Anda di halaman 1dari 4

FAKTOR TEMPERATUR YANG BERPENGARUH TERHADAP AKSI DAN PRODUKSI ETILEN PADA BUAH

Kelompok 3 1. Rian Wicaksono 2. Boliktron Harlismoyo A 3. Nadia Dwi Larasati 4. Ririn Ernawati 20120210086 20120210099 20120210102 20120210122

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2014

I.

PENDAHULUAN

Etilen adalah suatu gas yang dapat digolongkan sebagai hormon yang aktif dalam proses pematangan buah. Disebut hormon karena dapat memenuhi persyaratan sebagai hormon yaitu dihasilkan oleh tanaman, bersifat mobil dalam jaringan tanaman dan merupakan senyawa organik. Secara tidak disadari, penggunaan etilen pada proses pematangan sudah lama digunakan, jauh sebelum senyawa itu diketahui nama dan peranannya. Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi dari hasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperan dalam pematangan buah dan kerontokan daun. Senyawa etilen pada tumbuhan ditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gas etilen. Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap. Gas etilen ini lebih banyak berperan dalam proses pematangan buah. Sebagai salah satu contohnya yaitu etilen akan mempengaruhi pematangan buah dengan mendorong pemecahan tepung dan penimbunan gula. Namun dalam kerjanya, tentu etilen ini dipengaruhi oleh banyak faktor yang akan meningkatkan aksi dan produksi etilen dalam buah maupun akan menghambatnya. Beberapa faktor tersebut diantaranya genotip, umur fisiologis, temperatur, kadar O2 dan CO2, hidrokarbon lain, ZPT, stres, etilen eksogen. Masing-masing faktor tersebut akan meningkatkan aksi dan produksi etilen apabila berada pada kondisi yang sesuai dan akan mulai menghambat apabila tidak sesuai dengan kerja etilen itu sendiri. Salah satunya misal pada faktor temperatur. Temperatur akan mampu membantu meningkatkan aksi dan produksi etilen dan juga di sisi lain akan menghambat kerja etilen.

II.

PEMBAHASAN

Etilen merupakan gas yang memiliki peranan dalam proses pematangan buah. Hal ini dapat dilihat dari kerja etilen dalam mempengaruhi proses fisiologi tanaman khususnya dalam hal ini buah. Proses fisiologi yang terjadi yaitu diantaranya perubahan warna kulit, susut bobot, penurunan kekerasan, dan peningkatan kadar gula. Etilen dalam melakukan kerjanya dalam proses pematangan buah tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor yang mendukungnya. Salah satu faktornya yakni temperatur. Temperatur merupakan salah satu faktor yang berasal dari lingkungan yang turut mempengaruhi kerja etilen. Temperatur ini juga dipandang sebagai salah satu faktor penting dalam peningkatan aksi dan produksi etilen pada buah. Temperatur ini nantinya akan berkaitan erat dengan proses enzimatis yang bekerja pada etilen. Hal ini mengingat etilen merupakan hormon yang dalam setiap prosesnya ada enzim-enzim yang bekerja dan mempengaruhinya. Berbagai tingkat suhu/temperatur akan memberikan efek yang berbeda pada kerja etilen pada buah. Salah satunya pada saat penyimpanan buah untuk memperpanjang umur simpannya. Pada perlakuan penyimpanan buah pada suhu rendah dan penggunaan perlakuan lingkungan penyimpanan dengan atmosfir, beberapa enzim yang bekerja pada etilen akan terhambat kerjanya yang nantinya juga akan menghambat kerja etilen itu sendiri. Perlakuan lingkungan penyimpanan dengan atmosfir terkendali dan penyimpanan pada suhu rendah digunakan karena dapat menunda kemasakan dan menghambat ekspresi mRNA untuk enzim-enzim selulase, poligalakturonase, dan enzim-enzim dalam sintesis etilen yang sangat berhubungan erat dengan kehidupan buah pasca panen (Dopico et al., 1993 dalam Efendi, 2005). Penyimpanan pada suhu rendah masih merupakan masalah pada komoditi tropika karena rentan terhadap chilling injury (Morton, 1987; Kays, 1997 dalam Efendi, 2005). Selain mempengaruhi pada terhambatnya enzim-enzim tersebut, penyimpanan buah pada suhu ruang yaitu suhu pada kisaran 20-290C juga akan mempengaruhi kerja etilen. Pada suhu 250C, etilen akan mengalami puncak optimum dalam melakukan kerjanya. Sedang pada suhu diatas 300C, kerja etilen

akan mulai terhambat. Hal ini dikarenakan pada suhu tersebut enzim-enzim yang bekerja akan mulai rusak atau tidak dapat bekerja pada tingkatan suhu tersebut. Begitu pula pada temperatur rendah, temperatur rendah dapat menekan produksi etilen. Oleh karena itu penyimpanan dengan suhu rendah akan dapat memperpanjang daya simpan dari buah-buahan tersebut. Aktivitas etilen dalam pematangan buah akan menurun dengan turunnya temperatur.

III. KESIMPULAN Produksi etilen dipengaruhi oleh proses enzimatis yang bekerja pada etilen. Temperatur merupakan faktor lingkungan yang berkaitan erat dengan kerja enzim tersebut. Secara umum produksi etilen pada temperatur 2 akan bekerja optimum. Sedangkan bila temperatur berada di atas 30 kerja enzim akan terhambat atau bahkan rusak, begitu pula pada temperatur rendah yang dapat menekan produksi etilen.

DAFTAR PUSTAKA Tommy. 2012. Etilen dan ABA. http://blog.ub.ac.id/mastertommy/files/2012/02/Etilen-dan-ABA.docx Bebibandel. 2011. Makalah Fisiologi Pasca Panen Pengaruh. http://bebibandel.blogspot.com/2011/05/makalah-fisiologi-pascapanen-pengaruh.html Efendi, D. 2005. Rekayasa Genetika untuk Mengatasi Masalah-Masalah Pascapanen. Review.S