Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR DAN PERKEMBANGAN HEWAN 1


JARINGAN IKAT








OLEH :


Nama : Dea Sintia
NIM : 08121004065
Kelompok : II
Asisten : Meilisa Dwinda A


LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2013
ABSTRAK

Praktikum mengenai struktur dan perkembangan hewan yang membahas tentang
Jaringan Ikat ini bertujuan untuk mengetahui eritrosit, leukosit, dan trombosit pada
jaringan hewan. Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 26 Maret 2013,
Pukul 08.00-10.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.
Alat yang digunakan adalah baki bedah, jarum suntik, kaca objek dan mikroskop.
Sedangkan bahan yang digunakan adalah mencit (Rana Cancrivora) dan larutan
gymsa. Adapun hasil yang di dapat yaitu gambar dari macam-macam jaringan saraf
mencit. Kesimpulan yang di dapat dari praktikum ini adalah bentuk dari bagian
bagian darah yakni bentuk eritrosit, bentuk leukosit dan bentuk trombosit dari jaringan
darah katak (Rana cancrivora).




















BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Jaringan ikat juga disebut jaringan penyokong, karena jaringan ini menyusun
rangka yang menyokong jaringan jaringan dan organ organ. Karena jaringan ikat
membentuk massa jaringan yang kontinyu antara system pembuluh darah dan semua
epitel, pertukaran zat zat antara keduanya harus terjadi melalui jaringan ikat, yang
dapat dikatakan milieu internal suatu organisme. Jaringan ikat tertentu khusus
membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan, dan tulang aka dijelaskan secara
terpisah dan dalam ini kita kan menjelaskan hanya apa yang disebut jaringan ikat sejati.
Jaringan ikat terdiri atas sel sel yang dispisahkan oleh sejumlah zat zat
ekstraseluler. Zat ekstraseluler terdiri atas serat serat yang terbenam dalam zat dasar
yang terdiri atas cairan jaringan (Geneser 1994: 151).
Jaringan ikat berkembang dari mesenkim, yang berasal dari mesoderm (lapisan
tengah embrio). Selain menjadi jaringan ikat (darah, tulang rawan, tulang, dan lemak),
mesenkim juga menjadi jaringan lain berupa otot, pembuluh darah, beberapa kelenjar,
dan epitelium. Letak sel-sel jaringan ikat tidak berhimpitan rapat (berpencar-pencar),
jika berhubungan hanya pada ujung-ujung protoplasmanya. jaringan ikat mempunyai
beberapa fungsi, yaitu untuk melekatkan suatu jaringan dengan jaringan lain,
membungkus organ-organ, mengisi rongga di antara organ-organ, dan menghasilkan
imunitas. Jaringan ikat tersusun dari berbagai macam komponen yaitu matriks dan sel-
sel jaringan ikat. Matriks tersusun oleh serabut-serabut dan bahan dasar
(Gartner 1998: 132).
Di dalam matriks tertanam berbagai sel-sel penyusun jaringan ikat. Beberapa
jenis sel yang tertanam dalam matriks sebagai berikut. Fibroblast berfungsi mensintesis
dan mensekresikan protein pada serabut. Makrofag bentuknya berubah-ubah dan
khusus terdapat di dekat pembuluh darah, berfungsi dalam pinositosis dan fagositosis.
Sel tiang berfungsi menghasilkan substansi heparin dan histamin. Substansi heparin
adalah suatu anti koagulan yang dapat menghalangi pengubahan protrombin menjadi
trombin yang berfungsi mencegah pembekuan darah. Jaringan ikat yang memiliki sel
lemak dalam jumlah banyak disebut jaringan adiposa. Sel darah putih berfungsi
melawan patogen (berupa bakteri, virus, atau protozoa) yang menimbulkan penyakit
(Comarck 1994: 189).
Berdasarkan bentuk dan reaksi kimianya, serabut dibedakan menjadi tiga jenis,
yaitu serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut retikular. Serabut kolagen
mempunyai daya elastisitas rendah, daya regang sangat tinggi, berwarna putih, dan
bentuknya berupa berkas-berkas beragam. Serabut kolagen terdapat pada tendon dan
jaringan ikat longgar. Serabut elastin mempunyai elastisitas tinggi, berwarna kuning,
lebih tipis dari serabut kolagen, dan bentuknya seperti bangunan bercabang-cabang dan
tebal. Serabut elastin tersusun oleh protein dan mukopolisakarida. Jaringan ikat
tersusun dari berbagai macam komponen yaitu matriks dan sel-sel jaringan ikat.
Serabut-serabut dan bahan dasar Serabut ini berperan menghubungkan antara jaringan
ikat dengan jaringan lainnya (Gartner 1998: 165).
Serat dalam jaringan ikat dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu serat kolagen,
serat retikulin, dan serat elastic. Sejumlah sel sel dapat dibagi baik sel tetap dan sel
pengembara (wandering cells). Berbagai serat, sel dan zat dasar yang berbeda terdapat
dalam jumlah yang bervariasi dalam bagian tubuh yang berbeda, tergantung pada
fungsinya. Berdasar pada variasi ini, jaringan ikat sebenarnya dibagi menjadi
bermacam macam jenis. Jaringan ikat longgar dan jaringan ikat padat, selanjutnya
dibagi menjadi jaringan ikat padat tak beraturan, dimana serat serat tersusun padat
dalam susunan tiga dimensi dan jaringan ikat padat beraturan, dimana serat serat
tersusun sejajar satu sama lain. Jaringan ikat mukosa, jaringan ikat retikulin dan
jaringan lemak (Geneser 1994: 150).

1.2. Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk untuk mengetahui eritrosit, leukosit, dan trombosit
pada jaringan hewan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan pengikat atau penyokong merupakan jaringan yang mempunyai serabut
untuk menyokong sel sel pada jaringan tersebut. Fungsi jaringan ini adalah untuk
menyokong jaringan tubuh yang kain dan menyelubungi organ organ yang lemah.
Macam macam jaringan pengikat atau penyokong, antara lain jaringan lemak,
jaaringan pengikat longgar, jaringan pengikat serabut padat, jaringan tulang, jaringan
tulang rawan, jaringan darah, dan jaringan limfa. Jaringan ikat dibentuk oleh sel sel
daloam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam
matriks ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm.
Sel sel tersebut mensintesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di
dalamnya (Riandari 2007: 68).
Berdasarkan bentuk dan reaksi kimianya serat pada matriks dapat dibedakan
menjadi tiga jenis, yaitu serat kolagen, elastis, dan retikuler. Jaringan ikat berkembang
dari mesenkim. Mesenkim berasal dari mesoderm, yaitu lapisan tengah embrio.
Jaringan ikat ini sering disebut juga jaringan penyokong. Letak sel-sel jaringan ikat ini
tidak berhimpitan rapat, tetapi berpencar-pencar, dan jika berhubungan hanya pada
ujung-ujung protoplasmanya.Bahan dasar penyusun matriks adalah mukopolisakarida
sulfat dan asam hialuronat. Bentuk bahan dasar ini adalah homogen setengan cair. Jika
kandungan asam hialuronat tinggi maka sifat matriks menjadi lentur. Namun jika
kandungan mukopolisakarida sulfatnya tingi, matriks menjadi kaku. Bahan dasar ini
jika terdapat didalam sendi bersifat kental dan jika terdapat didalam tulang punggung
bersifat padat (Cormack 1998: 187).
Mula mula adalah sifat sifat komponen ekstraseluler dengan memperhatikan
sifat sifat fungsional berbagai jenis jaringan ikat. Serat serat dengan kekuatan
regangannta dan elastisitasnya merupakan dasar untuk penunjang mekanis, karena air
yang terdapat dalam substansi dasar memungkinkan transport antara darah dan sel sel
jaringan. Serat kolagen paling sering terdapat sebagai jaringan ikat.serat serat
bervariasi dalam ketebalannya dari sekitar 1 sampai 10 mikrometer dan garis garis
longitudinal pada serat serat yang tebal. Garis garis ini terdiri atas serat serat yang
lebih halus disebut fibril, diameternya 0,2 sampai 0,5 mikrometer. Fibril ini tersusun
sejajar dalam substansi amorf tetapi dapat mengalami disosiasi, sehingga tampak
sebagai serat yang bercabang (Geneser 1994: 152).
Jaringan pengikat longgar memiliki fungsi mengelilingi berbagai organ;
menopang sel sel saraf dan pembuluh darah; menyimpan glukosa, garam garam
mineral dan air; menyokong jaringan serta organ. Jaringan ini memiliki matriks besar
dengan banyak sel serabut yang melekat di dalamnya (fibroblast, sel plasma, makrofag,
dan sel darah putih). Jaringan pengikat longgar tersusun atas serabut kolagen dan
serabut elastin. Jaringan pengikat longgar dapat ditemukan disekitar serta diantara
organ atau membungkusi pembukuh darah dan saraf (Riandari 2007: 70).
Meningkatkan Serabut kolagen memiliki ciri yaitu berwarna putih, memiliki
daya regang tinggi dengan elastisitas rendah contohnya terdapat pada tendon. Fungsi
utama serat kolagen adalah menambah kekuatan pada jaringan ikat. Serat kolagen
adalah lentur, yang memungkinkan mobilitas terttentu jaringan ikat an pada saat yang
sama jaringan ikat mempunyai kekuatan regangan dalam arag longitudinal. Karenanya
suatu tarikan sebesar beberapa ratus kilogram per cm
2
diperlukan untuk memutuskan
serat kolagen manusia, jika serat kolagen ini tersusun rapat dan berjalan parallel seperti
pada tendo. Pemanjangan dalan arah longitudinal sedang saja, sekitar 15 20%.
Penyamakan kulit hewan menjadi kulit berdasar pada serat kolagen yang mengisi
banyak mengisi dermis, dimana proses penyamakan selanjutnya menguatkan dengan
cara meningkatkan jumlah ikatanyang melintang (Dwisang 2011: 287).
Serat elastin dalam keadaan segar berwarna kuning, tetapi ini hanya tampak
dalam jumlah banyak atau tebal sekali seperti misalnyadi ligamentum flavum pada
kolumna vertebralis. Serat elastic tidak tampak pada sajian histologik rutin. Mikrofibril
dengan diameter 5 15 nm terdapat dalam bentuk berkas yang terbenam dalam
substansi amorf yang mempunyai densitas electron rendah, yang terdiri dari atas
protein elastin. Serat elastic yang pertama kali terbentuk dalam embrio terdiri atas
berkas mikrofibril yang sangat banyak, tetapi dalam kehidupan fetal selanjutnya,
komponen elastin yang amorf tampak ditengah serat dan pada perkembangan yang
sempurna, komponen amorf ini merupakan bagian serat 90% atau lebih
(Geneser 1994: 156).
Jaringan tulang (Osteon) berfungsi untuk membentuk kerangka yang menyokong
tubuh dan melindungi bagian yang lunak, serta sebagai alat pengikat otot otot rangka.
Jaringan tulang memilki matriks intraseluler yang mengandung kapur. Hal ini
disebabkan oleh adanya endapan garam garam mineral CaCO
3
dan Ca(PO
4
)
2
.
Jaringan tulang mengalami klasifikasi pada tulang, yaiyu proses penambahan kalsium
pada tulang sehingga tulang menjadi kuat. Berdasarkan matriks penyusun tulang
dibedakan menjadi dua, yaitu jaringan tulang kompak (tulang keras)dan jaringan tulang
spons (tulang bunga karang). Jaringan tulang kompak memilki matriks padat,
sedangkan jaringan tulang spons yang memilki matriks berongga (Riandari 2007: 70).
Jaringan darah adalah darah segar yang merupakan suatu cairan merah kental,
yang setelah didiamkan selama beberapa lama akan membeku
(L.coagulo,pp.coagulatus=membekukan), yang kekentalanyya seperti agar agar. Bila
pembekuan darah dicegah dengan penambahan suatu antikoagulansia (zat pencegah
pembekuan), perlahan lahan sel sel darah akan terpisah meninggalkan plasma darah
diatas dan sel sel mengendap kebawah. Dengan sentrifugasi, sel sel darah akan
lebih cepat mengendap dan pada saat yang sama akan terkonsentrasi di dasar tabung.
Jika tabung ini dikalibrasi dari 0 100, persentase volume darah yang dibentuk oleh
sel sel darah merah disebut hematokrit (G.haima (haimat) = darah, + krino =
memisahkan) dapat langsung dibaca pada tabung itu (Geneser 1994: 183).
Sel sel darah yaitu eritrosit, leukosit, dan keeping keeping darah bersama
sama disebut unsure unsure yang berbentuk. Eritrosit dan keeping keeping
darahberfungsi khusus dalam aliran darah, ayitu di dalam aliran system pembuluh
darah. Sebaliknya leukosit yang dilabel menunjukan bahwa leukosit ini hanya
sementara terdapat di dalam darah, sebaba leukosit meninggalkan aliran darah melalui
dinding kapiler venula. Kemudian leukosit menetap di jaringan penyambung dan organ
organ limfoid, dari sisni beberapa leukosit kembali ke aliran darah, tetapi sebagian
besar leukosit mengakhiri hidupnya disana (Dwisang 2011: 183).

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa tanggal 26 Maret 2013 pukul
08.00-10.00 WIB bertempat di Laboratorium Fisiologi Hewan, Jurusan Biologi,
Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

3.2. Alat dan Bahan
Adapun alat - alat yang digunakan adalah baki bedah, jarum suntik, kaca objek
dan mikroskop. Sedangkan bahan yang digunakan adalah mencit (Mus musculus) dan
larutan gymsa.

3.3. Cara Kerja
Langkah pertama yang dapat kita lakukan pada praktikum kali ini ialah dengan
menyiapkan bahan yang akan digunakan lalu letakkan diatas baki. Kemudian ambil
darah mencit sebanyak 2 tetes dengan menggunakan jarum suntik dan letakkan diatas
kaca objek. Selanjutnya, rendam dalam larutan gymsa dan keringkan. Amati di bawah
mikroskop bentuk eritrosit, leukosit, dan trombosit nya. Langkah terakhir yaitu
gambarkan dalam kertas kerja dan agar hasil yang didapat mudah dimengerti sertakan
penjelasan dan keterangan pada gambar tersebut.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Elastin Sapi

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodactyla
Family : Bovidae
Genus : Bos
Spesies : Bos taurus
Nama Umum : Sapi
Keterangan Gambar :
1. Serabut
2. Matriks
3. Lakuna


Deskripsi :
Jaringan ikat tertentu khusus membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan, dan
tulang. Menurut Dwisang (2011: 290) berdasarkan matriks yang membentuknya, tulang
rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastic, dan
tulang rawab fibrosa. Tulang rawan elastic memiliki matriks yang sedikit keruh, banyak
mengandung serabut serabut elastic yang berwarna kekunung kuningan berstruktur
seperti jala dan lakuna yang bulat berisi kondrosit.
Cartilago Sapi

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodactyla
Family : Bovidae
Genus : Bos
Spesies : Bos taurus
Nama Umum : Sapi
Keterangan Gambar :
1. Serabut kolagen
2. Matriks
3. Lakuna

Deskripsi :
Jaringan ikat tertentu khusus membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan, dan
tulang. Menurut Dwisang (2011: 290) jaringan tulang rawan (Cartilago) biasanya terdapat
pada hidung, telinga, laring, trakea, antar ruas tulang belakang, permukaan sendi, danujung
tulang rusuk. Tulang rawan bersifat lentur dan kuat. Matriks tulang rawan merupakan
campuran protein dengan polisakarida yang disebut kondrin. Oleh sebab itu, sel tulang
rawan disebut kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh kondroblas. Kondrosit terletak dalam
lacuna yang terdapat dalam perikondrion.


Deskripsi :
Serat-serat pengikat pada matriks mengisi rongga antara sel-sel sehingga akan
membentuk jaringan. Jaringan tersebut berfungsi menopang jaringan ikat. Matriks terdiri
dari beberapa jenis serat yaitu serat kolagen, serat elastic dan serat retikuler. Serat kolagen
memiliki sifat kuat, kelenturan yang rendah, tetapi daya renggang yang tinggi, serat
kolagen tersusun dari protein kolagen. Protein ini banyak terdapat pada tendon tulang dan
kulit.



Tendon Kambing

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Artiodactyla
Family : Bovidae
Genus : Capra
Spesies : Capra aegagrus
Nama Umum : Kambing
Keterangan Gambar :
1. Serabut kolagen
2. Matriks
3. Lakuna
Cartilago Rattus rattus

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Family : Muridae
Genus : Rattus
Spesies : Rattus rattus
Nama Umum : Mencit
Keterangan Gambar :
1. Serabut kolagen
2. Matriks
3. Lakuna

Deskripsi :
Jaringan ikat tertentu khusus membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan, dan
tulang. Menurut Dwisang (2011: 290) jaringan tulang rawan (Cartilago) biasanya terdapat
pada hidung, telinga, laring, trakea, antar ruas tulang belakang, permukaan sendi, danujung
tulang rusuk. Tulang rawan bersifat lentur dan kuat. Matriks tulang rawan merupakan
campuran protein dengan polisakarida yang disebut kondrin. Oleh sebab itu, sel tulang
rawan disebut kondrosit. Kondrosit dibentuk oleh kondroblas. Kondrosit terletak dalam
lacuna yang terdapat dalam perikondrion.

Darah Rana cancrivora

Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Family : Ranidae
Genus : Rana
Spesies : Rana cancrivora
Nama Umum : Katak
Keterangan Gambar :
1. Plasma darah
2. Eritrosit
3. Leukosit

Deskripsi :
Jaringan ikat tertentu khusus membentuk jaringan lemak, darah, tulang rawan, dan
tulang. Menurut Dwisang (2011: 321) darah memiliki susunan yang teridiri dari plasma
darah, eritrosir, leukosit dan trombosit (keping keping darah). Darah memiliki fungsi
mengangkut oksigen dari paru paru ke jantung lalu ke seluruh bagian tubuh. Mengangkut
sisa sia metabolisme dalam tubuh ke kulit dan ginjal. Mengangkut karbon dioksida dari
seluruh bagian tubuh ke jantung, kemudian ke paru paru. Mengangkut sari makanan dari
usus ke seluruh tubuh dan mengedarkan hormone.


4.2. Pembahasan
Pratikum kali ini membahas tentang jaringan pengikat, dalam pratikum ini kita
meneliti dan mengamati morfologi dan anatomi jaringan ikat pada beberapa hewan.
Hewan yang kita gunakan dalam penelitian kali ini yaitu Rana cancrivora . Menurut
Geneser (1994: 158) menyatakan bahwa, jaringan ikat merupakan jenis kedua jaringan
dari jarinagn dasar. Dalam bahasa Inggris dinamakan connective tissue. Gambaran
histology jaingan pengikat yang merupakan ciri yaitu terdiri dari bermacam-macam
sel, terdiri dari subtansi interselluler, dan berasal dari jaringan mesenkim.
Rana cancrivora ini memiliki jaringan ikat yang mudah untuk di amati, hal
pertama yang perlu dilakukan untuk mengamati jaringan ikat nya yaitu mengulitinya.
Menurut Campbell (1999: 135) menyatakan bahwa, jaringan ikat berfungsi untuk
menunjang tubuh, dibentuk dalam sel-sel dalam jumalah sedikit. Jaringan ikat terdiri
atas populasi sel yang tersebar didalam matrik ekstraseluler. Secara embriologi,
jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Sel-sel tersebut mebsintesis matriks,
dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya. Jaringan ikat ini dapat dibedakan
menjadi jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat,jaringan ikat lemak, jaringa darah,
kartilago dan tulang. Diantara enam tipe jaringan ikat jaringa ikat longgar paling
banyak ditemukan di dalam tubuh kita. Di dalam matriks jaringan ikat longgar ini
hanya sedikit ditemukan serabut.
Jaringan ikat darah ternyata sangat membantu dalam pergerakan tulang karena
tanpa adanya darah maka tulang tidak dapat digerakkan atau kaku. Darah dan tulang
mempunyai hubungan yang cukup erat. Menurut Dwisang (2011: 290) menyatakan
bahwa, serat-serat pengikat pada matriks mengisi rongga antara sel-sel sehingga akan
membentuk jaringan. Jaringan tersebut berfungsi menopang jaringan ikat. Matriks
terdiri dari beberapa jenis serat yaitu serat kolagen, serat elastic dan serat retikuler.
Serat kolagen memiliki sifat kuat, kelenturan yang rendah, tetapi daya renggang yang
tinggi, serat kolagen tersusun dari protein kolagen. Protein ini banyak terdapat pada
tendon tulang dan kulit.
Gambaran histology jaringan pengikat fungsinya yaitu mengikat,
menghubungkan dan mengisi celah antara jaringan lain, sebagai penyokong atau
penopang, dan berfungsi khusus. Menurut Geneser (1994: 160) menyatakan bahwa,
klasifikasi jaringan pengikat sebenarnya tidak mudah, karena beberapa jenis jaringan
pengikat dapat dimasukkan ke dalam lebih dari satu golongan. Namun untuk
kepentingan pembahasan struktur histology masing-masing jenis jaingan pengikat yang
ada dalam tubuh disini dipaki klasifikasi yang umum. Berdasarkkan tingkat
diferensiasi jaringa pengikat dapat dibedakan adanya jaringan pengikat embrional dan
jaringan pengikat dewasa.
Jaringan ikat longgar banyak dimiliki tubuh. Menurut Geneser (1994: 154)
menyatakan bahwa, jaringan ini terdiri atas kumpulan sel mast, sel makrofak, sel
fibroblast, sel lemak, sel kolagen, dan serat elastin. Pada jaringan padat sering disebut
sebagai jaringan pengikat serabut putih. Alasannya karena pada matriksnya terdapat
serat-serat berhimpitan yang terbentuk dari serat kolagen.
Kecepatan pembentukan sel darah dikendalikan sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Jika kandungan oksigen dalam jaringan tubuh atau jumlah sel darah merah berkurang,
ginjal akan menghasilkan dan melepaskan eritropoiten (hormon yang merangsang
sumsum tulang untuk membentuk lebih banyak sel darah merah). Menurut Dwisang
(2011: 295) menyatakan bahwa, sumsum tulang membentuk dan melepaskan lebih
banyak sel darah putih sebagai respon terhadap infeksi dan lebih banyak trombosit
sebagai respon terhadap pendarahan.
Hubungan sel darah dengan tulang bahwa sel darah merah, sel darah putih, dan
trombosit (keping darah) dibuat didalam sumsum tulang. Selain itu, limfosit juga
dibuat di dalam kelenjar getah bening dan limfa, limfosit dibuat dan matang dalam
thymus (sebuah kelenjar kecil di dekat jantung). Menurut Geneser (1994: 153)
menyatakan bahwa, didalam sumsum tulang balakang, semua sel darah berasaladari
satu jenis sel dan disebut sel steam. Jika sebuah sel steam membelah, yang pertama kali
terbentuk adalah sel darah merah yang belum matang (imatur), sel darah putih atau sel
yang membentuk trombosit (megakariosit). Kemudian jika imatur membelah, akan
menjadi matang dan akhirnya menjadi sel darah merah, sel darah putih atau trombosit.

BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan dari praktikum ini, maka diperoleh beberapa
kesimpulan sebagai berikut :
1. Macam-macam jaringan ikat seperti jaringan ikat longgar, jaringan ikat padat, jaringan
tulang, jaringan kartilago, jaringan darah, dan jaringan lemak.
2. Jaringan ikat tersusun atas sel-sel penyusun jaringan ikat dan matriks (kolagen, elastin,
dan retikular).
3. Jaringan ikat longgar terdiri atas kumpulan sel mast, sel makrofak, sel fibroblast, sel
lemak, sel kolagen, dan serat elastin.
4. Darah terbagi menjadi sel darah merah, sel darah putih, keping darah.
5. Hubungan sel darah dengan tulang bahwa sel darah merah, sel darah putih, dan
trombosit (keping darah) dibuat didalam sumsum tulang.











DAFTAR PUSTAKA
Campbell. 1999. Biologi Edisis Kelima. Jakarta: Erlangga.
Cormack, D. 1998. Ham Histologi. Binarupa Aksara : Jakarta.Vii + 535 hlm.
Dwisang, Evi Luvina. 2011. Buku Saku Biologi SMA. Scientific Press : Jakarta.
Gartner, L.P. 1998. Atlas Berwarna Histologi. Binarupa Aksara : Jakarta.
Geneser, Finn. 1994. Buku Teks Histologi. Binarupa Aksara : Jakarta. I + 346 hlm.
Riandari, Henny. 2007. Sains Biologi. Tiga Serangkai : Jakarta.

















LAMPIRAN
Cartilago Sapi Elastin Sapi



Tendon Kambing Cartilago Rattus rattus





Darah