Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup populer di tengah
masyarakat Indonesia. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat
sebagai sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Jamur tiram (Pleurotus ostreatus)
adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk
kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga
krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan
bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus
eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Tubuh buah
jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: Pleurotus)
dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama
binomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah
warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan tekstur permukaan
yang licin dan mengkilap menyerupai kulit kerang, diameter 5-20 cm yang
bertepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga
memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-113-4 m
serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat. Media yang
umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang
merupakan limbah dari penggergajian kayu karena mampu menyediakan nutrisi bagi
jamur seperti jumlah lignoselulosa, lignin, dan serat pada serbuk gergaji memang
lebih tinggi selain itu sifatnya yang empuk dan tidak terlalu keras seperti kayu
akasia, sehingga memudahkan akar jamur mencengkeram media tanam . Jenis-jenis
kayu keras yang bisa digunakan sebagai media tanam jamur tiram antara lain sengon,
kayu kampung, dan kayu mahoni.
Jamur tiram mengandung protein, lemak, fospor, besi, thiamin dan riboflavin
lebih tinggi dibandingkan dengan jenis jamur lain. Jamur tiram mengandung 18
macam asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak mengandung
kolesterol.
Sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya
berbentuk keripik jamur tiram dan bentuk lain.. Jamur tiram ini memiliki manfaat
kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa
penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat yaitu sumber protein
nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah
tinggi dan jantung, mengurangi berat badan, dan diabetes. Kandungan Vit. B-
komplek tinggi, dapat menyembuhkan anemia, anti tumor, dan mencegah kekurangan
zat besi. Jamur tiram memiliki beberapa keunggulan bisnis tersendiri yang
menjadikannya pantas untuk anda geluti sebagai usaha. Prospek usaha jamur tiram
cukup bagus, mengingat permintaan pasar yang tinggi dan ketersediaan jamur tiram
yang berkualitas masih minim.Selain manfaat jamur tiram untuk kesehatan, jamur
tiram banyak dipilih oleh masyarakat sebagai bahan makanan yang diolah menjadi
berbagai macam masakan. Dari mulai pepes jamur tiram, oseng jamur tiram, nagget
jamur tiram dan kreasi masakan lainnya. Rasa jamur yang enak dan tampilan yang
mulus menjadikan jamur ini memiliki banyak penggemar.
Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Jamur tiram
merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang
sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga
produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.





BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Botani
2.1.1 KlasifikasiJamur tiram (Pleurotus ostreatus)
Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok
Basidiomycotadan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum
tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah
lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.
Jamur Tiram diklasifikasikan sebagai berikut (Anonim) :
Kingdom : Mycetea
Divisio : Amastigomycotae
Phylum : Basidiomycotae
Kelas : Hymenomycetes
Ordo : Agaricales
Family : Pleurotaceae
Genus : Pleurotus
Spesies : Pleurotus ostreatus
Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping
(bahasa Latin:pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur
tiram mempunyai namabinomial Pleurotus ostreatus. Bagian tudung dari jamur
tersebut berubah warna dari hitam,abu-abu, coklat, hingga putih, dengan
permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yangbertepi tudung mulus sedikit
berlekuk. Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentukbatang berukuran
8-113-4m serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

2.1.2 Syarat Tumbuh
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram bisa
berupa factor fisik, kimia ataupun biologi. Diantaranya yaitu suhu, pH,
kelembaban, kandungan air, O2, CO2, kualitas kultur jamur (F0), dan
kontaminan.
Berikut ini merupakan syarat tumbuh untuk budidaya jamur tiram:
1. Media
Jamur tiramdapat dibudidayakanmenggunakan kayu atau serbuk
gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai
bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras
banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh
jamur dalam jumlah banyak, disamping itu kayu yang keras membuat media
tanaman tidak cepat habis. Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu
berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan
kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah,
sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat
pertumbuhan misellium.
2. Suhu dan Kelembaban
Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang
penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada
umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan
dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar
antara 22 - 28
o
C dengan kelembabon 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh
buah memerlukan suhu udara antara 16 - 22
o
C.Kelembaban pada saat
pertumbuhan jamur antara 80-90 %.
3. Cahaya
Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalamkeadaan
gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium
ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan
buah memerlukan adanya rangsangan sinar.Intensitas cahaya yang diperlukan
saat pertumbuhan jamur sekitar 10 %.
4. Air
Kandungan air dalam media berkisar antara 60-65 %, apabila kondisi
media kering maka pertumbuhan jamur akan terganggu, begitu pula
sebaliknya apabila kandungan air media terlalu tinggi maka miselium akan
membusuk dan mati. Penyemprotan uap air kedalam ruangan dapat dilakukan
untuk mengatur suhu dan kelembaban.
5. pH
Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan
jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan
mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu
diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur ( Calsium carbonat )

2.1.3 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhandan HasilJamur Tiram
Budidaya jamur tiram membutuhkan lingkungan spesifik agar
menghasilkan produksi optimal.Ada banyak faktor budidaya keberhasilan, salah
satunya adalah pertumbuhan lingkungan harus kondusif.Pertumbuhan diawali
munculnya pertumbuhan miselium, miselium kemudian membentuk tunas atau
calon tubuh buah jamur (pin head), lebih lanjut akan berkembang menjadi tubuh
buah (jamur).Untuk menciptakan Lingkungan kondusifbagi pertumbuhan
miselium jamur maupun tubuhbuah , perlu diperhatikan faktor-faktor seperti
suhu, intensitas cahaya matahari, keasaman (ph), kelembaban maupun oksigen.
Suhu Udara kondusif untuk menunjang pertumbuhan miselium jamur
tiramberkisar antara 22-28 C.Intensitas cahaya matahari diperlukan selama
proses budidaya jamur tiram, khususnya saat pembentukan tubuhbuah.
Penyinaran cahaya matahari langsung bisa mengakibatkan terhambatnya
pertumbuhan miselium atau merusak tubuh buah yang sudah terbentuk.Derajat
keasaman (ph) yang tepat memungkinkan jamur tumbuh optimal.Untuk
budidayajamur tiram membutuhkan kisaran pH 6-7.Lingkungan terlalu asam atau
terlalu basa justru akan menghambat pertumbuhannya.
selain faktor suhu, intensitas cahaya matahari, serta keasaman (ph), faktor
lainseperti kelembaban dan oksigen sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya
jamur.Substrat harus tetap terjaga dalamkondisi lembabkarena akan berpengaruh
terhadap hasil produksi.Kelembaban udara selama pertumbuhan bibit maupun
pertumbuhan tubuh jamur tiram yang ideal adalah 90%.Salah satu cara untuk
menjaga agar kelembaban tetap terjaga adalah melakukan penyiraman lantai
ruangan budidaya menggunakankain bersih. Jamur merupakan tanaman saprofit
semiaerob sehingga membutuhkan asupan oksigen dalamjumlah cukup untuk
menopang pertumbuhannya.Jika oksigen tersedia dalamjumlah terbatas bisa
menyebabkannya menjadi layudan akhirnya mati.












BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Teknik Budidaya Jamur Tiram
3.1.1 Pembuatan Kubung
Kubung adalah bangunan tempat menyimpan bag log sebagai
mediatumbuhnya jamur tiram yang terbuat dari bilik bambu atau tembok
permanen.Didalamnya tersusun rak-rak tempat media tumbuh/log jamur tiram.
Ukuran kubungbervariasi tergantung dari luas lahan yang dimiliki. Tujuannya untuk
menyimpan baglog sesuai dengan persyaratan tumbuh yang dikehendaki jamur
tersebut. Bag logadalah kantong plastik transparan berisi campuran mediajamur. Rak
dalam kubungdisusun sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemeliharan
dan sirkulasiudara terjaga. Umumnya jark antara rak 75 cm. Jarak didalam rak 60
cm (4 5 baglog), lebar rak 50 cm, tingi rak maksimal 3 m, panjang disesuaikan
dengan kondisiruangan. Bag log dapat disusun secara vertikal cocok untuk daerah
lebih kering.
Sedangkan penyusunan secara horizontal untuk daerah dengan kelembaban
tinggi.Antara rak pertama berjarak 20 cm.Bahan-bahan yang diperlukan untuk
membuat kubung berupa tiangkaso/bambu, rak-rak, bilik untuk dinding dan atap
berupa genteng, asbes atau rumbia. Jumlah dan tinggi rak tergantung pada tinggi
ruang pemeliharaan dan jumlah baglogyang akan dipelihara.
Peralatan Dalam Pembuatan Baglog antara lain:
a. Alat Sterilisasi, bisa berupa drum, autoclave maupun boiler (steril bak)
lengkapdengan kompor.
b. Alat Pengadukan, ayakan, cangkul, sekop, ember, selang.
c. Alat inokulasi, lampu bunsen, masker, jas lab, spatula/pinset, alkohol/spritus,
handSprayer
d. Alat angkot, keranjang
e. Alat penyiraman
f. Alat Panen
3.1.2 Pembuatan Media Tanam
a. Pengayakan
Pengayakan adalah kegiatan memisahkan atau menyaring serbuk kayu
gergajiyang bersar dan kecil/halus sehingga didapatkan serbuk kayu gergaji yang
halus danseragam. Tujuannya untuk mendapatkan media tanam yang memiliki
kepadatantertentu tanpa merusak kantong plastik ( bag log) dan mendapatkan
tingkatpertumbuhan miselia yang merata.

Gambar 1. Pengayakan gergaji
b. Pencampuran
Pencampuran serbuk kayu gergaji dengan dedak, kapur dan gips sesuaitakaran
untuk mendapatkan komposisi media yang merata. Tujuannya menyediakansumber
hara/nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan dan perkemangan jamur tiramsampai siap
dipanen. Media untuk pertumbuhan jamur tiram sebaiknya dibuatmenyerupai kondisi
tempat tumbuhn jamur tiram di alam. Prosedur pelaksanaanya antara lain ;
Serbuk gergaji 100 kg sebagai media tanam
Dedak 15 kg sebagai sumber makanan tambahan bagi pertumbuhan jamur
Kapur 2kg dan gips 1 kg untuk mendapatkan pH 6-7 media tanam
sehinggamemperlancar proses pertumbuhan jamur
Serbuk gergaji yg sudah diayak dicampur dengan bekatul, kapur dan gips.
Campuran bahan diaduk merata dan ditambahkan air bersih hingga
mencapaikadar air 60-65%, dapat ditandai bila dikepal hanya mengeluarkan satu tetes
air dan bila dibuka gumpalan serbuk kayu tidak serta merta pecah. Bahan yang telah
dicampur bisa dikomposkan 1 hari, 3 hari, 7 hari atau langsung dikantongi.

Gambar 2. Pencampuran bahan untuk media jamur
c. Pemeraman
Kegiatan menimbun campuran serbuk gergaji kemudia menutupnya secara
rapat dengan menggunakan plastik selama 1 malam. Tujuannya
menguraikansenyawa-senayawa kompleks dengan bantuan mikroba agar diperoleh
senyawa-senyawakompleks dengan bantuan mikroba agar diperoleh senyawa-
senyawa yanglebih sederhana, sehingga lebih mudah dicerna oleh jamur dan
memungkinkanpertumbuhan jamur yang lebih baik.
d. Pengisian Media ke Kantung Palstik (Bag log)
Kegiatan memasukan campuran media ke dalam plastik polipropile
(PP)dengan kepadatan tertentu agar miselia jamur dapat tumbuh maksimal
danmenghasilkan panen yang optimal. Tujuannya menyediakan media tanam bagi
bibitjamur.

Gambar 3. Pengisian media ke dalam kantong plastik (bag log)
Prosedur pelaksanaan pengisian media kekantong plastik (bag log) antara lain ;
Campuran serbuk gergaji yang sudah dikompos dimasukan kedalam kantong
plastikukuran 18x30, 20x30, 23 x 35 tergantung selera.
Padatkan campuran dengan menggunakan botol atau alat lain
Ujung plastik disatukan dan dipasang cincin dari potongan paralon/bambu
pada bagianleher plastik sehingga bungkusan akan menyerupai botol
e. Sterilisasi
Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk menonaktifkan mikroba,baik
bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat menganggu pertumbuhan jamuryang
ditanam. Tujuannya mendapatkan serbuk kayu yang steril bebas dari mikrobadan
jamur lain yang tidak dikendaki. Sterilisasi dilakukan pada suhu 70 C selama 5 8
jam, sedangkan sterilisasi autoclave membutuhkan waktu selama 4 jam,
padasuhu121C, dengan tekanan 1 atm.

Gambar 4. Sterilisasi media jamur
f. Pendinginan
Proses pendinginan merupakan suatu upaya mkenurunan suhu media tanamsetelah
disterilkan agar bibit yang akan dimasukkan ke dalam bag log tidak mati.Pendinginan
dilakukan 8 12 jam sebelum dinokulasi. Temperatur yangdiinginkan adalah 30 -
35C. Prosedur pelaksanaannya antara lain :
Keluarkan bag log dari drum yang sudah disterilisasikan
Diamkan dialam ruangan sebelum dilakukan inokulasi (pemberian bibit)
Pendinginan dilakukan hingga temperatur mencapai 30 -35C

Gambar 5. Pendinginan media
3.1.3 Penanaman
a. Inokulasi Bibit (Penanaman Bibit)
Inokulasi adalah proses pemindahan sejumlah kecil miselia jamur dari
biakaninduk kedalam media tanaman yang telah disediakan. Tujuannya
adalahmenumbuhkan miselia jamur pada media tanam hingga menghasilkan
jamur yang siappanen. Prosedur pelaksanaan inokulasi bibit antara lain ;
Petugas yang akan menginokulasi bibit harus bersih, mencuci tangan
denganalkohol, dan menggunakan pakaian bersih.
Sterilkan saptula menggunakan alkohol 70% dan dibakar.
Buka sumbatan kapas bag log, buat sedikit lubang pada media tanam
denganmenggunakan kayu yang steril yang diruncingkan.
Ambil sedikit bibit jamur tiram (miselia) 1 (satu) sendok teh dan letakkan
kedalam bag log setelah itu sedikit ditekan.
Selanjutnya media yang telah diisi bibit ditutup dengan kapas kembali.
Media baglog yang telah dinokulasi dibuat hingga 22 - 28 C untk
mempercepatpertumbuhan miselium.
b. Inkubasi
Inkubasi adalah menyimpan atau menempatkaqn media tanam yang
telahdiinokulasi pada kondisi ruang tertentu agar miselia jamur tumbuh. Tujuanya
adalah
untuk mendapatkan pertumbuhan miselia.
Suhu ruang pertumbuhan miselia jamur antara 2830 C utk
mempercepatpertumbuhan miselium
Media baglog yg telah dinokulasi dipindahkan dalam ruang inkubasi
Inkubasi dilakukan hingga seluruh permukaan media tumbuh dalam
baglogberwarna putih merata setelah 20-30 hari.
Tutup kubung serapat mungkin sehingga cahaya matahari minimal,
kendalikansuhu ruang kubung mencapai 25 33oC.
c. Pemindahan ke Tempat Budidaya
Baglog yang telah putih ditumbuhi miselium dipindahkan ke kumbung
budidaya
Baglog yang miseliumnya sudah putih dan ada penebalan dibuka cincin
bambunya agar jamur bisa tumbuh.

Gambar 6. Pemindahan ke tempat budidaya
3.1.4 Perawatan
a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan dengan cara penyemprotan atau pengkabutan
denganmenggunakan air bersih yang ditujukan pada ruang kubung dan media
tumbuh jamur,tujuan untuk menjaga kelembaban kubung.


b. Pengendalian hama dan penyakit
Umumnya hama dan penyakit utama pada jamur tiram adalah tikus,
dapatdikendalikan dengan menggunakan seng sebagai pembatas bangunan
kubung agartidak naik keatas atau lem tikus. Pada malam hari sering
dilakukan pengecekankubung untuk mengusir tikus.
c. Pengaturan Suhu Ruangan
Membuka dan menutup pintu dan jendela (ventilasi) kubung dan
untukmengatur suhu dan kelembaban agar sesuai dengan kebutuhan yang
ditentukan.Tujuanya untuk mendapatkan pertumbuhan jamaur yang optimal.
Agar pertumbuhanjamur optimal diperlukan suhu ruangan dalam kubung 28 -
30C dan kelembabansebesar 50 -60% pada saat inkubasi. Sedangkan suhu
pada pembentukan tubuh buahsampai panen berkisar antara 22 -28 C dengan
kelembaban 90 95%. Apabilakelembaban kurang, maka substrat tanaman
akan mengering.
3.1.5 Pemanenan
Ciri-ciri jamur tiram yang sudah siap dipanen adalah ;
Tudung belum keriting
Warna belum pudar
Spora belum dilepaskan
Tekstur masih kokoh dan lentur


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan adalah:
Panen dilakukan dengan mencabut
Tanpa menyisakan bagian jamur
Bersih dan tidak berceceran
Jamur dipanen setelah 3 hari muncul pinhead, ukuran jamur cukup dan
jamurtidak terlalu basah, hal ini akan mempengaruhi harga dipasar
Baglog yang telah dipanen dibersihkan dari sisa-sisa jamur yang masih
menempelpada baglog supaya tidak mengundang hama dan penyakit
Jamur yang telah dipanen dibersihkan kemudian diwadahi dalam kantong
plastikukuran 3 kg, 5 kg, 10 kg dan siap dipasarkan.

Gambar 7. Jamur tiram yang siap dipanen
i. Penanganan Pasca Panen
Jamur tiram kebanyakan dijual secara curah dalam bentuk segar
sehinggamempunyai kelemahan tidak tahan lama disimpan.
Dijual dengan cara dipak ke supermarket, hotel dan restauran
Diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai tambah lebih seperti dalam
bentukpepes jamur, sate jamur, sop jamur, tumis jamur, dendeng jamur, jamur
lapistepung, kripik jamur, abon jamur, pangsit jamur, dll.
3.1.3 Usahatani Jamur Tiram
Berdasarkan jurnal penelitian dari Ratna Mustika Wardhani Dosen Fakultas
Pertanian Universitas Merdeka Madiun, yang berjudul Pengembangan Usaha Jamur
Tiram Pleurotus Ostreatus) Ditinjau Dari Pendapatan.


a. Analisa biaya












b. Analisa Pendapatan
1. Produksi dan Pendapatan Kotor

2. Pendapatan Usahatani
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui nilai pendapatan usaha tani jamur
tiram adalah sebesar Rp 6.018.330,- per kubung.
3. Keuntungan Usahatani
keuntungan yang diperoleh petani dari usaha jamur tiram selama satu periode
adalah sebesar Rp 4.659.329,22 per kubung.









VI PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Jamur tiram merupakan salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah
di indonesia. Jamur tiram ini memiliki khasiat obat yaitu untuk mencegah
timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan, dan
diabetes. Kandungan Vit. B-komplek tinggi, dapat menyembuhkan anemia, anti
tumor, dan mencegah kekurangan zat besi. Dan ada juga yang di manfaatkan
untuk menjadi makanan olahan dan minuman.
Budidaya jamur tiram meliputi:
1. Pembuatan Kubung
2. Pembuatan Media Tanam
3. Penanaman
4. Perawatan
5. Panen dan pasca panen
Berdasarkan penelitian dari Berdasarkan jurnal penelitian dari Ratna
Mustika Wardhani Dosen Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Madiun, yang
berjudul Pengembangan Usaha Jamur Tiram Pleurotus Ostreatus) Ditinjau Dari
Pendapatan. Usaha jamur tiram ini sangat menguntungkan karena pendapatan
yang di terinma lebih besar dari pada biaya yang dikeluarkan.











DAFTAR PUSTAKA

Anonymous
A
.2014. Karakteristik Jamur
Tiram.http://bibitjamurtiram.wordpress.com/2011/03/17/karakteristik-
jamur-tiram/ . diakses pada 3 Maret 2014
Anonymous
B
.2014.Prospek Usaha Jamur Tiram .http://rumahwirausaha.com/berita-
prospek-usaha-jamur-tiram.html . diakses pada 3 Maret 2014
Badri. Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kaliwung
Kalimuncar.Makalah Jamur. Cisarua. Bogor. 10 hal
Basuki Rahmat. 2000. Dasar-dasar Usaha Budidaya Jamur. MAJI pblikasi.
Bandung.97 hal.
Cahyana YA. Muchordji, M. Bakrun. 2001. Pembibitan, Pembudidayaan,
analisaUsaha Jamur Tiram. Penebar Swadaya. Jakarta.
Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka. Jamur Tiram.
DirektoratJenderal Bina Jenderal Hortikultura. Jakarta. 23 hal
Wardhani Ratna Mustika. 2011. Pengembangan Usaha Jamur Tiram (Pleurotus
Ostreatus) ditinjau dari Pendapatan. Fakultas Pertanian Universitas
Merdeka Madiun








TUGAS KELOMPOK
BUDIDAYA TANPA TANAH
BUDIDAYA JAMUR TIRAM








Oleh :
Kelompok 3 Kelas I
Susi Susanti (115040100111024)
Yuli Alfiatul Isadah (115040113111005)
Rynda Valentina Sidauruk (115040100111120)
Fika Andita Riani (115040100111186)

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2014