Anda di halaman 1dari 19

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK

(Penelitian Tindakan Kelas Pada Kelas V SD Negeri 02 Cadassari


Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta)

Diajukan Untuk Mengikuti Ujian Sidang Proposal Penelitian Pada Program


Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Indonesia Kampus Purwakarta

Oleh:
PIPIN SRIMULYANINGSIH
NIM. 0801898

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KAMPUS PURWAKARTA
2010
A. JUDUL

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN

IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK

B. LATAR BELAKANG

Pendidikann nasional berfungsi untuk mengembanngkan kemampuan

serta mutu kehidupan dan martabat manusia di Indonesia dalam rangka

mewujudkan tujuan nasional.

Pada kurikulim Sekolah Dasar baik kurikulum tahun 1984 maupun

kurikulum 2004 yang terkenal deengan sebutan Kurikulum Berbasis Kopetensi

(KBK). Dalam pengatahuan sosial yang ditujukan untuk meningkatkan mutu

pendidikan pengetahuan sosial secara nasional, karena saat ini kesejahteraan

bangsa tidak hanya mengandalkan sumber daya alam dan modal yang bersifat fisik,

tetapi bersumber pada modal intelektual sosial dan kepercayaan.

Kompetensi pengetahuan sosial menjamin kebutuhan keimanan dan

ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penguasaan prinsip-prinsip sosial

ekonomi budaya dan kewarganegaraan, sehingga tumbuh generasi yang kuat dan

berakhlak (Kurikulum 2004).

Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) tersebut seyogyanya

tercipta suatu kondisi pembelajaran yang memenuhi kriteria, baik ditinjau dari

pengembangan, isi, bahan, pelajaran yang tepat dan sesuai dengan tuntutan

kurikulum dan bagaimana pula pendekatan strategi dan metode serta teknik

mengajar yang harus dilakukan agar tujuan belajar mengajar berhasil dengan baik.

1
Kenyataan yang ada di lapangan menunjukan hasil belajar pengetahuan

sosial ternyata kurang bermakna, sering terjadi guru medriil atau berusaha payah

mengajari siswa dengan materi-materi baru dengan alasan pencapaian target

kurikulum. Oleh sebab itu kegiatan-kegiatan intelektual belum terlakasana

sepenuhnya, bahkan hasil pengamatan di lapangan proses pembelajaran

Pengetahuan Sosial belum terlaksana secara optimal.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada umumnya

dilaksanakan secara monoton yang didomisili oleh ceramah satu arah, guru

memerlukan setiap aspek dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP)

sebagai satuan-satuan yang berdiri sendiri dan terpisah dari pokok bahasan

induknya, padahal sesungguhnya setiap kelompok bahasan dan topik yang dibahas

merupakan suatu sistem yang masing-masing aspeknya saling terkait dan

mendukung.

Akibat cara mengajar seperti itu, banyak ditemukan siswa-siswa yang

pasif dalam setiap pembelajaran di kelas, tidak terjadi suasana yang bernuansa

kreatif dialog, syarat dengan hapalan tidak ada pengembangan berfikir yang

dilakukan guru membosankan, serta adanya pembelajran yang tidak bermakna (rote

learning).

Dari masalah kekurangan populer pelajaran IPS, bertolak belakangnya

karakteristik anak dengan karaktteristik bahan pelajaran IPS agar proses

pembelajaran terlaksana dengan baik dan dapat mencapai sasaran, maka diadakan

penelitian yang mengatasi segala permasalahan tersebut dengan mencoba salah satu

metode yaitu metode kerja kelompok.

2
Metode ini sengaja menjadi bahan penelitian agar guru tidak hanya

memakai atau menggunakan metode ceramah saja dalam menyampaikan pelajaran

pengetahuan sosial, karena hal ini siswa dilibatkan secara langsung sehingga akan

menimbulkan kegiatan belajar dan diharapkan dapat terjadi meningkatkan dalam

segi perolehan nilai serta perubahan sikap sesuai dengan fungsi dan tujuan

pembelajaran pengetahuan sosial.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka diadakan penelitian tindakan kelas

dengan judul “PENINGKATAN KEMAMPUAN HASIL BELAJAR SISWA

PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI METODE KERJA KELOMPOK”.

C. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah pokok secara umum, permasalahan penelitian tindakan

kelas ini adalah:

Bagaimana peningkatan interaksi pembelajaran dan hasil belajar siswa

dalam proses pembelajaran ”Ilmu Pengetahuan Sosial” sehingga dari adanya

peningkatan interaksi siswa dari mata pelajaran tersebut akan meningkatkan hasil

belajar siswa.

Lebih khususnya rumusan masalah ini sebagai berikut:

1. Bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS dengan

menggunakan metode kerja kelompok?

2. Bagaimana proses pembelajaran siswa dalam mempelajari pelajaran ilmu

pengetahuan sosial dengan menggunakan metode kerja kelompok?

3
3. Bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran ips setelah menggunakan

metode kerja kelompok?

D. TUJUAN PENELITIAN

Sesuai yang telah dirumuskan di atas, maka tujuan penelitian ingin

mengetahui bagaimana gambaran interaksi dan reaksi siswa-siswa dalam

mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan metode kerja

kelompok, sehingga mengarah kepada suasana yang tebih hidup, menyenangkan

dan tidak membosankan untuk pelajaran IPS tersebut, serta perubahan sikap yang

diharapkan dalam tujuan yang dimaksud adalah:

1. Ingin mengetahui keadaan siswa belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dengan

menggunakan metode kerja kelompok.

2. Ingin mengetahui peningkatan kerjasama antar siswa.

3. Ingin mengetahui hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS setelah

menggunakan metode kerja kelompok.

E. MANFAAT PENELITIAN

Secara umum manfaat penelitian dan kegunaan. Hasil penelitian ini dapat

diinformasikan tentang kemajuan prestasi siswa dalam mata pelajaran IPS pokok

bahasan Kenampakan Alam dan Buatan di Indonesia dengan menggunakan metode

kerja kelompok. Dengan berbagai rincian manfaat yang dilakukan adalah:

1. Bagi Guru

Dari penelitian ini, penulis berharap agar pendidik (guru), khususnya guru

4
SD di masa mendatang dapat lebih inovatif dalam memanfaatkan media yang ada

menumbuhkembangkan minat dan hasil belajar siswa. Dengan mulai tersedianya

media hampir di setiap sekolah, guru dapat memanfaatkan kesempatan dan sarana

yang ada demi mutu pendidikan.

2. Bagi Siswa

Diharapkan juga agar siswa kelas V lebih tertarik dan lebih terpancing

untuk lebih giat belajar, khususnya pada materi Ilmu Pengetahuan Sosial, dengan

dimanfaatkannya media sebagai media pembelajaran. Hasil belajar siswa pun

diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

3. Bagi peneliti

Dengan melakukan penelitian tindakan kelas dijadikan pengalaman dalam

upaya meningkatkan motivasi mengajar yang lebih baik lagi di waktu yang akan

datang.

F. KLARIFIKASI KONSEP

Dalam kajian ini terdapat istilah-istilah yang secara spesifik perlu dijelaskan

maknanya dan beberapa istilah yang berkaitan dengan judul memahami makna

yang dimaksud dalam naskah penelitian.

Istilah-istilah yang di maksud adalah:

1. Hasil belajar siswa

Satu misi pengajaran IPS adalah mengembangkan pribadi anak untuk

mampu berdiri di atas kaki sendiri, dan mampu bekerja sama dengan pihak lain dan

bidang keahlian atau keilmuan lainnya. Murid-murid harus dilatih melakukan

5
proses belajar melalui kekuatan pribadinya secara individual dan dalam bentuk

kelompok. Guru sebagai seorang pemimpin harus mengelola proses tadi secara

efektif, efisien, dan produktif. Guru harus masang strategi untuk menciptakan

situasi dan suasana yang serasi.

2. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SD

Merupakan suatu kelompok ilmu pengetahuan sosial yang masing-masing

mempunyai tugas dan bidangnya yaitu: geografi, sejarah, ekonomi, politik,

sosiologi, antropologi, dan fisikologi, serta kemampuan dan perbaikan intelektial

dalam mata pelajaran yang mengkaji seperangkat Peristiwa, fakta, konsep dan

generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial dan kewarga negaraan.

3. Metode kerja kelompok

Pada dasarnya metode kerja kelompok adalah suatu aktifitas belajar di mana

individu dalam hal ini siswa yang belajar terdapat lebih dari satu orang melalui

kerja sama dalam menyelesaikan persoalan dalam menyelesaikan persoalan dalam

belajar merupakan wujud pengembangan rasa rasional siswa.

Metode kerja kelompok adalah dimana anak didik dalam suatu kelompok

dipandang sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencari atu tujuan pelajaran

yang tentu dengan bergotong royong.

6
G. KAJIAN TEORITIS

1. Pendidikan, Belajar, dan Pembelajaran

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan

suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian

khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu

pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama

pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Dalam Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

Nasional disebutkan,

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana


belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”

Dalam bahasa Inggris istilah pendidikan menggunakan kata “education”,

yang biasanya dihubungkan dengan pendidikan di sekolah. Kata “education”

berhubungan dengan kata dari bahasa Latin “educere” yang berarti “mengeluarkan

suatu kemampuan”. Karena itu, pendidikan berarti membimbing untuk

mengeluarkan suatu kemampuan yang tersimpan dalam diri anak (Sadulloh,

2007:2).

Menurut McLeod yang termaktub dalam buku Psikologi Pendidikan

karangan Muhibbin Syah (2008:10) dinyatakan bahwa pendidikan berarti

7
perbuaatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan.

Sedangkan Rupert C. Lodge, dalam buku Metodologi Pengajaran Agama

Islam karangan Ahmad Tafsir (2008:5), menyatakan bahwa dalam pengertian yang

luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. Sedangkan dalam arti sempit,

ia berpendapat bahwa pendidikan adalah pendidikan yang dilaksanakan di sekolah.

Marimba, dalam buku Metodologi Pengajaran Agama Islam karangan

Ahmad Tafsir (2008:5), mendefinisikan pendidikan sebagai bimbingan atau

pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si

terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.

Belajar merupakan perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau

potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan

merasakan. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaannya aktif.

Terdapat tiga atribut pokok belajar, yaitu: proses, perilaku, dan pengalaman

(Winataputra, 2005 : 2.3).

Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari

komponen-komponen berikut: tujuan pembelajaran, materi pelajaran, kegiatan

belajar mengajar, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. Yang menjadi

komponen utama dalam pembelajaran adalah tujuan pembelajaran, karena semua

komponen lainnya mengacu kepada tujuan pembelajaran. Karena itu, untuk

melaksanakan suatu proses pembelajaran, hal yang harus dirumuskan pertama kali

adalah tujuan pembelajaran. (Sutikno, 2008:37)

8
2. Hasil Belajar

Hasil belajar merupakan segala perilaku yang dimiliki seseorang sebagai

akibat proses belajar yang telah ditempuhnya. William Burton dalam skripsi karya

Supartini (2008:11) menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan,

nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, abilitas, dan kemampuan

yang dicapai oleh pembelajar/peserta didik.

Hasil belajar bukan sekedar penguasaan suatu hasil latihan melainkan

adanya perubahan perilaku tahap-demi tahap, baik dalam ranah kognitif, afektif,

ataupun psikomotor, yang lambat laun terintegrasi menjadi suatu kepribadian.

Seseorang yang telah melakukan proses belajar akan terlihat perubahan dalam salah

satu atau beberapa ranah tingkah laku tersebut.

Oemar Hamalik dalam skripsi karya Marliani (2009:23) menyatakan bahwa

tingkah laku manusia terdiri dari sejumlah aspek. Hasil belajar akan tampak pada

setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut, yaitu:

a. Pengetahuan

b. Kebiasaan

c. Keterampilan

d. Apresiasi

e. Emosional

f. Hubungan sosial

g. Jasmani

h. Etis atau budi pekerti, dan

i. Sikap

9
Hasil belajar anak didik dapat dilihat dengan melakukan kegiatan evaluasi.

Evaluasi berguna untuk mengetahui sampai mana pencapaian siswa terhadap suatu

tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan evaluasi pendidik juga dapat

memperoleh timbal balik yang kemudian digunakan untuk memperbaiki serta

mengembangkan proses pembelajaran berikutnya.

3. Metode Pembelajaran

Metode secara harfiah berarti “cara”. Sedangkan metode pembelajaran

adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar

terjadi proses belajar pada diri siswa dalam upaya mencapai tujuan.

Metode pembelajaran merupakan cara melakukan atau menyajikan,

menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa

untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran

merupakan bagian dari strategi instruksional. (Koncara, http://koncara83.blogspot.

com/2009/09/metode-mengajar-pembelajaran.html)

Terdapat banyak pilihan metode pembelajaran, antara lain:

Metode Ceramah, Metode Demonstrasi, Metode Eksperimen (Praktikum),

Metode Proyek, Metode Diskusi, Metode Widyawisata, Metode Bermain Peran,

Metode Tanya Jawab, Metode Latihan, Metode Pameran (penampilan), Metode

permainan, Metode Cerita/Kisah, Metode Simulasi, Metode Studi Mandiri, Metode

Computer Assisted Learning (CAL), dan masih banyak lagi. Termasuk salah

satunya adalah Metode Kerja Kelompok.

10
4. Metode Belajar Kerja Kelompok

Metode kerja kelompok adalah dimana anak didik dalam suatu kelompok

dipandang sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencari atu tujuan pelajaran

yang tentu dengan bergotong royong. (Sagala, 2003:215)

Moedjiono, sebagaimana dikutip oleh Sumantri (1999:148), menyatakan

bahwa kerja kelompok merupakan format belajar yang menitikberatkan kepada

interaksi antar anggota guna menyelesaikan tugas belajar secara bersama-sama.

Dalam metode kerja kelompok, siswa dalam satu kelas dipandang sebagai

satu kesatuan tersendiri, ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil. Pembagian

kelompok dapat didasarkan pada perbedaan kemampuan belajar, perbedaan minat

dan bakat, perbedaan jenis kegiatan, perbedaan wilayah tempat tinggal, ataupun

dibuat secara acak.

Metode kerja kelompok memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

a. Membiasakan siswa untuk bekerjasama sesuai asas demokrasi.

b. Menimbulkan sikap kompetitif yang sehat dan sportif.

c. Guru tidak perlu mengawasi proses belajar secara individual, sehingga lebih

efisien.

d. Melatih siswa untuk hidup dalam lingkungan organisasi.

Adapun beberapa kelemahan metode kerja kelompok, antara lain:

a. Untuk mendapatkan pembagian anggota kelompok yang optimal, guru

harus mengeluarkan tenaga ekstra dalam membagi kelompok.

b. Guru juga harus sekaligus melatih siswa berorganisasi, karena jika tidak,

maka kelompok tidak akan mampu bekerja secara optimal.

11
PRA PENELITIAN :
• Menentukan permasalahan
• Mengumpulkan data awal tentang hasil
belajar kognitif
dan psikomotorik siswa sebagai studi awal

Refleksi
Rencana Tindakan
Siklus I

Pelaksanan
Observasi Tindakan

Refleksi Rencana Tindakan


Siklus II

Pelaksanan
Observasi Tindakan

Rencana Tindakan
Refleksi
Siklus III

Pelaksanan
Observasi Tindakan

Indikator
Tercapai

SELESAI

Gambar
Siklus PTK (Kasbollah, 1998/1999 : 70)

12
H. METODE PENELITIAN

1. Motode penelitian

Penelitian ini bersifat melakukan perbaikan pembelajaran. Oleh karena itu

metode yang dianggap tepat adalah metode penelitian tindakan kelas (action

researh class room), yakni studi sistematis yang dilakukan dalam upaya perbaikan

praktik-praktik pendidikan dengan melakukan tindakan praktis serta repleksi dari

tindakan tersebut. (Kasbolah K, 1998:14)

Sedangkan pendekatan kualitatif yaitu suatu penelitian yang mendasarkan

dari kepada fakta dan analisis perbandingan, bertujuan untuk memperoleh

penemuan yang signifikan secara oprasional sehingga dapat digunakan ketika

dilaksanakan kebijakan.

Metode Penelitian Tindakan Kelas dalam bahasa aslinya action research

class room, yang dilaksanakan di SDN 02 Cadassari bersifat perbaikan

pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dimaksud adalah perbaikan dalam

perbelajran IPS pokok bahasan kenampakan alam dan buatan di wilayah

Indonesia.

Karena bersifat perbaikan, tentu saja pelaksanaan pembelajraan tidak hanya

cukup satu kali saja, melainkan diperlukan berulang-ulang dari siklus yang satu ke

siklus berikutnya, sehingga hasil pembelajaaran tersebut dapat optimal.

13
2. Lokasi penelitian dan subjek

Kaitan dengan penelitian ini, populasinya ditetapkan 30 peserta didik yang

duduk di Kelas V SDN 02 Cadassari Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwkarta,

dengan rincian laki-laki 17 dan perempuan 13.

Agar lebih lengkapnya, dipandang perlu untuk mengungkapkan

keseluruhan siswa yang sedang menimba ilmu di SDN 02 Cadassari Tegalwaru –

Purwakarta tempat penelitian, yaitu sebanyak 295 orang peserta didik, terdiri 145

orang siswa laki-laki, dan150 orang perempuan. Lebih jelasnya disimak pada tabel

berikut ini

TABEL
KEADAAN SISWA SDN O2 CADASSARI
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

NO KELAS LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH

1 I 23 28 51
2 II 33 28 61
3 III 27 23 50
4 IV 28 29 57
5 V 17*) 13*) 30*)
6 VI 17 29 46
JUMLAH 145 150 295

(Dokumen SDN 02 Cadassari Kecamatan Tegalwaru - Purwakarta 2009/2010)

Ket: *) Siswa kelas V yang dijadikan subjek penelitian.

Sumber data penelitian diperolah dari : a) subjek siswa Kelas V SDN 02

Cadaari kecamatan tegalwaru kabupaten purwakarta, b) guru sebagai peneliti.

merangkap praktis, guru-guru mitra penelitian yang di laksanakan secara

14
kolaborasi, c) kelas sebagai tempat berlangsungya proses pembelajaran, d) sarana

dan prasarana, e) dokumen-dokumen sekilas sebagai penunjang.

3.Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah ; a) lembar

wawancara, b) lembar observasi, c) lembar soal,d)catatan-catatan lapangan, e)foto

kegiatan penelitian.

4.Teknik analisis

Secara garis besar, teknik analisis data yang digunakandalam penelitian ini

meliputi :a) pengumpulan data b)validitas data (triangulasi,audi trail, member

check), c)interprestasi data.

15
I. SISTEMATIS PENELITIAN

Laporan ini diawali dengan Bab Pendahuluan, dan diakhiri dengan Bab

Kesimpulan dan Rekomendasi. Secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

Bab 1 merupakan Bab Pendahuluan yang berisikan: a) latar belakang

masalah, b) rumusan masalah, c) tujuan penelitian, d) manfaat penelitian, e)

klarifikasi konsep, f) metode penelitian, g) sistematis penelitian.

Bab II berisikan kajian teoritik yang berkaitan dengan teori-teori

merupakan pembelajaran Pengetahuan Sosial yang menggunakan metode kerja

kelompok.

Bab III, merupakan metode penelitian yanng berisikan: a) pendekatan yang

digunakan, b) menetapkan sumber data dan jenis data, c) teknik pengumpulan data,

d) penetapan instrumen penelitian, dan e) analisis data.

Bab IV, merupakan pembahasan hasil kajian, dan

Bab V berisikan kesimpulan dan rekomendasi.

16
J. AGENDA PENELITIAN

Agustus September
No. Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan proposal X X X X
2 Bingbingan X X X X
3 Penulisan naskah Bab I
4 Penulisan Bab II X X X X

No. Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Penulisan Naskah Bab I X X X
2 Pengumpulan Bab I X X X
3 Pengolahan Data X X
4 X X X

No. Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4
1 Penulisan Naskah Bab III X X
2 Penulisan Bab IV X X
3 Penulisan Bab V X
4 Penyempurnaan Naskah X X X

17
DAFTAR RUJUKAN

Departemen Pendidikan Nasional (2004), Kurikulum Berbasis Kompetensi.

Departemen Pendidikan Nasional Modul IPS II, Kasbullah (2003). Penelitian


Tindakan Kelas, Jakarta: Depdiknas.

Koncara, Eka L. Artikel Blog; Metode Mengajar/Pembelajaran. http://koncara83.


blogspot.com/2009/09/metode-mengajar-pembelajaran.html. diposting 7
September 2009.

Marliani, Linda. (2009). Penerapan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran IPA di SD


untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Konsep Cahaya. Skripsi S1
UPI-Purwakarta: tidak diterbitkan.

Nuraedi (2007). Penelitian Tindakan.UPI: Bandung

Kasbuloh, Kasihani. (1989/1999). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdikbud


Dirjen Perguaruan Tinggio Proyek PGSD.

Republik Indonesia. UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Riyanto Yatim (2001). Metedologi Penelitian. Surabaya:SIC

Sadulloh, U., Robandi, B., Muharam, A. (2007). Pedagogik. Cipta Utama.

Sagala, Syaiful. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta..

Sumantri, M. dan Permana, J. (1998/1999). Strategi Belajar Mengajar. Departemen


Pendidikan dan Kebudayaan.

Supartini. (2008). Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa di SMK
Al-Hidayah 1 Jakarta Selatan. Skripsi Sarjana Pendidikan STKIP Purnama
Jakarta: Tidak diterbitkan.

Sutikno, M. S. (2008). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Prospect.

Syah, Muhibbin. (2006). Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Winataputra, Udin S. (2005). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Universitas


Terbuka

18