Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH PERKEMBANGAN BAHASA

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Psikologi Perkembangan Dosen Pengampu : Dra. Sri Sami Asih, M. Kes.

Oleh : 1. 2. 3. 4. Pradanawan Abdul Gani Arni Nur Alfiati Mustika Sari Pundhirela Kisnawaty Kelas 6A Fresh 1401409003 1401409034 1401409107 1401409126

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
1

PERKEMBANGAN BAHASA A. Pengertian Bahasa Bahasa didefinisikan sebagai sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat-alat ucap yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan pikiran dan perasaan seseorang (Depdikbud, 1990: 66). Mulyani dan Nana (2007: 2.30) menyatakan bahwa bahasa adalah segala bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaanseseorang disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain. Bahasa mencakup segala bentuk komunikasi, baik yang diutarakan dalam bentuk lisan, tulisan, bahasa isyarat, bahasa gerak tubuh, ekspresi wajah, pantomim atau seni. Dalam kaitannya dengan anak yang sedang dalam proses tumbuh dan berkembang, lambang bunyi yang digunakan sebagai alat komunikasi kadang-kadang masih dalam bentuknya yang masih sederhana dan unik. Dikatakan sederhana karena bentuknya kadang-kadang masih dalam bentuk satu atau dua kata, tetapi maksudnya adalah untuk menyatakan kalimat tertentu. Dan dikatakan unik karena ungkapan-ungkapan yang digunakan anak untuk menyatakan isi hatinya itu kadang berbeda antara anak satu dengan yang lain, dan hanya dimengerti oleh anak itu sendiri dan beberapa orang yang sudah sering berkomunikasi dengannya. B. Pengertian Perkembangan Bahasa Perkembangan bahasa dalam psikolinguistik diartikan sebagai proses untuk memeroleh bahasa language acquisition, menyusun tata bahasa dari ucapan-ucapan, memilih ukuran ukuran penilaian tata bahasa yang paling tepat dan paling sederhana dari bahasa tersebut (Tarigan, 1986: 243). Perkembangan bahasa ini bersifat universal (berlaku umum pada semua manusia). Proses perkembangan bahasa dapat dijelaskan melalui dua pendekatan, yaitu:

(1)Penjelasan menurut kaum navistik atau organismik innatences hypothesis Menurut kaum navistik yang dipelopori oleh Chomsky, struktur bahasa telah ditentukan secara biologik yang dibawa sejak lahir. Anak sejak awal telah menunjukkan kemampuan berbahasa yang terus berkembang. Ada aspek linguistik dasar yang bersifat universal dalam otak manusia yang memungkinkan untuk menguasai bahasa tertentu. (2)Penjelasan menurut kaum empiristik atau behaviorist hypothesis Menurut kaum empiris, yang dipelopori oleh kaum behavioris, kemampuan berbahasa merupakan hasil belajar individu dalam berinteraksinya dengan lingkungan (orang dewasa yang berbahasa), penguasaan bahasa merupakan hasil dari penyatupaduan peristiwaperistiwa linguistik yang dialami selama masa perkembangannya. Perkembangan bahasa sebagai aspek universal berlangsung dalam suatu pola yang bertahap, meliputi: a. Tahap pralinguistik atau meraban (0,3 sampai 1,0) Tahapan ini merupakan permulaan perkembangan bahasa, yang dimulai pada usia sekitar tiga bulan. Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk ocehan yang mempunyai fungsi komunikatif. Anak mengeluarkan berbagai bunyi ujaran sebagai reaksi terhadap orang lain (orang dewasa) yang mencari kontak verbal dengan anak tersebut atau sebaliknya (Monks, 1989: 137).
b. Tahap halofrastik atau kalimat satu kata (1,0 sampai 1,8)

Pada usia sekitar satu tahun anak mulai mengucapkan kata-katanya pertama. Satu kata yang diucapkan oleh anak-anak ini, harus dipandang sebagai satu kalimat penuh, mencakup aspek psikologis (intelektual, emosional), dan visional, untuk menyatakan mau tidaknya terhadap sesuatu.
c. Tahap kalimat dua kata (1,6 sampai 2,0)

Pada tahap ini, anak mulai lebih banyak kemungkinan untuk menyatakan maksud dan berkomunikasi dengan menggunakankalimat dua kata, dengan dua holofrase yang dirangkai cepat. Pada tahap ini, belum menggunakan

imfleksi, artinya kata kerja (verbal) yang digunakan tidak mempunyai penada waktu dan jumlah, kata benda (nomina) yang digunakan tidak menggunakan akhiran jamak. d. Tahap perkembangan tata bahasa (2,0 sampai 5,0) Pada tahapan ini, anak mulai mengembangkan sejumlah sarana tata bahasa, panjang kalimat bertambah (walau bukan gejala utama), ucapanucapan yang dihasilkan semakin kompleks, dan mulai menggunakan kata jamak dan tugas.penambahan dan pengayaan terhadap jumlah dan tipe kata secara berangsur-angsur meningkat sejalan dengan kemajuan dalam kematangan perkembangan anak. e. Tahap perkembangan tata bahasa menjelang dewasa (5,0 sampai 10,0) Pada tahap ini, anak mulai mengembangkan struktur tata bahasa yang lebih rumit, melibatkan gabungan kalimat sederhana dengan komplementasi, relativasi, dan konjungsi. Perbaikan dan penghalusan yang dilakukan oleh anak-anak pada periode ini mencakup belajar mengenai berbagai pengecualian dari keteraturan-keteraturan tata bahasa (sintaksis) dan fonologis dalam bahasa terkait. f. Tahap kompetensi lengkap (11,0 sampai dewasa) Pada masa akhir kanak-kanak perbendaharaan kata terus meningkat, gaya bahasa seseorang mengalami perubahan, dan seseorang semakin lancar dan fasih dalam berkomunikasi dengan bahasa. Keterampilan dan performansi tata bahasa (sintaksis) terus berkembang ke arah tercapainya kompetensi berbahasa secara lengkap sebagai kompetensi komunikasi. C. Hubungan Berpikir Berpikir merupakan rangkaian proses kognisi yang bersifat pribadi (information processing) yang berlangsung selama terjadinya stimulus sampai dengan munculnya respons. Istilah kognisi dimaksudkan sebagai potensi seseorang yang berfungsi untuk mengenal dunia luar, dan dengan pengenalan itu manusia memberikan respon terhadap rangsangan yang datang sesuai antara Kemampuan Berbahasa dengan Kemampuan

kemampuan kognisinya. Istilah ini berkaitan dengan alat-alat pengenalan (pengamatan, tanggapan, ingatan, fantasi, asosiasi, dan berpikir), dan bentukbentuk pengenalan. Jadi, kognisi ini berkenaan dengan tingkah laku yang mengakibatkan orang untuk memperoleh pengetahuan atau yang dibutuhkan untuk menggunakan pengetahuan. Untuk berpikir digunakan simbol-simbol yang memiliki makna tertentu bagi individu. Dalam kaitan ini, karakteristik pikiran manusia berkenaan dengan bahasa. Dalam aktivitas berpikir di dalamnya melibatkan bahasa. Berpikir merupakan percakapan dalam hati inner speech. Bahasa merupakan alat untuk berpikir dan berpikir mengekspresikan hasil pemikiran tersebut. Jadi berpikir dan berbahasa merupakan dua aktivitas yang saling melengkapi dan terjadi dalam waktu yang relatif bersamaan. Faktor yang paling banyak berperan adalah faktor kognisi. Walaupun pada dasarnya individu dapat belajar bahasa, namun individu yang kemampuan berpikir dan nalarnya tinggi, tingkat pencapaian biasanya cenderung lebih cepat, lebih banyak, lebih bervariasi khasanah bahasanya daripada individu yang kemampuan berpikirnya rendah.
D. Karakteristik Perkembangan Bahasa pada Anak

Permulaan perkembangan bahasa, dimulai pada tahap pralinguistik yang dimulai pada usia sekitar tiga bulan sampai satu tahun. Pada tahap ini anak mengeluarkan bunyi ujaran dalam bentuk tangis dan ocehan yang mempunyai fungsi komunikatif, sebagai reaksi terhadap orang lain (orang dewasa) yang mencari kontak verbal dengan anak tersebut atau sebaliknya. Tangis digunakan untuk menyatakan perasaan tidak senang, sedangkan ocehan digunakan untuk menyatakan rasa senang dan kepuasan. Pada usia sekitar satu tahun anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya. Satu kata yang diucapkan oleh anak-anak ini, merupakan satu kalimat penuh, yang mencakup aspek psikologis (intelektual, emosional) dan visional, untuk menyatakan mau tidaknya terhadap sesuatu.

Pada usia 2 tahun sampai 5 tahun, sejumlah sarana tata bahasa, serta panjang kalimat bertamba, ucapan-ucapan yang dihasilkan semakin kompleks, dan mulai menggunakan kata jamak dan tugas sejalan dengan kemajuan dalam kematangan perkembangan anak. Pada usia 5 sampai 10 tahun, struktur tata bahasa lebih rumit dengan melibatkan gabungan kalimat sederhana dengan komplementasi, relativasi, dan konjungsi. Pada masa akhir kanak-kanak yaitu usia 11 tahun sampai dewasa, perbendaharaan kata terus meningkat, gaya bahasa seseorang mengalami perubahan, dan seseorang semakin lancar dan fasih dalam berkomunikasi dengan bahasa. Pada dasarnya anak-anak usia sekolah dasar telah menguasai struktur bahasa secara sempurna. Pada usia ini anak-anak di samping udah matang organ-organ bicaranya, mereka juga mampu merespon pembicaraan orang lain. Kematangan anak-anak dapat diwujudkan secara verbal, seperti penggunaan bentuk-bentuk morfologi dalam kalimat-kalimat komplek. Sebagian besar masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dasar kebanyakan berbahasa ibu bahasa daerah. Meskipun anak-anak telah memasuki sekolah, karena sebagian besar masyarakat menggunakan bahasa daerah, maka pemakaian bahasa daerahlah yang cenderung dominan dalam berkomunikasi. Hal ini terbukti karena bahasa daerah lebih sering digunakan bila dibandingkan dengan bahasa yang lain, misalnya bahasa Indonesia. Dengan demikian, kita tidak heran bila kalau bahasa daerah atau bahasa percakapan akan memengaruhi penggunaan bahasa Indonesia penuturnya. Perkembangan bahasa pada usia sekolah yaitu antara lain, penggunaan bahasa pada anak, aspek pada penggunaan bahasa adalah narasi dan percakapan. Umumnya pada usia ini, tugas komunikasi menjadi kompleks dan sulit , sehingga anak-anak usia ini mengalami kesulitan untuk memahami perasaan orang lain, lalu anak usia 5-6 tahun cenderung kurang mampu mengkomunikasikan informasi dari anak yang lebih tua, jadi informasi yang abstrak belum mampu dikomuikasikan pada anak-anak.

Lalu meningkatnya jumlah pembendaharaan dan spesifikasi definisi. Yaitu dalam masa pertumbuhan pemahaman kata dan hubungannya berlangsung terus menerus, sehingga mereka dapat memperkaya perbendaharaan katanya lebih banyak melalui bacaan-bacaan yang sifatnya konstekstual, peningkatan tersebut mungkin setelah kelas empat SD. Namun walaupun terjadi peningkatan perbendaharaan kata tidak selalu anak dapat memahami makna suatu kata atau kalimat. Karena, dapat terjadi bila anak tidak menguasai perbendaharaan dari semua kata di dalam kalimat, tapi anak itu dapat memahami makna kata atau kalimat secara tepat. Sebaliknya, anak yang menguasai arti dari seluruh kata dalam suatu kalimat tertentu tidak dapat memahami makna kata atau suatu kalimat. Untuk itu dalam memaknai suatu kata ataupun kalimat diperlukan lebih banyak kemampuan menjustifikasi suatu kata atau kalimat daripada sekedar mengetahui arti kata. Selanjutnya, pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk baru secara simultan. Yaitu anak yang terus menerus mengembangkan kalimat dengan mengelobarasikan kata benda dan kata kerja. Penyatuan dan pemahaman fungsi terus berkembang. Struktur tambahan mencakup bentuk kalimat pasif. Dalam perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan awalan, dan paling sulit yang hadapi anak yaitu menenai penggunaan sisipan. Khusus pada masa remaja, memiliki bahasa yang relatif berbeda dengan tahap-tahap sebelumnya atau masa usia lanjut. Bahasa yang digunakan oleh remaja, kadang-kadang menyimpang dari norma-norma umum, seperti munculnya istilah-istilah khusus, bahasa gaul di kalangan remaja, hal ini merupakan karakteristik perkembangan bahasa remaja sejalan dengan perkembangan kognisinya. E. Faktor-faktor yang Memengaruhi Perkembangan Bahasa Menurut Hurlock (1991: 203) dalam belajar berbicara (menggunakan bahasa) ada enam faktor penting yang menetukan, yaitu:

1. Kesiapan fisik Kemampuan berbicara juga tergantung pada kesiapan fisik atau kematangan alat-alat berbicara. Alat-alat tersebut baru dapat berfungsi dengan baik setelah sempurna dan dapat membentuk atau memproduksi suatu kata dengan baik sebagai permulaan berbicara. 2. Kesiapan mental Kesiapan mental anak sangat ergantung pada pertumbuhan dan kematangan otak. Kesiapan yang dimaksud biasanya dimulai sejak anak berusia antara 12 18 bulan, yang disebut teachable moment dari perkembangan berbicara. Apabila tidak ada gangguan, anak akan segera dapat berbicara sekalipun belum jelas maksudnya. 3. Model yang baik untuk ditiru Anak dapat membutuhkan suatu model tertentu agar dapat melafalkan kata dengan tepat untuk dapat dikombinasikan dengan jata lain sehingga menjadi kalimat yang berarti. Model tersebut dapat diperoleh dari orang lain, misalnya orangtua atau saudara, dari radio yang sering didengarkan, atau dari TV, atau aktor film yang bicaranya jelas dan berarti 4. Kesempatan untuk berpraktek Apabila anak kurang mendapat latihan keterampilan berbicara akan timbul frustasi dan bahkan seringkali marah yang tidak dimengerti penyebabnya oleh orangtua dan lingkungannya. Pada gilirannya anak urang memeroleh motivasi untuk belajar berbicara. 5. Motivasi Memberikan motivasi dan melatih anak untuk berbicara sangat penting bagi anak untuk memenuhi kebutuhannya dan memanfaatkan potensi anak. Orangtua hendaknya selalu berusaha agar motivasi anak untuk berbicara jangan terganggu atau tidak mendapatkan pengarahan. 6. Bimbingan Bimbingan bagi anak sangat penting untuk mengembangkan potensinya. Bimbingan tersebut sebaiknya selalu dilakukan secara terus menerus dan

konsisten sehingga anak tidak mengalami kesulitan apabila berbicara degan orang lain. Bertolak dari pandangan kaum nativis dan kaum behavioris, maka faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa adalah faktor konstitusi dan faktor lingkungan. 1. Faktor Biologis/Konstitusi Setiap individu dibekali kemampuan kodrati atau alami yang memungkinkannya dapat menguasai bahasa. Potensi alami ini bekerja secara otomatis. Potensi yang terkandung dalam otak ini disebut dengan piranti pemerolehan bahasa (Language acquistion devices/LAD) 2. Faktor Lingkungan Faktor lingkungan memberikan pengaruh pada perkembangan bahasa sebatas dengan kesempatan yang diberikan oleh lingkungan. Lingkungan yang kaya dengan kemampuan bahasanya, akan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi berkembangnya bahasa individu yang tinggal di dalamnya. Sebaliknya, akan memberikan kesempatan terbatas pada perkembangan bahasa individu yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Bahasa akan berkembang sebatas kemampuan yang dimiliki dan kesempatan yang tersedia dalam lingkungan perkembangannya. F. Perbedaan Individual dalam Kemampuan/Perkembangan Bahasa Adanya perbedaan individual secara biologis, genetis, pertumbuhan, perkembangan, dan lingkungannya, maka berbeda pula kemampuan dari perkembangan bahasa masing-masing individu. Perbedaan individu dalam hal perkembangan bahasa akan meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. Semakin bertambah usia seseorang, akan semakin bervariasi lingkungan perkembangannya, semakin kompleks kemampuan bahasanya, maka akan semakin berbeda antar individu dalam perkembangan bahasanya (Neurgaten, 1976: 79). Perbedaan individu dalam perkembangan bahasa ini, merupakan fakta universal, suatu kenyataan dalam psikologi perkembangan (Hurlock, 1986: 7).

G. Upaya Pengembangan Bahasa dan Implikasinya dalam Pendidikan Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, diantaranya adalah: 1. Lingkungan keluarga adalah bahasa pada modal anak. pertama Lingkungan dan utama keluarga bagi yang perkembangan

membiasakan berkomunikasi dengan bahasa yang baik dan benar, maka kemampuan bahasa anak juga akan berkembang dengan baik pula. Oleh sebab itu keluarga juga perlu ikut mendukung keberhasilan pengajaran bahasa di sekolah. 2. Dalam pengajaran bahasa, guru berperan sebagai model, guru hendaknya bisa berbahasa dengan baik dan benar sehingga dapat mendukung pengajaran bahasa yang sedang diberikan kepada anak. Tetapi jika guru sendiri tidak mampu menjadi contoh yang baik dan benar, maka sangat mungkin guru itu sendiri justru yang menghambat bagi perkembangan bahasa pada anak. 3. Guru juga perlu mendorong anak untuk gemar membaca, terutama bukubuku bacaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak, sebab dengan banyak membaca itu kosakata yang dimiliki anak akan semakin meningkat, dan anak juga akan terbiasa dengan penggunaan tata bahasa yang benar. 4. Mengupayakan lingkungan yang dapat memberikan kesempatan seluasluasnya bagi perkembangan bahasa secara optimal. Lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, perlu dikembangkan menjadi lingkungan yang dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan bahasa. 5. Pengenalan sejak dini terhadap lingkungan yang memiliki variasi kemampuan bahasa pada anak sangat diperlukan untuk memacu perkembangan bahasanya.situasi yang menunjang perkembangan bahasa perlu diciptakan dan dikembangkan oleh orang tua dalam keluarganya, oleh guru di sekolah, dan oleh warga di masyarakatnya.

10

6. Mengembangkan strategi untuk mempermudah penguasaan bahasa, antara

lain: cara untuk memudahkan mengingat, meniru, mengalami langsung, bermain.

11

DAFTAR PUSTAKA Hendrarno, Eddy, Anwar Sutoyo, dan Zaenal Abidin. 1995. Perkembangan dan Pembelajaran Peserta Didik. Program D2 PGSD FIP IKIP Semarang. Soeparwoto, dkk. 2006. Psikologi Perkembangan. Semarang: Universitas Negeri Semarang Press. Sumantri, Mulyani, dan Nana Syaodih. 2007. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Universitas Terbuka. Safitri, Nurul Tika. 2010. Karakteristik Perkembangan Bahasa Anak SD. http://bitungsibryan.blogspot.com/2010/12/karakteristik-perkembanganbahasa-anak.html. diunduh 19 Mei 2012. Lestari, Nurdiana. 2010. Perkembangan Bahasa dalam Usia Anak SD. http://edukasi.kompasiana.com/2010/12/18/perkembangan-bahasa-dalamusia-anak-sd/ diunduh 19 Mei 2012

12