Anda di halaman 1dari 36

$

RECULAS! NAS!ONAL
UU R NO. 7/1996 TENTANG PANGAN
UU R NO. 8/1999 TENTANG PERLNDUNGAN
KON$UMEN
PP 102 TAHUN 2000 TENTANG $TANDARD$A$
NA$ONAL
PP NO. 69/1999 TENTANG LAEL DAN KLAN
PANGAN
PP NOMOR 28/2004 TENTANG KEAMANAN,
MUTU DAN GZ PANGAN
PERATURAN MENTER KE$EHATAN NOMOR
722/MENKE$/PER/X/1988 TENTANG AHAN
TAMAHAN MAKANAN
< PERATURAN MENTER KE$EHATAN REPULK
NDONE$A NOMOR 1168/MENKE$/PER/X/1999
TENTANG PERUAHAN ATA$ PERATURAN MENTER
KE$EHATAN NOMOR 722/MENKE$/PER/X/1988
TENTANG AHAN TAMAHAN MAKANAN
< KEPUTU$AN KEPALA ADAN PENGAA$ OAT DAN
MAKANAN REPULK NDONE$A NOMOR : HK.
00.05.5.1639 TENTANG PEDOMAN CARA PRODUK$
PANGAN YANG AK UNTUK NDU$TR RUMAH
TANGGA (CPPRT)
< KEPUTU$AN PRE$DEN REPULK NDONE$A
NOMOR 132 TAHUN 2001 TENTANG DEAN
KETAHANAN PANGAN
< PERATURAN MENTER PERTANAN
NO. 58/Permentan/OT.140/8/2007 TENTANG
PELAK$ANAAN $$TEM $TANDARD$A$ NA$ONAL
D DANG PERTANAN
8ekurangkurangnya :
1. nama produk;
2. daftar bahan yang digunakan;
3. berat ber8ih atau i8i ber8ih;
4. nama dan alamat pihak yang memproduk8i atau
mema8ukkan pangan ke dalam wilayah ndone8ia.
5. tanggal, bulan dan tahun kedaluwar8a.
Pencantuman keterangan tentang kandungan gizi
pangan pada LabeI wajib diIakukan bagi pangan yang :
a. di8ertai pernyataan bahwa pangan mengandung vitamin,
mineral, dan atau zat gizi lainnya yang ditambahkan ;atau
b. diper8yaratkan berda8arkan ketentuan peraturan
perundangundangan yang berlaku di bidang mutu dan gizi
pangan, wajib ditambahkan vitamin, mineral, dan atau zat
gizi lainnya.
Keterangan tentang kandungan gizi pangan
dicantumkan dengan urutan :
a. Jumlah ke8eluruhan energi, dengan perincian berda8arkan
jumlah energi yang bera8al dari lemak, protein dan
karbohidrat;
b. Jumlah ke8eluruhan lemak, lemak jenuh, kole8terol,
jumlah ke8eluruhan karbohidrat, 8erat, gula, protein,
vitamin, dan mineral.
Jika digunakan pada 8uatu pangan, maka pada Label
ter8ebut wajib memuat halhal berikut :
a. ukuran takaran 8aji;
b. jumlah 8ajian per kema8an;
c. kandungan energi per takaran 8aji;
d. kandungan protein per 8ajian (dalam gram);
e. kandungan karbohidrat per 8ajian (dalam gram)
f. kandungan lemak per 8ajian (dalam gram)
g. per8enta8e dari angka kecukupan gizi yang
dianjurkan.
Pernyataan dalam bentuk apapun tentang manfaat pangan
bagi ke8ehatan yang dicantumkan pada klan dalam media
ma88a, haru8 di8ertai dengan keterangan yang mendukung
pernyataan itu pada klan yang ber8angkutan 8ecara jela8
8ehingga mudah dipahami oleh ma8yarakat.
klan dalam media ma88a yang menyatakan bahwa pangan
ter8ebut adalah pangan yang diperuntukkan bagi orang
yang menjalankan diet khu8u8, wajib mencantumkan
un8urun8ur dari pangan yang mendukung pernyataan
ter8ebut.
klan ter8ebut wajib pula memuat keterangan tentang
kandungan gizi pangan 8erta dampak yang mungkin terjadi
apabila pangan ter8ebut dikon8um8i oleh orang lain yang
tidak menjalankan diet khu8u8 dimak8ud.
< klan dilarang memuat keterangan atau
pernyataan bahwa pangan ter8ebut adalah
8umber energi yang unggul dan 8egera
memberikan kekuatan.
< klan dilarang memuat pernyataan atau
keterangan bahwa pangan yang ber8angkutan
dapat berfung8i 8ebagai obat.
< klan tentang pangan yang dibuat tanpa menggunakan
atau hanya 8ebagian menggunakan bahan baku
alamiah dilarang memuat pernyataan atau keterangan
bahwa pangan yang ber8angkutan 8eluruhnya dibuat
dari bahan alamiah.
< klan yang memuat pernyataan atau keterangan
bahwa pangan telah diperkaya dengan vitamin,
mineral, atau zat penambah gizi lainnya tidak dilarang,
8epanjang hal ter8ebut benar dilakukan pada 8aat
pengolahan pangan ter8ebut.
< Peraturan Kepala adan Pengawa8 Obat dan
Makanan R, Nomor HK.00.06.1.52.6635
tentang Larangan Pencantuman nforma8i
eba8 ahan Tambahan Pangan pada Label
dan klan Pangan :
29 Februari 2008, POM mengeluarkan
Peraturan terbaru yang melarang
Klaim/Pernyataan ( tanpa bahan pengawet,
tanpa pemani8 buatan, dll ) pada label yang
bertujuan untuk melindungi kon8umen dari
per8ep8i yang 8alah terhadap TP &
mengurangi per8aingan yang tidak 8ehat antar
indu8tri pangan
< Larangan penambahan vitamin K dalam produk
8u8u
dilarang mencantumkan klaim gizi & ke8ehatan
tentang vitamin K pada label & iklan produk 8u8u
vitamin K alami boleh dicantumkan dalam
informa8i label gizi
< Tim Mitra e8tari (peer reviewer) adalah pakar
penilai komponen pangan fung8ional yang
ditetapkan oleh Kepala adan.
< Pangan fung8ional adalah pangan olahan yang
mengandung 8atu atau lebih komponen fung8ional
yang berda8arkan kajian ilmiah mempunyai fung8i
fi8iologi8 tertentu, terbukti tidak membahayakan
dan bermanfaat bagi ke8ehatan.
< Label pangan fung8ional wajib memenuhi Keputu8an
Kepala adan POM No. HK.00.05.52.4321 tentang
Pedoman Umum Pelabelan Produk Pangan.
< Label pangan fung8ional wajib mencantumkan peringatan
(warning) dan keterangan lain 8e8uai dengan rekomenda8i
Tim Mitra e8tari.
< Label pangan fung8ional dapat mencantumkan klaim
tentang kandungan gizi, fung8i gizi, dan atau manfaat bagi
ke8ehatan.
< Pangan fung8ional dapat mencantumkan klaim 8elain yang
ter8ebut di ata8 8etelah mendapat per8etujuan Kepala
adan berda8arkan rekomenda8i Tim Mitra e8tari.
< Label pangan fung8ional yang menekankan tentang
adanya 8atu atau lebih komponen fung8ional yang
Angka Kecukupan Gizinya belum ditetapkan atau jika
de8krip8i pangan menyatakan keunggulan bahan
ter8ebut, maka per8enta8e kandungan (b/b) bahan
ter8ebut haru8 dicantumkan.
< Pelabelan pangan yang menekankan tentang 8atu
atau lebih bahan dengan kandungan rendah, maka
per8enta8e kandungan bahan ter8ebut haru8
dinyatakan.
< Pangan fung8ional hanya dapat diiklankan 8etelah
mendapat per8etujuan pendaftaran.
< Materi iklan pangan fung8ional haru8 mendapat
per8etujuan dari Kepala adan 8ebelum
diedarkan.
Gula
< Kurang dari 0,5 g per 8ajian, dinyatakan 8ebagai 0
g...klaim gula 0 g atau zero 8ugar
< Lebih dari 0,5 g gula per 8ajian, pembulatan
dilakukan ke kelipatan 1 g terdekat 7,4 g dituli8
gula 7 g
< Aturan untuk gula berlaku juga untuk 8erat
Kole8terol
< Kurang dari 2 mg per 8ajian, dinyatakan 8ebagai 0 mg.
< 2 mg 8ampai 5 mg per 8ajian, dibulatkan ke kelipatan 1 mg
terdekat.
< Lebih dari 5 mg per 8ajian, dibulatkan ke kelipatan 5 mg
terdekat.
Lemak (jenuh,tak jenuh)
< Kurang dari 0,5 g per 8ajian, dinyatakan 8ebagai 0
g.
< 0,5 g 8ampai 5 g per 8ajian, dibulatkan ke
kelipatan 0,5 g terdekat.
< Lebih dari 5 g per 8ajian, dibulatkan ke kelipatan 1
g terdekat.
'itamin, Kal8ium, Zat e8i
< Kurang dari 2 % AKG per 8ajian, dinyatakan
8ebagai 0 %.
< 2 % 8ampai 10 % AKG per 8ajian, dibulatkan ke
kelipatan 2 % terdekat.
< Lebih dari 10 % AKG per 8ajian, dibulatkan ke
kelipatan 5 % terdekat.
< erkenaan dengan keadaan ke8ehatan
ma8yarakat, pemerintah dapat menetapkan
ketentuan tentang penambahan atau fortifika8i zat
gizi pada pangan tertentu. Mi8al pemberian iodium
pada garam. Dalam hal ini kandungan iodium
wajib dicantumkan dalam nforma8i Nilai Gizi.
< Jika label pangan mencantumkan pernyataan
(klaim) tentang vitamin , maka 'itamin wajib
dicantumkan pada nforma8i Nilai Gizi dan cara
pencantuman 8e8uai dengan pencantuman
vitamin.
< nutrient claim8 = nutrition claim
< al8o refer8 to adverti8ement8 for food
< nutritional property of the food in the label on a
package containing food, in a label a88ociated
with unpackaged food or in any written, 8poken or
pictorial adverti8ement for food, and include8
reference to:
energy, 8alt, 8odium, pota88ium, amino acid8,
carbohydrate, chole8terol, fat, fatty acid8, fibre,
8tarch or 8ugar8
< nutrition claim mu8t not be made in the label on a
package containing food unle88 the label include8
a nutrition information panel.
< the label8 on food package8 require8 to include
nutrition information panel8 where a nutrient claim
i8 made in an adverti8ement for food.