Anda di halaman 1dari 8

REPORTASE INVESTIGATIF

Steve Weinberg mendefinisikan bahwa


reportase investigatif adalah :
reportese, melalui inisiatif sendiri dan
hasil kerja pribadi, yang penting bagi
pembaca, pemirsa, dan pemerhati

Menulis Repotase Investigatif


Mengali ke bawah permukaan
Reporter/wartawan investigasi harus mencari
informasi sebanyak banyaknya yang relevan
dengan kasus yang hendak di investigasi.
Bisa dimulai dengan informasi yang terbaru
kemudian selidiki kemungkinan
kemungkinan yang mencurigakan. Ajukan
pertanyaan sebanyak banyaknya, fokuskan
energi dan kreativitas pada upaya mencari
kebenaran penuh dalam masalah apa pun,
dan jangan mau diberi jawaban tidak.

Memilih sasaran untuk investigasi


Sebelum beroperasi, wartawan investigasi
harus memilih dulu apa sasaran
investigasinya. Beberapa sasaran selalu
pantas untuk diselidiki, termasuk korupsi,
kualitas pendidikan, pembunuhan,
konstruksi bagunan yang tidak memadai,
dll.
Bagaimana wartawan investigasi memulai
kerjanya?? Petunjuk mungkin saja datang
dari hal hal atau orang orang yang tak
terduga, jadi tajamkan kepekaan anda.

Memulai investigasi
Investigasi dalam surat kabar atau televisi
sebagian besarnya dimulai dengan
datangnya telepon atau sms atau surat
yang memberikan petunjuk tentang
adanya kejanggalan di suatu instansi atau
suatu tempat.
Investigasi jurnalistik memang memerlukan
pengorbanan waktu dan tenaga untuk
mencari keterangan yang diperlukan,
upaya mencari bukti dari rekaman
rekaman, dan upaya menyingkap rahasia.

Menulis Repotase Investigatif


Narasumber yang tidak bersahabat
Reportase investigatif memang merupakan kerja jurnalistik yang
beresiko. Tujuan dari jurnalisme investigasi itu sendiri adalah demi
kebaikan publik, termasuk pihak yang menjadi sasaran investigasi,
maka wartawan harus tetap melaksanakan kewajiban untuk
bersikap adil. Tidak dibenarkan menulis berita penyimpangan tanpa
memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk
menjelaskan atau menolak atau menanggapi tuduhan tersebut.
Tentu tidak mudah mewawancarai narasumber seperti ini, namun ada
beberapa teknik yang dapat mengurangi kesulitan anda dalam
menghadapi narasumber yang tidak bersahabat:
1. Usahakan menemuinya di tempat netral
2. Yakinkan kepadanya bahwa anda hanya ingin memperoleh
keterangan dari versi dia.
3. Beritahu narasumber bahwa anggapan apapun sebelumnya tentang
dia sebagai hasil liputan sebelumnya bisa jadi berubah dengan
mendengar keterangan dari pihaknya.
4. Mulailah wawancara dengan mengumpulkan informasi latar
belakang yang akan membuat narasumber menjadi nyaman.
5. Selalulah bersikap kreatif dalam mendapatkan tanggapan yang
berarti atas tuduhan yang dikemukan kepadanya.

Menulis Repotase Investigatif


MEMBUAT HIPOTESIS
Hipotesis merupakan teknik berpikir yang paling penting
dalam melakukan investigasi. Fungsi hipotesis yang
penting adalah membantu melihat makna dari suatu
objek atau peristiwa.
Ada dua hal penting mengapa hipotesis diperlukan:
1. Hipotesis masih merupakan cara terbaik untuk mencari
tahu apa yang tejadi.
2. Sebuah reportase investigatif dimulai dan diakhiri
dengan suatu anggapan.
Dengan kata lain investigasi dimulai dari sebuah premise,
hipotesis, anggapan, dugaan, atau petunjuk bahwa
sesuatu itu salah atau menyimpang dan harus diperiksa.
Wartawan melakukan investigasi untuk menyelidiki
sesuatu yang sudah diduga. Wartawan menulis laporan
reportase, tentang apa yang ditemukan dan selanjutnya
melangkah lebih jauh untuk menjelaskan apaitu artinya.

MENULIS SEKALI LAGI


Alat bantu yang berguna untuk mencapai
pemahaman yang jernih tentang suatu
masalah adalah dengan menulis
reportase tentang semua informasi yang
didapat.).
Menulis adalah hal paling utama dalam
jurnalisme dan menunggu sampai akhir
baru menulis selalu dianggap merupakan
kesalahan