kondisi yang sama juga terjadi pada jalan PU Propinsi Sumut yang menghubungkan antara Kabupaten Deli Serdang ke Kabupaten Simalungun keadaannya rusak parah. Padahal, jalan yang rusak tersebut telah berlangsung sejak lama terkesan dibiarkan berlarutlarut hingga kini terus berlangsung tanpa ada yang memperdulikannya dalam hal ini pihak PU Propinsi Sumut terkesan kurang memperdulikannya, tegasnya. Menurut salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kami disini merasa seperti tak pernah menikmati hasil pembangunan dengan kata lain seperti bukan dianggap warga negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, terkesan kurang mendapatkan perhatian yang serius tehadap pembangunan tentang jalanjalan yang ada di desa-desa kami yang terpencil dan masih terisolir, ungkapnya. (edy.s)

MESKIPUN pada saat ini terlihat sedang berlangsung pelaksanaan proyek perbaikan Jembatan Lau Luhung yang menelan biaya puluhan Milliar rupiah, namun terkesan sangat lamban didalam pengerjaannya. Sehingga keadaan tersebut mengundang sejumlah pertanyaan besar bagi berbagai kalangan serta lapisan masyarakat seperti Tokoh Masyarakat, LSM serta Wartawan. Pada umumnya warga yang berdomisili sekitar jalan lintas yang dilalui, keberadaan mereka sejak dahulu hingga kini tak pernah menikmati yang namanya pembangunan dibidang sarana maupun prasarana jalan. Padahal bukankah jalan adalah merupakan urat nadi pereko-

nomian masyarakat demi untuk kelancaran serta percepatan dalam pembangunan pada umumnya banyak keberadaan desa-desa yang dilalui masih banyak yang jauh tertinggal, dibandingkan dengan desadesa lainnya didaerah lain betapa ironisnya. Oleh karena itu, ketika kita berkunjung pada daerah tersebut terlihat raut wajah mereka seperti hendak mengadukan tentang kondisi keberadaan pembangunan jalan-jalan pada masing-masing desanya kurang mendapatkan perhatian. Dan tak tahu harus mengadukan kemana, padahal selaku kepala Pemerintah Desa maupun tingkat Kecamatan se-

Nanggroe Aceh Darussalam Gempa!
Jakarta (Radar Nusantara) Bumi Aceh petang hari ini kembali diguncang gempa. Gempa tercatat berkekuatan 5,0 skala Ritcher. Demikian diperoleh okezone dari informasi Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sabtu (15/1/2011). Gempa tercatat terjadi sekira pukul 18.23 WIB, dirasakan di daerah Sinabang, Aceh. Guncangan berada di koordinat 2.39 Lintang Utara, dan 96.21 Bujur Timur, atau 19 Km Barat Daya Sinabang, Aceh. BMKG melaporkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sementara sejauh ini belum ada laporan mengenai kerusakan dan situasi di sana.(tim)

Warga Resah Trafo PT PLN Kerap Meledak
Pantai Cermin (Radar Nusantara) Keberadaan Trafo milik PT PLN yang terletak dipinggiran jalan menuju Kawasan Wisata di Dusun V Desa Pantai Cermin Kiri, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara meresahkan Warga sekitarnya. Pasalnya, ketika terjadi hujan lebat disertai dengan angin kencang, warga sekitar lokasi tempat berdirinya tiang listrik dan Trafo milik PT PLN kondisinya sangat memprihatinkan, sebab kerap terjadi ledakan dan mengeluarkan percikan api dalam bentuk cairan seperti air yang dicurahkan. Sehingga ketika semua orang yang menyaksikan keadaan tersebut merasa cemas ketika menyaksikan keadaan tersebut. Terutama sekali secara kebetulan dibawah tiang listrik tersebut bertepatan dengan daerah Pemukiman penduduk yang rapat dan saling berdekatan satu sama lainnya sehingga dikhawatirkan akan dapat terjadi kebakaran. Kondisi seperti ini telah berlangsung sudah sejak lama, namun tampaknya pihak PT PLN terkesan kurang peduli akan kondisi tersebut. Sehingga warga yang awam serta tidak mengerti akan Listrik dan merasa takut terhadap strum tidak dapat berbuat bagaimana cara agar dapat mengatasinya. Dan dalam kondisi seperti ini selalu terjadi setiap saat, demikian dikatakan Marihot Silalahi, BA Ketua Ekuin LSM KPK Sumut. Hal tersebut dibenarkan salah seorang warga yang berdomisili sekitar trafo mengatakan, Kami warga disekitar Trafo kerap merasa cemas dan takut bila menyaksikan api yang keluar dari Trafo tersebut. Apalagi jika meleleh bagaikan larva gunung berapi meletus yang disertai dengan suara ledakan yang menakutkan. Kami beranggapan telah terjadi kebakaran yang menimpa rumah tempat tinggal kami, apalagi pada saat hujan disertai dengan tiupan angin kencang membuat kami tak dapat tidur dengan lelap, demikian diungkapkan salah seorang warga. Menanggapi hal tersebut, Ketua Ekuin LSM KPK Sumut Marihot Silalahi, BA mengatakan, kejadian tersebut memang benar-benar tragis apabila terjadi terhadap warga sekitar, tentulah sangat meresahkan. Bagaimana sebenarnya dengan kinerja PLN yang seharusnya peduli serta tanggap terhadap kejadian tentang trafo yang selalu meledak, bukankah oleh karena daya tampung arus yang masuk tidak sesuai dengan kemampuan trafonya. Namun,

keadaan seperti ini terlalu dipaksakan, jikalau terjadi kebakaran nantinya bagaimana dengan tanggungjawab PLN terhadap para konsumennya selaku pelanggan, ungkap Marihot dengan nada kesal. > edy. s

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

20

Kantor Desa Nogo Rejo di Bangun Baru
Galang (Radar Nusantara) Setelah ditunggu beberapa lama, kantor Desa Nogo Rejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara akhirnya dilakukan pembangunannya. Pembangunan itu dilaksanakan oleh Kepala Desa Nogo Rejo, Teguh bekerjasama dengan perangkatnya yang dilaksanakan secara gotong royong.

Proyek Tidak Cair, Kontraktor Ancam Demo

DAN ini semua dapat terlaksana berkat kerjasama dan tidak terlepas dari swadaya masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Nogo Rejo. Meskipun kantor Desa dibangun secara bertahap, namun direncanakan pada bahagian belakang kantor akan dibangun bertingkat, kata Teguh. Ditambahkannya, selama memimpin di Desa ini lebih memprioritaskan untuk pembangunan dalam sektor pendidikan dan sangat tertarik akan hal itu. Oleh karena itu, setiap mengerjakan sesuatu program di Desa, tidak pernah berharap atau berpikir berapa besar hasil yang didapat dari apa yang dik-

erjakannya, tetapi apa yang dapat diperbuat yang hasilnya dapat berguna bagi orang banyak. Dan saya yakin apabila kita mengerjakan sesuatu, jika dibarengi dengan niat baik serta tulus dan ikhlas didalam melaksanakan sesuatu pekerjaan. Untuk itu pasti akan mendapat kepuasan bathin dan mendapatkan imbalan dikemudian hari, urai Teguh. “Didalam melaksanakan pembangunan di Desa kami tidak terlepas dari arahan serta bimbingan dari pihak Kecamatan, dalam hal ini Camat Galang Hadisyam Hamzah, SH. Sebab, camat secara terus menerus memberi-

kan sosialisasi tentang bagaimana pola yang dapat diterapkan didalam membangun Desa. Kesemuanya ini juga tidak terlepas dari metode dan arahan maupun petujuk teknis pelaksanaan yang diberikan oleh Pemerintahan Kabupaten Deli Serdang, yakni Bupati Deli Serdang Drs H Amri Tambunan dengan konsepnya Gerakan Deli Serdang Membangun(GDSM) dan Cerdas.” Ungkap Teguh yakin. Menanggapi hal itu, Yatimin dari LSM Timakor-Perkara mengatakan, sosok anak negeri membangun bangsa seperti Kepala Desa Nogo Rejo bernama Teguh kiranya dapat menja-

di contoh terhadap Desa lainnya yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Memiliki pola pikir yang maju serta membangun, terlebih lagi seorang Kepala Desa yang sangat peduli dengan Dunia Pendidikan. Oleh karena itu dia berharap, setelah selesai memimpin dengan kata lain berakhirnya masa jabatannya menjadi Kepala Desa nantinya telah banyak berbuat di Desanya terutama dalam bidang pendidikan. Sehingga hal ini nantinya bias menjadi kenangan bagi anak cucu, bahwa dia telah pernah dan banyak berbuat untuk pembangunan di Desa Nogo Rejo, katanya bijak. (edi. s)

Susunan Pengurus MPI Desa Sei Buluh Masa Bhakti 2010-2013
Perbaungan (Radar Nusantara)

Terbentuknya susunan kepengurusan Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) di Desa Sei.Buluh Kecamatan Perbaungan Kab.Sergai sesuai Surat Keputusan DPC MPI Kecamatan Perbaungan Nomor:05/Skep/ DPC-MPI/PR/VIII/2010 dengan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Ranting Masyarakat Pancasila Indonesia Desa Sei.Buluh Kecamatan Perbaungan Masa Bakti 2010-2013. Selama berdirinya kepengurusan MPI di Desa Sei.Buluh telah banyak melakukan kegiatan di Desa seperti membersihkan lokasi pemakaman umum, membuat taman MPI, memberikan sedekah kepada anak yatim piatu, membagikan sembilan bahan pokok kepada warga sekitarnya demikian dikatakan Khuzaimah Nasution. Ditambahkannya, mengenai susunan Kepengurusan MPI yang ada di Desa Sei.Buluh diantaranya yaitu M.Yusuf Saragih, Sariman dan Usman Gumanti. Jurik Daulay, Wulandari dan Nurhayati masingmasing sebagai Penasehat, Khuzaimah Nasution

sebagai Ketua, Sukarman sebagai Wakil Ketua, Agam, Abdul Kadir sebagai Sekretaris dan Wakil Sekretaris, Indah Lestari Bendahara, Fida Wakil Bendahara. Seksi.Bidang Organisasi, Keanggotaan, Diklat Kaderisasi :Syahran, Nazaruddin dan Jamil. Seksi Ekonomi, Koperasi, UKM & Kewirausahaan : Jafarudin Sidik, Zulfikar dan Sudarmi.Seksi Idiologi, Politik, Hankamnas, Hukum & HAM : Efendi, Syahroni dan Husein. Seksi Kesejahteraan, Sosial, Pengentasan Kemiskinan & Lingkungan Hidup, Suherman, Sudarman dan Iwan.Seksi

Agama, Sosial Budaya, Generasi Muda, Olah Raga & Peranan Wanita : Arsad, Mulyadi dan Juliani. Ditetapkan di Perbaungan pada tanggal 21 Agustus 2010 serta ditanda-tangani oleh Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Pancasila Indonesia Kecamatan Perbaungan oleh Rustam Dalimunthe sebagai Ketua, Muhammad Nizar selaku Sekretaris sebagai tembusan DPK MPI Sergai, Kepala Desa Sei.Buluh dengan Motto “INDONESIA RAYA, MPI JAYA” dimikian dikatakan Khuzaimah Nasution. Menurut salah seorang

anggota MPI bernama Edy mengatakan, memang semangat serta pengorbanan yang telah diberikan pak Khuzaimah Nasution terhadap MPI untuk Desa Sei.Buluh demi tumbuh dan berkembangnya luar biasa. Terbukti dari awal pertama sekali terbentuknya susunan kepengurusan di Desa Sei.Buluh, meski telah banyak berkorban harta benda miliknya habis terjual demi untuk membesarkan MPI di Desanya dan pada kenyataan sekarang telah berkembang dengan pesatnya. Demikian juga halnya dengan Ketua DPC Perbaungan Rustam Dalimunthe juga telah banyak berkorban harta benda miliknya demi untuk membesarkan MPI, dengan tanpa mengenal lelah serta waktu yang telah diberikan terhadap Ranting-ranting MPI yang ada di Kecamatan Perbaungan khususnya terhadap ranting Desa Sei.Buluh dengan Khuzaimah Nasution beserta anggota-anggotanya yang termasuk didalam kepengurusan MPI demikian katanya. (edy.s)

Bekasi, (Radar Nusantara) Kontraktor di Kota Bekasi belum lama ini keluhkan sikap dan pelayanan pada Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Bekasi yang tidak memuluskan proses pencairan sejumlah proyek, padahal proyek itu telah diselesaikan oleh para kontraktor. Dalam keterangannya kepada wartawan, beberapa kontraktor menyebutkan sangat kecewa dengan sikap pejabat terkait di DPPKAD karena urusan berkas pencairan yang seyogyanya dibereskan di Bank Jabar untuk segera dicairkan, akhirnya terkendala akibat belum ditandatangani. Padahal pihak lain, tekait sejumlah toko material yang barangnya telah digunakan kontraktor namun belum dibayar berharap secepatnya bisa diselesaikan. Begitu juga dengan para tukang yang minta gajinya cepat dibayar, tetapi karena tidak adanya dana maka kontraktor kelimpungan karena dikejar-kejar para tukang yang menginginkan gajinya cepat dibayar karena kebutuhan rumahnya juga sangat mendesak. Kontraktor mengaku, semua proses kegiatan sudah tuntas dilaksanakan, bahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga pihak terkait di Dinas Bina Marga dan Tata Air dan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan sudah tidak ada masalah. Namun mengapa masalah harus muncul setelah berkas sampai di DPPKAD. Akan hal tersebut, kontraktor bahkan sudah mempertanyakannya langsung dan berkali-kali, namun belum juga ada jawaban yang pasti kapan pencairan akan dilakukan, sebab itu bila hingga akhir Januari mendatang belum juga terselesaikan mereka mengancam akan melakukan aksi demo. Sinyalemen dari DPPKAD sendiri menyebutkan bahwa proses pencairan pembayaran sejumlah proyek tersebut terkendala akibat tutup buku tahun anggaran 2010 lalu, sehingga mereka sudah melayangkan surat ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Propinsi Jawa Barat untuk meminta persetujuan pencarian dana. Nah, kini yang menjadi pertanyaan, apakah BPK Propinsi Jabar merupakan Instansi Pemerintah yang berwenang dalam proses pencairan APBD atau ada lembaga lain atau hal itu hanya sebuah alasan yang dibuat-buat. Wartawan yang hendak mengkonfirmasikan hal ini kepada Wakil Walikota Bekasi H Rahmat Effendi belum berhasil. (HS)

RADAR DAERAH

Minggu ke II-IV Januari 2011

21

Hujan Sebentar, Tanah Longsor di Bogor
Bogor, (Radar Nusantara) Meski hujan yang melanda kawasan Bogor berlangsung sebentar, namun kejadian tanah longsor tetap terjadi. Seperti yang terjadi di Kampung Cicadas RT 02/06, Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor, Jawa barat, siang tadi. Akibatnya, satu orang menjadi korban, yakni Herdi (16) warga Kampung Cibuntu RT 01/06, Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Peristiwa longsor tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, saat itu, korban bersama rekan-rekan kerja lainnya sedang asik mengangkut pasir tanah dari sungai untuk dibawa naik ke truk. Namun tiba-tiba tebing yang berada diatas sungai tersebut longsor dan langsung menimpa tubuh korban yang sedang mengangkut pasir. Korban langsung tewas di lokasi kejadian. Salah satu saksi Adang menuturkan longsoran tanah bercampur bebatuan langsung menutupi korban yang terlambat menyelamatkan diri. “Kami berusaha melakukan pertolongan, namun tidak mampu menyelamatkan nyawa korban,” kata Adang. Korban mengalami luka pada bagian belakang kepala dan memar di pundak dan wajah. Dugaan, luka dan memar, akibat kena bebatuan yang jatuh. Kapolsek Ciampea, AKP Rony Mardiyatun, membenarkan peristiwa longsor yang menewaskan salah seorang buruh pasir tanah tersebut. “Saksi yang berada di lokasi sedang dimintai keterangan,” kata AKP Rony saat dikonfirmasi. (sarif)

Massa Terbesar Perbaungan Meriahkan HUT MPI Ke 3
Perbaungan (Radar Nusantara) Perayaan Dirgahayu Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI)ke-3 diselenggarakan pada tanggal 22 November 2010 dilapangan Benteng Medan, Sumatera Utara beberapa waktu lalu terselenggara dengan penuh khidmat.
DALAM acara tersebut dihadiri Ketua Umum MPI, Dewan Pimpinan Nasional, Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Kabupaten, Dewan Pimpinan Cabang serta Dewan Pimpinan Ranting dari tingkat Propinsi se Indonesia dan Pejabat Instansi Pemerintah Propinsi Sumatera Utara diantaranya pejabat Pempropsu, Waka Poldasu, pejabat KODAM I/BB dan para Tokoh Masyarakat lainnya.Dalam acara tersebut turut pula ditampilkan kegiatan Olah Raga Tae Kwon Do dari anggota MPI melakukan atraksinya dilapangan, kegiatan kesenian tari menari dilapangan serta tak luput dengan Paskibrakanya. Meskipun suasana lapangan yang becek berlumpur oleh karena musim penghujan, namun tidak menyurutkan semangat anggota MPI yang datang turut merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-3 berdatangan dari berbagai daerah, terbukti acara tetap berlangsung dengan khidmat dan sukses sesuai dengan jadwal yang ditentukan Panitia Penyelenggara. Dalam acara Dirgahayu MPI tersebut turut juga Dewan Pakar Nasional MPI telah memberikan kata-kata sambutan dihadapan puluhan ribu Massa MPI yang hadir dilapangan. Kemudian Waka Poldasu memberikan kata sambutan antara lain, menyambut baik atas keberadaan MPI dan siap untuk bekerja sama untuk mendukung dari pada Visi dan Misi Masyarakat Pancasila Indonesia yang berkiprah dibumi Indonesia yang kita cintai bersama. Demikian hal senada turut disampaikan dari pejabat KODAM I/BB pada acara kesempatan tersebut. Menurut Ketua Umum Masyarakat Pancasila Indonesia Maherbansyah pada HUT Ke-3 MPI mengatakan, menghimbau kepada seluruh anggota MPI yang ada diseluruh Indonesia agar tetap menjaga keutuhan dari pada Pancasila yang telah diakui oleh Dunia dan justru mengapa bangsanya sendiri tidak berkeinginan untuk mempertahankannya meskipun telah ada segelintir oknum serta orang dan kelompok tertentu berupaya untuk menggoyahkannya namun MPI tetap mempertahankannya. Oleh karena Pancasila merupakan Dasar Negara Republik Indonesia yang meskipun berabad-abad lamanya masih tetap dapat dipertahankan.Dan MPI telah membentuk suatu Lembaga Bantuan Hukum dan siap menangani setiap warga yang dizolimi secara hukum, bersiap menegakkan supremasi hukum tidak hanya terhadap kaum yang mampu namun terhadap masyarakat kurang mampu. Dan kepada seluruh anggota MPI dihimbau agar tidak membuat berupa proposal untuk meminta sumbangan kepada pihak manapun, hanya dibenarkan pengajuan permohonan bantuan kepada Ketua Umum Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) demikian ditambahkannya. Menanggapi hal ini Ketua MPI DPC Perbaungan Rustam Dalimunthe mengatakan, meskipun saya bersama-sama dengan Ketua – ketua MPI Ranting yang ada dikecamatan Perbaungan selama ini telah banyak berkorban demi untuk kejayaan MPI khususnya dikecamatan Perbaungan baik dari segi dana, tenaga, waktu dan pikiran tak mengenal lelah secara terus menerus melakukan sosialisasi dengan sistem akar rumput dari bawah sesama anggota menanamkan benih rasa tanggung jawab dan bergotong royong. Oleh karena saya tidak pernah berpikir akan berapa hasil yang akan didapat, tetapi apa yang dapat diperbuat demi untuk kesejahteraan dari pada anggota MPI itu sendiri agar berhasil kelak nantinya kedepan. Untuk itulah sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Ketua Umum MPI adalah merupakan sosok kepemimpinan yang patut dan terpuji dan cocok menjadi seorang pemimpin dinegeri yang kita cintai ini. Oleh sebab itu kami dari MPI DPC Perbaungan dan Ketua MPI Ranting seluruhnya membulatkan tekad dan bersatu padu, bahu membahu untuk tetap membesarkan MPI dimasa-masa yang akan datang untuk lebih besar lagi massanya. Terbukti dengan pada saat Dirgahayu MPI yang ke-3 yang dirayakan pada tanggal 22 Nopember 2010 dilapangan Benteng Medan. Massa terbesar MPI dari DPC Perbaungan dengan mengerahkan angkutan umum sebanyak 84 buah, sehingga tumpah ruah dilapangan dibanjiri oleh massa MPI dari DPC Perbaungan. Kondisi seperti ini disebabkan oleh karena rasa cintanya terhadap MPI dan sosok kepemimpinan dari MPI seorang Ketua Umumnya. Menurut Ketua MPI Ranting Desa Sei.Buluh Khuzaimah Nst dan Ketua MPI Ranting Desa Lubuk Rotan Amri serta ketuaketua Ranting lainnya dalam hal senada mengatakan, kami siap secara gotong-royong serta berkorban, bahu membahu demi mendukung MPI yang ada dikecamatan dengan sosok kepemimpinan DPC Perbaungan Rustam Dalimunthe yang pantang menyerah didalam berjuang membesarkan MPI DPC Perbaungan dengan tak mengenal waktu dan perasaan lelah meskipun telah banyak berkorban. Atas dasar karena Ketua Umum MPI kami bapak Maherbansyah, yang telah banyak memberikan perhatian kepada kami untuk MPI DPC Perbaungan selama ini seperti telah memberikan hewan korban telah kami bagi-bagikan kepada anggota MPI serta warga sekitarnya telah mendapat mencicipinya beserta. Dengan mengucapkan rasa syukur yang tiada berhingga kepada Ketua Umum MPI bapak Maherbansyah semoga panjang umur serta murah rezekinya dan sehat selalu agar dapat terus memimpin MPI dan kami nantinya kelak katanya. Menurut salah seorang anggota MPI bernama Edy turut didalam rombongan didalam menghadiri Dirgahayu MPI yang ke-3 dilapangan Benteng Medan Sumatera Utara beberapa waktu lalu mengatakan, meskipun kami menyadari bahwa dengan menaiki kenderaan dengan bak terbuka dengan mengibarkan bendera MPI dalam keadaan melambai-lambai didalam perjalanan dengan semangat juang yang tinggi. Meskipun para anggota MPI yang ikut dalam rombongan harus meluangkan waktunya untuk libur mencari nafkah demi untuk menghadiri perayaan Dirgahayu MPI yang ke-3 dengan penuh bersemangat. Ternyata memang hasilnya tidak mengecewakan dapat melihat langsung acara demi acara Ulang Tahun dilapangan Benteng dan melihat beberapa kegiatan serta melihat langsung sosok Ketua Umumnya, ternyata orangnya penuh kharismatik dan penuh rasa kepedulian terhadap warga kurang mampu sehingga sangat cocok menjadi Ketua Umum MPI. Oleh karena rasa cintanya terhadap Kedaulatan Negara Kesatuan RI dengan Pancasilanya dan tidak ingin TNI dan POLRI dihujat oleh siapapun meskipun itu dilakukan oleh oknumoknum tertentu demi untuk kepentingan suatu golongan ataupun kelompok yang berupaya untuk memecah belah bangsa Indonesia katanya. (edy. s)

RAGAM

Kemenkeu Serahkan 2 Lagi Pasien Gayus, Total 151

Jakarta (Radar Nusantara) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dokumen tambahan sebanyak dua wajib pajak ke Dir III Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri hari ini. Sehingga total jumlah wajib pajak yang pernah ditangani Gayus Halomoan Tambunan sebanyak 151. “Jumlah berkas sesuai permintaan, semuanya 151 wajib pajak,” kata Plt Inspektur Jenderal Kemenkeu, Hadi Rudjito, di Bareskrim Polri, Sabtu (15/1/2011). Jumlah ini sekaligus meralat jumlah sebelumnya, sebanyak 149. Menurut Hadi, jumlah berkas dan nama wajib pajak yang diberikan sesuai dengan permintaan dari Polri. Di kesempatan yang sama Kepala Biro Bantuan Hukum Kementerian Keuangan, Indra Surya, menambahkan adanya penambahan ini karena permintaan tambahan dari pihak Bareskrim Polri sebanyak 5 wajib pajak. “Tiga wajib pajak sebenarnya sudah masuk pada daftar 149 wajib pajak yang diminta Kapolri. Oleh sebab itu, tambahannya ada dua wajib pajak,” imbuhnya. Menurutnya, pelaporan ini merupakan dukungan Kemenkeu kepada Kepolisian. Segala kebutuhan Kepolisian terkait kasus Gayus, Kemenkeu siap menyerahkannya. (tim)

RADAR RAGAM

Minggu ke II-IV Januari 2011

22

STRES Gula Darah Meningkat

Mantan Bupati Temanggung Diminta Serahkan Diri
Temanggung (Radar Nusantara) Mantan Bupati Temanggung, Totok Ary Prabowo, diminta segera menyerahkan diri dan tidak mempersulit proses hukum yang sedang membelitnya, kata Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Agus Budi Santoso. Mantan Bupati Temanggung ini telah menjadi buron sejak Desember 2010 terkait kasus korupsi dana bantuan pendidikan untuk putra putri anggota DPRD periode 1999-2004.Pihak Kejaksaan tinggi,Kejaksaan Agung bekerja sama dengan kepolisian sudah melakukan uapaya pencarian,namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Foto Totok juga telah di sebar, namun yang bersangkutan belum juga ditemukan. Kepala kejaksaan Temanggung Agus Budi santoso mengimbau semua pihak termasuk masyarakat agar bekerja sama membantu pencarian mantan Bupati temanggung itu. Jika ada yang mengetahui keberadaan Totok agar memberitahukan kepada pihak penyidik. Agus Budi santoso berharap agar jangan sampai ada yang menyembunyikan karena bisa terkena pidana juga. Dalam kasus yang merugikan keuangan daerah tahun 2004 senilai Rp1,8 miliar itu, Totok sebagai orang yang membagikan dana bantuan pendidikan pada 43 anggota dewan berasal dari pos dana APBD yang dikelola Bupati. Setiap anggota dari 43 anggota dewan tersebut menerima Rp40 juta. Setelah dana itu diterima ke 43 dewan,pengesahan anggaran (ketok palu) baru dilakukan dalam rapat dewan. Perbuatan Totok melakukan korupsi bersama 43 anggota dewan periode 1999-2004 tersebut, menyalahi aturan.Selain itu anggota dewan yang menerima dana tersebut juga telah diproses hukum. Totok telah dipanggil kejaksaan untuk diperiksa sebanyak tiga kali, namun dia mangkir dari panggilan tersebut. Bahkan keberadaannya hingga saat ini belum diketahui. (tim)

Radar NusantaraStres berkepanjangan bisa memicu keluhan fisik dan psikis. Namun, untuk penderita diabetes, stres bisa berakibat lebih merugikan bagi tubuh karena akan memacu metabolisme gula darah.

SECARA fisiologis stres akan menyebabkan perubahan faal pada tubuh, misalnya gangguan hormonal, gangguan sistem imunitas, atau pencernaan jadi kacau. Nah, pada penderita diabetes stres akan menyebabkan gula darah menjadi lebih tidak terkontrol. “Pada saat kita stres di dalam tubuh akan terjadi pemecahan gula darah. Itu sebabnya, pada pasien diabetes, saat stres, gula darahnya akan ting-

gi meski sudah minum obat diabetes,” papar dr Surjo Dharmono, SpKJ, Koordinator Psikiatri Komunitas dari FKUI/RSCM Jakarta. Penelitian juga pernah menunjukkan orang yang sedang depresi memiliki kecenderungan 42 persen untuk terkena diabetes. Makin merasa sedih, makin besar kecenderungannya untuk diabetes. Itu sebabnya, penderita diabetes sangat dianjurkan untuk

mengelola stresnya, salah satunya dengan berolahraga secara rutin. Olahraga juga telah terbukti membuat tubuh lebih efektif dalam menggunakan insulin. “Olahraga bukan cuma untuk kebugaran, tapi juga sebagai waktu untuk diri sendiri. Saat olahraga kita akan lebih memerhatikan tubuh kita. Hal ini memiliki efek antistres cukup tinggi,” kata pengajar dari Departemen Psikiatri FKUI ini. (tim)

Minuman Tinggi Kafein Ganggu Kecerdasan
tersebut terus berkurang seiring dengan banyaknya jumlah kafein yang diasup. Minuman berenergi, yang biasanya mengandung kafein konsentrasi tinggi yang diminum secara berlebihan akan membuat tubuh menjadi mengantuk seperti efek minuman beralkohol. Dalam sebuah penelitian, mahasiswa yang diberi minuman berkafein dosis rendah (setara dengan setengah kaleng minuman energi), memiliki respon yang tinggi pada hasil tes yang membutuhkan respon cepat dalam layar komputer. Namun ketika dosis kafein yang ditingkatkan, mereka justru merespon dengan lambat. Para partisipan dalam studi juga mengatakan secara mental merasa over stimulasi dan mengantuk setelah minum. “Tidak sedikit minuman energi yang juga mengandung alkohol. Karena itu jika dikonsumsi berlebihan efeknya bisa merugikan fungsi kognitif dan mengurangi kewaspadaan,” kata Cecile A.Marczinski, peneliti dari Northern Kentucky University. Penelitian dilakukan terhadap 80 mahasiswa berusia 1840 tahun. Untuk mengetahui dampak dari kafein, para partisipan diberikan minuman berenergi dan sisanya diberi minuman non kafein. (tim)

Radar NusantaraDalam jumlah sedang kafein memang bisa meningkatkan kon-

sentrasi, membuat kita lebih sigap dan mampu melawati tantangan sulit. Namun manfaat

Milana Dibekingi Jenderal?
Jakarta (Radar Nusantara) Istri terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan diketahui ikut dalam plesiran suaminya baik ke Pulau Dewata maupun ke luar negeri dan diduga kuat terlibat aktif membantu suaminya untuk melenggang ke luar penjara, namun pihak Mabes Polri hingga saat ini masih menyatakan bahwa Miliana Anggraini sebagai saksi. Berdasarkan penelusuran okezone diketahui bahwa Miliana Anggraini diduga mendapat “bekingan” dari salah seorang jenderal di Mabes Polri. “Dia anak orang penting, dilindungi bintang (jendral) di sini,” singkatSabtu (15/1/2011). Namun sumber tersebut enggan menyebutkan siapa jendral yang melindungi Meliani Anggraini. “Nanti sajalah,”katanya. Saat hal ini di konfirmasi ke Kabagpenum Kombes Pol Boy Rafli mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal tersebut. “Cariin dong, kalo emang bener, sejauh ini saya belum tau informasi itu,” katanya. Hingga saat ini Milana Anggraieni belum dijadikan tersangka dalam kasus apapun terkait Gayus Tambunan. Padahal, Milana sempat diperiksa polisi selama 24 jam terkait keikutsertaannya bersama Gayus pelesiran ke luar negeri.(tim)

RADAR RAGAM

Minggu ke II-IV Januari 2011

23

Pengawasan Polda Kepri “Memble”

Judi Gelper Kembali Marak di Kota Batam
Batam (Radar Nusantara) Pengelolah lokasi perjudian berkedok Gelanggang Permainan Elektronik ( Gelper ) benar-benar melecehkan aparat kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas di polda Kepri dan Polresta Barelang.
BETAPA tidak, kendati di lokasi perjudian tersebut sering di gerebek aparat kepolisian.. Namun tak membuat ciut nyali para pengelola/Bandar.di duga para pengelolah sudah mengatur kepada para penegak hukum untuk memuluskan usaha 303 yang sudah meresahkan masyarakat. Pantauan Radar Nusantara di sejumlah lokasi Gelper di Batam menunjukan,para pengelolah terkesan kebal hukum,sementara ketika Kalpolda Kepri di jabat Pol Drs.Puji Hartono,permainan gelanggang elektronik yang sudah jelas-jelas mengara keperjudian tersebut sama sekali tak berani buka akibat seringnya diadakan penggerebekan. Bahkan Puji Hartono saat itu memerintahkan seluruh pengusaha Gelper menutup usaha tersebut dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.akan tetapi setekah orang nomor satu di kepolisian Kepri ini diganti dengan Kalpolda baru,usaha berbau 303 ini pun kembali marak hampir di setiap sudut ruko dan swalayan yang ada di Kota Batam di penuhi dengan usaha perjudian sejenis Gelper.konon sebelumnya hanya terdapat di beberapa lokasi saja.kini jumlahya bertambah banyak hampir 20 lokasi. Yang lebih Parahnya lagi,para pengelolah tidak lagi mengindahkan ketentuan izin yang di keluarkan dinas Pariwisata dan

Wanita Korban Pohon Tumbang

Kebudayaan kota Batam, seharusnya lokasi permainan tersebut diharuskan berada di Mall, ternyata sebagian besar berada di ruko-ruko. para pemainya juga, tak seorangpun terlihat anak-anak yang bermain di lokasi itu,lampu ruangan semestinya terang menerang,tapi yang digunakan umumnya lampu remang-remang,para pecandu judi yang bermain sebagian besar pecandu judi lokal dari mulai supir Taksi,tukang Ojek,pedagang kaki lima ,Pegawai Negeri Sipil dan ada juga dari Oknum-oknum Polisi. Untuk mengamati orang – orang yang datang kelokasi perjudian tersebut,pihak pengelolah sengaja menempatkan sejumlah pria berbadan tegap dan berambut cepak memakai sapari berbaur dengan pemain, “mereka itu tugasnya sebagai keamanan kalau ada yang mau buat keributan di lokasi dan sekaligus memberikan Informasi apabila ada aparat kepolisia dan Wartawan yang coba-coba mengambil gambar atau kepolisian yang akan melakukan Razia”ujar salah seorang pekerja yang tidak

bersedia di tulis jati dirinya di Koran ini. Dari hasil Investigasi Koran ini dilapangan,saat ini permainan 303 berkedok Gelper yang telah beroperasi kembali di Batam ada 20 lokasi diantaranya sebanyak 3 lokasi di belakang Hotel Formosa Nagoya,3 Lokasi di pertokoan Center Point Nagoya, 2 Lokasi di komplek Nagoya Hill,1 Lokasi di siang malam milik Herman Tio,2 Lokasi Di BCS Mall,2 Lokasi Top 100 Penuin,1 Lokasi Bilyard Center milik Agus,1 Lokasi dipasar Induk Jodoh milik Tarigan dan 1 Lokasi di Wilaya Batuaji,1 Lokasi di DC Mall,1 Lokasi di Top 100 Jodoh,1 Lokasi Di Avava Jodoh, 1 Lokasi di Jodoh Center Bengkong, 1 Lokasi di STC Sekupang. Setiap lokasi setidaknya mengoprasihkan belasan hingga ratusan unit mesin elektronik berbagai jenis permainan,seperti mesin Jackpot, Mesin Rolex, Amussement, Buah-buahan dan mesin judi lainya.Bahkan omset yang di peroleh dari 20 lokasih dalam satu bulan hampir ratusan juta. Menurut keteranga salah seorang pemain yang ditemui Ko-

ran ini mengaku,sudah cukup banyak kalah sejak di buka kembali permainan Gelper berbau judi ini,saya sudah banyak kalah mas katanya ketika bincang-bincang bersama kru Koran ini dengan nada sedikit lemas, pokoknya pemain jarang menang,kalau pun ada yang menang satu dari seribu orang yang main,itupun kalau dia main lagi sudah pasti akan habis, setahu saya tiap hari pemain banyak kalah karena mesinya sudah disetel”katanya dengan polos” Sayangnya aparat penegak hukum khususya kapolda kepri dan polresta Barelang terkesan tutup mata,pengelolah Gelper berbau judi ini sepertinya main Kucing-kucingan dengan aparat. buktinya lokasi perjudian ini di buka sebentar di tutup. namun sudah sebulan ini di buka namun sampai sejauh ini belum ada tindakan tegas dari Kapolda Kepri. Demikian juga pemerintahan Kota Batam, khususnya dinas Pariwisata yang memberikan izin seakan masa bodoh apakah izin yang diberikan kepada pengusaha disalah gunakan atau tidak. (Fres)

Jakarta, (Radar Nusantara) Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Jakarta petang tadi, mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik. Menurut laporan Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya, sebuah pohon di Permata Hijau, dekat Universitas Mercu Buana, Meruya Selatan, tumbang sekira pukul 19.00 WIB. “Sekarang, menurut laporan di lapangan, masih ditangani warga. Jalan sedikit tersendat dari dua arah,” ungkap petugas TMC, Briptu Fajar saat dikonfirmasi okezone, Sabtu (15/1/2011). Dia menambahkan satu titik pohon tumbang terjadi di Bumi Serpong Damai (BSD), Banten. “Info yang kami terima pohon menimpa seorang perempuan, tapi belum ada kabar lebih lanjut dari lapangan,” sambung Briptu Fajar. Selain itu, TMC juga melaporkan pohon tumbang di sekitar Mall Taman Anggrek di jalur menuju ke arah Grogol, tepatnya di Pos Satpam Jasa Marga. Namun pohon ini dilaporkan juga sempat mengenai salah satu pengendara sepeda motor yang sedang melintas. Pohon tumbang tersebut sudah berhasil dipotong dan mulai dibersihkan. Arus lalu lintas sempat sedikit tersendat. (wastini)

Walhi Apresiasi KPK Geledah Kementerian LH
Jakarta ( Radar Nusantara) Langkah KPK menggeledah kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendapat apresiasi dari Walhi. Langkah tersebut dinilai positif sebagai upaya mengusut dugaan suap dalam penilaian Adipura Kota Bekasi. “Langkah KPK memeriksa KLH terkait dugaan suap penilaian Adipura Bekasi menjadi langkah awal membongkar indikasi korupsi yang lebih besar,” kata Direktur Walhi Ubaidillah melalui pesan singkatnya kepada okezone, Sabtu (15/1/2011). Dia menambahkan, kasus terkait lingkungan baik dalam skala lokal maupun nasional sudah banyak terjadi termasuk laporan yang datang dari masyarakat. Sehingga perlu ada tindak lanjut dari semua persoalan tersebut. Sejumlah kasus yang menjadi sorotan Walhi, di antaranya reklamasi pantai Jakarta, pencemaran industri pestisida di Banten dan Bekasi, pendirian industri air Danone, dan penambangan pasir di Bogor. “Tidak ada tindak lanjut yang memuaskan, termasuk menggunakan UU 32 tahun 2009 tentang PPLH,” tandasnya. Seperti diketahui, KPK telah menggeledah beberapa ruangan di kantor KLH. Ruangan yang digeledah KPK meliputi ruang pemeriksa termasuk ruang menteri. Sejumlah dokumen dan perangkat komputer turut disita dari penggeledahan tersebut. “Kemarin dalam rangka penyidikan kasus wali kota Bekasi, KPK menggeledah kantor Kementerian Lingkungan Hidup. Ada beberapa tempat digeledah, ruang pemeriksa Adipura dan sampai ruang menteri. KPK menduga ada bukti-bukti yang berkaitan dengan sangkaan kita ke tersangka. Sampai malam pukul 09.00 ada beberapa dokumen yang kita sita, ada komputer, kita dalami apakah ada kaitan dengan bukti-bukti dengan bukti yang sudah kita miliki,” ujar juru bicara KPK Johan Budi SP kemarin. (TIM)

Ahmad Dahlan
Walikota Batam
Minggu ke II-IV Januari 2011

Garda Kelana Jaya Resmi Dilantik
Menurutnya kehadiran masyarakat pada acara tersebut merupakan bukti bahwa masyarakat mendukung terbentuknya Garda Kelana Jaya yang kelak akan berperan dalam pembangunan Batam. “Garda Kelana Jaya ini dibentuk dari Perpat. Ini luar biasa sekali. Memang harus ada regenerasi. Mereka yang berada di Garda Kelana Jaya ini terdiri dari anak-anak muda dan mahasiswa. Artinya mereka mendukung untuk membangun Provinsi Kepri dan Kota Batam yang kita cintai ini,” pungkasnya. Deklarasi Gerak Keris Usai mengukuhkan Garda Kelana Jaya, Walikota menghadiri Deklarasi Gerak Keris yang digelar di Hotel Nagoya Plaza. Terlihat hadir dalam acara Deklarasi itu, Huzrin Hood selaku Ketua Dewan Pembina Gerak Keris. Selain itu juga hadir Ketua Gerak Keris Kota Batam, Adi Julemi. Huzrin Hood dalam kesempatan itu mengatakan bahwa Gerak Keris harus tampil dimanapun untuk mendukung pembangunan Kepri pada umumnya dan Batam khususnya. Walikota dalam kesempatan itu mengatakan bahwa perjuangan tidak pernah selesai terutama dalam membangun Batam dan Kepri. Ia ingin mengajak orang Melayu untuk tampil menjadi pemain di gelanggangnya sendiri. Oleh karena itu, sebagai kepala daerah, ia mengajak agar seluruh warga Batam bergandengan tangan, bersatu padu untuk membangun Batam dan Kepri sebagai daerah yang dicintai. (Fres)

Batam (Radar Nusantara) Secara resmi Walikota Batam, Ahmad Dahlan melantik Garda Kelana Jaya Priode 20102015, Minggu (12/12). Pelantikan pengurus Garda Kelana Jaya ini dimeriahkan dengan hiburan dengan menampilkan artis KDI 6, Via KDI dan Givri KDI. Penampilan dua artis dangdut jebolan KDI ini mendapat perhatian dari masyarakat di Kecamatan Bengkong khususnya. Selain penampilan Givri dan dan Via, sejumlah permainan tradisional juga dipertontonkan

dalam acara pelantikan Garda Kelana Jaya sekaligus deklarasi Garda Kelana Jaya tersebut. Diantaranya, permainan tradisional yang dipertunjukkan yakni, tarian yang ditampilkan oleh sanggar Pantai Basri, Reog Ponorogo, Zikir Barat dari Pulau Kasu serta Barongsai. Selain Wali Kota yang hadir dalam acara pelantikan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kota Batam, Rudi SE, M Yunus Spi, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Imran AZ. Kedatangan Walikota disambut langsung dengan kompang dan Barong-

sai yang telah disiapkan oleh Saparudin Muda dan Hj Asnah sebagai tuan rumah. Terpilih sebagai Ketua Umum Garda Kelana Jaya adalah Fadli Luran, selaku pendiri Garda Kelana Jaya adalah Saparudin Muda. Pada organisasi yang berada di bawah payung Putra Kelana Jaya tersebut, Walikota bertindak sebagai pembina. Walikota yang telah melantik pada pengurus Garda Kelana Jaya Priode 2010-2015 dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan Batam terus berkembang dari dulu hingga saat ini. Untuk

membangun Batam diperlukan generasi muda yang intelektual dan berpendidikan. Oleh karena itu pembangunan Batam harus terus berkembang dan waktu ke waktu. Pesannya dalam kesempatan itu, jangan sampai orang Melayu kalah di gelanggangnya sendiri. Harapannya sebagai pimpinan daerah adalah, bagaimana orang Melayu bisa menjadi pemain di Gelanggangnya sendiri. Ia sama sekali tidak mengira masyarakat akan tumpah ruah untuk menyaksikan pengukuhan dan Deklarasi Garda Kelana Jaya tersebut.

Dapatkan di Mall-mall Terdekat di Kota Anda

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->