Anda di halaman 1dari 5

PENGUKURAN POTENSIAL OSMOTIK DAN

POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN

A. Dasar Teori
Banyak aktivitas tumbuhan yang ditentukan oleh sifat air dan bahan terlarut
dalam air. Air mampu melarutkan lebih banyak bahan daripada zat cair umum lainnya.
Dengan demikian sifat air menjadi dinamis, selalu terjadi pergerakan air dalam tubuh
tumbuhan. Pergerakan air yang dinamis tersebut menyebabkan perubahan potensial
osmotik dan potensial air suatu sel atau jaringan. Air akan mengalir dari sel atau
jaringan yang memiliki potensial air tinggi ke sel atau jaringan (atau ke lingkungan di
sekitar sel) dengan potensial air yang lebih rendah. Bila sel atau jaringan ditempatkan
dalam larutan yang hipertonis maka air akan berdifusi ke luar sel atau jaringan tersebut
untuk menyeimbangkan konsentrasi larutan di dalam sel atau jaringan dengan
lingkungannya. Hal ini akan menyebabkan protoplas akan kehilangan air dan menyusut
volumenya, sehingga terlepas dari dinding sel. Peristiwa ini disebut sebagai
plasmolisis. Dalam keadaan tertentu, sel masih mampu kembali ke keadaan semula
bila jaringan dimasukkan dalam air murni. Peristiwa ini dikenal sebagai deplasmolisis
Sebaliknya, bila air masuk ke dalam sel secara berlebih akan menyebabkan protoplas
mendesak dinding sehingga sel akan tegang dan disebut dengan turgor.

B. Tujuan
Dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat:
a. mengetahui nilai PA umbi kentang
b. menemukan fakta tentang gejala plasmolisis
c. menunjukkan faktor penyebab plasmolisis
d. mendeskripsikan peristiwa plasmolisis
e. menunjukkan hubungan antara plasmolisis dengan status potensial osmotok antara
sel dan larutan di sekitarnya

C. Prinsip
Prinsip kerja dalam praktikum ini adalah:
a. potensial osmotik jaringan tumbuhan dapat diukur dengan menggunakan berbagai
konsentrasi larutan gula atau garam dengan membandingkan sel yang mengalami
plasmolisis dan sel yang tidak mengalami plasmolisis
b. potensial air jaringan tumbuhan dapat diukur dengan menggunakan berbagai
konsentrasi larutan gula atau garam dengan membandingkan ukuran potongan
jaringan atau organ yang menandai masuk atau keluarnya air

D. Metode Pengukuran
Metode pengukuran potensial osmotik dan potensial air dalam praktikum ini
adalah menggunakan metode volume konstan, yaitu:
a. Mengukur potensial osmotik dengan menghitung jumlah sel yang mengalami
plasmolisis dan sel yang tidak mengalami plasmolisis dalam berbagai konsentrasi
gula
b. Mengukur potensial air dengan mengukur panjang atau diameter bahan coba dalam
berbagai konsentrasi gula

E. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
- Botol vial
- botol selai/balsam
- mikroskop cahaya
- pengebor gabus
- silet tajam
- beaker glass

- Labu takar
- gelas ukur
- batang pengaduk
- mistar
- jangka sorong
- aluminium foil

- pipet dan kobokan


- kaca benda dan kaca penutup
- larutan gula atau sukrosa
- daun Rhoeo discolor
- umbi kentang

F. Cara Kerja
a. mengukur potensial osmotik
1. Sediakan 5 botol vial dan isi masing-masing botol dengan 5 ml larutan gula dengan
konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%.

2. Buatlah sayatan dari epidermis bagian bawah daun Rhoeo discolor. Tiap sayatan
paling sedikit mengandung 25 sel epidermis.
3. Masukkan 3 sayatan dalam setiap botol vial yang telah berisi larutan gula dalam
berbagai konsentrasi.
4. Tutup botol vial dan diamkan selama 30 menit.
5. Periksa setiap sayatan yang telah direndam dalam air gula dengan berbagai
konsentrasi di bawah mikroskop cahaya, yaitu dengan meletakkan sayatan pada kaca
benda yang telah ditetesi dengan larutan asal sayatan tersebut direndam dan tutup
dengan kaca penutup.
6. Hitung jumlah sel yang mengalami plasmolisis. Pastikan sel yang anda hitung tidak
terulang terhitung kembali.
7. Masukkan hasil perhitungan anda pada tabel data.
b. Mengukur Potensial Air Umbi Kentang (Solanum tuberosum)
1. Siapkan larutan gula dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% masingmasing sebanyak 50 ml dan masukkan ke dalam 5 botol selaiatau botol balsam.
2. Pilih umbi kentang yang cukup besar dan buatlah silinder-silinder umbi dengan alat
pengebor gabus berdiameter 5 mm.
3. Potong-potong silinder dari umbi kentang tersebut sepanjang 2,5 atau 3 cm.
bekerjalah dengan cepat untuk memperkecil terjadinya penguapan air dari silinder.
4. Masukkan potongan-potongan silinder umbi kentang tersebut dalam botol-botol
selai yang berisi larutan gula dengan konsentrasi yang berbeda. Masing-masing
botol diisi 4 buah silinder. Tutup botol selai menggunakan aluminium foil atau
plastik dan diamkan selama 1 jam.
5. Ukur panjang silinder-silinder yang sudah direndam dalam larutan gula tersebut
menggunakan jangka sorong. Catat hasil perhitungan anda dan masukkan dalam
tabel data.

G. Analisis Data
1. Hitung (konversikan) konsentrasi gula yang telah anda dalam Molar dan cocokkan
data anda dengan tabel potensial osmotik yang ada.
3

2. Konversikan data jumlah sel yang berplasmolisis dalam persen


3. Buatlah grafik dari setiap data yang anda peroleh, dengan molaritas sebagai sumbu
X sedangkan persentase sel yang berplasmolisis dan panjang silinder kentang
sebagai sumbu Y.
4. Perhatikan, pada konsentrasi gula berapa Molar silinder kentang tidak berubah
panjangnya?
5. Pada konsentasi larutan gula berapa jumlah sel yang berplasmolisis berkisar 50%?
Tabel Potensial Osmotik (PO) Beberapa Molaritas Larutan Sukrosa
pada Suhu 20C menurut A. Ursprung dan G. Blum
Molaritas
0,01
0,02
0,03
0,04
0,05
0,06
0,07
0,08
0,09
0,10
0,11
0,12
0,13
0,14
0,15

PO (Atm)
-0,30
-0,50
-0,80
-1,10
-1,30
-1,60
-1,90
-2,10
-2,40
-2,60
-2,90
-3,20
-3,40
-3,70
-4,00

Molaritas
0,16
0,17
0,18
0,19
0,20
0,21
0,22
0,23
0,24
0,25
0,26
0,27
0,28
0,29
0,30

PO (Atm)
-4,20
-4,50
-4,50
-4,70
-5,00
-5,30
-5,60
-5,90
-6,40
-6,70
-7,00
-7,30
-7,50
-7,80
-8,10

H. Diskusi
1. Apakah ada perbedaan respon sel-sel epidermis pada larutan eksternalnya (larutan
gula) yang berbeda konsentrasinya?
2. Bagaimana kecenderungan bentuk hubungan antara tingkat plasmolisis dengan
konsentrasi larutan gula?
3. Bila tekanan osmotik larutan di luar sel atau jaringan sama dengan tekanan osmotik
cairan selnya, peristiwa apa yang akan terjadi?
4. Mengapa dalam praktikum ini ditekankan pada jumlah sel yang mengalami
plasmolisis sekitar 50%? Jelaskan
4

5. Apa yang dimaksud dengan plasmolisis insipien?


6. Menurut dugaan anda, apakah sel atau jaringan yang terplasmolisis dalam praktikum
ini masih dapat kembali normal bila dikembalikan ke lingkungan air biasa?
7. bagaimanakah perbedaan tingkat perubahan panjang potongan kentang pada
konsentrasi larutan gula yang berbeda?
8. Apakah artinya jika potongan kentang bertambah panjang?
9. Bagaimana status potensial air jaringan kentang terhadap larutan perendam jika
tidak tejadi perubahan volume?
10. Mengapa umbi kentang dapat berubah ukurannya setelah direndam dalam larutan
gula dalam berbagai konsentrasi, padahal sel-sel umbi tersebut memiliki dinding sel?

I. Laporan
1. Topik Permasalahan
2. Tujuan Kegiatan
3. Hasil Pengamatan
4. Analisis Data
5. Pembahasan
6. Kesimpulan
7. Diskusi
8. Kepustakaan