Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Hampir semua perempuan memimpikan tubuh langsing ideal. Tapi, jika
anda ketakutan berlebih menjadi gemuk sehingga menolak makan, sebaiknya
mulai berhati-hati. Ada kemungkinan menderita gangguan makan yang dikenal
dengan anorexia nervosa.
Setiap orang saat ini terlihat begitu memperhatikan berat badan dan
karena kebanyakan orang pernah melakukan diet setidaknya sekali, sangat susah
untuk menyatakan diet yang normal dan mana diet yang dapat membahayakan
dan kebahagiaan.
Apalagi tahap awal dari suatu gangguan makan bisa sangat susah untuk
didiagnosa, kapan suatu diet menjadi suatu masalah kesehatan dan emosi? Kapan
kehilangan berat badan menjadi patologi? Menjawab pertanyaan ini sangat susah,
terutama apabila orang tersebut belum kehilangan berat badan yang berarti untuk
didiagnosa klinis. agaimanapun, pertanyaan tersebut penting, semakin awal
gangguan makan ditangani, makin besar kemungkinan sembuh. !ika tanda dan
gejala dari gangguan makan ini dibiarkan sampai menjadi kebiasaan, orang harus
berjuang bertahun-tahun untuk sembuh.
"erempuan penderita anorexia tidak bisa melihat bahwa tubuh mereka
sudah kekurangan nutrisi karena memandang makanan adalah masalah utama.
Menurut data yang dikutip situs womenfitness.com, sekitar #$ persen penderita
anoreksia mengalami gangguan ini seumur hidup, dan hampir semuanya pernah
mengalami %ase yang membahayakan nyawa mereka. Sembilan puluh persen dari
penderita anorexia adalah perempuan. Setiap dua ratus perempuan dalam
populasi umum, satu hingga enam orang akan diserang anoreksia. lima hingga
delapan belas persen dari penderita akan meninggal akibat gangguan ini.
Anorexia merupakan penyebab kematian utama di antara orang-orang yang
men&ari bantuan psikiater.
anyak penderita yang meninggal di usia dini, dan paling tidak lima
hingga delapan belas persen yang dirawat akibat anoreksia selanjutnya meninggal
karena kelaparan atau bunuh diri.
'
(rang yang menderita anoreksia ner)osa memiliki ketakutan yang
berlebihan apabila berat badannya bertambah. Sebisa mungkin penderita akan
mengurangi konsumsi makanannya agar memiliki tubuh yang luar biasa kurus.
Anoreksia ner)osa berdampak pada tubuh dan pikiran. Anoreksia biasanya terjadi
karena depresi dan perasaan gemuk yang berlebihan. Anoreksia ner)osa biasanya
menimpa para model dan penari balet karena tubuhnya dituntut untuk kurus agar
per%ormanya tetap terlihat maksimal akan tetapi, anoreksia ner)osa juga dapat
menimpa seseorang yang merasa bentuk tubuhnya tidak sempurna dan terus-
menerus khawatir akan bentuk tubuhnya. Sekitar * dari '$ wanita menjadi
penderita anoreksia ner)osa di Amerika. Akan tetapi, tidak menutup
kemungkinan seorang lelaki menjadi penderita anoreksia ner)osa ini.
Korban masalah gangguan pola makan atau yang dalam bahasa +nggris
dikenal sebagai eating disorder sudah banyak sekali, dari kelompok selebriti
sampai orang biasa. !ika tidak segera diobati se&ara serius, gangguan pola makan
bisa mengakibatkan korban jiwa. ,emaja, terutama remaja putri, termasuk
kelompok yang rentan terhadap gangguan ini. Mungkin karena remaja berusaha
untuk menjadi -gaul. dan &enderung menjadi korban mode yang menuntut
seseorang langsing &enderung kurus. Seseorang dapat dikatakan mengalami
gangguan pola makan apabila ia terobsesi dengan pengaturan makanan dan berat
badannya. Mereka melakukan hal-hal yang ekstrem untuk menjaga berat
badannya. Ada dua gangguan pola makan yaitu anorexia dan bulimia nervosa.
Salah satu teori menyebutkan bahwa penyebabnya adalah karena seseorang
merasa sangat tertekan dengan -kewajiban. untuk tampil langsing seperti yang
dimun&ulkan oleh tele)isi dan majalah. Teori ini menunjuk adanya gangguan
pada sebagian %ungsi otak yang berkaitan dengan body image.
"en&itraan tubuh langsing semampai masih menjadi idaman wanita.
/enomena ini dikhawatirkan melipat gandakan kasus anoreksia. Sebab, para
wanita ada ke&enderungan menggunakan semua &ara agar punya tubuh ideal.
"enderita anoreksia beranggapan bahwa kulit dan daging tubuhnya
sebagai lemak yang harus dilenyapkan. 0Seseorang yang mengalami anoreksia
akan menolak makanan, muntah, dan menggunakan obat diet berlebihan.
1angguan ini umumnya mun&ul di usia '2 dan sangat jarang dijumpai
pada perempuan di atas 3$. Masalah ini bisa dipi&u oleh peristiwa yang memi&u
depresi, seperti dikeluarkan dari kampus. Anoreksia bisa saja hanya terjadi untuk
4
jangka pendek. Tapi anorexia biasanya merupakan penyakit kronis yang datang
dan menghilang atau memburuk seiring waktu.
1angguan anorexia nervosa biasanya berkembang di masa dewasa
ataupun dewasa akhir, gangguan ini umumnya mulai mun&ul pada masa remaja
dan dewasa awal ketika tuntutan untuk menjadi kurus sangat kuat 5e&k, 6asper
7 Andersen, '**89. Seiring dengan meningkatnya tekanan sosial semakin
meningkat pula tingkat gangguan makan. Kira : kira $,;< 5'=4$$9 wanita di
lingkungan kita mengidap anorexia nervosa 5A"A,4$$$9. "enelitian terhadap
mahasiswi menunjukkan bahwa mungkin ' diantara 4 dari mereka makan
berlebih dan memuntahkannya setidaknya satu kali 5/airbun 7 >ilson, '**#9.
!umlah penderita anorexia pada pria sekitar sepersepuluh jumlah wanitanya
5A"A, 4$$$9.
B. TUJUAN
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas dan mengeksplorasi se&ara lebih
dalam tentang masalah eating disorder 5gangguan makan9 dengan mem%okuskan
pada kasus anorexia nervosa.
#
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI
Anoreksia 5anorexia9 berasal dari bahasa ?unani an-, yang artinya
-tanpa. dan orexis artinya -hasrat untuk.. Anoreksia memiliki arti -tidak
memiliki hasrat untuk 5makan9..
Anoreksia ner)osa adalah gangguan makan yang mengan&am jiwa yang
ditandai dengan penolakan klien untuk mempertahankan berat badan normal
ynag minimal, gangguan persepsi yang bermakna tentang bentuk atau ukuran
tubuh atau menolak untuk mengakui bahwa ada masalah. Anoreksia @er)osa
merupakan sebuah penyakit kompleks yang melibatkan komponen psikologikal,
sosiologikal, dan %isiologikal, pada penderitanya ditemukan peningkatan rasio
enAim hati ABT dan 11T, hingga dis%ungsi hati akut pada tingkat lanjut.
anyak penelitian yang beranggapan bahwa masalah yang mendasari
lebih bersi%at psikologis daripada biologis, sebagian pakar men&urigai bahwa
pengidap anoreksia ner)osa mungkin ke&anduan opiate endongen yaitu bahan
mirip morpin yang diproduksi sendiri oleh tubuh yang diperkirakan dikeluarkan
selama kelaparan jangka panjang .
B. EPIDEMIOLOGI
Terjadinya anoreksia ner)osa 5A@9 meningkat sejak 4 dekade terakhir.
Ciperkirakan ada satu setiap '$$ wanita usia '8 : 'D tahun, menderita anoreksia
ner)osa. Cistribusinya merupakan distribusi bimodal, pun&ak pertama pada '3,;
tahun dan pun&ak yang lain pada 'D tahunE 4; < lebih muda dari '# tahun .
"eningkatan telah dilaporkan disemua @egara barat, sedangkan @egara lain ada
beberapa laporan yang sporadi&. "erbandingan penderita wanita dengan pria
adalha '$ = '. "ada mulanya dilaporkan hanya ada pada kelompok sosioekonomi
menengah keatas, namun sekarang A@ juga ada pada golongan sosioekonomi
yang lebih rendah. A@ telah didiagnosis pada berbagai etnik dan ras. 1angguan
ini paling sering pada @egara yang maju,dan mungkin ditemukan dengan
%rekuensi tertinggi ada wanita muda yang pro%esinya memerlukan kekurusan
seperti model dan penari balet.
3
C. ETIOLOGI
Seperti gangguan psikologis lainnya, anorexia melibatkan interaksi yang
kompleks dari berbagai %aktor. @amun demikian, %aktor yang paling signi%ikan
adalah tekanan sosial yang dirasakan oleh wanita muda yang menyebabkan
mereka mendasarkan self worth pada penampilan %isik, terutama berat badan.
1. Faktor Biologi
Kelaparan menyebabkan banyak perubahan biokimia, beberapa
diantaranya juga ditemukan pada depresi, seperti hiperkortisolemia dan
nonsupresi oleh deksametason. Terjadi penekanan %ungsi tiroid, amenore,
yang men&erminkan penurunan kadar hormonal. Kelainan tersebut dapat
dikoreksi dengan pemberian makanan kembali. "ara ilmuwan menduga
bahwa terdapat ketidaknormalan dalam mekanisme otak yang mengatur
rasa lapar dan kenyang pada penderita anoreksia ner)osa kemungkinan
terbesar berkaitan dengan serotonin kimiawi otak.
!. Faktor Soial.
"enderita menemukan dukungan untuk tindakan mereka dalam
masyarakat yang menekankan kekurusan dan latihan.. Tidak ada
gambaran keluarga yang spesi%ik untuk anoreksia ner)osa. >alaupun
begitu, ditemukan bukti yang menunjukkan pasien-pasien anoreksia
nervosa mempunyai masalah yang berhubungan dengan keluarga dan
penyakit mereka. "asien anoreksia nervosa mempunyai sejarah keluarga
yang depresi, ketergantungan alkohol, atau gangguan makan. Tetapi,
%aktor sosial memegang peran penting dimana penderita ingin menjadi
kurus karena kegemukan, dianggap tidak menarik, tidak sehat, dan tidak
diinginkan.
". Faktor Pikologi #a$ Piko#i$a%i.
Anoreksia nervosa merupakan suatu reaksi terhadap kebutuhan
pada remaja untuk menjadi lebih mandiri dan meningkatkan %ungsi sosial
dan seksual. iasanya mereka tidak mempunyai rasa otonomi dan
kemandirian, biasanya tumbuh di bawah kendali orang tua. Kelaparan
yang di&iptakan sendiri (self starvation) mungkin merupakan usaha untuk
meraih pengakuan sebagai orang yang unik dan khusus. Hanya memalui
;
tindakan disiplin diri yang tidak laAim pasien anoreksia dapat
mengembangkan rasa otonomi dan kemandirian.
&. Faktor Soiok'lt'ral
Teoritikus sosiokultural menitik beratkan pada tekanan sosial dan
harapan dari masyarakat pada wanita muda sebagai kontributor terhadap
perkembangan gangguan makan 5empoard, '**8E Sti&e, '**39. Tekanan
untuk men&apai stabdar kurus yang tidak realisitis, dikombinasikan
dengan pentingnya %aktor penampilan sehubungan dengan peran wanita
dalam masyarakat, dapat menyebabkan wanita muda menjadi tidak puas
dengan tubuh mereka sendiri 5Sti&e, 4$$'9. Model sosiokultural didukung
pula dengan bukti : bukti yang menunjukkan bahwa gangguan makan
lebih tidak umum, bahkan jarang terjadi di negara : negara nonarat
5Sti&e, '**3E >akeling, '**89. ahkan pada budaya barat, gangguan
makan yang terkait dengan obsesi terhadap berat badan lebih umum
terjadi di Amerika daripada negara : negara barat lainnya, seperti ?unani
dan Spanyol atau pada negara Timur jauh yang teknologinya telah
berkembang seperti !epang 5Sti&e, '**39.
(. Faktor Pikooial
Ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri adalah %aktor penting dalam
anoreFia ner)osa.5Heatherton dkk, '**29. Ketidakpuasan terhadap tubuh
dapat menghasilkan usaha : usaha yang maladapti% dengan melaparkan
diri dan memuntahkan untuk men&apai berat badan atau bentuk tubuh
yang diinginkan. >anita pengidap anoreFia &enderung menjadi sangat
peduli pada berat dan bentuk tubuh mereka 5/airbun dkk, '**29. >anita
muda dengan anoreFia sering kali memiliki sikap per%eksionis dan
berjuang men&apai prestasi yang tinggi 5Halmi dkk, 4$$$9. Mereka sering
kali ke&ewa pada diri mereka ketika gagal men&apai standar tinggi
mereka yang tidak mungkin di&apai. Ciet yang ekstrem dapat
memberikan perasaan bisa mengontrol dan kebebasan yang lebih besar
daripada yang didapat dari aspek kehidupan lainnya 5Sha%ran 7 Mansell,
4$$'9.
8
). Faktor K*l'arga
1angguan makan, anoreksia ner)osa sering jali berkembang dari
adanya kon%lik dalam keluarga 5/airbun dkk, '**2E >onderli&h dkk,
'**29. eberapa remaja menggunakan penolakan untuk makan sebagai
&ara menghukum orang tua mereka karena perasaan kesepian dan
keterasingan yang mereka rasakan di rumah. +bu dari remaja yang
memiliki gangguan makan lebih tidak bahagia terhadap %ungsi
keluarganya, juga memiliki masalah makan dan diet dan per&aya bahwa
putrinya harus menurunkan berat badan serta memandang putrinya
sebagai orang yang tidak menarik.5"ike 7 ,odin, '**'9. Keluarga dari
wanita dengan anoreksia &enderung lebih sering mengalami kon%lik,
kurang memiliki kedekatan dan kurang saling memberi dukungan namun
lebih bersikap overprotective dan kritis daripada kelompok pembanding.
5/airbun dkk, '**29. (rang tua terlihat kurang mampu untuk
membangkitkan kemandirian dalam diri anak perempuan mereka. kon%lik
dengan orang tua mengenai isu otonomi sering kali mengakibatkan
mun&ulnya anoreksia ner)osa 5,atti, Humphrey 7 Byons, '**89.
+. S,irit'al
Cisebabkan karena indi)idu tersebut mengingkari nikmat yang
telah diberikan padanya seperti ter&antum dalam surat +brahim ayat 2
an (ingatlah !uga)" tatkala #uhanmu memaklumkan$ sesungguhnya
!ika kamu bersyukur" pasti %ami akan menambah (nikmat) kepadamu dan
!ika kamu mengingkari (nikmat-%u) maka sesungguhnya a&abku sangat
pedih'. Serta mereka ragu terhadap dirinya sendiri seperti dijelaskan
dalam surat Al MuGminuun ayat 32 an mereka berkata apakah
(patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (!uga)"
padahal kaum mereka ((ani )srail) adalah orang orang yang
menghambakan diri kepada kita*'
D. MANIFESTASI KLINIS
2
Ada 4 tipe anoreksia ner)osaE
Tipe terbatasE indi)idu dengan tipe ini mengindari makan berlebihan, mereka
biasanya menyediakan makan sendiri
Tipe bingeE indi)idu ini dapat makan dimana saja, akan tetapi selesai makan
ia akan segera memuntahkan makanannya di kamar mandi, menggunakan
pen&u&i perut atau memperlan&ar buangan kotoran.
1ejala klinisHsymptom =
'. 1ejala yang predominan adalah ketakutan yang sangat akan kenaikan berat
badan, sampai terjadi phobia terhadap makanan. Ketakutan terhadap
makanan disertai dengan penyalahartian dari body imageE banyak pasien
merasa diri mereka sangat gendut, walaupun sebenarnya mereka sangat
kurus.
4. anyak penderita anoreksia ner)osa mempunyai obsessive compulsive
behavior, misalnya mereka sering sekali men&u&i tangan berulang-ulang,
pasien &enderung kaku dan per%eksionis yang mengarahkan pada diagnosis
gangguan kepribadian, seperti nar&issisme, atau riwayat gangguan
kepribadian.
#. "enderita anoreksia nervosa biasanya menunjukan perilaku yang aneh
tentang makanan, seperti menyembunyikan makanan, membawa makanan
dalam kantong, saat makan mereka membuang makanan, memotong
makanan menjadi potongan ke&il-ke&il.
3. 1angguan tidur dan gangguan depresi pada umumnya.
;. Muntah yang dipaksakan.
8. iasanya akti%itas dan program olah raga yang berlebihan.
Tanda Anoreksia nervosa =
'. Menyamarkan kekurusan mereka dengan baju dan make-up.
4. Kulit kering dan kering, rambut halus, dan alopesia ringan.
#. Subtype bulimia berat, seperti kehilangan enamel gigi karena asam lambung,
ketika penderita muntah. ahkan terdapat s&ar pada dorsum akibat jari-jari
yang dimasukan ke mulut untuk memaksakan muntah.
3. Hypokalemi dan kelainan IK1
;. Kelainan neurology 5seperti sei&ure dan neuropaty9 dan anemia yang
berhubungan dengan kekurangan giAi dan kelaparan.
Kenyataanya semua sistem organ terganggu dalam anoreksia ner)osa.
"asien seringkali terjadi bradikardi, hipertensi, dehidrasi, amenore, lekopenia,
dan mungkin anemia. "asien juga mengalami gangguan elektrolit, khususnya
D
ekskresi. (steopeni, osteoporosis, tambahan aritmia jantung 5meliputi inter)al J-
T yang panjang9, motilitas lambung yang lambat, meningkatnya tingkat
aminotrans%erase hepar, insu%isiensi renal, rambut rontok, dan adanya lanugo
5rambut halus di muka, leher dan punggung9 dihubungkan dengan anoreksia
ner)osa yang berat.
Hilangnya jaringan lemak sebagai akibat dari pembatasan giAi dikaitkan
dengan hypoleptinemia dan sekresi peptida abnormal terlibat dalam kontrol
makanan 5neuropeptide ?, melano&ortins dan corticotropin-releasing factor,
antara lainnya9. Suatu penelaahan terhadap kelainan endokrin, gangguan di
neurotransmitters, serta rin&i analisis tanda-tanda kepadatan tulang dan mineral
tulang pada pasien dengan anoreksia ner)osa.
E. DIAGNOSIS
"edoman diagnosti& Anoreksia @er)osa menurut ""C1!-+++ adalah =
Mempunyai &iri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan
sengaja, dipa&u dan atau dipertahankan oleh penderita. Kntuk suatu diagnosis
yang pasti dibutuhkan semua hal seperti di bawah ini, yaitu=
a. erat badan tetap dipertahankan ';< di bawah yang seharusnya 5 baik yang
berkurang maupun yang tidak ter&apai9 atau JueteletGs body mass indeF
adalah '2,;< atau kurang.
b. erkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindari makanan
yang mengandung lemak dan salah satu hal di bawah ini =
- Merangsang muntah oleh dirinya sendiri
- Menggunakan pen&ahar
- (lah raga berlebihan
- Menggunakan obat penahan na%su makan dan atau diuretika.
- Terdapat distorsi body image dalam psikopatologi yang spesi%ik dimana
ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita, penilaian yang
berlebihan terhadap berat badan yang rendah.
- Adanya gangguan endokrin yang meluas, melibatkan hypothalamic-
piyuitary-gonadal aksis, dengan mani%estasi pada wanita sebagai amenore
dan pada pria suatu kehilangan minat dan potensi seksual. !uga dapat terjadi
kenaikan hormon pertumbuhan, kortisol, perubahan metabolisme peripheral
dari hormone tiroid, dan sekresi insulin abnormal.
*
- !ika onset terjadinya pada masa prubertas, perkembangan prubertas tertunda
atau dapat juga tertahan. "ada penyembuhan, prubertas kembali normal,
tetapi menar&he terlambat.
'. "emeriksaa /isik dan "emeriksaan "enunjang
"emeriksaan %isik yang diperlukan untuk penderita gangguan makan
meliputi pemeriksaan tanda )ital, mengukur tinggi dan berat badan penderita dan
pemeriksaan status pubertas. Kelainan yang didapat pada pemeriksaan %isik
berupa kehilangan berat badan yang nyata, bradikardi" hipotensi postural"
hipotermi, penipisan email akibat tumpahan asam lambung, luka pada anus
akibat penggunaan pen&ahar yang berlebihan, kulit dan bibir kering akibat
dehidrasi. "emeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain darah rutin, kadar
elektrolit, kadar kalsium dan %os%at serum, pemeriksaan %ungsi hati dan tiroid.
"emeriksaan elektrokardiogra%i dilakukan bila ada gangguan %ungsi jantung atau
mendapat pengobatan antidepresan.
/oto rontgen dapat membantu menentukan densitas tulang dan keadaan
dari jantung dan paru-paru, juga bisa menemukan kelainan saluran pen&ernaan
yang disebabkan oleh malnutrisi.
F. PENATALAKSANAAN
"ertimbangan utama dalam penanganan anoreksia ner)osa adalah
mengembalikan keadaan giAi pasien, sebab dehidrasi, kelaparan dan gangguan
keseimbangan elektrolit dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
ahkan pada beberapa kasus, kematian, keputusan untuk menghospitalisasi
pasien didasarkan pada kondisi medis umum pasien dan menjamin kerja sama
pasien.
'. "erawatan di rumah sakit. 6lini&al harus memutuskan pasien mana yang
harus diberi perawatan di rumah sakit, dan yang tidak harus.
'9 kehilangan energi yang banyak, pada umumnya, pasien anoreksia
nervosa yang berada 4$< di bawah berat badan yang diharapkan
untuk tinggi badannya adalah dianjurkan untuk program rawat inap,
dan pasien yang berada #$< di bawah berat badan yang diharapkan
memerlukan perawatan rumah sakit psikiatrik yang terentang dari dua
sampai 8 bulan..
'$
49 Hypokalemi 5L# megHB9 atau IK1 mengalami perubahan akibat
meningkatnya potassium.
#9 Siklus muntah, dan pengurangan makanan yang tidak dapat
diputuskan.
39 Assessment yang berhati-hati dan penatalaksanaan masalah kesehatan
dan gangguan kejiwaan lainnya.
;9 Modi%ikasi perilaku lainnya untuk usaha peningkatan berat badan,
seperti =
'. Tirah baring dengan pengawasan konsumsi makanan sebagai
langkah awal untuk setiap pasien. /rekuensi pemberian makan
;-8 kali, dengan kalori ';$$ : 4$$$ kalori yang ditingkatkan
se&ara bertahap, biasanya diberikan makanan yang sama
selama sehari sehingga pasien tidak mengkonsumsi makanan
dalam jumlah yang besar sekali makan.
4. Keinginan untuk menaikan berat badan harus disesuaikan
dengan pendidikan pasien
#. Setiap pagi pasien harus ditimbang setiap pagi, setelah
mengosongkan kandung kemihnya dan sebelum sarapan
3. Mengkuatkan kembali keinginan pasien untuk meningkatkan
berat badannya.
;. !ika pasien tidak lagi tirah baring, pasien harus diawasi selama
4 jam setelah makan. Hal ini dilakukan agar pasien tidak
memuntahkan makanannya.
8. "emberian makan se&ara paksa dilakukan jika pasien
mengalami penurunan berat badan yang drasti&, dan
membahayakan jiwa pasien.
Pikot*ra,i
Mayoritas pasien anoreksia ner)osa membutuhkan inter)ensi yang
berlanjut setelah keluar dari rumah sakit. ahkan dalam kasus yang kurang parah.
Hospitalisasi bahkan tidak dibutuhkan karena kebanyakan pasien mengalami
gangguan pada masa remaja tetapi keluarga adalah bagian dari ren&ana terapi.
Meskipun psikodinamik terapi tidak dibutuhkan pada tingkatan awal terapi,
terutama jika pasien anoreksia ner)osa dalam kelaparan.

''
T*ra,i -iologi
i. +yproheptadine hydrochloride, merupakan antagonis antihistamine dan
serotonin, telah terbukti e%ekti% sebagai stimulus untuk pasien anoreksia
ner)osa yang mempunyai sedikit e%ek samping. Cosis harian adalah Dmg
peroral dan dinaikan #4mgHhari pada akhir minggu kedua.
ii. Amitrypline" dimulai dengan dosis ;$mgHhari dan dinaikan perlahan-lahan
sampai ';$mhHhari. (bat ini terbukti berman%aat untuk pasien anoreksia
ner)osa, biasanya pasien mengalami panaikan berat badan, biasanya
digunakan untuk pasien dengan gangguan depresi.
iii. Alpra&olam" $,4;mg, setiap ' jam sebelum makan, diperuntukan untuk
pasien yang mengalami anFietas yang berat.
eberapa bukti menunjukkan elektrokon)ulsi)a terapi 5I6T9 berguna bagi kasus-
kasus tertentu anoreksia ner)osa dan gangguan depresi mayor.
G. PROGNOSIS
"ada umumnya prognosis adalah tidak baik. "ada mereka yang telah
men&apai berat badan ideal kembali, preokupasi dengan makanan dan berat
badan sering kali terus terjadi, hubung so&ial sering kali buruk, dan banyak
pasien mengalami depresi. @amun respon jangka pendek pien terhadap hamper
semua program pengobatan rumh sakit adalah baik. indikator suatu hasil yang
baik adalah pengakuan rasa lapar, sedikit penyangkalan, kurangn imaturitas, dan
peningkatan harga diri.
H. KOMPLIKASI
erhubungan dengan penurunan berat badan =
Kaheksia = hilangnya lemak, massa otot, penurunan metabolisme tiroid
5sindrom T# rendah9, intoleransi dingin, dan sulit mempertahankan
temperatur inti tubuh.
!antung = hilangnya otot jantung, jantung ke&il, aritmia jantung, termasuk
kontraksi premature atrium dan )entrikel, perpanjangan transmisi berkas H+S
5perpanjangan inter)al JT, bradikardia, takikardia )entri&ular, kematian
mendadak.
'4
"en&ernaan-gastrointestinal= perlambatan pengosongan lambung, kembunng,
konstiopasi, nyeri abdomen.
,eprodukti% = Amenore, kadar leuteniAing hormone 5BH9 dan %olli&le
stimulating hormone 5/SH9 yang rendah.
Cermatologis= lanugo 5rambut halus tumbuh di seluruh tubuh9, edema.
Hematologys = leu&openia.
@europsikiatri = sensasi ke&ap yng abnormal 5 mungkin karena de%esiensi dari
seng 9, depresi apatetik, gangguan kogniti% ringan.
,angka osteoporosis. erhubungan dengan men&ahar 5 muntah dan
penyalahgunaan laksati%9.
Metabolisme = kelainan elektrolit, terutama alkalosis hipokalemik,
hipokloremik, dan hipomagnesimia.
"en&ernaan-gastrointestinal = peradangan dan pembesaran kelenjar liur dan
pan&reas, dengan peningkatan amylase serum, erosi esophagus dan lambung,
usus dis%ungsional dengan dilatasi haustra.
1igi= erosi enamel gigi, terutama bagian depan, dengan dengan kerusakan
gigi yang bersangkutan.
@europsikiatrik = kejang 5berhubungan dengan pergeseran &airan yang besar
dan gangguan elektrolit9, neuropati ringan, kelelahan, dan kelemahan,
gangguan kogniti% lainnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Anoreksia nervosa adalah suatu bentuk ketakutan yang kuat mengalami
kenaikan berat badan atau menolak untuk mempertahankan berat badan pada atau
diatas berat badan normal minimal menurut usia dan tinggi badan, dan
mengalami gangguan dalam &ara memandang berat atau bentuk badannya
sendiri. Sehingga menimbulkan berma&am komplikasi yang serius bahkan dapat
menyebabkan kematian. (leh karena itu penderita anoreksi ner)osa
membutuhkan pengobatan medis dan psikis yang menyeluruh, yaitu perawatan di
rumah sakit jika diperlukan, terapi indi)idual serta keluarga.
'#