Anda di halaman 1dari 2

Bilangan Iod

Bilangan Iod adalah sifat kimia minyak yang dipake untuk mengetahui banyaknya
ikatan rangkap atau ikatan tidak jenuh dalam minyak. Asam lemak tidak jenuh dalam minyak
atau lemak mampu menyerap sejumlah iod dan ngebentuk ikatan jenuh. Besarnya jumlah iod
yang diserap oleh minyak inilah yang menunjukan banyaknya ikatan rangkap. Bilangan iod
dinyatakan dalam jumlah gram iod yang diserap 100 gram minyak atau lemak. Penentuan
bilangan iod ini bisa dilakukan dengan cara Hanus, cara Kaufmann dan Von Hubl, dan cara
Wijs.

Perhitungan bilangan Iod dengan rumus :


( V2 - V1 ) x N x 12,69
bilangan Iod = -------------------------------------W
Keterangan :
V1

adalah volume titrasi contoh uji, dinyatakan dalam mililiter.

V2

adalah volume titrasi blangko, dinyatakan dalam mililiter.

adalah normalitas Na2S2O3.

adalah berat contoh uji, dinyatakan dalam gram.

12,69 adalah bobot setara dari bilangan iod.


126,9 adalah berat atom bilangan iod.
Faktor-Faktor yang mempengaruhi bilangan iodium/yodium dan tabel SNI bilangan Iodium

Faktor-Faktor yang mempengaruhi bilangan iodium

Bilangan yodium adalah ukuran derajat ketidakjenuhan. Lemak yang tidak jenuh dengan mudah
dapat bersatu dengan yodium (dua atom yodium ditambahkan pada setiap ikatan rangkap dalam
lemak). Semakin banyak yodium yang digunakan semakintinggi derajat ketidakjenuhan. Biasanya
semakin tinggi titik cair semakin rendah kadar asam lemak tidak jenuh dan demikian pula derajat
ketidakjenuhan (bilangan yodium) dari lemak bersangkutan. Asam lemak jenuh biasanya padat dan
asam lemak tidak jenuh adalah cair; karenanya semakin tinggi bilangan yodium semakin tidak jenuh
dan semakin lunak lemak tersebut.
Karena setiap ikatan kembar dalam asam lemak akan bersatu dengan dua atom yodium maka
dapatlah ditentukan setiap kenaikan dalam jumlah ikatan rangkap (kemungkinan ketengikan) yang
timbul pada waktu lemak tersebut mulai disimpan.
Pengetahuan mengenai bilangan yodium adalah penting untuk menentukan derajat dan jenis lemak
yang akan digunakan dalam ransum. Sesungguhnya bilangan yodium suatu jenis lemak perlu ada
dalam batas-batas tertentu. Untuk lemak sapi bilangan yodium harus ada dalam batasan 35 dan 42.
Untuk lemak babi bilangan yodiumnya dapat bervariasi antara 52 dan 67.
Perubahan bilangan yodium dapat merupakan hal yang penting. Bila bilangan yodium tersebut lebih
tinggi dari normal maka hal tersebut dapat berarti bahwa ada pemalsuan dengan jenis lemak lain
yang mempunyai bilangan yodium lebih tinggi. Lemak kuda mempunyai bilangan yodium 69. Minyak
tumbuh-tumbuhan atau minyak ikan (tidak dihidrogenasi) mempunyai bilangan yodium yang lebih
tinggi, kerap sekali melebihi 100. Sebaliknya bila bilangan yodium adalah lebih rendah dari normal

maka hal itu berarti bahwa lemak telak mengalami perlakuan khusus. Perlakuan tersebut kerap kali
berupa penguraian lemak untuk memisahkan asam oleat dari trigliserida. Dengan demikian akan
diperoleh lemak yang sangat tinggi kandungan ester-ester palmitat dan stearat.
Bilangan yodium dapat pula diperendah dengan cara menggunakan lemak-lemak yang telah
dihidrogenasi. Pada waktu sekarang hidrogenasi minyak ikan yang rendah harganya menjadi terkenal
dan minyak-minyak tersebut kerap kali dijual di pasaran bercampur dengan lemak sapi. Bila
dipasaran ada lemak sapi atau lemak domba murni yang mempunyai bilangan yodium sangat rendah
maka dapat diduga bahwa ada pemalsuan.
Bilangan yodium beberapa jenis lemak yang sering digunakan dalam pakan ternak adalah sebagai
berikut : sapi (35-42); domba (32-60); babi (52-67); kuda (65-70); unggas (80); sardencis (148180); kelapa sawit (8-10); mentega (26-35); jagung (15-127); kacang kedelai (130-138).

Jadi secara keseluruhan,factor-faktor yang menunjukkan Bilangan iodium antara lain:


-Penyimpanan Media
-Pemakaian/penggunaan Media(Minyak)
-Tempat penyimpanan(teroksidasi oleh sinar atau tidak)
-Kandungan Asam Lemak jenuh dalam minyak tersebut.
-Suhu(Tempat/kondisi penyimpanan minyak)