Anda di halaman 1dari 7

Virologi Pemeriksaan Hemaglutinasi

Kelompok 3
Neni Arshita Novia Nurwidhiana Noviana Nurwijayanti Nurfitriana Aprilia A.B. Risdiani Dwi Anugrah (P3.73.34.1.10.032) (P3.73.34.1.10.033) (P3.73.34.1.10.034) (P3.73.34.1.10.035) (P3.73.34.1.10.042)

Hari, tanggal Judul

: Selasa, 30 Oktober 2012 : Pemeriksaan Hemaglutinasi Untuk Virus Influenza

1. Tujuan Mengetahui titer tertinggi yang masih bisa menyebabkan hemaglutinasi secara total. Menentukan kekuatan antigen (virus). Menentukan IUHA

2. Prinsip Virus influenza dapat berikatan dengan SDM sehingga menyebabkan aglutinasi (Hemaglutinasi) pada suhu dan ph tertentu virus influenza + eritrosit 0,5% => virus diikat dengan reseptor eritrosit antigen + eritrosit 0,5% => hemaglutinasi

3. Dasar Teori Hemaglutinasi adalah daya pengikatan antigen virus dengan eritrosit hewan tertentu, karena virus diikat oleh reseptor eritrosit. Jenis eritrosit berbeda tergantung dari jenis virusnya, yaitu: a. Virus influenza menghemaglutinasi eritrosit cavia (marmut), eritrosit ayam dan eritrosit manusia golongan O masing-masing dalam konsentrasi 0,5%. b. Virus Rubella yang menghemaglutinasi eritrosit angsa, eritrosit burung. c. Golongan arbovirus menghemaglutinasi eritrosit anak ayam umur 1 hari dan eritrosit 0,25-0,4%. Bila virus diikat oleh eritrosit, beberapa jenis virus dilepaskan kembali secara spontan oleh eritrosit yang mengikat virus sehingga terjadi elusi. Sesudah terjadi

elusi, virus dilepaskan dan virus masih bisa mengadakan hemaglutinasi dengan eritrosit lain, tetapi eritrosit yang telah dilepaskan virus tidak bisa mengikat virus lain, sebab reseptor eritrositnya sudah rusak oleh virus yang pertama. Bila HA (+), berarti virus diikat oleh anti serum yang sesuai. Hemaglutinasi terjadi dalam 3 tahap, yaitu; 1. Absorbsi virus pada reseptor virus 2. Aglutinasi dari virus eritrosit kompleks 3. Elusi virus secara spontan Salah satu virus yang bisa mengadakan hemaglutinasi dengan berbagai jenis eritrosit adalah virus influenza, yaitu bila virus baru diisolasi dari penderita, ditanam intra amnion dan bila mengadakan hemaglutinasi golongan O atau dengan eritrosit cavia. Untuk menentukan kekuatan antigen virus dapat dilakukan dengan pemeriksaan hemaglutinasi, yaitu dengan titer hemaglutinasi (IUHA). Titer hemaglutinasi IUHA, yaitu pengenceran virus tertinggi yang dapat menyebabkan hemaglutinasi total. Semakin tinggi pengenceran virus maka akan semakin kecil kekuatan virus untuk menyebabkan HA total.

4. Alat dan bahan a. Alat Centrifuge Mikropipet (one pipet dan multi channel) Tabung centrifuge (conical) 96 well v bottom microtiter plate Basin Yellow tip Tissue

b. Bahan Virus influenza B stran (antigen) SDM kalkun dalam ACD sel darah dan sel darah merah golongan O Phospat buffer saline pH 7,2 7,4

5. Prosedur Hemaglutinasi 1. Pembuatan PBS pH 7,2 7,4 a. Ditimbang bahan-bahan sebagai berikut : b. 8 gr NaCl 0,2 gr KCl 1,2 gr Na2HPO4 0,2 gr KH2PO4

Dilarutkan dalam aquadest (distilled water) ampai 800 ml

c. Diatur nilai pHnya, jika masih terlalu asam ( pH dibawah7,4) maka ditambahkan larutan

NaOH 1N setetes demi setetes. Jika terlalu basa (pH diatas 7,4) maka ditambahkan HCl 1 N setetes demi setetes sampai mencapai pH 7,4 d. Ditambahkan aquadest sampai add 1000 ml

2. Persiapan SDM kalkun atau darah bergolongan darah O a. Darah kalkun di ambil dengan alsever atau ACD solution

b. Dicuci 3 kali dengan PBS pH 7,2 dengan sentrifugasi kecepatan 1500 rpm selama 5 menit c. Dibuat suspense darah kalkun 4% dengan PBS sebanyak yang diperlukan (contoh : 0,4 ml darh ditambah 9,6 ml PBS d. Bila ingin menggunakan, dibuat pengenceran suspensi SDM kalkun dari 4% mnjadi 0,5% e. Disimpan pada suhu 2-8o c (tidak lebih dari 2 minggu)

3. Hemaglutinasi test a. Diisi well O1 sampai O12 dengan 50 l PBS b. Diisi well O1 dengan 50 l antigen c. Dibuat pengenceran berseri dua kali (50 l) kelipatan dari O1 sampai O12, lubang terakhir dibuang. d. Ditambahkan suspensi SDM kalkun 50 l untuk semua lubang e. Diinkubasi 30 menit suhu 4o c f. Hal yang sama dilakukan pada suspensi SDM golongan darah O g. Hasil dibaca

6. Hasil Pengamatan

SDM Kalkun

SDM O

Kontrol

SDM kalkun = negative, tidak ada aglutinasi SDM O = titer antigen virus 32, karena pengenceran tertinggi yang masih menunjukkan hasil hemaglutinasi terdapat pada lubang ke- 5

1 HAU = 32 2 HAU = 16 4 HAU = 8 8 HAU = 4 1 bagian Ag + 3 bagian PBS

7. Kesimpulan Setelah dilakukan pemeriksaan hemaglutinasi untuk virus influenza, didapatkan hasil titer antigen virus 32.

8. Interpretasi Hasil : o o HAU: Hasil pengenceran tertinggi yang masih memberikan hasil Aglutinasi Contoh: Titer Antigen Virus = 64, artinya 1 HAU = 64 2 HAU = 32 3 HAU = 16 4 HAU = 8 1 bagian Ag + 7 bagian PBS o Titer minimal 1 HAU adalah 8, artinya 1 bagian Ag tidak perlu ditambah PBS, dengan kata lain bisa langsung dipakai.

9. Pembahasan:

o o

Fungsi pemeriksaan Hemaglutinasi adalah untuk mengetahui titer HAU. Kalau hasil titer lebih dari 4096 (positif sampai lubang ke-12), hasil tidak dapat di interpretasikan, maka serum harus diencerkan sampai memberikan hasil negatif pertama.

Hasil aglutinasi pada sel darah merah kalkun kurang kelihatan dan kurang jelas dikarenakan antigen yang digunakan adalah antigen flu B, mungkin apabila menggunakan antigen flu A akan memberikan hasil yang lebih jelas.

Hasil titer yang seharusnya didapatkan adalah 128 tetapi pada kenyataannya didapatkan hasil titer yang bervariasi dari tiap kelompok, yaitu 32, 128, 32, 64, dan 16. Hal ini dikarenakan pengerjaan yang lambat, sehingga menyebabkan aktivitas virus menurun.

Seharusnya sel darah merah kalkun memberikan hasil yang lebih baik daripada sel darah merah O.