Anda di halaman 1dari 5

REVERSE TRANSCRIPTION

Rangkuman
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Genetika I
yang dibina oleh Bapak Duran Corebrima



oleh
Daysi Wulandari 1203414219
Dianti Wulandari 120341421941













UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
Februari 2014
REVERSE TRANSCRIPTION
Transkripsi balik (reverse transcription) merupakan proses kebalikan transkripsi
yaitu mengkopi RNA menjadi DNA. Lebih jelasnya reverse transcription adalah
proses yang mentranskripsikan untai tunggal RNA menjadi DNA komplemennya
(cDNA) dengan katalisator enzim reverse transcriptase, primer dNTPs dan enzim
RNAase inhibitor. Tanpa reverse transkripsi, pekerjaan mencari umumnya
dilakukan dengan mengisolasi DNA total genom kemudian memotong-
motongnya menjadi ratusan ribu potongan dan diteruskan dengan mempelajari
masing-masing potongan dengan teliti, cara tersebut menghabiskan waktu dan
tenaga yang banyak dan tidak efisien. Dengan enzim yang sesuai, pekerjaan
mencari gen tidak harus dimulai dengan mengisolasi DNA genom total tetapi
cukup dengan mengisolasi mRNA.
cDNA
cDNA (DNA komplemen) merupakan terminologi genetik yang mengacu pada
untai DNA yang disintesis dari template RNA melalui suatu reaksi yang
dikatalisis oleh enzim reverse transcriptase dan DNA polymerase. cDNA, beruntai
tunggal atau untai ganda, disintesis in vitro dari template mRNA menggunakan
enzim reverse transcriptase.
Tujuan mengkonversi mRNA menjadi cDNA adalah karena DNA sifatnya lebih
stabil dari pada RNA. Setelah dikonversi, untai cDNA tersebut dapat digunakan
untuk PCR, sebagai probe untuk analisis ekspresi dan untuk perbanyakan mRNA.
Jika seorang peneliti ingin mengekspresikan suatu protein spesifik dalam sel yang
tidak lazim memproduksi protein tersebut satu cara sederhana adalah dengan
mentransfer cDNA yang mengkode protein tersebut ke sel resipien. Pada kondisi
alamiah, cDNA tersintesis oleh reverse transcriptase yang mengubah untai tungal
RNA berdasarkan urutan pasanan basanya dan memasangkan dengan basa DNA
yang sesuai.


Enzim Reverse Transcriptase
Enzim reverse-transcriptase adalah enzim yang secara alami digunakan oleh
retrovirus untuk membuat copy DNA berdasarkan RNA-nya. Adapun retrovirus
itu adalah virus RNA yang mengandung reverse transcriptase. Enzim reverse-
transcriptase ditemukan oleh Howard Temin dan David Baltimore secara terpisah
pada tahun 1970 tidak lama setelah penemuan enzim restriksi. Enzim reverse-
transcriptase ini kemudian digunakan untuk mengkonstruksi copy DNA yang
disebut cDNA (complementary DNA) dengan menggunakan RNA sebagai
cetakannya. Dengan demikian gen atau bagian dari gen dapat disintesis
berdasarkan mRNA. Proses sintesis DNA dengan cara ini merupakan kebalikan
dari pada proses transkripsi. Oleh karena itu dinamakan transkripsi-balik.
Enzim reverse transcriptase sebenarnya bukanlah merupakan katalisator yang
efektif. Selama satu periode transkripsi setidaknya terdapat rata-rata 10 kesalahan
seperti salah baca kodon, melompati pembacaan beberapa kodon dan sebagainya.
Kesalahan-kesalahan tersebut relatif lebih parah dibandingkan dengan kesalahan
yang umum terjadi pada replikasi normal, hal tersebut karena proses transkripsi
normal mempunyai mekanisme koreksi yang mengurangi frekuensi kesalahan
transkripsi.
Primer
Tiga jenis primer yang umum digunakan dalam proses reverse transcription, yaitu:
1. Primer Oligo(dT) atau dNTPs
Primer dNTPs yang paling sering digunakan sebagai primer karena peneliti bisa
mendapatkan salinan cDNA lengkap dari full mRNA juga afinitas dNTPs
terhadap ekor poly A pada mRNA. Primer dNTPs menggandakan ekor poly A
mRNA dan terfosforilasi pada ujung 5 untuk menfasilitasi cloning cDNA.
2. Primer random hexamer
mRNA yang panjang atau tidak memiliki ekor poly A (mRNA prokariota), maka
pilihannya adalah random primer. Dengan random primer, ujung 5 gen-gen yang
panjang dapat ditranskripsi balik, tetapi cDNA yang diperoleh mungkin tidak
penuh dari seluruh gen. Biasanya digunakan random primer 6-mers, tetapi 8 atau
9-mers dapat meningkatkan ukuran cDNA karena primernya akan terhibridisasi
lebih jarang.
3. Gen spesifik primer.
Pilihan ketiga adalah primer spesifik gen yang dapat meningkatkan sensitivitas
dengan mengarahkan seluruh aktifitas enzim RT untuk mentranskripsi balik hanya
RNA tertentu saja. Jika yang kita lakukan adalah one-step RT PCR, primer
spesifik gen digunakan karena primer RT juga nantinya digunakan sebagai primer
reverse pada reaksi PCR-nya (Yepyhardi, 2010).


Pertanyaan
1. Diketahui bahwa enzim reverse transcriptase bukanlah katalisator yang
baik dan frekuensi terjadi kesalahan yang lebih tinggi daripada transkripsi
normal, lalu bagaimana akibat yang dimunculkan dari kesalahan tersebut,
apakah tidak berbahaya?
2.
Jawaban
1. Akibat dari kelemahan enzim reverse transcription sebagai katalisator dan
meningkatnya frekuensi kesalahan itu menguntungkan bagi prokariotik
seperti virus. Karena pada dasarnya pola genetic virus yang cepat berubah,
mengakibatkan sulit untuk diidentifikasi oleh imun tubuh, dan sulit dalam
memberantasnya, sehingga akan berdampak pada kesehatan tubuh.