Anda di halaman 1dari 15

Sistem Listrik 3-Phase

Published January 24, 2012 | By ILR

Penjelasan sistem 3 phase dan 1 phase Artikel ini adalah semacam sub-artikel dari artikel sebelumnya Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan PERIKSA. Kami coba membantu sobat ILR dalam memahami fenomena munculnya arus netral pada kWh-meter, khususnya Meter PraBayar (MPB). Ada beberapa pertanyaan mengenai sistem 3-phase yang diaplikasikan pada sistem kelistrikan PLN dan mengapa kabel listrik yang disambung ke instalasi listrik rumah terdiri kabel phase dan kabel netral? Mengapa kabel phase bertegangan dan kabel netral tidak bertegangan? Dan mengapa ada arus netral yang datang dari jaringan listrik PLN? Semuanya kami coba rangkum dalam tulisan ini. Tetapi terus terang, tulisan ini dibuat sebagai nice to know saja. Isinya tidak rumit-rumit dengan rumus atau teori yang mendalam. Walaupun begitu, kami berusaha sebaik mungkin membuatnya lebih mudah dimengerti oleh pembaca yang merasa awam soal listrik. Mudahmudahan cukup bermanfaat dan mencerahkan. Baiklah.silahkan klik di selanjutnya Sistem 3-Phase dan 1-Phase Hampir seluruh perusahaan penyedia tenaga listrik menggunakan sistem listrik 3-phase ini. Sistem ini diperkenalkan dan dipatenkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1887 dan 1888. Sistem ini secara umum lebih ekonomis dalam penghantaran daya listrik, dibanding dengan sistem 2-phase atau 1-phase, dengan ukuran penghantar yang sama. Karena sistem 3-phase dapat menghantarkan daya listrik yang lebih besar. Dan juga peralatan listrik yang besar, seperti motor-motor listrik, lebih powerful dengan sistem ini. PLN mengaplikasikan sistem 3-phase dalam keseluruhan sistem kelistrikannya, mulai dari pembangkitan, transmisi daya hingga sistem distribusi. Oh iya, agar lebih jelas, sistem kelistrikan PLN secara umum dibagi dalam 3 bagian besar :

Sistem Pembangkitan Tenaga Listrik Terdiri dari pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar di berbagai tempat, dengan

jenis-jenisnya antara lain yang cukup banyak adalah PLTA (menggunakan sumber tenaga air), PLTU (menggunakan sumber batubara), PLTG (menggunakan sumber dari gas alam) dan PLTGU (menggunakan kombinasi antara gas alam dan uap). Pembangkit-pembangkit tersebut mengubah sumber-sumber alam tadi menjadi energi listrik.

Sistem Transmisi Daya Energi listrik yang dihasilkan dari berbagai pembangkit tadi harus langsung disalurkan. Karena energi listrik sebesar itu tidak bisa disimpan dalam baterai. Karena akan butuh baterai kapasitas besar untuk menyimpan energi sebesar itu dan menjadi sangat tidak ekonomis. Sebagai gambaran, accu 12Vdc dengan kapasitas 50Ah akan menyimpan energi listrik maksimal kira-kira 600 Watt untuk pemakaian penuh selama 1 jam. Sedangkan total pemakaian daya listrik untuk jawa-bali bisa melebihi 15,000 MW (15,000,000,000 Watt). Jadi.Berapa besar baterai untuk penyimpanannya? Untuk itulah suplai energi listrik bersifat harus sesuai dengan permintaan saat itu juga, tidak ada penyimpanan. Karena itu sistem transmisi daya listrik dibangun untuk menghubungkan pembangkit-pembangkit listrik yang tersebar tadi dan menyalurkan listriknya langsung saat itu juga ke pelanggan-pelanggan listrik. Saluran penghantarannya dikenal dengan nama SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi), SUTET (Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi) dll. Pastinya nggak asing dech dengan bentuknya yang kaya menara itu ya.. Di Jawa-Bali, sistem transmisi daya listrik ini diatur oleh P3B (Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban) Jawa-Bali yang berlokasi di daerah Gandul, Cinere, Bogor. Sistem Distribusi Daya Listrik Dari sistem transmisi daya tadi, listrik akan sampai ke pelanggan-pelanggannya (terutama perumahan) dengan terlebih dahulu melalui Gardu Induk dan kemudian Gardu Distribusi. Gardu Induk mengambil daya listrik dari sistem transmisi dan menyalurkan ke Gardu-gardu distribusi yang tersebar ke berbagai daerah perumahan. Dan di dalam gardu distribusi, terdapat trafo distribusi yang menyalurkan listrik langsung ke rumah-rumah dengan melewati JTR (Jaringan Tegangan Rendah), yang biasanya ditopang oleh tiang listrik.

Selengkapnya mengenai sistem tenaga listrik PLN ini akan dijelaskan pada artikel lain yang akan masuk daftar tunggu untuk rilis (Sistem Tenaga Listrik PLN). Listrik 3-phase adalah listrik AC (alternating current) yang menggunakan 3 penghantar yang mempunyai tegangan sama tetapi berbeda dalam sudut phase sebesar 120 degree. Ada 2 macam hubungan dalam koneksi 3 penghantar tadi : hubungan bintang (Y atau star) dan hubungan delta. Sesuai bentuknya, yang satu seperti huruf Y dan satu lagi seperti simbol delta. Tetapi untuk bahasan ini kita akan lebih banyak membicarakan mengenai hubungan bintang saja.

Sistem 3-Phase Hubungan Bintang dengan tegangan 380/220V Gambar disamping adalah contoh sistem 3-phase yang dihubung bintang. Titik pertemuan dari masing-masing phase disebut dengan titik netral. Titik netral ini merupakan common dan tidak bertegangan. Ada 2 macam tegangan listrik yang dikenal dalam sistem 3-phase ini : Tegangan antar phase (Vpp : voltage phase to phase atau ada juga yang menggunakan istilah Voltage line to line) dan tegangan phase ke netral (Vpn : Voltage phase to netral atau Voltage line to netral). Sistem tegangan yang dipakai pada gambar dibawah adalah yang digunakan PLN pada trafo distribusi JTR (380V/220V), dengan titik netral ditanahkan. Pada istilah umum di Indonesia, sistem 3-phase ini lebih familiar dengan nama sistem R-S-T. karena memang umumnya menggunakan simbol R, S , T untuk tiap penghantar phasenya serta simbol N untuk penghantar netral. Kita langsung saja pada sistem yang dipakai PLN. Seperti pada gambar tersebut, di dalam sistem JTR yang langsung ke perumahan, PLN menggunakan tegangan antar phase 380V dan tegangan phase ke netral sebesar 220V. Rumusnya seperti ini : Vpn = Vpp/3 > 220V = 380/3 Instalasi listrik rumah akan disambungkan dengan salah satu kabel phase dan netral, maka pelanggan menerima tegangan listrik 220V. Perhatikan pada gambar dibawah ini :

Sistem Listrik 3-Phase PLN 380/220V pada Jaringan Distribusi Perumahan Contoh 3-phase hubungan delta bisa dilihat di sisi primer dari trafo diatas (sebelah kiri). Sedangkan sisi sekunder (sebelah kiri) terhubung bintang. Hubungan delta pada umumnya tidak mempunyai netral. Arus Netral pada sistem 3-phase Salahsatu karakteristrik sistem 3-phase adalah bila sistem 3-phase tersebut mempunyai beban yang seimbang, maka besaran arus phase di penghantar R-S-T akan sama sehingga In (arus netral) = 0 Ampere. Contohnya pada gambar diatas : Misal ketiga rumah tersebut mempunyai beban yang identik seimbang. Maka arus netral sebagai penjumlahan dari ketiga arus phase tersebut akan menjadi : Ir + Is + It = In > Bila beban seimbang maka Ir = Is = It dan In = 0 Ampere Kok hasilnya bisa nol? Karena sistem penjumlahannya adalah secara penjumlahan vektor, bukan dengan penjumlahan matematika biasa (jadi bukan 1+1+1=3). Pada prakteknya, beban seimbang dari ketiga phase tadi hampir mustahil dicapai. Karena beban listrik setiap rumah belum tentu identik. Bila terjadi ketidakseimbangan beban, maka besar arus listrik setiap phase tidak sama. Akibatnya arus netral tidak lagi sebesar 0 Ampere. Semakin tidak seimbang bebannya, maka arus netral akan semakin besar. Karena sifat arus listrik adalah loop tertutup agar bisa mengalir, maka arus netral tadi akan mengalir ke instalasi listrik milik pelanggan dan melewati grounding sistem untuk masuk ke tanah, yang akhirnya mengalir balik ke titik grounding trafo kemudian kembali masuk ke instalasi listrik rumah, demikian seterusnya. Walaupun pelanggan listrik tersebut mematikan daya listrik yang masuk ke rumah, dengan MCB di kWh-meter pada posisi OFF, arus netral tetap akan mengalir.

Arus Netral ke kWh-Meter Saat Terjadi Beban 3 Phase Tidak Seimbang

Apa pengaruhnya pada Meter Prabayar? Seperti yang dijelaskan pada artikel sebelumnya Pengawatan Meter PraBayar dan munculnya tulisan PERIKSA, adanya arus netral yang tidak diinginkan ini akan membuat masalah pada Meter Prabayar (MPB) bila pengawatan pada MPB tidak benar. Karena MPB cukup peka mengukur perbedaan antara arus phase dan netralnya. Oke dech sobatsampai disini dulu tulisannya. semoga sobat ILR menjadi lebih jelas memahami sistem kelistrikan 3 phase dan fenomena arus netralnya serta hubungannya dengan masalah pada MPB. Mudah-mudahan bermanfaat. Mohon maaf bila tulisannya malah jadi rumit dan sulit dimengerti. Bila ada pertanyaan silahkan saja. Walaupun mungkin anda awam istilah teknis, yang penting

maksudnya tersampaikan harus diperbaiki. Salam, inShare0 digg

. Juga mohon koreksinya bila ada yang

Posted in Pengertian Dasar | Tagged 3 phase, instalasi listrik, instalasi listrik rumah, kWh meter, listrik, listrik prabayar, listrik rumah, listrik rumah tangga, mengenal listrik 113 Responses to Sistem Listrik 3-Phase Newer Comments

Rahmat: September 28, 2012 at 7:16 am Salam Kenal Mas Saya bekerja di salah satu kantor cabang, d mana daya yang terpasang adalah 3 phase 380 V dan saat ini jaringan instalasi kami sedang mengalami ganguan disalah satu fasenya mungkin disebabkan pembagian fase tidak seimbang. yang ingin saya tanyakan:

1. Bagaimana mengecek kabel R S T, maaf saya masih awam mas? 2. Menghitung Dayanya? Atas bantuannya saya haturkan terima kasih (mohon penjelasannya lewat email saya aja mas)! Reply
o

je mino: November 12, 2012 at 9:54 pm ikut koment ; untuk mengecek/mengetahui kabel power R,S,T harus menggunakan alat yang disebut RSTmeter. untuk menghitung daya : - 1ph adalah P= V x I x CosQ(phi) - 3ph adalah P= V x I x V3 x CosQ(phi) NOte : CosQ adl Power Factor (0,8) V3 (akar 3) = 1,73 semoga membantu.thanks Reply

aziz: September 30, 2012 at 6:35 pm salam listrik jaya mas IRL saya mau tanya berapa batas daya pada tegangan tinggi, tegangan sedang, tegangan rendah makasih sebeluma Reply

lingling: October 3, 2012 at 7:43 pm maaf pak mau nanya nih ? 1. arus nol maksudnya gimana? 2. cara perhitungannya?

3. galat error yang diperbolehkan? semuanya dalam sistem 3 phasa Reply

adecki: October 9, 2012 at 1:35 pm salam semua. saya mau nanya kalau tegangan 2 phase dipakai untuk tegangan 1ph bisa atau tidak? apa efeknya ke mesin. sebagai info: mesin membutuhkan power supply 220V/1ph/50hz dgn netral lalu dari power supply main panel yang ada 2 live wire(240V) terimakasih sebelumnya Reply

adecki: October 9, 2012 at 1:36 pm salam semua. saya mau nanya kalau tegangan 2 phase dipakai untuk tegangan 1ph bisa atau tidak? apa efeknya ke mesin. sebagai info: mesin membutuhkan power supply 220V/1ph/50hz dgn netral lalu dari power supply main panel yang ada 2 live wire(240V) terimakasih sebelumnya Reply

Manthus: October 11, 2012 at 11:59 am Salam kenal om, infonya sangat bermanfaat. Dari penjelasan om sebelumnya, saya coba perhatikan instalasi MPB di rumah saya dan ternyata pake TN-C. Pertanyaan saya : 1. Gimana gambar dan cara buat grounding TN-C-S yang benar pada instalasi rumah saya. Untuk diketahui, saya sering mengalami sengatan listrik pada casing komputer saya dan peralatan lain yang body casenya terbuat dari logam. 2. Batang grounding yang ditanam ke dalam tanah sebaiknya terbuat dari bahan apa?

Karena di daerah saya tidak dijual alat yang dimaksud. dan sebaiknya menggunakan kabel jenis apa untuk menghubungkannya? Mohon penjelasan dan terima kasih atas bantuannya. Reply

Agung Triono: October 12, 2012 at 3:02 pm P. ILR bagus bnget infonya. klo listrik 1 fasa max sampai daya berapa ? Reply

aden: October 16, 2012 at 12:18 pm salam setroom,,mo nanya mas,,dirumah saya kadang2 kalo stop kontak ditestpen fasa dan nol menyala,,kadang2 normal (kabel fasa saja yang nyala),,kira2 masalahnya apa ya mas. . * Reply
o

aden: November 11, 2012 at 9:44 pm mungkin ada yang bisa bantu jawab dan solusi Reply

Dian: November 22, 2012 at 2:30 am

kalo dari pengalaman saya, hal demikian terjadi karena kerusakan atau kesalahan pemasangan pada sambungan instalasi sehingga kadangkadang terjadi short circuit antara dua kabel kadang juga normal. saya mau tanya balik saat terjadi kedua bagian stop kontak menyala saat di tespen itu MCB di meteran listrik turun (trip) atau tidak? Reply
o

aden: November 25, 2012 at 3:46 pm mohon bantuan admin atau agan2 semua Reply

Yudha Tarigan: October 17, 2012 at 4:43 pm dari penjelasan diatas, listrik 1 phase, 2 phase dan 3 phase, berarti listrik rumah tangga adalah listrik 1 phase ya om, apakah selali listrik 1 phase tersebut bertegangan 220V? maaf saya sangat awam dengan listrik Reply

Agus Syarif: October 18, 2012 at 11:17 am Mas, saya orang awam ,,sy kok bingung dengan yng namanya neutral, phase dan ground,,,,apakah fase sama neutral itu jadi satu (se kabel) atau gimna? thanks,,, Reply

Fred: October 20, 2012 at 2:03 pm Salam kenal mas, info yg sgt bermanfaat. Kebetulan sy lg butuh info soal listrik 3 phase. Saya jg mnta tolong bagaimana cara menentukan titik R-S-T dari PLN. Tq

Reply

Fred: October 20, 2012 at 2:12 pm mas, sy pakai listrik 3 phase, di dalam panel box listrik kabel nol (netral) dan grounding disatukan. apakh ini benar atau sebaiknya dipisahkan? Reply
o

je mino: November 12, 2012 at 10:10 pm ikut urun rembug mas bos , untuk netral dan grounding itu seharusnya dipisahkan sendiri2,kalau nol itu dari sumber tegangan(PLN),kalau grounding itu dari arde(pentanahan). nah grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi tegangan listrik yang timbul akibat kegagalan isolasi dari system kelistrikan atau peralatan listrik. Contohnya, bila suatu saat kita menggunakan setrika listrik dan terjadi tegangan yang bocor dari elemen pemanas di dalam setrika tersebut, maka tegangan yang bocor tersebut akan mengalir langsung ke bumi melalui penghantar grounding. Dan kita sebagai pengguna akan aman dari bahaya. Intinya adalah sebagai bagian dari proteksi instalasi listrik rumah. thanks. Reply

donmono: October 20, 2012 at 5:09 pm salam kenal om ILR, info tentang lstrik 3phasa sangat bermanfaat dan membingungkan buat saya hehehe, untuk itu saya mohon dikirimin gambar pengawatan instalasi rumah tinggal yang 3phasa terima kasih sebelumnya Reply

syamsul komar:

October 22, 2012 at 9:11 pm Saya mau tanya bagaimana menentukan r s t pada kabel pln yang masuk ke instalasi rumah 3 phase,tolong jawab via email ya..thanks.. Reply

Guvee: October 23, 2012 at 2:04 pm Mas mau tanya, saya pernah baca di manual book mesin Belanda bahwa untuk koneksi input 3 phasa mereka bisa dilakukan dengan 2 macam koneksi, yaitu: 1. R-S-T-PE-N ( Pakai 5 kabel dari sumber tegangan) 2. R-S-T-PEN (Ground dan Netral dijumper), dan yang diconnect ke input adalah PE Bedanya 2 koneksi ini apa ya? dan untuk koneksi yang ground dan netral dijumper apakah baik untuk sumber listrik di Indonesia? Mohon sharing infonya Reply

Zein: October 23, 2012 at 10:47 pm Salam kenal Mas IRL Maaf mau bertanya..? Saya mau merubah mesin Mie saya dari manual mau saya ganti memakai dynamo Namun pada saat mau membeli dynamo saya ditanya mau yang 1 phase atau 3 phase dan berapa pk Bingung jawabnya..hehehehehehhehe,,g Mohon sarannya Mas,,,listrik dirumah saya cuma 1300watt Saran Mas berguna sekali buat saya.. Terima kasih.. Reply

Riyanto: October 30, 2012 at 10:46 pm

salam kenal P.IRL mohon pencerahannya, kenapa listrik 3 phase di sebut R S T N, adakah maksud tertentu dari penyebutan itu, yang saya tau hanya bagian belakangnya saja yaitu N = Nol, untuk R S T nya saya mohon pecerahanya, terima kasih banyak sebelumnya. Reply

putri: October 31, 2012 at 11:23 am mas kalo untuk LPB 3 phase itu daya nya sampai berapa ya? Reply
o

ayi cahyana: November 4, 2012 at 1:25 am sharing saja mba putri, untul jenis LPB 3 phase paling tinggi digunakan sampe daya 41,5kVA, namun umumnya digunakan sampai daya 33 kVA saja, namun saya ada pengalaman untuk LPB 3 phase sebaiknya beban diratakan semaksimal mungkin karena di LPN 3 phase ada unbalace relay yang akan mentrip kan MPB apabila beban sangat pincang, namun demikian apabila sulit meratakan maka anda bisa minta PLN untuk menonaktifkan unbalance relaynya mba trims Reply

fendie: November 3, 2012 at 5:51 am maaf pak, mau tanya.kalony 3 phase dalam sistem instalasi listrik dalam kapal laut gmna yaa ?, terus sperti ap diagram ny.mohon penjelasan ny pak terima kasih sebelum dan sesudah ny pak .. Reply

rental mobil jambi:

November 13, 2012 at 9:33 am tanks for info gan. Reply

sunardi: November 15, 2012 at 10:53 pm salam kenal pak,mohion infonya apakah dalam satu bangunan diperkenankan ada 2 instalasi berbeda yang bersimpangan dengan dua sumber (trafo) yang berbeda, kalau tidak boleh mengapa? dan mohon info tentang aturan2 instalasi 3 fasa apa yang boleh dan yang tidak boleh, mohon dibalas via email. terima kasih Reply

wildan: November 19, 2012 at 2:50 pm sekedar membantu. untuk masalah grounding itu bermacam macam tergantung systemnya menggunakan system IT, TT, TNC,TNC-S dengan berbagai koneksi yang berbeda-beda. setahu saya penyebutan R-S-T itu menandakan urutan fasanya aja.terserah penyebutannya jg.kalo sekarang sih nyebutnya L1-L2-L3. Reply

Yoga: November 21, 2012 at 1:12 am mau tanya, apakah arus 1 phase bisa dirubah menjadi 3 phase,.?bagaimana cara membuat alatnya Reply

yasir arosat: November 27, 2012 at 7:51 pm

Mlm pak. Mau nanya,klo toko terpasang meteran 33kva 3phase,untuk pemasangan switch genset 3 phase sya agk bingung bila menggunakan genset 1 phase. Apakah bisa gnset 1 phse menyuplai instalasil listrik 3 phase? Ats petunjuknya sy ucapkan bnyk terimaksih. Reply

wildan: December 5, 2012 at 10:40 am yasir arosat: maksud untuk switch gensetnya apa pak??kalo gensetnya 1 phasa bisa kog untuk menyuplai beban 3 fasa bapak tetapi konsekuensinya genset bapak harus daya nya besar dan harus ada kontrol lgi.tetapi jika genset bapak 1fase dengan daya yg kecil saran saya lebih baik digunakan untuk menyuplai beban-beban yang penting saja pak.misalnya di phase R saja,S saja atau T saja. Reply

soni: December 5, 2012 at 6:34 pm salam,,, mau nanya ni mas. daya yang masuk 1 phasa itu daya berapah aja. dan juga 2 phasa.dan 3 phasa nya.. trims Reply
o

wildan: December 13, 2012 at 4:00 pm maksudnya daya berapa aja?? kalo daya itu terbatas pada kemauan kita dan daya dari PLNnya Reply

gundam:

December 6, 2012 at 8:12 am R artinya dan S atinya dan T artinya mohon di prejelas Reply

wildan: December 13, 2012 at 4:05 pm Setau ane sih R itu phasa pertama, S = phasa kedua, T=phasa ketiga. yang membedakan itu sudut fasanya. R=0 derajat S=+120drjt T=-120drjt.