Anda di halaman 1dari 9

I.

Maksud dan Tujuan

Memahami dan mengetahui mekanisme bak teropong bersusun

Dapat melakukan penyetelan bagian-bagian peralatan bak teropong bersusun

II.

Teori Dasar
Untuk membuat kain bercorak (baik warna atau bahannya) melintang pada mesin tenun
dibutuhkan beberapa buah teropong masing-masing terisi oleh benang pakan yang
berlainan dan dapat diluncurkan secara bergantian dengan menggunakan alat pertukaran
bak. Pada dasarnya alat pertukaran bak dapat dibagi dalam dua tipe :
a. Alat pertukaran bak angkat
Bak teropong tipe ini tersusun bertingkat sedang cara bekerjanya (mekanisme
pertukaran bak) naik turun. Mesin tenun dengan pertukaran bak angkat dikonstruksi
dengan dua sampai sepuluh bak, akan tetapi kebanyakan dikonstruksi dengan empat
buah bak, walaupun banyak terdapat konstruksi-konstruksi pertukaran bak angkat
tetapi prinsip bekerjanya sama. Untuk mesin tenun dengan empat buah bak, agar
dapat menempatkan setiap bak pada kedudukan kerja dibutuhkan dua mekanisme
yang berlainan, yang satu menjalankan bak-bak kebawah dan keatas dengan jarak
satu bak, yang lainnya menjalankan bak-bak dengan jarak dua bak.
b. Alat pertukaran bak berputar (revolver bak)
Dalam tipe ini bak-bak teropong tersusun melingkari poros. Mekanisme kerjanya
adalah bak-bak teropong berputar terhadap porosnya. Kebanyakan orang
mengkonstruksi dengan 6 bak, kadang-kadang juga dengan 8 hingga 10. Wesel
revolver umumnya digunakan pada mesin tenun satu sisi, putaran cepat, bekerja
dengan sisir lepas dan yang dipergunakan untuk membuat tenunan ringan hingga
sedang. Wesel revolver ini digunakan pada mesin tenun yang menggunakan pukulan
atas.
Mesin-mesin tenun yang dilengkapi dengan alat pertukaran bak dibedakan dalam dua
golongan :

Mesin tenun dengan pertukaran bak satu sisi (alat tenun dengan pertukaran bak-bak
satu sisi) dinyatakan dengan 2 X 1, 4 X 1 dan seterusnya.

Mesin tenun dengan pertukaran bak dua sisi (alat tenun dengan pertukaran bak-bak
tukar dua sisi) dinyatakan dengan 2 X 2, 3 X 3, 4 X 4 dan seterusnya.

III.

Alat dan Bahan


1. ATM dengan alat pertukaran bak angkat
2. Satu set kunci pas

IV.

Langkah Kerja
1.

Mengetahui nama bagian-bagian peralatan bak teropong bersusun.

2.

Mempelajari mekanisme bak teropong bersusun.

3.

Menyetel bagian-bagian peralatan bak teropong bersusun

V.

Jawaban Pertanyaan
1.

Gambar dan jelaskan mekaisme bak terpong bersusun 1 X 4 !


Jawab :
Prinsip bekerjanya didasarkan pada perubahan gerakan berputar dari eksentrik
menjadi greakan naik turun wesel bak. Peralatan pertukaran bak disini mengambil
sumber gerakan dari poros pukulan.

Bagan mekanisme pertukaran 4 bak


pada ATM Suzuki tipe A
Diatas poros pukulan A ini dipasang mati dua buah eksentrik. Eksentrik pertama
berbentuk lingkaran yang menggerakan batang B yang membawa cradle C sehingga
batang bergerigi Dbergerak naik turun dan pena pemutar kartu S berayun kekiri dan
kekanan. Eksentrik yang kedua berbentuk setengah lingkaran (cam) N yang

menggerakan prisma kartu OR mekakui batang (lever) Q dengan rol (bowl) P.


Dalam hal tersebut (kecuali apabila batang bergerigi D didorong oleh sebuah jarum
E) maka batang bergerigi D tidak berhubungan dengan roda gigi piring F. Apabila
ada sebuah kartu tidak berlubang didepan prisma OR bergerak kekanan, jarum E
didorong pula kekanan mendorong batang bergerigi D sehingga menjadi
berhubungan dengan roda gigi F, dengan demikian gerakan batang bergerigi D akan
memutarkan piringan G. Kedua piringan G dihubungkan dengan sebuah engkol
eksentrik yang memegang pengungkit (ram) H, sehingga setengah putaran dari
piringan G (salah satu dan atau keduanya) dapat menggeserkan pengungkit H keatas
atau kebawah pada 4 kedudukan yang sama jarak antaranya. Penggeseran H ini
diteruskan kepada pergeseran bak teropong J menjadi petukaran 4 bak pada tempat
kedudukan yang tepat didepan ban lade melalui pengungkit dengan poros putar
tengah I. Setiap setelah setengah putaran piringan G, pemegang piring (catch) K
jatuh pada lekuk (notch) L karena gaya pegas M sehingga piring menjadi kokoh dan
tidak berputar sendiri. Catch K tersebut lepas dari lekukan L karena dorongan jarum
E pula sambil mendorong batang gigi D.
Prisma kartu OR terdiri dari prisma segi 4 O dengan dua buah gigi bintang R. Pada
waktu prisma berayun kekiri (kedepan mesin) didahului oleh ayunan pena pemutar
kartu (pin) S, sehingga oleh pin S roda bintang terputar memutarkan prisma kartu.
Dengan demikian kartu dapat berganti dengan kartu berikutnya setelah setiap dua
putaran poros pukulan. Untuk dapat menggambarkan bagaimana setiap setengah
putaran piring G dapat menggeserkan pengungkit (cam) H yang juga menggeserkan
bak teropong J dapat dijelaskan sebagai berikut :

2.

Jelaskan langkah-langkah penyetelan peralatan bak teropong bersusun !


Jawab :
a.

Penyetelan prisma kartu

Pada saat cam batang prisma (1) yang dipasang pada poros engkol (1) pada
bagian puncaknya disinggung oleh rol batang prisma (3), setel masuknya
penusuk kartu (4) sedalam 11 mm terhadap prisma (5)
b.

Penyetelan penusuk kartu

Pada saat poros engkol telah bergerak antara 110 o 125 o dari titik mati depan,
setel penusuk kartu (1) mulai menyentuh kartu (2) yang dipasang pada prisma
kartu (3)
c.

Penyetelan cam batang prisma

Pada saat teropong dari laci tunggal selesai diluncurkan dan kedudukan poros
engkol telah bergerak antara 45

60

dari bottom center maka cam batng

prisma (1) yang dipasang pada poros pukulan (2) disetel pada kedudukan sedang
disinggung oleh rol batang prisma (3) pada bagian berakhirnya cam yang
rendah.
d.

Penyetelan prisma dadu

Pada saat knocker (1) mendorong hook (2) yang telah bekerja maksimum, maka
jarak ujung hook dengan gigi rachet prisma dadu (3) 2 mm
e.

Penyetelan tangkai pemutar prisma kartu

Putar cam tangkai barel prisma kartu (1) sehingga tangkai barel prisma kartu (2)
terangkat dan akhirnya pena pemutar roda bintang (3) tidak masuk pada lubang
roda bintang (4). Jarak antara ujung pena pemutar luar (5) dan pena pemutar

dalam (6) masing-masing mempunyai jarak yang sama terhadap roda bintang
masing-masing.
f.

Penyetelan laci 4 teropong

Yang perlu diperhatikan dalam penyetelan laci empat teropong ialah agar
keempat laci tersebut mempunyai kedudukanyang sama tinggi terhadap dataran
lade. Hal tersebut didapat dengan cara :

Pertama, lihat kedudukan laci ke I trehadap dataran lade dan


selanjutnya bandingkan dengan kedudukan laci ke IV.

Apabila ternyata laci ke I dan laci ke IV kedudukannya lebih tinggi


atau lebih rendah terhadap dataran lade, setel laci ke II dank e III agar
mempunyai kedudukan yang sama tinggi terhadap dataran lade dengan
merubah baud batang gigi vertical (1).

Apabila ternyata laci ke I lebih rendah sedangkan laci ke IV lebih


tinggi dari dataran lade, maka yang dirubah adalah batang gigi vertical (2)
terhadap batang perubah laci (3) dengan mengatur kedudukannya kedepan
atau kebelakang. Atur kedudukan itu sedemikian rupa agar perbedaan
kedudukan laci tersebut sekecil mungkin, untuk selanjutnya disetel dengan
baud batang gigi vertical (1).

Perbedaan tinggi laci dengan dataran lade dimunginkan dengan


toleransi 1,5 mm.

g.

Penyetelan cakram perubah laci

Penyetelan dilakukan dengan menggunakan kartu. Pada saat pemegang cakram


(1) mendapat desakan maksimum dari penusuk kartu (2), jarak antara ujung
pegangan kartu dengan permukaan cakram perubah laci adalah 4 mm.
h.

Penyetelan gigi vertical.

Fungsi batang vertical adalah untuk memutarkan cakram perubah laci sehingga
penggantian laci dapat terjadi. Gerakan gigi vertical (1), harus bekerja terhadap
roda gigi cakram perubah laci (2) ialah antara 3 gigi dari diatas dan 4 gigi dari
bawah serta masuknya antar gigi harus pas.
i.

Penyetelan cam batang gigi vertical

Pada saat poros engkol pada kedudukan 10

sebelum bottom center dan

teropong berada disisi satu laci, cam batang gigi vertical (1) disetel pada poros
pukulan (2) dengan bagian puncaknya ada diatas serta dalam posisi tegak lurus.
3.

Apa yang dipergunakan sebagai alat pengaman pada waktu pergantian


teropang ?
Jawab :
Stang bak yang dilengkapi dengan pegas, dimana alat pengaman ini secara
keseluruhan dinamakan wesel hacking.

VI.

Diskusi dan Kesimpulan

Untuk membuat corak bervariasi yang diinginkan sangatlah diperlukan


pergantian warna dari pakan yang dilakukan oleh wesel bak.

Ketelitian dalam penyetelan akan sangat berpengaruh pada kinerja dari peralatan
itu sendiri.

Dalam pergantian teropong ini diperlukan kartu yang disesuaikan dengan corak
pakan yang diinginkan.

VII.

Daftar Pustaka

Teknologi Pertenunan, Institut Teknologi Tekstil, 1973