Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN EJAKULASI DINI Adi Subrata SI Ilmu Keperawatan FIKES UMM L !

"#$ A% DEFINISI Ejakulasi dini berarti ketidakmampuan mengontrol ejakulasi sehingga terjadi dalam waktu singkat, yang tidak sesuai dengan keinginannya, sedangkan ejakulasi sendiri adalah peristiwa penyemburan air mani ke luar secara mendadak yang menandai klimaks bagi pria. Ejakulasi dini adalah sebuah fenomena yang dialami oleh kaum adam ketika berhubungan seks dimana sang pejantan terlalu cepat mengalami orgasme atau orgasme dalam waktu singkat dan tentu saja akan memberikan dampak negatif terhadap pasangannya Ejakulasi adalah peristiwa keluarnya sperma dari penis dan biasanya di sertai dengan orgasme. Hal ini biasanya terjadi setelah adanya stimulasi seksual yang mengakibatkan ereksi penis. &% JENIS EJAKULASI DINI Ejakulasi dini di bagi menjadi tiga derajat berdasarkan ringan beratnya gangguan yaitu meliputi: 1. Ejakulasi Dini Ringan terjadi setelah beberapa kali gesekan singkat. . Ejakulasi Dini!edang terjadi setelah penis masuk ke "agina. #. Ejakulasi Dini $erat terjadi begitu penis menyentuh kelamin wanita bagian luar atau ejakulasi terjadi sebelum penisnya menyentuh kelamin wanita bagian luar. '% PEN(E&A& EJAKULASI DINI 1. %enyebab psikis seperti stress berkepanjangan, kebiasaan ingin cepat selesai ketika melakukan hubungan seksual. . %enyebab fisik terutama kurang berfungsinya serotonin yang berfungsi menghambat. #. &angguan kontrol saraf yang mengatur peristiwa ejakulasi juga diduga menjadi penyebab terjadinya ejakulasi dini. D% FAKT)R RESIK) 1. Disfungsi ereksi Disfungsi ereksi adalah gaangguan proses ereksi pada laki'laki. Ejakulasi dini dapat terjadi jika seseorang sering mengalami gangguan dalam mempertahankan ereksi secara konsisten.%erasaan takut kehilangan ereksi, menyebabkan seseorang terburu'buru untuk menyelesaikan hubungan seksual. . (asalah kesehatan

(asalah medis menyebabkan seseorang merasa cemas selama melakukan hubungan seks, seperti masalah jantung, dapat menyebabkan seseorang secara sadar terburu'buru untuk ejakulasi. )terosklerosis * penyempitan pembuluh darah + menyebabkan aliran darah menuju penis, diabetes menyebabkan darah menjadi lebih kental sehingga mempengaruhi aliran darah menuju penis. #. !tress !tress dan tekanan emosional atau mental di segala bidang kehidupan dapat mempengaruhi terjadinya ejakulasi dini, sering membatasi keemampuan seseorang untuk menikmati dan focus selama hubungan seksual. ,. -bat tertentu $eberapa jenis obat dapat mempengaruhi neurotransmitter dalam otak seperti trifluopera.ine * stela.ine + yang di gunakan untuk mengatasi kegelisahan dan masalah kesehatan mental. E% MANIFESTASI EJAKULASI DINI Ejakulasi dini terbagi atas jenis yaitu ejakulasi primer * seumur hidup + dan ejakulasi sekunder * di peroleh +. &ejala ejakulasi primer : Ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi dalam satu menit atau kurang pada saat melakukan penetrasi "agina. /etidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir saat melakukan penetrasi "agina. /ehidupan pribadi yang negati"e, seperti stress, frustasi atau menghindari keintiman seksual.

a. 1. . #.

b. &ejala ejakulasi primer : ,. Ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi dalam satu menit atau kurang pada saat melakukan penetrasi "agina. 0. /etidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir saat melakukan penetrasi "agina. 1. /ehidupan pribadi yang negati"e, seperti stress, frustasi atau menghindari keintiman seksual. F% PAT)FISI)L) I EJAKULASI DINI %roses ejakulasi berada di bawah pengaruh saraf otonom. )setilkolin berperan sebagai neurotransmitter ketika saraf simapatis mengaktifasi kontraksi dari leher kandung kemih, "esika seminalis dan "as deferens. Refle2 ejakulasi berasal dari kontraksi otot bulboka"ernosus dan ischioka"ernosus serta di control oleh saraf pudendus. !ingkatnya, ejakulasi terjadi karena mekanisme refle2 yang di cetuskan oleh rangsangan pada penis melalui saraf sensorik pudendus yang terhubung dengan persarafan tulang belakang * 31 '4 + dan korteks sensorik * salah satu bagian otak+.

(engapa refle2 ini dapat terjadi sebelum pria tersebut menginginkannya5 %enelitian terakhir mengemukakan bahwa terdapat gangguan respon penis pria dengan ejakulasi dini. %enelitian yang dilakukan oleh 6in dan kawan'kawan serta di muat di dalam 7.8rol mengukur kadar sensorik penis menggunakan biothesiometry pada pria dengan ejakulasi dini dan membandingkannya dengan kadar yang normal. %ada pria tanpa ejakulasi dini, pengukuran kadar sensiti"itas penis meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 9emun pada pria dengan ejakulasi dini , justu sensiti"itas semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. %enelitian lanjutan mengemukakan bahwa pria dengan ejakulasi dini memiliki sensiti"itas lebih tinggi daripada pria tanpa ejakulasi dini. % PATHWA( %enyebab psikis : stress berkepanjangan /ebiasaan ingin cepat selesai ketika melakukan hubungan seksual %enyebab fisik : kurang berfungsinya serotonin &angguan control saraf -bat tertentu contohtrifluopera.ine * stela.ine+
Kontraksi otot bulbokavenosus & ischiokavenosus Ejakulasi dini Penurunan libido Resiko tinggi disfungsi seksual Gangguan biopsiko seksualitas Perubahan pola seksualitas Perubahan fungsi seksual Gangguan harga diri rendah Psikologis (cemas,malas,takut) ekanisme refle! oleh rangsangan pada penis melalui saraf sensorik pudendus "ang terhubung dengan persarafan tulang belakang dan korteks sensoris orgas me

H% DAMPAK EJAKULASI DINI 1. (au berat atau ringan, yang pasti ejakulasi dini mengakibatkan hubungan seksual berlangsung tidak harmonis. . :alaupun dapat mencapai orgasme, pria yang mengalami ejakulasi dini juga merasa sangat kecewa karena tidak mampu memberikan kepuasan seksual kepada pasangannya. #. %ria yang mengalami ejakulasi dini sering mengalami stres, tidak percaya diri, rendah diri, dan malu terhadap pasangannya. Dalam waktu lama dapat terjadi disfungsi ereksi. %asangannya tentu kecewa, tidak puas, jengkel, marah, dan akhirnya mengalami disfungsi seksual seperti hilangnya gairah seksual. ,. 4ebih jauh, reaksi yang muncul adalah perasaan takut atau khawatir setiap akan melakukan hubungan seksual. %erasaan ini justru akan semakin memperburuk keadaan ejakulasi dini. /alau keadaan ini terus berlangsung, maka pada akhirnya pria itu dapat mengalami disfungsi ereksi. 0. :anita yang mempunyai pasangan mengalami ejakulasi dini pada umumnya tidak dapat mencapai orgasme karena hubungan seksual segera berakhir. /ekecewaan yang muncul selanjutnya dapat berubah menjadi kejengkelan disertai perasaan takut setiap akan melakukan hubungan seksual. )kibat lebih jauh dapat berupa hilangnya dorongan seksual dan dispareunia *rasa nyeri yang terjadi saat bersetubuh+. I% PENATALAKSANAAN EJAKULASI DINI

1. %ertama'tama disarankan untuk melakukan se2 therapy. . 7ika se2 therapy tidak berhasil, maka lakukan cara yang kedua yaitu menggunakan obat. -bat untuk mengatasi ejakulasi dini adalah obat yang berkhasiat mengontrol ejakulasi. )da beberapa jenis obat yang dapat mengontrol ejakulasi.3ergantung penyebabnya karena penyebabnya banyak berkaitan dengan fungsi serotonin, maka diperlukan obat yang mengatur fungsi serotonin.misalnya, golongan !!R; *!electi"e !erotonin Reuptake ;nhibitor+. #. /alau ejakulasi dini diakibatkan oleh gangguan ereksi, maka dengan memperbaiki fungsi ereksi, ejakulasi dapat diperlambat. 7adi obat disfungsi ereksi bermanfaat kalau ejakulasi dini disebabkan oleh gangguan ereksi. ,. <ara pengobatan lainnya ialah dengan cara operasi terhadap saraf yang mengontrol terjadinya peristiwa ejakulasi. Se* T+erap+,, yang dilakukan untuk mengontrol ejakulasi dilakukan dengan bantuan istri. %ada dasarnya cara ini dilakukan melalui beberapa langkah : 1.;stri melakukan masturbasi terhadap suami yang menderita ejakulasi dini dengan posisi suami berbaring terlentang, sampai suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi. .%ada saat suami merasa ingin orgasme dan ejakulasi, istri melakukan penekanan pada penis dengan menggunakan ibu jari, telunjuk dan jari tengah, selama beberapa detik untuk menghambat terjadinya ejakulasi.

#.;stri melakukan masturbasi terhadap suami sampai terjadi ereksi yang cukup, lalu segera memasukkannya ke dalam "agina dalam posisi istri di atas tanpa melakukan gerakan. $ila suami merasa akan ejakulasi, istri segera mengangkat tubuhnya dan melakukan penekanan pada penis seperti pada langkah kedua. !elanjutnya rangsangan dengan masturbasi diulang lagi, dan dilanjutkan dengan hubungan seksual seperti di atas. ,.Dilakukan setelah beberapa hari melakukan latihan di atas. %ada langkah ini, suami dii.inkan melakukan tekanan untuk mempertahankan ereksinya selama melakukan hubungan seksual dengan posisi istri di atas. 0.Dilakukan bila suami sudah lebih mampu mengontrol ejakulasi. %ada langkah ini pasangan dapat melakukan hubungan seksual dengan posisi samping./alau dengan posisi ini suami mampu menahan ejakulasi, maka hubungan seksual dapat dilakukan dalam posisi suami di atas.4atihan tersebut diharapkan tetap dilakukan selama 1'1 bulan setelah itu, dan kapan saja diperlukan. Disamping se2 terapy di atas , untuk mengatasi ejakulasi dini dapat dapat di lakukan !enam /E&E4. !enam atau latihan kegel dikenal sebagai latihan otot'otot panggul untuk meningkatkan kualitas hubungan seksual. /egel adalah suatu latihan otot dasar panggul %uboccoccygeus *%<+ atau %el"ic =loor (uscle yang semula dipergunakan untuk terapi pada wanita yang tidak mampu mengontrol keluarnya urin.4atihan ini bermanfaat menguatkan otot panggul termasuk penis serta menambah kemampuan potensi seksual.Dan hasilnya ternyata memuaskan. 3eknik senam /egel yang paling sederhana dan mudah dilakukan adalah dengan seolah'olah menahan kencing *pada wanita dan pria+. /encangkan atau kontraksikan otot seperti menahan kencing, pertahankan selama 0 detik, kemudian relaksasikan *kendurkan+. 8langi lagi latihan tersebut setidaknya lima kali berturut'turut. !ecara bertahap tingkatkan lama menahan kencing 10' > detik, lakukanlah secara serial setidaknya 1'1 kali tiap latihan. <aranya dengan mengencangkan otot'otot tersebut seban"ak 1> kali dan mengendorkannya 1> kali setiap hari, dalam tempo satu hingga satu setengah bulan, secara otomatis )nda akan menjadi terbiasa untuk menunda ejakulasi sehingga orgasme berulangkali dapat dialami. J% PEMERIKSAAN PENUNJAN %ada pria dengan ejakulasi dini dan tanpa permasalahan medis umum lainnya, tidak ada pemeriksaan 4ab kon"ensional yang dapat membantu atau mempengaruhi pemilihan jenis terapi.

%emeriksaan kadar testosterone dan prolactin serum cocok dilakukan jika ejakulasi dini di sertai denagn permasalahan impotensi.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DEN AN EJAKULASI DINI A% PEN KAJIAN #% A-ti.ita/ atau i/tira+at &ejala : mudah lelah, sulit berkonsentrasi, saat memiliki waktu luang lebih banyak di gunakan untuk melihat gambar, film ataupun berimajinasi tentang hal' hal yang membangkitkan libido. !% Sir-ula/i Hipertensi dan )terosklerosis $% Inte0rita/ e01 /ecemasan, malas, takut ketidakmampuan dalam berhubungan seksual terutama kepada pasangan, pasangan tidak mampu menerima keadaan suaminya karena tidak mendapatkan kepuasan saat berhubungan seksual.

2% Elimina/i 9ormal 3% Ma-anan4 5airan %enurunan nafsu makan, anoreksia 6% N,eri4 -en,amanan 3idak nyaman dalam berhubungan seksual 7% Se-/ualita/ /etidakmampuan dalam mempertahankan ejakulasi, penurunan libido &% 1. . #. '% DIA N)SA KEPERAWATAN %erubahan pola seksualitas berhubungan dengan gangguan biopsiko seksualitas *cemas+. &angguan harga diri rendah berhubungan dengan perubahan fungsi seksual. Resiko tinggi disfungsi seksual berhubungan dengan penurunan libido. INTER8ENSI

#% Peruba+an p1la /e-/ualita/ ber+ubun0an den0an 0an00uan bi1p/i-1 /e-/ualita/ 95ema/:% Tu;uan : setelah di lakukan tindakan keperawatan di harapkan pola seksualitas kembali normal. Kriteria +a/il: menyebutkan pengetahuan dan pemahaman tentang keterbatasan seksualitas. a. ;nter"ensi: <atat pemikiran pasien? orang terdekat yang berpengaruh bagi pasien mengenai seksualitas. R? : mungkin mereka beranggapan keterbatasan kondisi akan berpengaruh pada fungsi seksualitas.

b. $erikan suasana terbuka dalam diskusi mengenai seksualitas. R?: untuk membantu memecahkan masalah yang sedang di hadapi. c. E"aluasi faktor budaya dan agama ? nilai dan konflik yang muncul. R? : mengetahui persepsi klien tentang masalah seksual yang muncul.

d. /olaborasi, rujuk pada ahli terapi? konsultan seks. R? : membantu dalam memecahkan masalah dalam hubumgan seksualitas. !% an00uan +ar0a diri renda+ ber+ubun0an den0an peruba+an <un0/i /e-/ual% Tu;uan : setelah di lakukan tindakan keperawatan di harapkan menunjukkan gerakan ke arah penerimaan diri dalam situasi. Kriteria +a/il : pengenalan dan ketidaktepatan perubahan konsep diri tanpa menegatifkan harga diri, menyusun tujuan yang realistic dan secara aktif berpartisipasi dalam program terapi.

;nter"ensi : a. Dorong pasien untuk mengekspresikan perasaan misal marah, sedih dan berduka. R? : memberi kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan terhadap masalah yang di alami sehingga pasien dapat membuat rencana untuk masa depan.

b. @akinkan perasaan ? masalah pasangan sehubungan dengan aspek seksual, serta memberi informasi dan dukungan. R? : respon negati"e yang di arahkan pada pasien dapat secara actual menyatakan masalah pasangan tentang rasa sedih pasien, takut, kesulitan dalam menghadapi perubahan. c. ;dentifikasi perilaku menarik diri, menganggap diri negati"e. R? : mengidentifikasi tahap kehilangan.

d. /aji tingkat stress emosi klien R? : kondisi stress dapat memperberat kondisi gangguan reproduksi yang di alaminya. $% Re/i-1 tin00i di/<un0/i /e-/ual ber+ubun0an den0an penurunan libid1% Tu;uan = setelah di lakukan tindakan keperawatan di harapkan tidak terjadi disfungsi seksual. Kriteria +a/il = 'menyatakan pemahaman perubahan anatomi? fungsi seksual 'mendiskusikan masalah tentang gambaran diri, peran seksual, hasrat seksual pasangan dengan orang terdekat. ' mengidentifikasi kepuasan? praktik seksual yang di terima dan beberapa alternati"e cara mengekspresikan seksual. a. ;nter"ensi: (endengarkan pernyataan pasien? orang terdekat. R? : masalah seksual sering tersembunyisebagai pernyataan humor dan atau ungkapan yang gambling.

b. Dorong pasien untuk berbagi pikiran? masalah dengan teman. R? : komunikasi terbuka dapat mengidentifikasi area penyesuaian? masalah dan meningkatka diskusi dan resolusi. c. !olusi pemecahan masalah terhadap masalah potensial, contoh menunda koitus seksual saat kelelahan, melanjutkannya dengan ekspresi alternati"e. R? : membantu pasien kembali pada hasrat? kepuasan akti"itas seksual.

d. )njurkan pasangan untuk memperlihatkan penerimaan? perhatiannya. R? : sesorang dengan gangguan kognitifnya, biasanya tidak kehilangan kebutuhan dasarnya pada pola afektif, rasa cinta, perasaan di terima dan ekspresi seksual.