Anda di halaman 1dari 19

Permesinan bantu atau pemesinan geladak merupakan sistem permesinan

yang berhubungan dengan operasional kapal yang tidak ada hubungannya


dengan sistem penggerak utama kapal. Sistem permesinan geladak yang
dimaksud adalah perancangan kemudi, Seering Gear, peralatan tambat, talitemali, peralatan bongkar muat, peralatan keselamatan, dan lain-lain.

1. Steering Gear (Mesin Kemudi)


Komponen-komponen steering gear:
a. Daun Kemudi (Rudder), dengan gayagaya yang bekerja dipergunakan
untuk merubah arah gerakan kapal.
b. Mesin steering, yang menggerakkan rudder untuk manouvering.
c. Tiller atau Kwadrant, perlengkapan yang menghubungkan poros daun
kemudi dengan steering gear.
d. Kontrol steering gear, menghubungkan mesin steering ke pusat kontrol
kapal yang berada dianjungan atau di ruang steering gear.
Klasifikasi Daun Kemudi:
a. Berdasarkan Letak daun terhadap poros.
- Kemudi Balance
Yaitu Luas daun kemudi yang terbagi dua bagian yang sama di bagian
depan dan belakang sumbu putar kemudi.
- Kemudi Semi Balance
Yaitu pada bagian atas daun kemudi biasa sedangkan bagian bawah
merupakan kemudi balansir dan bagian atas dan bawah merupakan
satu bagian.
- Kemudi Biasa (Unbalance)
Yaitu suatu luas kemudi atau daun kemudi yang terletak di belakang
sumbu putar kemudi
b. Berdasarkan Solpies ( sepatu tinggi ) / letak terhadap sepatu.
-Kemudi meletak.
-Kemudi menggantung
-Kemudi setengah menggantung
c. Berdasarkan Konstruksi kemudi
-Kemudi Pelat ( satu lapis pelat )
-Kemudi berongga
-Kemudi Spesial / khusus.

Bambang Soefiyandono

Kemudi Meletak
Menggantung

Kemudi menggantung

Kemudi

Jenis Mesin Kemudi:


a. Mesin kemudi tenaga uap
Mesin kemudi dengan tenaga uap umumnya dipakai pada kapalkapal dengan instalasi tenaga uap, dengan memanfatkan pemakaian
panas dari gas buang pada mesin-mesin pembakaran dalam dari
pembuangan ketel-ketel, pembakaran dengan bahan bakar cair, dan
instalasi self-container ketel-ketel bantu, termasuk juga untuk
menggerakkan pesawat kemudi.
Dasar prinsip kerja mesin kemudi tenaga uap adalah peralatan
katub dan pemutaran balik. Sifat dapat diputar balik dan poros mesin
kemudi sanggaup dihidupkan dari beberapa posisi, yang bisa dicapai
dengan menggunakan dua silinder mesin tanpa pengembangan uap
dan dengan pena poros engkol dikonstruksi pada kedudukan 90 0. Sesuai
dengan teori mesin uap, jika katub-katub tidak mampu dan eksentrik
pada kedudukan 900 terhadap pena engkol, putaran balik dapat
dilaksanakan dengan mengubah aliran masuknya uap ke dalam silinder
dari luar ke dalam atau sebaliknya. Pengaturan kecepatan,
menghidupkan dan menghentikan poros dari mesin kemudi uap, dapat
dilakukan secara mekanik, hidraulik, maupun transmisi teledinamik
listrik.
b. Mesin kemudi tenaga listrik dan listrik hidrolik.
Kapal-kapal motor umumnya menggunakan mesin kemudi
dengan tenaga listrik atau listrik hidraulik. Keuntungan menggunakan
mesin kemudi dengan penggerak listrik, jika dibandingkan dengan
mesin kemudi tenaga uap, adalah: Instalasinya lebih sederhana, dapat
lebih dipercaya dalam hal penyambungannya dengan station kontrol
(sistem kabel listriksebagai pengganti telemotor), lebih sensitif dalam
mengontrol pengemudian,
bisa digunakan setiap saat tanpa
memerlukan alat-alat operasi yang lain. Sedangkan kerugian-kerugian
yang ditimbulkan akibat penggunaan mesin kemudi listrik adalah: biaya
yang mahal, cara kerja dan penyetelannya lebih rumit.
Penempatan Mesin Kemudi:
Pemilihan tempat yang sesuai untuk mesin kemudi didasarkan
pada tenaga dan komponen steering gear yang digunakan.
Pada kapal-kapal transport, mesin kemudi ditempatkan pada:
Dibelakang sekat kedap ruang mesin, pada ketinggian yang sama
dengan geladak utama.
Di dalam ruang celaga pada bagian belakang kapal, langsung
berdekatan dengan poros kemudi bagian atas.
Dekat dengan station kontrol utama di kapal, salah satunya adalah di
dalam ruang kemudi atau langsung dibawahnya.

Bambang Soefiyandono

2. Jangkar
Jangkar adalah suatu alat yang digunakan untuk menahan kapal
dari pengaruh gaya gaya dari luar,pada saat berlabuh.
Jenis jenis jangkar:
Menurut bentuknya secara garis besar dapat dibagi menjadi dua
golongan:
a) Yang lengannya tak bergerak tetapi dilengkapi dengan tongkat
(stock).
b) Yang lengannya bergerak tetapi tidak dilengkapi dengan tongkat
(stockless).
Menurut Fungsinya:
a) Jangkar Haluan
Jangkar utama yang digunakan untuk menahan kapal di dasar laut
dan selalu siap terpasang pada lambung kiri kanan haluan kapal,
jangkar haluan ini beratnya sama. Jangkar haluan cadangan
merupakan sebuah jangkar yang selalu siap sebagai pengganti
apabila salah satu hilang, jangkar haluan cadangan ini ditempatkan
di bagian muka dekat haluan, agar selalu siap bilamana diperlukan.
b) Jangkar Arus
Jangkar ini ukurannya lebih kecil kira-kira 1/3 berat jangkar haluan.
Tempatnya dibagian buritan kapal digunakan seperti halnya jangkar
haluan yaitu menahan buritan kapal, supaya tidak berputar terbawa
arus. Pada kapal-kapal penumpang yang berukuran besar, kadangkadang jangkar ini ditempatkan di geladak orlop (geladak pendek
yang terletak di bawah geladak menerus) apabila dernikian halnya
maka jangkar tersebut dinamakan jangkar buritan dan beratnya
sama dengan jangkar haluan. Oleh karena itu bila ada jangkar
buritan, maka tidak perlu ada jangkar haluan cadangan
c) Jangkar Cermat
Jangkar ini ukurannya lebih kecil, beratnya 1/6 kali jangkar haluan.
Gunanya untuk memindahkan jangkar haluan apabila kapal kandas
(diangkat dengan sekoci).

Bambang Soefiyandono

Gambar jangkar beserta perlengkapannya


a. Rantai jangkar (anchor chain)
Rantai yang digunakan dalam penggunaan jangkar, harus
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, baik ukuran, maupun
kekuatannya. Rantai jangkar terdiri dari potongan-potongan antara
segel (shackle) dengan segel lainnya, yang setiap potongan mempunyai
panjang masing-masing 15 fathoms. Panjang 15 fathoms bisa berbedabeda, berdasarkan klasifikasinya. Lloyds register mengisaratkan bahwa
15 fathoms sama dengan 27,45 m, sedangkan oleh Germanischer Lloyd
merumuskan bahwa 15 fathoms sama dengan 25 m. Rantai jangkar
yang besar umumnya mempunyai jumlah panjang antara 240 ~ 330
fathoms (400 m ~ 550 m). Maksimum panjang total rantai jangkar
adalah 330 fathoms atau 604 m. Pada setiap tengah mata rantai
jangkar diberi dam kecuali mata rantai yang berada pada ujung-ujung
setiap panjang 15 fathoms setiap kiri dan kanan dari segel. Fungsi dam
adalah untuk menjaga agar setiap rantai tidak berputar.
b. Tabung jangkar (hawse pipe)
Tabung jangkar adalah pipa jangkar yang menghubungkan rumah
jangkar ke geladak. Persyaratan atau ketentuan dari tabung jangkar
yang harus dipenuhi, adalah sebagai berikut :
- Dalam pengangkatan jangkar dari laut tidak boleh membentur bagian
depan kapal pada waktu kapal dalam keadaan trim.
- Tiang jangkar harus masuk ke lubang rantai jangkar meskipun letak
telapak jangkar tidak teratur.
- Lengan atau telapak jangkar harus merapat betul pada dinding kapal.
Bambang Soefiyandono

- Jangkar harus dapat turun dengan beratnya sendiri tanpa rintangan


apapun.
- Dalam pelayaran, jangkar tidak diperbolehkan menggantung di air.
- Panjang pipa rantai harus cukup untuk masuknya tiang jangkar.
- Lengkungan lubang pipa rantai di geladak dibuat sedemikian rupa
sehingga mempermudah keluar masuknya rantai jangkar hingga
gesekan yang terjadi bisa diminimalkan. Lubang di lambung kapal
tidak diperbolehkan membuat sudut yang terlalu tajam.
- Kapal yang mempunyai tween deck, pusat dari pipa rantai harus diatur
sedemikian rupa peletakannya sehingga pipa rantai tersebut tidak
memotong geladak bagian bawah.
Diameter tabung jangkar tergantung dari diameter rantai jangkar, akan
tetapi diameter bagian bawahnya dibuat lebih besar 3 ~ 4 cm.
c. Bak penyimpan jangkar (chain locker)
Pada kapal-kapal pengangkut modern, chain locker diletakkan di
depan collision bulkhead dan diatas fore peak tank, hal ini bertujuan
agar payload kapal tidak berkurang.
d. Tabung rantai (chain pipe)
Konstruksi tabung rantai sama dengan konstruksi dari tabung
jangkar yang terbuat dari plat baja. Pada bagian ujung bawah tabung
rantai yang menghadap bak rantai, dilengkapi setengah besi bulat.

3. Mesin Penarik Jangkar (Windlass)


Guna melakukan penambatan, sebuah kapal harus mempunyai
peralatan yang mendukungnya, salah atunya adalah mesin penarik
jangkar. Berdasarkan tenaga penggeraknya, mesin derek jangkar, dibagi
menjadi:
Mesin jangkar bertenaga uap.
Mesin jangkar bertenaga listrik.
Mesin jangkar tangan (manual).
Penggunaan mesin jangkar ini didasarkan kepada berat kapal, kapal
yang sedang atau besar umumnya menggunakan mesin jangkar
bertenaga uap atau listrik, sedangkan mesin jangkar secara manual
digunakan pada kapal yang berukuran kecil.

Bambang Soefiyandono

Gambar Windlass
Tipe Windlass :
a. Horizontal windlass
Horizontal windlass adalah type windlass yang mempunyai poros (poros
dari wildcat, gearbox utama, dan gypsy head) yang horizontal dengan
deck kapal. Windlass horizontal digerakan oleh motor hidrolis dan motor
listrik ataupun oleh mesin uap. Windlass jenis ini lebih murah dalam
pemasangannya tapi dibutuhkan perawatan yang lebih sulit karena
permesinannya yang berada diatas deck dan terkena langsung dengan
udara luar dan gelombang.
b. Vertikal windlass
Bambang Soefiyandono

Vertikal windlass adalah type windlass yang mempunyai sumbu poros


dari wildcat yang arahnya vertikal terhadap deck kapal. Biasanya motor
penggerak dilengkapi gigi, rem dan permesinan lain yang letaknya
dibawah deck cuaca dan hanya wildcat dan alat control saja yang
berada diatas deck cuaca. Hal itu memberikan keuntungan, yaitu
terlindunginya permesinan dari cuaca. Keuntungan lainnya adalah
mengurangi
masalah
dari
relative
deck
defleksion
dan
menyerdehanakan instalasi dan pelurusan dari windlass. Untuk
menggulung tali tambat (warping), sebuah capstan disambungkan
pada poros utama diatas windlass. Windlass vertikal mempunyai
fleksibilitas yang tinggi dalam menarik jangkar dan pengaturan
mooring.

4. Perlengkapan tambat
a. Bollard
Merupakan salah satu perlengkapan tambat yang berfungsi sebagai
tempat mengaitkan tali tali tambat maupun mengulungnya. Desain
bollard untuk kapal ini berdasarkan beban putus maksimal dari tali
tambat. Spesifikasi desain bollard dapat dilihat pada Practical Ship
Building hal 189 dan yang dipilih adalah tipe vertical bollard. Bollard
ditempatkan pada main deck bagian buritan, tiap daerah bulwark yang
memiliki freeing port, dan daerah forecastle deck.
b. Fairlead
Merupakan salah satu perlengkapan tambat yang berfungsi sebagai
pengarah tali tambat dari ke kapal saat kapal sedang dalam proses
bersandar ke pelabuhan. Dasar pemilihan fairlead adalah berdasarkan
diameter dari bollard yang telah direncanakan sebagai parameter
minimum perencanaan roda fairlead.

PEHITUNGAN PERALATAN KEMUDI (STEERING GEAR)


Bambang Soefiyandono

Ukuran Utama Kapal :


-

Lpp
Lwl

B
H
T
Vs

=
=
=
=
=
=
=
=

115 m
Lpp + (3% x Lpp)
115 + (3% x 115)
118,45 m
21 m
11 m
8m
16 Knots

Menghitung Peralatan Kemudi

Ada beberapa
diantaranya :

tahapan

untuk

menentukan

daya

mesin

kemudi,

1. Meghitung Luas Daun Kemudi


Berdasarkan BKI edisi 2009 Vol II section 14.A.3, Luas daun kemudi
direkomendasikan tidak boleh kurang dari :
A
= c1 . c2 . c3. C4. (1,75 , L. T / 100)
Dimana :
L
= panjang kapal.
Berdasarkan BKI Volume II tahun 2009 section 1, panjang L
adalah panjang dalam satuan meter pada summer load waterline
yang diukur dari linggi haluan sampai sumbu poros kemudi atau
Lpp. L tidak boleh kurang dari 96% Lwl dan tidak boleh lebih besar
dari 97% Lwl, sehingga :
Lpp = 115 m
Lwl
=118,45 m
96% Lwl = 96% x 118,45
= 113,7 m
97% Lwl = 97% x 118,45
= 114,9 m
Karena Lpp lebih besar dari 97% Lwl, maka digunakan
panjang L sebesar 97% Lwl atau sebesar 114,9 m
T = sarat kapal
=8m
C1 = factor tipe kapal, diambil 1.0 untuk kapal umum
C2 = factor tipe kemudi, diambil 0,9 untuk semi balansir
C3 = factor profil daun kemudi yang digunakan, diambil 1,0 untuk
NACA profil
C4 = factor peletakan daun kemudi, diambil 1,0 untuk kemudi pada
aliran arus propeller.
Sehingga :
A

= c1 . c2 . c3. C4. (1,75 .L. T / 100)


= 1 x 0,9 x 1 x 1 ( 1,75 x 115 x 8 / 100)
= 14,49 m

2. Menentukan Dimensi Daun Kemudi


Perancangan ukuran daun kemudi adalah sebagai berikut :
Bambang Soefiyandono

Dimana :
A = luasan daun kemudi
= 14,49 m
b = tinggi daun kemudi, direncanakan 5 m
c = lebar daun kemudi
=A/b
= 14,49 / 5
= 2,9 m
X1 = lebar bawah daun kemudi, direncanakan 2,5 m
X2 = lebar atas daun kemudi
= (c . 2) x1
= ( 2,9 . 2) 2,5
= 3,30 m
Af = bagian dari luasan kemudi yang terletak di depan pada
batang poros kemudi
Berdasarkan buku Resistance, propulsion and steering gear of
ship, untuk daun kemudi pada kapal single propeller yang memiliki
luasan di depan sumbu poros daun kemudi sebesar kurang dari 23%
A, sehingga :
Af = 0,23 A
= 0,23 x 14,49
= 3,33 m
3. Perhitungan Gaya Daun Kemudi
Berdasarkan BKI edisi 2009, Volume II, section 14 B-1, perhitungan
daun kemudi adalah berdasarkan rumus berikut :
Cr = 132 A . v. k1. K2.k3.kt
dimana :
A = luas daun kemudi
= 14,49 m
V = kecepatan kapal
=16 knot
Bambang Soefiyandono

k1 = koefisien berdasarkan aspek rasio , dimana diambil tidak boleh


lebih besar dari 2, maka diambil = 2, sehingga
k1 = ( + 2) /3
= ( 2+2 ) / 3
= 1,33
k2 = koefisien yang tergantung tipe kemudi dan profil kemudi
(mengacu Tabel 14.1)
= 1,1 untuk NACA-00 series gottinger profiles

k3 =
=
kt =
=

Koefisien yang tergantung dari lokasi kemudi


1,0 untuk kemudi di aliran propeller
Koefisien tergantung pada koefisien thrust
1,0 untuk kondisi normal

Sehingga :
Cr = 132 A . v. k1. K2.k3.k4
= 132 x 14,49 x 16 x 1,33 x 1,1 x 1 x 1
= 716352,2 N
= 716,35 kN
4. Menghitung Torsi Kemudi
Berdasarkan BKI edisi 2009, Volume II, section 14 B-1, perhitungan torsi
kemudi adalah berdasarkan rumus berikut :
QR
= Cr x r
Dimana :
Cr
= gaya daun kemudi
= 718,15 kN
r
= c ( kb)
= min 0,1 c untuk kondisi maju
Dimana :
C = lebar daun kemudi
= 2,9 m
= 0,33 untuk kondisi maju
Bambang Soefiyandono

kb= balance factor


= Af / A
= 3,33 / 14,49
= 0,23
Sehingga :
r
= c ( kb)
= 2,9 ( 0,33 0,23 )
= 2,9 m
Maka,
QR
= Cr x r
= 716352,2 x 2,9
= 2077421,4 Nm
5. Menghitung Diameter Tongkat Kemudi ( Rudder Stock)
Berdasarkan BKI edisi 2009, Volume II, section 14 C-1, perhitungan torsi
kemudi adalah berdasarkan rumus berikut :
Dt = 4,2
Dimana
QR
Kr

Kr

QR k r

:
= torsi kemudi
= 2077421,4 Nm
= N/mm2 dan nilai minimum tegangan tarik 400 N/mm2 atau
lebih dari 900 N/mm2. Pertimbangan dalam Klasifikasi bahwa
material yang harus digunakan memiliki nilai nominal pada
titik yield tidak kurang dari 235 N/mm2. dengan
mengasumsikan bahwa material yang digunakan memiliki
tegangan tarik (ReH) 420 N/mm2. Maka diperoleh nilai kr
sebesar :
0 , 75

235
=

ReH

235

420

0 , 75

0,65

Sehingga :
Dt = 4,2

QR k r

= 4,2 3 2077421,4 0,65


= 215 mm
6. Menghitung Daya Mesin Kemudi
Berdasarkan buku Marine Auxiliary Machinary ad System, M. Khetagurov,
daya yg dibutuhkan untuk memutar tangkai daun kemudi adalah :
Nrs =

M T rs
75

Dimana :
QR
= torsi kemudi
= 2077421,4 Nm
Bambang Soefiyandono

rs

180

Dimana :

= sudut putar kemudi


= 35

= waktu putar kemudi


= 28 detik
Sehingga :

rs

180
2 (35) 3,14

=
28
180
=

= 0,04
Maka, daya poros kemudi :
Nrs =

Q R rs
75

2077421,4 0,04
75
= 1090, 35 Hp
=

Bambang Soefiyandono

PEHITUNGAN PERMESINAN BANTU

Ukuran Utama Kapal :


- Lpp
= 160.70 m
- Lwl
= Lpp + (3% x Lpp)
= 160.70 + (3% x 160.70)
= 165,52 m
- B
= 25 m
- H
= 14,2 m
- T
= 9,5 m
- Vs
= 19,8 Knots
- Cbwl
= 0,617
- Cbpp
= 0,627
- Type kapal = Container
1. Perhitungan Equipment Numeral (Z1)
Sebelum dilakukan perhitungan terhadap mesin bantu, perlu
diketahui tentang jumlah jangkar, berat jangkar, rantai jangkar, dan
juga mooring ropes. Berdasarkan LLOYD's REGISTER Part 3 Chap 13
Sec 7, equipment numeral (Z 1) untuk jangkar dan rantai jangkar
dihitung berdasarkan rumus berikut :
Z1

Bambang Soefiyandono

= 2/3 + 2.h.B + A/10

Dimana :

= displacement kapal
= Lwl x B x T x Cbwl x
= 160,70 x 25 x 9.5 x 0,617 x 1,025
= 24254,9 ton
h
= tinggi efektif, dihitung dari summer load waterline sampai
ujung rumah geladak tertinggi
= (H-T) + ( tinggi bangunan atas)
= (14,2-9,5) + (2,4 + 3 + 3 + 3 + 3)
= 19,1 m
B
= Lebar Kapal
= 25 m
A
= area (m), pada profil view lambung, superstructure, dan
rumah geladak.
= 2639.94 m

Sehingga,
Z1

=
=
=
=

2/3 + 2.h.B + A/10


(24254,9) 2/3 + 2 (19.1 x 14,2) + (1187 / 10)
837,91 + 955 + 263.99
2056,91

Dari perhitungan Equipment numeral, maka berdasarkan LLOYD's


REGISTER Part 3 Chap 13 Sec 7 table 13.7.2 dan tabel 13.7.3
didapatkan data sebagai berikut :

Bambang Soefiyandono

Bambang Soefiyandono

a. Jangkar
Jumlah Jangkar
: 2 buah
Berat
: 6000 kg
b. Rantai Jangkar
Panjang total
: 577,5 m
Diameter :
D1 : 78 mm
D2 : 68 mm
D3 : 60 mm
c. Tali tarik
Panjang
: 220 m
Beban putus : 1168 kN
d. Tali Tambat
Jumlah
: 5 buah
Bambang Soefiyandono

Panjang
Beban putus

: 190 m
: 402 kN

2. Perhitungan Daya Windlass


Perhitungan daya windlass terdiri dari beberapa perhitungan
sebagai berikut :
a. Perhitungan Gaya Tarik Pengangkat Jangkar (Tcl)
Berdasarkan buku Marine Auxiliary Machinery and System, M.
Khetagurov hal 383, perhitungan gaya tarik pengangkat
jangkar adalah sebagai berikut :
Tcl

= 2 fh x (Ga + (Pa x La)) x ( 1 ( w / a)

Dimana
:
Ga
= berat jangkar
= 6000 kg
La
= panjang dari suspended cable, untuk jangkar dengan
berat 3000 sampai 6000 panjang dari suspended cable
adalah 100 m
Pa
= berat penarikan jangkar tiap meter
= 0,0218 x (dc)
Dimana
:
Dc
= diameter rantai, diambil yang terbesar
= 78 mm
Sehingga :
Pa
= 0,0218 x (dc)
= 0,0218 x (78)
= 132,63 kg
w
= berat jenis air laut
= 1025 kg/m
a
= berat jenis material jangkar
= 7750 kg/m
Fh
= faktor gesekan pada hawse pipe dan stopper,
bernilai antara 1,28 1, 35
= 1,28
Sehingga,
Tcl

= 2 fh x (Ga + (Pa x La)) x ( 1 ( w / a)


= 2 x 1,28 x (6000 + (132,63 x 100)) x (1 (1025 /

7750)
= 42791,47 kgf
Dimana 1 kgf = 9,81 N
Tcl

Bambang Soefiyandono

= 42791,47 x 9,81
= 419784 N
= 419,784 kN

b. Perhitungan Torsi Pada Cable Lifter (Mcl)


Mcl

= ( Tcl x Dcl ) / ( 2 x cl)

Dimana :
Tcl
= Gaya tarik pengangkat jangkar
= 42791,47 kgf
Dcl
= Diameter efektif kabel lifter
= 13,6 d
= 13,6 x 78
= 1060,8 mm
= 1,0608 m
cl
= Efisiensi dari kabel lifter bernilai antara 0,9 0,92
= 0,9
Sehingga :
Mcl

= ( Tcl x Dcl ) / ( 2 x cl)


= (42791,47 x 1,0608 ) / ( 2 x 0,9)
= 25218,4 kgf.m

c. Perhitungan Torsi pada Poros Motor (Mm)


Mm

= Mcl / ( ia x a)

Dimana :
Mcl
= torsi pada cable lifter
= 25218,4 kgf.m
Ia
= perbandingan gigi mekanis
= (nm / ncl)
Dimana :
Nm
= putaran motor penggerak, bernilai antara 750
1550 rpm
= 1000 rpm
Ncl
= putaran kabel lifter
= 300 / dc
= 300 / 78
= 3,84 rpm
Sehingga :
Ia
= nm / ncl
= 1000 / 3,84
= 260
a
= efisiensi peralatan untuk worm gearing, bernilai
antara 0,7 0,85
= 0,8
Sehingga :
Mm = Mcl / ( ia x a)
= 25218,4 / (260 x 0,8)
= 121,242 kgf.m

Bambang Soefiyandono

d. Perhitungan Daya Motor Penggerak Windlass (Ne)


Ne
= (Mm x nm ) / 716,2
Dimana :
Mm = torsi pada poros motor
= 121,242 kgf.m
Nm
= putaran motor penggerak, bernilai antara 750
1550 rpm
= 1000 rpm
Sehingga,
Ne
= (Mm x nm ) / 716,2
= (121,242 x 1000) / 716,2
= 169,28 HP
= 125,271 kW

Bambang Soefiyandono