Anda di halaman 1dari 50

Ikatan Kimia

Posted by chemy18 on February 5, 2012 Ikatan kimia terbentuk dari molekul-molekul di dalam tubuh baik yang sederhana sampai dengan yang kompleks. Ikatan kimia digolongkan menjadi 2 yaitu ikatan kovalen dan ikatan non kovalen. Selanjutnya ikatan non kovalen terdiri atas ikatan ionik, ikatan hidrogen dan ikatan Van Der Waals. Berikut adalah penjelasan singkat tentang ikatan kimia yang terbentuk.

Ikatan Kovalen sebagai Salah Satu Ikatan Kimia


Ikatan kovalen adalah ikatan kimia yang terbentuk oleh valensi dari masing-masing atom. Ikatan kimia ini dapat dipelajari lagi tentang kaitannya dengan valensi melalui buku-buku kimia umum, atau pelajaran kimia di SMA. Contoh dari ikatan kimia yang termasuk ke dalam ikatan kovalen adalah CO2 atau lebih dikenal dengan sebutan karbondioksida. Dalam senyawa ini, hal ini valensi C adalah 4 dan valensi O adalah 2. Ikatan kimia lain dalam bentuk ikatan kovalen yang lainnya adalah terbentuknya ikatan antara sebuah atom C yang bervalensi 4 dan empat buah atom H yang masing-masing bervalensi 1 membentuk CH4. Senyawa ini dikenal dengan nama metana.

Ikatan ionik Ikatan ionik adalah ikatan kimia yang terbentuk antara dua gugus dengan muatan berlawanan. Muatan yang berlawanan ini, yaitu positif dan negatif. Contohnya adalah ikatan kimia yang termasuk ke dalam ikatan ionik ini adalah ikatan antara substrat dan enzim. Jarak optimal ikatan kimia ini adalah 28 Angstrom. Ikatan kimia lainnya yang merupakan ikatan ionik adalah ikatan antara gugus karboksil yang diketahui bermuatan negatif terikat pada substrat dan gugus amina yang bermuatan positif pada enzim. Ikatan hidrogen Ikatan hidrogen adalah ikatan kimia oleh satu atom hidrogen dengan dua atom lain yang berbeda. Ikatan kimia ini dapat dibentuk di antara molekul-molekul tidak bermuatan maupun molekulmolekul bermuatan. Atom yang mengikat hidrogen lebih kuat disebut donor hidrogen sedang lainnya dinamakan akseptor hidrogen. Ikatan hidrogen antar molekul-molekul air (H2O). Perhatikan atom oksigen pada kutub negatif berikatan dengan atom hidrogen pada kutub posif air.

Ikatan Van Der Waals Ikatan Van Der Waals adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat daya tarik non spesifik, yang berperan pada saat dua atom berjarak 3-4 Angstrom. http://artikelkimia.com/ikatan-kimia.html

Faktor-Faktor Pengaruh Pergeseran Kesetimbangan


Posted by chemy18 on February 26, 2013 Pergeseran Kesetimbangan dapat terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor. Menurut asas Le Chatelier sendiri sebagai ilmuwan, Jika sutu sistem kesetimbangan diberikan aksi-aksi tertentu, maka sistem akan mengadakan reaksi yang cenderung menghilangkan pengaruh aksi yang diberikan. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran, baik ke kanan maupun ke kiri. Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan, yaitu:

Faktor Konsentrasi; jika konsentrasi reaksi diperbesar, maka kesetimbangan reaksi akan bergeser ke kanan begitupun sebaliknya Faktor Tekanan; jika tekanan reaksi diperbesar tetapi volume diperkecil, pergeseran kesetimbangan reaksi akan menuju ke arah bagian yang jumlah koefisiennya kecil,

Sumber: http://www.chem-is-try.org/

Faktor Suhu; jika suhu suatu sistem dinaikkan, maka sistem akan bereaksi dengan menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke bagian reaksi yang menyerap kalor atau dikenal dengan reaksi endoterm. Begitupun sebaliknya, jika suhu diturunkan maka kesetimbangan akan bergeser ke bagian yang melepaskan kalor atau disebut dengan reaksi eksoterm. Faktor Katalis; Katalis itu sendiri adalah sebuah zat yang dapat mempercepat reaksi namun akan kembali ke wujudnya semula ketika reaksi telah selesai. Katalis dapat memperbesar laju reaksi karena menurunkan energi aktivasi. Dengan menggunakan katalis, suatu reaksi dapat dijadikan berjalan lambat ataupun cepat, sesuai yang dibutuhkan. Katalis juga penting untuk reaksi yang berlangsung pada suhu tinggi karena dengan menggunakan katalis maka reaksi dapat diatur agar tetap berlangsung pada suhu rendah.

Jadi, faktor-faktor tersebut di atas dapat menjadi bagian penting dalam terjadinya pergeserean kesetimbangan kimia. http://artikelkimia.com/faktor-faktor-pengaruh-pergeseran-kesetimbangan.html

Rumus Kimia Suatu Zat


Posted by chemy18 on February 7, 2012 Rumus kimia suatu zat adalah menyatakan jenis dan jumlah relatif atom-atom yang terdapat dalam zat itu. Angka yang menyatakan jumlah atom suatu unsur dalam rumus kimia disebut angka indeks. Rumus kimia zat dapat berupa rumus molekul atau rumus empiris. Adapun penjelasan rumus kimia yang termasuk ke dalam rumus molekul dan rumus empiris dapat disimak dalam penjelasan selanjutnya.

Rumus Molekul dan Empiris sebagai Rumus Kimia


1. Rumus Molekul

Rumus molekul adalah rumus kimia yang menyatakan jumlah atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun satu molekul senyawa. Jadi rumus molekul menyatakan susunan sebenarnya dari molekul zat. Contoh: 1. Rumus molekul air yaitu H2O yang berarti dalam satu molekul air terdapat dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. 2. Rumus molekul glukosa C6H1 O6 yang berarti dalam satu molekul glukosa terdapat 6

atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen

2. Rumus Empiris Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari unsur-unsur yang menyusun suatu senyawa. Rumus kimia senyawa ion merupakan rumus empiris. Contoh: 1. Natrium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Na+ dan ion Cl dengan perbandingan 1 : 1. Rumus kimia natrium klorida NaCl. 2. Kalsium klorida merupakan senyawa ion yang terdiri atas ion Ca2+ dan ion Cl dengan perbandingan 2 : 1. Rumus kimia kalsium klorida CaCl2. Pada kondisi kamar, sebagian unsur-unsur ada yang membentuk molekul-molekul. Rumus kimia unsur-unsur semacam ini tidak digambarkan hanya dengan lambang unsurnya, melainkan unsur beserta jumlah atom yang membentuk molekul unsur tersebut. Contoh:

1. Rumus kimia gas oksigen yaitu O2, berarti rumus kimia gas oksigen terdiri atas molekulmolekul oksigen yang dibangun oleh dua atom oksigen. 2. Rumus kimia fosfor yaitu P4, berarti rumus kimia unsur fosfor terdiri atas molekulmolekul fosfor yang tiap molekulnya dibentuk dari empat buah atom fosfor. Semua senyawa mempunyai rumus empiris. Senyawa molekul mempunyai rumus molekul selain rumus empiris. Pada banyak senyawa, rumus molekul sama dengan rumus empirisnya. Senyawa ion hanya mempunyai rumus empiris. Jadi, semua senyawa yang mempunyai rumus molekul, pasti memiliki rumus empiris. Namun, senyawa yang memiliki rumus empiris, belum tentu mempunyai rumus molekul.

Langkah-Langkah untuk Menentukan Rumus Kimia Molekul dan Empiris


Perbandingan Massa Unsur Perbandingan Mol Perbandingan Jumlah Atom Rumus Empiris Rumus Molekul

http://artikelkimia.com/rumus-kimia-suatu-zat.html

Beri Rating: Sebarkan:


Cinta Terlarang Elektron


Ditulis oleh Dewi siswanto pada 03-11-2012

Elektron duduk termenung, sesekali ia kayuhkan kedua kakinya agar ayunan bergerak perlahan. Ayunan yang sering disebut orbital merupakan

tempat yang paling Elektron sukai. Jadi siapapun orang yang ingin menemukannya langsung saja menuju orbital. Walau demikian, tidaklah mudah untuk bertemu Elektron di sana. Tapi setidaknya orbitallah tempat kemungkinan Elektron melepaskan penatnya ketika ia berada di rumah atom. Mengapa aku selalu ingat Proton? keluh Elektron seraya menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Apa yang salah dengan perasaan ini, tidak bolehkah aku tertarik padanya? pertanyaan yang kesekian kalinya namun tak juga Elektron mengetahui jawabannya. Elektron menatap jauh ke depan dan terhenti pada sebuah kamar yang biasa disebut nukleous. Tatapannya sarat dengan beban namun begitu tajam seakan ingin menembus dinding kamar dimana Proton berada. Seandainya aku adalah Neutron, pastilah hatiku sangat senang karena aku akan selalu dekat dengan Proton gumannya lagi. ~ *** ~ Elektron tinggal di sebuah rumah mungil bersama dua saudara angkatnya. Para tetangga memanggil rumah mungil itu dengan sebutan atom. Elektron adalah anak tertua. Kelahirannya dibantu oleh om J.J Thomson pada tahun 1897. Semenjak dalam kandungan dia sering dipanggil dengan nama sinar katoda karena Elektron merupakan anak yang diperoleh melalui tabung sinar katoda dan perkembangannya selalu dipantau oleh om William Crookes. Setelah lahir, ia diberi nama Elektron seperti yang diinginkan om G.J Stoney. Beratnya ditimbang oleh om Robert Milikan ternyata hanya 9,11 x 10-28 gram. Adiknya yang pertama bernama Proton. Kelahirannya dibantu oleh om E. Rutherford pada tahun 1906. Dia lebih gendut dibandingkan Elektron karena massanya 1837 kali dari massa Elektron yaitu 1,673 x 10-24 gram. Pada tahun 1932, Elektron mempunyai adik kedua yang diberi nama Neutron. Om James Chadwick yang membantu kelahirannya. Dia hampir sama gendutnya dengan Proton karena massanya adalah 1,675 x 10-24 gram. Walaupun mereka bersaudara dan tinggal bersama dalam rumah atom tetapi karakter ketiganya berbeda. Elektron paling tidak suka berada di dalam rumah. Baginya dunia terasa sempit jika hanya memandang tembok-tembok yang memisahkannya dengan dunia luar. Berkeliling di halaman rumah lebih mengasyikkan, Elektron dapat berjalan-jalan di taman, memandang bungabunga yang berkembang dan menghirup keharumannya. Saat pagi tiba, mentari akan menyusupkan kehangatannya sehingga Elektron semakin bersemangat untuk terus beraktifitas. Biasanya, Elektron akan bersepeda melalui lintasan yang disebutnya sebagai orbit. jika dia merasa lelah maka Elektron beristirahat dalam orbital. Keaktifan Elektron dianggap perilaku yang negatif oleh keluarganya.

Lain lagi dengan kedua adiknya, mereka lebih suka di dalam kamar. Kamar itu mereka sebut dengan nucleus karena itulah mereka berdua dinamakan nucleon. Walaupun begitu, Elektron tahu jika Proton terkadang tertarik dengan aktifitasnya. Sehingga mereka sering mencoba bertemu untuk saling berbagi hati. Sedangkan Neutron dia sangat cuek. Apapun yang terjadi di dalam rumah atom, dia netral-netral saja. Bagi keluarga atom, sifat pendiam Proton merupakan sifat yang dianggap positif. Namun bagi Elektron, Proton mempunyai karisma yang membuatnya terlihat sempurna dibandingkan Neutron. Adanya perbedaan karakter antara Elektron dan Proton membuat mereka saling tertarik. ketertarikan inilah yang membuat beban bagi keduanya karena semestinya itu tidak ada. ~ *** ~ Aku mohon Proton, cobalah kamu mengerti perasaanku kata Elektron. Maaf Elektron, tanpa kau katakanpun aku tahu perasaanmu karena akupun merasa demikian, tapi itu tak mungkin jawab Proton setengah tersedu menahan tangisnya. Jikalau kita bersatu, maka takkan ada rumah atom lagi lanjut Proton lirih. Elektron terdiam, dia paham sekali tak mungkin Proton meninggalkan nukleous. tapi ia juga tak mungkin menghapus ketertarikannya pada Proton dengan mudah, Mengacuhkannya saja membuat rasa menjadi gundah. Apalagi harus jauh darinya, pastilah rindu itu ada. Rindu pada perhatiannya, rindu pada cerita manjanya, rindu dengan tatapan penuh rasa rahasia yang dalam. Ya sudahlah, biarkanlah perasaan ini tetap ada, toch aku masih bisa memandangmu meski tak mampu bersamamu ujar Elektron kemudian. Kamu tahu Proton, hanya kaulah yang sering datang dalam mimpiku dan memang hanya menjadi mimpiku. lanjut Elektron menegaskan apa yang dirasakannya selama ini. Keduanya kini terdiam, diam oleh ketidakberdayaan akan sebuah perasaan yang entah kapan hadir diantara keduanya. Namun mereka paham, kebahagiaan tidak selalu harus menjadi satu tetapi saling mengingatkan ketika salah, memotivasi ketika lelah, memberikan nasehat bijak ketika gundah, semoga semuanya menjadi ajang untuk ibadah. Dari perbedaan inilah yang akan menjadikan mereka dalam satu-kesatuan di rumah atom sehingga mereka dapat menempati posisi, tugas dan fungsinya masing-masing demi berputarnya dunia yang indah.

A.Konfogurasi Elektron Konfigurasi elektron dalam keadaan dasarnya dalam atom dapat disusun dengan menggunakan aturan sebagai berikut: 1.Elektron cenderung untuk menempati orbital dengan energi terendah berdasarkan urutan dari tingkat energi orbital. 2.Urutan dari energi orbital adalah sebagai berikut.

Orbital yang berada disebelah kiri lebih stabil dengan energi yang lebih rendah dibandingkan dengan orbital yang berada di sebelah kanannya dalam urutan di atas. Di antara orbital yang berada dalam tanda kurung, yang ditulis disebelah kiri akan terlebih dahulu ditempati, meskipun urutannya kadang-kadang dapat terbalik. 3.Prinsip Pauli harus dipenuhi. Dengan kata lain pengisian orbital yang diperbolehkan adalah satu dari empat kasus berikut. 4.Orbital ns diisi oleh 0~2 elektron. Orbital np diklasifikasikan ke dalam tiga jenis npx, npy, npz, dan setiap orbital ditempati oleh 0~2 elektron. Secara keseluruhan orbital np ditempati oleh 0~6 elektron. Terdapat lima jenis untuk orbital nd. Setiap orbital diisi oleh 0~2 elektron. Secara keseluruhan orbital nd akan ditempati oleh 0~10 elektron. Terdapat tujuh jenis orbital nf. Setiap orbital akan ditempati oleh 0~2 elektron. Secara keseluruhan orbital nd akan ditempati oleh 0~14 elektron. 1.Konfigurasi di mana dua atau lebih elektron menempati orbital dengan energi yang sama harus mengikuti aturan Hund. Aturan Hund (1) Elektron terpisahkan dalam orbital-orbital yang sangat berbeda terlebih dahulu. Aturan Hund (2) Spin disejajarkan secara paralel. Aturan Hund (1) adalah sebuah aturan yang mengurangi peningkatan energi interaksi yang disebabkan oleh gaya tolak-menolak antar elektron dan dengan demikian pemisahan elektron dalam orbital yang berbeda semakin efektif. Aturan Hund (2) adalah sebuah kecenderungan bahwa spin dengan arah yang sama cenderung untuk menjadi stabil. Dengan memperhatikan aturan-aturan ini akan menuju pada susunan berikut dari energi total untuk konfigurasi elektron dari sistem dengan dua elektron dalam sebuah pasangan dengan orbital yang ekivalen.

Sebagai contoh, marilah kita menyusun konfigurasi elektron untuk atom Ga dengan bilangan atom 31. Orbital 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s dan orbital 3d diisi oleh 2+2+6+2+6+2+10 = 30 elektron. Sisa elektron 31 30 = 1 menempati orbital sebuah 4p. Dengan demikian maka, konfigurasi elektron dari sebuah atom Ga, [Ga] dinyatakan sebagai berikut: Orbital yang berada dalam tanda kurung ( ) menyatakan orbital dengan bilangan kuantum utama n yang sama dan bilangan kuantum azimut l, yang merupakan sebuah bagian dari kulit elektron dan dengan demikian disebut sebagai subkulit. Indeks atas yang berada di sebelah kanan pada ( ) menyatakan jumlah total elektron yang menempati subkulit. Ketika jumlah elektronnya adalah sama dengan 1, angka 1 pada bagian sebelah kanan dapat dihilangkan di antara semua kulit elektron yang memiliki elektron, kulit elektron dengan nilai n terbesar disebut sebagai kulit terluar. Dalam kasus Ga, n 4 dan dengan demikian Kulit N adalah kulit terluar. Contoh tipikal konfigurasi elektron yang lain ditunjukkan untuk beberapa atom be rikut: Contoh konfigurasi elektron dari beberapa atom. Harus dicatat di sini bahwa konfigurasi elektron untuk Cr dan Cu memiliki perkecualian dalam urutan dalam tanda kurung ( ) seperti dalam aturan (2) dalam prinsip penyusunan orbital; konfigurasi subkulit (4s) adalah (4s)1 bukan halnya (4s)2 dan satu elektron sisanya akan menempati sebuah orbital 3d sehingga menghasilkan subkulit (3d) yang terisi setengah dengan konfigurasi (3d)5 atau konfigurasi penuh (3d).

A.Bilangan Kuantum Untuk menentukan kedudukan suatu elektron dalam atom, digunakan 4 bilangan kuantum. 1)Bilangan Kuantum Utama (n) Bilangan kuantum ini berhubungan dengan tingkatan energi dan ukuran orbital, semakin besar nilai n maka elektron menduduki orbital dengan tingkat energi yang lebih besar dan ukuran orbitalnya juga semakin besar. Bilangan kuantum utama ini juga bisa diartikan sebagai kulit atom, n=1 artinya elektron berada pada kulit pertama, dan seterusnya. Kita tahu bahwa bilangan kuantum ini juga menjelaskan tingkatan-tingakatan orbital dalam model atom Bohr, jadi model atom Bohr menggunakan satu bilangan kuantum yaitu bilangan kuantum utama. n memiliki nilai semua bilangan positif yaitu 1,2,3, dan seterusnya hingga tak terbatas. Simbol lain untuk menyebut urutan ini adalah dengan menyebut kulit K, L, M, N, dan seterusnya. Ingat bahwa nilai n yang berbeda menunjukan tingkatan energi yang berbeda. Elektron dapat berpindah dari satu tingkat energi ke tingkat energi yang lain. Bila dari tingkat n=1 ke n=3 maka elektron akan menyerap energi, dan bila berpindah dari n = 5 ke n=4 maka elektron akan melepaskan energi, energi yang dilepaskan ini berupa emisi cahaya dengan panjang gelombang tertentu. 2)Bilangan kuantum azimuth (l) Bilangan kuantum azimuth disebut juga bilangan kuantum momentum angular, bilangan kuantum ini berhubungan dengan bentuk orbital. Artinya nilai l yang berbeda menunjukan bentuk orbital yang berbeda pula. Nilai l adalah dari 0 hingga n-1. Adapun bentuk orbital dengan nilai bilangan kuantum azimuth 1 sampai 3 adalah sebagai berikut: l = 0 bentuk orbitalnya disebut orbital s l = 1 bentuk orbitalnya disebut orbital p l = 2 bentuk orbitalnya disebut orbital d l = 3 bentuk orbitalnya disebut orbital f

3)Bilangan kuantum magnetic (m) Bilangan kuantum ini menunjukan orientasi orbital di dalam ruang relative dengan kedudukan orbital yang lain dalam atom. Besarnya nilai m ditentukan dari +l hingga -l. Artinya untuk l = 0 maka nilai m nya adalah 0, untuk l=1 maka nilai m nya adalah -1,0, dan 1. Jadi setiap nilai m menunjukan satu ruang orbital di dalam sub kulit atom. Perhatikan contoh berikut: l = 0 bentuk orbitalnya disebut orbital s dan nilai m yang mungkin adalah 0 sehingga orbital s hanya memiliki 1 ruang orbital l = 1 bentuk orbitalnya disebut orbital p dan nilai m yang mungkin adalah -1, 0, dan 1 sehingga orbital p memiliki 3 ruang orbital p dengan orientasi yang berbeda yaitu Px, Py, Pz. l = 2 bentuk orbitalnya disebut orbital d dan nilai m yang mungkin adalah -2,-1, 0, 1, dan 2, sehingga orbital d memiliki 5 ruang orbital d dengan orientasi yang berbeda, yaitu dxz, dyz, dxy, dx2-y2 dan dz2. l = 3 bentuk orbitalnya disebut orbital f dan nilai m yang mungkin adalah -3,-2,-1, 0, 1, 2, dan 3, sehingga orbital f memiliki 7 ruang orbital dengan orientasi yang berbeda.

4)Bilangan Kuantum Spin (s) Bilangan kuantum spin muncul untuk menjelaskan bahwa elektron yang berputar dapat menghasilkan medan magnet, sangatlah mungkin untuk mengasumsikan bahwa perputaran elektron ini memiliki dua arah yang berbeda sehingga dapat dihasilkan medan magnet yang berlawanan arah. Dengan asumsi ini maka bilangan kuantum spin hanya memiliki dua nilai yang dilambangkan dengan + dan -1/2. Masing-masing nilai s diatas mewakili dua buah elektron yang berputar berlawanan arah di dalam ruang orbital. Perhatikan ilustrasi berikut:

Perhatikan gambar di atas, elektron 1 (bulatan berwarna merah) sebelah kiri berputar ke arah kiri dan elektron kedua berputar ke arah kanan (perhatikan tanda putaran biru diatas) akibat perbuataran ini kedua elektron akan menghasilkan medan magnet yang berlawanan arah (ditandai dengan huruf N kutub magnet utara dan S kutub magnet selatan). Bilangan kuantum spin ini berhubungan dengan postulat Wolfgang pauli (1900-1958) yang menyatakan bahwa suatu elektron didalam atom tidak boleh memiliki 4 bilangan kuantum yang sama. Elektron dalam orbital yang sama akan dapat memiliki nilai n, l, dan m yang sama, sehingga untuk nilai bilangan kuatum yang keempat yaitu bilangan kuantum spin s tidak boleh sama. Karena hanya ada 2 nilai s, maka oleh sebab itulah satu orbital maksimal hanya bisa diisi oleh dua elektron dengan dua arah putaran yang berlawanan. Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:43 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

STRUKTUR ATOM
STRUKTUR ATOM Atom adalah partikel terkecil penyusun materi. Atom terdiri atas beberapa partikel dasar, yaitu elektron, proton, dan neutron. Adanya partikel-partikel inilah yang menyebabkan atom mempunyai sifat listrik, sebab elektron bermuatan negatif, proton bermuatan positif, dan neutron tidak bermuatan. Atom unsur yang satu berbeda dengan atom unsur yang lain disebabkan adanya perbedaan susunan partikel subatom yang menyusunnya. a.Elektron Tahun 1838, Michael Faraday mengemukakan bahwa atom memupnyai muatan listrik. Atomatom gas hanya dapat menghantarkan listrik dan menyala terang pada tekanan rendah dan tegangan tinggi. Tahun 1858, Heinrich Geissler dan Julius Plucker membuat percobaan dengan mengunakan dua plat logam. Plat yang bermuatan positif disebut anode dan plat yang bermuatan negatif disebut katode. Kedua plat kemudian ditempatkan dalam tabung gelas yang dihampakan, dimana kemudian kedalamnya dimasukkan gas bertekanan rendah. Ketika dihubungkan dengan listrik tegangan tinggi, maka timbullah pancaran sinar dari katodemenuju anode. Sinar itulah yang disebut sinar katode. Pada tahun 1891, George J. Stoney menamakan partikel sinar katode dengan nama elektron. Selanjutnya pada tahun 1897, Joseph John Thomson mengganti katode yang digunakan Geissler

dan Plucker dengan berbagaimacam logam yang ternyata menghasilkan sinar katode yang sama. Hal ini membuktikan bahwa memang betul bahwa elektron merupakan partikel penyusun atom. J.J Thomson juga berhasil menemukan perbandingan antara muatan dengan massa elektron yaitu C g-1. Hasil eksperimen Thomson ditindaklanjuti oleh Robert Andrew Millikan pada tahun 1908 yang dikenal dengan Model Percobaan Tetes Minyak Millikan, yang berhasil menemukan muatan elektron yaitu sebesar 1,6.10-19 Coulumb. Berdasarkan ekperimen tersebut di atas, maka massa elektron (m) dapat ditentukan. Massa elektron (m) = 9,11.10-28 g Dari beberapa percobaan yang dilakukan diketahui beberapa sifat sinar katode yaitu sebagai berikut : 1.Dipancarkan oleh plat bermuatan negatif dalam tabung hampa apabila dilewati listrik bertegangan tinggi. 2.Berjalan dalam garis lurus 3.Dapat memendarkan berbagai jenis zat termasuk gelas 4.Bermuatan negatif sehingga dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet 5.Memiliki sifat cahaya dan sifat materi 6.Tidak tergantung pada jenis gas dan jenis elektrode. a.Proton Tahun 1886, Eugene Goldstein membuat percobaan yang sama seperti yang dilakukan J.J Thomson, tetapi dengan memberi lubang pada katode dan mengisi tabung dengan gas hidrogen. Dari percobaan ini didapat sinar yang diteruskan merupakan radiasi partikel yang bermuatan positif (dalam medan listrik dibelokkan ke kutub negatif) yang disebut sinar anode. Sinar anode yang bermuatan positif ini selanjutnya disebut proton. Massa proton (m) = 1,6726.10-24 g Beberapa sifat sinar anode yang dapat diketahui adalah sebagai berikut : 1) Dibelokkan dalam medan listrik dan medan magnet 2) Merupakan radiasi partikel 3) Bermuatan positif 4) Bergantung pada jenis gas dalam tabung b.Neutron Tahun 1932, James Chadwick melakukan ekperimen/percobaan dengan menembakkan partikel alfa (a) pada lempeng berilium (Be), ternyata setelah ditembakkan dengan partikel tersebut, berilium memancarkan suatu partikel yang berdaya tembus besar dan tidak dipengaruhi oleh medan listrik, hal ini membuktikan bahwa ada partikel inti yang massanya sama dengan proton, tetapi tidak mempunyai muatan sehingga partile itu ia beri nama sebagai neutron. Proton dan elektron adalah partikel penyusun inti atom yang dikenal dengan istilah nukleon. Elektron-elektron pada sebuah atom terikat pada inti atom oleh gaya elektromagnetik. Demikian pula sekumpulan atom dapat berikatan satu sama lainnya membentuk sebuah molekul. Atom yang mengandung jumlah proton dan elektron yang sama bersifat netral, sedangkan yang mengandung jumlah proton dan elektron yang berbeda bersifat positif atau negatif dan merupakan ion. Atom dikelompokkan berdasarkan jumlah proton dan neutron pada inti atom tersebut. Jumlah proton pada atom menentukan unsur kimia atom tersebut, dan jumlah neutron menentukan isotop unsur tersebut. Model atom yang dikemukakan oleh Joseph John Thompson mempunyai banyak kelemahan,

demikian pula dengan model atom yang dikemukakan oleh Ernest Rutherford. Model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan alasan mengapa elektron tidak dapat jatuh kedalam inti. Fisika klasik menyatakan bahwa apabila terdapat suatu partikel bermuatan yang bergerak menurut lintsan lengkung maka energinya akan hilang dalam bentuk radiasi. Pernyataan fisika klasik ini menjadi persoalan bagi model atom yang dikemukakan oleh Rutherford karena jika elektron bergerak mengelilingi inti, maka elektron akan kehilangan energinya dan energi kinetik elektron akan terus berkurang. Gaya tarik inti atom terhadap elektron akan menjadi lebih besar daripada gaya sentrifugal lintasan elektron dan menyebabkan lintasan menjadi spiral dan akhirnya elektron jatuh kedalam inti atom. Apabila elektron jatuh kedalam inti atom, maka atom menjadi tak stabil. Hal ini bententangan dengan pernyataan umum bahwa atom stabil.

Lintasan spiral electron Spektrum garis Menurut Max Planck radiasi elektromagnetik bersifat diskontinyu atau dalam bentuk kuanta. Diskontinyuitas radiasi elektromagnetik dikuatkan oleh efek fotolistrik yang dikembangkan oleh Albert Einstein. Sedangkan kuantisasi/kuanta energi digunakan oleh Niels Bohr dalam momentum sudut elektron untuk pengembangan teorinya tentang atom hidrogen. Apabila berkas cahaya polikromatis seperti lampu listrik dan sinar matahari dilewatkan melalui prisma maka akan diperoleh spektrum kontinyu yang terdiri dari berbagai warna penyusunnya. Spektrum garis dihasilkan apabila sumber cahaya polikromatik seperti lampu listrik dan sinar matahari diganti oleh busur listrik berisi gas hidrogen maka akan dihasilkan spektrum yang tidak kontinyu. Spektrum yang tidak kontinyu berupa sederetan garis berwarna yang disebut spektrum garis tak kontinyu. Spektrum garis didapat dengan cara sebagai berikut: Zat yang diselidiki spektrumnya diuapkan pada temperatur tinggi Uap yang terbentuk diletakkan diantara dua elektroda grafit Listrik bertegangan tinggi dialirkan melalui elektroda grafit Spektrum garis yang paling sederhana adalah spektrum garis atom hidrogen. Balmer melakukan penelitian sehingga didapatkan deret Balmer untuk atom hidrogen. Spektrum cahaya polikromatik Spektrum garis

Deret Balmer untuk atom hidrogen Teori Bohr Seperti telah diketahui bahwa menurut Max Planck radiasi elektromagnetik bersifat diskontinyu atau dalam bentuk kuanta. Max Planck menurunkan persamaan untuk pernyataan tersebut sebagai berikut:

Pernyataan tersebut bertentangan dengan pandangan fisika klasik yang mengemukakan bahwa energi bersifat kontinyu. Untuk mengatasi perbedaan tersebut, Niels Bohr melakukan penelitian dan mencoba menjelaskan dengan pendekatan pemecahan spektrum garis hidrogen. Bohr menggunakan pendekatan Max Planck untuk menjelaskan spektrum garis hidrogen. Beberapa hasil penelitian Bohr diantara adalah Elektron mengorbit pada lintasan tertentu dan dengan tingkat energi tertentu Lintasan orbit elektron berbentuk lingkaran dan disebut kulit Momentum sudut elektron yang mengorbit berharga kelipatan . Setiap elektron yang mengorbit mempunyai momentum sudut sebesar yang merupakan bilangan bulat positif dan disebut sebagai bilangan kuantum utama. Model Atom Bohr Apabila elektron berpindah dari tingkat energi rendah menuju tingkat energi tinggi maka energi akan diserap untuk melakukan proses tersebut. Elektron yang berpindah dari tingkat energi rendah menuju tingkat energi yang lebih tinggi menyebabkan elektron tereksitasi. Akan tetapi keadaan elektron tereksitasi ini tidak stabil sehingga elektron kembali dari tingkta energi tinggi menuju tingkat energi rendah yang disertai pelepasan energi dalam bentuk radiasi. Teori Bohr berhasil menjelaskan spektrum garis atom hidrogen dan ion-ion berelektron tunggal seperti 2He+ dan 3Li2+. Akan tetapi teori Bohr juga masih menunjukkan kelemahan yaitu tidak mampu menjelaskan spektrum garis atom berelektron banyak dan sifat spektrum garis dalam medan magnet serta tidak dapa menjelaskan garis-garis halus spektrum garis atom hidrogen. Proses eksitasi dan emisi Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:42 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

PERSAMAAN REAKSI DAN PERHITUNGAN KIMIA


1.Mol dan Persamaan Reaksi Kita telah memahami bahwa satu mol suatu senyawa mengandung 6,02 x 1023 partikel senyawa tersebut. Jika diterapkan untuk atom atau molekul, maka: 1 mol = 6,02 x 1023 atom / molekul. Sebagai contoh, perhatikan reaksi berikut! H2(g) + O2(g) H2O(g) Reaksi di atas memperlihatkan bahwa jumlah atom oksigen pada reaktan ada dua buah, sedangkan jumlah oksigen di produk ada satu buah. Hal ini berbeda dengan atom H yang sudah sama. Oleh karena itu, reaksi harus disetarakan. Penyetaraan reaksi dapat dilakukan dengan membuat koefisien O2 = sehingga persamaan reaksinya menjadi sebagai berikut. H2(g) + O2(g) H2O(g) Pada reaksi di atas jumlah atom O dengan H pada reaktan sudah setara dengan jumlah atom O

dan H pada produk. Angka pecahan dalam persamaan dapat dihilangkan dengan mengalikan dua terhadap semua koefisien reaksi. 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g) Persamaan reaksi di atas menunjukkan bahwa koefisien reaksi masing-masing untuk H2, O2, dan H2O adalah 2, 1, dan 2. Dalam perhitungan kimia, koefisien reaksi melambangkan perbandingan mol zat reaktan dan produk dalam suatu reaksi. Artinya, perbandingan mol dalam reaksi di atas, yaitu antara H2, O2, dan H2O adalah 2 : 1 : 2. Perhatikanlah ilustrasi di bawah ini! 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g) Perbandingan mol 2 : 1 : 2

Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah jika kita mereaksikan 2 mol H2 dengan 1 mol O2 akan menghasilkan 2 mol H2O. Jika kita mereaksikan 1 mol H2, maka akan membutuhkan 2 mol O2 untuk menghasilkan 1 mol H2O. Persamaan reaksi tersebut juga dapat diartikan bahwa 2 mol molekul hidrogen bereaksi dengan 1 mol molekul oksigen menghasilkan 2 mol molekul air 2H + O2 H2O 2 molekul 1 molekul 1 molekul 2 mol 1 mol 1 mol 4 gram 32,00 gram 36 gram 36 gram reaktan 36 gram produk Contoh lain adalah pembakaran gas metana di udara. metana + oksigen karbondioksida + air CH4 + 2O2 CO2 + 2H20 Persamaan reaksi menunjukkan bahwa 1 mol CH4 bereaksi dengan 2 mol O2 menghasilkan 1 mol CO2 dan 2 mol H2O. Dari persamaan reaksi dapat kita katakan bahwa: Jumlah mol H2O yang dihasilkan = 2 Jumlah mol CH4 yang beraksi 1 Perbandingan ini dapat digunakan untuk menghitung massa air yang dihasilkan ketika sejumlah tertentu gas metana terbakar di udara.

1. Perhitungan Massa Zat Reaksi Jika kamu ingin mengerjakan suatu reaksi di laboratorium, kamu pasti akan mengukur bahan pereaksi dalam satuan gram atau liter sebelum rnereaksikannya. Oleh karena itu, pekerjaan di laboratorium akan selalu berkaitan dengan perhitungan massa. Penentuan jumlah produk dan reaktan yang terlibat dalam reaksi harus diperhitungkan dalam satuan mol. Artinya, satuansatuan yang diketahui harus diubah ke dalam bentuk mol. Metode yang sering dipergunakan dalam perhitungan kimia ini disebut metoda pendekatan mol. 1.Langkah-langkah metode pendekatan mol dapat dilihat pada langkah-langkah berikut. Tuliskan persamaan reaksi dari soal yang ditanyakan, lalu disetarakan. 2.Ubahlah semua satuan yang diketahui dari tiap-tiap zat ke dalam mol 3.Gunakanlah koefisien reaksi untuk menyeimbangkan banyaknya mol zat reaktan dan produk.

4.Ubahlah satuan mol dari zat yang ditanyakan ke dalam satuan yang ditanyakan. 2.Rumus Molekul dan Rumus Empiris Rumus molekul menyatakan jenis dan jumlah atom tiap mole-kul. Contoh : CH3COOH,C2H6,H2O Rumus empiris menyatakan perbandingan jenis dan jumlah paling sederhana dari senyawa. Contoh : CH2O,CH3,H2O, NaCl

Contoh

Soal: 1.Dalam 6 gram senyawa ,terdapat 2,4 gram karbon 0,4 gram hidrogen,dan sisanya oksigen.Tentukan rumus empiris senyawa tersebut!(Ar H=1 C=12 O=16) Jawab. Massa oksigen = 6-(2,4+0,4)= 3,2 gram C:H:O Perbandingan massa 2,4 : 0,4 : 3,2 Perbandingan mol 2,4/ArC : 0,4/ArH : 3,2/ArO ................................2,4/12... : 0,4 /1.... : 3,2/16 .................................0,2........ : 0,4 ........ : 0,2 ....................................1........ : 2 ............ : 1 Rumus empiris = CH2O 3.Persen dan Kadar Kadar Misalnya senyawa XmYn

m = jumlah atom X n = jumlah atom Y Contoh 1.Berapa persen masing-masing unsur Ca, C, dan O dalam senyawa CaCO3? Jawab: Mr CaCO3 = 1. Ar Ca + 1. Ar C + 3. ArO = 100

4.Menentukan Rumus Kristal(hidrat) Hidrat adalah zat padat yang mengikat beberapa molekul air sebagai bagian dari struktur kristalnya. Contoh: Sebanyak 10 gram hidrat besi (II) sulfat dipanaskan sehingga semua kristalnya menguap. Massa zat padat yang tersisa adalah 5,47 gram. Bagaimana rumus hidrat ini? (Ar H=1, O=16, S=32, Fe=56) Jawab: Misalnya jumlah air kristalnya x,jadi rumus hidrat itu adalah FeSO4.xH2O Massa FeSO4.xH2O = 10 gram Massa FeSO4 = 5,47 gram Massa air = 10-5,47= 4,53 gram Jumlah mol FeSO4 = Jumlah mol H2O = mol FeSO4 : mol H2O = 0,036 : 0,252= 1 : 7 Rumus hidrat adalah FeSO4.7H2O

5.Pereaksi Pembatas Jika dua zat direaksikan , ada beberapa kemungkinan yang terjadi: a.Kedua zat tepat habis bereaksi b.Salah satu pereaksi habis dan pereaksi yang lain bersisa. Pada kemungkinan kedua, pereaksi yang habis disebut pereaksi pembatas (yang membatasi reaksi) Contoh: c.Sebanyak 10 gram tembaga direaksikan dengan 20 gram belerang dengan reaksi: Cu(s) + S(s) CuS(s) ( Ar Cu =64, S = 32) Manakah yang berlaku sebagai pereaksi pembatas? Berapakah gram CuS terbentuk? Manakah zat yang sisa dan berapakah massanya? Jawab Mol Cu = m/ArCu = 10/64 = 0,156 mol Mol S = m/ArS = 20/32 = 0,625 mol Reaksi : Cu(s) +.. S(s) CuS(s) Mula-mula : 0,156 mol .. 0,625 mol Bereaksi : 0,156 mol........ 0,156 mol .... 0,156 mol Sisa : ....... ... - ................ 0, 469 mol... 0,156 mol Koefisien Cu dan S sama sehingga pereaksi pembatas adalah Cu karena jumlah molnya lebih kecil. Massa CuS yang terbentuk = m = n. Mr Cu= 0,156. (ArCu + ArS)= 0,156.( 64+ 32)= 15 gram Zat yang sisa adalah S. Massa S yang tersisa= n. Ar = 0,469. 32= 15 gram

Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:41 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Saturday, July 3, 2010

konsep Mol
Jika suatu bahan mengandung banyak karbon, seperti batubara atau arang kayu dibakar, maka karbon dengan oksigen berikatan untuk menghasilkan karbon monoksida dan/atau karbon dioksida sebagai produk. Jika jumlah oksigen terbatas, maka hasilnya kaya akan karbon monoksida yaitu gas beracun. Dengan oksigen berlebih, karbon diubah semuanya menjadi karbon dioksida. Bagaimanakah kita dapat menentukan jumlah minimum oksigen yang diperlukan untuk memastikan bahwa karbon seluruhnya telah diubah menjadi karbon dioksida? Untuk menjawab pertanyaan semacam ini dapat digunakan ukuran yang disebut mol. Mol adalah jumlah dari suatu zat yang mengandung jumlah satuan dasar (atom, molekul, ion) yang sama dengan atom-atom dalam 12 g isotop 12C. Dalam bidang kimia, seperti atom, molekul, ion-ion, atau satuan-satuan dasar digambarkan dengan simbol atau rumus. Mol adalah ukuran penting, yang merupakan satuan dasar SI untuk sejumlah zat. Pengertian mol dapat kita analogikan sebagai berikut, bila kita menghitung telor dengan satuan lusin (12 telur), dan kertas dengan satuan rim (500 lembar), maka para ahli kimia menghitung jumlah atom-atom, molekul-molekul atau ion-ion dengan satuan jumlah yang disebut mol. Satu lusin merupakan angka yang sama, apakah kita mempunyai 1 lusin jeruk atau 1 lusin semangka. Walaupun 1 lusin jeruk dan satu lusin semangka tidak mempunyai massa yang sama. Demikian pula, 1 mol magnesium dan 1 mol besi mengandung atom-atom dengan angka yang sama tetapi mempunyai massa berbeda. Jumlah partikel (atom, molekul atau ion) dalam satu mol disebut bilangan Avogadro (atau tetapan Avogadro) dengan lambang L. Amedeo Avogadro, adalah orang yang pertama kali mempunyai ide dari satuan ini. Harga L sebesar 6,02 x 1023 partikel mol-1. Dapatkah Anda bayangkan besarnya angka itu? Seandainya dapat dikumpulkan sebanyak 6,02 x 1023 butir jagung, jagung itu dapat tertimbun di permukaan bumi Indonesia dengan mencapai ketinggian beberapa kilometer. Dari uraian di atas, maka kita dapatkan : 1 mol = L partikel 1 mol = 6,02 x 1023 / mol

Kuantitas atom, molekul dan ion dalam suatu zat dinyatakan dalam satuan mol. Misalnya, untuk mendapatkan 18 gram air maka 2 gram gas hidrogen direaksikan dengan 16 gram gas oksigen. 2H2O + O2 2H2O Massa 1 mol zat disebut sebagai massa molar zat. Contoh:

Berapa molekul yang terdapat dalam 20 gram NaOH ? Jawab: Mr NaOH = 23 + 16 + 1 = 40 mol NaOH = massa / Mr = 20 / 40 = 0.5 mol Banyaknya molekul NaOH = 0.5 L = 0.5 x 6.023 x 1023 = 3.01 x 1023 molekul. Secara singkat, penggunaan rumus dalam konsep mol adalah sebagai berikut: Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:41 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Isotop
Isotop Telah diketahui bahwa penemu sinar x adalah Rontgen. Sinar x terjadi ketika sinar katoda yang berupa elektron berkecepatan tinggi menumbuk elektroda tembaga. Akibat tumbukan tersebut, tembaga melepaskan elektron terluarnya dan tempat elektron yang kosong ini selanjutnya diisi oleh elektron tembaga dari tingkat energi lain yang lebih tinggi. Pengisian tempat kosong oleh elektron tembaga dari tingkat energi yang lebih tinggi menyebabkan terjadinya pemancaran radiasi. Radiasi ini oleh Rontgen disebut sebagai sinar x. Pemahaman mengenai inti atom selanjutnya dijelaskan oleh percobaan Moseley. Moseley melakukan penelitian untuk mengukur panjang gelombang sinar x berbagai unsur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur memancarkan radiasi sinar x dengan panjang gelombang yang khas. Panjang gelombang yang dihasilkan tergantung pada jumlah ion positif didalam inti atom. Penelitian juga menunjukkan bahwa inti atom mempunyai muatan yang berharga kelipatan dari +1,610-9C. Notasi untuk menyatakan susunan inti atom yaitu proton dan netron dialam inti atom dapat dinyatakan sebagai berikut: Isotop Isotop adalah atom unsur sama dengan nomor massa berbeda. Isotop dapat juga dikatakan sebagai atom unsur yang mempunyai nomor atom sama tetapi mempunyai nomor massa berbeda karena setiap unsur mempunyai nomor atom yang berbeda. Karbon merupakan contoh adanya isotop. Setiap karbon mempunyai nomor atom 6 tetapi nomor massanya berbeda-beda. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa walaupun unsurnya sama belum tentu nomor massanya sama. Isobar dan Isoton Isobar adalah atom unsur yang berbeda tetapi mempunyai nomor massa sama.. Sedangkan isoton adalaha tom unsur yang berbeda tetapi mempunyai jumlah netron yang sama. Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:39 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Massa Atom Relatif (Ar) dan massa molekul relatif


1.Massa Atom Relatif (Ar) dan massa molekul relatif Atom adalah partikel yang sangat kecil sehingga massa atom juga terlalu kecil bila dinyatakan dengan satuan gram. Karena itu, para ahli kimia menciptakan cara untuk mengukur massa suatu atom, yaitu dengan massa atom relatif. Massa atom relatif (Ar) adalah perbandingan massa ratarata suatu atom dengan satu per dua belas kali massa satu atom karbon-12. Unit terkecil suatu zat dapat juga berupa molekul. Molekul disusun oleh dua atau lebih atom-atom yang disatukan oleh ikatan kimia. Massa molekul relatif (Mr) adalah perbandingan massa rata-rata suatu molekul dengan satu per dua belas kali massa satu atom karbon-12. Ar Y = massa rata-rata 1 molekul Y / (1/12 x massa 1 atom C-12) Dalam rumus di atas digunakan massa atom dan massa molekul rata-rata. Kenapa menggunakan massa atom rata-rata? Karena unsur di alam mempunyai beberapa isotop. Sebagai contoh, karbon di alam mempunyai 2 buah isotop yang stabil yaitu C-12 (98,93%) dan C-13 (1,07%). Jika kelimpahan dan massa masing-masing isotop diketahui, massa atom relatif suatu unsur dapat dihitung dengan rumus: Ar X = {(% isotop 1 x massa isotop 1) + (% isotop 2 x massa isotop 2) + }/100 Semua senyawa di alam ini terbentuk dari atom-atomnya dengan perbandingan massa atom yang tetap. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari massa sebuah anggur adalah 1 g, dan sebuah jeruk massanya tiga kali massa anggur tersebut. Dapat dikatakan bahwa massa jeruk adalah 3 g. Dengan demikian kita telah menemukan massa relatif dari anggur dan jeruk. Bila hidrogen dan klor membentuk senyawa hidrogen klorida dengan rumus HCl, dalam senyawa ini selalu ditemukan bahwa massa atom klor 35,5 x massa atom hidrogen. Karena atomatomnya berada dalam jumlah yang sama, maka dapat disimpulkan bahwa tiap atom klor harus 35,5 x lebih berat dari atom hidrogen. Karena itu kita telah menemukan massa relatif dari atom hidrogen dan klor.

Gambar 1. Massa relatif besi dan karbon. Massa atom besi 4,65 x massa atom karbon, hal ini berarti massa enam atom besi 4,65 x massa 6 atom karbon. Berdasarkan contoh diatas, kita dapat melihat bahwa dengan diketahui rumus dari suatu senyawa dan mengukur perbandingan massa dari unsuru-nsurnya, dapat ditentukan massa dari atomatomnya. Bila massa dari salah satu atom unsurnya diketahui, maka massa atom lain dari molekul dapat ditentukan, sehingga harus dicari suatu atom sebagai massa standar. Perbandingan massa satu atom dengan massa atom standar disebut massa atom relatif (Ar). Karena atom sangat ringan, maka tidak dapat digunakan satuan g dan kg untuk massa atom, maka digunakan satuan massa atom (s. m. a) (Simbol SI adalah u). Pada mulanya dipilih hidrogen sebagai standar karena merupakan atom teringan. Kemudian diganti dengan oksigen karena dapat bersenyawa dengan hampir semua unsur lain. Jika atom hidrogen ditetapkan mempunyai massa 1 s. m. a (satuan massa atom), maka oksigen mempunyai massa 16 s. m. a. Dengan demikian yang disebut massa atom relatif (Ar) dari unsur X adalah:

Salah satu syarat massa standar adalah stabil dan murni. Tetapi karena oksigen yang terdapat di alam merupakan campuran dari tiga isotop 16O, 17O dan 18O dengan kelimpahan masingmasing 99,76%, 0,04%, dan 0,20%, akhirnya pada tahun 1960 berdasarkan kesepakatan internasional ditetapkan karbon-12 atau 12C sebagai standar dan mempunyai massa atom 12 s. m. a. Karena setiap unsur terdiri dari beberapa isotop, maka definisi massa atom relatif (Ar) diubah menjadi perbandingan massa rata-rata satu atom unsur terhadap massa atom 12C. Dan 12C ditetapkan mempunyai massa 12 s. m. a. Setelah diteliti dengan cermat, 1 s. m. a = 1,66 x 10-24 g dan massa isotop 12C= 1,99 x 10-23 g. Perlu dicatat bahwa massa atom relatif (Ar) merupakan perbandingan massa, sehingga tidak mempunyai satuan. Massa atom relatif sangat penting dalam ilmu kimia untuk mengetahui sifat unsur dan senyawa. Yang menjadi masalah, bagaimana menentukannya secara tepat dan benar. Massa molekul relatif (mr) merupakan perbandingan antara massa 1 molekul senyawa dengan 1/12 massa 1 atom karbon 12. Massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa merupakan penjumlahan dari massa atom unsur-unsur penyusunnya. Saat ini penentuan massa atom relatif dan massa molekul relatif dilakukan dengan menggunakan spektrometer massa. Dengan alat ini, ternyata diketahui bahwa atom suatu unsur dapat memiliki massa yang berbeda-beda (disebut isotop). Pertama kali spektrometer massa dikembangkan oleh ahli fisika dari Inggris F. W. Aston pada tahun 1920. Dengan menggunakan alat tersebut, Aston menemukan 3 isotop neon di alam yaitu 90,92% 20Ne dengan massa 19,9924 sma; 0,26% 21Ne dengan massa 20,9940 sma; dan 8,82% 22Ne dengan massa 21,9914 sma.

Gambar 2. Diagram skema salah satu jenis spektrometer massa Ada 20 unsur (Be, F, Na, Al, P, Sc, Mn, Co, As, Y, Nb, Rh, I, Cs, Pr, Tb, Ho, Tm, Au, dan Bi) yang merupakan monoisotop. Sedangkan unsur-unsur yang lain mempunyai dua atau lebih isotop. Untuk unsur-unsur ini, massa atom relatif (Ar) merupakan nilai rata-rata massa dari setiap massa isotop atom dalam unsur tersebut dengan memperhitungkan kelimpahannya. Sebagai contoh yang baik adalah klor, yang mempunyai dua isotop yaitu, 35Cl dan 37Cl. Di alam 75,77% atom dalam keadaan 35Cl mempunyai massa 34,968852 sma dan 24,23% adalah 37Cl yang massa atom 36,965903. Sehingga massa atom sama dengan 0,7577 (34,968852) + 0,2423 (36,965903) = 26,496 + 8,957 = 35,453 Untuk unsur yang memiliki lebih dari dua isotop, rumus tersebut dapat disesuaikan. Tahun 1961, IUPAC menetapkan standar penetapan massa atom relatif terhadap massa isotop karbon-12 (12C). Massa beberapa isotop ditunjukkan dalam Tabel 1 berikut: Tabel 1. Massa beberapa isotop (sma) Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:37 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

HUKUM DASAR KIMIA


HUKUM DASAR KIMIA

Ilmu kimia mempelajari tantang peristiwa kimia yang ditandai dengan berubahnya satu zat menjadi zat lain, contoh pembakaran etanol. Setelah diselidiki, etanol dan oksigen berubah menjadi karbon dioksida dan uapair. Perubahan itu dapat ditulis sebagai berikut: Etanol + oksigen karbon dioksida + air Zat mula-mula disebut pereaksi dan zat yang terbentuk disebut hasil reaksi. Dalam reaksi di atas, etanol dan oksigen adalah pereaksi, sedangkan karbon dioksida dan air adalah hasil reaksi. Keterangan diatas belumlah cukup karena tidak menggambarkan hubungan antara jumlah pereaki dengan hasil reaksi. Jika dipakai 100 gr etanol, berapakah oksigen yang diperlukan serta karbon dioksida dan air yang terbentuk? Untuk itu perlu diketahui unsur-unsur yang terdapat dalam etanol, karbon dioksida dan air, serta perbandingannya secara kuantitatif. Bidang kimia yang mempelajari yang mempelajari aspek kuantitatif unsur dalam suatu senyawa atau reaksi disebut stoikiometri (bahasa Yunani: stoicheon = unsur; metrain = mengukur). Dengan kata lain, stoikiometri adalah perhitungan kimia yang menyangkut hubungan kuantitatif zat yang terlibat dalam reaksi. Penelitian yang cermat terdapat pereaksi dan hasil reaksi telah melahirkan hukum-hukum dasar kimia yang menunujukkan hubungan kuantitatif itu. Hukum tersebut adalah hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan berganda, dan hukum-hukum gas. 1.Hukum Kekekalan Massa Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut (dalam sistem tertutup Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap/konstan) ). Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk. Hukum kekekalan massa digunakan secara luas dalam bidang-bidang seperti kimia, teknik kimia, mekanika, dan dinamika fluida. Berdasarkan ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan energi momentum pusatnya. Pada beberapa peristiwa radiasi, dikatakan bahwa terlihat adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat digunakan karena massa yang berubah sangatlah sedikit. Hukum kekekalan massa berbunyi: "Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap" Contoh: hidrogen + oksigen hidrogen oksida (4g) (32g) (36g) Dengan kata lain dapat dinyatakan: Materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain Pada mulanya para ahli meyakini kebenaran hukum ini karena berdasarkan percobaan. Akan tetapi kemudian timbul masalah pada reaksi endotermik dan eksotermik, karena menurut Albert

Einstein massa setara dengan energi, yaitu: E = m c2 Artinya, energi yang timbul dalam suatu peristiwa mengakibatkan hilangnya sejumlah massa. Sebaiknya, energi yang diserap suatu peristiwa akan disertai terciptanya sejumlah materi. Namun demikian, perhitungan menunjukkan bahwa perubahan massa dalam reaksi sangat kecil sehingga dapat diabaikan. Jad hukum kekekalan massa masih tetap berlaku, dan dalam versi modern berbunyi: Dalam reaksi kimia tidak dapat dideteksi perubahan massa 2.Hukum Perbandingan Tetap Perbandingan tetap pertama kali dikemukakan oleh Joseph Proust, setelah serangkaian eksperimen di tahun 1797 dan 1804. Hal ini telah sering diamati sejak lama sebelum itu, namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-bukti dari hukum ini dan mengemukakannya. Pada saat Proust mengemukakan hukum ini, konsep yang jelas mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air adalah H2O dsb.). Hukum ini memberikan kontribusi pada konsep mengenai bagaimana unsur-unsur membentuk senyawa. Pada 1803 John Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan pada hukum perbandingan tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan mengenai atom dan bagaimana unsur membentuk senyawa. Joseph Louis Proust (1754-1826) mengemukakan Hukum Perbandingan Tetap yang berbunyi: Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa selalu tetap sekalipun dibentuk dengan cara berbeda-beda Sebagai contoh, perbandingan massa hidrogen dengan oksigen dalam air adalah 1:8, tidak bergantung pada jumlah air yang dianalisis. Hal itu juga berarti bahwa massa hidrogen yang bereaksi dengan oksigen membentuk air adalah 1:8. Apabila hidrogen direaksikan dengan oksigen tidak dengan perbandingan 1:8 maka salah satu diantaranya akan bersisa. Dengan demikian, meskipun tersedia berapapun massa pereaksi yang akan direaksikan, belum tentu akan terbentuk massa produk yang massanya merupakan jumlah massa tiap-tiap pereaksi. Menurut Hukum kekekalan massa, seharusnya massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama. Namun, zatzat pereaksi bereaksi dengan perbandingan massa yang tetap untuk menghasilkan produk dengan massa tertentu yang sesuai dengan perbandingan masa zat pereaksi penyusunnya, sehingga tidak selalu seluruh massa zat pereaksi akan bereaksi membentuk produk. Penyimpangan dari hukum Proust Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasar-dasar kimia modern, hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak mematuhi hukum ini disebut senyawa non-stoikiometris. Perbandingan massa unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel. Misalnya oksida besi wstite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi untuk setiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia gunakan tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini. Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa-senyawa yang mengandung komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop dapat berbeda sesuai sumber dari unsur yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan untuk penanggalan secara kimia, karena proses-proses astronomis, atmosferis, maupun proses dalam samudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki kecenderungan terhadap isotop berat ataupun ringan. Perbedaan yang diakibatkan amat sedikit, namun biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun

polimer buatan. 3.Hukum Perbandingan Berganda Pada saat mengajukan hukum ini, rumus kimia senyawa belum diketahui. Hukum ini diajukan John Dalton, ahli kimia Inggris sekaligus penemu teori atom modern. Hukum ini menyebutkan bahwa jika massa salah satu unsur dalam dua senyawa sama, maka perbandingan massa unsur lainnya merupakan bilangan bulat dan sederhana. Contohnya, perbandingan unsur karbon (C) dan oksigen (O) pada karbon monoksida dan karbon dioksida berurutan adalah 3:4 dan 3:8. Jika massa C adalah sama, maka perbandingan massa O pada karbon monoksida dan karbon dioksida adalah 4:8 atau 1:2.Komposisi kimia ditunjukkan oleh rumus kimianya. Dalam senyawa, seperti air, dua unsur bergabung masing-masing menyumbangkan sejumlah atom tertentu untuk membentuk suatu senyawa. Dari dua unsur dapat dibentuk beberapa senyawa dengan perbandingan berbeda-beda. Misalnya, belerang dengan oksigen dapat membentuk senyawa SO2 dan SO3. Dari unsur hidrogen dan oksigen dapat dibentuk senyawa H2O dan H2O2. Perlu dicatat, bahwa hukum ini adalah pengembangan dari hukum Proust, walaupun ditemukan sebelum hukum Proust sendiri. Hukum ini juga menyatakan bahwa atom tidak dapat berbentuk pecahan seperti setengah, harus bilangan bulat. Hukum ini kuat karena didukung teori atom.Dalton menyelidiki perbandingan unsur-unsur tersebut pada setiap senyawa dan didapatkan suatu pola keteraturan. Pola tersebut dinyatakan sebagai hukum Perbandingan Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa, dimana massa salah satu unsur tersebut tetap (sama), maka perbandingan massa unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhan Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:36 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Kimia
Tata nama = Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang, nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya, unsur "cuprum" dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman "Wasserstoff" berarti "hidrogen", dan "Sauerstoff" berarti "oksigen". Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama (lihat kontroversi penamaan unsur).

[sunting] Lambang kimia Sebelum kimia menjadi bidang ilmu, ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum lainnya. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur; dan tanpa konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. Dengan perkembangan teori zat, John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran, yang digunakan untuk menggambarkan molekul. Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi), Cu adalah simbol untuk unsur Cuprum (tembaga), Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (raksa), dan sebagainya. Simbol kimia digunakan secara internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil. [sunting] Simbol non-unsur Non unsur, khususnya dalam kimia organik dan organometalik, seringkali menggunakan simbol yang terinspirasi oleh simbol-simbol unsur kimia. Berikut adalah contohnya: Cy - sikloheksil; Ph - fenil; Bz - benzoil; Bn - benzil; Cp - Siklopentadiena; Pr - propil; Me metil; Et - etil; Tf - triflat; Ts - tosil; Hb - hemoglobin. Diposkan oleh Ilmu Kimia di 1:25 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Friday, July 2, 2010

Rumus Kimia
A.Rumus Kimia Rumus kimia (juga disebut rumus molekul) adalah cara ringkas memberikan informasi mengenai atom-atom yang menyusun suatu senyawa kimia tertentu. Untuk senyawa molekular, rumus ini mengidentifikasikan setiap unsur kimia penyusun dengan simbol kimianya dan menunjukkan jumlah atom dari setiap unsur yang ditemukan pada masing-masing molekul diskret dari senyawa tersebut. Untuk mampu menuliskan rumus kimia suatu zat maka kita harus menguasai dan mengingat lambang-lambang unsur yang sudah dibahas. Setiap zat baik unsur maupun senyawa memiliki rumus kimia masing-masing yang menyatakan komposisi atom penyusun partikel zat tersebut. Dalam kimia dikenal dua macam rumus, yaitu rumus molekul dan rumus kimia. Rumus molekul

adalah rumus kimia yang menunjukan jenis dan jumlah atom-atom yang bergabung/ menyusun suatu senyawa. Penentuan rumus molekul senyawa yang tidak diketahui memerlukan percobaan laboratorium dengan langkah umum sebagai berikut: 1.Analisis kualitatif, yaitu menentukan unsur yang terdapat dalam senyawa 2.Analisis kuantitatif, yaitu untuk menentukan % massa masing-masing unsur 3.Menentukan rumus empiris dari data analisis kualitatif dan kuantitatif 4.Menentukan Mr 5.Menentukan rumus molekul berdasarkan rumus empiris dan Mr-nya. Rumus empiris atau rumus perbandingan adalah rumus kimia yang menyatakan perbandingan yang paling sederhana dari atom-atom penyusun senyawa tersebut. Rumus ini tidak menunjukkan jumlah atom yang bergabung. Rumus empiris dapat ditentukan dari data: 1.Analisis kuantitatif (macam unsur dalam senyawa) 2.Analisis kuantitatif (persen komposisi unsur) 3.Massa atom relatif unsur-unsur yang bersangkutan. Perbedaan Rumus Molekul dan Rumus Empiris: Nama Senyawa Rumus molekul Rumus empiris Garam dapur Garam Inggris Amonia Air Asam cuka Kapur Karbondioksida Asam Oksalat Benzana Glukosa Butana Propena Butena NaCl MgSO4 NH3 H2O CH3COOH CaCO3 CO2 C2H2O4 C6H6 C6H12O6 C4H10

C3H6 C4H8 NaCl MgSO4 NH3 H2O CH2O CaCO3 CO2 CHO2 CH CH2O C2H5 CH2 CH2 Dari data di atas beberapa senyawa mempunyai rumus molekul dan rumus empiris yang sama adalah : NaCl , MgSO4, CaCO3 (merupakan senyawa yang membentuk ionnya ); NH3, H2O, CO2 ( senyawa yang terbentuk dari jumlah atom yang sederhana. Kemudian ada beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris yang sama seperti : asam cuka dengan glukosa dan propena dengan butena. A.Persamaan Reaksi 1)Pengertian Persamaan reaksi Dalam ilmu kimia, persamaan reaksi atau persamaan kimia adalah penulisan simbolis dari sebuah reaksi kimia. Rumus kimia pereaksi ditulis di sebelah kiri persamaan dan rumus kimia produk dituliskan di sebelah kanan. Koefisien yang ditulis di sebelah kiri rumus kimia sebauh zat adalah koefisien stoikiometri, yang menggambarkan jumlah zat tersebut yang terlibat dalam reaksi relatif terhadap zat yang lain. Persamaan reaksi yang pertama kali dibuat oleh ahli iatrokimia Jean Beguin pada 1615. Dalam sebuah persamaan reaksi, pereaksi dan produk dihubungkan melalui simbol yang berbeda-beda. Simbol digunakan untuk reaksi searah, untuk reaksi dua arah, dan untuk reaksi kesetimbangan. Misalnya, persamaan reaksi pembakaran metana (suatu gas pada gas alam) oleh oksigen dituliskan sebagai berikut. CH4 + 2 O2 CO2 + 2 H2O Seringkali pada suatu persamaan reaksi, wujud zat yang bereaksi dituliskan dalam singkatan di sebelah kanan rumus kimia zat tersebut. Huruf s melambangkan padatan, l melambangkan cairan, g melambangkan gas, dan aq melambangkan larutan dalam air. Misalnya, reaksi padatan kalium (K) dengan air (2H2O) menghasilkan larutan kalium hidroksida (KOH) dan gas hidrogen (H2), dituliskan sebagai berikut. 2K (s) + 2H2O (l) 2KOH (aq) + H2 (g) Selain itu, di paling kanan dari sebuah persamaan reaksi kadang-kadang juga terdapat suatu besaran atau konstanta, misalnya perubahan entalpi atau konstanta kesetimbangan. Misalnya proses Haber (reaksi sintesis amonia) dengan perubahan entalpi (H) dituliskan sebagai berikut. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92.4 kJ/mol. Suatu persamaan disebut setara jika jumlah suatu unsur pada sebelah kiri persamaan sama

dengan jumlah unsur tersebut di sebelah kanan, dan dalam reaksi ionik, jumlah total muatan harus setara juga. Persamaan reaksi mempunyai sifat: 1.Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi selalu sama 2.Jumlah masing-masing atom sebelum dan sesudah reaksi selalu sama 3.Perbandingan koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol (khusus yang berwujud gas perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume asalkan suhu dan tekanannya sama). 2)Penyetaraan Reaksi Kimia Reaksi kimia disebut setara apabila jumlah atom-atom sebelum bereaksi sama dengan jumlah atom-atom sesudah reaksi. Hal ini sesuai dengan hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier). Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyamakan jumlah atom unsur-unsur sebelum dan sesudah reaksi disebut penyetaraan persamaan reaksi. Secara umum, langkah-langkah penyetaraan persamaan reaksi adalah sebagai berikut. a.Menuliskan persamaan reaksi yang belum setara, yaitu menuliskan rumus kimia pereaksi atau hasil reaksi secara benar, dilengkapi dengan wujud (fase) masing-masing zat. b.Menentukan jumlah atom masing-masing unsur di ruas kiri dan ruas kanan persamaan reaksi c.Memberikan koefisien untuk tiap rumus kimia pada persamaan reaksi sehingga persamaan reaksi setara (harga koefisien satu tidak dituliskan) d.Memeriksa kembali jumlah atom unsur-unsur pada kedua ruas persamaan reaksi setelah diberi koefisien. Contoh : Tentukanlah koefisien reaksi dari HNO3 (aq) + H2S (g) NO (g) + S (s) + H2O (l) Cara yang termudah untuk menentukan koefisien reaksinya adalah dengan memisalkan koefisiennya masing-masing a, b, c, d dan e sehingga: a HNO3 + b H2S c NO + d S + e H2O Berdasarkan reaksi di atas maka atom N : a = c (sebelum dan sesudah reaksi) atom O : 3a = c + e 3a = a + e e = 2a atom H : a + 2b = 2e = 2(2a) = 4a 2b = 3a b = 3/2 a atom S : b = d = 3/2 a Maka agar terselesaikan kita ambil sembarang harga misalnya a = 2 berarti: b = d = 3, dan e = 4 sehingga persamaan reaksinya : 2 HNO3 + 3 H2S 2 NO + 3 S + 4 H2O Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:35 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Thursday, July 1, 2010

PARTIKEL MATERI

A.Partikel Materi Partikel materi adalah bagian terkecil dari materi yang masih mempunyai sifat sama dengan materi tersebut. 1.Menurut Democritus, pembagian materi bersifat diskontinyu (jika suatu materi dibagi dan terus dibagi maka akhirnya diperoleh partikel terkecil yang sudah tidak dapat dibagi lagi = disebut Atom) 2.Menurut Plato dan Aristoteles, pembagian materi bersifat kontinyu (pembagian dapat berlanjut tanpa batas) Bagan berikut menunjukkan pembagian materi berdasarkan penyusunnya.

Partikel Dasar Penyusun Materi Dapat berupa : 1)Atom Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih mempunyai sifat-sifat unsur itu. Jika suatu unsur, misalnya sepotong besi dipotong menjadi dua dan potongan tersebut dipotong lagi secara terus-menerus, maka akan diperoleh partikel besi terkecil yang masih mempunyai sifat yang sama seperti sebelum besi tersebut dipotong. Partikel-partikel tersebut dinamakan atom besi.

Jadi, unsur besi tersusun dari atom besi. Unsur lain, misalnya emas, juga tersusun dari atom-atom emas. Atom penyusun emas mempunyai sifat yang berbeda dengan atom penyusun besi. Kata atom berasal dari kata Yunani atomos yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi. Pengertian atom sebagai partikel terkecil suatu zat yang tidak dapat dipecah lagi, pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli filsafat Yunani Leukippos dan Deumokritus yang hidup pada abad ke-4 sebelum Masehi (400 370 SM). Pada masa itu terdapat pendapat lain yang dikemukakan oleh Aristoteles (384 332 SM) bahwa materi dapat dibagi terus-menerus tanpa batas. Pada saat itu pendapat Aristoteles lebih banyak mendapat dukungan sedangkan pendapat Leukippos dan Deumokritus semakin dilupakan. Namun pada abad ke-18 ternyata banyak ahli kimia yang dapat menerima pendapat Leukippos dan Deumokritus. Pada tahun 1803, John Dalton (1766 1844), seorang guru sekolah dari Inggris yang ahli dalam bidang fisika dan kimia, mengajukan pendapat bahwa materi terdiri atas atom-atom. Postulat Dasar dari Teori Atom Dalton : 1)Setiap materi terdiri atas partikel yang disebut atom 2)Unsur adalah materi yang terdiri atas sejenis atom 3)Atom suatu unsur adalah identik tetapi berbeda dengan atom unsur lain ( mempunyai massa yang berbeda ) 4)Senyawa adalah materi yang terdiri atas 2 atau lebih jenis atom dengan perbandingan tertentu 5)Atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia biasa. Reaksi kimia hanyalah penataan ulang ( reorganisasi ) atom-atom yang terlibat dalam reaksi tersebut Kelemahan dari postulat teori Atom Dalton : 1)Atom bukanlah sesuatu yang tak terbagi, melainkan terdiri dari partikel subatom 2)Atom-atom dari unsur yang sama, dapat mempunyai massa yang berbeda ( disebut Isotop ) 3)Atom dari suatu unsur dapat diubah menjadi atom unsur lain melalui Reaksi Nuklir 4)Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul-molekul

Perkembangan Teori Atom 1) Model Atom Dalton a)Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil. b)Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi. c)Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya. d)Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain. e)Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu : 1.Hukum Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier ) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. 2.Hukum Perbandingan Tetap ( hukum Proust ) : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap. Kelemahan Model Atom Dalton : 1)Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain 2)Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi 3)Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan 4)Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain. Contoh : 2) Model Atom Thomson a)Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton. b)Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis. 3) Model Atom Rutherford a)Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya. b)Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya). Kelemahan Model Atom Rutherford : Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron. Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti. 4) Model Atom Niels Bohr Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen. Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat

energi tertentu dalam atom.

Menurutnya : a)Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif. b)Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n). c)Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan. d)Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi. e)Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state). Kelemahan Model Atom Niels Bohr : 1.Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak. 2.Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia. 5) Model Atom Modern Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli : a)Louis Victor de Broglie, menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang. b)Werner Heisenberg, mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan kemungkinan saja. c)Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr), berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. Orbit Orbital Gambar Perbedaan antara orbit dan orbital untuk electron Orbital digambarkan sebagai awan elektron yaitu : bentuk-bentuk ruang dimana suatu elektron kemungkinan ditemukan. Semakin rapat awan elektron maka semakin besar kemungkinan elektron ditemukan dan sebaliknya. Atom suatu unsur diberi lambang sama dengan lambang unsur tersebut. Contoh : Na, Mg, Ba, Ca, Fe. Para ahli menggunakan satuan massa khusus yang menyatakan massa sebuah atom, yaitu satuan massa atom disingkat sma atau amu dalam bahasa Inggris (amu = atomic mass unit). 1 sma = 1,6 x 10-24 gram

Atom dibangun dari partikel yang lebih kecil lagi, yaitu proton, elektron, dan neutron yang disebut partikel subatom atau partikel dasar. Sifat-sifat ketiga partikel subatom itu dapat digambarkan dengan tabel berikut: Partikel Notasi Massa Muatan Sesungguhnya Relatif thd proton Sesungguhnya Relatif thd proton Proton p 1,67 x 10-24 g 1 sma 1,6 x 10-19 C +1 Neutron n 1,67 x 10-24 g 1 sma 0 0 Elektron e 9,11 x 10-28 g (1/ 1840) sma -1,6 x 10-19 C -1 Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom atau nomor proton. Hasil penjumlahan proton dengan neutron dalam suatu atom disebut nomor massa. Atom-atom dari unsur yang sama, tetapi massanya berbeda disebut isotop.Menurut teori atom modern, proton dan neutron berada di pusat atom yang disebut inti atom, sedangkan elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom. Nomor Atom Nomor atom menyatakan jumlah proton dalam atom. Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron). Nomor atom Diberi simbol huruf Z. Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif. Nomor Massa Nomor massa menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom. Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon. Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga : A = nomor massa

= jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n ) A=p+n=Z+n Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida. Keterangan : X = lambang atom A = nomor massa Z = nomor atom Contoh : 1)Ion Ion adalah atom atau kumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion yang bremuatan positif disebut kation, sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut anion. Unsur logam cenderung melepas elektron, sedangkan unsur nonlogam cenderung menyerap elektron. Pelepasan elektron akan menghasilkan ion positif, sedangkan penyerapan elektron akan menghasilkan ion negatif. Contoh : Kation Tunggal : Na+, K+ Kation Poliatom : NH4+ , H3O+ Anion Tunggal : Cl-, S2Anion Poliatom : NO3-, OHRumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron : 1). Untuk nuklida atom netral : :p=Z e=Z n = (A-Z) 2). Untuk nuklida kation : :p=Z e = Z (+y) n = (A-Z) 3). Untuk nuklida anion : :p=Z e = Z (-y) n = (A-Z) 2)Molekul Molekul adalah spesi (partikel) netral yang terdiri dari dua atau lebih atom, baik atom sejenis maupun atom yang berbeda jenis. Molekul yang terdiri dari atom sejenis disebut molekul unsur. Sedangkan molekul yang terdiri dari atom berbeda jenis disebut molekul senyawa. Molekul Unsur : a.Pada umumnya, setiap unsur termasuk unsur logam mempunyai partikel berupa Atom b.Hanya beberapa unsur non logam yang partikelnya berupa Molekul ( contoh hidrogen H2 ; fosforus P4 ; belerang S8 ) c.Molekul yang terdiri atas 2 atom disebut Molekul Diatomik ( contoh molekul hidrogen, nitrogen ) d.Molekul yang terdiri atas lebih dari 2 atom disebut Molekul Poliatomik ( contoh molekul fosforus, belerang ) Molekul Senyawa : a.Dapat berupa Molekul ( disebut Senyawa Molekul ) atau Ion ( disebut Senyawa Ion )

b.Senyawa dari unsur logam termasuk senyawa ion, sedangkan senyawa dari unsur non logam termasuk senyawa molekul. Contoh senyawa molekul : air ( H2O ) ; senyawa ion : Kalsium karbonat ( CaCO3 ) Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:33 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Wednesday, June 30, 2010

PENGGOLONGAN MATERI
Secara umum, materi dapat dibedakan atas zat tunggal (murni) dan campuran (majemuk). Secara singkat, pembagian materi dapat dilihat pada bagan berikut: 1.Unsur Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia, contohnya : besi, emas, tembaga , alumunium, oksigen, belerang. Berdasarkan sifat-sifatnya, unsur dapat digolongkan sebagai berikut : a.Unsur Logam Sifat-sifat unsur logam meliputi: Pada suhu kamar berwujud padat, kecuali raksa, cesium, transium,dan gallium cair. Dapat menghantarkan arus listrik. Mengkilap. Dapat ditempa, press menjadi lempengan. a.Unsur Non Logam Sifat-sifat unsur nonlogam meliputi: Pada suhu kamr ada yang berwujud padat,cair dan umumnya gas. Tidak dapat menghantarkan arus listrik dan panas. Kecuali karbon(semikonduktor) Yang padat umumnya tidak mengkilap seperti logam kecuali karbon dan iodin. Sangat rapuh, susah ditempa. b.Unsur Metaloid Unsur metaloid merupakan unsur peralihan dari logam ke nonlogam. Contohnya boron, silikon, germanium, astatine, tellurium, polonium, dan polininium. Penulisan unsur menggunakan lambang huruf yang disebut lambang unsur. Lambang unsur yang sekarang dipakai adalah lambang unsur yang menganut sistem Berzellius, dengan aturan sebagai berikut: a)Lambang unsur yang ditulis dengan satu huruf ditulis dengan huruf kapital, berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin. Misalnya: Oksygen = O Fluor = F Hydrogen = H Boron = B Nytrogen = N Sulfur = S Carbon = C Phosforus = P Iodium = I

b)Lambang unsur yang ditulis dalam dua huruf , huruf pertama ditulis dengan huruf capital berasal dari huruf depan nama unsur tersebut dalam bahasa latin dan huruf kedua ditulis dengan huruf kecil berasal dari huruf berikutnya nama unsur tersebut. Misalnya: Natrium = Na Ferrum = Fe Calsium = Ca Zinkum = Zn Litium = Li Cuprum = Cu Magnesium = Mg Helium = He Aluminium = Al Chlorium = Cl c)Lambang unsur yang ditulis dalam tiga huruf, huruf pertama ditulis dalam huruf capital huruf kedua dan ketiga dalam huruf kecil berasal dari huruf depan dan huruf berikutnya nomor atom unsur tersebut dalam bahas latin. Misalnya: Unnil heksium = Unh Unnil septiuim = Uns Unnil oktium = Uno 1.Senyawa Senyawa merupakan gabungan unsur yang saling berkaitan atau suatu zat yang mengandung dua unsur atau lebih yang bergabung dalam perbandingan massa tertentu. Ciri-cirinya senyawa adalah: Gabungan unsur yang saling berikatan. Sifat unsur penusun tidak tampak. Dapat dipisahkan menjadi unsur penyusunnya dengan rekasi kimia. Contoh penguraian senyawa menjadi zat-zat lain (dengan cara kimia ) : a)Air (H2O ). Senyawa : Air adalah zat cair jernih tidak berasa, tidak berwarna dan tidak dapat terbakar Unsur penyusun: Gas hydrogen sangat mudah terbakar dan gas oksigen diperlukan dalam proses pembakaran b)Gula C6H12O6) Senyawa : Gula tebu merupakan zat padat putih dan rasanya manis Unsur penyusun: Karbon, gas hydrogen dan gas oksigen. Karbon (arang) adalah zat padat yang berwarna hitam, gas hydrogen mudah terbakar sedangkan gas oksigen diperlukan untuk pembakar c)Garam dapur (NaCl) Senyawa : Natrium klorida (NaCl) merupakan zat padat berwarna putih dan rasanya asin. Unsur penyusun : Natrium dan klorin. Natrium merupakan logam yang reaktif sedangkan gas klorin merupakan unsur non logam yang sangat reaktif dan berbau. 2.Campuran Campuran merupakan dari dua zat/lebih yang masih tampak sifat asalnya, atau dua zat muni atau lebih yang bergabung dengan perbandingan sembarang. Ciri-ciri dari campuran adalah: Gabungan dari zat-zat tunggal. Sifat unsure penyusun masih tampak. Dapat dipisahkan secara fisika. Berdasarkan sifatnya, campuran dapat dibagi menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. a.Campuran Homogen

Campuran homogen adalah campuran yang tidak bisa dibedakan antara zat-zat yang bercampur di dalamnya. Seluruh bagian yang bercampur mempunyai sifat yang sama. Contohnya : Udara merupakan campuran bermacam-macam gas seperti nitrogen, oksigen, dan lain-lain dan masing-masing gas tidak bisa dibedakan. Paduan logam merupakan campuran dari beberapa jenis logam, masing masing logam tidak bisa dibedakan. Suatu campuran homogen yang dengan mikroskop pun tidak bisa dibedakan partikel-partikel penyusunnya disebut larutan. Campuran homogen dibedakan 3 macam . 1.Larutan Gas 2.Larutan Cair 3.Larutan Padat Contoh larutan padat adalah kuningan (tembaga + seng), perunggu (tembaga + timah), baja (besi + krom + nikel). b.Campuran heterogen Campuran heterogen adalah campuran yang mengandung zat-zat yang tidak dapat bercampur satu dengan yang lain secara sempurna. Masih dapat dikenali sifat-sifat partikel dari zat asal yang bercampur tersebut, seperti bentuk dan warnanya. Contohnya : Batu-batu yang ada di alam ( batu kapur, batu pualam ) Air Lumpur Air dengan minyak Dari uraian di atas kita dapat mengelompokkan campuran heterogen dan campuran homogen dengan melihat ciri-cirinya: Komponen-komponen dalam campuran dapat dipisahkan dengan cara: a.Dekantasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara dituang secara langsung. Dekantasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat atau zat cair dengan zat cair yang tidak saling campur (suspensi). Contoh: Pemisahan campuran air dan pasir. b.Filtrasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan mneggunakan filter (penyaring). Hasil filtrasi disebut filtrat sedangkan sisa filtrasi disebut residu atau ampas. Filtrasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang tidak saling larut. Contoh: Pemisahan campuran air dan kopi. c.Kristalisasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran dengan cara mengkristalkan komponen tercampur dengan cara dipanaskan kemudian didinginkan. Kristalisai dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat padat yang saling larut. Contoh : Pemisahan campuran air dan garam. d.Sublimasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang mudah menyublim dengan cara penyubliman melalui pemanasan. Sublimasi dapat dilakukan untuk memisahkan komponen campuran yang mudah menyublim. Contoh : Pemisahan campuran kotoran dalam kapur barus. e.Destilasi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih komponen campuran tersebut melalui pemanansan/pendidihan campuran. Destilasi dapat dilakukan untuk memisahkan campuran zat cair dan zat cair yang berbeda titik didihnya. Contoh : Pemisahan campuran air dan alkohol. f.Kromatografi, yaitu pemisahan komponen-komponen dalam campuran yang didasarkan pada

perbedaan kecepatan peresapan pada medium resap/adsorben. Contoh : Pemisahan campuran air dan tinta. Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:31 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Tuesday, June 29, 2010

PERUBAHAN MATERI
PERUBAHAN MATERI Materi didefinisikan sebagai segala sesuatu yang memiliki massa, menempati ruang, dan memiliki sifat dapat dilihat, dicium, didengar, dirasa, atau diraba. Kita sering melihat dan menggunakan materi seperti kayu, besi, pensil dan sebagainya. A.Sifat Materi Setiap materi memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat materi menunjukkan ciri atau karakteristik dari materi itu. Mengenal sifat-sifatnya berarti mengenal materi itu, demikian juga sebaliknya. Sifat materi meliputi: a.Sifat fisika Sifat fisika mencakup : Wujud (fasa), bentuk, rasa, warna, bau, daya hantar panas, daya hantar listrik, kelarutan dan beberapa tetapan fisika (massa jenis, indeks bias, titik beku, titik didih, titik leleh, titik bakar , dll). b.Sifat kimia Sifat kimia mencakup : Kereaktifan (misalnya mudah/sukar bereaksi, dapat terbakar, melapuk, atau membusuk), rumus kimia, bentuk molekul, susunan ikatan dll. Contoh : Sifat Materi Air Garam dapur Bensin Sifat fisika : - Wujud - Bentuk - Rasa - Bau - Warna - Titik didih - Titik beku - Titik bakar

Cair Tidak berasa Tidak berbau Tidak berwarna 100oC 0 oC Padat Kristal Asin Tidak berbau Putih 1413 oC 801oC Cair Khas Khas Kuning muda 30-50 oC Sifat kimia Tidak terbakar Tidak terbakar Mudah terbakar A.Perubahan Materi Tidak ada yang abadi , kecuali Tuhan Yang Maha Esa, pencipta materi tersebut. Dengan demikian materi di alam ini selalu mengalami perubahan. Perubahan terjadi karena berubah massanya, berubah volumenya, berubah wujudnya, atau berubah menjadi materi lain. Perubahan tersebut sering kali kita lihat, seperti : Air mendidih manjadi uap Besi berkarat Susu menjadi basi Ledakan mercon Kapur barus menyublim Sesungguhnya, perubahan materi melibatkan perubahan sifat dari materi itu sendiri. Perubahan sifat ini ada yang hanya melibatkan perubahan sifat fisikanya saja, dan ada juga yang melibatkan perubahan sifat kimianya. Biasanya perubahan sifat kimia suatu materi selalu melibatkan juga perubahan sifat fisikanya. Para ahli kimia mengelompokkan menjadi 2 perubahan yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia. 1.Perubahan Fisika

Perubahan fisika merupakan perubahan materi yang tidak disertai terjadinya zat baru, tidak berubah zat asalnya, hanya terjadi perubahan wujud, perubahan bentuk atau perubahan ukuran. Pada perubahan wujud, wujud dapat dikembalikan ke wujud dan bentuk asalnya. Contoh : jika air dipanaskan akan berubah menjadi uap air, sedangkan jika air didinginkan maka air akan membeku menjadi es. Es, air dan uap adalah zat yang sama hanya wujudnya saja yang berbeda.

a)Perubahan Fisika Karena Perubahan Wujud Perubahan wujud dapat digambarkan sebagai berikut :

Contohnya : lilin meleleh, es krim mencair, kapur barus menyublim, yodium menyublim, air menguap, uap air mengembun dan sebagainya. b)Perubahan Fisika karena Perubahan bentuk Contohnya : kayu diubah menjadi kursi/lemari dan beras diubah menjadi tepung beras c)Perubahan Fisika karena Pelarutan/Pengeringan Contohnya : nasi diubah menjadi bubur, gula diubah menjadi sirop dan sayuran menjadi layu. d)Contoh lain Perubahan Fisika Contohnya : bola lampu lisrik menyala cermin memantulkan sinar dan mobil dicat. 2.Perubahan Kimia Perubahan kimia merupakan perubahan zat yang menyebabkan terjadinya satu atau lebih zat yang jenisnya baru. Perubahan kimia selanjutnya disebut reaksi kimia. Contoh : Besi berkarat, proses fotosintesis, pembuatan tempe (fermentasi), indutri asam sulfat, industri alkohol dan lainlain. Perubahan kimia dapat terjadi karena beberapa proses yaitu : a)proses pembakaran Pada proses pembakaran terjadi reaksi antara zat yang terbakar dengan oksigen dan adanya api. Pada proses pembakaran, zat asal akan berubah menjadi zat baru yang berbeda sifatnya dari zat asal. Contoh proses pembakaran : Kertas dibakar akan berubah menjadi gas, asap, ataupun abu. Bensin terbakar Lilin menyala Petasan meledak Pada pembakaran sempurna bahan bakar dihasilkan karbondioksida dan uap air. Jadi pada proses pembakaran dihasilkan zat baru, yaitu karbondioksida, uap air, asap dan arang. Pada pembakaran yang tidak sempurna dihasilkan gas beracun yaitu karbon monoksida yang menyebabkan sesak napas. b)Proses peragian Proses peragian merupakan proses di mana zat asal yang mengandung karbohidrat/protein dengan bantuan mikroorganisme (ragi/bakteri) akan berubah menjadi zat-zat lain. Contohnya : Singkong , beras diubah menjadi tape Kedelai diubah menjadi kecap, tempe tauco tepung gandum diubah menjadi roti c)Proses perusakan atau pelapukan Proses perusakan atau pelapukan yaitu kerusakan yang terjadi karena

aktivitas mikroba, enzim atau reaksi kimia. Contohnya : Makanan menjadi basi minyak menjadi tengik pelapukan kayu buah-buahan membusuk d)Dari proses mahluk hidup Proses fotositesis, terjadi dengan adanya klorofil (zat hijau daun). Dengan bantuan sinar matahari tumbuh-tumbuhan mengubah karbondioksida dan air menjadi glukosa dan gas oksigen. Reaksi : sinar Karbondioksida + air glukosa + oksigen Matahari Sinar 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6O2 Matahari Proses pencernaan makanan. Nasi (karbohidrat) dalam tubuh kita dengan bantuan enzim diubah menjadi glukosa enzim Karbohidrat glukosa Proses pernapasan, terjadi di mana glukosa dari hasil pencernaan dalam tubuh akan dibakar dengan oksigen menghasilkan karbondioksida, air, dan energi. Reaksi : Glukosa + Oksigen karbondioksida + air + energi C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + energi Bagaimana membedakan perubahan kimia dari perubahan fisika selain dengan jalan membuktikan terjadinya zat yang jenisnya baru? Reaksi kimia (perubahan kimia) sering disertai gejala atau tanda-tanda terbentuknya zat baru. Ada empat macam petunjuk yang menandai berlangsungnya suatu reaksi kimia yaitu : 1)Pembentukan gas 2)Pembentukan endapan 3)Perubahan warna 4)Perubahan suhu

Dari uraian tentang perubahan materi di atas, maka kita bisa membedakan antara perubahan fisika dengan perubahan kimia sebagai berikut. Perubahan fisika Perubahan kimia 1.Bersifat sementara 2.Tidak menyebabkan terbentuknya materi baru 3.Hanya melibatkan perubahan pada sifat fisika materi 1.Bersifat kekal (permanen) 2.Menyebabkan terbentuknya materi baru

3.Melibatkan perubahan pada sifat fisika maupun sifat kimia Diposkan oleh Ilmu Kimia di 7:29 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia

Monday, June 21, 2010

Energy transfer through balls

What you'll need: * A large, heavy ball such as a basketball or soccer ball * A smaller, light ball such as a tennis ball or inflatable rubber ball Instructions: 1. Make sure you're outside with plenty of room. 2. Carefully put the tennis ball on top of the basketball, holding one hand under the basketball and the other on top of the tennis ball. 3. Let go of both the balls at exactly the same time and observe what happens. What's happening? If you dropped the balls at the same time, the tennis ball should bounce off the basketball and fly high into the air. The two balls hit each other just after they hit the ground, a lot of the kinetic energy in the larger basketball is transferred through to the smaller tennis ball, sending it high into the air. While you held the balls in the air before dropping them they had another type of energy called 'potential energy', the balls gained this through the effort it took you to lift the balls up, it is

interesting to note that energy is never lost, only transferred into other kinds of energy.

Diposkan oleh Ilmu Kimia di 10:21 PM 0 komentar Link ke posting ini Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Label: Artikel Kimia, Kimia SMA kelas X

Monday, June 14, 2010

identifikasi jenis zat aditif pada beberapa produk makanan roti dan puding yang yang berasal dari Kota Gorontalo.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia dan hewan untuk melangsungkan kehidupannya. Namun, makanan dapat menjadi sumber penyakit jika tidak memenuhi kriteria sebagai makanan baik, sehat dan aman. Berbagai kontaminan dapat mencemari bahan pangan dan pakan sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Fungsi makanan yaitu menjaga keberlangsungan hidup dan menjaga agar makhluk hidup sehat lahir dan bathin. Selain itu, kualitas makanan yang dikonsumsi dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan perilaku makhluk hidup itu sendiri. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup selayaknya berusaha untuk mendapatkan makanan yang baik. Kualitas makanan atau bahan makanan di alam ini tidak terlepas dari berbagai pengaruh seperti kondisi dan lingkungan, yang menjadikan layak atau tidaknya suatu makanan untuk dikonsumsi. Berbagai bahan pencemar dapat terkandung di dalam makanan karena penggunaan bahan baku pangan terkontaminasi, proses pengolahan, dan proses penyimpanan. Oleh karena alasan tersebut di atas, maka perlunya meningkatkan kewaspadaan dalam memilih bahan makanan atau makanan olahan yang akan dikonsumsi dan tidak mengkonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa atau yang disimpan terlalu lama. Setiap kali hendak membeli pangan dalam kemasan, yang pertama kali dilihat calon konsumen adalah kemasan dan labelnya. Kemasan itu sangat beragam bentuk dan bahannya. Namun, yang lebih penting adalah label yang terdapat pada kemasan itu. Dari label inilah konsumen mengetahui banyak hal soal produk di dalam kemasan itu. Label pada kemasan produk pangan bukan sekadar hiasan. Di atasnya terkandung banyak cerita tentang produk di dalam kemasannya bagi calon pembeli. Cerita itu pula yang membantu calon pembeli untuk memutuskan membeli atau tidak. Setidaknya, ada delapan jenis informasi yang bisa diketahui dari label kemasan produk pangan. Yakni sertifikasi halal, nama produk, kandungan isi, waktu kedaluwarsa, kuantitas isi, identifikasi asal produk, informasi gizi, dan tanda-tanda k, kualitas lainnya. Informasi-informasi ini mesti diperhatikan dengan seksama supaya konsumen tidak salah beli. Sertifikasi halal untuk Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslim memang sangat

penting. Karena itu, produk makanan dalam kemasan yang beredar di Indonesia sekarang harus halal seperti dicantumkan pada labelnya. Kehalalan ini sebenamya tidak terbatas pada bahannya saja, tetapi juga pemrosesannya. Dengan begitu kehalalan mencerminkan tingkat sanitasi dan higiene optimal produk itu. Ini jelas menguntungkan pengusaha karena pasarnya menjadi terbuka lebar, tidak cuma terbatas pada konsumen muslim. Pada setiap kemasan nama produk pada labelnya merupakan informasi utama yang memungkinkan konsumen mengidentifikasi jenis produk itu. Penamaannya dapat karena aturan, macam susu, mentega, atau minyak goreng. Dalam label kemasan bisa ditemukan kandungan isi, yaitu semua substansi, termasuk zat aditif, yang digunakan dalam pembuatan atau persiapan parigan dalam kemasan. Informasi tentang bahan itu disusun dari yang persentasenya tertinggi hingga terendah, namun ini tidak merupakan keharusan. 1.2 Identifikasi Masalah Dari uraian di atas penulis menbatasi rumusan masalah pada identifikasi jenis zat aditif pada beberapa produk makanan roti dan puding yang yang berasal dari Kota Gorontalo. 1.3 Tujuan Penyusunan makalah ini bertujuan untuk : 1.Memberikan informasi kepada pembaca tentang kandungan zat aditif yang terdapat padaproduk makanan (roti dan puding) yang merupakan produk industry rumah tangga masyarakat Gorontalo. 2.Memperluas wawasan pengetahuan tentang zat aditif. 3.Memperluas wawasan tentang informasi yang terdapat pada kemasan produk makanan. BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Nilai Gizi Bahan Makanan Kekurangan gizi merupakan masalah multisektoral. Maka dari itu penanggulangannya juga memerlukan pendekatan-pendekatan yang multisektoral. Tidak ada jawaban-jawaban sederhana untuk masalah-masalah yang kompleks dan disebabkan penanggulangan kekurangan gizi merupakan sesuatu yang tak mudah. Kekurangan gizi jarang diakibatkan oleh satu faktor tunggal. Kemiskinan dan kekurangan persediaan pangan yang bergizi merupakan faktor penting dalam masalah kurang gizi. Lain sebab yang penting dari gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi atau kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penduduk dimana pun akan beruntung dengan bertambahanya pengetahuan mengenai nilai gizi bahan pangan atau dari hasil pertanian serta cara menerapkan informasi tersebut untuk orang lain. Pembuatan daftar komposisi nilai gizi bahan makanan berguna untuk merencanakan hidangan makanan yang baik dan memenuhi kecukupan zat gizi serta sebagai penilaian pada konsumsi makanan sehari-hari apakah telah memenuhi kecukupan zat gizi. Daftar komposisi gizi bahan makanan ini ditujukan kepada semua pihak yang bersangkutan dengan makanan atau gizi, seperti: para petugas kesehatan dan gizi, ahli teknologi makanan, pengusaha makanan, pertanian, siswa sekolah dan lain-lainnya. 2.2Mengetahui Waktu Kadaluarsa Produk Makanan Satu informasi dalam label yang paling populer dan sering diperhatikan adalah masalah

kadaluwarsa produk. Masa kadaluwarsa (expired date) memang wajib dicantumkan dalam kemasan produk pangan, kecuali untuk buah-buahan atau sayuran segar, roti, kue, panganan yang diperkirakan habis dalam 24 jam. Juga untuk produk cuka, garam dapur, gula pasir, kembang gula, permen karet, dan keju yang dibuat dengan tujuan matang dalam kemasannya. Masa kedaluwarsa tadi dinyatakan dalam satu di antara tiga cara, yakni tanggal akhir konsumsi (TAK), tanggal akhir penggunaan optimal (TAPO), dan tanggal pembuatan (TP). TAK dalam kemasan sering tertulis sebagai dikonsumsi sebelum tanggal.... TAK macam ini harus dicantumkan pada kemasan pangan mudah rusak, yakni pangan yang masa penyimpanannya kurang dari 6-8 minggu. Contohnya, susu pasteurisasi, yoghurt, krim, dan keju. Tanggal ini mesti tercantum jelas dan disertai cara penyimpanan yang diperlukan untuk mencapai tanggal itu. Begitu TAK dicapai, pangan dalam kemasan itu tidak bersih atau sehat lagi, dan harus ditarik dari peredaran sehari sebelum batas TAK. TAPO dicantumkan pada label kemasan produk pangan yang daya simpannya lebih dari enam minggu, yakni pangan yang tidak membahayakan kesehatan. Di antaranya bumbu dapur, susu, produk beku, dan minuman. Penulisan TAPO dalam kemasannya adalah sebaiknya digunakan ..., dikonsumsi sebelum ..., atau sebelum akhir .... Jika lama TAPO kurang dari tiga bulan, yang dicantumkan berupa tanggal dan bulan. Bila lama TAPO-nya 3-18 bulan, ditulis bulan dan tahun. Yang lebih dari 18 bulan, yang dicantumkan tahunnya saja. Begitu TAPO tercapai, produk di dalam kemasan akan kehilangan kualitas rasa, bau, dan nutrisi. Untuk produk pangan terkonversi lama, semi konversi, pangan beku, susu bubuk kering, dan mentega, masa kedaluwarsa yang wajib dicantumkan dalam label kemasan adalah TP. Penulisannya ada berbagai cara. Misalnya, untuk produk susu bubuk yang dibuat 24 April 1997, cara penulisannya bisa 24.4.97; 97-113 (dua angka pertama menunjukkan tahun pembuatan, tiga angka berikutnya hari ke berapa dari tanggal pembuatannya yang dihitung sejak 1 Januari 1998); atau N-l 13 (kode huruf tahun pembuatan untuk produk tersebut dan hari ke berapa dari tanggal pembuatannya yang dihitung sejak 1 Januari 1998). Informasi soal identifikasi asal produk dan lainnya dapat dinyatakan dalam kode bergaris (bar code). Di bawah garis-garis vertikal yang dapat dibaca dengan teknologi optik itu, umumnya terdapat 13 angka. Dua angka pertama menunjukkan negara asal, lima angka berikutnya pembuat dan distributomya, lima angka selanjutnya merupakan identifikasi produk itu sendiri, dan satu angka terakhir adalah angka kontrol. Dengan berbagai informasi pada label kemasan produk pangan, diharapkan konsumen tidak keliru dalam menentukan dan mendapat jaminan kualitas dan kuantitas peroduk. Anda sebagai konsumen hendaknya juga selalu ingat pada pesan yang terkesan klise namun hingga kini tetap dianggap bermanfaat, yakni "teliti sebelum membeli". (Dr. Ir. Tridjoko Wisnu Murti, D.E.A.) 2.3 Pengertian Zat Aditif Menurut peraturan menteri kesehatan R.I. No. 329/Menkes/PRE/XII/76, yang dimaksud dengan aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Termasuk kedalamnya adalah pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengawet, pengemulsi, anti gumpal, pemucat dan pengental. Pada umumnya bahan makanan dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu; a)Aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, misalnya untuk meningkatkan konsistensi, nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman atau kebasahan, memantapkan bentuk rupa dan sebagainya. b)Aditif tidak disengaja, yaitu zat aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah yang sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.

Bila dilihat dari asalnya, aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain sebagainya; dan juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa benar dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia maupun susunan metabolismenya seperti misalnya B-karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetik mempunyai kelebihan yaitu lebih pekat, lebih stabil dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering tidak terjadi kesempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogenik yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan atau manusia. Seperti telah kita ketahui bahwa ada beberapa bahan tambahan seperti zat pewama, penyedap rasa dan aroma, dan antioksidan. Dalam makalah ini penulis lebih mengkhususkan pembahasan pada zat aditif yang digunakan pada beberapa produk yang beredar di supermarket seperti Bumbu-bumbu masakan dan beberapa jenis minuman serta makanan ringan. 2.4 Spesifikasi Zat Adiktif 2.2.1 Zat Pengikat Logam Sekuestran atau zat pengikat logam merupakan bahan penstabil yang di gunakan dalam berbagai pengolahan bahan makanan. Sekuestran dapat mengikat logam dalam bentuk ikatan kompleks sehingga dapat mengalahkan sifat dan pengaruh jelek logam tersebut di dalam bahan. Dengan demikian senyawa ini dapat membantu menstabilkan wama, cita rasa dan tekstur. Logam terdapat dalam bahan alami dalam bentuk senyawa senyawa kompleks misalnya Mg dalam klorofil; Fe sebagai feritin, rufin, porfirin, serta hemoglobin; Co sebagai vitamin B12; Cu, Zn, dan Mn dalam berbagai enzim. Ion-ion logam ini dapat terlepas dari ikatan kompleksnya karena hidrolis maupun degradasi. Ion logam bebas mudah bereaksi dan mengakibatkan perubahan warna, ketengikan, kekeruhan, maupun perubahan rasa. Sekuestra akan mengikat ion logam sehingga menjaga kestabilan bahan. Molekul atau ion dengan pasangan elektron bebas dapat mengompleks ion logam. Karena itulah senyawa-senyawa mempunyai dua atau lebih gugusan fungsional seperti -OH, -SH, -COOH, PO3H2-C=O, -NR2, -S- dan -O- dapat mengkelat logam dalam lingkungan yang sesuai. Sekuestran yang paling sering digunakan dalam bahan makanan adalah asam sitrat dan turunannya, fosfat dan garam etilendiamintetraasetat (EDTA). Proses pengikatan logam merupakan proses keseimbangan pembentukan kompleks ion logam dengan sekuestran. Secara umum keseimbangan itu dapat ditulis sebagai berikut: L + S LS Ligan atau sekuestren dapat berupa senyawa organik seperti asam sitrat, EDTA, maupun senyawa anorganik seperti polifosfat. Sekuestren atau ligan dapat menghambat proses oksidasi. Senyawa ini merupakan sinergik antioksidan karena dapat menghilangkan ion-ion logam yang mengkatalisasi proses oksidasi. Dalam penggunaan sekuestren sebagai sinergik antioksidan harus diperhatikan kelarutannya, polifosfat dan EDTA digunakan dalam pengolahan ikan kalengan untuk mencegah pembentukan kristal MgNH4PO4.6H2O yang menyerupai kristal gelas yang terbentuk selama penyimpanan. Selain ini pengkelat ini dapat membentuk kompleks dengan Fe, Co dan Zn. Penambahan sekuestren pada sayuran sebelum diblansir dapat mencegah perubahan warna yang disebabkan oleh logam. Asam sitrat dan fosfat yang digunakan dalam minuman selain berfungsi sebagai asidulan (pengasam) juga berguna untuk mengikat logam yang dapat mengkatalisis oksidasi komponen

cita rasa (terpena) dan wama. Dalam minuman hasil fermentasi malt, pengkelat akan mengkompleks Cu. Cu bebas akan mengakibatkan oksidasi senyawa polifenol yang kemudian dengan protein menyebabkan kekeruhan. Penggunaan EDTA yang berlebihan dalam bahan makanan akan menyebabkan tubuh kekurangan Ca dan mineral lain. Hal ini disebabkan EDTA sangat efektif mengkelat ion logam. Karena itu dalam garam EDTA ditambahkan juga Ca dalam bentuk garam EDTA dari Na dan Ca. 2.2.2 Zat Antikerak Zat antikerak biasanya ditambahkan pada bahan-bahan berbentuk tepung atau butiran yang bersifat higroskopis untuk mempertahankan sifat butirannya. Zat antikerak akan melapisi partikel-partikel bahan dan menyerap air yang berlebihan atau membentuk campuran senyawa yang tak dapat larut. zat antikerak yang umum digunakan dalam pengolahan pangan adalah kalsium silikat, CaSiO3.xH2O. Kalsium silikat digunakan untuk mencegah pergerakan kue soda dengan konsentrasi 5% atau mencegah pergerakan garam meja dengan konsentrasi 2%. Ca-stearat sering kali ditambahkan pada bahan tepung untuk mencegah penggumpalan selama proses pengolahan dan agar tidak larut dalam air. Ca-stearat ini dapat melekat dan melapisi partikel bahan sehingga tidak akan larut dalam air. Tepung stearat mempunyai volume kecil dengan permukaan yang luas sehingga sangat ekonomis digunakan sebagai bahan antikerak (0,52,5%) 2.2.3 Zat Pemantap Jaringan sel keras terutama disebabkan adanya ikatan molekuler antar gugus karboksil bebas pada komponen penyusun dinding sel, yaitu pektin. Proses pengolahan, pemanasan atau pembekuan dapat melunakkan jaringan sel tanaman tesebut sehingga produk yang diperoleh mempunyai tekstur yang lunak. Untuk mempunyai tekstur yang keras, dapat ditambahkan garam Ca (0,1-0,25% sebagai ion Ca). Ion kalsium akan berikatan dengan pektin membentuk Ca-pektinat atau Ca-pektat yang tidak larut. Pada umumnya, untuk maksud tersebut digunakan garam-garam Ca seperti CaCl2, Casitrat, CaSO4, Ca laktat, dan Ca-Monofosfat. Hanya sayangnya, garam-garam kalsium ini kelarutannya rendah dan rasanya pahit. 2.2.4 Zat Pemanis Sintetik Zat pemanis sintetik merupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sedangkan kalori yang dihasilkannya jauh lebih rendah daripada gula. Umumnya zat pemanis sintetik mempunyai struktur kimia yang berbeda dengan struktur polihidrat gula alam. Meskipun telah banyak ditemukan zat pemanis sintetik, tetapi hanya beberapa saja yang boleh dipakai dalam bahan makanan. Mula-mula garam Na- dan Ca-siklamat yang kemanisannya tiga puluh kali kemanisan sukrosa digunakan sebagai pemanis. Namun kemudian penggunaannya dilarang di Amerika serikat karena diperkirakan bersifat karsinogen. Di Indonesia penggunaan siklamat masih diijinkan, tetapi sebenarnya hasil metabolisme siklamat yaitu sikloheksamina merupakan senyawa karsinogenik; pembuangan sikloheksamina melalui urin dapat merangsang tumbuhnya tumor kandung kemih pada tikus.

Na-siklamat (Na- sikloheksanasulfamat)

2.2.5 Zat Pengawet Zat pengawet terdiri dari senyawa organik dan anorganik dalam bentuk asam atau garamnya. Aktivitas-aktivitas bahan pengawet tidaklah sama, misalnya ada yang efektif terhadap bakteri, khamir, ataupun kapang. a. Zat Pengawet Organik Zat pengawet organik lebih banyak dipakai daripada yang anorganik karena bahan ini lebih mudah dibuat. Bahan organik digunakan baik dalam asam ataupun garamnya. Zat kimia yang sering dipakai sebagai pengawet ialah asam sorbat, asam propionat, asam benzoat, asam asetat, dan epoksida. Asam sorbat tergolong asam lemak monokarboksilat yang berantai lurus dan mempunyai ikatan tidak jenuh. Bentuk yang digunakan umumnya garam Na- dan K-sorbat. Sorbat terutama digunakan untuk mencegah pertumbuhan kapang dan bakteri. Mekanisme asam sorbat dalam mencegah tumbuhnya mikroba adalah dengan mencegah kerja enzim dehidrogenase terhadap asam lemak. Asam benzoat (C6H5COOH) merupakan bahan pengawet yang luas penggunaannya dan sering digunakan pada bahan makanan yang asam. Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri benzoat efektif pada pH 2,5-4,0. Karena kelarutan garamnya lebih besar, maka biasa digunakan dalam bentuk garam Na-benzoat. Sedangkan dalam bahan, garam benzoat terurai menjadi bentuk efektif, yaitu bentuk asam benzoat yang tak terdisosiasi. Cuka adalah larutan 4% asam asetat dalam air yang sering digunakan sebagai bahan pengawet dalam roti untuk mencegah tumbuhnya kapang. Sebaliknya, asam asetat tidak dapat mencegah timbuhnya khamir. Cuka aktifnya lebih besar pada pH rendah. Bahan pengawet kimia biasanya hanya bersifat mencegah tumbuhnya mikroba saja. Tetapi senyawa epoksida seperti etilen oksida dan propilena oksida bersifat membunuh semua mikroba termasuk spora dan virus. Etilena oksida dan propilena oksida digunakan sebagai fumigan terhadap bahan-bahan kering seperti rempah-rempah, tepung dan lain-lain. Etilen oksida lebih aktif dibanding propilen oksida, tetapi etilen oksida lebih mudah menguap, terbakar, dan meledak, karena itu biasanya diencerkan dengan senyawa lain membentuk campuran 10% etilen oksida dengan 90% CO2. b. Zat Pengawet Anorganik Sulfit digunakan dalam bentuk gas SO2, garam Na, atau K-sulfit, bisulfit, dan metabisulfit. Bentuk efektifhya sebagai pengawet adalah asam sulfit yang tak terdisosiasi dan terutama terbentuk pada pH dibawah 3. Molekul sulfit lebih mudah menembus dinding sel mikroba, reaksi dengan asetaldehid membentuk senyawa yang tak dapat difermentasi oleh enzim mikroba, mereduksi ikatan disulfida enzim, dan bereaksi dengan keton membentuk hidroksisulfonat yang dapat menghambat mekanisme pernafasan. Garam nitrit dan nitrat umumnya digunakan dalam proses curing daging untuk memperoleh warna yang baik dan mencegah pertumbuhan mikroba. Mekanismenya belum diketahui, tetapi diduga bahwa nitrit bereaksi dengan gugus silfhidril dan membentuk senyawa yang tidak dapat dimetabolisasi oleh mikroba dalam keadaan anaerob. Dalam daging, nitrit akan membentuk nitroksida yang dengan pigmen daging akan membentuk nitrosomioglobin yang berwama merah cerah.

BAB III

PEMBAHASAN 3.1Studi Lapangan Tahap pertama, adalah observasi lokasi. Dalam hal ini penulis memilih Supermarket Karsa Utama. Penulis sengaja memilih lokasi ini karena dari hasil pengamatan bahwa sebagian besar masyarakat berbelanja di supermarket ini. Tahap kedua, penulis mengambil data terhadap beberapa produk yang berada di lokasi tersebut, yaitu pudding dan roti. Tahap ketiga, penulis mengumpulkan literatur untuk membahas kandungan gizi pada produk makanan tersebut serta menjelaskan informasi yang dapat diperoleh dari kemasan produk makanan (sampel) yang penulis dapatkan, dilanjutkan dengan penyusunan laporan. 3.2Data Berdasarkan hasil studi lapangan di Supermarket Karsa Utama, dapat diperoleh data produk makanan sebagai berikut. No. Nama Produk Tanggal Kadaluarsa Nomor Izin Produksi Alamat Produsen Kandungan Zat Aditif 1. Puding Coklat Fla Pelangi 22 Januari 2010 206757101022 Jl. S. Parman No. 95 Gorontalo Gula 2. Roti Keju Pelangi 25 Januari 2010 206757101022 Jl. S. Parman No. 95 Gorontalo Gula 3. Roti Coklat Pelangi 25 januari 2010 206757101022 Jl. S. Parman No. 95 Gorontalo Gula 3.3Uraian Umum A.Produk Makanan 1.Roti Di dalam ilmu pangan, roti dikelompokkan dalam produk bakery, bersama dengan cake, donat, biskuit, roll, kraker, dan pie. Di dalam kelompok bakery, roti merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer di jagat raya hingga saat ini. Sama halnya seperti di belahan

dunia lain, budaya makan roti juga berkembang di Indonesia . Memang, mula-mula hanya pada kelompok masyarakat tertentu. Itu pun sebatas sebagai pengganti nasi pada saat sarapan pagi, yang umumnya disajikan bersama-sama dengan telur dadar atau segelas susu. Fenomena gandrung roti kemudian menjalar ke kelompok masyarakat sibuk , yaitu yang harus terburu-buru ke tempat kerja. Dalam kondisi demikian, setangkap roti isi selai dan mentega atau keju menjadi pilihan sarapan pagi paling praktis, yang bisa dimakan di mobil dalam perjalanan ke kantor. Seiring dengan berjalannya waktu, roti akhirnya tidak lagi dikaitkan dengan sarapan pagi, tetapi sudah meluas sebagai menu makanan alternatif di segala kondisi dan waktu makan. Roti tidak lagi dinikmati di pagi hari, tetapi juga di siang hari, malam hari, atau sebagai snack di antara dua waktu makan. Roti berkembang menjadi suatu budaya makan di Indonesia, khususnya di Gorontalo, sehingga pada akhirnya kita dengan mudah mendapatkan roti di hotel, restoran, warung pojok, pedagang kaki lima, dan juga di kios-kios penjual rokok. Roti juga dijajakan ke kompleks perumahan dan perkampungan melalui berbagai sarana angkutan (mobil boks, kereta dorong, atau sepeda) dengan iringan musik yang sangat khas sebagai penanda bagi setiap merek dan produsen roti. Bahan Penyusun Pada prinsipnya roti dapat dibuat dari berbagai jenis tepung, seperti terigu, jagung, beras, garut, singkong, dan lain-lain. Namun, dalam praktiknya, terigu merupakan bahan baku yang paling ideal untuk pembuatan roti. Komposisi roti tawar umumnya terdiri dari 57 persen tepung terigu, 36 persen air, 1,6 persen gula, 1,6 persen shortening (mentega atau margarin), 1 persen tepung susu, 1 persen garam dapur, 0,8 persen ragi roti ( yeast ), 0,8 persen malt dan 0,2 persen garam mineral. Berdasarkan kadar proteinnya, terigu dibedakan atas terigu tipe kuat (hard wheat), tipe sedang (medium wheat), dan tipe lemah (soft wheat). Roti umumnya dibuat dari tepung terigu kuat. Maksudnya tepung mampu menyerap air dalam jumlah besar, dapat mencapai konsistensi adonan yang tepat, memiliki elastisitas yang baik untuk menghasilkan roti dengan remah halus, tekstur lembut, volume besar, dan mengandung 12-13 persen protein. Kandungan protein pada terigu tipe kuat paling tinggi dibandingkan dengan terigu tipe lainnya. Dalam pembuatan roti, penggunaan terigu tipe kuat lebih disukai karena kemampuan gluten (jenis protein pada tepung terigu) yang sangat elastis dan kuat untuk menahan pengembangan adonan akibat terbentuknya gas karbondioksida (CO2) oleh khamir Saccharomyces cereviseae. Semakin kuat gluten menahan terbentuknya gas CO2, semakin mengembang volume adonan roti. Mengembangnya volume adonan mengakibatkan roti yang telah dioven akan menjadi mekar. Hal ini terjadi karena struktur berongga yang terbentuk di dalam roti. Gula, walaupun dalam jumlah sedikit, perlu ditambahkan ke dalam adonan. Sebab, gula dapat berperan sebagai sumber karbohidrat untuk mendukung pertumbuhan ragi roti (Saccharomyces cereviseae), yang akan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dalam jumlah cukup untuk mengembangkan volume adonan secara optimal. Shortening (mentega atau margarin) ditambahkan ke dalam adonan untuk memudahkan pembentukan adonan, serta melunakkan tekstur dan mencegah staling roti. Penambahan tepung susu dimaksudkan untuk memperbaiki tekstur dan meningkatkan kadar protein roti. Penambahan garam untuk memperbaiki cita rasa dan juga mendukung pertumbuhan khamir Saccharomyces cereviseae dalam menghasilkan gas karbondioksida. Sumber Karbohidrat yang Praktis

Ada bermacam-macam roti, dibedakan atas dasar bahan penyusunnya. Namun, secara umum roti dibedakan atas roti tawar dan roti manis. Roti manis dibedakan lagi atas dasar bahan pengisinya, seperti roti isi pisang, nanas, kelapa, daging sapi, daging ayam, sosis, coklat, keju, dan lain-lain. Roti tawar umumnya dibedakan atas roti putih (white bread) dan roti cokelat (whole wheat bread). Dengan beragamnya jenis roti, kandungan gizinya pun sangat beragam. Kandungan gizi roti sangat ditentukan oleh bahan penyusun adonan dan cara pembuatan roti. Bahan baku roti dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu bahan utama dan bahan tambahan. Bahan baku utama berupa tepung terigu, ragi, garam, dan air. Bahan baku tambahan berupa gula pasir, shortening, telur, dan susu bubuk. Walaupun dari sudut pandang gizi roti cokelat memiliki nilai gizi lebih baik dibanding roti putih, kenyataannya masyarakat lebih menyukai roti putih karena beberapa alasan: (1) secara psikologis roti putih dianggap lebih bersih, murni, bebas cemaran, dan lebih aman, (2) roti putih memiliki tekstur yang lebih lembut, serta (3) harganya lebih murah. Namun, secara umum roti merupakan bahan makanan sumber karbohidrat pengganti nasi yang sangat potensial dan praktis dikonsumsi. Roti juga merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral. Khusus roti cokelat, karena terbuat dari tepung gandum utuh, jenis roti ini memiliki keunggulan dibanding roti putih. Beberapa keunggulan roti cokelat adalah mengandung serat pangan, antioksidan, fitoestrogen (baik untuk mencegah penyakit jantung dan aneka kanker), serta vitamin dan mineral yang jauh lebih banyak dibandingkan roti putih. Selain itu, roti cokelat juga memiliki cita rasa yang sangat khas, sehingga sangat disukai oleh kelompok masyarakat tertentu. Roti cokelat memiliki kadar kalsium, fosfor, dan besi yang jauh lebih banyak dibanding roti putih, sedangkan kandungan zat gizi lainnya hampir sama. Dibanding dengan 100 gram nasi putih atau 100 gram mi basah, 100 gram roti memberikan energi, karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, dan besi yang lebih banyak. Meski demikian, untuk meningkatkan perolehan zat gizi, khususnya protein yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak balita, roti perlu disajikan bersama-sama dengan susu, daging sapi, daging ayam, ikan, atau telur. Roti juga dapat disajikan bersama-sama dengan berbagai jenis irisan sayuran untuk meningkatkan perolehan vitamin dan mineral 2.Puding Sebagai makanan penutup, puding banyak diminati. Dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut, pudding banyak disajikan pada acara-acara pesta. Tampilan dan bentuknya bermacam-macam, dengan variasi rasa yang beragam: cokelat, vanila, melon, stroberi, mangga, jeruk, moka, dan sebagainya. Membuatnya pun tak sulit-sulit amat. Bahan dasarnya adalah tepung tapioka atau pati termodifikasi, susu, whey powder, gula, karagenan, atau kadang-kadang juga gelatin. Untuk menghasilkan puding dengan tekstur yang lembut biasanya dibutuhkan campuran bahan-bahan yang tepat, kemudian dicampurkan dengan air dan dimasak. Bahan tambahan yang biasa dipakai adalah bahan perasa dan bahan pewarna. Perasa dan pewarna ini disesuaikan, misalnya untuk rasa jeruk digunakan warna oranye, untuk rasa cokelat dengan warna coklat, dan seterusnya. Meskipun sederhana, dibutuhkan kejelian dan kecermatan dalam mencampur berbagai bahan tersebut untuk menghasilkan puding dengan rasa dan tekstur yang sesuai dengan keinginan. Jika kurang pas, maka akan dihasilkan puding yang terlalu lembek atau terlalu keras. Keduanya sama-sama tidak dikehendaki. Sebab yang diinginkan adalah puding yang lembut, halus, tidak ada yang keras, tidak lembek, enak dipandang, dan enak pula dikunyah.

B.Zat Aditif Pada Roti dan Puding Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa zat aditif adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Termasuk kedalamnya adalah pewarna, penyedap rasa dan aroma, pemantap, antioksidan, pengawet, pengemulsi, anti gumpal, pemucat dan pengental. Pada roti dan pudding yang diamati menggunakan zat aditif berupa pengawet, yaitu gula. Selain sebagai bahan pemanis, dalam produk ini gula berfungsi pula sebagai pengawet. Gula atau sukrosa merupakan karbohidrat berasa manis yang sering pula digunakan sebagai bahan pengawet khususnya komoditas yang telah mengalami perlakuan panas. Gula seperti halnya garam juga menghambat pertumbuhan dan aktivitas bakteri penyebab pembusukan, kapang, dan khamir. C.Informasi Pada Kemasan Pada kemasan roti dan pudding kita dapat menemukan informasi tentang nama produk, waktu kadaluarsa, nomor izin produksi dan alamat produsen. Akan tetapi, pada kemasan ini, kita tidak menemukan bahan pembuatan roti dan pudding serta kandungan gizinya. Seharusnya kedua hal ini harus dicantumkan karena konsumen juga berhak tahu tentang makanan yang akan mereka konsumsi.
http://2ty3.blogspot.com/p/artikel-kimia.html