Anda di halaman 1dari 18

MANAJEMEN PRODUKSI AGRIBISNIS BUAH NAGA

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Dosen : Dr. Lilis Sulastri ,MM.

Nama
Nim
Kelas

Disusun oleh :
: Reza Gunawan
:1147050138
: IF / C

TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
mengenai manajemen produksi agribisnis buah naga, Sebagai tulisan

yang

bermanfaat untuk penunjang pembelajaran.


Penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada pada ibu Lilis Sulastri selaku
Dosen mata kuliah Manajemen UIN SGD Bandung yang telah memberikan tugas ini
kepada kami. Meskipun masih terdapat kekerungan dalam penyusan makalah ini,
penulis mohon maaf.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan mengenai Manajemen Produksi Agribisnis buah naga.
Selain itu ada banyak manfaat dari penulisan makalah ini untuk kehidupan sehari
hari.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna khususnya bagi penulis
sendiri maupun orang yang membacanya . Sebelumnya Penulis memohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik
dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Bandung, Mei 2016

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................2
DAFTAR ISI..................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................4
A. Latar Belakang....................................................................................................4
B. Tujuan.................................................................................................................6
C. Rumusan Masalah...............................................................................................6
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................................7
A. Perencanaan Produksi.........................................................................................7
B. Proses Produksi...................................................................................................9
C. Kendala Proses.................................................................................................12
D. Metode / Cara Mengatasi Kendala yang Terjadi..............................................13
E. Pengendalian / Kontrol Kuantitas Dan Kualitas Produk..................................14
BAB III KESIMPULAN...........................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Produksi agribisnis dapat diartikan sebagai seperangkat prosedur dan
kegiatan yang terjadi dalam penciptaan produk agribisnis (produk usaha
pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan hasil olahan produk-produk
tersebut).
Manajemen agribisnis dapat diartikan sebagai seperangkat keputusan
untuk mendukung proses produksi agribisnis, mulai dari keputusan
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian,
hingga evaluasi proses produksi.
Manajemen produksi memiliki dampak menyeluruh dan terkait dengan
berbagai fungsi, seperti fungsi personalia, keuangan, penelitian dan
pengembangan, pengadaan dan penyimpanan, dan lain-lain. Manajemen
produksi, terutama menyangkut keputusan lokasi, ukuran atau volume, dan
tata letak fasilitas, pembelian, persediaan, dan penjadwalan serta mutu produk,
akan menjadi perhatian khusus dari para manajer produksi.
Usaha produksi pertanian, produksi primer, sangat variatif dan sangat
tergantung kepada jenis komoditas yang diusahakan. Manajemen produksi
pertanian mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian input-input dan
sarana, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengendalian.
Ruang lingkup manajemen produksi pertanian :
A. Perencanaan Produksi Pertanian
1. Pemilihan Komoditas Pertanian
2. Pemilihan Lokasi Produksi Pertanian
B. Penempatan Fasilitas
1. Skala Usaha Pertanian
2. Perencanaan Proses Produksi Pertanian
C. Pengorganisasian Input-input dan Sarana Produksi Pertanian

D. Kegiatan Produksi Pertanian


E. Pengawasan Produksi Pertanian
F. Evaluasi Produksi Pertanian
G. Pengendalian Produksi Pertanian
Pemilihan komoditas yang akan diusahakan memegang peranan
penting dalam keberhasilan usaha produksi pertanian. Untuk usaha agribisnis
berskala kecil mungkin pemilihan lokasi produksi tidak menjadi suatu
prioritas, karena umumnya produksi dilakukan di daerah domisili para petani.
Skala usaha sangat terkait dengan ketersediaan input dan pasar. Skala
usaha hendaknya diperhitungkan dengan matang sehingga produksi yang
dihasilkan tidak mengalami kelebihan pasokan atau kelebihan permintaan.
Perencanaan merupakan suatu upaya penyusunan program, baik program yang
sifatnya umum maupun yang spesifik, baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Setelah menetapkan jenis dan varietas komoditas yang akan
diusahakan, lokasi produksi dan penempatarv fasilitas, serta skala usaha yang
akan dijalankan, maka rnulai merencanakan proses produksi.
Pengorganisasian mengenai sumberdaya berupa input-input dan
sarana-sarana produksi yang akan digunakan akan sangat berguna bagi
pencapaian efisiensi usaha dan waktu. Pengorganisasian tersebut terutama
menyangkut bagaimana mengalokasikan berbagai input dan fasilitas yang
akan digunakan dalam proses produksi sehingga proses produksi dapat
berjalan secara efektif dan efisien. Kegiatan produksi merupakan proses
transformasi masukan menjadi suatu keluaran. Kegiatan produksi adalah
melaksanakan rencana produksi yang telah dibuat dan merupakan kegiatan
yang mempunyai masa yang cukup lama serta terkait dengan bagaimana
mengelola proses produksi berdasarkan masukan, baik yang langsung maupun
yang tidak langsung, untuk menghasiikan produk.
Pengawasan dalam usaha produksi pertanian meliputi pengawasan
anggaran, proses, masukan, jadwal kerja, dan lain-lain yang merupakan upaya
untuk memperoleh hasil maksimal dari usaha produksi. Evaluasi dilakukan
secara berkala, mulai dari saat perencanaan sampai akhir usaha tersebut
berlangsung. Pengendalian dalam usaha produksi pertanian berfungsi untuk
menjamin agar proses produksi berjalan pada rel yang telah direncanakan.

B. Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana manajemen produksi agribisnis dalam pertanian
buah naga dilakukan.
C. Rumusan Masalah
- Bagaimana perencanaan produksi buah naga?
- Bagaimana proses produksi buah naga?
- Apa kendala yang didapat selamat produksi berlangsung?
- Bagaimana metode / cara yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang
terjadi ?
- Bagaimana pengendalian / control kuantitas dan kualitas produk ?

BAB II
PEMBAHASAN

A. Perencanaan Produksi
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat
luas meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan
dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan tertentu.
Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Produksi yaitu suatu kegiatan yang menciptakan atau
meningkatkan kegunaan suatu barang.
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari
berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas
proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang
diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan
pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture
menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan.
Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi
tertentu memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam
Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian
dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan oleh sales
department, berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi
dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi
perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi
dapat dikatakan tidak signifikan.

Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai


macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan,
kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara
efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Keberhasilan dalam
membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung
pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri, melainkan sangat tergantung
pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem yang diterapkan.

Perencanaan produksi meliputi perencanaan bahan baku, perencanaan


produk/jumlah, perencanaan pemasaran dan perencanaan produksi:

Perencanaan Bahan Baku


Bahan baku yang digunnakan berupa bibit yang langsung diambil
dari penyetekan daun buah naga yang sudah tua kira-kira yang sudah
berumur 3 tahun dan sudah pernah berbuah. Jika harga benihnya sendiri 1
benih tanaman buah naga merah Rp 15.000,00 dan 1 benih tanaman buah
naga putih Rp 10.000,00. Selain itu bahan baku yang digunakan adalah
pupuk kandang basah (saat dewasa) dan pupuk kandang kering (saat masa
pertumbuhan tanaman).

Perencanaan Produk/ Jumlah


Dalam 1 hektar lahan perkebunan minimal bisa dibuat sampai
4.000 penyetekan untuk bibit buah naga. Di dalam lahan tersebut juga di
pasang tiang-tiang untuk penyangga batang pohon buah naga yang jarak
tanamnya adalah 2,5m atau 3m. Satu tiang terdiri dari 4 tanaman. Jika
menggunakan jarak 2,5m dalam 1 hektar lahan bisa sampai 1400 tiang dan
jika menggunakan jarak 3m dalam 1 hektar lahan bisa sampai 1000 tiang.
1 tiangnya bisa menghasilkan 5 Kg buah naga atau sekitar 1 atau 2 buah
naga. Hasil total 1 panen 20-30kg per tiang (50 60 buah). Dalam 1
hektar lahan bisa menghasilkan 20 Ton buah naga.

Perencanaan Produksi
Dalam produksinya sangat menitikberatkan kepada permintaan
pasar. Buah naga merah dan putih karena lebih banyak diminati.
Sedangkan untuk buah naga kuning cukup sulit untuk diproduksi karena
hasil buahnya lebih kecil dan lebih lama, perbedaannya dengan buah naga
merah dan putih sebesar sepertiganya sehingga lebih memilih buah naga
merah dan putih untuk diproduksi. Selain itu juga untuk meningkatkan

kualitas dan kuantitas produksi salah satunya dengan cara perluasan lahan.
Pemeliharaan dilakukan melalui kontrol tenaga kerja. Pemeliharaan
tanaman menggunakan herbisida untuk gulma, pembuangan bekicot, dan
untuk menghindari semut dengan cara buah naga dibungkus dengan
plastik. Perencanaan produksi tidak hanya merencanakan jumlah bahan
baku, kualitas bahan baku dan banyaknya memproduksi produk untuk
dipasarkan, tetapi juga merencanakan jumlah karyawan untuk
memproduksi dan bagaimana cara untuk memproduksi agar menjadi
produk yang berkualitas.

B. Proses Produksi
Sebagai konsep dasar mengenai pengertian proses produksi perlu kita
ketahui bahwa Prses produksi terbentuk dari dua gabungan kata yaitu:
Proses diartikan sebagai suatu cara, metode dan teknik bagaimana
sesungguhnya sumber-sumber (tenaga kerja, mesin, bahan dan dana) yang ada
diubah untuk memperoleh suatu hasil sedangkan Produksi adalah kegiatan
untuk menciptakan atau menambah kegunaan barang atau jasa. Sehingga
proses produksi dapat diartikan sebagai prosedur cara, metode ataupun teknik
menambah kegunaan suatu barang dan jasa dengan menggunakan faktor
produksi yang ada. Untuk mengetahui berbagai proses produksi buah naga
sebagai garis besarnya meliputi:
1. Alur/ Mekanisme Proses
Proses produksi buah naga dilakukan mulai dari teknik budidaya
hingga pemasaran hasil. Untuk teknik budidaya buah naga ini harus
memenuhi persyaratan tempat atau lingkungan yang mendukung. Syarat
tumbuh tanaman ini baik ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20
500 m diatas permukaan laut. Kondisi tanah yang gembur, poros, banyak
mengandung bahan organik dan banyak mengandung unsur hara, pH tanah
5 7.Air cukup tersedia, karena tanaman ini peka terhadap kekeringan dan
akan membusuk bila kelebihan air membutuhkan penyinaran cahaya
matahari penuh, untuk mempercepat proses pembungaan. Untuk proses
produksi dapat meliputi:
2. Persiapan Lahan
Persiapkan tiang penopang untuk tegakan tanaman, karena
tanaman ini tidak mempunyai batang primer yang kokoh. Dapat
menggunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 cm x 10 cm

dengan tinggi 2 meter, yang ditancapikan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung


bagian atas dari tiang penyangga diberi besi yang berbentuk lingkaran
untulk penopang dari cabang tanaman. Sebulan sebelum tanam, terlebih
dahulu dibuatkan Wbang tanan dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan
jarak tanam 2 m x 2,5 m, sehingga dalam 1 hektar terdapat sekitar 2000
lubang tanam penyangga. Setiap tiang/pohon penyangga itu dibuat 3 4
Lubang tanarn dengan jarak sekitar 30 cm dari tian penyangga.Lubang
tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang yang masak sebanyak 5
10 kg dicampur dengan tanah.

3. Pembibitan
Buah Naga dapat diperbanyak dengan cara : Stek Biji. Umumnya
ditanam dengan stek dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25
30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa
campuran tanah, pasir clan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
Proses Pembibitannya sebagai berikut :

Campur pupuk kandang (sapi/ayam) + tanah gembur dan pasir sungai,


masukkan ke dalam Polybag ukuran sekitar 1 kg. (1:1:1:1)
Pilih bibit yang cukup tua untuk di tanam yang berasal dari induk yang
pernah berbuah.
Taruh benih di tempat teduh, untuk menghindari panas matahari. Hal
ini dilakukan karena benih belum memiliki perakaran yang memadai
Setelah sekitar 1 bulan, benih bisa ditempatkan di areal dengan
intensitas matahari penuh.
Beri ajir dari potongan bambu atau kayu untuk menahan benih agar
tetap berdiri tegak.
Apabila musim kemarau sebaiknya dilakukan penyiraman air 3 hari
sekali dengan air secukupnya.
Apabila benih sudah memiliki perakaran yang cukup dan telah tumbuh
tunas, benih siap di pindah ke areal yang telah disiapkan.
4. Penanaman
Penanaman dilakukan dengan diawali pembersihan lahan dari
lumpur, modeling lahan yaitu double row. Proses penanamannya sebagai
berikut :

Bersihkan lahan dari gulma atau rumput liar.


Siapkan tiang dengan ukuran 10cmx10cm dengan tinggi 2-2.5m.

Siapkan media tanam berupa campuran pasir sungai+kompos+tanah


gembur +abu sekam(2:3:2:1). Apabila ada tambahkan abu dari limbah
pabrik tebu, untuk mempercepat perkembangan akar serabut.
Siapkan lubang tanam, umumnya dengan jarak 2,5mx3m. Besar
lubang 60cmx60cm dengan kedalaman 40cm.
Tancapkan tiang pada posisi tengah lubang dengan kedalaman 20cm.
Masukkan media ke dalam lubang sampai penuh.
Penanaman bibit bisa dilakukan dengan jarak min. 10 cm dari tiang.
Setelah beberapa bulan (tergantung dari pemberian pupuk organik)
maka pohon tumbuh dengan pesat.
Ketika pohon mencapai tinggi sejajar dengan tiang, potong ujung
tanaman, agar terbentuk percabangan baru. Jaga agar hanya terdapat 46 cabang. Cabang bisa diperbanyak, namun biasanya produksi buah
akan menurun. Tapi hal ini bisa diatasi dengan pemberian pupuk yang
maksimal.
5. Pemeliharaan
Pengairan, pada tahap awal pertumbuhan pengairan dilakukan 1 2
hari sekali. pemberian air berlebihan akan menyebabkan terjadinya
pembusukan.
Pemupukan, pemupukan dilakukan 1 minggu pertama yaitu pemberian
Za dan NTK dengan komposisi 1 sendok makan per pohonnya. Za
berfungsi untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif. Setelah 1 bulan
diberikan pupuk NBK dengan perbandingan 16:16:16. Pupuk kandang
diberikan setiap 6 bulan sekali dengan komposisi 5kg per pohon.
Bulan ke 10 diberikan pupuk ZK dan KCL, ini berfungsi untuk
merangsang bunga dan buah. Setelah umur sudah sekitar 1 tahun, maja
pohon siap untuk berbuahh. Untuk merangsang pembungaan dan
pembuahan, berikan pupuk organik yang banyak mengandung unsur P
dan K atau pupuk organik perangsang bunga. Pupuk kimia dengan
kandungan P tinggi antara lain yaitu TSP, ES, Atau DP. Dan untuk
pupuk dengan kandungan K tinggi yaitu KCl atau ZK.
Pengendalian Hama dan OPT, pengendalian Organisme Pengganggu
Tanaman (OPT) untuk sementara belum ditemukan adanya serangan
hama dan penyakit yang potensial. Pembersilhan lahan atau
pengendalian gulma dilakukan agar tidak mengganggu pertumbuhan
tanaman.
Pemangkasan, batang utama ( primer ) dipangkas, setelah tinggi
mencapai tiang penyangga ( sekitar 2 m ), clan ditumbuhkan 2 cabang
sekunder, kemudian dari masing-masing cabang sekunder dipangkas

lagi clan ditumbuhkan 2 cabang tersier yang berfungsi sebagai cabang


produksi.
6. Pemanenan
Setelah tanaman umur 1,5 2 tahun, mulai berbunga dan berbuah.
Pemanenan pada tanaman buah naga dilakukan pada buah yang memiliki
ciri-ciri warna kulit merah mengkilap, jumbai / sisik berubah warna dari
hijau menjadi kernerahan. Pemanenan dilakulkan dengan menggunakan
gunting, buah dapat dipanen saat buah mencapai umur 50 hari terhitung
sejak bunga mekarDalam 2 tahun pertama. setiap tiang penyangga mampu
menghasilkan buah 8 s / d 10 buah naga dengan bobot sekitar antara 400
650 gram. Musim panen terbesar buah naga terjadi pada bulan September
hingga Maret. Umur produktif tanaman buah naga ini berkisar antara 15
20 tahun.
C. Kendala Proses
Kendala-kendala yang dihadapi secara umum hampir sama dengan
kendala-kendala pada umumnya. Seperti teknik budidaya, permodalan, hama,
dan juga pemasaran. Namun kendala yang sangat dominan adalah mengenai
teknik budidaya dimana disitu hama menyerang buah naga yang secara umum
dapat meliputi:
1. Tungau
Hama Tungau (Tetranychus sp.) akan menyerang kulit batang atau
cabang yang merusak jaringan klorofil yang berfungsi untuk asimilasi dari
hijau menjadi cokelat. Penanggulangannya dengan menyemprotkan Omite
dengan dosis 1-2 gr/ltr air yang dilakukan 2-3 kali seminggu.
2. Kutu Putih
Tanaman buah naga yang diserang hama kutu putih (mealybug)
pada permukaan batang atau cabang akan berselaput kehitaman dan
terlihat kotor. Hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan Kanon
dengan dosis 1-2 cc/ltr air seminggu sekali pada cabang yang diserang.
Biasanya dua kali penyemprotan hama kutu putih sudah hilang.
3. Kutu Sisik
Hama kutu sisik (Pseudococus sp.) umumnya berada pada bagian
cabang yang tidak terkena matahari langsung dan cabang yang diserang
hama ini akan terlihat kusam. Hama ini juga bisa diatasi dengan
penyemprotan Kanon dengan dosis sama dengan pengendalian hama kutu

putih pada sela-sela tanaman yang ternaungi atau tidak terkena sinar
matahari.
4. Kutu Batok
Hama kutu batok (Aspidiotus sp.) menyerang tanaman dengan
mengisap cairan pada batang atau cabang yang menyebabkan cabang
berubah menjadi berwarna kuning. Pengendaliannya juga bisa
menggunakan cara yang sama dengan pengendalian hama kutu putih dan
kutu sisik.

5. Bekicot
Hama bekicot sangat merugikan tanaman buah naga karena
merusak batang atau cabang dengan menggerogotinya dan dapat
mengakibatkan cabang busuk. Hama ini disebabkan karena kebersihan
kebun yang kurang terjaga sepenuhnya sehingga banyak bekicot yang bisa
menganggu pertumbuhan buah naga.
6. Semut
Pada umumnya semut akan muncul pada saat tanaman buah naga
mulai berbunga. Semut mulai mengerubungi bunga yang baru kuncup dan
akan mengakibatkan kulit buah nantinya akan berbintik-bintik berwarna
coklat yang tentunya harga buah akan menurun dengan kualitas seperti itu.
Pengendaliannya dengan menyemprotkan Gusadrin dengan dosis 2 cc/ltr
air.
7. Burung
Gangguan burung pada buah naga umumnya jarang terjadi dan
tidak perlu dikuatirkan. Biasanya menyerang buah yang telah masak pada
bagian atas.
Secara umum hama yang paling potensial yang menganggu buah
naga adalah hama bekicot yang memakan tunas. Lalu ada lagi kendala
lain , yaitu permasalahan pemasaran. Pemasaran sangatlah penting untuk
membantu sebuah usaha agar usaha tersebut menjadi lebih maju. Kendala
pemasaran buah naga pada pemasaran adalah dikarenakan ketidaktahuan
yang begitu dalam masyarakat terhadap buah naga itu sendiri. Sedangkan
masalah modal adalah ketidakadaan modal untuk mengganti kerugian jika
usaha tersebut mengalami kerugian.

D. Metode / Cara Mengatasi Kendala yang Terjadi


Pertama untuk mengatasi masalah hama bekicot yang menganggu
adalah dengan cara manual dan menggunakan obat. Cara manual adalah
dengan cara mengambil bekicot itu dengan tangan dan membasminya,
sedangkan dengan menggunakan obat adalah dengan menggunakan Kamsnoil
( pelet yang berwarna hijau kebiruan) dan diberi ke tiang / batang tanaman
buah naga. Sedangkan untuk permasalahan pemasaran dapat digunakan
beberapa cara, diantaranya dengan memeberikan pengetahuan secara langsung
kepada masyarakat yang ingin mengetahui kegunaan atau khasiat dari buah
naga. Lalu bisa juga melakukan promo di internet tentang buah naga dan
aplikasi-aplikasi yang bisa dilakukan terhadap buah naga itu sendiri.

E. Pengendalian / Kontrol Kuantitas Dan Kualitas Produk


Kuantitas produk itu sendiri adalah jumlah suatu produk yang dikonsumsi
atau digunakan atau jumlah Barang dan jasa yang dapat dihasilkan dalam suatu
periode tertentu. Sedangkan kualitas produk sendiri yaitu Quality is the totality of
features and characteristics of a product or service that bear on its ability to satisfy
stated or implied needs. Maksud dari definisi di atas adalah kualitas produk
merupakan keseluruhan ciri serta sifat barang dan jasa yang berpengaruh pada
kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dinyatakan maupun
yang tersirat. (Adam and Eberts, 1992).
Kualitas produk merupakan hal penting yang harus diusahakan oleh
setiap perusahaan, jika ingin yang dihasilkan dapat bersaing di pasar untuk
memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kualitas merupakan faktor yang
terdapat dalam suatu produk yang menyebabkan produk tersebut bernilai sesuai
dengan maksud untuk apa produk itu diproduksi. Kualitas ditentukan oleh
sekumpulan kegunaan (bundle of utilities). Fungsinya termasuk di dalam daya
tahan, ketidak tergantungan pada produk atau komponen lain, eksklusivitas,
kenyamanan, wujud luar (warna, bentuk, pembungkusan, dan sebagainya) dan
harga yang ditentukan oleh biaya produk. (Handoko, 1990 : 25 ). Upaya dalam
mengotrol kuantitas yaitu dengan :
1. Analisis kebutuhan Tanaman buah Naga
Dengan menganalisis kebutuhan tanaman buah naga yang dapat
memberikan kualitas yang maksimal yaitu adanya tanaman yang terlihat layu
dan menganalisis permasalahan tanaman buah naga tersebut kenapa buah
tersebut bisa layu, dengan menganalisis perusahaan dapat mengetahui apa
yang dibutuhkan oleh tanaman buah naga tersebut. Dan tidak adanya

pemakaian yang berlebihan atu pemborosan yang berdampak akan


mengurangi produk berbuahnya buah naga tersebut.
2. Penentuan jumlah pembelian bahan baku khususnya terhadap produksi
tanaman buah naga.
Dengan adanya prioritas mana yang akan dipilih mana yang akan
dibeli dari bahan baku tanaman naga tersebut maka dapat menganalisis
produk tanaman buah naga dan apa saja yang dibutuhkan. Dalam tanaman
buah naga tersebut maka setelah itu adanya penentuan jumah pembelian
bahan baku, dan mana yang tidak ada dalam analisis tersebut tidak dibeli
sehinga tidak kan menimbulkan kuantitas produk yang tidak memenuhi
standar perusahaan.
3. Penentuan kapan pembelian keperluan produk harus dilakukan
Dengan penentuan kapan harus dilakukan sehingga perusahaan tahu
bahwa adanya pupuk yang dibutuhkan atau pestisida dengan herbisida atau
yang lainnya, dapat memberikan hasil yang maksimal dalam penanganan.
Misalnya pupuk perusahaan membutuhkan pupuk kandang basah dan pupuk
kandang kering. Pada saat pertumbuhan pupuk kandang kering yang
digunakan. Dan pada saat dewasa pupuk kandang basah yang digunakan farm
harus membeli pupuk kandang basah tersebut bila sudah mencapai dewasa
sehingga supaya tidak layu yang nantinya akan menurunkan jumlah kuantitas.
Upaya pengontrolan kuantitas agar tidak berkurang dari standar yang telah
ditetapkan oleh perusahaan.
Dalam mengontrol kualitas produk di perusahaan yaitu dengan telah
terkendalinya kualitas buah naga maka akan dihasilkan output yang sesuai
dengan standar yang telah dietapkan. Pengendalian buah naga dilakukan baik
terhadap kualitas bahan maupun kuantitas bahan. Pengendalian kualitas bahan
dimaksudkan agar tercapai kesesuaian kualitas bahan yang dibutuhkan dengan
standar yang telah ditetapkan. Agar dapat bersaing dengan pasar. Upaya yang
dilakukan yaitu:

Dilakukan pengontrol tanaman buah naga tersebut


Dengan mengontol setiap hari atau seminggu dilakukan lima
kali maka tanaman buah naga tersebut akan terjaga, dan kualitas
tanaman buah naga tersebut akan memenuhi standar perusahaan
tersebut contohnya adanya bekicot , semut serta adanya hama hama
lainnya yang terdapat dalam tanaman akan terhindar karena adanya
pengontrolan tanaman yang dilakukan yaitu adanya pemberian pestisia

yang berkecukupan dan langsung dibami, karena adanya bekicot dapat


menurunkan produksi tanaman buah naga. Serta mengindari rusaknya
buah naga tersebut.

Adanya pengecekan atau perawatan peralatan serta mesin mesin


Mesin serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi
akan memepegaruhi terhadap mutu produk yang dihasilkan
perusahaan. Peralatan yang kurang legkap serta mesin yang rusak atau
sudah tidak ekonomis akan menyebakan rendahnya mutu dan produk
yang dihasilkan, serta tingkat efesien yang rendah. Akibatnya biaya
prouksi menjadi tinggi, sedangkan produk yang dihasilkan
kemungkinan tidak akan laku dipasarkan. Oleh sebab itu perusahaan
mengecek dan memperbaiki peralatan yang sudah tidak eknomis lagi.
Untuk mengindari penurunan kualitas buah naga tersebut.
Kendala yang dihadapi yaitu Kendala yang dihadapi dalam
pengendalian kuantitas dan kualitas produk hanyalah mentalitas
karyawan yang terkadang kurang baik. Untuk mengatasi hal tersebut,
perusahaan selalu menetapkan target pada karyawan lebih tinggi dari
target perusahaan yang sesngguhnya. Misalnya, bila target perusahaan
adalah 45 m3 veneer/hari maka kepada karyawan dibebankan target
yang lebih dari itu yaitu sekitar 48 m3. Dengan demikian maka target
perusahaan akan selalu dapat tercapai. Kemudian untuk meningkatkan
mentalitas karyawan, perusahaan menerapkan peraturan kerja dengan
disiplin yang tinggi. Dengan di terapkannya kedisiplinan tersebut
diharapkan metal karyawan akan terbenuk menjadi lebih baik.

BAB III
KESIMPULAN

1. Perencanaan produksi meliputi perencanaan bahan baku, perencanaan


produk/jumlah, perencanaan pemasaran dan perencanaan produksi
2. Proses Produksi proses produksi buah naga sebagai garis besarnya meliputi
Alur/ Mekanisme Proses, Persiapan Lahan, Pembibitan, Penanaman,
Pemeliharaan dan Pemanenan
3. Kendala-kendala yang dihadapi secara umum hampir sama dengan kendalakendala pada umumnya. Seperti teknik budidaya, permodalan, hama , dan
juga pemasaran
4. Upaya dalam mengotrol kuantitas yaitu dengan Analisis kebutuhan Tanaman
buah Naga, Penentuan jumlah pembelian bahan baku khususnya terhadap
produksi tanaman buah naga dan Penentuan kapan pembelian keperluan
produk harus dilakukan

DAFTAR PUSTAKA

http://www.Proses Produksi Buah Naga Amanda De Yuries Blogspot.com


http://www.sabilafarm.com/
http://www.buahnaga.us/2009/04/hama-dan-penyakit-tanaman-buah-naga.html
http://kholidin.host22.com/asal.html.
http://id.shvoong.com/business-management/management/2084014-pengertianstandarisasi/#ixzz1xNF7bKqI
http://risafatiani.wordpress.com/2011/01/20/usaha-tani-buah-naga/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/produk-definisi-klasifikasi-dimensi_30.html.
http://benyaliwibowo.wordpress.com/2008/07/04/cara-budidaya-buah-naga-dragonfruit/
http://massofa.wordpress.com/2008/03/11/pendekatan-dalam-pemasaran-hasilpertanian/