Anda di halaman 1dari 10

Bank Sentral memilik konsepsi yang berbeda dengan bank umum.

Bank umum cenderung untuk berusaha menginvestasikan asset-asset yang dimiliki dengan tujuan memaksimumkan profit sementara bank sentral yang merupakan bank milik pemerintah adalah lembaga keuangan yang tidak bertujuan untuk memaksimumkan profit melainkan untuk mencapai tujuan tertentu seperti mencegah kegagalan yang dialami perbankan maupun non perbankan, kestabilan tingkat harga, kesempatan kerja dan akhirnya pada pertumbuhan ekonomi. 4.1 Perkembangan Bank Sentral Di beberapa Negara terdahulu, perkembangan ke arah bank sentral dimulai dari adanya suatu bank yang secara bertahap melaksanakan berbagai macam posisi yang bersikap sebagai lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang kemudian disebut bank sentral. Beberapa wewenang yang dimiliki bank tersebut antara lain menerbitkan uang(partial monopoly) dan dapat bertindak sebagai banker atau agen pemerintah. Bank dengan posisi seperti itu disebut bank of issue atau national bank. Perkembangan selanjutnya bank tersebut memperoleh kekuasaan yang lebih luas, sehingga disebut central bank. The Riskbank of sweeden dikenal sebagai bank sentral tertua namun Bank of England adalah bank of issue pertama yang memperoleh posisi sebagai bank sentral dan mengembangkan dasar-dasar the art of central banking. Pada tahun 1920 diselenggarakan International Financial Conference di Brussel, Belgia. Hasil konferensi tersebut adalah menyetujui resolusi yang menghendaki agar Negara-negara yang belum mendirikan bank sentral diharapkan secepatnya untuk mendirikan bank sentral. 4.2 The Federal Reserve sebagai Bank Sentral Amerika Serikat Lembaga ini didirikan pada tahun 1913 dengan diberlakukannya UndangUndang Federal Reserve, sebagai respon terhadap terjadinya banking panics pada tahun 1907. Peran utamanya adalah sebagai pengelola system moneter secara keseluruhan. Tanggung jawab FRS(Federal Reserve System) antara lain : 1. Sebagai Bankers Bank 2. Mengendalikan supply uang di Amerika Serikat 3. Memonitor serta melakukan intervensi terhadap pasar valuta asing Secara formal FRS terdiri dari 12 bank regional Federal Reserves atau dikenal pula sebagai districts bank(bank distrik/bank pemerintah daerah). Bank-bank tersebut berlokasi di Boston, New York, Philadelphia, Richmond, Atlanta, Cleveland, Chicago, St.Louis, Kansas City, Minneapolis, Dallas, San Fransisco.

Pusat administrasi FRS di Washington D.C memilik 2 lembaga utama pengambil keputusan yaitu : Dewan Gubernur (The Board of Governors) dan The Federal Open Market Comitee (FOMC). Tugas-tugas dewan gubernur adalah sebagai berikut :

1. Mengatur dan menetapkan reserve equipment 2. Menetapkan margin requirements dalam pembelian saham 3. Menetapkan aturan bagi bank-bank swasta 4. Mengatur perbankan internasional dan aktifitas bank-bank amerika serikat di luar negeri. Di sisi lain FOMC memiliki tugas untuk melakukan pembelian atau penjualan sekuritas pemerintah di pasar uang serta mengatur supply cadangan bank. Kebijakan moneter di Amerika tergantung kepada posisi asset dan liabilities yang di tentukan oleh FRS. Kebijakan moneter merupakan tindakan yang dilakukan oleh penguasa moneter terutama untuk mempengaruhi jumlah uang yang beredar, yang nantinya akan mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Dalam mempengaruhi kondisi tersebut, FRS menggunakan alat moneter dalm bentuk : 1. Open market operations yaitu pembelian atau penjualan sekuritas pemerintah (terutama treasury bills) dan seringkali dilakukan oleh FOMC 2. Perubahan discount rate. Alat moneter ini adalah yang paling jarang digunakan dan untuk kondisi-kondisi ekonomi tertentu yang sangat mendesak. 3. Perubahan reserve equipments 4. Intervensi di pasar valuta asing, mencakup pembelian dan penjualan mata uang asing dalam dollar.

4.3

Bank Indonesia sebagtai Bank Sentral Indonesia

Di Indonesia, fungsi bank sentral pada masa penjajahan dilakukan oleh De Javasche Bank yang berdiri pada tanggal 24 Januari 1828. Sesuai dengan UU no.2 tahun 1946, posisi De Javasche Bank digantikan oleh Bank Negara Indonesia sebagai bank sentral RI dengan tugas utama sebagai berikut : 1. Memberikan pinjaman kepada pemerintah

2. Menarik uang tentara pendudukan Jepang untuk diganti dengan ORI(Oeang Repoeblik Indonesia) 3. Menyediakan fasilitas kredit untuk perusahaan-perusahaan industry dan perdaganganyang beroperasi di daerah kekuasaan pemerintah RI 4. Membantu pembiayaan misi-misi pemerintah ke luar negeri

Pada Desember 1948, aktifitas operasional Bank Negara Indonesia terpaksa dibekukan dan dibuka kembali pada tahun199 dengan lapangan usaha yang berbeda. Hal ini akibat keputusan Konferensi Meja Bundar(KMB) yang memutuskan hanya De Javasche Bank sebagai bank sentral. De Javasche bank kemudian dinasionalisasi berdasarkan UU no24 tahun 1951. Tahun 1953, Undang-Undang Pokok Bank Indonesia menetapkan pendirian Bank Indonesia untuk menggantikan fungsi De Javasche Bank sebagai bank sentral, dengan tiga tugas utama di bidang moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. Di samping itu, Bank Indonesia diberi tugas penting lain dalam hubungannya dengan Pemerintah dan melanjutkan fungsi bank komersial yang dilakukan oleh DJB sebelumnya. Pada tahun 1968 diterbitkan Undang-Undang Bank Sentral yang mengatur kedudukan dan tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral, terpisah dari bankbank lain yang melakukan fungsi komersial. Selain tiga tugas pokok bank sentral, Bank Indonesia juga bertugas membantu Pemerintah sebagai agen pembangunan mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat. Tahun 1999 merupakan Babak baru dalam sejarah Bank Indonesia, sesuai dengan UU No.23/1999 yang menetapkan tujuan tunggal Bank Indonesia yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Bank Indonesia tidak lagi menjadi lembaga dibawah pemerintah dalam rangka merancang berbagai kebijaksanaan ekonomi melainkan bertindak sebagai mitra pemerintah. Pada tahun 2004, Undang-Undang Bank Indonesia diamandemen dengan fokus pada aspek penting yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang Bank Indonesia, termasuk penguatan governance. Pada tahun 2008, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.2 tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang No.23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan. Amandemen dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan perbankan nasional dalam menghadapi krisis global melalui peningkatan akses perbankan terhadap Fasilitas Pembiayaan Jangka Pendek dari Bank Indonesia. 4.4 Tugas dan Tujuan Bank Indonesia

Menurut UU Bank Indonesia no.23 tahun 1999 pada Bab III pasal 7 tentang Tujuan dan Tugas disebutkan bahwa Bank Indonesia mempunyai tujuan mencapai dan memlihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. 2. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran. 3. Mengatur dan mengawasi Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat. Disamping ketiga tugas tersebut Bank Indonesia juga memiliki tanggung jawab dan kegiatan lain dalam kaitannya dengan pemerintah, hubungan internasional, akuntabilitas dan anggaran.

4.4.1 Tugas Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter. Bank Indonesia berwenang : a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi yang ditetapkannya b. Meakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yangtermasuk tetapi tidak terbatas pada : 1. Operasi pasar terbuka(Open Market Operation) di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing) 2. Penetapan tingkat diskonto(discount policy) 3. Penetapan cadangan wajib minimum(reserve retirement atau cash ratio) 4. Pengaturan kredit dan pembiayaan Cara-cara pengendalian moneter tersebut dapat dilaksanakan dengan berdasar pada prinsip syariah c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah d. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan system nilai tukar yang telah ditetapkan e. Mnegelola cadaangan devisa f. Menyelenggarakan survey secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro atau mikro untuk mendukung pelaksanaan tugasnya.

4.4.2 Tugas Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran BI, berwenang : a. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan ijin atas penyelenggaraan jasa system pembayaran b. Mewajibkan penyelenggara jasa system pembayaran untuk melaporkan tentang kegiatannya c. Menetapkan penggunaan alat pembayaran d. Mengatur system kliring antar bankdalam mata uang rupiah dan/atau valuta asing e. Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bankdalam mata uang rupiah dan/atau valas. f. Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah. g. Sebagai satu-satunya lembaga yang mengeluarkan dan mengedarkanuang ru[iah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dimaksud dari peredaran

4.4.3 Tugas Mengatur dan Mengawasi Bank Dalamr angka melaksanakan tugas mengatur dan mengawasi bank. BI berwenang : a. Menetapkan peraturan perbankan termasuk ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian b. Memberikan dan mencabut ijin atas kelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank c. Melaksanaan pengawasan bank secara langsung dan tidak langsung d. Menugaskan kepada pihak lain untuk dan atas nama BI dalam melaksanakan pemeriksaan e. Memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau seluruh kegiatan transaksi tertentu apabila terdapat dugaan tindak pidana

f. Melakukan tindakan tertentu sebagai akibat dari penilaian BI terhadap suatu bank atas kegiatannya yang dapat membahayakan usaha bank tersebut dan/atau system perbankan secara keseluruhan g. Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sector jasa keuangan yang independen, dan dibentuk dengan Undang-undang h. Mengatur dan mengembankan system informasi antar bank i. Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundangundangan

4.4.4 Hubungan dengan Pemerintah dan Internasional Dalam kaitannya dengan pemerintah, Bi mempunyai tanggungjawab dan kegiatan seperti diuraikan berikut : a. BI bertindak sebagai pemegang kas rupiah b. BI untuk dan atas nama pemerintah dapat menerima pinjaman dari luar negeri c. Pemerintah wajib meminta pendapat BI dan/atau dalam siding cabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan keuangan. d. Bi memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemrintah mengenai RAPBN serta kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang BI e. Bila pemerintah akan menerbitkan surat-surat utang Negara, pemerintah wajib berkonsultasi dahulu dengan BI. f. Bank Indonesia dilarang memberikan kredit bagi pemerintah.

Dalam kaitannya dengan hubungan internasional, BI mempunyai tangung jawab dan kegiatan sebagai berikut : a. Bank Indonesia dapat melakukan kerjasama dengan bank sentral lain, organisasi dan lembaga internasional

b. Dalam hal dipersyaratkan bahwa anggota lembaga internasional dan/atau lembaga multilateral adalah negara, BI dapat bertindak untuk dan atas nama negara RI sebagai anggota.

4.4.5 Akuntabilitas dan Anggaran Dalam kaitannya dengan akuntabilitas, anggaran dan transparansi dari kegiatan yang dilakukan BI, UU no.23 tahun 1999 tentang BI menetapkan hal-hal sebagai berikut : a. Bank Indonesia wajib menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka melalui media massa setiap awal tahun anggaran b. Bank Indonesia wajib menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan tugas dan wewenangnya kepada DPR setiap 3 bulan c. Bank Indonesia wajib menyampaikan penjelasan mengenai pelaksanaan tugas dan wewenangnya apabila diminta oleh DPR d. Badan pemeriksa Keuangan dapat melakukan pemeriksaan khusus terhadap BI atas permintaan DPR bila diperlukan e. Tahun anggaran BI adalah tahun kalender f. Selambat-lambatnya 15 hari sebelum dimulainya tahun anggaran, Dewan Gubernur menetapkan anggaran tahunan BI g. Selambat-lambatnya 30 hari setelah berakhirnya tahun anggaran, Bi telah menyeesaikan penyusunan aporan keuangan tahunan BI. h. Bank Indonesia wajib mengumumkan laporan keuangan tahunan BI kepada public melalui media massa. i. Surplus dari hasil kegiatan BI akan dibagi sebagai berikut : 1. 30% untuk Cadangan Tujuan 2. Sisanya digunakan sebagai Cadangan Umum sehingga jumlah modal dan Cadangan umum mencapai 10% dari seluruh kewajiban moneter 3. Sisa surplus setelah pembagian diatas diserahkan kepada pemerintah dan surplus ini tidak dikenakan pajak penghasilan. 4. Apabila modal menjadi kurang dari Rp 2.000.000.000.000,- (dua trilyunrupiah), pemerintah wajib menutup kekurangan tersebut

yang pelaksanaannya dilakukan setelah mendapat persetujuan DPR j. Bank Indonesia menyusun neraca singkat mingguan yang diumumkan dalam Berita Negara RI

k. Bank Indonesia hanya dapat melakukan penyertaan modal pada badan hokum atau badan lainnya yang sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas BI dan dengan persetujuan DPR.

4.5

Dewan Gubernur

Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur. Dewan gubernur terdiri dari seorang gubernur, seorang deputi gubernur senior, dan minimal empat orang atau maksimal tujuh deputi gubernur. Dewan Gubernur mempunyai wewenang, tugas dan konsekuensi sebagai berikut : a. Dewan gubernur dapat mengangkat dan memberhentikan pegawai BI b. Dewan gubernur menetapkan pengaturan kepegawaian , system penggajian, penghargaan, pension dan tunjangan hari tua serta penghasilan lainnya bagi pegawai BI c. Gubernur, Deputi gubernur senior, Deputi gubernur, dan atau pejabat BI tidak dapat dihukum karena telah mengambil keputusan atau kebijakan yang sejalan dengan tugas dan wewenangnya dengan itikad baik d. Gaji, penghasilan lainnya dan fasilitas bagi Gubernur, Deputi gubernur senior, dan deputi gubernur ditetapkan oleh dewan gubernur e. Dewan Gubernur dapat menetepakan sanksi administrative terhadap pegawai BI serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya seperti yang ditentukan UU no.23 tahun 1999

4.6

Sistem Moneter di Indonesia

Terdapta tiga pelaku utama dalam pasar uang yaitu : 1. Otorita moneter (Bank Sentral) Peran utamanya adalah sebagai sumber awal terciptanya uang beredar baik untuk masyarakat maupun lembaga-lembaga keuangasn

2. Lembaga Keuangan (Bank dan Bukan Bank) Peran utamanya adalah sebagai sumber penawaran uang giral (demand, deposit), deposito berjangka (time deposit), simpanan tabungan (saving deposit) serta aktiva-aktiva keuangan lainnya yang dibutuhkan masyarakat. 3. Masyarakat (Rumah tangga dan Produsen) Berperan sebagai konsumen akhir uang yang tercipta.

4.7

Kliring

Menurut kamus perbankan yang disusun oleh Tim penyusun kamus perbankan Indonesia 1980, kliring adalah perhitungan utang piutang antara para peserta secara terpusat di satu tempat dengan cara saling menyerahkan suratsurat berharga dan surat-surat dagang yang telah ditetapkan untuk dapt diperhitungkan. Syarat-syarat yang ditetapkan oleh Bank Indonesia bagi suatu bank untuk ikut dalam kliring adalah : 1. Bank-bank yang telah mendapat ijin dari menteri keuangan dan mendapat persetujuan dari BI terlebih dahulu 2. Bank tersebut telah menjalankan usahanya minimal 3 bulan atas ijin menteri keuangan 3. Bank tersebut telah memenuhi penilaian sebagai bank yang sehat dilihat dari segi administrasi, pimpinan, maupun keuangan 4. Simpanan masyarakat dalm bentuk giro dan kelonggaran tarik kredit yang diberikan oleh kantor tersebut telah mencapai sekurangkurangnya 20% dari syarat modal disetor minimum bagi pendirian bank baru di wilayahnya 5. Bank peserta kliring wajib membuka rekening Koran di Bank Indonesia 6. Bank yang tidak tercatat sebagai peserta dapat ikut serta secara tidak langsung melalui pengikutsertaanya dengan bank lain(peserta). 7. Menyetor jaminan kliring sebesar 50% rata-rata kewajiban 20 hari terakhir dikurangi 40% rata-rata tagihan harian 20 hari terakhir. 8. Bank peserta menentukan anggotanyasebagai wakil tetap pada lembaga kliring dan memberitahukan secara tertulis kepada BI.

Dalam lembaga kliring semua peserta pserta bertemu untuk mengadakan perhitungan/ penyelesaian dokumen yang diterima dari nasabah. Dokumen-dokumen yang diselesaikan di dalam lembaga kliring disebut warkat kliring. Warkat yang dapat diperhitungkan dalam kliring antara lain harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah, bernilai nominal penuh(100% dari face value) dan telah jatuh tempo. 2. Warkat tersebut dikeluarkan oleh bank peserta kliring 3. Warkat tersebut telah jatuh tempo pada waktu diperhitungkan dalam kliring.

Warkat-warkat yang dipertukarkan daam aktifitas kliring dapat dikelompokan menjadi : 1. Warkat debit yaitu warkat bank peserta lain yang diterima di loket sendiri atau yang dapat menimbulkan tagihan bank pada peserta lain. 2. Warkat kredit yaitu warkat bank peserta sendiri yang diterima diloket dengan maksud untuk dipindahbukukan ke rekening lain di bank peserta lain.