Anda di halaman 1dari 16

PEMBELIAN BAHAN

MAKANAN

PENGADAAN BAHAN MAKANAN


EMPAT (4) METODA PENGADAAN BAHAN
MAKANAN:
1.
PELELANGAN
2.
PEMILIHAN LANGSUNG
3.
PENUNJUKAN LANGSUNG
4.
SWAKELOLA
.) PELELANGAN
DEFINISI:
- DILAKUKAN SECARA TERBUKA UNTUK
UMUM
- DIUMUMKAN LEWAT MEDIA CETAK,
PAPAN
PENGUMUMAN MAUPUN MEDIA
ELEKTRONIK.
2
- NILAI KONTRAK > 200.000.000

.) PEMILIHAN LANGSUNG
DEFINISI:
- DILAKUKAN OLEH PENYEDIA
BARANG/JASA YG MEMENUHI SYARAT.
- MEMBANDINGKAN PENAWARAN
- ADA NEGOSIASI TEKNIS DAN HARGA
- MINIMAL 3 PENYEDIA BARANG/JASA
- NILAI KONTRAK > 50.000.000
200.000.000

.) PENUNJUKKAN LANGSUNG

DEFINISI:
- MENUNJUK LANGSUNG KEPADA SATU
PENYEDIA BARANG/JASA
- NILAI KONTRAK > 5.000.000
50.000.000.

.) SWAKELOLA
DEFINISI:
- PELAKSANAAN PENGADAAN YG
DIRENCANAKAN, DIKERJAKAN DAN
DIAWASI
SENDIRI.
- MENGGUNAKAN TENAGA, ALAT SENDIRI
ATAU UPAH BORONGAN TENAGA.
- NILAI KONTRAK > 5.000.000
4

PROSEDUR PELELANGAN
1. SYARAT PESERTA PELELANGAN
a. PENYEDIA BARANG/JASA TELAH MEMENUHI
KUALIFIKASI, KLASIFIKASI DAN MEMILIKI
KEMAMPUAN SUMBER DAYA
b. PENYEDIA BARANG/JASA HARUS
MELAMPIRKAN :
1. SERTIFIKAT PENYEDIA BARANG/JASA KECUALI LSM
2. - DAFTAR SUSUN AN PEMILIK MODAL
- SUSUNAN PENGURUS
- AKTA PENDIRIAN
3. NOMOR POKOK WAJIB PAJAK (NPWP) DAN BUKTI
PEMBAYARAN KEWAJIBAN PAJAK PADA THN
TERAKHIR
5
4. DOKUMEN LAIN

c. ADA KAPASITAS TERIKAT KONTRAK


d. TIDAK DLM PENGAWASAN PENGADILAN,
TIDAK
PAILIT, KEGIATAN USAHA TIDAK SEDANG
DIHENTIKAN DAN ATAU DIREKSI YG
BERWENANG
TIDAK TERIKAT KONTRAK SEDANG
MENJALANI
PIDANA.
e. DIREKSI BELUM PERNAH DIHUKUM
TERKAIT
DENGAN
PERUSAHAAN.
f. TIDAK MEMBUAT PERNYATAAN YG TIDAK
BENAR
TENTANG KUALIFIKASI, KLASIFIKASI DAN
SERTIFIKASI.
6

2.

PENGUMUMAN DAN PENDAFTARAN


PESERTA PELELANGAN
a.
DIUMUMKAN TERBUKA
b.
BIAYA PENGUMUMAN DIALOKASIKAN
DALAM
DOKUMEN
ANGGARAN
c. ISI PENGUMUMAN:
1. NAMA DAN ALAMAT INSTANSI
2. URAIAN SINGKAT PEKERJAAN YG
DITAWARKAN.
3. SYARAT PESERTA LELANG.
4. TEMPAT, TANGGAL, HARI DAN WAKTU
PENDAFTARAN.

d. JANGKAUAN MASYARAKAT YANG DITUJU:


1. USAHA KECIL DAN KOPERASI CUKUP
MELALUI
MEDIA
CETAK/SIARAN RADIO WILAYAH
KABUPATEN/KODYA.
2. PERUSAHAAN/KOP MENENGAH MELALUI
MEDIA CETAK/SIARAN RADIO
WILAYAH
PROPINSI.
3. PERUSAHAAN/KOP BESAR MELALUI
MEDIA
CETAK/SURAT KABAR
JANGKAUAN NASIONAL.

4. BILA PERUSAHAAN YG MAMPU


TERBATAS
JUMLAHNYA MAKA
PENGUMUMAN PELELANGAN
MENCANTUMKAN TAMBAHAN NAMA CALON
PESERTA
LELANG.
e. PESERTA LELANG MENGIKUTI
PRAKUALIAFIKASI.
f. PESERTA LELANG TIDAK DIBATASI ASAL
DARI
WILAYAH LAIN.

3. PRAKUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA


PENILAIAN MELIPUTI:

a. Kemampuan dari segi administrasi dan finansial.


b. Kemampuan dari segi peralatan.
c. Kemampuan SDM
d. Pengalaman dan prestasi kerja.
4. PENYUSUNAN DAFTAR CALON PESERTA LELANG

a. Daftar calon lelang syah dilakukan panitia.


b. Bila calon < 3 harus diulang.
c. Setelah diulang tetap calon < 3, proses pengadaan
menggunakan cara lain.
d. Peserta mengambil dokumen.
e. Dilarang ikut lelang:
1. PNS/ Pegawai BUMN
10

5. PENJELASAN LELANG (AANWIJZIING)

a. Tempat dan waktu ditentukan panitia.


b. Penjelasan tentang:
1. Metode pengadaan/penyelenggaraan lelang.
2. Dokumen yg harus dilampirkan
3. Metode evaluasi
4. Sistem kontrak yang akan digunakan.
5. Ketentuan dan cara evaluasi atas penggunaan
produksi dalam negeri.
6. Besaran masa berlaku dan penjaminan.
c. Dibuat Berita Acara penjelasan ditandatangani
minimal 2 wakil peserta.

11

6. PENAWARAN

a. Jaminan Penawaran:
1. Diterbitkan oleh Bank
2. Besaran jaminan sesuai dokumen lelang.
b. Panitia membuat Berita Acara Pembukaan
Dokumen Penawaran.
7. EVALUASI PENAWARAN
a. Klarifikasi terhadap harga satuan, penjumlahan dan
perkalian volume.
b. Klarifikasi bila harga penawaran lebih rendah dari
Harga Patokan Standar dan peserta mampu
melaksanakan pekerjaan.

12

8. PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL PELELANGAN


BAP harus memuat:

a. Nama peserta lelang dan harga penawaran


terkoreksi.
b. Metode evaluasi yang digunakan.
c. Unsur yang dievaluasi.
9. PENETAPAN PEMENANG LELANG
10. PENGUMUMAN PEMENANG LELANG
11. SANGGAHAN PESERTA LELANG
12. PENERBITAN SK PENETAPAN PENYEDIA
BARANG/JASA

13

2. PROSEDUR PEMILIHAN LANGSUNG


a. Persiapan
Tugas Panitia:
1. Menyiapkan dokumen pengadaan
2. Memberikan penjelasan kepada peserta

b. Pelaksanaan
1. Panitia mengundang minimal 3 calon penyedia barang/jasa
2. Panitia melakukan evaluasi administrasi, teknis dan harga
terhadap semua penawaran dan membuat urutan
penawaran.
3. Klarifikasi dan negosiasi
a. Dilakukan pada peserta yang terendah penawaran.
b. harga satuan
c. Membuat Berita Acara klarifikasi dan negosiasi
4. Penetapan pemenang
5. Penunjukan pemenang
6. Penanda tanganan kontrak.
14

3. PROSEDUR PENUNJUKAN LANGSUNG


A. Persiapan
1. Pengguna barang/jasa
a. Meneliti usulan permintaan meliputi urgensi kewajaran
kualitas dan kuantitas yg perlu dilakukan dengan
penunjukkan langsung.
b. Membentuk panitia yg akan melakukan klarifikasi dan
negosiasi teknis dan harga.
2. Tugas panitia:
a. Mengumpulkan dan meneliti data/informasi untuk
menyusun HPS.
b. Menyiapkan dokumen.

B. Pelaksanaan
1. Panitia mengundang minimal calon penyedia barang/jasa
untuk mengajukan penawaran.
2. Evaluasi, klarifikasi dan negosiasi.
3. BA hasil evaluasi
4. Surat persetujuan harga hasil negosiasi
5. Penandatanganan kontrak.
15

4. PROSEDUR SWAKELOLA
a. Pengguna barang/jasa melakukan kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan di lapangan dan pelaporan.
b. Perencanaan meliputi:
1. Menetapkan sasaran, rencana kegiatan dan jadwal
(bulanan,
mingguan, harian)
2. Menyusun rencana total kebutuhan biaya secara rinci.
c. Pelaksanaan dan pengawasan
1. Pengawasan dilakukan oleh pelaksana yg ditunjuk berdasar
rencana yang sudah ditetapkan.
2. Pengiriman bertahap sesuai kebutuhan.
d. Laporan meliputi:
1. realisasi kegiatan dan keuangan
2. Secara periodik

16