Anda di halaman 1dari 23

TUGAS KELOMPOK

KERAGAMAN HAYATI
HUTAN AMAZON

SEMESTER : GENAP 2015/2016


DOSEN

: DRA. SUBARYANTI, MSi, Apt.

Disusun Oleh :
1. Evie Herdiyanti

(14334755)

2. Nurul Azmi

(14334732)

3. Siti Aminah

(14334728)

4. Tia Anggraini

(14334731)

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT SAINS & TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA-2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkat rahmat Tuhan yang Maha Kuasa, kami dapat menyelesaikan makalah
keragaman hayati yang berjudul Hutan Amazon. Tujuan pembuatan makalah ini selain
sebagai tugas juga agar pembaca dapat mengetahui tentang keragaman hayati hutan amazon.
Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena
itu, jika terdapat kesalahan sangat di butuhkan kritik dan saran agar dapat memperbaiki
makalah ini. Sehinga makalah ini dapat menjadi baik dan benar dalam rujukan pembelajaran
selanjutnya.
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas lagi kepada
pembaca. Akhir kata kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI ................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN........................................................................

1.1. Latar Belakang Judul.................................................................

1.2. Tujuan Penulisan.......................................................................


1.3. Manfaat Penulisan.....................................................................
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA...............................................................
2.1. Latar Belakang Hutan Amazon.................................................
2.2. Keanekaragaman Hayati Hutan Amazon..................................
2.3. Faktor Rusaknya Hutan Amazon...............................................
2.4. Dampak Kerusakan Hutan Amazon..........................................

BAB III PEMBAHASAN...........................................................................


BAB III KESIMPULAN DAN SARAN....................................................
3.1. Kesimpulan...............................................................................
3.2. Saran..........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang Judul


Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya
alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang
satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Hutan merupakan sumberdaya yang tidak ternilai karena didalamnya terkandung
keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan
non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah,
perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi,
pariwisata dan sebagainya. Karena itu pemanfaatan hutan dan perlindungannya telah
diatur dalam UUD 45, UU No. 5 tahun 1990, UU No. 23 tahun 1997, UU No. 41 tahun
1999,UU No. 18 tahun 2013, PP No 28 tahun 1985 dan beberapa keputusan Menteri
Kehutanan serta beberapa keputusan Dirjen PHPA dan Dirjen Pengusahaan Hutan.
Hutan Amazon merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki keragaman
hayati yang paling banyak. 15% dari seluruh spesies tumbuhan darat yang ada di dunia
dapat kita temukan di Amazon. Hampir 10% dari jumlah mamalia yang ada di dunia ini
juga dapat kita temukan di Amazon. Hutan Amazon memiliki 300 jenis spesies yang
berbeda pada setiap hektarnya. Hutan Amazon yang terletak di benua Amerika ini
memiliki Luas 7 juta km persegi dan terletak di 9 wilayah Negara Amerika Selatan, yaitu
Bolivia, Peru, Kolombia, Brazil, Ekuador, Venezuela, Guyana,Suriname, dan Guyana
Perancis, sedangkan luas Hutannya Hanya meliputi 5,5 juta km persegi.

1.2.

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu :
1. Untuk mengetahui Keanekaragaman Hayati Hutan Amazon
2. Untuk mengetahui kerusakan-kerusakan yang terjadi di hutan amazon
3. Untuk mengetahui dampak yang terjadi jika hutan amazon rusak

1.3.

Manfaat Penulisan

Memberikan informasi dan pengetahuan tentang hutan secara umum dan kondisi
alam pada Hutan Amazon.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Latar Belakang Hutan Amazon


Hutan Amazon adalah hutan hujan di Amazon, Amerika Selatan. Hutan amazon juga
dikenal dalam bahasa inggris sebagai Amazonia atau Amazon Jungle. Amazon memiliki
luas 7.000.000 kilometer persegi, yang 5.500.000 kilometer persegi ditutupi oleh hutan
hujan. Hutan amazon terletak di sembilan negara: Brazil dengan 60% luas hutan,
Kolombia 10%, Peru 13%, diikuti oleh sejumlah kecil di Venezuela, Ekuador, Bolivia,
Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis. Amazon juga termasuk hutan tropis paling luas
di dunia,dan memiliki dua nama lain,yaitu 'paru-paru dunia' karena menghasilkan 30%
dari seluruh oksigen di Bumi,dan 'neraka hijau' karena setiap tahun sungainya meluap.
Amazon mewakili lebih dari setengah hutan hujan yang tersisa di planet ini dan
diyakini memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Satu dari sepuluh spesies
yang dikenal di dunia hidup di hutan hujan Amazon. Ini merupakan koleksi terbesar dari
tanaman dan spesies hewan yang hidup di dunia. Amazon adalah rumah bagi sekitar 2,5
juta spesies serangga, 40.000 spesies tanaman, 16.000 spesies pohon, 5.600 spesies ikan,
1.300 spesies burung, lebih dari 430 spesies mamalia, lebih dari 1000 spesies amfibi, dan
lebih dari 400 spesies reptil. Satu dari lima dari semua spesies burung di dunia hidup di
hutan hujan Amazon, dan satu dari lima spesies ikan hidup di sungai dan sungai
Amazon.
Pepohonan yang lebat di hutan amazon memompakan zat kehidupan bagi makhluk
bumi. Tetapi jutaan manusia yang berteduh di bawah kesuburannya juga menghadirkan
tantangan dan dilema. Belakangan penebangan pohon dalam skala besar menggerogoti
kehijauan Amazon. Pada tahun 2001 hutan tropis Amazon diperkirakan seluas 5 juta km
persegi atau sekitar 87% dari luas semula. Amazon penting bagi seluruh dunia karena
perannya dalam siklus karbon (zat asam) global yang berpengaruh pada iklim. Cepatnya
laju penggundulan hutan berarti makin besar pula penumpukan zat asam arang di
atmosfer bumi, hal yang menjadi persoalan pokok dalam pemanasan global. Sumber
keragaman hayati di amazon sekarang terancam oleh perusakan akibat penggundulan
hutan dan perubahan iklim. Namun banyak yang berpendapat bahwa kakayaan hutan
Amazon harus dimanfaatkan untuk pengembangan perekonomian penduduk lokal.

Dilemanya adalah mencari titik temu antara pemanfaatan tetap mempertahankan fungsi
utamanya sebagai paru-paru dunia.
2.2.

Keanekaragaman Hayati Hutan Amazon


2.2.1. Keanekaragaman Hayati Serangga Hutan Amazon
Amazon adalah rumah bagi sekitar 2,5 juta spesies serangga. Manu National
Park di Peru (survey 4000 hektar) memiliki 1300 spesies, sedangkan Tambopata
National Park (survey 5500 hektar) memiliki setidaknya 1.231 spesies. Sekitar
seperempat dari seluruh spesies hewan yang telah diberi nama dan dideskripsikan
oleh ilmuwan adalah kumbang.

Owl butterfly (Caligo idomeneus)

Rhetus periander butterfly

Black grasshopper with indigo blue eyes and yellow polkadots

Ceiba borer beetle

Biblis hyperia butterfly, brown to black with red on its wings

Lycorea halia butterfly

Round black fury caterpillar

Rasberry dragonfly

Iguazu Butterflies

Hot pink and turquoise insect

Clear-wing butterfly (Pseudohaeterea hypaesia) in Colombia

Transparent butterfly

2.2.2. Keanekaragaman Hayati Tanaman Hutan Amazon


Sekitar 438.000 spesies tanaman telah diidentifikasi di amazone. Tidak
mustahil jumblah ini akan terus meningkat seiring dilakukanya eksplorasi yang lebih
menyeluruh terhadap Amazon, berbagai jenis tanaman hutan Amazone adalah pohon
kapaok, pohon telinga gajah, teratai raksasa,anggrek,jarda, sapodilla, pohon pisang, dan
lain- lain.
2.2.3. Keanekaragaman Hayati Pohon Hutan Amazon
Hutan Amazon memiliki beberapa spesies Flora atau jenis tumbuhan,
diantarnya 700 Jenis Pohon dan jumlah tumbuhan hampir 2x lipat jumlah Spesies

Pohon. selain itu Pohon - Pohon ini tidak seperti halnya pohon yang biasa kita
jumpai, yang hanya tingginya berkisar 5-10 m, tapi dihutan Amazon ini tinggi nya
berkisar 130 m, sehingga Hutan ini terkenal juga dengan gelapnya akibat sulitnya
1

Sinar Matahari menembus dasar Pohon tersebut.


Jenis Hutan Berdasarkan Fungsinya
Berdasarkan fungsinya hutan dibedakan menjadi:
a. Hutan Lindung
Hutan Lindung adalah hutan yang berfungsi menjaga kelestarian tanah dan tata air
wilayah.
b. Hutan Suaka Alam
Hutan Suaka alam adalah kawasan hutan yang karena sifat-sifatnya
yang khas diperuntukan secara khusus untuk perlindungan alam hayati atau
manfaat-manfaat yang lainnya. Hutan suaka alam terdiri dari Cagar alam dan
Suaka margasatwa. Cagar Alamialah kawasan suaka alam yang oleh karena
keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa dan ekosistem atau
ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung
secara alami. Suaka margasatwa ialah kawasan suaka alam yang mempunyai cirri
khas berupa keanekaragaman dan atau keunikan jenis satwayang untuk
kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.
c. Hutan Wisata
Hutan Wisata adalah hutan yang diperuntukan untuk dibina dan dipelihara
guna kepentingan pariwisata atau wisata baru. Hutan wisata terdiri dari Taman
Wisata, Taman Baru dan Taman Laut. Taman Wisata ialah hutan wisata yang
memiliki keindahan alam baik keindahan nabati, keindahan hewani, maupun
keindahan alamnya sendiri yang mempunyai corak khas yang dapat dimanfaatkan
untuk kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Taman Baru ialah hutan wisata yang
didalamnya terdapat satwa baru yang memungkinkan diselenggarakannya
perburua secara teratur bagi kepentingan rekreasi.Taman Laut adalah laut kawasan
lepas pantai atau laut yang masih di dalam batas wilayah laut Indonesia yang di
dalamnya terdapat batu-batuan kosong atau biota. Di kawasan ini terdapat
ekosistem dan atau keindahan khusus yang keadaan alamnya secara fisik tidak
mengalami perubahan yang diakibatkan karena perbuatan manusia. Contoh taman
laut adalah taman laut bunaken (Sumatra Utara).
d. Hutan Produksi

Hutan Produksi berfungsi sebagai penghasil kayu atau non kayu, seperti
hasil industri kayu dan obat-obatan.
2

Jenis Hutan Berdasarkan Jenis Pohonnya


Menurut jenis pohonnya, hutan dapat dibedakan menjadi:
a. Hutan Heterogen
Hutan Heterogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh berbagai macam
pohon, misalnya hutan rimba. Biasanya di daerah tropic yang banyak hujannya
seperti di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia Tenggara, dan Australia
Timur Laut pohon-pohonnya tinggi dan berdaun lebar. Di Indonesia hutan
Heterogen antara lain terdapat di pulau Jawa, Sumatra,Kalimantan dan Irian Jaya
b. Hutan Homogen
Hutan Homogen adalah hutan yang ditumbuhi oleh satu macam tumbuhan.
Pada umumnya hutan homogen dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk
reboisasi, penghijauan, atau keperluan perluasan industri. Contoh hutan homogen
antara lain hutan jati dan hutan pinus.

Jenis Hutan Berdasarkan Proses Terjadinya


Menurut terjadinya atau terbentuknya hutan dibedakan menjadi dua,
yaitu hutan asli atau hutan alam dan hutan buatan.
a Hutan Asli
Hutan Asli adalah hutan yang terjadi secara alami, misalnya hutan rimba.
b Hutan Buatan
Hutan Buatan adalah hutan yang terjadi karena dibuat oleh manusia. Biasanya
hutan ini terdiri dari pohon-pohon yang sejenis dan dibuat untuk tujuan tertentu.
Khusus untuk hutan mangrove (hutan bakau) kebanyakan merupakan hutan alami,
namun ada juga hutan mangrove yang sengaja dibuat oleh manusia untuk
menanggulangi pantai dari bahaya yang ditimbulkan oleh gelombang atau arus
laut.

Jenis hutan Berdasarkan Tempatnya


Untuk daerah tropic yang memiliki curah hujan tinggi, hutan dapat tumbuh di
berbagai tempat, sehingga hujan tersebut dinamai berdasarkan tempat tumbuhnya.
Contoh hutan menurut tempatnya adalah hutan rawa, hutan pantai dan hutan

pegunungan.
Jenis Hutan Berdasarkan Iklimnya
a. Hutan Hujan Tropis
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropic basah dengan dengan curah
hujan tinggi dan terbesar sepanjang tahun. Hutan hujan tropis antara lain terdapat

di Amerika Tengah danSelatan, Australia timur Laut, Afrika dan Asia Tenggara.
Ciri khas dari tumbuhan-tumbuhan yang terdapat di hutan hujan tropis adalah
ukuran pohon yang tinggi, berdaun lebar, selalu hijau dan jumlah jenis besar.
Hutan ini kaya akan hewan Vertebrata dan Invertebrata.
b. Hutan Musim Tropik
Hutan ini terdapat di daerah tropic beriklim basah, tetapi mempunyai
musim kemarau yang panjang. Biasanya pohon-pohon di hutan musim tropic
menggugurkan daunnya pada musim kemarau. Hutan musim tropic banyak
yerdapat di kawasan India dan Asia Tenggara, termasuk juga Indonesia.
c. Hutan Hujan Iklim Sedang
Hutan hujan iklim sedang adalah hutan raksasa yang terdapat
di Australia dan sepanjang pantai Pasific di Amerika Utara dan California sampai
negara bagian Washington. Hutan hujan iklim sedang di Australia merupakan
hutan dengan pohon-pohon tertinggi di dunia.
d. Hutan Pegunungan Tropik
Hutan jenis ini mirip dengan hutan hujan iklim sedang, namun struktur dan
karakteristik lainnya sangat berbeda.
e. Hutan Hujan Iklim Sedang yang selalu Hijau
Terdapat di daerah beriklim sedang. Hutan jenis ini tersebar di Amerika
Serikat dan Eropa yang beriklim kontinen
f. Hutan Gugur Iklim Sedang
Hutan ini terdapat didaerah dengan iklim kontinen sedang namun agak
basah dengan musim hujan di musim panas dan dengan musim dingin yang keras.
Pohon-pohon yang dominant adalah pohon-pohon yang berdaun lebar yang
menggugurkan daunnya dimusim dingin. Hutan ini banyak tersebar di kawasan
Amerika Serikat, Eropa, Asia Timur,Chili dan Amerika Tengah.
g. Taiga
Taiga terdiri dari jenis-jenis conifer yang tumbuh di tempat terdingin dari
daerah iklim hutan. Taiga terbesar terdapat di Amerika Utara, Eropa dan Asia.
h. Hutan Lumut
Hutan lumut adalah komunitas pegunungan tropic yang memilki struktur
yang berbeda dengan taiga. Hutan lumut terdapat di daerah yang memilki
ketinggian 2500 m. pohon-pohonnya kerdil dan juga ditumbuhi lumut dan lumut
kerak.
i. Sabana
Sabana adalah padang rumput tropis yang diselingi pohon-pohon besar.
Umumnya sabana merupakan daerah peralihan antara hutan dan padang rumput.
Sabana antara lain terdapat di Australia dan Brasilia.
j. Gurun

Gurun adalah wilayah daratan yang tidak ada tumbuhan kecuali beberapa
jenis kaktus.
2.2.4. Keanekaragaman Hayati Ikan Hutan Amazon
Ada lebih dari 5.600 spesies ikan di Amazon dan merupakan tempat tinggal
spesies ikan air tawar terbesar di dunia.
Amazon memiliki sekitar 1.100 anak sungai, 17 di antaranya memiliki
panjang lebih dari 1000 mil. The Piramutaba catfish, a giant Amazonian catfish,
diperkirakan bermigrasi dengan jarak sekitar 2.050 mil (3.300 km) dari dasar
pembibitan dekat muara Amazon dan bertelur di Amazon atas. Banyak ikan di
Amazon seperti Tambaqui adalah penyebar penting dari bibit pohon. The
Pirarucu atau Arapaima merupakan salah satu ikan air tawar terbesar di dunia
dengan panjang mencapai 16 kaki (5 meter).
Beberapa jenis ikan di Amazon :

Discus fish
Chafalote (Rhaphiodon vulpinus)
Altum Angel (Pterophyllum altum)
Paiche (Arapaima gigas)
Giant shovelnose catfish
Serrasalmus piranha

2.2.5. Keanekaragaman Hayati Burung Hutan Amazon


Lebih dari 1.300 spesies burung ditemukan di Amazon. Burung terlangka di
dunia adalah macaw Spix, burung yang indah dengan kepala biru tua, tubuh biru,
dan perut kehijauan dengan topeng hitam dan mata kuning cerah. Ada beberapa
jenis burung di amazon salah satunya adalah :

Masked Trogon (Trogon personatus)

Blue-and-yellow macaws (Ara ararauna)

Scarlet macaw (Ara macao)

Lettered Araari (Pteroglossus inscriptus)

Red-and-green macaws (Ara chloroptera)

Scarlet ibis (Eudocimus ruber)

Gray-winged Trumpeters (Psophia crepitans)

Harpy Eagle

Hyancinth Macaws

Red Bill Toucan (Ramphastos tucanus)

Mealy Amazon Parrot (Amazona farinosa)

Osprey (Pandion haliaetus)


Scale-crested Pygmy-tyrant (Lophotriccus pileatus)

2.2.6. Keanekaragaman Hayati Mamalia Hutan Amazon


Lebih dari 430 spesies mamalia ditemukan di Amazon, sebagian besar
mamalia yang ditemukan adalah jenis kelelawar dan hewan pengerat.
Amazon adalah rumah bagi binatang pengerat terbesar di dunia yaitu
Kapibara (Hydrochaeris

hydrochaeris). Kapibara merupakan jenis hewan

pengerat terbesar yang masih ada di dunia (Hewan pengerat terbesar yang telah
punah adalah Phoberomys pattersoni). Kapibara merupakan hewan asli daerah
tropis dan lembap di Amerika Selatan. Kapibara terlihat seperti marmut raksasa,
dimana kapibara jantan mempunyai berat 35 sampai 65 kg dan kapibara betina
beratnya 36 sampai 66 kg. Tubuh kapibara sangat besar tetapi tubuhnya yang
pendek dan gemuk mempunyai panjang 105 sampai 135 cm dan tinggi 51 sampai
61 cm.
Dua spesies lumba-lumba air tawar, sloth (Bradypus variegatus), trenggiling,
dan armadillo hidup di amazon. Pada tahun 2013, para ilmuwan mengumumkan
penemuan spesies tapir baru yang sebelumnya belum terdeskripsikan.
Daftar beberapa hewan mamalia terkenal yang ditemukan di hutan hujan
Amazon:
Jaguar (Panthera onca)
Tayra (Eira barbara)
Spectacled bear (Tremarctos ornatus)
Cougar (Puma concolor) [Local name: red tiger]
Kapibara
Giant Anteater
Sloth
Brown Agouti (Dasyprocta variegata)
Giant river otter
Rufous-naped tamarin (Saguinus Geoffroyi)
Common woolly monkey (Lagothrix lagotricha)
Brown capuchin monkey
Common Squirrel Monkey (Saimiri sciureus)
Dusky Titi Monkey (Callicebus spp.)

Mantled Howler Monkey (Alouatta palliata)


Lumba-lumba merah muda sungai Amazon
Tapir
Coatimundi
Kinkajou
Paca

2.2.7. Keanekaragaman Hayati Amfibi Hutan Amazon


Lebih dari 1000 spesies katak yang ditemukan di Amazon. Di antaranya yang
paling dikenal dari amfibi hutan hujan adalah berukuran kecil berwarna cerah dan
beracun. Katak panah beracun ini mencolok tetapi bergerak lambat katak
mengeluarkan racun kuat dari kelenjar di punggung mereka. Racun mereka
berasal dari makanan yang mereka makan.

Katak panah beracun (Dendrobates ventrimaculatus)

Katak panah kuning dan hitam

Leaf toad
Hyla rhodopepla tree frog

Katak monyet (Phyllomedusa bicolor)

Katak panah beracun three-striped (Epipedobates trivittatus)

Katak panah biru beracun (Dendrobates azureus)

2.2.8. Keanekaragaman Hayati Reptil Hutan Amazon


Banyak spesies reptil secara ilegal dikumpukan untuk diekspor di
perdagangan hewan internasional. Binatang hidup adalah komoditas terbesar
keempat di industri penyelundupan setelah obat, berlian, dan senjata.
Ada lebih dari 450 spesies kadal, ular, kura-kura, kura-kura darat (tortoises),
dan kaiman di Amazon Basin. Salah satu dari reptil yang ada di amazon adalah :

Green iguana (Iguana iguana)

Tree Runner lizard (Plica plica)

Anole lizard (Anolis fuscoauratus) in Peru

Amazon race runner (Ameiva ameiva) in Peru

Emerald boa

Green tree snake

Caiman

Yellow-footed Tortoise (Geochelone denticulata)


Blunt-headed tree snake (Imantodes lentiferus)

2.2.9. Kehidupan Manusia di Hutan Amazon


Sebelum ditemukannya Dunia Baru oleh Christopher Colombus pada abad
ke-15, diperkirakan sekitar 7-10 juta Amerindian (nama yang digunakan untuk
merujuk pada penduduk pribumi Amerika) hidup di hutan hujan Amerika,
separuhnya di Brazil. Kota-kota besar ada di Andes dan Amazon menyokong
masyarakat pertanian.
Kedatangan bangsa Eropa membawa akhir bagi peradaban asli di Amerika
Tengah dan Selatan. Bangsa Eropa membawa penyakit yang membunuh jutaan
Amerindian dan dalam waktu 100 tahun dari kedatangan orang-orang asing ini,
populasi Amerindian turun 90%. Kebanyakan penduduk asli yang masih bertahan
hidup di bagian dalam hutan: karena terpojok oleh bangsa Eropa atau telah
membudaya untuk tinggal di sana dalam kelompok yang lebih kecil.
Dari sisa-sisa manusia hutan yang ada, Amazon memiliki jumlah populasi
yang terbesar, walau orang-orang tersebut juga telah dipengaruhi oleh dunia
modern. Sementara mereka masih menggunakan hutan sebagai tempat untuk
berburu dan mengumpulkan makanan, kebanyakan Ameridian, panggilan yang
biasa ditujukan pada mereka, menanam hasil bumi (seperti pisang, manioc, dan
beras), menggunakan barang-barang dari Barat (seperti panci, penggorengan, dan
perkakas metal), dan melakukan kunjungan reguler ke kota-kota untuk membawa
makanan dan barang ke pasar. Walau begitu, manusia-manusia hutan ini dapat
mengajarkan banyak tentang hutan hujan pada kita. Pengetahuan mereka tentang
tanaman-tanaman obat yang digunakan untuk merawat orang sakit tidak ada
tandingannya dan mereka memiliki pemahaman yang luar biasa mengenai
ekologi dari hutan hujan Amazon.
Penduduk Asli Hutan Amazon
Walapun Hutan Amazon terkenal dengan Ancamannya, tetapi ternyata di
Hutan ini juga dihuni Oleh Manusia, dimana Hutan ini di Huni lebih dari 350 Suku
Asli Amazon, mereka hidup dihutan ini selama ribuan tahun lamanya, mereka
bertahan hidup dengan memanfaatkan berbagai jenis tumbuhan dan Hewan yang
tersedia di Hutan ini. tercatat lebih dari 30 Juta Penduduk yang menempati dan
bermukim di wilayah Hutan Amazon.walapun diantaranya banyak yang sudah
berimigrasi dikota-kota tetapi mereka tetap memanfaatkan Ekosistem Hutan

Amazon. Sampai saat ini, Hutan Amazon masih di huni sekitar 200 Suku Asli
Amazon dan berkomnukasi dalam 180 Macam Bahasa yang berbeda sesuai dengan
kebudayaan Masing-masing.
2.3.

Faktor Rusaknya Hutan Amazon


Sejak tahun 1978 lebih dari 750.000 kilometer persegi (289.000 mil persegi) dari
hutan hujan Amazon telah hancur di Brazil, Peru, Kolombia, Bolivia, Venezuela,
Suriname, Guyana, dan Guyana Prancis. Tingkat kerusakan hutan hujan Amazon di
Brasil

meningkat

dalam

waktu

dua

tahun

terakhir.

(sumber

http://www.bbc.com/indonesia/ majalah/ 2014/09/140911_iptek_amazon 11 September


2014). Data pemerintah Brasil menunjukkan deforestasi meningkat 29% dalam 12 bulan
sampai akhir Juli 2013. Data satelit menunjukkan hampir 6.000 km2 luas hutan hancur
pada periode tersebut. Peningkatan terbesar dalam deforestasi ini terjaid pada negara
bagian Para dan Mato Grosso, yang sebagian besar terjadi akibat ekspansi sector
pertanian di Brasil. Lebih dari 1.000 km persegi luas hutan telah hancur di tiap negara
bagian.
Pada awalnya penebangan hutan dilakukan untuk lahan pertanian dan konsumsi
lokal. Tapi diakhir abad 20, penebangan hutan dilakukan untuk aktivitas industri dan
pertanian skala besar. Selain sektor pertanian, adanya perluasan peternakan sapi juga
dinilai menambah kerusakan hutan amazon. Berbeda dengan pembalakan hutan yang
dikatakan marak tapi nyaris tidak terlihat di ruas Sungai Amazon yang saya susuri,
menjamurnya peternakan sapi sungguh sangat kasat mata. Ada puluhan, ratusan atau
bahkan ribuan sapi yang melenggang berkelompok, merumput atau sekadar bermalasan
memandang kapal-kapal yang lewat. Pembukaan hutan untuk ladang rumput bagi hewan
ternak adalah penggerak terbesar dari penggundulan hutan di Amazon. Rumput tebal
berlatar hutan lebat menghampar luas dan perluasan ladang ternak memang dituding
sebagai perusak nomor satu Hutan Amazon.
Pertambangan di Amazon Brazil saat ini menyebabkan penggundulan hutan terbatas
akibat diambilnya tindakan keras pada penambang tidak resmi yang dikenal sebagai
garimpeiros. Industri besi gubal mungkin memiliki peran terbesar sebagai penggerak
penggundulan hutan di bidang pertambangan dengan mengkonsumsi kayu untuk
menghasilkan arang sebagai bahan bakan produksi baja.
Pada oktober 2015 terjadi kebakaran hutan di hutan amazon dengan Luas lahan yang
terbakar mencapai 2000 kilometer persegi atau setara dengan luas 190.000 lapangan
sepakbola. Pemerintah Brasil berhasil menghambat laju kebakaran hutan yang sudah

menghancurkan hampir separuh dari kawasan lindung tempat tinggal suku asli Amazon
itu. Sekitar 12 ribu orang dari suku asli Amazon tinggal di kawasan hutan lindung
Arariboia, di negara bagian Maranhao. Pemimpin suku setempat mengatakan bahwa
kebakaran terjadi sejak sebulan lalu karena ulah penebang hutan dan petani pembuka
hutan yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Setiap tahunnya lebih dari 250.000 km persegi dari hutan Amazon dilanda banjir
yang disebabkan oleh meluapnya air sungai. Sungai Amazon adalah sungai terbesar di
dunia. Saking besarnya, sungai Amazon mampu mengalirkan 55 juta galon air per
detiknya ke Samudera Atlantik. Sungai yang terletak di Amerika Selatan ini juga
merupakan sungai terpanjang kedua di dunia setelah sungai Nil. Sungai Amazon
memiliki banyak sekali anak sungai. Jumlahnya mencapai ratusan anak sungai dan pada
juni 2015 salah satu anak sungai Amazon yang bernama Rio Solimoes meluap karena
hujan besar sehingga menyebabkan banjir dan yang menjadi korban adalah masyarakat
yang ada di wilayah Anama, Amazonas, Brazil.
2.3.1

Ancaman terhadap hutan amazon di masa depan


Di antara Juni 2000 dan Juni 2008, lebih dari 150.000 km persegi hutan hujan

ditebangi di Amazon Brazil. Meski tingkat penggundulan hutan telah melambat sejak
2004, hilangnya hutan diperkirakan akan berlanjut di masa depan.
Berikut adalah tentang penggerak penggundulan hutan di masa lalu, sekarang, dan
kemungkinan di masa depan di Amazon Brazil.
2.3.2 Penggerak penggundulan hutan Amazon di masa lalu
Kebanyakan penggundulan hutan di Amazon Brazil telah muncul sejak akhir
1960an saat pemerintahan militer Brazil mulai mensponsori program pembangunan skala
besar untuk mendukung kolonisasi di wilayahnya. Rencananya, yang dicanangkan untuk
menyediakan kesempatan ekonomi untuk para penduduk miskin tanpa tanah dari daerahdaerah padat di negara dan membangun keberadaan nasional di daerah pedalaman yang
luas dan berpenduduk jarang, menawarkan pinjaman bersubsidi kepada mereka yang
menetap dan peternak, serta membiayai proyek ambisius jalan tol seperti jalan tol TransAmazonian.
Meski Trans-Amazonian gagal memenuhi target-target ekonomi dan sosialnya, ia
berhasil membuka bidang-bidang tanah hutan hujan yang sebelumnya susah diakses
untuk pembangunan. Perluasan lahan dilakukan untuk ladang rumput hewan ternak

intensitas rendah dan agrikultur dasar jangka pendek. Walau hukum melarang pembukaan
hutan hingga 50 persen dari kepemilikan penetap, penggundulan hutan menanjak dari tak
berarti hingga lebih dari 20.000 km persegi per tahun di tahun 1980an. Proyek
infrastruktur raksasa khususnya bendungan sebagian ditanggung oleh bank
pembangunan multilateral juga telah berkontribusi pada hilangnya hutan skala besar,
sementara penebangan hutan memacu ekspansi dari hubungan jalanan tidak resmi dan
ekspansi agrikultur bersubsidi.
Saat skema kolonisasi menyusut dan ekonomi melemah di awal 1990an, tingkat
penggundulan hutan melambat. Hingga akhir dari dekade, pembukaan hutan menjadi
semakin terindustrialisasi, secara besar beralih dengan ekonomi sebagai penggerak
penggundulan hutan. Walau pembukaan hutan untuk ladang rumput hewan ternak
berlanjut menjadi penyebab terbesar pengubahan hutan, munculnya agrikultur kedelai
dengan mekanisasi di wilayah Par dan Mato Grosso memberikan petunjuk seperti apa
dekade selanjutnya dalam hutan hujan terbesar dunia.
2.3.3 Penggerak penggundulan hutan di masa lalu.
Penggundulan hutan berlanjut digerakkan oleh faktor yang sama dengan tahun
1990an, walau sejak 2000, pembukaan hutan tahunan telah menunjukkan peningkatan
ketatnya korelasi dengan harga komoditas, terutama kedelai dan daging sapi, yang telah
diuntungkan dari adanya nyaris pemusnahan hewan ternak akibat penyakit kaki dan
mulut, serta inovasi agrikultur yang telah mengubah tanah tandus keasaman di wilayah
tersebut menjadi lahan yang cocok untuk pertanian kedelai besar. Semakin banyak lahan
Amazon yang dijadikan sebagai lahan pertanian, naiknya harga untuk komoditi pun
menjadi pendorong terjadinya pembukaan hutan.Ekspansi di daerah ini didukung oleh
insentif finansial termasuk pinjaman bersubsidi dan Program Akselerasi
Pertumbuhan (Program for the Acceleration of Growth - PAC) Brazil senilai 43 milyar
dollar, sebuah inisiatif yang membiayai kontruksi jalan, pelabuhan, pipa-pipa, bendungan
hidroelektrik, dan berbagai peningkatan infrastruktur lain. Di bawah PAC, banyak
wilayah Amazon akan dibuka untuk pembangunan, meningkatkan kelangsungan kedelai,
kelapa sawit, penebangan, dan produksi daging sapi di daerah yang sebelumnya terpencil.
2.4.

Dampak Kerusakan Hutan Amazon


Kerusakan hutan akan menimbulkan beberapa dampak negatif yang besar di bumi:
2.4.1. Efek Rumah Kaca (Green house effect)

Hutan merupakan paru-paru bumi yang mempunyai fungsi mengabsorsi gas


Co2. Berkurangnya hutan dan meningkatnya pemakaian energi fosil (minyak,
batubara dll) akan menyebabkan kenaikan gas Co2 di atmosfer yang
menyelebungi bumi. Gas ini makin lama akan semakin banyak, yang akhirnya
membentuk satu lapisan yang mempunyai sifat seperti kaca yang mampu
meneruskan pancaran sinar matahari yang berupa energi cahaya ke permukaan
bumi, tetapi tidak dapat dilewati oleh pancaran energi panas dari permukaan
bumi. Akibatnya energi panas akan dipantulkan kembali kepermukaan bumi oleh
lapisan Co2 tersebut, sehingga terjadi pemanasan di permukaan bumi. Inilah
yang disebut efek rumah kaca. Keadaan ini menimbulkan kenaikan suhu atau
perubahan iklim bumi pada umumnya. Kalau ini berlangsung terus maka suhu
bumi akan semakin meningkat, sehingga gumpalan es di kutub utara dan selatan
akan mencair. Hal ini akhirnya akan berakibat naiknya permukaan air laut,
sehingga beberapa kota dan wilayah di pinggir pantai akan terbenam air,
sementara daerah yang kering karena kenaikan suhu akan menjadi semakin
kering.
2.4.2. Rusaknya Lapisan Ozon
Lapisan Ozon (O3) yang menyelimuti bumi berfungsi menahan radiasi sinar
ultraviolet yang berbahaya bagi kehidupan di bumi. Di tengah-tengah kerusakan
hutan, meningkatnya zat-zat kimia di bumi akan dapat menimbulkan rusaknya
lapisan ozon. Kerusakan itu akan menimbulkan lubang-lubang pada lapisan ozon
yang makin lama dapat semakin bertambah besar. Melalui lubang-lubang itu
sinar ultraviolet akan menembus sampai ke bumi, sehingga dapat menyebabkan
kanker kulit dan kerusakan pada tanaman-tanaman di bumi.
2.4.3. Kepunahan Species
Hutan Amazon dikenal dengan keanekaragaman hayati di dalamnya. Dengan
rusaknya hutan sudah pasti keanekaragaman ini tidak lagi dapat dipertahankan
bahkan akan mengalami kepunahan.

2.4.4. Banjir

Salah satu penyebab banjir di Amazon adalah karena rusaknya hutan yang
berfungsi sebagai daerah resapan dan tangkapan air (catchment area). Hutan yang
berfungsi untuk mengendalikan banjir di waktu musim hujan dan menjamin
ketersediaan air di waktu musim kemarau, akibat kerusakan hutan maka daerah
resapan airnya semakin hari makin berkurang luasnya. Sehingga air hujan yang
mengalir di permukaan tanah jumlahnya semakin besar dan mengerosi daerah
yang dilaluinya. Limpahannya akan menuju ke tempat yang lebih rendah
sehingga menyebabkan banjir. Bencana banjir dapat akan semakin bertambah
dan akan berulang apabila hutan semakin mengalami kerusakan yang parah.
2.5.
2.5.1

Masa depan Amazon


Pasar
Alasan dibukanya lahan di Amazon adalah suatu keterpaksaan: lahan yang

murah dan meningkatnya permintaan akan komoditas yang digerakkan oleh


gelombang dari Cina dan tumbuhnya ketertarikan pada biofuel. Faktor-faktor tersebut
telah menolong Brazil menjadi sebuah superpower di bidang agrikultur eksportir
daging sapi, kapuk, kopi, jus jeruk, kedelai, dan gula terbesar dunia, di luar produkproduk lain dalam kurun waktu kurang dari satu generasi. Pemilik lahan Amazon
telah mengerti nilai lahan mereka berlipat ganda setiap 4-5 tahun di daerah-daerah
yang satu dekade lalu berupa hutan hujan alami. Pasar menyebabkan penggundulan
hutan dan akan berlanjut di masa depan, walau dua pengembangan dapat
mempercepat proses ini: kelapa sawit dan generasi selanjutnya dari biofuel yang
berdasarkan pada teknologi etanol selulosid.
2.5.2

Minyak kelapa Amazon


Pengumuman di Juli tahun 2008 bahwa pihak Pengembangan Lahan Malaysia

FELDA akan menetapkan 100.000 hektar (250.000) perkebunan kelapa sawit di


Amazon Brazil adalah mengejutkan 2,3 juta kilometer persegi dari hutan hujan
Brazil cocok untuk perkebunan tanaman minyak yang dapat dimakan. Saat ini sedikit
minyak kelapa komersil yang diproduksi di daerah tersebut karena tradisi alami petani
Brazil dan masalah hama, namun masuknya industri maju produsen Malaysia bisa
menjadi sebuah contoh dan dengan cepat meningkatkan keberadaan minyak kelapa
sebagai bentuk baru penggunaan lahan. Sebagai bibit minyak yang menghasilkan
pasar tertinggi, minyak kelapa sepertinya menawarkan hasil keuangan yang lebih baik

daripada peternakan dan perkebunan kedelai dengan mekanisasi, aktifitas agrikultur


paling dominan di Amazon Brazil, dan akan memperkerjakan jumlah pekerja yang
lebih besar (perkebunan kelapa sawit secara kasar membutuhkan satu pekerja untuk 810 hektar, sementara satu koboi dapat mengerjakan 4.000-5.000 ekor ternak yang
digembalakan di ratusan hektar lahan). Ekspansi kelapa sawit di Amazon sepertinya
akan difasilitasi dengan proyek infrastruktur yang sedang dilakukan di wilayah ini,
termasuk pembangunan jalan, ekspansi pelabuhan, dan proyek hidroelektrik baru.
Produsen kelapa sawit bisa juga mendapat keuntungan dari subsidi penebangan di
mana kayu yang dihasilkan dari suatu bidang lahan menolong menutup kerugian dari
pembangunan sebuah perkebunan. Sebelum kenaikan harga minyak kelapa baru-baru
ini, penebangan telah menjadi elemen kunci dari keuntungan perkebunan kelapa sawit
di Asia Tenggara.
2.5.3

Etanol selulosid
Walau etanol selulosid ini belum menjadi sesuatu yang nyata, perusahaan

bioteknologi telah mengeluarkan jumlah uang yang besar untuk riset dan
pengembangan. Setelah teknologi ini sempurna, Amazon bisa saja menjadi korban
awal dari gelombang pengubahan hutan skala besar untuk stok energi baru.
Diperkirakan hasil sebesar 70 galon etanol untuk per ton biomass, meratakan hutan
hujan menjadi feedstock dapat menghasilkan 15.000 galon etanol seharga 30.00040.000 dollar per hektar. Satu juta hektar lahan dapat menghasilkan keuntungan 7
milyar dollar. Lahan dapat ditanam kembali dengan feedstock yang tumbuh cepat
untuk produksi ke depannya.
Gambaran besar
Berdasarkan pada sejarah, Amazon telah terbukti tahan terhadap perubahan iklim,
gangguan manusia dalam skala besar oleh populasi pra Kolumbia, dan beberapa periode
kebakaran serta kekeringan ekstrim saat kejadian milenial seperti el Nio. Walau begitu
serangan gencar dari tekanan dunia yang mempengaruhi Amazon ini berbeda. Belum pernah
sebelumnya wilayah ini mengalami dampak serentak dari hilangnya dan terdegradasinya
hutan skala besar, fragmentasi, kebakaran hutan, dan perubahan iklim.
Para peneliti sedang bekerja untuk mengerti mengenai dampak potensial dari perubagan
iklim pada hutan hujan terbesar di dunia. Beberapa contoh menunjukkan bahwa beberapa
bagian Amazon akan mengalami kenaikan temperatur dan berkurangnya hujan, sementara
bagian lain.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hutan Amazon merupakan salah satu kawasan di dunia yang memiliki keragaman
hayati yang paling banyak. 15% dari seluruh spesies tumbuhan darat yang ada di dunia
dapat kita temukan di Amazon.
Hutan Amazon yang terletak di Amerika Serikat ini memiliki Luas 7 km persegi
dan terletak di 9 wilayah Negara Amerika Selatan, yaitu Bolivia, Peru, Kolombia, Brazil,
Ekuador, Venezuela, Guyana,Suriname, dan Guyana Perancis, sedangkan luas Hutanya
Hanya meliputi 5,5 km persegi.
Pada Hutan Amazon banyak terdapat Fauna seperti Spesies Kadal , Jenis Reptil,
Jenis Serangga serta jenis burung, dan terdapat juga jenis Flora seperti jenis tumbuhan,
diantarnya 700 Jenis Pohon.

Pada saat sekarang ini, Hutan Amazon 20 % sudah rusak akibat tangan-tangan
manusia yang tidak berpendidikan dan bertanggung jawab. diantaranya digunakan
sebagai Lahan Industri, pertambangan, Peternakan, Ekspor kayu. yang lebih parahnya lagi
Beberapa wilayah Hutan dibakar untuk menghasilkan Arang untuk Proses Industri.
Akibatnya hutan didunia kan Lenyap, menurut para Ilmuan Dunia, Hampir 130 Spesies
Tumbuhan, Hewan maupun serangga-serangga setiap Harinya, diakibatkan penebangan
liar dan pembakaran hutan.
B. Saran
Perlu adanya pemberdayaan terhadap pelestarian hutan dan keanekaragaman
hayati yang terdapat pada Hutan Amazon agar Flora dan Fauna pada Hutan Amazon
tersebut tidak punah dan Dikembangkan lagi informasi bagaimana melestarikan hutan
diseluruh dunia agar hutan kita tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kehutanan dan Perkebunan. 1999. Panduan Kehutanan Indonesia. Dephutbun


RI. Jakarta.
Departemen Kehutanan. 2001. Keputusan Menteri Kehutanan No. 70/Kpts-II/2001 tentang
Penetapan Kawasan Hutan, perubahan status dan fungsi kawasan hutan. Jakarta.
Fathoni, t. 2003. 22 Lokasi Hutan dan Lahan akan Dikembangkan Menjadi Social Forestry.
http://www.fwi.or.id/Info_terkini
Reksohadiprodjo, s., Brodjonegoro. 2000. Ekonomi Lingkungan. BPFE Yogyakarta. Edisi
Kedua. Yogyakarta.
Sumarna, K. 2001. Deskripsi empat Jenis Pohon untuk Pengembangan Hutan Rakyat.
http://mofrinet.cbn.net.id/informasi/litbang/Hasil/buletin/2001/2- 1-b.HTM

Zain, AS. 1996. Hukum lingkungan Konservasi Hutan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.
www.infopecintaalam.com, Diakses tanggal 26 April 2014
Fathoni, t. 2003. 22 Lokasi Hutan dan Lahan akan Dikembangkan Menjadi Social Forestry.
http://www.fwi.or.id/Info_terkini
http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2009/11/091124_amazonpembukaan.shtml
http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2009/11/091124_amazonfloresta.shtml
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/09/140911_iptek_amazon
http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/10/151031_dunia_kebakaran_amazon
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2011/05/110518_amazonforest
http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2009/11/091124_amazonsapi
http://wwf.panda.org/what_we_do/where_we_work/amazon/about_the_amazon/ecosystems_
amazon/floodplain_forests/
http://world.mongabay.com/indonesian/amazon_threats.html
http://indonesia.mongabay.com/rainforests/kids/301.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/amazon_destruction.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/amazon_wildlife.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/amphibians.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/birds.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/reptiles.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/insects.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/mammals.html
http://rainforests.mongabay.com/amazon/fish.html
http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2013_18.pdf
http://prokum.esdm.go.id/uu/1999/uu-41-1999.pdf