Anda di halaman 1dari 13

MODUL 28.

PRODUKTIVITAS DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN DAN MENGELOLA PERUBAHAN

Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa akan dapat memahami dan mampu untuk : 1. Menjelaskan pengertian produktivitas 2. Menjelaskan beberapa metode dalam peningkatan produktivitas 3. Menjelaskan manajemen jasa 4. Menjelaskan tanggapan manjerial terhadap perubahan. Materi yang dipelajari/dibahas mencakup : 1. Pengertian produktivitas 2. Beberapa metode dalam peningkatan produktivitas 3. Manajemen jasa. 4. Manajemen perubahan Modul 28.1. PENGERTIAN PRODUKTIVITAS

Pada dasarnya produktivitas adalah ukuran sampai sejauh mana sebuah kegiatan mampu mencapai target kwantitas dan kwalitas yang telah ditetapkan. Bila suatu perusahaan mentargetkan untuk menghasilkan 1000 unit produk dalam waktu 1 jam dengan kwalitas A dengan mempergunakan 100 orang pekerja , maka perusahaan tersebut dikatakan produktif atau produktivitasnya dikatakan tinggi jika rata-rata pekerja mampu mengerjakan sebanyak 10 unit produk atau lebih dengan kwalitas A dalam waktu satu jam. Namun demikian perusahaan diaktakan tidak produktif atau produktivitasnya kurang bila dalam waktu satu jam , setiap pekerja hanya mampu menghasilkan kurang dari atau sama dengan 9 unit produk yang berkwalitas A. Tercapai atau tidaknya suatu produktivitas, tidak saja menentukan tercapai/tidaknya jumlah produk yang ditargetkan, akan tetapi juga menentukan efisien/tidaknya biaya yang harus dikeluarkan. Jika masing-masing pekerja dibayar , misalnya dibayar Rp 10.000,- per jam , maka untuk contoh untuk produktivitas yang tinggi tadi dengan mengeluarkan Rp 1 juta Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 1

,perusahaan dapat menghasilkan

1000 unit produk. Sedangkan untuk contoh yang

produktivitasnya rendah atau kurang produktif, dengan pengeluaran yang sama sebesar RP 1 juta perusahaan hanya menghasilkan produk sejumlah 900 unit. Dengan demikian produktivitas juga akan mendorong terciptanya efisiensi biaya bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu untuk melakukan berbagai upaya yang akan dapat meningkatkan produktivitas dalam setiap kegiatannya. Modul 28.2. BEBERAPA METODE DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS. Berbagai metode telah diperkenalkan dalam ilmu manajemen , khususnya berkenaan dengan manajemen operasi yang terkait dengan upaya peningkatan produktivitas, kwalitas, dan bahkan saat ini termasuk juga fleksibilitas. Diantara metode-metode tersebut antara lain : Metode just in time Computer aided design manufacturing (pengerjaan dan desain dengan bantuan computer) Supply chain management ( manajemen berbasis supply chain) Dll.

METODE JUST IN TIME. Metode just in time mempunyai dua pengertian mendasar, yaitu : a. Pengertian pertama dari just in time adalah sebuah metode pengendalian proses produksi dengan jalan meminimumkan (minimize) pengelolaan persediaan (yang berarti juga meminimumkan biaya persediaan) melalui penggunaan seluruh material dan bahan produksi dengan jalan hanya mendatangkannya atau memesannya dari pemasok pada saat tertentu (just in time) pada saat produksi dilakukan. Misal produksi akan dilaksanakan pada hari Senin, maka pengiriman bahan baku ke perusahaan tidak perlu dilakukan jauh- jauh hari , akan tetapi cukup didatangkan persis pada hari Senin dimana kegiatan produksi akan dilakukan. Dengan demikian perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya persediaan berupa pemeliharaan bahan baku yang dibeli sebelumnya dan disimpan di gudang.

Modul 28 Dabisman- Produktivitas

Page 2

b. Pengertian kedua , metode just in time adalah sebuah konsep pengelolaan produksi yang berusaha untuk mengoptimalkan hasil produksi melalui pengurangan kemungkinan terjadinya pemborosan sumber daya. Kedua pengertian metode just in time diatas seperti diatas mempunyai tujuan yang sama, yaitu peningkatan produktivitas melalui efisiensi. Menurut metode just in time ini, terdapat tujuh faktor yang sering kali menjadi penyebab inefisiensi atau pemborosan sumberdaya perusahaan. Ketujuh factor tersebut adalah : 1 OVER PRODUCTION, yaitu suatu fenomena dimana perusahaan memproduksi terlalu banyak unit produk, padahal belum tentu sesuai dengan jumlah permintaan konsumen. Cara penanggulangannya yaitu dengan cara memproduksi sejumlah unit tertentu sesuai dengan kebutuhan dan permintaan. 2. WAITING, yaitu fenomena ketidak sesuaian alur kerja di perusahaan , sehingga seringkali menyebabkan proses pengerjaan terhambat atau terlambat disebabkan oleh adanya proses lain yang belum diselesaikan, sehingga pengerjaan yang terhambat tersebut harus menunggu (waiting) terlebih dulu sebelum akhirnya dikerjakan. Cara penanggulangannya dengan melakukan penyesuaian jadwal dan alur kerja antar bagian atau antar departemen yang terkait. 3. TRANSPORTATION, yaitu fenomena dimana proses pengerjaan dari satu tempat ke tempat yang lain atau dari satu bagian tertentu ke bagian lainnya berjalan secara tidak efisien. Cara penanggulangannya, yaitu dengan memperbaiki kembali rancangan rumah produksi/pabrik ( plant - layout). 4. PROCESSING, yaitu fenomena dimana kadangkala dalam sebuah process produksi dari suatu perusahaan terdapat kegiatan yang tidak diperlukan. Cara penanggulangannya adalah dengan mengeleminasi kegiatan yang tidak diperlukan tersebut. 5. MOTION, yaitu fenomena pergerakan dari para pegawai /karyawan yang tidak perlu dan tidak terkait dengan pekerjaan. Kadangkala karyawan mengerjakan sesuatu yang tidak bermanfaat dan relevan dengan pekerjaan. Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 3

Cara penanggulangannya adalah dengan mengeleminasi pergerakan atau kegiatan para karyawan yang tidak perlu tersebut. 6. STOCK, yaitu terkait dengan adanya persediaan yang berlebih pada perusahaan, bahkan mungkin diluar kebutuhan perusahaan, padahal banyaknya dengan banyaknya persediaan berarti tingginya biaya pemeliharaan terhadap persediaan tersebut. Cara penanggulangannya adalah dengan mengurangi persediaan yang tidak dibutuhkan perusahaan dan disesuaikan dengan pengerjaan yang dilakukan oleh perusahaan. 7. DEFECTIVE PRODUCTS, yaitu fenomena terjadinya kerusakan atau ketidaksesuaian produk akhir dari standar yang telah ditetapkan. Cara penanggulangannya adalah dengan meningkatkan kwalitas pengerjaan agar kerusakan atau ketidaksesuaian dapat dikurangi. COMPUTER AIDED DESIGN AND MANUFACTURING. . Metode ini merupakan penggunaan teknologi computer dalam melakukan desain dan pengerjaan kegiatan perusahaan, khususnya dalam kegiatan produksi, missal dalam mendesain produk. Dengan menggunakan computer , seorang ahli desain produk di sebuah perusahaan dapat mendesain produk hingga melihat kwalitas desian produk tersebut sebelum dibuat contoh produknya, melakukan simulasi dalam computer. Berbeda debgan teknologi manual, dimana seorang ahli desain produk perlu membuat contoh produknya secara manual ,kemudian jika contoh produk tersebut ternyata kurang cocok, maka dilakukan pendesainan ulang. Dengan adanya metode CAD (computer aided design), maka proses desain dapat lebih dipermudah, dan secara biaya dapat lebih dihemat. Proses kreatif juga bisa dilakukan dengan berbagai alternatif desain yang memungkinkan dibuat dalam sebuah komputer. Setelah produk didesain , maka pengerjaan produk juga menggunakan teknologi komputer (proses pengerjaan inilah yang disebut dengan CAM (computer aided manufacturing). Hampir seluruh perusahaan otomotif dan elektronik dalam melakukan proses produksi , menggunakan metode CAD?CAM. FLEXIBLE MANUFACTURING SYSTEM (FMS).

Modul 28 Dabisman- Produktivitas

Page 4

Sistem pengerjaan yang fleksibel ini adalah kelanjutan dari system pengerjaan proses produksi yang berbasiskan teknologi computer. Pada dasarnya FMS adalah system yang mengintegrasikan seluruh mesin produksi secara otomatis melalui sebuah computer dimana komputer ini mengatur seluruh proses produksi sesuai dengan produk yang di inginkan. Sebuah perusahaan yang mengeluarkan berbagai jenis produk elektronik misalnya TV, radio, DVD tidak perlu membuat pabrik secara terpisah untuk masingmasing produk tersebut. Hal ini dikarenakan beberapa komponen yang dipergunakan oleh masing-masing produk memiliki kesamaan ,sehingga bahan baku yang diperlukan juga sama. FMS membantu perusahaan untuk mengatur proses produksi seluruh produk melalui computer yang terintegrasi. Salah satu konsekwensi dari penggunaan teknologi ini, harus diakui bahwa penggunaan tenaga manusia cenderung menjadi lebih terbatas, karena pengerjaan produksi sebagian diambil alih oleh mesin dan computer, sekalipun sumberdaya manusia tetap diperlukan untuk pengerjaan ini utamanya sumberdaya manusia yang memiliki keahlian dalam teknologi komputer. SISTEM PENGERJAAN TERINTEGRASI BERBASIS KOMPUTER. Metode pengerjaan yang kini dikenal sebagai metode pengerjaan dengan mengintegrasikan konsep otomatis, just in time, pengerjaan fleksibel, dan CAD/CAM adalah metode pengerjaan yang dikenal sebagai sistem pengerjaan terintegrasi berbasis computer atau lebih dikenal dengan CIM
(COMPUTER INTEGRATED MANUFACTURING) .

CIM adalah keseluruhan integrasi dari seluruh aktivitas perusahaan yang terkait satu sama lain melalui sebuah system komputer. Dengan digunakannya CIM, pengerjaan proses produksi semakin mendukung tercapainya produktivitas yang tinggi, yang dalam hal ini tercermin dari kecepatan dalam pengerjaan, fleksibel, berkualitas dan dengan biaya yang relatif lebih rendah. Mekanisme CIM dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pengerjaan bermula dari keputusan mengenai produksi oleh manajemen puncak berikut rencana strategis dari perusahaan sehubungan dengan kegiatan produksi yang akan dilakukan.

Modul 28 Dabisman- Produktivitas

Page 5

2. Rencana ini kemudian dikomunikasikan secara otomatis keseluruh bagian perusahaan melalui sebuah computer frame, disamping itu juga disampaikan secara manual kepada manajer opersi. 3. Manajer operasi kemudian menerjemahkan rencana dari manajemen puncak ini dalam rencana produksi yang lebih operasional dengan menentukan faktor-faktor produksi hingga jadwal produksi yang harus dilakukan. Penerjemahan ini kemudian dikomunikasikan pula melalui computer frame yang secara otomatis menerjemahkan pesan tersebut ke seluruh bagian perusahaan. 4. Bagian CAD kemudian melakukan desain produk hingga rancangan program mesin produksi yang harus dilakukan. Hasilnya kemudian dikomunikasikan melalui computer frame yang sama, untuk selanjutnya diteruskan ke bagian CAM yang kemudian melakukan pengerjaan produk dari bahan-bahan baku menjadi komponen untuk berikutnya dibuat menjadi produk jadi. 5. Komponen-komponen tersebut, kemudian ditransfer ke bagian AUTOMATED STORAGE AND RETRIEVAL SYSTEM ( ASRS) dan AUTOMATED GUIDED VEHICLES (AGVs) sebagai sebuah tempat dan system penyimpanan otomatis yang melakukan pengaturan penyimpanan dan distribusi dari komponen-komponen produksi. Komponen tersebut selanjutnya dikirim ke bagian robot untuk dibuat menjadi produk jadi, dimana produk jadi ini selanjutnya dikirim kembali ke ASRS?AGVs untuk disimpan dan pada saatnya nanti didistribusikan ke konsumen. Metode ini banyak digunakan dalam pembuatan pesawat terbang, mobil dan alatalat elektronik. MANAJEMEN BERBASIS SUPPLY CHAIN. Supply chain adalah konsep yang menjelaskan proses interaksi antara pemasok, pabrik/perusahaan, distributor dan konsumen. Sebagaimana metode JIT, CAD/CAM maupun CIM , supply chain management memandang bahwa dalam proses interaksi antara pemasok, pabrik/perusahaan, distributor serta konsumen perlu dilakukan efisiensi untuk meminimalisir pemborosan, sehingga efisiensi tersebut dapat digunakan untuk peningkatan kwalitas produk bagi konsumen. Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 6

Sebagaimana kita ketahui , proses produksi dimulai dari informasi yang diperoleh melalui riset pasar mengenai kriteria dan kualifikasi produk yang diinginkan oleh konsumen. Informasi tersebut kemudian mendorong perusahaan melakukan desain produk yang akan diproduksi. Berdasarkan desain tersebut, perusahaan memerlukan pasokan bahan baku ataupun persediaan bahan baku dari pemasok. Selanjutnya bahan baku tersebut diproses oleh pabrik dari sebuah perusahaan untuk dihasilkan produk jadi dan akhirnya didistribusikan ke konsumen melaui ataupun tanpa distributor. Alur dari supply chain ini menunjukkan bahwa dalam alur proses mulai pasokan bahan baku dari pemasok ke perusahaan, proses produksi oleh perusahaan sampai dengan distribusi produk ke konsumen melalui / tanpa melalui distributor, terdapat kemungkinan terjadinya pemborosan, sekaligus peluang untuk memperbaiki kinerja perusahaan dalam memuaskan konsumen. Berdasarkan kerangka inilah manajemen berbasis supply chain (supply chain manajemen) dilakukan .Dengan demikian SUPPLY CHAIN MANAGEMENT adalah proses pengelolaan persediaan produk oleh perusahaan mulai dari pemesanan bahan bahan baku dari pemasok hingga distribusinya ke konsumen, dengan memfokuskan pada pengurangan pemborosan dan peningkatan nilai bagi konsumen. Materi 28.3. MANAJEMEN JASA. Sejauh ini yang kita bahas umumnya manajemen perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur atau penghasil barang, sehingga relative tidak terlalu sulit untuk mempelajari dan membayangkan bagaimana manajemen operasi bagi sebuah perusahaan manufaktur. Yang relatif sulit untuk dipelajari dan dibayangkan barangkali berbagai hal yang berkaitan dengan manajemen operasi bagi perusahaan jasa atau manajemen jasa. Jasa adalah sesuatu yang sifatnya intangible atau tidak dapat dihitung/tidak berwujud, tidak bias diraba namun diiunginkan oleh konsumen. Perasaan puas, senang, bahagia, nyaman adalah sesuatu yang diharapkan oleh konsumen sehubungan dengan jasa. Pemenuhan rasa puas tersebut dapat melalui jasa transportasi, tempat rekreasi, penginapan, hingga pelayanan yang mengiringi sebuah produk yang ditawarkan. Karl Albrecht (seorang ahli manajemen jasa) mengatakan bahwa : Manajemen jasa adalah pendekatan keseluruhan dari perusahaan dalam mewujudkan tercapainya kwalitas Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 7

pelayanan atau jasa sebagaimana yang di inginkan oleh konsumen, dan merupakan faktor pendorong utama dalam operasi bisnis.. Manajemen jasa mempunyai arti penting, utamanya berkenaan dengan : 1. Sebagai keunggulan kompetitif 2. Menentukan jumlah konsumen 3. Menentukan jumlah profit bagi perusahaan. JASA SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF. Jasa merupakan salah satu keunggulan kompetitif yang saat ini digunakan oleh berbagai perusahaan dalam melakukan strategi differensiasi dengan para pesaingnya. Salah satu keunggulan perusahaan raksasa seperti Mc Donald dan Kentucky Fried Chicken saat ini bukan karena faktor barangnya berupa burger maupun ayam goring, melainkan konsistensi mereka dalam memberikan jasa maupun pelayanannya di seluruh out let out let mereka di seluruh dunia. JASA SEBAGAI PENENTU JUMLAH KONSUMEN, Manajemen jasa yang buruk akan cenderung menyebabkan hilangnya konsumen bagi perusahaan. Bad service leads to lost custumers Anda bias bayangkan jika anda makan di sebuah restoran yang makanannya lezat, namun dilayani secara tidak sopan oleh para pelayan restorannya. Apakah anda akan menikmati makanan yang lezat tsb.? Tentu tidak bukan. Perusahaan yang mengabaikan hal ini akan menghadapi kemungkinan berkurangnya konsumen. JASA SEBAGAI PENENTU PROFIT. Berkurangnya jumlah konsumen dengan sendirinya akan menyebabkan berkurangnya profit yang dapat diperoleh perusahaan, karena perusahaan tidak bisa mempertahankan konsumennya untuk tetap loyal pada perusahaan disebabkan jasa yang disajikan buruk. TIGA PRINSIP JASA DARI KARL ALBRECHT. Dalam memahami jasa kita terlebih dulu perlu memahami dua konsep yaitu : 1. Apa yang dinamakan sebagai reaksi kejujuran dari konsumen (moment of truth) 2. Siklus jasa ( the cycle of service). Reaksi kejujuran ini dapat dianalogikan dengan situasi dimana saat anda melihatlihat sesuatu yang mungkin akan anda beli di sebuah took swalayan, kemudian secara terus-menerus anda diikuti oleh pelayan took, tentunya anda akan merasa kesal tak Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 8

nyaman) karena sepertinya pelayan took tsb sedang mencurigai anda. Nah ,perasaan tak nyaman inilah yang dimaksud sebagai reaksi kejujuran dari konsumen (moment of truth). Dalam melakukan pelayanan jasa , perusahaan perlu memahami benar reaksi kejujuran dari konsumen ini, terutama berkaitan dengan produk yang dijual ke konsumen. Dengan cara bagaimana dan dengan tahapan seperti apa konsumen melakukan pembelian (apa yang dilakukan konsumen dari awal hingga akhir), Pemahaman terhadap urutan dan kecenderungan kebiasaan konsumen ini dinamakan sebagai pemahaman terhadap siklus jasa ( the cycle of service). Dengan memaami kedua hal diatas, maka perusahaan akan dapat mengelola jasa dengan lebih baik, tentunya dengan tetap menerapkan prinsisp jasa yang penting untuk dilakukan. Menurut Karl Albrecht terdapat tiga prinsip jasa (SEGI TIGA JASA) yang perlu dilakukan perusahaan berkenaan dengan manajemen jasa , yaitu : 1. Well-conceived service strategy (strategi pelayanan yang baik) 2. Customer oriented front line people (penempatan orang-orang yang berorientasi pelanggan) 3. Customer friendly systems (system pelayanan yang bersahabat). IMPLEMENTASI MANAJEMEN JASA. Terdapat lima tahapan dalam upaya mengimplementasikan manajemen jasa yaitu : 1. AUDIT JASA. Audit jasa pada dasarnya adalah upaya untuk melakukan pemeriksaan terhadap apa saja yang diperlukan dalam memberikan jasa terbaik bagi konsumen, serta dalam hal apa saja konsumen akan merasa puas dengan jasa yang diberikan oleh perusahaan (missal berkaitan dengan lahan parker, toilet, mushola dll). 2. PENYUSUSNAN STRATEGI. Setelah melaksanakan butir 1 ,langkah selanjutnya adalah menyusun startegi jasa yang akan ditawarkan ke konsumen. Untuk membantu penyusunan starategi dapat dimulai dengan menjawab pertanyaan : Mengapa para pelanggan memilih perusahaan kita dan mengapa tidak? Jawaban dari pertanyaan ini dapat menjadi strategi utama bagi perusahaan. 3. PELATIHAN DAN SOSIALISASI. Setelah strategi disusun, seluruh bagian perusahaan perlu mengetahui strategi yang diterapkan perusahaan ,utamanya bagi mereka yang bertugas sebagai front liner. Pengetahuan ini diberikan melalui pelatihan dan sosialisasi. Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 9

4. IMPLEMENTASI. Langkah berikutnya adalah implementasi, dimana para karyawan menerapkan seluruh pola pelayanan dalam setiap aktivitas yang terkait dengan konsumen. Disamping ini para karyawan juga melakukan identifikasi, dalam hal-hal apa saja reaksi kejujuran konsumen muncul. 5. PEMELIHARAAN. Salah satu proses untuk mempertahankan konsistensi pelayanan adalah dengan adanya pemeliharaan, sehingga dapat menjamin adanya konsistensi pelayanan yang diberikan perusahaan (missal melalui sistem kerja shift, pemberian bonus dll). Materi 28.4. MANAJEMEN PERUBAHAN. Salah satu topic yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat dalam teori dan pendekatan manajemen adalah apa yang dikenal dengan CHANGE MANAGEMENT (manajemen perubahan). Pendekatan manajemen perubahan ini dinilai sesuai untuk meningkatkan produktivitas, terutama dalam menghadapi tuntutan perubahan yang dihadapi oleh perusahaan dari waktu ke waktu. PENGERTIAN PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHAN. Perubahan dapat diartikan sebagai : jendela yang memberikan jalan kepada masa depan untuk mendatangi anda . Bila kita mengamati berbagai hal disekitar kita , khususnya dalam konteks organisasi bisnis, maka dapat diidentifikasikan beberapa perubahan yang telah terjadi di dunia bisnis, diantaranya : 1. PLC menjadi lebih singkat akibat tingkat kompetisi yang begitu tinggi. 2. Berubahnya lingkungan bisnis secara cepat menuju globalisasi. Ada pepatah : It is not the big that eats the small, but the fast that eats the slow . Pepatah ini menunjukkan betapa perubahan terjadi begitu cepat, dimana bukannya yang besar memakan yang kecil, melainkan yang cepatlah yang memakan yang lambat. 3. Terjadinya globalisasi di berbagai kegiatan ekonomi dunia, teknologi termasuk juga inovasi. 4. Perubahan paradigma bisnis dari yang semula bisnis berbasis produk ke paradigma bisnis berbasis pelanggan. Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 10

Menghadapi perubahan yang sedemikian cepat, perusahaan perlu mengantisipasi dengan menerpakan manajemen perubahan, yaitu manajemen perusahaan yang dilakukan sebagai pola dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dalam dunia bisnis. Secara garis besar perubahan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu (1) perubahan yang bersifat fluktuatif dan tidak menentu volatile, (2) perubahan yang bersifat chaotic (mengejutkan dan sulit diprediksi). Agar perusahaan dapat menghadapi perubahan ini, salah satu jalan yang perlu dilakukan adalah bagaimana perubahan-perubahan tsb dibaca kecenderungannya untuk kemudian diminimalisir resikonya sekaligus merubah resiko tsb dijadikan peluang untuk melakukan perubahan. Disinilah ide dari manajemen perubahan diperkenalkan. ENAM LANGKAH DALAM MANAJEMEN PERUBAHAN. 1. ENVISIONING. Merupakan langkah I , dimana manajer memberikan inspirasi dan ide mengenai perubahan kepada staf manajemen di perusahaan, (termasuk mengenai dampak perubahan terhadap masa depan perusahaan dan pentingnya perusahaan untuk berubah). 2. ACTIVATING, proses sosialisasi dan inspirasi ide mengenai perubahan yang harus dilakukan ke seluruh bagian organisasi sehingga seluruh anggota organisasi menyadari perlunya perubahan dilakukan unruk memastikan masa depan perusahaan. 3. SUPPORTING, melakukan identifikasi akan berbagai sumber daya yang diperlukan untuk perubahan yang akan dilakukan dalam manajemen perusahaan. Sumberdaya ini dapat berupa 4. INSTALLING, sumberdaya fisik, SDM, ataupun metode mutakhir untuk melakukan perubahan. langkah berikutnya adalah pengambilan keputusan mengenai perubahan yang akan dilakukan untuk kemudian disosialisasikan untuk dijalankan di seluruh bagian perusahaan. 5. ENSURING, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa seluruh kegiatan atau rencana dapat berjalan dengan lancar. 6. RECOGNIZING, langkah terakhir dari manajemen perubahan adalah melakukan identifikasi atas apa-apa yang belum dilakukan dan menentukan apa saja yang belum tercapai oleh perusahaan sehubungan dengan perubahan yang terjadi. Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 11

Salah satu kunci keberhasilan dari manajemen perubahan adalah adanya fleksibilitas dalam proses pengelolaannya, hal mana terkait dengan sifat adaptabilitas dan dinamis yang harus dilakukan dalam manajemen perubahan terkait dengan perubahan yang terjadi setiap saat secara cepat dan dinamis. STRATEGI DALAM MELAKUKAN MANAJEMEN PERUBAHAN. Strategi yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan manjemen perubahan antara lain : Perusahaan perlu berbeda dengan perusahaan lainnya. Lakukan diferensiasi jika itu memang akan membantu anda dalam menghadapi perubahan. Lakukan perubahan secara radikal dalam menjalankan bisnis. Ubah pola manajemen yang bersifat hirarkis menjadi pola manjemen yang lebih menghargai dan mengakomodasi kualifikasi serta kemampuan seseorang yang potensial dari perusahaan anda, baik di level manajemen manapun dia berada. Susun model manajemen perubahan yang baru yang melakukan perubahan paradigma kea rah manajemen perubahan, membangun kepercayaan, menghilangkan ketakutan akan kegagalan sehingga seluruh orang akan bekerja secara produktif dan berjiwa entrepreneur, serta melakukan kerja sama yang produktif dengan berbagai pihak. KENDALA-KENDALA YANG MUNGKIN DIHADAPI DALAM MANAJEMEN PERUBAHAN. 1. Kendala dari faktor manusia. Hal ini antara lain berkaitan dengan lemahnya atau tidak adanya kepemimpinan yang mampu membawa seluruh anggota kepada perubahan atau juga karena krisis kepemimpinan dalam perusahaan dimana pimpinan perusahaan tidak begitu didengar oleh bawahan. Selain factor kepemimpinan, faktor manajer juga menjadi kendala yang menghambat pelaksanaan manjemen perubahan. Umumnya para manjer beranggapan bahwa dirinya pintar dan mampu melakukan kontrol atas berbagai perubahan , padahal Modul 28 Dabisman- Produktivitas Page 12

kenyataannya kendala dari para manajer ini merupakan salah satu kendala terbesar dalam implementasi manajemen perubahan. Faktor lainnya adalah faktor psikologis dari anggota organisasi atau perusahaan yang merasa tidak dilibatkan dalam manajemen perubahan. 2. Kendala dari faktor organisasi, Struktur organisasi yang sangat hirarkis dan birokrasi yang kaku menjadi salah satu kendala utama dalam implementasi manajemen perubahan. Selain itu rasa merasa puas juga akan menghambat perusahaan besar yang telah sukses untuk melakukan manajemen perubahan.

-----------------------------------------------

Modul 28 Dabisman- Produktivitas

Page 13