Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan psikologi manusia banyak diabaikan bahkan
dilupakan. Dimensi moralitas dan spiritualitas yang seharusnya menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan psikologi manusia seakan-akan menjadi wacana yang asing dalam
perkembangan psikologi. Fenomena ini membutuhkan alternative baru guna mengembalikan
eksistensi psikologi yang sebenarnya. Salah satu saolusi yang dianggap signifikan adalah dengan
menghadirkan psikologi yang bernuansa agama. Kehadiran psikologi islam di satu sisi
menghasilkan reaksi positif bagi serangkaian upaya pengembangan psikologi. Dalam rentang
sejarah perkembangan psikologi terdapat beberapa aliran yang memiliki spesifikasi orientasi
sendiri-sendiri. Disaat pengetahuan puncaknya di zaman Yunani kuno pengembangan psikologi
lahir diorientasikan pada aspek ontologism seperti mempelajari hakikat jiwa dan eksistensinya
bagi kehidupan manusia
2. Rumusan Masalah
a. Bagaimana psikologi islam mutkahir?
b. Apa saja ruang lingkup dan tugas-tugas psikologi islam?
c. Apa perbedaan psikologi barat dengan islam?
3. Tujuan
a. Mahasiswa dapat memahami tentang psikologi islam mutakhir
b. Mahasiswa dapat memahami ruang lingkup dan tugas-tugas psikologi islam
c. Mahasiswa dapat mengetahui perbedaan psikologi barat dengan islam.

BAB II
PEMBAHASAN
A. PSIKOLOGI ISLAM MUTAKHIR
Dari segi bahasa kata itu berasal dari bahasa greek, yaitu psyche (roh) dan logos (ilmu).
Dari segi istilah berarti sebagai ilmu yang mengkaji tentang jiwa.
Psikologi merupakan salah satu ilmu yang paling tua usianya, yang bermula pada zaman
primitive. Ia maju setapak lagi pada zaman yunani kuno. Kemajuan ini dikatakan sebagai era
bermulanya psikologi yang bersifat saintifik. Tokoh-tokoh seperti Plato, Aristoteles, Gelen dan
sebagainya merupakan tokoh psikologi Yunani yang tidak asing lagi.
Islam telah memberikan kontribusi yang amat besar di dalam perkembangan psikologi ini.
Al-Imam Abu Mansur Al-Tahlabi telah berjaya mengumpulkan 50istilah yang pernah digunakan
oleh ahli-ahli psikologi islam pada zaman kegemilangan islam dahulu seperti janin, walid, radI,
baligh dan sebagainya.
Nafs (jiwa), qalb (hati). Roh dan aql (akal) adalah empat istilah yang paling popular di
dalam psikologi islam. Semua istilah ini terdapat di dalam al-quran. Kata nafs diulang dalam alquran sebanyak 367 kali yang membawa arti kemanusiaan pada keseluruhannya tanpa terkhusus
kepada pemikiran saja. Kata qalb juga diulang sebanyak 144 kali yang mempunyai berbagai
makna, seperti pemberian hidup, wahyu malaikat yang membawanya dan sebagainya. aql juga
diulang sebanyak 49 kali bukan secara tepat tetapi dalam bentuk kata kerja yaitu aqala yang
berarti berfikir.
Psikologi terus berkembang dari abad ke-8 hingga abad ke-20 yang melahirkan berbagai
madzhab dan tokoh-tokoh psikologi. Pada keseluruhannya, psikologi dibedakan menjadi 2
berdasarkan kepada pendekatan yang digunakan:
1. Pendekatan

eksperimental

dengan

tokohnya

thorndike

(1874-1949M)

yang

bertanggungjawab melahirkan madzhab behaviorisme dengan tokohnya J.B Watson


(1878-1958m), Skinner, Hull, dan lainnya. Kemudian lahir juga teori Darwin dalam abad
ke-19 yang membawa psikolgi lebih hampir kepada biologi. Tokoh yang sangat terkenal
5

dalam aliran ini adalah Francis Gelton (1822-1911M). setelah itu ada juga Wilhelm
Wundt (1832-1922M) yang mendirikan laboratorium pertama psikologi pada tahun 1879
di University Lepziq sehingga psikologi secara resmi terpisah dari disiplin sains.
2. Pendekatan klinik yang lahir akibat tradisi medis yang merupakan suatu kegiatan bahwa
seorang pakar klinik harus bias membyat suatu keputusan berdasarkan pengamatan,
penilaian dan ramalan seubjektifnya. Sedangkan psikologi eksperimental juga lahir di
laboratorium.
Psikologi klinik bertanggung jawab melahirkan gerakan psikometrik, aliran dinamisme
dalam psikologi, gerakan kesehatan mental, gerakan bidang kanak-kanak, klinik-klinik psikologi,
pengaruh ilmu-ilmu lain, pengaruh teori personality yaitu teori-teori pembelajaran psikologi
gestalt dan psikologi kendiri.
Pada tahun 1928, Universiti Riyadh, Arab Saudi telah menganjurkan satu seminar bertaraf
antar bangsa yang membahas aspek-aspek psikologi dari perspektif islam yang menghasilkan
berbagai buku yang mengetengahkan kembali kontribusi ahli-ahli fikir islam dalam bidang
psikologi. Buku-buku itu juga mengkritik teori-teori psikologi barat.
Tokoh-tokoh yang terkenal dalam psikologi islam mutakhir ini adalah Malik, Badri, AlSyaqawi, Profesor Dr. Hassan Langgulung dan lain-lainnya yang telah menerbitkan beberapa
buku tahun 1975 sampai sekarang.
Ahli-ahli psikologi islam mutakhir telah mengkritik pakar-pakar psikologi barat seperti
berikut:
1. Psikologi barat hanya mengkaji tingkah laku manusia bukan mengkaji jiwa. Mereka tidak
langsung memperkirakan

tentang pengertian jiwa, sifat-sifat dan pembentukannya.

Sedangkan psikologi islam mengkaji jiwa dan segala yang berkaitan dengannya. Oleh
karena itu dikenal dengan istilah nafs (jiwa), qalb (hati), roh dan aql (akal).
2. Sifat alami manusia dari pandangan ketiga madzhab psikologi barat adalah sasaran kedua
kritikan pakar-pakar psikologi islam mutakhir. Selanjutnya ketiga pendapat itu
bertentangan antara satu dengan yang lain. Madzhab behaviorisme menggunakan
pendekatan ilmiah. Perilaku manusia dikatakan merupakan reaksi saat menerima

rangsangan alam sekitarnya. Madzhab psikologi mansuia yang menganggap "manusia


bersifat personal, sadar, berorientasi masa depan dan menguasai perilaku dan nasibnya".
B. RUANG LINGKUP DAN TUGAS PSIKOLOGI KESEHATAN
Ruang lingkup psikologi modern terbatas pada tiga dimensi; fisik-biologis, kejiwaan dan
sosio kultural, maka ruang lingkup psikiologi Islam disamping tiga hal tersebut juga mencakup
dimensi kerohanian, dimensi spiritual, suatu wilayah yang tak pernah disentuh oleh psikologi
barat karena perbedaan pijakan
Psikologi Islam akan mengkaji jiwa dengan memperhatikan badan, keadaan badan manusia
sebagai cerminan jiwanya, jadi ekspresi badan adalah salah satu fenomena kaejiawaan.
Kajian tentang manusia meliputi komponen-komponen yang oleh para ilmuwan Islam
berbeda pendapat tentang apa saja, kedudukan dan fungsi dari komponen-komponen tersebut
Tugas psikologi Islam berbeda dengan psikologi barat, psikologi barat hanya menerangkan
(explanation) memprediksi (prediction) dan mengontrol (countroling) terhadap prilaku manusia.
Sedang psikologi Islam menerangkan, memprediksi, mengontrol dan mengarahkan untuk
memperolrh ridho Allah. Jadi misi utama psikologi Islam adalah menyelamatkan manusia dan
mengantarkan manusia untuk memenuhi kecenderungan alaminya dan fitrahnya untuk kembali
kepada Allah SWT.
C. PERBEDAAN PSIKOLOGI BARAT DAN PSIKOLOGI ISLAM
1. Jika Psikologi Barat merupakan produk pemikiran dan penelitian empiric, Psikologi
Islam , sumber utamanya adalah wahyu Kitab Suci Al-Qur'an, yakni apa kata kitab suci
tentang jiwa, dengan asumsi bahwa Alloh SWT sebagai pencipta manusia yang paling
mengetahui anatomi kejiwaan manusia. Selanjutnya penelitian empiric membantu
menafsirkan kitab suci.
2. Jika tujuan Psikologi Barat hanya tiga; menguraikan, meramalkan dan mengendalikan
tingkah laku, maka Psikologi Islam menambah dua poin; yaitu membangun perilaku yang
baik dan mendorong orang hingga merasa dekat dengan Alloh SWT.
7

3. Jika konseling dalam Psikologi Barat hanya di sekitar masalah sehat dan tidak sehat
secara psikologis, konseling Psikologi Islam menembus hingga bagaimana orang merasa
hidupnya bermakna, benar dan merasa dekat dengan Alloh SWT

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Objek kajian psikologi islam adalah ruh yang memiliki dimensi ilahiah sedangkan kajian
psikologi kontemporer barat berdimensi insaniah. Hakikat psikologi islam dapat dirumuskan
sebagai kajian islam yang berhubungan dengan aspek-aspek prilaku kejiwaan manusia agar
secara sadar ia dapat membentuk kualitas diri ang lebih sempurna dan mendapatkan kebahagiaan
hidup di dunia dan di akhirat
2. Saran
Sebagai seorang muslim kita harus menjunjung tinggi nilai yang terkandung dalam
psikologi islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

DAFTAR PUSTAKA
Mustafa Hj. Daud, Tamadun Islam. Utusan Publications, 1999
Malik B Badri, The Dilemma of Psychologists ( Dilema Psikologi Muslim) , pent. S.Z Luxfiati,
Jakarta: Pustaka Firdaus, 198

10