Anda di halaman 1dari 18

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

(UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA)


Jl.Terusan Arjuna No.6 Kebon jeruk

STATUS ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
SMF PENYAKIT DALAM
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA
Nama Mahasiswa

: Ika Puspita

NIM

: 11 2014 231

Pembimbing

: dr.Suzanna Ndraha,Sp.PD.,K-GEH, FINASIM

I. IDENTITAS
Nama : Ny. FA
Tempat / tanggal lahir :

Jenis Kelamin : Perempuan


Suku Bangsa : Betawi
Usia : 26 tahun

Jakarta, 09 Maret 1989


Status Perkawinan : Menikah
Pekerjaan : Berdagang
Alamat : Jl. Kali Baru Barat IV

Agama : Islam
Pendidikan : SMA

II. ANAMNESIS
Diambil dari : Autoanamnesis, pada tanggal 31 November 2015, jam 10.00 di ruang 404
Keluhan utama :
Bengkak pada ekstremitas sejak 1 minggu SMRS
Riwayat Penyakit Sekarang :

Penyakit Dahulu
( - ) Cacar

( - ) Malaria

( - ) Batu ginjal/Sal.kemih

( + ) Cacar Air

( - ) Disentri

( - ) Burut (Hemia)

(-)

Difteri

( - ) Hepatitis

( - ) Rematik

(-)

Batuk Rejan

( - ) Tifus Abdominalis

( - ) Wasir

( - ) Skrofula

( - ) Diabetes

( + ) Campak
(-)

Influenza

( - ) Sifilis

( - ) Alergi
1

( - ) Tonsilitis

( - ) Gonore

( - ) Tumor

(-)

Khorea

( - ) Hipertensi

( - ) Penyakit Pembuluh

(-)

Demam Rematik Akut

( - ) Ulkus Ventrikuli

( - ) Pendarahan Otak

(-)

Pleuritis

( - ) Gastritis

( - ) Neurosis

(-)

Tuberkulosis

( - ) Batu Empedu

lain-lain : ( - ) Operasi
( - ) Kecelakaan

Riwayat Keluarga
Hubungan
Kakek (ayah)
Nenek (ayah)
Kakek (ibu)
Nenek (ibu)
Ayah
Ibu
Saudara 1
Saudara 2

Umur
(Tahun)
Tidak tahu
Tidak tahu
Tidak tahu
Tidak tahu
77 tahun
75 tahun
54 tahun
52 tahun

Keadaan

Penyebab

Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
perempuan
Laki-laki

Kesehatan
Meninggal
Meninggal
Meninggal
Meninggal
Meninggal
Meninggal
Sehat
Sehat

Meninggal
-

Jenis Kelamin

Saudara 3

51 tahun

Laki-laki

Sehat

Anak 1

35 tahun

Laki-laki

Sehat

Anak 2

34 tahun

Laki-laki

Sehat

Anak 3

33 tahun

Perempuan

Sehat

Adakah Kerabat yang Menderita :


Penyakit

Ya

Tidak

Alergi

Asma

Tuberkulosis

Artritis

Rematisme

Hipertensi

Hubungan

Kakek

Jantung

Ginjal

Lambung

ANAMNESIS SISTEM
Kulit
( - ) Bisul

( - ) Rambut

( - ) Keringat Malam

( - ) Lain-lain

( - ) Kuku

( - ) Kuning/Ikterus

( - ) Sianosis

( - ) Demam

Kepala
( - ) Trauma

( - ) Sakit Kepala

( - ) Sinkop

( - ) Nyeri pada Sinus

Mata
( - ) Nyeri

( - ) Radang

( - ) Sekret

( - ) Gangguan Penglihatan

( - ) Kuning/Ikterus

( - ) Ketajaman Penglihatan menurun

Telinga
( - ) Nyeri

( - ) Tinitus

( - ) Sekret

( - ) Gangguan Pendengaran

( - ) Kehilangan Pendengaran
Hidung
( - ) Trauma

( - ) Gejala Penyumbatan

( - ) Nyeri

( - ) Gangguan Penciuman

( - ) Sekret

( - ) Pilek

( - ) Epistaksis
Mulut
( - ) Bibir kering

( - ) Lidah kotor

( - ) Gangguan pengecapan

( - ) Gusi berdarah

( - ) Selaput

( - ) Stomatitis

Tenggorokan
( - ) Nyeri Tenggorokan

( - ) Perubahan Suara

Leher
( - ) Benjolan

( - ) Nyeri Leher

Dada ( Jantung / Paru paru )


( - ) Nyeri dada

( + ) Sesak Napas

( - ) Berdebar

( - ) Batuk Darah

( - ) Ortopnoe

( - ) Batuk

Abdomen ( Lambung Usus )


( - ) Rasa Kembung

( - ) Perut Membesar

( - ) Mual

( - ) Wasir

( - ) Muntah

( - ) Mencret

( - ) Muntah Darah

( - ) Tinja Darah

( - ) Sukar Menelan

( - ) Tinja Berwarna Dempul

( - ) Nyeri Perut

( - ) Tinja Berwarna Ter

( - ) Benjolan
Saluran Kemih / Alat Kelamin
( - ) Disuria

( - ) Kencing Nanah

( - ) Stranguri

( - ) Kolik

( - ) Poliuria

( + ) Oliguria

( - ) Polakisuria

( - ) Anuria

( - ) Hematuria

( - ) Retensi Urin

( - ) Kencing Batu

( - ) Kencing Menetes

( - ) Ngompol

( - ) Penyakit Prostat

Katamenia
( - ) Leukore

( - ) Pendarahan

( - ) lain lain
Haid
( - ) Haid terakhir

( - ) Jumlah dan lamanya

( - ) Menarche

( + ) Teratur/tidak

( - ) Nyeri

( - ) Gejala Kilmakterium

( - ) Gangguan haid

( - ) Pasca menopause
4

Saraf dan Otot


( - ) Anestesi

( - ) Sukar Mengingat

( - ) Parestesi

( - ) Ataksia

( - ) Otot Lemah

( - ) Hipo / Hiper-esthesi

( - ) Kejang

( - ) Pingsan

( - ) Afasia

( - ) Kedutan (tick)

( - ) Amnesia

( - ) Pusing (Vertigo)

( - ) Gangguan bicara (Disartri)


Ekstremitas
( + ) Bengkak

( - ) Deformitas

( - ) Nyeri

( - ) Sianosis

Berat Badan
Berat badan rata rata (kg)

: 50 kg

Berat tertinggi kapan (kg)

: tidak tahu

Berat badan sekarang (kg)

: 55 kg

RIWAYAT HIDUP
Riwayat Kelahiran
Tempat Lahir : ( ) di rumah

( ) Rumah Bersalin

Ditolong oleh : ( ) Dokter

( ) Bidan

( ) Rumah Sakit
( ) Dukun

) lain -

lain
Riwayat Imunisasi (OS tidak tahu pasti)
( + ) Hepatitis

( + ) BCG

( + ) Campak

( + ) DPT

( + ) Polio

( + ) Tetanus
Riwayat Makanan
Frekuensi / Hari

: 3 kali sehari

Jumlah / kali

: 1 piring

Variasi / hari

: cukup bervariasi
5

Nafsu makan

: kurang

Pendidikan
( ) SD

( ) SLTP

( + ) SLTA

( ) Sekolah Kejuruan

( ) Akademi

( ) Universitas

( ) Kursus

( ) Tidak sekolah

Kesulitan
Keuangan

: Tidak ada

Pekerjaan

: Tidak ada

Keluarga

: Tidak ada

III.

PEMERIKSAAN JASMANI

Pemeriksaan Umum
Keadaan umum

: Sakit sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tinggi Badan

: 150 cm

Berat Badan

: 55 kg -------------- BB aktual : 50 5% = 52.5 kg

Tekanan Darah

: 110/80 mmHg

Nadi

: 88 kali/menit

Suhu

: 37.4oC

Pernafasaan

: 24 kali/menit

Keadaan gizi

: Baik (IMT 24,0)

Sianosis

: Tidak ada

Udema umum

: Tidak ada

Habitus

: Atletikus

Cara berjalan

: Normal

Mobilitas ( aktif / pasif )

: Aktif

Umur menurut taksiran pemeriksa

: 55 tahun (cukup sesuai)

Aspek Kejiwaan
Tingkah Laku

: wajar

Alam Perasaan

: biasa

Proses Pikir

: wajar

Kulit
Warna

: Sawo matang

Effloresensi

: Tidak ada

Jaringan Parut

: Tidak ada

Pigmentasi

: Merata

Pertumbuhan rambut

: Distribusi merata

Lembab/Kering

: Lembab

Suhu Raba

: Sama dengan pemeriksa

Pembuluh darah

: Tidak ada pelebaran/penonjolan

Keringat

: Umum

Turgor

: Baik

Ikterus

: Tidak ada

Lapisan Lemak

: Distribusi merata

Oedem

: Tidak ada

Lain-lain

:-

Kelenjar Getah Bening


Submandibula

: Tidak membesar

Leher

: Tidak membesar

Supraklavikula

: Tidak membesar

Ketiak

: Tidak membesar

Lipat paha

: Tidak membesar

Kepala
Ekspresi wajah

: Normal

Simetri muka

: Simetris

Rambut

: hitam beruban, tidak rapuh, distribusi merata

Pembuluh darah temporal

: Teraba pulsasi

Mat
Exophthalamus

: Tidak ada

Enopthalamus

: Tidak ada

Kelopak

: Tidak ptosis, tidak edema

Lensa

: Jernih

Konjungtiva

: Tidak anemis

Visus

: Tidak dilakukan pemeriksaan

Sklera

: Tidak ikterik

Gerakan Mata

: Normal (dapat ke segala arah)

Lapangan penglihatan

: Normal

Tekanan bola mata

: Normal

Deviatio Konjugate

: Tidak ada

Nistagmus

: Tidak ada

Telinga
Tuli

: Tidak ada

Selaput pendengaran

: Tidak hiperemis, refleks cahaya baik


8

Lubang

: Lapang

Penyumbatan

: Tidak ada

Serumen

: Tidak ada

Pendarahan

: Tidak ada

Cairan

: Tidak ada

Mulut
Bibir

: agak kering

Tonsil

: T1/T1, tidak hiperemis

Langit-langit

: Tidak ada celah, tidak ada lesi, tidak hiperemis

Bau pernapasan

: Tidak berbau

Gigi geligi

: beberapa gigi sudah tanggal dan terdapat cavitas

Trismus

: Tidak ada

Faring

: Tidak hiperemis

Selaput lendir

: Tidak hiperemis, tidak ada lesi

Lidah

: normal, tidak kotor, tidak deviasi

Leher
Tekanan Vena Jugularis (JVP)

: 5-2 cmH2O

Kelenjar Tiroid

: Tidak membesar

Kelenjar Limfe

: Tidak membesar

Dada
Bentuk

: Normal, tidak tampak retraksi sela iga

Pembuluh darah

: Tidak ada pelebaran atau penonjolan

Buah dada

: Normal, simetris, tidak teraba massa

Paru Paru
Inspeksi

Palapasi

Kiri

Depan
Simetris dalam keadaan statis

Belakang
Simetris dalam keadaan statis

Kanan

dan dinamis
Simetris dalam keadaan statis

dan dinamis
Simetris dalam keadaan statis

Kiri

dan dinamis
Sela iga normal, benjolan ( - ),

dan dinamis
Sela iga normal, benjolan ( - ),

Perkusi
Auskultas

Kanan

nyeri ( - ), fremitus normal


Sela iga normal, benjolan ( - ),

nyeri ( - ), fremitus normal


Sela iga normal, benjolan ( - ),

Kiri
Kanan
Kiri

nyeri ( - ), fremitus normal


Sonor
Sonor
Vesikuler, ronkhi ( - ),

nyeri ( - ), fremitus normal


Sonor
Sonor
Vesikuler, ronkhi ( - ),

Kanan

wheezing ( - )
Vesikuler, ronkhi ( - ),

wheezing ( - )
Vesikkuler, ronkhi ( - ),

wheezing ( - )

wheezing ( - )

Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi

Tidak terlihat pulsasi ictus cordis


Ictus cordis tidak teraba
Batas atas: sela iga 2 garis parasternalis kiri
Batas kanan: sela iga 4 garis parasternalis kanan

Auskultasi

Batas kiri: sela iga 5, garis mid-clavicularis kiri


BJ I-II normal, reguler, murmur (-), gallop (-), keempat katup terdengar
normal reguler saat membuka dan menutup

Pembuluh Darah
Arteri Temporalis

: Teraba pulsasi

Arteri Karotis

: Teraba pulsasi

Arteri Brakhialis

: Teraba pulsasi

Arteri Radialis

: Teraba pulsasi

Arteri Femoralis

: Teraba pulsasi

Arteri Poplitea

: Teraba pulsasi

Arteri Tibialis Posterior

: Teraba pulsasi

Arteri Dorsalis Pedis

: Teraba pulsasi

Perut
Inspeksi

: Datar, tidak ada massa, tidak ada pembuluh darah kolateral

10

Palpasi
Dinding perut

: Nyeri epigastrium ( - ), benjolan ( - ), massa ( - )

Hati

: Tidak teraba pembesaran

Limpa

: Tidak teraba pembesaran

Ginjal

: Ballotement ( - ), bimanual ( - )

Lain-lain

: -

Perkusi

: Timpani, nyeri ketok CVA ( - )

Auskultasi

: bising usus normal, 15 kali/menit

Refleks dinding perut : ( + ) normal


Alat Kelamin (atas indikasi)
Tidak dilakukan pemeriksaan
Anggota Gerak
Lengan

Kanan

Kiri

Otot
Tonus

Normotonus

Normotonus

Massa

Tidak ada

Tidak ada

Sendi

Tidak nyeri,Aktif

Tidak nyeri, Aktif

Gerakan

Aktif

Aktif

Kekuatan

+++++

+++++

Edema

Tidak ada

Tidak ada

Lain-lain

Capillary refill time

< 2 detik

Tungkai dan Kaki

Kanan

Kiri

Luka

Tidak ada

Tidak ada

Varises

Tidak ada

Tidak ada

Tonus

Normotonus

Normotonus

Massa

Tidak ada

Tidak ada

Sendi

Tidak nyeri, Aktif

Tidak nyeri, Aktif

Gerakan

Aktif

Aktif

Kekuatan

+++++

+++++

Otot

11

Edema

Tidak ada

Tidak ada

Lain-lain

Capillary refill time

< 2 detik

Refleks
Refleks Tendon
Bisep
Trisep
Patela
Achiles
Kremaster
Refleks kulit
Refleks patologis

Kanan
+
+
+
+
+
Tidak dilakukan
+
-

Kiri
+
+
+
+
+
Tidak dilakukan
+
-

Colok Dubur(atas indikasi)


Tidak dilakukan
IV.

V.

LABORATORIUM & PEMERIKSAAN PENUNJANG LAINNYA


Tanggal pemeriksaan
: 15 Oktober 2015
Darah Rutin
Hemoglobin
13.0 g/dL
(12.5 16.0)
Leukosit
17.600 /L
(4.000 10.500)
Hematokrit
38.8%
(37.0 47.0)
Trombosit
185.000 /L
(182.000 369.000)
Elektrolit
Natrium (Na)
Kalium
(K)
Klorida (Cl)

132 mEq/L
3.14 mEq/L
91 mEq/L

(135 147)
(3.5 5.0)
(96 108)

Ureum
Kreatinin
Glukosa darah sewaktu

54.0 mg/dL
1.89 mg/dL
84

(16.6 48.5)
(0.51 0.95)
(70 99)

RINGKASAN (RESUME)
Perempuan 57 tahun dengan keluhan muntah sejak 4 hari SMRS. Muntah sebanyak 2
kali pada hari pertama, 4 kali pada hari kedua, 7 kali pada hari ketiga, dan 3 kali pada
hari keempat. Muntah berisi sisa makanan dan cairan, terakhir hanya berisi cairan
karena pasien sama sekali tidak mau makan ataupun minum. Pasien juga demam sejak
4 hari SMRS, demam terus menerus sepanjang hari, dan hanya turun beberapa jam
setelah diberikan parasetamol. Pasien belum BAB selama 3 hari, BAK berkurang.
12

Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, S 38.1oC, N 94 kali/menit, RR


24 kali/menit, lain-lain dalam batas normal.
Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis (17.600/L), Hiponatremia,
hipokalemia, hipochloremia, dan peningkatan ureum (54.0 mg/dL) dan kreatinin (1.89
mg/dL).
VI.

MASALAH
1. Bacterial Infection
2. Gangguan ginjal akut (GGA) / Acute Kidney Injury (AKI)

VII.

PENGKAJIAN DAN RENCANA TATALAKSANA


1. Bacterial Infection
Bacterial infection pada kasus ini dipikirkan karena pasien mengalami demam,
dan tipe demam yang semakin lama semakin meningkat. Pada infeksi bakteri juga
biasanya didapatkan gejala yang terlokalisir, pada pasien ini gejala terlokalisir
pada gastrointestinal seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Pada
pemeriksaan laboratorium ditandai dengan adanya peningkatan leukosit pada
pemeriksaan darah rutin yang merupakan salah satu respon tubuh terhadap infeksi
bakteri.
Diagnosis banding viral infection.
Rencana diagnostik :
- Pemeriksaan widal untuk mengetahui apakah gejala tersebut diatas
-

disebabkan oleh manifestasi bakteri salmonella typhii.


Urinalisis untuk melihat adanya kemungkinan infeksi pada saluran kemih.
Dimana pada infeksi saluran kemih seringkali ditandai dengan demam dan
mual-muntah, dan gejala pada saluran kemih justru sering asimtomatis.

Rencana pengobatan :
- Ringer laktat 2400 ml dalam 8 jam pertama, dan 2400 ml selanjutnya
-

diberikan 16 jam setelahnya.


Seftriakson injeksi 1 x 1 gram
Paracetamol inj 500 mg
Ondansetron inj 1 x 4mg

Rencana edukasi :
- Perbanyak minum untuk menggantikan cairan yang hilang
- Diet lunak
- Kurangi konsumsi makanan yang asam, berlemak
2. Gangguan ginjal akut (GGA) / Acute Kidney Injury (AKI)
13

Dasar diagnosis :
Gangguan ginjal akut dipikirkan karena terdapat perubahan fungsi ginjal yang
ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin serum yang berlangsung cepat
(dalam jam hingga minggu). GFR didapatkan 31.11 ml/mnt/1.73 m 2 dimana lebih
rendah dari normal. Penyebab GGA pada pasien ini diperkirakan adalah prarenal
(dehidrasi). Kemungkinan lain yaitu penyakit ginjal kronik karena apabila tidak
terjadi penurunan fungsi ginjal lebih dari 3 bulan, acute on chronic kidney disease
karena dapat juga terjadi peningkatan kadar kreatinin yang akut pada penyakit ini
namun pasien juga memiliki riwayat penyakit ginjal kronik. Diperlukan
pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis ini.
Rencana diagnostik :
- Urinalisis
- USG abdomen
- Pemeriksaan ureum kreatinin tiap 24 jam
Rencana pengobatan :
- Penggantian cairan (terapi penyebab dasar, seperti dijelaskan diatas)
- Kebutuhan kalori 20-30 kcal/kg/hari = 1800 kcal/hari
- Diet cukup protein 0.8-1.0 g/kg/hari = 60 g/hari
Rencana edukasi :
- Penuhi kebutuhan cairan secara optimal
- Menjaga pola hidup sehat
- Menghindari obat-obatan yang memperberat kerja ginjal
VIII. KESIMPULAN DAN PROGNOSIS
Pasien perempuan 57 tahun, dengan keluhan muntah sejak 4 hari SMRS, berdasarkan
anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didiagnosis mengalami
infeksi bakteri dan gangguan ginjal akut.
Ad vitam : ad bonam
Ad functionam : ad bonam
Ad sanationam : dubia ad bonam
IX.

FOLLOW UP

17 Oktober 2015
1. Bacterial infection
S

: demam (+) mual (+) muntah (-) BAB (-) lemas

: TD 110/70 mmHg, S 37.6oC, N 90 x/mnt, RR 24 x/mnt

: infeksi bakteri respon baik karena demam mulai turun diikuti dengan muntah yang
berhenti, namun belum dapat sepenuhnya ditegakkan, diperlukan pemeriksaan
14

leukosit ulangan untuk mengetahui respons positif terhadap pemberian antibiotik.


P

: terapi lanjut

2. Gangguan ginjal akut (GgGA)


S

: BAK (+) 4 kali/sehari, warna kuning cukup pekat, volume gelas air mineral,

tidak
berpasir, tidak nyeri, tidak ada darah.
O

:-

: Gangguan ginjal akut belum ada perbaikan, dan belum dapat ditegakkan secara
nyata karena belum dilakukan pemeriksaan ulang ureum kreatinin. Namun bila dilihat
dari jumlah urine, terjadi perbaikan dari segi jumlah dan voulme yang mengantar pada
prognosis yang baik (kelainan yang terjadi reversible) yaitu AKI. Pemeriksaan
tambahan lain juga diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan CKD.

: Futrolit 1800 ml/24 jam


Periksa ulang kadar ureum kreatinin
Periksa urinalisis lengkap
Rencana USG

18 Oktober 2015
1. Bacterial infection
S

: demam (-) mual (+) muntah (-) belum BAB sejak 4 hari yang lalu

: TD 120/70 mmHg, S 37.4oC, N 90 x/menit, RR 22 x/menit

: Bacterial infection respon baik karena demam mulai menghilang, gejala muntah
juga
sudah tidak dirasakan pasien.

: Laktulosa 2 x 10 mg
Terapi lanjut

2. Gangguan ginjal akut (GgGA)


S

: BAK (+) >6 kali/sehari, volume bervariasi ( gelas air mineral), warna kuning
jernih, tidak disertai rasa nyeri, panas, berpasir, dan tidak ada darah. Minum sudah
mulai banyak

: Urinalisis lengkap
15

Makroskopis
Warna

kuning

Kekeruhan

jernih

Berat jenis

1.020

pH

5.0

Protein

negatif

Glukosa

negatif

Keton

negatif

Bilirubin

negatif

Darah samar

negatif

Leukosit Esterase

negatif

Nitrit

negatif

Urobilinogen

0.2

Mikroskopis

Leukosit

4-6 / LPB

Eritrosit

0-1 / LPB

Silinder

negatif

Silinder

negatif

Sel epitel

negatif

Kristal

negatif

Bakteri

negatif

Jamur

negatif

: Gangguan ginjal akut menunjukkan respon baik, dengan adanya poliuri yang
mengindikasikan prognosis yang baik. Untuk menegakkan diagnosis diperlukan
pengamatan kadar ureum kreatinin (bila normal maka AKI ditegakkan), pemeriksaan
lain seperti USG juga perlu dilakukan untuk melihat keadaan ginjal.

: terapi lanjut.

19 Oktober 2015
1. Bacterial infection
S

: demam (-) mual (-) muntah (-) BAB belum sejak 5 hari yang lalu.

: TD 120/80 mmHg, S 36.8oC, N 89 x/menit, RR 20 x/menit

16

: Bacterial infection perbaikan klinis, karena pasien sudah tidak merasakan adanya
keluhan.

: periksa ulang darah rutin.


Laktulosa 3 x 10 mg
Bisacodyl 2 x 5 mg

2. Gangguan ginjal akut (GgGA)


S

: BAK (+) >6 kali sehari, warna kuning jernih, volume bervariasi ( 1 gelas air

mineral),
tidak berpasir, tidak nyeri, tidak ada darah.
O

: Hasil USG : dalam batas normal


Ureum

16.8 mg/dL

(16.6 48.5)

Kreatinin

0.51 mg/dL

(0.51 0.95)

: Gangguan ginjal akut ditegakkan dengan kembalinya kadar kreatinin pada batas
normal, dimana kenaikan sebelumnya berlangsung kurang dari 1 minggu. Pada
pemeriksaan USG didapatkan dalam batas normal, termasuk ukuran ginjal, dimana
pada CKD biasanya ukuran ginjal lebih kecil (bukan absolut). Penyebab gangguan
ginjal akut pada pasien adalah pra renal (dehidrasi), dengan grade RIFLE : Injury.

: terapi lanjut.

20 Oktober 2015
1. Bacterial infection
S

: tidak ada keluhan. BAB (+) 1 kali, konsistensi normal, tidak ada lendir, tidak ada
darah

: TD 120/80 mmHg, N 90 x/menit, S 36.7oC, RR 20 x/menit


Hemoglobin 13.1 g/dL

(12.5 16.0)

Leukosit

(4.000 10.500)

9.570 /L

Hematokrit 40.3%

(37.0 47.0)

Trombosit

(182.000 369.000)

364.000/L

: Bacterial infection perbaikan total, dengan tidak adanya keluhan yang dirasakan
pasien, dan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan jumlah leukosit normal.

: pasien pulang.

2. Gangguan ginjal akut (GgGA)


S

: BAK (+) sering (normal), warna kuning jernih, volume bervariasi ( gelas air
17

mineral), tidak berpasir, tidak nyeri, tidak ada darah.


O

:-

: Gangguan ginjal akut dengan perbaikan klinis dan laboratorium.

: pasien pulang

18