Anda di halaman 1dari 8

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya kehidupan manusia, komunikasi yang dikembangkan dalam masyarakat juga mengalami kemajuan. Sekarang ini komunikasi tidak hanya digunakan sebagai media untuk memenuhi kebutuhan dasar antar individu saja, namun juga memiliki peran dalam aspek lainnya dalamm kehidupan, salah astunya dalam dunia kesehatan. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses

penyembuhan klien (Depkes RI, 199 !. Dalam pengertian lain mengatakan bah"a komunikasi terapeutik adalah proses yang digunakan oleh pera"at memakai pendekatan yang diren#anakan se#ara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan pada klien. Kebudayaan merupakan $enomena yang universal, yang memiliki gambaran yang khas tiap kelompok tertentu, men#akup pengetahuan, keper#ayaan, adat dan ketrampilan yang dimiliki anggota kelompok tersebut. %enduduk dari kelompok sosiokultural yang berbeda akan mempunyai perbedaan budaya, keper#ayaan, tata nilai dan gaya hidup. &eberapa $aktor tersebut se#ara bermakana akan mempengaruhi #ara individu berespon terhadap masalah kepera"atan, terhadap pemberi pelayanan kepera"atan dan terhadap kepera"atan itu sendiri. 'ika $aktor tersebut tidak dipahami dan dihargai oleh pemberi pelayanan kesehatan, maka pelayanan kepera"atan yang diberikan mungkin menjadi tidak e$ekti$. (danya keragaman budaya akan menjadi jelas, bah"a pebedaan budaya harus dipertimbangkan, dipahami dan dihargai. dan pelayanan kepera"atan yang

diberikan harus sesuai dengan budaya yang dimiliki. )al ini merupakan tantangan tersendiri bagi seorang pera"at.

1.2 Rumusan Masalah 1.*.1 1.*.* 1.*., 1.3 Tujuan 1.,.1 1.,.* 1.,., -ntuk mengetahui pengertian komunikasi. -ntuk mengetahui penegertian kebudayaan. -ntuk mengetahui kendala yang dihadapi pera"at pada pasien berbeda budaya. (pa pengertian komunikasi terapeutik+ (pa pengertian kebudayaan+ (pa kendala yang dihadapi pera"at pada pasien berbeda budaya+

1.4 Man aat Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat mengetahui kendala komunikasi yang dihadapi pera"at pada pasien dengan berbeda budaya, pera"at diharapkan dapat mengatasi kendala tersebut.

BAB 2. PEMBAHA!AN

2.1 Pengert"an k#mun"kas" tera$eut"k Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang diren#anakan se#ara sadar, bertujuan dan kegiatan dipusatkan untuk kesembuhan pasien. .ujuan komunikasi terapeutik adalah membantu pasien memperjelas dan mengurangi beban perasaan dan pikiran, membatu mengambil tindakan e$ekti$ untuk pasien, membantu memengaruhi orang lain, lingkungan $isik dan diri sendiri. %era"at sebagai tenaga yang pro$esional mempunyai kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya asuhan kepera"atan yang komprehensi$ dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik. -ntuk menjalankan perannya dengan baik, pera"at perlu memiliki keterampilan dalam mengklari$ikasi nilai, konseling dan komunikasi. Komunikasi teraupetik disampaikan se#ara rahasia karena klien tahu bah"a semua in$ormasi yang disampaikan pada pera"at menjadi bagian dari #atatan medis dan tidak disebarkan sebagai gossip, maka klien merasa nyaman untuk memaparkan hal/hal yang berhubungan dengan data kesehatan, apa yang menjadi perhatian, ketakutan atau masalah keluarga. Komponen dasar komunikasi terapeutik adalah kerahasiaan keterbukaan diri (sel$/dis#losure!, privasi, sentuhan, mendengarkan akti$, dan melakukan pengamatan. Komunikasi terapeutik pada akhirnya menetukan pera"at untuk menetapkan hubungan kerja dengan klien dan keluarganya. %roses komunikasi terapeutik sering kali meliputi kemampuan dan komitmen yang tulus untuk membantu pasien atau klien men#apai keberhasilan bersama.
3

2.2 Pengert"an ke%u&a'aan &udaya adalah kata sederhana dengan pengertian kompleks yang men#akup seluruh "ilayah aktivitas manusia. Se#ara spesi$ik, budaya dide$inisikan sebagai pola kompleks dari makna, keper#ayaan, dan tingkah laku bersama yang dipelajari dan diperoleh oleh kelompok orang selama perjalanan sejarah. &udaya men#erminkan keseluruhan dari tingkah laku manusia, termasuk nilai, sikap, dan #ara/#ara berhubungan dan berkomunikasi satu dengan yang lain. )al ini juga men#akup konsep diri individu, alam semesta, "aktu, dan ruang, termasuk juga kesehatan, penyakit, dan kesakitan. 0leh karena kita semua memiliki beragam aspek kehidupan, individu umumnya masuk ke dalam lebih dari satu kelompok budaya atau su%kultur, yang menga#u pada kelompok/kelompok terpisah dalam konteks kultural ang lebih besar. Kelompok kelompok budaya yang banyak ini dapat berasal dari agama, pekerjaan, jenis kelamin, usia, penyakit, dan banyak $aktor lain dari seseorang. Sebagai #ontoh, seorang pasien "anita Irlandia Katolik dengan kanker, akan men#erminkan beragam aspek, dalam tingkat tertentu, dari semua kelompok kultural ini. Istilah kultur sebaiknya tidak diran#ukan dengan istilah ras, "alaupun ras menga#u pada pengelompokkan orang dengan keturunan keluarga dan biologis yang sama. Ras seseorang umumnya di#erminkan dalam karekteristik $isik, seperti "arna kulit, dan diteruskan sepanjang generasi. 1ipson mende$inisikan keetnisa sebagai kelompok individu yang dibangun se#ara sosial, kultural, dan politis yang memegang set karakteristik bersama yang tidak dibagi dengan orang lain, yang dengannya anggota membuat persetujuan.

2.3 (en&ala)ken&ala k#mun"kas" 1. Bahasa Indonesia memiliki beraneka ragam bahasa. &ahasa juga merupakan

salah satu syarat dalam komunikasi. 2amun sekarang ini banyak ditemukan kendala komunikasi di rumah sakit. Seorang pera"at mendapatkan atau
4

menemukan kendala komunikasi apabila pera"at tersebut memiliki budaya atu #ulture yang berbeda dengan pasien. (pabila bahasa pera"at dengan pasien berbeda maka pasien akan terkendala dalam mendapatkan in$ormasi. %era"at juga akan bingung bagaimana menyampaikan in$ormasi yang benar apabila pasien tersebut tidak mengetahui bahasa pera"at. 2. (urangn'a $engetahuan Seorang pera"at seharusnya memiliki pengetahuan yang tinggi karena pera"at di rumah sakit tidak hanya mera"at pasien yang datang dari daerah yang sama dengan pera"at, namun datang dari berbagai daerah yang memiliki bahasa dan adat yang berbeda. (pabila pera"at tidak memiliki pengetahuan yang tinggi tentang bahasa atau adat yang dimiliki pera"at akan terkendala dalam menyampaikan in$ormasi kepada pasien yang dira"atnya. 3. (urangn'a ke$er*a'aan &anyak ditemukan pasien yang berbeda budaya dengan pera"at biasanya menganggap rendh pera"at itu sendiri. 3ereka kurang per#aya dengan in$ormasi yang diberikan pera"at itu dikarenakan pera"at menggunakan bahasa yang berbeda dengan pasien sehingga biasanya mun#ul pikiran negati$ dari pasien. 3ereka biasanya menganggap in$ormasi yang diberikan oleh pera"at itu tidak benar atau dengan kata lain pera"at berbohong kepada mereka. )al itu merupakan salah satu kendala komunikasi pera"at dengan pasien berbeda budaya. 4. Prese$s" &an hara$an &anyak ditemukan orang/orang yang memiliki budaya yang berbeda gagala dalam melakukan komunikasi karena kesalah pahaman. Kesalah pahaman itu sering kali mun#ul ketika pera"at dan pasien memiliki persepsi
5

yang berbeda. )arapan bah"a pasien memiliki pera"at dan dokter juga dapat menyebabkan masalah komunikasi lintas budaya.

+.

A&at (dat sangat kental hubungannya dengan budaya. &iasanya adat seorang pasien berbeda dengan adat seorang pera"at. 0leh karena itu kendala komunikasi pun akhirnya mun#ul. %era"at yang tidak tahu atau mengerti adat pasien biasanya bingung dan menyebabkan pasien merasa tidak nyaman dan membuat in$ormasi tidak berlangsung dengan baik.

,. Per"laku atau t"ngkah laku %erilaku atau tingkah laku pasien yang berbeda budaya biasannya berbeda jauh dengan budaya kita. )al itu biasanya membuat pera"at bingung dalam melakukan tindakan asuhan kepera"atan. Dengan kebingungan tersebut juga membuat mun#ulnya kendala komunikasi karena pera"at bingung untuk menyampaikan in$ormasi kepada pasien.

BAB 3. PENUTUP

1.1 (es"m$ulan Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting yang dapat membuat kita menyampaikan sebuah in$ormasi dengan mudah kepada orang lain. Di dunia kepera"atan komunikasi adalah sebuah alat untuk memeberikan in$ormasi kepada pasien atau klien seperti tentang penyakit yang dideritannya. %ada pasien yang memiliki perbedaan budaya dengan pera"at sering mengalami kendala dalam menyampaikan in$ormasi antara lain perbedaan bahasa, kuragnya pengetahuan, kurangnya keper#ayaan, presepsi dan harapan, adat, dan perilaku atau tingkah laku.

1.2 !aran Sebagai seorang pera"at kita harus menyampaikan sebuah in$ormasi kepada pasien atau klien dengan benar dan dapat dimengerti oleh pasien. -ntuk itu seorang pera"at harus benar/benar memperhatikan #ara/#ara berkomunikasi yang benar agar pesan yang disampaikan kepada pasien atau klien tersampaikan dan dimengerti oleh pasien atau klien itu sendiri.

DA-TAR PU!TA(A peran/kultur/dalam/pengkajian/pasien,.pd$ 2ugroho, 4ahjudi. *559. Komunikasi dalam Keperawatan Gerontik. 'akarta6 789 9arpenito, 1ynda. *559. Diagnosis Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinis edisi 9. 'akarta6 789 -ripni, 9hristina,dkk. *55,. Komunikasi Kebidanan. 'akarta6 789 Kusnanto. *55:. Pengantar Profesi & Praktik Keperawaratan Profesioanal. Ri#hard dan .urner, 1ynn. ). *55;. Pengantar TEOR KO!"# KA$ Analisis dan Aplikasi edisi %. 'akarta6 Salemba )umanika. (r"ani. *55,. Komunikasi Dalam Keperawatan. 'akarta6 789 4ong, Donna. 1, dkk. *559. &uku A'ar Keperawatan Pediatrik. 'akarta6 789