Anda di halaman 1dari 3

Penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia

Standar akuntansi merupakan landasan atau petunjuk bagi mereka untuk melakukan praktek atau
kegiatan di bidang akuntansi, agar laporan keuangan lebih berguna dan tidak menyesatkan. Hal ini
diperjelas oleh Ikatan Akuntansi Indonesia dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) sebagai pedoman
pokok penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi perusahaan, dana pensiun dan unit ekonomi
lainnya adalah sangat penting, agar laporan keuangan lebih berguna, dapat dimengerti dan dapat
diperbandingkan serta tidak menyesatkan.
Oleh karena itu, maka standar akuntansi merupakan suatu pedoman yang wajib ditaati bagi mereka
yang melakukan kegiatan di bidang akuntansi, dalam rangka penyusunan laporan keuangan. Tetapi perlu
diingat bahwa Standar Akuntansi Keuangan sebagai suatu pedoman yang diikuti kebiasaan tentulah
bukan merupakan pedoman yang sifatnya universal dan berlaku mutlak sesuai keadaan, waktu dan
tempat. Standar Akuntansi Keuangan dalam perkembangannnya tidak terlepas dari pengaruh faktorfaktor lain, misalnya pandangan para ahli di bidang akuntansi, perkembangan politik dan ekonomi,
peraturan pemerintah dan faktor-faktor lainnya.
Pedoman serta petunjuk ini dapat kita jumpai dalam buku Standar Akuntansi Keuangan, yang
diterbitkan oleh ikatan Akuntansi Indonesia (IAI).
PENENTUAN STANDAR AKUNTANSI
Tujuan dalam penentuan Standar
Penentuan standar merupakan pilihan sosial sehingga suatu standar mungkin bermanfaat bagi pihak
tertentu dan merugikan pihak lain. Kebanyakan isu-isu yang berkaitan dengan akuntansi secara politik
bersifat sensitif yang disebabkan:
1.

Kebutuhan terhadap standar akuntansi muncul bila terdapat pertentangan

2. Informasi akuntansi dapat mempengaruhi tingkat kemakmuran penggunaannya.


Dalam menentukan standar ada dua pendekatan, yaitu:
1. Representative faithfulness, pendekatan ini menghendaki pelaporan yang bersifat netral dan
penyajian wajar laporan keuangan melalui proses penentuan standar. Pendekatan ini
menyamakan akuntansi dengan proses pemetaan dimana peta harus dibuat akurat dengan
menggambarkan keadaan keuangan perusahaan secara wajar.
2. Economic consequences, pendekatan ini menghendaki asopsi standar yang memiliki
konsekwensi ekonomi menguntungkan. Pendekatan ini cenderung mengarah penentuan
standar yang meemiliki pengaruh positif.

Penyusun Standar Akuntansi di Indonesia


Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah organisasi profesi akuntan yang juga merupakan badan yang
menyusun standar akuntansi keuangan di Indonesia. Pengembangan standar akuntansi keuangan
sejak berdirinya IAI pada tahun 1957 hingga kini pengembangan standar akuntansi ini dilakukan
secara terus menerus, pada tahun 1973 terbentuk Panitia Penghimpunan Bahan-bahan dan Struktur
GAAP dan GAAS. Kemudian tahun 1974 dibentuk Komite Prinsip Akuntansi Indonesia (Komite PAI)
yang bertugas menyusun standar keuangan. Komite PAI telah bertugas selama empat periode
kepengurusan IAI sejak tahun 1974 hingga 1994 dengan susunan personel yang diperbaharui.
Selanjutnya, pada periode kepengurusan IAI tahun 1994-1998 Nama Komite PAI diubah menjadi
Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK), kemudian pada kongres VIII, tanggal 23-24
September 1998 di Jakarta, Komite SAK diubah menjadi Dewan Standar Akuntansi Keuangan untuk
masa bakti 1998-2000 dan diberikan otonomi untuk menyusun dan mengesahkan PSAK. Sejak IAI
berdiri telah dihasilkan tiga standar akuntansi keuangan sebagai berikut:
1. Pada tahun 1973 untuk pertama kali IAI menerbitkan suatu buku Prinsip
Akuntansi Indonesia (PAI) yang sebagian besar merupakan terjemahan buku
Paul Grady, Penerbitan ini dipicu oleh diaktifkannya pasar modal di Indonesia
pada tahun 1973.
2. Pada tahun 1984 buku Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 yang menggantikan
PAI 1973 diterbitkan. Komite PAI melakukan revisi secara mendasar terhadap
PAI 1973.
3. Pada Tahun 1994, IAI kembali melakukan revisi total PAI 1984 dan
sejak itu mengeluarkan serial standar keuangan yang diberi nama Standar
Akuntansi Keuangan (SAK) yang diterbitkan sejak 1 Oktober 1994.
Pengembangan Standar Akuntansi ketiga ini ditujukan untuk memenuhi
kebutuhan dunia usaha dan profesi akuntansi dalam rangka mengikuti
dan mengantisipasi perkembangan internasional. Banyak standar yang
dikeluarkan itu sesuai atau sama dengan standar akuntansi internasional
yang dikeluarkan oleh IASC. PSAK ini tentu akan terus bertambah dan
revisi sesuai kebutuhan perkembangan bisnis dan profesi akuntansi.
4. Di tahun 2012 Indonesia akan menerapkan standar akuntansi Internasional yaitu IFRS.
Penerapan IFRS di Indonesia telah dimulai secara bertahap sejak tahun 2007, namun akan

diterapkan penuh tahun 2012 mendatang. Penerapan IFRS tahun 2012 mendatang ini juga akan
berdampak pada pembelajaran pada program studi Akuntansi di Indonesia. Salah satunya
adalah mempersiapkan buku teks yang mendukung. Karena saat ini banyak buku pencatatan
keuangan yang belum sesuai dengan IFRS. Selain itu, penerapan IFRS ini juga berdampak pada
perubahan materi kuliah di prodi akuntansi. Salah satunya adalah perubahan mata kuliah.
Materi mata kuliah akuntansi internasional yang biasanya membandingkan praktek akuntansi di
berbagai negara harus di ubah menjadi membahas mengenai IFRS, serta up date perubahan
PSAK dari waktu ke waktu.