Anda di halaman 1dari 16

Alvian Agung Prastya (11 10 23407) Ardiansyah Matondang (11 10 23956) Hafid (11 10 23971) Eko Saputro(11 10 23991)

Rio Anthony (11 10 24003)

Bisnis merupakan bagian integral kehidupan dan kebudayaan suatu bangsa Bisnis melibatkan produsen dan konsumen Para pelaku bisnis(produsen) beranggapan bahwa mereka sesungguhnya hanya memenuhi permintaan produsen sehingga tidak bertanggung jawab atas produk yang merugikan atau berpotensi merugikan konsumen.

Yang dapat dikategorikan sebagai konsumen berdasarkan UU Perlindungan Konsumen adalah :


Pemakai barang dan/jasa, baik memperolehnya melalui pembelian maupun secara cuma-Cuma Pemakaian barang dan/jasa untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan makhluk hidup lain Tidak untuk diperdagangkan

Perlindungan Konsumen didefinisikan sebagai segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberikan perlindungan konsumen.

Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindari ekses negatif pemakaian barang dan/ jasa Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih, menentukan, dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen Menciptakan sistem perlindungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan informasi serta akses untuk mendapatkan informasi Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen Meningkatkan kualitas produk dan/ jasayang manjamin usaha produksi barang dan/jasa, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan produsen

Azas manfaat Azas keadilan Azas keseimbangan Azas keamanan dan keselamatan konsumen Azas kepastian hukum

Dalam interaksinya produsen wajib memenuhi hak kontraktual konsumen Hak kontraktual adalah hak yang dimiliki seseorang karena dia memasuki suatu persetujuan dan kontrak dengan pihak lain

Kedua pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakati. Tidak ada pihak yang secara sengaja memberikan fakta yang salah atau memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak untuk pihak lain. Tidak boleh ada pihak yang dipaksa untuk melakukan kontrak atau persetujuan itu. Kontrak juga tidak mengikat pihak manapun untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas.

Aturan Moral. Aturan Profesi Produsen : Produsen wajib memenuhi ketentuan pada produk maupun iklan. Produsen berkewajiban memberitahukan semua informasi yang berkaitan dengan produk. Produsen wajib untuk tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang ditawarkan. Produsen tidak boleh memaksa pembeli atau konsumen secara halus atau terbuka melalui pemberian hadiah, bonus dan undian berhadiah.

Konsumen berhak mendapat informasi yang lengkap dan benar tentang suatu barang atau jasa yang ditawarkan Konsumen berhak mendapat ganti rugi terhadap produk yang cacat apabila ada kesepakatan garansi Konsumen berhak mengkonsumsi barang dan jasa secara aman Konsumen berhak memilih dan membeli produk sesuai dengan pilihannya Konsumen berhak mendapatkan pelayanan yang baik selama proses pembelian maupun sesudahnya (aftersales service)

Keberadaan regulasi pemerintah yang memberi kebebasan media dalam memberikan informasi yang netral, akurat, dan obyektif kepada masyarakat dan konsumen pada umumnya, serta keberadaan undang-undang no.8 tahun 2009 tentang perlindungan konsumen merupakan bukti peran pemerintah untuk memberikan payung hukum kepada konsumen.

Hak atas kenyamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan jasa. Hak untuk memilih barang dan jasa serta mendapatkannya sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijaminkan Hak atas informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/ jasa Hak untuk didengar pendapat dan keluhan atas barang dan/ jasa yang digunakan Hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara pantas Hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen Hak untuk diperlakukan secara dan dilayani secara benar, jujur dan tidak diskriminatif Hak untuk mendapatkan kompensasi atau ganti rugi apabila barang/jasa yang didapat tidak sesuai dengan perjanjian atau sebagaimana mestinya

Penyebab lahirnyanya gerakan konsumen : Banyaknya produk yang ditawarkan produsen membuat pilihan konsumen semakin rumit Makin terspesialisasinya jasa di berbagai bidang menyebebakan konsumen mengalami kesulitan untuk memilih karena kurangnya informasi. Intensitas iklan diberbagai media yang tampak begitu meyakinkan sangat membingungkan konsumen menentukan pilihan produk yang terbaik Kenyataan menunjukan keamanan produk seringkali diabaikan oleh produsen, dan tidak menjadi perhatian serius. Keberadaan lembaga konsumen dapat mengadvokasi dan memberi konsultasi kepada konsumen yang akan melakukan kontrak jual beli.

Yayasan Lembaga Lembaga Perlindungan Konsumen Konsumen Indonesia(YLKI) Nasional Indonesia(LPKNI) www.YLKI.or.id www.perlindungankonsumen.or.id

Yayasan Lembaga Perlindungan konsumen (YLPK)- Jawa Timur www.YLPKjatim.com

http://news.okezone.com/read/2011/07/12/338/478950/kasus-prita-potretburuk-pemberdayaan-konsumen
Keluhan yang dikemukakan Prita pada internet atas layanan rumah sakit Omni Internasional yang tidak memuaskan konsumen, dijamin oleh undangundang. Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.