Anda di halaman 1dari 17

METODE PELAKSANAAN

NAMA PAKET

: PEMBUATAN SENDERAN, DRAINASE


TROTOAR RUAS BUDUK ABIANBASE
NAMA PESERTA LELANG : PT. CATUR HARAPAN UTAMA

DAN

BAB I.
PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang
Metode Pelaksanaan Pekerjaan ini disusun berdasarkan, uraian yang didapat didalam dokumen
lelang dan uraian yang diberikan pada saat rapat penjelasan pada tanggal 23 Februari 20016
yang telah didokumentasikan dalam bentuk Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwizing).
Metode pelaksanaan ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi
didalam mengikuti pelelangan Umum Paket pelaksanaan Paket Kegiatan Pembuatan
Senderan, Drainase dan Trotoar Ruas Buduk Abianbase dengan Pekerjaan Pembuatan
Senderan, Drainase dan Trotoar Ruas Buduk Abianbase ini adalah
I.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pekerjaan ini adalah untuk menjelaskan secara garis
besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan-pekerjaan utama dan pekerjaan penunjang,
sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing-masing pekerjaan maupun antara pekerjaan
terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini juga akan digambarkan
pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap lalulintas.
I.3. Lokasi Pekerjaan dan Lingkup Pekerjaan
Lokasi pekerjaan ini berada di wilayah Provinsi Bali, Kabupaten Badung, dengan lingkup
pekerjaan antara lain:
- Pekerjaan persiapan yang meliputi pekerjaan mobilisasi, persiapan fasilitas penunjang,
pengukuran, pengujian bahan, dll.
- Pekerjaan Drainase yang meliputi galian untuk selokan drainase dan saluran air dan
pemasangan saluran berbentuk U K350
- Pekerjaan tanah yang akan meliputi pekerjaan galian perkerasan beraspal tanpa Cold
Milling Machine, Galian perkerasan berbutir, dan Timbunan Pilihan / Limestone
- Pekerjaan perkerasan aspal meliputi pekerjaan lapisan resa pengikat dan perekat aspal
cair, Laston lapis aus (AC-WC),Laston Lapis Antara (AC-BC) dan Bahan anti pengelupasan.
- Pekerjaan struktur yang meliputi pekerjaan beton, Baja tulangan, Pasangan batu,
Pembongkaran beton, Pipa drainase PVC dan pemasangan Box Culvert Pracetak
- Pekerjaan pengembalian kondisi dan perkerjaan minor meliputi Lapisan pondasi agregat

kelas A untuk pekerjaan minor, Campuran aspal panas untuk pekerjaan minor, Kerb
pracetak dan Perkerasan blok beton pada trotoar.
Pekerjaan tembok railing yang meliputi pekerjaan pasangan bata steck style bali, dan
pekerjaan coating anti lumut.

BAB II
METODE PENYELESAIAN PEKERJAAN
Metode penyelesaian pekerjaan ini menjelasakan tahapan dan tata cara pelaksanaan pekerjaan
diama menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari sampai dengan akhir proyek dan dapat
dipertanggungjawabkan secara teknis.
Adapun tahapan dan tata cara penyelesaian pekerjaan ini adalah :
A. Pekerjaan Mobilisasi
Pekerjaan mobilisasi yang akan diuraikan didalam bagian ini adalah untuk memberikan
penjelasan dan penjabaran mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh PT. Catur Harapan
Utama didalam masa mobilisasi, program mobilisasi ini meliputi :
1.

Lokasi dan Lahan untuk Base camp


Dalam pelaksanaan Paket Kegiatan Pembuatan Senderan, Drainase dan Trotoar Ruas
Buduk Abianbase dengan Pekerjaan Pembuatan Senderan, Drainase dan Trotoar
Ruas Buduk Abianbase ini adalah ini Untuk menunjang pekerjaan dilapangan, PT.Catur
Harapa Utama akan menyewa lahan dekat denganlokasi pekerjaan. Pada lokasi base camp
ini telah tersedia fasilitas dan peralatan sebagai berikut :
a. Kantor Unit Produksi
b. Gudang
c. Workshop/bengkel
d. Asphalt Mixing Plant
e. Stone Crusher
f. Truck Scle
g. Generator Set
h. Dll.
Sedangkan untuk kantor proyek/kantor lapangan yang akan memonitoring jalannya
pelaksanaan pekerjaan, maka PT. Catur Harapan Utama akan mengadakan (penyewaan)
lahan tambahan yang akan dicari didekat lokasi proyek.

2.

Daftar Mobilisasi Personil


Pelaksanaan pekerjaan paket proyek ini mengusulkan staf inti proyek yang terdiri dari :
1. Kepala Proyek
2. Site Manager
3. Pelaksana K3
4. Pelaksana

Tenaga kerja yang akan diadakan / dimobilisasi ke lapangan untuk melaksankan pekerjaan
paket pyoyek ini,akan terdiri dari :
a. Mandor Tukang Pasang Beton Precast
b. Labtek 1
c. Labtek 2
d. Juru Ukur
e. Juru Gambar
f. Administrasi
Seluruh staf inti proyek tersebut beserta staf lainnya sesuai dengan usulan di dalam Struktur
Organisasi Kerja, akan dimobilisasikan ke lokasi proyek dalam kurun waktu 7 (tujuh)
hari sejak diterbitkan Surat Perintah MulaiKerja (SPMK). Sedangakan mobilisasi tenaga
kerja akan disesuaikan dengan kebutuhan yang tercermin dariRencana Kerja/Schedule
3.

Mobilisasi Peralatan
Daftar jenis peralatan yang akan dimobilisasi ke lapangan untuk menunjang pelaksanaan
pekerjaan utama pada paket proyek ini, sesuai dengan kebutuhan alat untuk melaksanakan
pekerjaan.

4.

Pengukuran Lapangan dan Shop Drawing


Dalam periode mobilisasi ini, PT. Catur Harapan Utama akan melakukan pengukuran
berdasarkan data titik dasar dan titik tetap (Bench Mark) kerangka dasar eksisting,
selanjutnya diiukuti dengan pemasangan Bench Mark, Pengukuran polygon, pengukuran
sipat datar, pengukuran situasi detail dan staking out. Hasil dari pengukurani ini akan
disajikan dalam bentuk gambar sesuai skala gambar yang ditentukan dalam spesifikasi
teknis, yang akan menghasilkan gambar kerja (shop drawings) berupa gambar situasi,
potongan memanjang dan usulan potongan melintang (profile desain). Gambar kerja
tersebut akan dimintakan persetujuannya dari Pengawas Proyek / Direksi. Gambar kerja
yang telah disetujui tersebut kemudian akan menjadi dasar pelaksanaan pekerjaan
dilapangan (Site Execution).

BAB III
URAIAN PEKERJAAN UTAMA
I.

DEVISI I
PEKERJAAN MOBILISASI
1. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan pendahuluan
untuk mendukung permulaan proyek meliputi :
I.1. Pembuatan Job Mix Design
Sebelum pekerjaan utama dilaksakan terlebih dahulu dilaksakan pengambilan sampel
bahan dari quary di Sungai yang berada di lokasi setempat atau yang berdekatan dengan
lokasi tersebut, diantanya: batu, pasir dan aspal selanjutnya dibawa ke laboratorium job

Mix Formula/Job Mix Design yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan
proyek.
I.2. Kantor Lapangan dan Fasilitasnya
Tahap berikutnya penentuan lokasi basecamp, pembuatan kantor Lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang
diperlukan sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.
I.3. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu lintas transportasi
dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan
lapangan.Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas
mengatur arus lalu lintas pada saat pelaksanaan
I.4. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa lapangan dilaksanakan untuk
menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi
pekrjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap
rancangan kerja yang telah diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan dengan
direksi teknis.
I.5. Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu Lintas
Bahan yang akan digunakan didalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standard
yang berlaku, baik ukuran,type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis.
Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Asphalt Concrete diambil
dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat, diolah dan dipoolkan di stone
crusher/AMP pihak Direksi Teknis sewaktu-waktu dapat mengadakan pemeriksaan
terhadap lokasi stone crusher dan AMP dimaksud guna mengetahui kondisi yang ada.
I.6. Jadwal Konstruksi
Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas
dan mendapatkan persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre
Construction Meeting/PCM).
I.7. Jadwal Konstruksi
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi meliputi :
a. Alat-alat yang digunakan adalah:
1. Asphalt Mixing Plant
2. Asphalt Finisher
3. Asphalt Sprayer
4. Compressor 4000-6500 L/M
5. Concrete Mixer 0.3-0.6 M3
6. Dump Truck 3.5 Ton

7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.

Dump Truck 10 Ton


Excavator 80-140 HP
Tandem Roller 6-8 T
Tire Roller 8-10 T
Vibratory Roller 5-8 T
Concrete Vibrator
Stone Crusher
Water Pump 70-100 mm
Water Tanker 3000-4500 L

I.8. Papan Nama Proyek


1. Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
2. Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi pekerjaan
3. Bahan yang dipakai: kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku, split, cat minyak,
semen, dan lain-lain.
4. Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
5. Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.
2. Relokasi Utilitas dan Pelayanan anatara lain:
Relokasi Utilitas untuk telkom, PDAM, LISTRIK serta utilitas umum lainnya melalui beberapa
tahapan :
1. Pendapatan terhadap sarana yang masuk dalam ketentuan relokasi yang sudah
ditetapkan
2. Pelaporan terhadap Depertemen terkait
3. Pemindahan Utilitas setelah mendapatkan persetujuan dari depertemen terkait

II. DEVISI 2
PEKERJAAN DRAINASE
1. Galian Untuk Selokan Drainase dan Saluran Air
Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator.
Selanjutnya Excavator menuangkan hasil galian kedalam dump truck.
Dump truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan.
Sekelompok pekerja akan merapikan hasil galian dan sekelompok lagi merapikan tanah
hasil galian apabila lokasi bukan peruntukan untuk penampungan tanah.
Alat
excavator,
dump truck dan
alat bantu (sekop, keranjang, sapu)
Tenaga
pekerja dan
mandor

1. Saluran Bentuk U K350


Pabrikasi beton pracetak umumnya dapat dibuat di Pabrik / WORKSHOP yang harus
selalu dijaga terhadap pengaruh cuaca. Unit beton pracetak harus dicor sekaligus dalam
sekali operasi. Permukaan atas harus digetarkan dengan mistar penggetar dan diratakan
dengan baik untuk menyakinkan bahwa permukaan tersebut rata benar. Semua
permukaan beton pracetak yang akan disambung dengan unit beton pracetak lain
atau dihubungkan dengan beton in-situ, maka adukan spesi atau grout harus
dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan harus mendapatkan persetujuan dari
Direksi atau Pengawas. Semua unit beton pracetak diberi identifikasi berupa : tanggal
pembuatan, kode posisi dan lain-lain sesuai petunjuk Direksi / Pengawas.
Pengiriman beton precast disesuaikan dengan time schedule yang telah direncanakan dan
telah mendapat persetujuan oleh direksi pekerjaan atau pengawas. Pengiriman dilakukan 1
minggu dari waktu pemasangan dilapangan dalam pengiriman akan dilakukan bertahap
keseluruh lokasi pekerjaan ini dilakukan untuk menghindari penimbunan beton precast
sehingga dapat menimbulkan gangguan lalulintas disekitarnya.
Pemasangan/instalasi
- U gutter harus dibuat sesuai dengan garis dan dimensi yang iberikan dalam Gambar
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
- Melakukan shear key yang bertujuan untuk menahan gaya geser secara horizontal
maupun vertical yang terjadi pada bagian pertemuan dari dua unit atau lebih
pasangan/konstruksi beton pracetak.
- Shear key dibuat sedemikian rupa berupa skoneng antara unit-unit beton pracetak
sehingga mampu menahan gaya geser baik berupa gaya vertikal maupun gaya
horizontal. Ukuran dan bentuk shear key harus sesuai dengan gambar rencana
yang diberikan, dan kontraktor tidak diperkenankan merubah desain tanpa
persetujuan direksi dan konsultan pengawas.
- Melakukan Welded side joint yang bertujuan untuk menyatukan atara komponen
beton precast yang satu dengan lainnya sehingga dalam penerimaan beban akan
terjadi perataan pembebanan.
- Untuk base plat agar dilas dengan tulangan angkur dengan jumlah minimal terdapat
empat buah angkur yang masuk kedalam beton dengan panjang minmal 30 cm masuk
ke dalam beton.
- Pada saat install beton precast di lapangan, bagian plat (base plate dan cover plate agar
terlebih dahulu dibersihkan dan diberi cat anti karat secukupnya dan dilas secara
merata pada seluruh tepi cover plate(full las), dan difinishing dengan epoxy adhesive
and mortar.
Waktu pelaksanaan pekerjaan beton disesuaikan dengan jangka waktu pelaksanaan dalan
TIME SCHEDULE RENCANA PELAKSANAAN BETON PRECAST.

III. DEVISI 3
PEKERJAAN TANAH
1. Galian Perkerasan Beraspal tanpa Cold Milling Machine
Pada awal pelaksanaan kegiatannya juga dapat dilaksanakan pekerjaan Galian Perkerasan
Beraspal tanpa Cold Milling Machine dimana pekerjaan ini merupakan galian pada perkerasan
lama.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan akan dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk
disetujui Permukaan hotmix digali dengan menggunakan alat Jack Hammer & Air
Compressor dan dibantu dengan alat bantu berupa cangkul, singkup, belincong dan lain
sebagainya. Sisa hasil galian dibersihkan dengan menggunakan Air Compressor.
Selanjutnya tanah bekas galian dimuat kedalam Dump Truk dan diangkut ke luar lokasi
pekerjaan.
Alat
- Jack hammer
- dump truck dan
- alat bantu (sekop, keranjang)
- Tenaga
- Pekerja
- operator dan
- mandor
2 Galian Perkerasan Berbutir
Pelaksanaan pekerjaan penggalian dilakukan dengan menggunakan Jack Hammer, Air
Compresor dan di bantu dengan dum truck pada lokasiyang telah ditentukan, dump truck
untuk selanjutnya membuang material hasil galian keluar lokasi dan selanjutnya sekelompok
pekerja akan merapikan hasil galian tersebut.
LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan Galian dilaksanakan dengan Jack Hammer. Tanah yang di gali pada sisi
jalan.Selanjutnya hasil galian di tuang kedalam dump truk untuk membuang hasil galian
material keluar lokasi jalan. Galian dilaksanakan pada daerah bahu jalan yang akandijadikan
sebagai pelebaran badan jalan.
IV. DEVISI 6
PERKERASAN ASLAP
1. Lapisan Resap Pengikat Aspal Cair
- Sebelum dilakukan pemasangan harus dipastikan bahwa daerah yang akan disemprot
akan dibersihkan terlebih dahulu dari debu debu
- Lalu aspal distributor akan dikalibrasikan terlebih dahulu , seperti sudut nosel, ketinggian
dan kecepatan kendaraan. Ketinggian batang penyemprot diatur sedemikian rupa
disesuaikan dengan

jarak nosel agar diperoleh penyemprotan yang tumpang tindih sebanyak 2-3
kali.penyemprotan dilakukan secara merata sepanjang jalan. Agar tidak mengganggu
pekerjaan.

2. Lapisan Perekat Aspal Cair


Sebelum laston Lapis Aus AC-WC Levelling dihampar pada existing jalan, untuk merekatkan
antara permukaan lama dengan yang baru (AC-WC-Levelling) digunakan bahaan lapis
perekat yang disemprotkan dengan menggunakan apal spayer.
Metoda kerja :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untur
disetujui
Permukaan yang akan dilapis dibersihkan dari debu dan kotoran lainnya dengan air
compressor.
- Bahan dasar berupa aspal dan karosene dicampur denagn komposisi sesuai spesifikasi
dan dipanaskan sehingga menjadi campuran aspal cair.
- Campuran aspal cair disemprotkan dengan Asphalt Sprayer ke atas permukaan yang
akan dilapisi.
- Untuk mengetahui kadar lapis perekat per m2 dilakukan paper test dilokasi pekerjaan.
3. Laston Lapis Aus (AC-WC)
Setelah lapisan perbaikan pekerjaan AC - Base (Patching) dan lapis perekat selesai
dilaksanakan maka dilanjutkan dengan penghamparan lapisan penutup perkerasan hot mix
dengan menggunakan Laston Lapis Aus (AC-WC Leveling) dengan ketebalan sesuai dengan
yang tercantum dalam gambar maupun spesifikasi teknik.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi
untuki untuk disetujui
- Menyerahkan hasil pengujian m aterial (Job Mix design) material hot mix laston Lapis
Aus (AC-WC Levelling) yang akan digunakan dan komposisi harus sesuai Spesifikasi
teknik yang disyaratkan.
- Sebelum pelaksanaan pekerjaan AC-WC Levelling dilakukan trial agar bisa diketahui
ketebalan dan densitynya.
- Pencampuran maretial hotmix AC-WC Levelling di olah menggunakan AMP.
- Material hot mix AC-WC Levelling dimuat langsung kedalam dump truck dan diangkut ke
lokasi pekerjaan.
Material AC-WC Levelling dihampar dengan alat asphalt finisher dan dipadatkan dengan
alat tandem roller dengan lintasan minimum sesuai spesifikasi teknik, kemudian
dipadatkan kembali dengan menggunakan alat pneumatic tire roller dengan lintasan
sesuai hasil trial dan dipadatkan finishing dengan alat tandem roller.
- Selama pemadatan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepi hamparan dengan
menggunakan alat bantu.
- Setelah penghamparan dan pemadatan selesai dilaksanakan pengambilan sample
dengan core driil untuk ditest dilab agar diketahui ketebalan dan densitynya.

4. Laston Lapis Antara (AC-BC)


- Wheel Loader memuat dari Stock File ke Hot Bin, kemudian bersama-sama dengan
Asphalt Asbuton butir di campur diunit pencampuran asphalt dengan komposisi yang
telah disetujui dump truck membawa campuran asphalt panas kelokasi pekerjaan.
Campuran dihampar dengan menggunakan Asphalt Finisher, kemudian pemadatan awal
oleh Tandem Roller, pemadatan utama oleh Type Roller dan pemadatan akhir kembali
dengan Tandem
- Roller . lintasan pemadatan dilakukan sesuai jumlah lintasan yang telah disetujui. Semua
rentang suhu yang disyaratkan selama
- proses ini harus tetap dijaga untuk mendapatkan kepadatan yang optimum. Selama
penghamparan, sekelompok pekerja akan merapihkan tepi sambungan hamparan secara
manual, sebagian lagi bertugas mengatur lalu lintas yang lewat.
5. Bahan Anti Pengelupas
LINGKUP PEKERJAAN
- Pekerjaan ini meliputi pengadaan material aditif kelekatan dan anti pengelupasan
sesuaidengan syarat yang ditentukan dalam spesifikasi pekerjaan.
URAIAN PEKERJAAN- Pengadaan bahan material aditif kelekatan dan anti pengelupasan berdasarkan
syaratdan spesifikasi yang disyaratkan..- Aditif kelekatan dan anti pengelupasan harus ditambahkan dalam bentuk cairan
kedalam campuran agregat dengan menggunakan pompa penakar pada saat
proses pencampuran basah di pugmil
V. DEVISI 7
STRUKTUR
1. Pekerjaan Beton
- Proporsi perbandingan campuran semen dengan bahan pengisi (pasir dan kerikil)
adalah minimal. Jadi tidak dibenarkan untuk dikurangi semennya.
- Sebelum adukan beton dituangkan, semua cetakan harus betul betul bersih dari
kotoran seperti serbuk gergaji, tanah, minyak dan kotoran lainnya. Kemudian
cetakan tersebut dibasahi dengan air secukupnya, namun tidak boleh ada
genangan air pada cetakan tersebut.
- Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat persetujuan Direksi Teknis.
- Adukan harus homogen atau dengan warna yang merata dan harus sudah
dicorkan dalam waktu 1 (satu) jam setelah pencampuran air dimulai.
- Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus dilaksanakan terus menerus sampai
selesai dengan tanpa berhenti, kecuali mendapat persetujuan direksi.
- Setelah dicorkan pada cetakan, adukan harus dipadatkan dengan alat penggetar
(vibrator) yang berfrekwensi dalam adukan paling sedikit 3000 putaran setiap
menit. Penggetaran dilakukan selama 20 detik setiap satu adukan yang dicorkan,
mulai pada saat adukan dicorkan dalamcetakan dan dilanjutkan dengan adukan

selanjutnya. Vibrator tidak boleh menyentuh cetakan dan besi beton yang salah satu
bagiannya berhubungan dengan adukan beton yang telah mengeras.
Adukan beton harus diangkut sedemikian rupa, sehingga dapat dicegah adanya
pemisahan atau pengurangan bagian bagian bahan. Adukan tidak boleh dijatuhkan
lebih dari 2 meter. Untuk kolom kolom yang tinggi, harus dibuatkan jendela
jendela dengan jarak vertikal tidak lebih dari 2 meter.
Siar pelaksanaan (contruction joint) dipakai bahan penyekat Styrofoam yang
mudah hancur dengan bensin, dalam pengecoran beton harus mendapat persetujuan
direksi.
Apabila terjadi pertemuan dengan beton yang sudah dicor, bidang pertemuan
harus dibersihkan dengan cara menyemprot dengan air. Kemudian disikat sampai
agregat kasar kelihatan dan selanjutnya disiram dengan air semen kental dan
ditambah additive, merata keseluruh permukaan yang akan disambung, sedang
untuk beton yang memerlukan kedap air harus memakai Water Stop ex Tricosal
type yang direkomendasikan untuk setiap jenis sistem sambungan.
Pengangkeran perletakan pelat duiker pada pondasi/tumpuan pasangan
menggunakan besi diameter D -16 dengan jarak sesuai gambar rencana.
Agar beton terlindung dari pengaruh cuaca, beton harus dibasahi secara terus
menerus selama 14 (empat belas) hari setelah pengecoran dengan menutupi jerami /
karung basah.
Semua permukaan beton yang terbuka dijaga agar tetap basah sekurang
kurangnya selama 4 (empat) hari setelah pengecoran, dengan cara
menyemprotkan atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut,
terutama pada pagi / sore hari atau cuaca teduh.
Cetakan beton tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kubus
yang dapat memikul 2 x berat sendiri. Pada bagian bagian konstruksi yang
memikul beban lebih besar dari rencana rata rata, cetakan beton belum boleh
dibongkar sampai beton mempunyai kekuatan tersebut.
Semua besi yang dipakai diatas harus mempunyai sertifikat dari produsen/pabrik.
Ketentuan toleransi ukuran besi disesuaikan dengan standar SII atau SNI.
Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dalam keadaan dingin, sesuai
dengan aturan yang berlaku. Panjang penyaluran besi beton dan panjang
pengangkeran pada bagian- bagian konstruksi disesuaikan dengan gambar kerja.
Besi beton harus dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan gambar. Kemudian
dibentuk dan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama
pengecoran tidak berubah tempat.
Kawat beton yang dipergunakan harus lazim dipakai, sehingga dapat mengikat besi
beton tetap pada tempatnya. Untuk mendapatkan mutu besi beton yang diinginkan,
dapat dipergunakan besi beton dari produk yang ditunjuk Direksi Teknis.

2. Baja Tulangan U
Pekerjaan ini mencangkup pengadaan dan pemasangan baja tulangan untuk jalan masuk ke
jalan desa.
Tahapan Pekerjaan :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan kepada
direksi untuk disetujui
- Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai gambar
rencana.
- Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi
bagian luar baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air tanah
atau yang lainnya.
3. Pasangan Batu
Bahan untuk spesi ditakar dengan menggunakan ukuran takaran yang sama dan
dicampur dalam keadaan kering sebelum ditambah air. Pencampuran bahan sesuai dengan
perbandingan campuran yang ditetapkan dan harus diaduk sampai homogeny dengan
menggunakan alat molen. Pekerjaan pasangan batu kali yang langsung terletak pada tanah
asli, terlebih dahulu diberi spesi/adukan. Batu kali yang digunakan harus batu belah dan
pemasangannya tidak boleh rongga-rongga didalam pasangan celah antara batu yang
satu dengan batu yang lainnya. Pelaksanaan pasangan harus padat, diantara batu
yang satu dengan batu lainnya harus berisi spesi. Permukaan bidang/ bidang muka
pandangan harus rata mengikuti garis profil. Dalam pemasangan batu kali supaya dibuatkan
profil tiap jarak 10 m kecuali pada tempat-tempat tertentu sesuai petunjuk Direksi. Pada
pekerjaan pasangan batu harus dipasang lubang-lubang pembuang (drain) setiap jarak
1 m kearah horisontal untuk mengurangi tekanan pada pasangan tersebut dan tidak
terjadi penggerusan tanah pada bagian dalam tanggul atau pasangan batu. Pasangan
batu kali pada bagian yang disiar harus dipasang batu yang permukaannya rata / batu
muka dan disusun sedemikian rupa sehingga hasil akhir pekerjaan terlihat rapi
4. Pembongkaran
Pekerjaan Bongkaran adalah pekerjaan pembongkaran pasangan yang akan direhabilitasi
dengan menggunakan alat bantu yang dikerjakan oleh Penyedia Jasa setelah mendapat
persetujuan dari Direksi.
Metode Pelaksanaan
- Bongkaran yang dilaksanakan adalah pembongkaran pasangan baik itu pasangan batu,
beton ataupun bangunan yang ada diareal yang akan dilaksanakan rehabilitasi
- Sampah bongkaran harus diatur dan dibuang disekitar lokasi yang dijamin tidak akan
mengganggu kegiatan pekerjaan. Pengaturan dari semua hasil bongkaran tersebut harus
sesuai petunjuk Direksi.
- Pekerjaan pembongkaran beton ilakukan dengan menggunakan alat dimana alat tersebut
berupa Jack Hammer + Whell Loader sehingga dapat mempercepat proses pembongkaran.
Setelah itu hasil bongkaran diangkut dengan menggunakan dump truck da dibuang keluar

site pekerjaan. Dalam pelaksanaan pembongkaran juga akan dipasang pengaman disekitar
area bongkaran serta para pekerja diharuskan untuk menggunakan alat-alat keselamatan.
5. Pipa Drainase
Pemasangan PVC setiap 10m sesuai persetujuan direksi pengawas pada Pasangan batu kali
guna mengalirkan air dari jalan raya dan air bungan dari rumah tangah ke saluran
6. Penyediaan dan Pemasangan Box Cilvert Pracetak
Pabrikasi beton pracetak umumnya dapat dibuat di Pabrik / WORKSHOP yang
harus selalu dijaga terhadap pengaruh cuaca. Unit beton pracetak harus dicor sekaligus
dalam sekali operasi. Permukaan atas harus digetarkan dengan mistar penggetar dan
diratakan dengan baik untuk menyakinkan bahwa permukaan tersebut rata benar. Semua
permukaan beton pracetak yang akan disambung dengan unit beton pracetak lain
atau dihubungkan dengan beton in-situ, maka adukan spesi atau grout harus
dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan harus mendapatkan persetujuan dari
Direksi atau Pengawas. Semua unit beton pracetak diberi identifikasi berupa : tanggal
pembuatan, kode posisi dan lain-lain sesuai petunjuk Direksi / Pengawas.
Pengiriman beton precast disesuaikan dengan time schedule yang telah direncanakan
dan telah mendapat persetujuan oleh direksi pekerjaan atau pengawas. Pengiriman
dilakukan 1 minggu dari waktu pemasangan dilapangan dalam pengiriman akan dilakukan
bertahap keseluruh lokasi pekerjaan ini dilakukan untuk menghindari penimbunan beton
precast sehingga dapat menimbulkan gangguan lalulintas disekitarnya.
Pemasangan/instalasi
- Box Cilvert harus dibuat sesuai dengan garis dan dimensi yang iberikan dalam Gambar
atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
- Melakukan shear key yang bertujuan untuk menahan gaya geser secara horizontal
maupun vertical yang terjadi pada bagian pertemuan dari dua unit atau lebih
pasangan/konstruksi beton pracetak.
- Shear key dibuat sedemikian rupa berupa skoneng antara unit-unit beton pracetak
sehingga mampu menahan gaya geser baik berupa gaya vertikal maupun gaya
horizontal. Ukuran dan bentuk shear key harus sesuai dengan gambar rencana
yang diberikan, dan kontraktor tidak diperkenankan merubah desain tanpa
persetujuan direksi dan konsultan pengawas.
- Melakukan Welded side joint yang bertujuan untuk menyatukan atara komponen
beton precast yang satu dengan lainnya sehingga dalam penerimaan beban akan
terjadi perataan pembebanan.

VI. DEVISI 8
PENGEMBALIAN KONDISI DAN PEKERJAAN MINOR
1 Lapisan Pondasi Agregat Kelas A Untuk Pekerjaan Minor
- Pengangkutan Material
Pengangkutan material agregat kalas A kelokasi pekerjaan menggunakan Dump Truck
dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Material diuraikan dengan
jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
- Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Kondisi cuaca yang memungkinkan
Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapaganan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi teknis.
Material yang tidak dipakai dipisahkan dengan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.
- Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan vibro roller, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah.
2 Campuran Aspal Panas Untuk Pekerjaan Minor
Setelah pekerjaan perbaikan pondasi untuk pekerjaan minor selesai dilaksanakan maka
lapisan pondasi ditutup dengan menggunakan material hotmix campuran aspal panas.
Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuki
untuk disetujui
- Material campuran aspal panas dihampar dengan tenaga manusia dan dipadatkan dengan
Tendem Roller.
- Selama pemadatan, pekerja akan merapihkan tepi hamparan dengan menggunakan alat
bantu.
3 Karb Pracetak
Lokasi yang akan dipasang kerb digali dan dirapihkan space semen pasir diletakan
diatastanah dan atasnya diletakan kerb. Setelah kering sambungan antara kerb diisi
denganadukan semen setelah selesai dan kering belakang kerb ditimbun dengan tanah
supayatidak roboh.
kerb harus dipasang dengan teliti sesuai dengan detail, garis dan elevasi yangditunjukan
dalam gambar atau sebagaimana yang diperintahkan oleh direksi pekerjaan.4. Perkerasan
Blok Beton Pada Trotoar dan MedianPerkerasan Blok beton harus dipasang sesuai dengan
petunjuk direksi dan spesifikasiyang telah disepakati dan disetujui, pada umumnya blok

beton harus dipasang diataslandasan pasir.Permukaan blok beton yang selesai dikerjakan
harus menampilkan permukaan yang ratatanpa adanya blok beton yang menonjol atau
terbenam dari elevasi permukaan yang ditentukan direksi.

4 Perkerasan Blok Beton Pada Trotoar


Trotoar adalah jalur pejalan kaki yang sejajar dan bersebelahan dengan jalur lalu lintas
yangdiperkeras dengan konstruksi perkerasan beton atau aspal.
Median jalan adalah merupakan suatu bagian tengah badan jalan yang secara
fisikmemisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah; median jalan atau pemisah tengah
dapatberbentuk median yang ditinggikan, median yang diturunkan, atau median rata
Perkerasan blok beton harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik
pembuatnya.Pada umumnya blok beton harus dipasang di atas landasan pasir dengan tebal
gembursekitar 60 70 mm dan dipadatkan dengan menggunakan sebuah mesin
penggetar(berbentuk) pelat yang menyebabkan pasir dapat memasuki celah-celah di antara
blokbeton

sehingga

membantu

proses

saling

mengunci

(interlocking)

dan

pemadatan.Percobaan pemadatan harus dilakukan dengan berbagai ketebalan gembur


pasir,sebelum pekerjaan pemadatan ini dimulai, untuk menentukan ketebalan gembur
yangdiperlukan dalam mencapai ketebalan padat 50 mm. Perkerasan blok beton tidak
bolehdiisi dengan adukan semen.
Permukaan blok beton yang selesai dikerjakan harus menampilkan permukaan yang
ratatanpa adanya blok beton yang menonjol atau terbenam dari elevasi permukaan rata-rata
lebih dari 6 mm, yang diukur dengan mistar lurus 3 m pada setiap titik di ataspermukaan blok
beton tersebut. Semua sambungan harus rapi dan rapat, tanpa adanyaadukan atau bahan
lainnya yang menodai atau mencoreng permukaan yang telahselesai dikerjakan. Perkerasan
blok beton harus mempunyai lereng melintang minimum4%
VII. DEVISI 11
PEKERJAAN TEMBOK RALLING
1 Pek. Pasangan Bata Steck Style Bali
Batu yang dipakai pada bangunan ini, menggunakan bata yang berkualitas baik, utuh dan
tidak cacat serta bata yang dipakai harus dengan ukuran yang sama.
Bata merah sebelum dipasang harus direndam dahulu dalam bak atau drum air,
sampai jenuh yang harus disiapkan dilapangan.
Pasangan dinding bata merah dipasang sesuai dengan Gambar Kerja yang sudah ada
dan untuk pasangan tembok bata menggunakan pasangan setengah bata.
Perekat yang dipergunakan untuk pasangan bata adalah sebagai berikut :

Untuk pasangan tembok bata biasa menggunakan campuraan 1 Pc : 5Ps.


Untuk pasangan tembok trasram menggunakan campuran 1 Pc : 3 Ps dipasang
pada tempat-tempat yang ditentukan yaitu dari atas sloof ( 60 cm dari atas
lantai) dan + 200 cm pada dinding km/wc sesuai dengan Gambar Kerja dan
Detail.
Bata yang mentah, retak/tidak memenuhi syarat dan tetap terpasang agar dibongkar dan
segera diganti dengan bata yang memenuhi syarat tersebut.
2 Pek. Coating Anti Lumut
Langkah langlah yang pelu di perhatikan dalam pekerjaan Coating Anti Lumut ini adalah:
- Pastikan permukaan dinding tenbok acian telah benar-benar kering dan bebas dari
debu, dan kotoran yang dapat menghalangi penetrasi lapisan coating
- Pilih jenis Coating sesuai selera dan encerkan dengan air bersih sesuai dengan jenis
alat aplikasi yang akan digunakan
- Aplikasikan dengan cara dikuas, diroll atau disemprot secara merata pada seluruh
permukaan dinding
- Encerkan dengan air bersih sesuai dengan jenis alat aplikasi yang akan digunakan
- Aplikasikan larutan diatas lapisan cat tembok dengan cara dikuas, diroll atau disemprot
- Ulangi lagi lapisan kedua untuk meningkatkan performa lapisan perlindungan yang
lebih sempurna

VIII. PENGATURAN ARUS LALU LINTAS


Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai di setiap kegiatan lapangan. Bila
diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu lintas
pada saat pelaksanaan

IX. PELAKSANAAN CLEAN CONSTRUCTION


Clean Construction adalah prinsip melakukan suatu pekerjaan dengan cara yang bersih, rapid an
tertib sehingga dapat mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitarnya. Pelaksanaan Clean
Constructian dilakukan disetiap pelaksanaan pekerjaan dimana setiap melakukan pekerjaan yang
sesuai dengan BQ akan diselesaikan dengan pembersihan lokasi pekerjaan sehingga tidak
menimbulkan suatu lokasi kerja yang kotor dan sembraut.

X. WAKTU PELASKANAAN DAN MASA PEMELIHARAAN


Waktu pelaksanaan Paket Kegiatan Pembuatan Senderan, Drainase dan Trotoar Ruas
Buduk Abianbase dengan Pekerjaan Pembuatan Senderan, Drainase dan Trotoar Ruas
Buduk Abianbase ini adalah 24 (dua ratus empat puluh) hari kalender dengan bobot
pekerjaan yang tertera dalam schedule pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan.
Metode pelaksanaan yang dibuat disesuaikan dengan pembanggian waktu pengerjaan dalam
schedule yang disesuaikan dengan analisa tiap pekerjaan sehimgga mendapatkan kebutuhan
tenaga kerja yang sesuai sehingga tidak terjadi keterlambatan waktu pengerjaan.
Masa pemeliharaan adalah masa dimulainya pemeliharaan hasil pekerjaan yang dihitung dari
mulai tanggal Serah Terima Pertama (PHO) sampai dengan berakhirnya masa pemeliharaan
sesuai kontrak.
Dalam masa pemeliharaan, jika ada kerusakan-kerusakan yang terjadi, segera melakukan
perbaikan sesuai kondisi saat diserah terimaka.
Masa pemeliharaan dari pelaksanaan Paket Kegiatan Pembuatan Senderan, Drainase dan
Trotoar Ruas Buduk Abianbase dengan Pekerjaan Pembuatan Senderan, Drainase dan
Trotoar Ruas Buduk Abianbase ini adalah 180 (seratus delapan puluh) hari kalender.
Selama masa pemeliharaan ini berlangsung kami dari pihak kontraktor akan trus memantau
perkembangan yang terjadi pada gedung yang kami bangun sehingga apa bila terjadi
kerusakan agar dapat segera ditangani.

XI. PEKERJAAN PEMBERSIHAN AKHIR


Setelah semua Pelaksanaan pekerjaan selesai maka kontraktor akan melakukan pembersihan
akhir dimana barak kerja, kantor direksi dan lain-lain akan di bongkar dan diangkut ke luar
lokasi menurut petunjuk direksi. Pembersihan ini dikerjakan pada semua lini yang terjadi akibat
efek dari pelaksanaan pekerjaan. Pihak pelaksana bersama-sama konsultan pengawas/Direksi,
PPTK dan KPA melakukan serah terima pekerjaan. Dalam jangka waktu masa pemeliharaan
selama waktu 180 hari segala sesuatu yang terjadi dari hasil pekerjaan tersebut menjadi
tanggung jawab pelaksana dan harus dilakukan perawan.

XII. Demobilisasi
Semua alat kerja yang digunakan pada akhir / finishing pelaksanaan pekerjaan segera
dilakukan Demobilisasi kembali kepada Pemberi Dukungan Alat.

XIII.PEKERJAAN ADMINISTRASI, DOKUMENTASI, DAN FINISHING


Dikerjakan dari awal sampai akhir proyek yang diawali dengan foto-foto 0 % sebagai dokumentasi
untuk memulai suatu proses pelaksanaan fisik yang mana pada saat ini pemborong sudah barang
tentu menetapkan staf administrasi ahli proyek untuk melaksanakan pekerjaan pembuatan datadata yang meliputi pekerjaan laporan harian, laporan mingguan dan bulanan yang mana pekerjaan
ini untuk memback up MC dalam proses pengamprahan termyn yang dilengkapi pula dengan fotofoto / dokumentasi , untuk membuktikan bahwa pekerjaan tersebut betul-betul sudah dikerjakan.
yang nantinya akan diberita acarakan untuk serah terima I Perrtama ( PHO), Setelah serah terima
pertama dilaksanakan pemborong wajib memelihara pekerjaanya sampai batas waktu serah
terima ke II (FHO)
Demikanlah metoda pelaksanaan ini kami buat sesuai dengan bagan alur sampai dengan batas
akhir pelaksanaan yaitu serah terima ke II dua ( FHO).
Denpasar, 23 Pebruari 2016
PT. Catur Harapan Utama

A.A. Nanik Suryani, ST


Direktur