Anda di halaman 1dari 62

Wasiat Rasulullah Kepada

Wanita
Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu anhu- beliau
berkata: Rasulullah shalallahu alaihi wasallambersabda: Aku berdiri di depan pintu syurga,lalu
kulihat kebanyakkan orang yang masuk kedalamnya
adalah orang orang miskin, dan orang orang yang kaya
di tahan kecuali penghuni neraka mereka di suruh
untuk masuk keneraka, dan aku berdiri di depan pintu
neraka maka kulihat kebanyakkan yang masuk kedalamnya
adalah wanita. (H. R Muslim, no. 7113).

Dari Imran bin Husain dia berkata, Nabi -Shalallahu


alaihi wassalam- bersabda : Sesungguhnya penduduk
surga yang paling sedikit adalah wanita. (HR.
Muslim, no. 7118).

Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadits di


atas seraya berkata:Penyebab sedikitnya kaum wanita
yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi
pada diri mereka, kecondongan mereka kepada
kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari
akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya
mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan
dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk


memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya
hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka
memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari
akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada
penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika
diajak kepada akhirat. (Jahannam Ahwaluha wa Ahluha
halaman 29-30 dan At Tadzkirah halaman 369)

Ciri ciri wanita penghuni neraka:


Jika kita membaca hadits Rasulullah shalallahualaihi
wasallam tentang penghuni neraka, niscaya kita akan
dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita
ke dalam neraka bahkan menjadi mayoritas penduduknya
dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan
minoritas dari penghuni Surga, diantaranya adalah :
Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya.

Di dalam kisah gerhana matahari yang Rasulullah


Shalallahu alaihi wassalam dan para shahabatnya
melakukan shalat gerhana padanya dengan shalat yang
panjang, beliau Shalallahu alaihi wassalam melihat
Surga dan neraka, seraya bersabda: ... Dan aku
melihat neraka maka tidak pernah aku melihat
pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat
kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita.

Shahabat pun bertanya : Mengapa (demikian) wahai


Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam?
Beliau Shalallahu alaihi wassalam menjawab :
Karena kekufuran mereka.
Kemudian ditanya lagi : Apakah mereka kufur kepada
Allah?
Beliau menjawab : Mereka kufur terhadap suami-suami
mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah
engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara
mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat
sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya
dia akan berkata : Aku tidak pernah melihat
sedikitpun kebaikan pada dirimu. (HR. Bukhari, no.
1053, dari Ibnu Abbas radliyallahu anhuma)

Kekufuran model ini terlalu banyak kita dapati di


tengah keluarga kaum Muslimin, yakni seorang istri
yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama
sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami
yang tidak cocok dengan kehendak sang istri
sebagaimana kata pepatah, panas setahun dihapus oleh
hujan sehari. Padahal yang harus dilakukan oleh
seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang
diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikankebaikan sang suami karena Allah Subhanahu wa Taala
tidak akan melihat istri model begini sebagaimana
dijelaskan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam :

Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak


mensyukuri suaminya sedang ia selalu membutuhkannya.
(HR. Nasai di dalam Al Kubra (9086) dan Al Bazzar
dalam musnadnya (2349) dari Abdullah bin Amr). Di
shohihkan oleh syekh Al Bani (no. 289).

Wasiat Rasulullah kepada kaum wanita


1. Rasulullah SAW bersabda : Wanita, apabila ia
sholat lima waktu, puasa sebulan Ramadhan, memelihara
kehormatannya serta taat pada suaminya, maka masuklah
ia dari mana saja pintu surga yang ia kehendaki.
(Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, Thabrani dan Anas bin
Malik)

2. Rasulullah SAW bersabda: Pertama kali urusan yang


akan ditanyakan pada hari Akhirat nanti ialah
mengenai sholat dan mengenai urusan suaminya (apakah
ia menjalankan kewajibannya atau tidak).

Imam Thabrani menceritakan bahwa seorang isteri tidak


dianggap menjalankan kewajibannya kepada Allah
sehingga ia menjalankan kewajibannya kepada suaminya.
Seandainya suaminya memintanya (untuk digauli)
walaupun (dia) sedang berada di belakang unta maka ia
tidak boleh menolaknya.

3. Nabi SAW bersabda: Apabila lari wanita dari


rumah suaminya, tidak diterima sholatnya sehingga ia
kembali dan mengulurkan tangannya kepada suaminya
(meminta maaf). (Riwayat dan Hassan)

4. Abdullah bin Amru bin Al Ash r.a. berkata:


Bersabda Rasulullah SAW : Dunia ini adalah
perhiasan dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita
(isteri) yang solehah. (Riwayat Muslim)

5. Sabda Rasulullah SAW : Siapa saja perempuan yang


memakai bau bauan, kemudian ia keluar melihat kaum
lelaki ajnabi agar mereka mencium bau harumnya maka
ia adalah perempuan zina dan tiap-tiap mata yang
memandang itu adalah zina. (Riwayat Ahmad, Thabrani
dan Hakim)

6. Sebaik-baik bagi wanita ialah tinggal di rumah,


tidak keluar kecuali untuk urusan yang mustahak.
Wanita yang keluar rumah akan dipesonakan oleh iblis.
Sabda Rasulullah SAW : Perempuan itu aurat, maka
apabila ia keluar, mendongaklah syaitan
memandangnya.

(Riwayat Tarmizi)

Haram bagi wanita melihat laki-laki sebagaimana lakilaki haram melihat wanita (yang halal nikah) kecuali
dalam urusan menuntut ilmu dan berjual-beli.

7. Diriwayatkan bahwa pada suatu hari, ketika


Rasulullah bersama sama isteri-isterinya (Ummu
Salamah dan Maimunah), datang seorang datang seorang
sahabat yang buta matanya (Ibnu Maktum), Rasulullah
menyuruh isten-istennya masuk ke dalam. Bertanya Ummu
Salamah, Bukankah orang itu tidak dapat melihat
kami, ya Rasulullah?
Rasulullah menjawab, Bukankah kamu dapat
melihatnya? (Riwayat Abu Daud dan Tarmizi)

8. Rasulullah SAW bersabda:


Perempuan yang melabuhkan pakaian dalam keadaan
berhias (bukan untuk suami dan muhramnya) adalah
seumpama gelap gulita pada han Kiamat, tidak ada nur
baginya. (Riwayat Tarmizi)

9. Sabda Rasulullah SAW:


Dikawini wanita karena empat sebab: karena hartanya,
karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena
agamanya. Maka carilah yang kuat beragama niscaya
kamu bertuah. (Riwayat Bukhari)

10. Rasulullah SAW bersabda:


Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat
perkawinannya, cepat pula kehamilannya dan ringan
pula maharnya (mas kawinnya).

11. Nabi SAW pernah bersabda:


Wanita yang taat akan suaminya, semua burung-burung
di udara, ikan di air, malaikat di langit, matahari
dan bulan semuanya beristighfar (memintakan ampun)
baginya selama dia masih taat pada suaminya dan
diredhainya (serta menjaga sholat dan puasanya).

12. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:


Wanita yang taat berkhidmat pada suaminya akan
tertutup tujuh pintu Neraka dan akan terbuka pintupintu Surga. Masuklah dan mana saja pintu yang
disukainya dengan tidak dihisab.

13. Rasulullah SAW bersabda:


Siapa saja wanita yang bermuka masam sehingga
menyebabkan tersinggung hati suaminya, maka wanita
itu dimurkai Allah sampai ia bermanis muka dan
tersenyum mesra pada suaminya.

14. Hendaklah isteri berpuas hati (redha) dengan


suaminya yang telah dijodohkan oleh Allah, baik itu
miskin atau kaya

15. Ibnu Umar berkata bahwa telah datang seorang


wanita kepada Rasulullah saw lalu bertanya,Apakah
hak suami atas isteri? Jawab baginda : Tunaikanlah
hajatnya sekalipun engkau berada di alas belakang
unta. Jangan berpuasa sunat melainkan seijin suami,
kalau engkau berpuasa juga maka pahalanya untuk suami
dan dosa karena tidak mentaati suami untuk isteri.
Jangan keluar melainkan dengan ijinnya, jika keluar
juga akan dilaknat oleh malaikat Rahmat dan malaikat
azab sehinggalah ia kembali ke rumahnya.

16. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:


Tidak boleh seorang isteri mengerjakan puasa sunat
kalau suaminya ada di rumah serta dengan tidak
seijinnya dan tidak boleh memasukkan seorang lakilaki ke rumahnya dengan tidak seijin suaminya.
( Riwayat Bukhari dan Muslim)

17. Sabda Rasulullah SAW bermaksud:


Tidaklah putus balasan dari Allah kepada seorang
isteri yang siang dan malamnya menggembirakan
suaminya.

18. Dari Muaz bin Jabal, bersabda Rasulullah: Siapa


saja wanita yang berdiri diatas kedua kakinya
membakar roti untuk suaminya, hingga muka dan
tangannya kepanasan oleh api, maka diharamkan muka
dan tangannya dan api Neraka.

19. Dan siapa saja wanita yang menunggu suaminya


hingga pulang lalu disapukan mukanya, dihamparkan
tempat duduknya atau menyediakan makan minumnya atau
merenung ia pada suaminya atau memegang tangannya,
membaikkan hidangan padanya, memelihara anaknya atau
memanfaatkan hartanya pada suaminya karena mencari
keredhaan Allah, maka disunatkan baginya akan tiaptiap kalimah ucapannya tiap-tiap langkahnya dan
setiap renungannya pada suaminya diberi ganjaran
pahala seperti memerdekakan seorang hamba (budak).
Pada hari Kiamat nanti, Allah beri karunia akan nur
hingga tercengang wanita mukmin semuanya atas karunia
dan kemuliaan itu. Tidak ada seorang pun yang sampai
ke martabat itu melainkan nabi-nabi.

20. Dan lbnu Masud bersabda Rasulullah SAW: Tiaptiap wanita yang menolong suaminya dalam urusan
agama, maka Allah memasukkannya ke dalam syurga lebih
dahulu dari suaminya (sepuluh ribu tahun) karena dia
memuliakan suaminya di dunia maka mendapat pakaian
dan bau-bauan syurga untuk turun ke mahligai suaminya
dan menghadapnya.

21. Nabi SAW bersabda:


Siapa saja wanita yang berkata kepada suaminya:
Tidak pernah aku dapat dari engkau satu kebaikanpun.
Maka Allah akan hapuskan amalannya selama 70 tahun
walaupun ia berpuasa siang hari dan beribadah pada
malam hari.

22. Sabda junjungan Rasulullah SAW:


Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang
apabila engkau memandang kepadanya ia menyenangkan
engkau, jika engkau memerintah diturutinya perintah
engkau (taat) dan jika engkau berpergian dijaga harta
engkau dan dirinya.

23. Sabda Rasulullah SAW bermaksud:


Perempuan tidak berhak keluar dari rumahnya kecuali
jika terpaksa (karena suatu urusan yang mustahak) dan
dia juga tidak berhak melalui jalan lalu-lalang
melainkan di tepi-tepinya.

24. Sabda Rasulullah SAW:


Apabila seorang laki-laki memanggil isterinya ke
tempat tidur tetapi ditolaknya, hingga marahlah
suaminya, maka tidurlah wanita itu dalam laknat
malaikat sampai pagi.

25. Abu Bakar As Siddiq mengatakan. aku mendengar


Rasulullah SAW bersabda:
Wanita-wanita yang menggunakan lidahnya untuk
menyakiti hati suaminya, ia akan mendapat laknat dan
kemurkaan Allah, laknat malaikat juga laknat manusia
semuanya

26. Ibnu Umar r.a. berkata, telah bersabda Rasulullah


SAW: Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu masingmasing akan ditanya dan suami pemimpin kepada
keluarganya dan isteri pemimpin rumah tangga suaminya
dan anak-anaknya. Kamu sekalian pemimpin dan akan

bertanggungjawab atas pimpinanmu. (Riwayat Bukhari


dan Muslim)

27. Tersebut dalam kitab Muhimmah karangan Syeikh


Abdullah bin Abdul Rahim Pattani:
Hendaklah isteri mendahulukan suaminya atas hak
dirinya dan seluruh kaum kerabatnya.

28. Sabda Rasulullah SAW bermaksud:


Wanita yang tinggal di rumah bersama anak-anaknya,
akan tinggal bersama-samaku di dalam surga.

29. Rasulullah SAW bersabda:


Wanita yang meminta suaminya menceraikannya dengan
tidak ada sebab yang dibenarkan oleh syariat,
haramlah baginya bau surga. (Riwayat Abu Daud dan
Tarmizi)

30. Rasulullah SAW bersabda:


Wanita yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya
redha (tidak marah) padanya, niscaya ia masuk surga.
( Riwayat Tarmizi)

31. Sabda Rasulullah SAW bermaksud:


Apabila seorang wanita mengandung janin dalam
rahimnya, maka beristightarlah para malaikat
untuknya, Allah mencatatkan baginya setiap hari
seribu kebaikan dan menghapuskan baginya seribu
kejahatan.
32. Sabda Rasulullah SAW bermaksud:
Apabila seorang wanita mulai sakit hendak bersalin
maka Allah mencatatkan baginya pahala orang yang
berjihad pada jalan Allah (perang sabil).

33. Nabi SAW bersabda:


Apabila seorang wanita melahirkan anak, keluarlah
dia dari dosa dosanya seperti keadaan ibunya
melahirkannya.

34. Sabda Rasulullah SAW: Ya Fatimah, barang siapa


wanita meminyakkan rambut dan janggut suaminya,
memotong kumis dan mengerat kukunya, memberi minum
Allah akan wanita itu dari sungai-sungai serta
diringankan Allah baginya sakaratul maut dan akan
didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada
taman-taman surga, dan dicatatkan Allah baginya
kebebasan dari api Neraka dan selamatlah ia melintas
titian Sirat

35. Tersebut dalam kitab Muhimmah, suatu ketika di


Madinah, Rasulullah SAW keluar mengiringi jenazah.
Baginda mendapati beberapa orang wanita dalam
majelis. Baginda lalu bertanya: Apakah kamu
menyolatkan mayat? Jawab mereka, Tidak. Sabda
baginda, Sebaiknya kamu sekalian tidak perlu ziarah
dan tidak ada pahala bagi kamu. Tetap tinggallah di
rumah dan berkhidmat kepada suami niscaya pahala sama
dengan ibadah- ibadah orang laki-laki.

36. Imam Ghazali rh.m berkata: Wajib bagi wanita


mengikuti perintah suaminya selagi tidak membawa
maksiat.

37. Ulama-ulama ada berkata, wajib bagi wanitawanita:


a. Mengekalkan malu pada suaminya.
b. Merendahkan (menundukkan)mata ketika berpandangan.
c. Mengikut kata-kata dan suruhannya.
d. Dengar dan diam ketika suami berbicara.
e. Berdiri menyambut kedatangannya.
f. Berdiri menghantar kepergiannya,
g. Hadir bersamanya ketika masuk tidur.

h. Memakai wangi-wangian untuk suaminya.


i. Membersihkan dan menghilangkan bau mulut untuk
suaminya.
j. Berhias ketika hadirnya dan tinggalkan hiasan
ketika tidak adanya.
k menjaga kemuliaan diri dan tidak berkhianat ketika
ketidakadaan suaminya.
I. Memuliakan keluarga suaminya.
m. Memandang pemberian suami yang kecil sebagai besar
dan berharga.
n. Ketahuilah, Surga dan Neraka bagi seorang wanita
itu bergantung pada redha atau tidaknya suami padanya

38. Diceritakan bahwa seorang Badwi menemui


Rasulullah lalu berkata: Tidak akan aku percaya
pada engkau sebelum ditunjukkan padaku suatu
mukjizat. Apakah yang engkau kehendaki tanya
Rasulullah. Suruh pohon kurma yang kering itu
menghadap engkau, kata Badwi itu. Maka bersabda
Rasulullah, Pergilah engkau kepada pohon yang kering
itu, katakan bahwa Muhammad memanggilnya. Arab Badwi
itu pun melakukan apa yang diperintahkan. Setelah
diberitahu kemudian, pohon kurma itu kelihatan
bergerak gerak ke kiri dan ke kanan hingga tercabut
akar-akarnya dan berjalan ia menghadap Rasulullah,
lalu memberi salam. Rasulullah menjawab salamnya.

Melihat peristiwa itu Arab Badwi itu terus mengucap


kalimah syahadah. Cukuplah ya Rasulullah, cukuplah,
katanya lagi. Rasulullah pun memerintahkan pohon itu
kembali ke tempatnya. Arab Badwi itu berkata lagi.
Wahai Rasulullah, aku telah meminta darimu sesuatu
yang tidak pernah diminta oleh orang lain. Itu pun
engkau tunaikan, karena itu ijinkan aku sujud
kepadamu setiap kali sujud sholat di belakangmu.
Jawab baginda, Tidak harus seorang manusia sujud
kepada manusia dan jika seandainya diperbolehkan,
maka aku akan perintahkan semua kaum wanita sujud
pada suaminya, karena membesarkan dan memuliakan hakhak suami mereka.

39. Dari Ali bin Abi Talib: Aku dengar Rasulullah


bersabda: Tiga golongan dari umatku akan mengisi
Neraka Jahanam selama tujuh kali umur dunia. Mereka
itu adalah: a. Orang yang gemuk tetapi kurus. b.
Orang yang berpakaian tetapi bertelanjang. c. Orang
yang alim tetapi jahil. Adapun yang gemuk tetapi
kurus itu ialah wanita yang gemuk (sehat) tubuh
badannya, tetapi kurang ibadahnya. Orang yang
berpakaian tetapi telanjang ialah wanita yang cukup
pakaiannya tetapi tidak taat agama (yaitu berpakaian
tipis atau terlalu ketat hingga terbayang bentuk
tubuh badannya). Orang yang alim tetapi jahil ialah
ulama yang menghalalkan yang haram karena kepentingan
pribadi.

40. Rasulullah SAW bersabda:


Empat golongan wanita yang berada di surga ialah:
a. Perempuan yang menjaga dirinya dari berbuat haram
lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.
b. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar
serta menerima dengan senang hati keadaan serba
kurang (dalam kehidupannya) bersama suaminya.
c. Perempuan yang bersifat pemalu dan jika suaminya
datang maka ia mengekang mulutnya dari perkataan yang
tidak layak kepadanya.
d. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan
mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia
mengekang dininya hanya untuk mengurus anak-anaknya
dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan
baik kepada mereka dan tidak bersedia menikah karena
kuatir putera puterinya akan tersia-sia. (Kalau ada
jaminan putera-puterinya tidak akan disia-siakan
barulah ia mau menikah).
Dan empat golongan wanita yang berada dalam Neraka
ialah:
a. Wanita yang jelek (kotor) mulutnya terhadap
suaminya. Jika suaminya pergi, ia tidak menjaga
dirinya dan jika suaminya datang ia memakinya
(memarahinya),

b. Wanita yang memaksa suaminya untuk memberi apa


yang dia tidak mampu.
c. Wanita yang tidak menutupi dirinya dari kaum lakilaki dan keluar rumah dengan menampakkan perhiasannya
dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik
perhatian kaum laki-laki).
d. Wanita yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali
makan, minum dan tidur dan ia tidak sanggup berbakti
kepada Allah dan tidak sanggup berbakti kepada RasulNya dan tidak sanggup berbakti kepada suaminya.

41. Rasulullah SAW bersabda:


Wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya,
pada hari Kiamat nanti Allah jadikan lidahnya
sepanjang 70 hasta kemudian diikat ke belakang
tengkuknya.
42. Rasulullah SAW bersabda:
Aku berdiri di atas surga, kebanyakan orang yang
masuk ke masuk ke dalamnya ialah golongan miskin,
manakala orang-orang kaya tertahan di luar pintu
surga karena dihisab. Selain dari itu ahli Neraka
diperintahkan masuk ke dalam Neraka dan aku telah
berdiri di atas pintu Neraka, aku lihat kebanyakan
orang yang masuk ke dalamnya ialah wanita.( Riwayat
Imam Bukhari dan Usamah bin Lad r.a)

43. Rasulullah SAW juga bersabda: Aku lihat api


Neraka, tidak pernah aku melihatnya seperti hari ini,
karena ada pemandangan yang dahsyat di dalamnya.
Telah aku saksikan kebanyakan ahli Neraka ialah
wanita. Baginda ditanya, Mengapa begitu, ya
Rasulullah? Rasulullah menjawab: Wanita
mengkufurkan suaminya dan mengkufurkan ihsannya. Jika
engkau berbuat baik kepadanya seberapa banyak pun dia
masih belum merasa puas hati dan cukup. (Riwayat
Imam Bukhari)

44. Sabda Nabi SAW: Kebanyakan ahli Neraka adalah


terdiri dari kaum wanita. Maka menangislah mereka
dan bertanya salah seorang daripada mereka, Mengapa
terjadi demikian, apakah karena mereka berzina atau
membunuh anak atau kafir? Jawab Nabi, Tidak, mereka
ini ialah mereka yang tidak bersyukur akan nikmat
suaminya, sesungguhnya tiap-tiap seorang kamu adalah
dalam nikmat suaminya.

52. Sabda Rasulullah SAW:


Keadaan wanita sepuluh kali ganda seorang laki-laki
di dalam Neraka dan dua kali ganda seorang laki-laki
di dalarn surga.

53. Suatu hari Rasulullah SAW datang melawat anaknya


Fatimah ra dan didapatinya sedang menangis. Maka
bertanyalah Rasulullah
SAW: Apakah yang membuat engkau menangis, wahai
Fatimah?
Fatimah menjawab, Wahai ayahku, aku menangis
disebabkan oleh keletihan yang tidak terkira ketika
mengisar tepung dan menyediakan keperluan rumah.
Sekiranya ayahanda menyuruh Imam Ali membeli seorang
wanita suruhan, itu akan menjadi pemberian yang besar
bagiku.
Mendengar kata-kata itu, hati Rasulullah teriris
hingga berlinang air mata baginda. Lalu baginda pun
duduk berhampiran alat pengisar kemudian mengambil
segenggam gandum dan melafazkan
Ketika Rasulullah memasukkan gandum tersebut ke dalam
alat pengisar maka bergeraklah alat itu dengan
sendirinya sambil alat itu memuji Allah dalam bahasa
yang amat indah dan suara yang amat merdu sehingga
semuanya dikisar. Lalu Baginda pun berkata,
Berhentilah kamu wahai alat pengisar Ketika itu
Allah telah menjadikan alat itu dapat berkata-kata.
Demi Allah yang mengantarmu dengan kebenaran sebagai
seorang Rasul dan dengan berita sebagai orang yang
diamanahkan. Aku tidak akan berhenti sebelum kau
memberi jaminan dari Allah untuk menempatkan aku di
dalam surga dan menjauhkan aku dari api Neraka.
Berkata Rasulullah SAW: Kau adalah batu, namun kau

takut pada api Neraka Alat pengisar menjawab, Wahai


Rasulullah, aku telah mendengar kata-kata ini dari Al
Quran: Wahai orang yang beriman, jauhkanlah dirimu
dan ahli keluargamu dari api Neraka yang pembakarnya
terdiri dari manusia dari batu-batu, penjaganya
malaikat-malaikat yang kasar dan keras, tidak
mendurhakai terhadap apa yang diperintahkan Allah
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan.
Maka Rasulullah pun mendoakan untuk keselamatan batu
itu. Selesai berdoa turunlah malaikat Jibril a.s dan
berkata: Wahai Muhammad, Tuhan yang untuknya segala
pujian dan yang Maha Tinggi, mengirim salam dan
penghormatan dan berpesan kepada engkau, beritahu
batu itu berita gembira bahwa Allah telah
menganugerahkan pada batu itu keselamatan dari api
neraka dan
meletakkannya di antara batu-batu surga di dalam
mahligai Fatimah di mana ia akan bercahaya bagaikan
matahari di alam ini.
Lalu disampaikan berita itu. Baginda memandang kepada
Fatimah lalu bersabda: Wahai anakku Fatimah,
sekiranya begitu kehendak Allah, pengisar ini akan
bekerja setiap hari tetapi Allah ingin mencatatkan
untukmu perbuatan baik dan meninggikan derajatmu
karena tanggung jawabmu yang berat itu.
Wahai anakku Fatimah, untuk setiap wanita yang
mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan

membina tujuh parit di antara dirinya dengan api


Neraka, jarak di antara parit itu ialah sejauh langit
dan bumi.
Wahai anakku Fatimah, bagi setiap wanita yang
memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya
perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat dan
memadamkan seratus perbuatan jahat. Wahai Fatimah,
untuk setiap wanita yang menganyam benang yang
dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khusus
untuknya di atas takhta di hari Akhirat. Wahai
Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang dan
kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah
akan mencatatkan baginya pahala sama seperti orang
yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan
memberi pakaian kepada seribu orang yang tidak
berpakaian. Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang
meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci
pakaian-pakaian mereka dan mencuci akan diri anaknya
itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik
sebanyak helai rambut mereka dan memadamkan sebanyak
itu pula pekerjaan yang jahat dan menjadikan dinnya
kelihatan berseri di mata orang-orang yang
memperhatikan. (Riwayat Abu Hurairah)

54. Asma binti Khanyah Fazari diriwayatkan telah


berkata pada puterinya pada hari pernikahan anaknya
itu: Hai anakku, kini engkau akan keluar dari sarang

di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke


sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenali.
Itulah suamimu. Jadilah engkau tanah bagi suamimu
(taat perintahnya) dan dia akan menjadi langit bagimu
(tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai
supaya dia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau
bebani dia dengan berbagai-bagai kesukaran karena itu
akan memungkinkan dia meninggalkamu. Kalau dia
mendekatimu, dekatilah dia dan jika dia menjauhimu
maka jauhilah dia dengan baik. Peliharalah benarbenar suamimu itu akan hidungnya, pendengarannya,
matanya dan lain-lain. Janganlah biarkan suamimu itu
mencium sesuatu darimu melainkan yang harum, Jangan
pula dia mendengar melainkan yang enak dan janganlah
dia melihat melainkan yang indah saja pada dirimu.

Bila isteri lebih masyhur dari suaminya, suami rasa


bertuah dalam derita, kalau suami lebih masyhur dari
isterinya, isteri rasa bertuah dalam kebanggaan.
Sumber :
http://insanbiasayglemah.blogspot.co.id/2012/05/wasia
t-rasulullah-untuk-kaum-wanita.html

Romantika Ali Bin Abi Thalib & Fatimah Azzahra


Salman Al Farisi meriwayatkan, bahwa suatu ketika
Fatimah ra. berkunjung kepada Rasulullah. Ketika

Rasulullah SAW melihatnya, kedua mata Fatimah


mencucurkan air mata dan roman mukanya berubah.
Kemudian Nabi SAW bertanya : Mengapa engkau hai
anakku? Fatimah ra. menjawab : Wahai Ayahku, tadi
malam aku dan Ali bergurau, dan timbul percakapan
yang menyebabkan dia marah kepadaku, karena kata-kata
yang terlontar dari mulutku. Ketika aku melihat bahwa
Ia marah, aku menyesal dan merasa susah, kemudian aku
berkata kepadanya :
Wahai kekasihku, kesayanganku, relakanlah akan
kesalahanku, seraya aku mengelilinginya dan merayunya
sebanyak tujuh puluh dua kali, sehingga dia menjadi
rela dan tertawa kepadaku dengan segala kerelaannya,
meskipun demikian saya tetap merasa takut kepada
Tuhanku
Rasullullah bersabda kepada Fatimah ra Hai anakku ,
demi Dzat yang telah mengutusku sebagai Nabi dengan
dien yang benar, sesungguhnya jika sekiranya engkau
mati sebelum Ali rela kepadamu, maka aku tidak akan
menshalati mayatmu. Kemudian beliau bersabda lagi :
wahai anakku tidakkah engkau mengetahui bahwa
kerelaan seorang suami itu merupakan kerelaan Allah
dan kemarahan seorang suami itu juga merupakan murka
Allah. Wahai anakku, seorang wanita yang beribadah
betul-betul seperti ibadahnya Maryam putri Imran,
lalu suaminya tidak rela kepadanya, maka Allah tidak
akan menerima (ibadahnya). Wahai anakku amal yang
paling utama bagi para wanita ialah ketaatan kepada

suaminya dan sesudah itu tidak ada lagi amal yang


paling utama daripada bercumbu (dengan suami). Wahai
anakku, duduk satu jam dalam bercumbu dengan suami,
lebih baik bagi mereka daripada ibadah satu tahun,
dan dicatat tiap-tiap pakaian yang dikenakan pada
waktu bercumbu, seperti pahalanya seorang mati
syahid. wahai anakku, sesungguhnya seorang wanita
jika bercumbu sehingga memakaikan pakaian untuk suami
dan anak-anaknya, maka sudah pasti baginya syurga dan
Allah memberikan kepadanya tiap-tiap yang dikenakan
dari beraneka pakaian dan sebuah kota di surga.
Subhanallah..Allahu Akbar..

Kisah cinta Ali bin Abi thalib dan Fathimah Azzahra


adalah salah kisah cinta yang penuh romantika dan
keberkahan dari Allah. Bahkan Rasulullah pernah
bersabda Allah menyuruh menikahkan Fatimah dengan
Ali (Diriwayatkan oleh Thabrani).

Sosok Ali adalah lelaki sebenarnya, sifat baiknya


melebihi matahari waktu dhuha. Menyibak semua
masalah. Istananya hanya gubuk tua. Pedang berkilau
harta kekayaannya. Begitulah seorang pujangga
menggambarkan sosok Ali dalam syairnya.

Sementara Fatimah Azzahra adalah teladan bagi wanita.


Ayahnya adalah manusia terbaik yang diciptakan Allah
sebagai rahmat bagi alam semesta, dan Ibunya adalah
sebaik-baik wanita..Setiap langkahnya selalu
memancarkan cahaya.

Saat meminang Fatimah, Ali menjual sebagian barang


miliknya, termasuk rompi perang. Inilah yang menjadi
mas kawin Ali kepada Fatimah. Semuanya bernilai 480
dirham. Dari jumlah itu, Rasulullah menyuruh
menggunakan 2/3 nya untuk membeli wangi-wangian dan
1/3 nya untuk membeli pakaian.

Kehidupan rumah tangga mereka sangat sederhana.


Sebuah rumah tanpa perabotan apapun. Hanya beralas
tidur kulit domba, satu bantal berisi serabut korma.
Bahkan fatimah pernah menggadaikan kerudungnya kepada
seorang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah
tangganya. Namun Maha Suci Allah yang telah menjaga
kebersihan rumah tangga Fatimah secara fisik dan
ruhani.

Ali ra. berkata, Aku menikah dengan fatimah. Kami


tidak memiliki alas tidur kecuali selembar kulit
domba. Malam hari kami pergunakan sebagai alas tidur
dan siang harinya kami jemur. Kami tidak memiliki
pembantu, pekerjaan rumah tangga ditangani oleh

fatimah. ketika fatimah pindah kerumahku, Rasulullah


membawakan selimut, bantal kulit berisi serabut
kurma, dua gilingan tepung, satu gelas, dan kantong
susu. Saking seringnya menggiling tepung, sampai
berbekas pada tangan Fatimah, dan saking seringnya
membersihkan rumah sehingga pakaiannya penuh debu,
dan saking seringnya menyalakan tungku sampai
pakaiannya penuh arang (dikutip dari 35 Shiroh
Shahabiyah, Mahmud Al-Mishri)

Rasulullah SAW memberikan perhatian yang tinggi agar


setiap istri berkhidmat kepada suaminya, seperti
nasihat beliau kepada Fatimah. Beliau bersabda :

Wahai Fatimah, wanita yang membuat tepung untuk


suami dan anak-anaknya, Allah pasti menetapkan pada
saat setiap biji tepung itu, kebaikan, menghapus
kejelekannya dan meningkatkan derajatnya

Wahai Fatimah, yang lebih utama dari seluruh


keutamaan yang di sebutkan di atas adalah keridhaan
suami atas istrinya. Andaikan suamimu tidak
meridhoimu, maka aku tidak akan mendoakanmu.
Ketahuilah wahai fatimah bahwa kemurkaan suami adalah
kemurkaan Allah Taala.

Wahai Fatimah, tidaklah wanita berkhidmat melayani


suaminya sehari semalam dengan rasa suka dan penuh
keikhlasan serta niat yang benar, melainkan Allah
mengampuni dosa-dosanya dan memakaikan kepadanya pada
hari kiamat dengan pakaian yang hijau gemerlap, dan
menetapkan baginya setiap rambut di tubuhnya seribu
kebaikan, dan Allah memberinya pahala seratus ibadah
haji dan umrah.

Wahai Fatimah tidaklah wanita yang tersenyum kepada


suaminya, melainkan Allah akan memandangnya dengan
pandangan kasih sayang.

Wahai Fatimah, tidaklah wanita yang membentangkan


tempat tidur untuk suaminya dengan senang hati,
melainkan malaikat pemanggil dari langit akan
menyerunya untuk menghadapi amalnya dan Allah
mengampuni dosanya yang sudah lalu dan akan datang

Wahai Fatimah, tidaklah seorang wanita yang


meminyaki rambut serta janggut suaminya, dan mencukur
kumisnya dan memotong kukunya, melainkan Allah
memberikan kepadanya arak yang masih tertutup, murni
dan belum terbuka dari sungai-sungai dalam surga
Allah. Allah akan mempermudah sakaratul mautnya,
kuburnya akan ditemui sebagai taman-taman surga. Dan

Allah menetapkan baginya bebas dari neraka dan dapat


melewati shirat.

Ibnu Masud ra, berkata, Nabi SAW bersabda :


Apabila seorang perempuan mencucikan pakaian
suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan
dan mengampuni kesalahannya bahkan segala sesuatu
yang disinari oleh matahari memintakan ampunan
baginya,serta Allah mengangkat 1000 derajat baginya
Subhanallah..Allahu Akbar..
Kabar gembira bagi seorang Maratusshalihah,telah
dijanjikan baginya syurga..

SEJARAH SITI MARYAM ALAIHA SALAAM


Agu
12
by allaboutemzyah

Allah berfirman dalam Alquran dalam Surat Al Ikhlas


dengan menyebut nama Allah yg
maha pengasih lg maha penyayang.
. katakanlah (hai Muhammad) Allah itu
ESA.
. Allah tempat bergantung.
. Allah tidak beranak dan tidak
diPERANAKAN
Dn tidak ada yang menyerupai
selain Allah yang ESA.

ikhwan wal akhwat fiillah


dalam sejarah nabi Isa AS, bahwa Nabi Isa dilahirkan
Oleh sorang wawnita yg sanagat solehah bernama SITI
MARYAM tanpa melalui proses kemanusiaan Siti Maryam
mengandung seorang bayi laki laki,

kembali ke sejarah Siti Maryam, ayah dari Siti Maryam


bernama IMRAN, dan ibunda dari Siti maryam bernama
HANNAH binti FAQUDZ,
Hannah adalah seorang wanita yang sudah lama sekali
tidak mempunyai anak, pada suatu hari ia bermimpi
dalam mimpinya Hannah melihat seekor burung yang
memberi makan anaknya dengan meletakan makanan tsb
kepada seorang anak kecil. Dari sebab itulah ia
berkeinginan sekali untuk mempunyai anak, dengan
demikian Hannah dan Suaminya Imran memunajat kepada
Allah untuk dikaruniai seorang anak laki laki dan
bernadzar apabila saya mempunyai anak laki laki,
saya akan biarkan ia untuk terus beribadah dan
mengurusi BAITUL MAQDIS (Palestina). tatkala tiba
waktunya untuk proses persalinan dari Ibunda Siti
Maryam, lahir lah cabang bayi yang ternyata yg
dilahirkan tersebut bayi perempuan, Ayahanda Imran
terlihat sangat murung dan bersedih hati seraya
berkata dalam hatinya

ya Allah Istriku melahirkan seorang bayi perempuan,


dan engkau lebih mengetahui tetang keadaan seorang
perempuan. akan teteapi, aku yakin Allah menciptakan
makhlukNYA mempunyai tujuan sendiri.

setelah itu Hannad memunajat kepada Allah SWT untuk


memintakan perlindungan untuk putrinya dari gangguan
syaitan yg terkutuk dan memberi nama SITI MARYAM.

karna sudah nadzar dalam dirinya untuk ditempatkan di


baitul maqdis, maka bayi perempuan tsb diberi nama
SITI MARYAM, dan tetap dititipkan di BAITUL MAQDIS,
untuk beribadah dan mengurusi Baitul Maqdis, dan di
Baitul Maqdis Siti Maryam diasung oleh seorang
Rosulullah yang bernama Zakariya, Zakariya adalah
suami dari bibi Siti Maryam dan ada yang mengatakan
bahwa Zakariya adalah suami saudara perempuan dari
ibunya Maryam sebagaimana hal ini di sebutkan dalam
satu riwayat yang sahih Yahya dan Isa adalah dua anak
dari dua Saudara. HR Bukhari dalam kitab Manaqib.

siti maryam seorang wanita solehah sesuai dengan


nadzar ayah nya Imran maryam terus beribadah kepada
Allah
SWT, suatu hari Nabi Zakariya tidak sengaja menemukan
buah buahan di dalam kamar Maryam, dimana buah buahan
tsb yang seharus nya berbuah di musim panas tapi buah
yang di musim dingin ada dalam kamar Siti Maryam,
bgitu juga seblaik nya buah buahan yang berbuah di
musim panas malah ada pada musim dingin di kamar Siti
Maryam. dan dengan kejadian aneh tsb Zakariya
bertanya kepada Siti Maryam

Dari mana engkau dapati buah-buahan ini?

Maryam menjawab,

Dari ALLAH. Kerana bahawasanya ALLAH memberikan


rezeki kepada orang yang dikehendaki-NYA dengan tanpa
hisab (hitungan).
firman Allah dl surat Ali Imran ayat 33 -37


33

Sesungguhnya Allah telah memilih Nabi Adam, dan Nabi


Nuh, dan juga keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga
Imran, melebihi segala umat (yang ada pada zaman
mereka masing-masing).

34

(Mereka kembang biak sebagai) satu keturunan (zuriat)


yang setengahnya berasal dari setengahnya yang lain.
Dan (ingatlah), Allah sentiasa Mendengar, lagi
sentiasa Mengetahui.


35

(Ingatlah) ketika isteri Imran berkata: Tuhanku!


Sesungguhnya aku nazarkan kepadaMu anak yang ada
dalam kandunganku sebagai seorang yang bebas (dari
segala urusan dunia untuk berkhidmat kepadaMu sematamata), maka terimalah nazarku; sesungguhnya Engkaulah
Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui.



36

Maka apabila ia melahirkannya, berkatalah ia: Wahai


Tuhanku! Sesungguhnya aku telah melahirkan seorang
anak perempuan (sedang yang aku harap-harapkan ialah
anak lelaki), dan Allah memang mengetahui akan apa
yang dilahirkannya itu dan memanglah tidak sama
anak lelaki dengan anak perempuan; dan bahawasanya
aku telah menamakannya Maryam, dan aku melindungi dia
dengan peliharaanMu, demikian juga zuriat
keturunannya, dari godaan syaitan yang kena rejam
(yang dikutuk dan disingkirkan).




37

Maka ia (Maryam yang dinazarkan oleh ibunya) diterima


oleh Tuhannya dengan penerimaan yang baik, dan
dibesarkannya dengan didikan yang baik, serta
diserahkannya untuk dipelihara oleh Nabi Zakaria.
Tiap-tiap kali Nabi Zakaria masuk untuk menemui
Maryam di Mihrab, ia dapati rezeki (buah-buahanan
yang luar biasa) di sisinya. Nabi Zakaria bertanya:
Wahai Maryam dari mana engkau dapati (buah-buahan)
ini? Maryam menjawab; Ialah dari Allah,
sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada sesiapa
yang dikehendakiNya dengan tidak dikira.

Ketika Zakariya melihat Maryam dan segala kebaikan


dan ketaqwaan dan bahawasanya ALLAH memberikan rezeki

kepadanya dengan rezeki yang baik dan bahkan sampai


di luar kewajaran, maka sekarang Zakariya mempunyai
hasrat dan keinginan untuk mendapatkan rahmat dan
kemuliaan ALLAH yaitu agar ALLAH memberikan rezeki
kepadanya berupa anak. Meski dia adalah seorang yang
sudah tua sedang isterinya adalah seorang wanita yang
mandul.

Zakariya tidak pernah menyerah dan berputus asa untuk


meminta rahmat dan keagungan ALLAH. Dia selalu berdoa
kepada Tuhannya untuk diberikan keturunan. Dia
bermunajat kepada ALLAH dan suara lirih berdoa kepada
ALLAH sebagaimana disebutkan dalam firman ALLAH,

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya


berkata.

38

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang


anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar
doa.

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang


dia berdiri melakukan sholat mihrab, (katanya),


39

Lalu ia diseru oleh malaikat sedang ia berdiri


sembahyang di Mihrab, (katanya): Bahawasanya Allah
memberi khabar yang mengembirakanmu, dengan
(mengurniakanmu seorang anak lelaki bernama) Yahya,
yang akan beriman kepada Kalimah dari Allah, dan akan
menjadi ketua, dan juga akan menahan diri dari nikah
dan akan menjadi seorang Nabi dari orang-orang yang
soleh.

ALLAH mengabulkan doa Zakariya ini dan


menganugerahinya seorang anak yang kelak akan menjadi
Nabi iaitu Yahya Alayhissallam.

Mari kita lanjutkan kisah Maryam. ALLAH berfirman,

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata,


42

Dan (ingatlah wahai Muhammad) ketika malaikat


berkata: Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah
memilihmu, dan mensucikanmu, dan telah memilihmu
(mendapatkan kemuliaan) melebihi perempuan-perempuan
seluruh alam (yang sezaman denganmu).

43 .

Wahai Maryam! Taatlah kepada Tuhanmu, dan sujudlah


serta rukuklah (mengerjakan sholat) bersama-sama
orang-orang yang rukuk .

Kisah Siti Maryam Binti Imran


Posted at Juli 1st, 2015 | Categorised in Kisah Nabi
dan Rasul, Wanita Solehah
kisah-siti-maryam-binti-imran
Kisah Siti Maryam Binti Imran Siti Maryam adalah
wanita terbaik sepanjang masa. Wanita terbaik dalam
kurun sejarah wanita, dari mulai Siti Hawa sampai
nanti wanita terakhir. Banyak wanita mencari idola
dan suri teladan. Namun mereka tidak tahu siapa
kiranya yang pantas diteladani. Ada yang punya idola,
tapi terkadang wanita yang diidolakan hanya wanita
cantik yang tidak berakhlak dan tidak beriman kepada
Allah SWT. Apakah wanita muslimah tahu tentang Siti
Maryam? Tahukah wanita muslimah bahwa Allah telah
memujinya sebagai wanita paling mulia dalam peradaban
manusia.

Allah berfirmam dalam QS Ali Imran ayat 42:


Artinya: Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril)
berkata: Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah
memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu
atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan
kamu).

Siti Maryam adalah pemuka kaum wanita di surga. Dari


Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah bersabda:

Artinya: Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam


binti Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah
binti Khuwailid, dan Asiyah. (HR. Hakim 4853).

Siti Maryam adalah anak tunggal dari Imran (Heli


dalam versi Kristian) seorang tokoh dari Ulama Bani
Israel. Ibunya saudara ipar Nabi Zakaria a.s. adalah
seorang perempuan yang mandul yang sejak bersuamikan
Imran belum merasa berbahagia jika belum memperoleh
anak. Ia merasa hidup tanpa anak adalah sunyi dan
membosankan. Ia sangat mendambakan keturunan untuk
menjadi pengikat yang kuat dalam kehidupan bersuamiisteri, penglipur duka dan pembawa suka di dalam
kehidupan keluarga. Ia sangat menginginkan keturunan
sehingga bila ia melihat seorang ibu menggandung
bayinya atau burung memberi makan kepada anaknya, ia
merasa iri hati dan terus menjadikan kenangan yang
tak kunjung lepas dari ingatannya.

Tahun demi tahun berlalu, usia makin hari makin


lanjut, namun keinginan tetap tinggal keinginan dan

idam-idaman tetap tidak menjelma menjadi kenyataan.


Berbagai cara dicobanya dan berbagai nasehat dan
petunjuk orang dilakukannya, namun belum juga membawa
hasil. Dan setelah segala daya upaya yang bersumber
dari kepandaian dan kekuasaan manusia tidak membawa
buah yang diharapkan, sadarlah isteri Imran bahwa
hanya Allah tempat satu-satunya yang berkuasa
memenuhi keinginannya dan sanggup mengurniainya
dengan seorang anak yang didambakan walaupun
rambutnya sudah beruban dan usianya sudah lanjut.
Maka ia bertekad membulatkan harapannya hanya kepada
Allah bersujud siang dan malam dengan penuh khusyuk
dan kerendahan hati bernadzar dan berjanji kepada
Allah bila permohonannya dikalbulkan, akan
menyerahkan dan menghibahkan anaknya ke Baitul Maqdis
untuk menjadi pelayan, penjaga dan memelihara Rumah
Suci (Bait Allah).

Harapan isteri Imran yang dipanjatkan kepada Allah


tidaklah sia-sia. Allah telah menerima permohonannya
dan mengabulkan doanya sesuai dengan apa yang telah
disuratkan dalam takdir-Nya. Maka tanda-tanda
permulaan kehamilan yang dirasakan oleh setiap
perempuan yang mengandung tampak pada isteri Imran
yang lama kelamaan merasa gerakan janin di dalam
perutnya yang makin membesar. Alangkah bahagia si
isteri yang sedang hamil itu, bahawa apa yang diidamidamkanannya itu akan menjadi kenyataan dan kesunyian
rumah tangganya akan hilang bila bayi yang
dikandungkan itu lahir. Ia bersama suami mulai
merencanakan apa yang akan diberikan kepada bayi yang
akan lahir itu. Jika mereka sedang duduk berduaan
tidak ada yang diperbincangkan selain soal bayi yang
akan dilahirkan. Suasana suram sedih yang selalu
meliputi rumah tangga Imran berbalik menjadi riang
gembira, wajah sepasang suami isteri Imran menjadi
berseri-seri tanda suka cita dan bahagia dan rasa

putus asa yang mencekam hati mereka berdua berbalik


menjadi rasa penuh harapan akan hari kemudian yang
baik dan cemerlang.

Seperti yang tertera di dalam firman Allah SWT QS.


Ali Imran: 35;
Artinya: (Ingatlah), ketika isteri Imran berkata:
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada
Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang
saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu
terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Akan tetapi seperti kata pepatah: Manusia yang


berencana, Tuhan yang menentukan. Imran yang sangat
dicintai dan sayangi oleh isterinya dan diharapkan
akan menerima putera pertamanya serta mendampinginya
dikala ia melahirkan, tiba-tiba direnggut nyawanya
oleh Malaikat Izrail (Malaikat Maut) dan meninggallah
isterinya seorang diri dalam keadaan hamil tua, pada
saat mana biasanya rasa cinta kasih sayang antara
suami isteri menjadi makin mesra. Rasa sedih kerana
ditinggalkan oleh suami yang disayangi selamanya,
bercampur dengan rasa sakit dan letih yang didahului
kelahiran si bayi, menimpa isteri Imran di saat-saat
dekatnya masa melahirkan. Maka setelah segala
persiapan untuk menyambut kedatangan bayi telah
dilakukan dengan sempurna lahirlah ia dari kandungan
ibunya yang malang menghirup udara bebas. Ibu Maryam
berdoa agar anaknya tidak diganggu oleh setan.
Sehingga saat Maryam dilahirkan, setan tidak
diperkenankan untuk mengganggunya. Seperti sabda
Rasullullah SAW;

Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia


dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena
disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya. (HR.
Bukhari 4548 dan Muslim 2366).

Agak kecewalah si ibu janda Imran setelah mengetahui


bahawa bayi yang lahir itu adalah seorang puteri
sedangkan ia menanti seorang putera yang telah
dijanjikan dan bernadzar untuk dihibahkan kepada
Baitulmaqdis. Dengan nada kecewa dan suara sedih
berucaplah ia seraya menghadapkan wajahnya ke atas:
Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan seorang puteri,
sedangkan aku bernadzar akan menyerahkan seorang
putera yang lebih layak menjadi pelayan dan pengurus
Baitulmaqdis. Allah akan mendidik puterinya Siti
Maryam dengan pendidikan yang baik dan akan
menjadikan Zakaria (iparnya dan bapa saudara Maryam)
sebagai pengawas dan pengasuhnya.

Kisah Maryam dihantar ke Baitul Maqdis


Pada suatu malam yang sunyi, Maryam dibawa ke Baitul
Maqdis oleh ibunya, Hannah. Aku serahkan anakku ini
kepada tuannya. Sebelum ini aku sudah bernazar untuk
menyerahkan anakku menjadi hamba abdi di rumah suci
ini, kata Hannah kepada pendeta-pendeta di situ.

Baiklah, kami akan menjaga anakmu ini, balas


pendeta-pendeta tersebut.

Setelah Hannah pulang, tinggallah Maryam di tempat


suci itu. Ramai pendeta berebut untuk memelihara
Maryam. Pelbagai alasan diberi mereka agar dapat
mengasuh Maryam. Pendeta yang paling tegas sekali

ialah Nabi Zakaria a.s.. Baginda menyatakan bahawa


baginda mempunyai hubungan kekeluargaan dengan
keluarga Imran, yaitu keluarga Maryam. Semua pendeta
tidak mahu mengalah. Mereka sepakat membuang pensil
masing-masing ke dalam sungai. Pensil siapa yang
tidak tenggelam, maka dialah yang berhak menjaga
Maryam. Hanya pensil Nabi Zakaria sahaja yang tidak
tenggelam. Maka Maryam pun diserahkan kepada Nabi
Zakaria. Nabi Zakaria memelihara Maryam dengan penuh
kasih sayang dan dijaga seperti anaknya sendiri.

Rasa cinta dan kasih sayang Zakaria terhadap Maryam


sebagai anak saudara isterinya yang ditinggalkan
ayahnya meningkat menjadi rasa hormat dan takzim
tatkala terjadi suatu peristiwa yang menandakan
bahawa Maryam bukanlah gadis biasa sebagaimana gadisgadis yang lain, tetapi ia adalah wanita pilihan
Allah untuk suatu kedudukan dan peranan besar di
kemudian hari.

Pada suatu hari tatkala Zakaria datang sebagaimana


biasa, mengunjungi Maryam, ia mendapatinya lagi
berada di mihrabnya tenggelam dalam ibadah berzikir
dan bersujud kepada Allah. Ia terperanjat ketika
pandangan matanya menangkap hidangan makanan berupa
buah-buahan musim panas terletak di depan Maryam yang
lagi bersujud. Ia lalu bertanya dalam hatinya, dari
manakah gerangan buah-buahan itu datang, padahal
mereka masih lagi berada pada musim dingin dan setahu
Zakaria tidak seorang pun selain dari dirinya yang
datang mengunjungi Maryam. Maka ditegurlah Maryam
tatkala setelah selesai ia bersujud dan mengangkat
kepala: Wahai Maryam, dari manakah engkau
memperolehi rezeki ini, padahal tidak seorang pun
mengunjungimu dan tidak pula engkau pernah
meninggalkan mihrabmu? Selain itu buah-buahan ini

adalah buah-buahan musim panas yang tidak dapat


dibeli di pasar dalam musim dingin ini. Maryam
menjawab: Inilah peberian Allah kepadaku tanpa aku
berusaha atau minta. Dan mengapa engkau merasa hairan
dan takjub? Bukankah Allah Yang Maha Berkuasa
memberikan rezekinya kepada sesiapa yang Dia
kehendaki dalam bilangan yang tidak ternilai
besarnya? Demikianlah Allah telah memberikan tanda
pertamanya sebagai mukjizat bagi Maryam, gadis suci,
yang dipersiapkan oleh-Nya untuk melahirkan seorang
Nabi Besar yang bernama Isa Al-Masih ibn Maryam
sebuah nama yang indah yang diberi oleh Allah.

Melihat kepada keperibadian Maryam yang mulia itu,


Nabi Zakaria berharap agar dirinya juga dikurniakan
cahaya mata, dan Allah telah mengkabulkan doa Nabi
Zakaria. Isteri Nabi Zakaria yang sudah tua itu pun
mengandung. Nabi Zakaria sungguh gembira apabila
dikurniakan seorang anak lelaki. Anak itu diberi nama
Yahya. Yahya adalah salah seorang nabi Allah.

Maryam terus membesar menjadi seorang wanita soleh


yang amat dihormati. Beliau amat suci dan menjadi
contoh kepada semua orang lain. Maryam juga merupakan
seorang perempuan yang sangat mulia. Beliau amat taat
dalam melaksanakan perintah Allah dan sentiasa
menjauhi perbuatan maksiat dan dosa. Setiap hari yang
dilaluinya dihabiskan untuk beribadat kepada Allah.
Sebagai memenuhi syarat ibu Maryam serta menunaikan
nazar ketika beliau mengandungkan Maryam dahulu,
Maryam diletakkan di sebuah biara di dalam Masjid alAqsa. Di sanalah beliau menumpukan ibadah kepada
Allah SWT.

Siti Maryam adalah Wanita Shalehah Yang Menjauhi


Gangguan Laki-Laki
Kesucian beliau terpelihara kerana beliau tidak
pernah keluar dari biliknya apatah lagi untuk dilihat
dan disentuh oleh mana-mana lelaki. Allah memuji
Maryam dengan wanita yang benar. Allah Taala
berfirman,

Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul


yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa
rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar (QS.
Al-Maidah: 75).

Maryam sangat menjaga kesucian dirinya. Ia tidak


sembarangan berdekatan dengan laki-laki yang bukan
mahramnya. Ia tidak menggoda laki-laki dan juga
menjauhi godaan mereka. Apakah wanita tergoda dengan
laki-laki? Ya, karena secara naluri, wanita pun
memiliki ketertarikan kepada laki-laki. Dan wanita
yang baik adalah yang menjaga diri untuk membuat
laki-laki tergoda dan menjaga diri dari godaan lakilaki.

Pernah suatu ketika Jibril datang kepada Maryam.


Datang dalam fisik laki-laki yang sempurna. Namun
Maryam tetap menjaga dirinya. Allah Taala berfirman,
Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari
mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril)
kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam
bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata:
Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan
Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.
(QS. Maryam: 17-18).

Melihat laki-laki yang sangat sempurna ketampanannya,


Maryam tidak terkecoh dengan merendahkan dirinya
mencoba menarik perhatian laki-laki tersebut. Ia
malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki
tersebut menjauh. Hingga akhirnya Jibril mengatakan,

Ia (jibril) berkata: Sesungguhnya aku ini hanyalah


seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak
laki-laki yang suci. (QS. Maryam: 19).

Barulah Maryam tahu bahwa laki-laki tersebut tidak


bermaksud menggoda dan mengganggunya. Dan ia juga
bisa menjaga diri darinya. Ternyata ia adalah
malaikat yang Allah utus untuk menemuinya.

House_of_the-virgin-mary
Tempat Persemadian Jenazah Maryam Binti Imran (Virgin
Mary)
Berdekatan dengan Gunung Pion (Mount of Pion) di
Efesus, Turki (Ephesus, Turkey),disana juga
terletaknya sebuah gunung yang tinggi disebut Gunung
Koressos (bahasa Inggeris: Mount of Koressos) (bahasa
Turki: Bulbul Dagi).Tingginya gunung itu adalah lebih
kurang 420 meter dari permukaan laut. Di atasnya
dikatakan terdapat sebuah biara kecil yang bermihrab
dan atapnya berkubah dikatakan tempat terakhir bagi
Siti Maryam binti Imran (Mary) beribadah dan
bertahannuth kepada Allah selepas anaknya Nabi Isa
Al-Masih diangkat oleh Allah ke langit. Jenazah
beliau juga dikatakan telah dimakamkan didalam biara
tersebut di tempat sujudnya dibawah mihrabnya. Setiap
tahun dikatakan banyak pejiarah yang kebanyakannya

terdiri dari pada penganut yang beragama Islam dan


Kristian, mereka mendaki gunung tinggi ini sematamata untuk berziarah dan berdoa kepada Allah untuk
mengharapkan kesejahteraan Maryam, khususnya pada
tanggal 15 Agustus setiap tahun dikatakan tanggal
wafatnya Siti Maryam. (Wallahu alam)

Hikmah
Hendaknya wanita muslimah menjadikan Siti Maryam
sebagai salah satu teladannya. Janganlah menjadikan
orang-orang yang di bawah beliau sebagai teladan.
Apalagi dari kalangan non Islam. Agama kita yang
mulia banyak melahirkan sosok-sosok wanita tangguh.
Mereka hebat dalam menjalani kehidupan dunia,
memiliki cita-cita tinggi di akhirat, dan taat kepada
Rabb mereka, Allah .
Sudah seharusnya wanita muslimah menjaga diri dari
laki-laki. Karena itulah kemuliaan. Jangan tertipu
dengan ungkapan bahwa kehebatan wanita itu karena
mampu menaklukkan laki-laki dengan rayuan. Parameter
wanita muslimah bukanlah Cleopatra yang mampu
menaklukkan para pembesar dunia dengan tipu dayanya.

Contohlah Siti Maryam, terutama zaman ini interaksi


laki-laki dan perempuan hampir tak ada batas. Maryam
yang sudah Allah sebut langsung sebagai wanita yang
terpilih, wanita baik-baik, wanita yang disucikan,
namun masih enggan berdekatan dengan laki-laki karena
takut tergoda. Ia takut kalau berdekatannya dengan
laki-laki akan menimbulkan sesuatu yang Allah
haramkan.

Lalu bagaimana dengan wanita muslimah sekarang?


Wanita muslimah saat ini, bukanlah termasuk yang
disucikan oleh Allah. Semestinya lebih pintar menjaga
diri mereka. Wahai saudara muslimah, mintalah taufik
dan pertolongan kepada Allah. Mintalah kepada-Nya
penjagaan. Penjagaan kesucian diri dan kehormatan
sebagai seorang muslimah.
https://nasehatislami.com/kisah-siti-maryam-bintiimran.html

Sejarah Hidup Siti Maryam Alaihi


Salam Dalam Surat Ali-Imran
Surat Ali Imran termasuk surat yang panjang (ada 200
buah ayat). Ali Imran adalah nama seorang lelaki yang
keluarganya terpilih oleh Allah sebagai keluarga yang
diberkati (yaitu keluarga Ali Imran). Nama Ali Imran
diabadikan di dalam Al-Quran sebagai salah satu nama
surat.

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga


Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat (di
masa mereka masing-masing), (3:33)

Ternyata maksud Allah memilih keluarga Ali Imran


adalah karena dari pasangan suami istri ini lahir
salah seorang wanita yang mulia dalam sejarah yaitu
Maryam (atau Maria dalam Alkitab). Saya baru tahu
kalau Maryam itu adalah putri Ali Imran. Ketika
Maryam masih di dalam kandungan, istri Imran bernazar
akan menyerahkan anaknya itu kepada Allah sebagai
Pemelihara agar kelak menjadi hamba yang soleh yang
selalu berkhidmat di Baitul Maqdis (Yerussalem). Hal
ini tertulis di dalam ayat ke-35 yang terjemahannya
berbunyi:

(Ingatlah), ketika isteri Imran berkata: Ya


Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau
anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh
dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu
terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(3:35)

Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah


perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan
istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu
dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.

Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun


berkata: Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya
seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui
apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki
tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku

telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan


untuknya serta anak-anak keturunannya kepada
(pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang
terkutuk. (3:36)

Allah menerima nazar istri Imran lalu mememrintahkan


Zakaria sebagai pengasuh dan pemelihara Maryam.
Menurut para ahli tafsir Nabi Zakaria itu adalah
paman Maryam. Berarti benar ya keluarga besar Imran
adalah keluarga yang diberkati karena keturunannya
menjadi orang-orang sholeh (Imran, Maryam, Isa putera
Maryam, Nabi Zakaria paman Maryam, dan Yahya putera
Zakaria).

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan


penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan
pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya
pemeliharanya. (3:37)

Maryam tumbuh menjadi wanita yang kerjanya setiap


hari hanya beribadah dengan berkhidmat kepada Allah
di Rumah-Nya di Baitul Maqdis. Zakaria adalah
kuncen Rumah Allah tersebut. Di sinilah Allah
menurunkan Rahmat-Nya kepada Maryam. Setiap kali
Zakaria menemui Maryam di mihrab, dia mendapati
berbagai makanan yang lezat berada di samping Maryam.
Dari manakah datangnya makanan itu? Setahu dia Maryam
tidak pernah membawa makanan ke Rumah-Nya, Zakarilah
yang selalu mengantarkan makanan kepada Maryam.
Maryam menjawab bahwa makanan itu berasal langsung
dari Allah, mungkin diturunkan dari langit atau
melalui perantara malaikat-Nya.

Lanjutan ayat 37 di atas:

Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab,


ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata: Hai
Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?
Maryam menjawab: Makanan itu dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang
dikehendaki-Nya tanpa hisab. (3:37)
Di dalam Surat Ali Imran juga dikisahkan bahwa Nabi
Zakaria sudah tua tetapi belum juga dikarunia anak.
Mungkin terinspirasi dari keponakannya, Maryam, yang
menjadi ahli ibadah, Zakaria juga bermohon agar
dirinya diberi keturunan.

Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya


berkata: Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau
seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha
Pendengar doa. (3:38)
Ketika Zakaria sedang shalat di mihrab, berserulah
malaikat Jibril kepadanya:

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang


ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab
(katanya): Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu
dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang
membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi
ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang
Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh. (3:39)

Zakaria yang kaget mendapat wahyu dari malaikat


Jibril merasa heran, bagaimana mungkin dia akan
memperoleh anak seangkan sitrinya seorang yang
mandul. Allah menjawab (melalui malaikat Jibril) hal

itu mudah saja bagi-Nya, apapun yang Dia kehendaki


maka akan terjadi (kun fayakun).

Zakariya berkata: Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa


mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan
isteriku pun seorang yang mandul?. Berfirman Allah:
Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendakiNya. (3:40)

Zakaria masih tetap belum yakin dia akan mempunyai


anak, oleh karena itu dia meminta suatu tanda bahwa
istrinya bakal mengandung. Allah mengatakan bahwa
tanda-tanda istrinya mengandung adalah Zakaria tidak
akan bisa berbicara selama tiga hari, kecuali pakai
bahasa isyarat.

Berkata Zakariya: Berilah aku suatu tanda (bahwa


isteriku telah mengandung). Allah berfirman:
Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata
dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan
isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyakbanyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi
hari. (3:41)

Kelak anak yang lahir dari kandungan itu diberi nama


Yahya dan menjadi Nabi yang ke-23 setelah Zakaria.
Dari sini kita juga tahu bahwa Nabi Yahya semasa
hidupnya dengan Maryam. Kembali ke kisah Maryam
tadi. Allah telah memilih Maryam sebagai wanita
solehah yang dilebihkan dari wanita lain di dunia.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai


Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu,
mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala
wanita di dunia (yang semasa dengan kamu). (3:42)

Sebagai bentuk ketaatan, Allah memerintahkan Maryam


agar selalu menyembah Allah, selalu sujud dan rukuk
kepada Allah bersama orang-orang lainnya lainnya yang
menyembah Allah.

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan


rukulah bersama orang-orang yang ruku. (3:43)

Sampai suatu hari Allah akan memberikan suatu


keajaiban yang tidak disangka-sangka bagi Maryam.
Allah mengabarkan bahwa Maryam akan mengandung
seorang anak lelaki yang namanya sudah ditentukan
oleh Allah yaitu Isa Al Masih (atau Al Masih isa
putera Maryam).

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: Hai Maryam,


seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan
kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan
kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih
Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di
akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan
(kepada Allah), (3:45)

Ketika masih bayi Isa kelak memiliki mukjizat yaitu


sudah bisa berbicara dengan manusia:

Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan


ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orangorang yang saleh. (3:46)
Maryam tentu saja merasa kaget, bagaiman mungkin dia
akan mengandung, padahal dia belum menikah, dan dia
belum pernah disentuh atau berhubungan dengan lelaki
manapun. Tentu saja, karena Maryam kerjanya setiap
hari hanyalah berkhidmat kepada Allah di Baitul
Maqdis. Dia jarang keluar dari Rumah-Nya, apalagi
bergaul dengan lelaki. Allah menjawab seperti kasus
Nabi Zakaria di atas, bahwa hal itu mudah saja baginya, kun fayakun, maka apapunyang Dia kehendaki pasti
akan terjadi. Dialah Sllah SWT yang Maha Pencipta.

Maryam berkata: Ya Tuhanku, betapa mungkin aku


mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh
oleh seorang laki-lakipun. Allah berfirman (dengan
perantaraan Jibril): Demikianlah Allah menciptakan
apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak
menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata
kepadanya: Jadilah, lalu jadilah dia. (3:47)

Kisah kelahiran Isa akan saya ceritakan pada tulisan


yang lain. Allah memilih Isa sebagai Rasul-Nya,
memberinya kitab Injil dan mengajarkannya kitab-kitab
yang terdahulu yaitu Taurat dan zabur.

Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab,


Hikmah, Taurat dan Injil. (3:48)

Allah mengutus Nabi Isa kepada Bani Israil. Kepada


Bani Israil Nabi Isa menjelaskan tanda-tanda
kenabiannya yaitu mukjizat menghidupkan burung dari

tanah liat, menghidupkan orang mati, menyembuhkan


orang buta dan berpenyakit kusta.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata


kepada mereka): Sesungguhnya aku telah datang
kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mujizat) dari
Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah
berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia
menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku
menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan
orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan
orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan
kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan
di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu
adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu,
jika kamu sungguh-sungguh beriman. (3:49).

Nabi Isa berkata kepada kaumnya bahwa dia membenarkan


kitab-itab terdahulu yang telah diturunkan kepada
Nabi Musa (Taurat) dan Nabi Daud (Zabur), lalu
menghalalkan apa yang dahulu diharamkan.

Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang


datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu
sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku
datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mujizat)
daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah
dan taatlah kepadaku. (3:50)
Lalu Nabi Isa meminta kaumnya agar menyembah Allah
SWT sebagai jalan yang benar.

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu


sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. (3:51)

KISAH MAYAT SITI MARYAM DIMANDIKAN


OLEH PARA BIDADARI
3 Januari 2016 Kang Eep

Tinggalkan sebuah komentar

Gambaran Surga Menurut Kristen Dan Islam

Aku ini sebenarnya adalah malaikat Mikail dan


sahabatku ini adalah malaikat Jibril. Aku membawa
obat tubuh dan kain kafan dari Tuhanmu dan para
bidadari jelita sekarang sedang turun dari syurga
untuk memandikan dan mengkafankan ibumu.

[EEP KHUNAEFI] Siti Maryam adalah wanita terbaik


pada masanya jika tidak dikatakan sepanjang masa.
Wanita terbaik dalam kurun sejarah wanita, dari mulai
Siti Hawa sampai nanti wanita terakhir. Allah
berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 42, Dan

(ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: Hai


Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu,
mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala
wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

Siti Maryam adalah pemuka kaum wanita di surga. Dari


Aisyah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah bersabda,
Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti
Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah binti
Khuwailid, dan Asiyah. (HR. Hakim 4853).

Siti Maryam adalah anak tunggal dari Imran (Heli


dalam versi Kristian), seorang tokoh dari Ulama Bani
Israel. Ia memiliki seorang putra saleh dan seorang
Nabi, kekasih Allah, ruh Allah bernama Isa bin
Maryam.

Meski dilahirkan tanpa seorang ayah, Siti Maryam


mendidik putranya itu penuh kasih sayang dan
ketakwaan kepada Allah. Nabi Isa pun tumbuh sebagai
lelaki gagah, saleh, dan penegak agama Allah yang
gigih hingga kemudian beliau diangkat sebagai utusan
Allah.

Suatu hari Nabi Isa berkata kepada ibunya,


Sesungguhnya dunia ini adalah kampung yang akan
musnah dan sesungguhnya akhirat itu adalah kampung
yang kekal. Oleh karena itu, marilah ibu bersama
saya. Setelah berkata demikian, maka berangkatlah
mereka menuju ke Gunung Lubnan. Ketika sampai di
gunung tersebut, maka Nabi Isa dan ibunya berpuasa di
siang hari dan mendirikan solat di malam hari.

Makanan mereka hanya dari pohon kayu dan meminum air


hujan saja.

Setelah sekian lama Nabi Isa dan ibunya tinggal di


gunung tersebut, suatu hari Nabi Isa turun dari
gunung tersebut untuk mencari daun kayu untuk mereka
berdua berbuka puasa. Setelah Nabi Isa turun ke
bawah, datanglah malaikat menghampiri Siti Maryam dan
berkata, Assalamualaiki ya Maryam, orang yang sangat
patuh mengerjakan puasa pada siang hari dan
mengerjakan solat pada malam hari.

Begitu Siti Maryam melihat orang yang memberi salam


itu, maka Maryam berkata, Siapakah kamu ini? Badan
dan seluruh anggotaku gemetar dan merasa takut
mendengar suaramu.

Malaikat tersebut menjawab, Aku adalah malaikat yang


tidak mempunyai belas kasihan kepada siapapun baik
anak kecil, orang tua atau sebagainya sebab aku
adalah malaikat pencabut nyawa (Izrail).

Mendengar penjelasan malaikat maut, maka Siti Maryam


bertanya, Wahai malaikat maut, apakah tujuan kamu ke
sini? Apakah kamu mau menziarahi aku atau mencabut
nyawaku?

Izrail menjawab, Wahai Maryam, kedatanganku adalah


untuk mencabut rohmu.

Siti Maryam yang mengetahui ajalnya sudah hampir


dekat berkata lagi, Wahai malaikat maut, apakah kamu
tidak mau memberikan peluang sehingga anakku yang
menjadi penawar mengobati kerisauan hatiku?

Malaikat maut menegaskan perintah Allah yang


memerintahkannya untuk menjemput roh Siti Maryam dan
beliau tak dapat menyia-siakan walau sedetik saja.
Mendengar penjelasan Izrail, dengan hati yang ikhlas,
Siti Maryam berkata, Wahai malaikat maut, kamu telah
menerima perintah Allah, oleh karena itu
laksanakanlah perintah itu dengan segera. Izrail
segera mendekati Siti Maryam dan mencabut rohnya.

Di penghujung waktu Isya, Nabi Isa pulang dengan


mendaki gunung tersebut dan membawa bekal untuk
berbuka puasa. Beliau melihat ibunya sedang berada di
tempat solat dan menyangka bahwa ibunya sedang
sembahyang. Beliau meletakkan bekal makanan untuk
berbuka puasa dekat dengan ibunya lalu beliau berdiri
menghadap kiblat. Setelah sekian lama, beliau
memanggil ibunya untuk berbuka puasa dan mengerjakan
ibadah tanda syukur kepada Allah, namun beliau
melihat tak sedikit pun makanan terusik oleh ibunya
walau dua pertiga malam telah berlalu.

Nabi Isa memanggil lagi ibunya, Assalamualaiki ya


Ummaahu. Oleh karena fajar telah menjelma dan ibunya
tidak lagi bangun, maka beliau menghampiri ibunya dan
meletakkan pipinya pada pipi ibunya lalu menciumnya
sambil menangis dan berkata, Assalamualaiki ya
Ummaahu. Malam telah berlalu dan fajar telah
menjelma, ini adalah masa untuk menunaikan fardhu
yang telah diwajibkan oleh Allah.

Setelah Nabi Isa berkata demikian, maka menangislah


para malaikat dan para jin yang berada di sekitarnya
dan bergoncanglah gunung di bawahnya. Kemudian Allah
mewahyukan kepada para malaikat, Apakah yang
menyebabkan kamu semua menangis?

Para malaikat berkata, Ya Tuhan kami, Engkau Maha


Mengetahui.

Setelah itu tiba-tiba kedengaran satu suara berbunyi,


Wahai Isa, angkatlah kepalamu itu, sesungguhnya
ibumu telah meninggal dunia dan Allah telah
melipatgandakan pahalamu.

Begitu Nabi Isa mendengar suara tersebut, maka beliau


sambil menangis berkata, Siapakah yang akan menjadi
temanku tatkala aku sunyi dan di kala aku menangis?
Siapakah yang dapat aku ajak berkata-kata dan
siapakah yang dapat membantu aku dalam ibadahku?

Kemudian Allah mewahyukan kepada gunung yang


bermaksud, Wahai gunung, nasihatilah Ruh-Ku (Isa
A.S.).

Berkata-katalah gunung tersebut dengan izin Allah,


Wahai Ruh Allah, apakah arti kesusahanmu itu,
ataukah kamu mau Allah sebagai pendampingmu yang
menggembirakan?

Setelah mendengar nasihat gunung, lalu Nabi Isa turun


ke sebuah desa tempat tinggal Bani Israil dan meminta
pertolongan mereka untuk mengurus jenazah ibunya.
Namun mereka tak mau menolong Nabi Isa karena takut
pada ular-ular besar yang ada di gunung tersebut.

Nabi Isa dengan perasaan hampa naik


dan beliau melihat dua orang pemuda
tampan parasnya lalu beliau memberi
pertolongan mereka untuk memakamkan

kembali ke gunung
yang sangat
salam dan meminta
jenazah ibunya.

Lalu berkata salah seorang dari pemuda itu, Aku ini


sebenarnya adalah malaikat Mikail dan sahabatku ini
adalah malaikat Jibril. Aku membawa obat tubuh dan
kain kafan dari Tuhanmu dan para bidadari jelita
sekarang sedang turun dari syurga untuk memandikan
dan mengkafankan ibumu.

Setelah itu,
atas gunung.
bumi, mereka
jenazah Siti

malaikat Jibril pun menggali kubur di


Ketika para bidadari telah sampai di
langsung memandikan dan mengkafani
Maryam.

Setelah itu, jenazah Siti Maryam dishalatkan kemudian


dikuburkan. Nabi Isa kemudian berdoa kepada Allah,
Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui tempatku
dan Engkau mendengar kata-kataku dan tidak sedikit
pun urusanku yang tersembunyi dariMu. Ibuku telah
meninggal dunia sedang aku tidak menyaksikannya
sewaktu dia wafat. Oleh karena itu izinkanlah dia
berkata sesuatu kepadaku.

Kemudian Allah mewahyukan kepada Nabi Isa,


Sesungguhnya aku telah memberi izin kepadanya.

Nabi Isa lalu pergi ke kubur ibunya dan berkata,


Assalamualaiki ya ibu, bagaimanakah dengan tempat
pembaringanmu dan tempat kembalimu dan bagaimanakah
pula kedatangan Tuhanmu?

Dengan izin Allah Maryam berkata, Tempat


pembaringanku dan tempat kembaliku adalah sebaik-baik
tempat, sedang aku menghadap kepada Tuhanku, aku tahu
bahwa Dia telah menerimaku dengan rela.

Berkata Nabi Isa lagi, Wahai ibu, bagaimanakah rasa


sakitnya mati?

Ibunya menjawab, Demi Allah yang telah mengutusmu


sebagai nabi dengan sebenar-benarnya, belum hilang
lagi rasa pedihnya mati, demikian juga dengan rupa
malaikat maut yang belum hilang dari pandangan
mataku. Alaikas salam wahai kasih sayangku sampai
hari kiamat

Demikianlah kisah kematian Siti Maryam yang agung.


Sungguh suatu proses kematian dan penguburan yang
sangat indah dan luar biasa. Mulai dari pengurusan
awal hingga terakhir (penguburan), semuanya diurus
oleh kekasih-kekasih Allah di surga: Malaikat dan
para bidadari. Prosesi pengurusan jenazah manakah
yang lebih indah dari ini. Semua ini merupakan
balasan Allah atas kesalehan Siti Maryam dan Nabi Isa
itu sendiri sebagai kekasih Allah.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi


kita bahwa betapa kekasih Allah itu akan selalu
mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. Jadi,
tidaklah usah merasa khawatir dengan kehidupan Anda
di dunia ini, jika Anda benar-benar total mendekatkan
diri Anda kepada Allah SWT.