Anda di halaman 1dari 7

MANAJEMEN PENGOLAHAN LIMBAH

PT YAKULT INDONESIA PERSADA MOJOKERTO


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA
CV KARYA HIDUP SENTOSA YOGYAKARTA

Disusun Oleh :
Yulia Reza Firdania (2011510044)
Dosen Pengampu :
Izzati Winda Murti,S.T.,M.T.

DEPARTEMEN MANAJEMEN REKAYASA


FAKULTAS TEKNOLOGI DAN AGROINDUSTRI
UNIVERSITAS INTERNASIONAL SEMEN INDONESIA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manajemen rekayasa merupakan salah satu program studi yang ada di
Universitas Internasional Semen Indonesia. Diharapkan lulusan dari Manajemen
Rekayasa dapat menghasilkan inovasi di berbagai bidang, terutama pada sistem dan
teknologi pada industri. Sebagai salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut
diadakannya kegiatan pendukung untuk mempelajari proses manufaktur dan
berbagai macam sistem yang ada pada perusahaan secara langsung. Kegiatan ini
disebut Studi Ekskursi Manajemen Rekayasa Angkatan 2013.
Untuk mendukung kegiatan Studi Ekskursi dipilihlah perusahaan yang sesuai
dengan program studi Manajemen Rekayasa. Perusahaan-perusahaan yang dipilih
untuk dikunjungi yaitu PT. Yakult Indonesia Persada Mojokerto, Badan Tenaga
Nuklir Indonesia (BATAN) Yogyakarta, PLTH Bantul dan CV Karya Hidup Sentosa
Yogyakarta. Harapan dari adanya kegiatan ini mahasiswa Manajemen Rekayasa
mampu mengetahui beberapa pengaplikasian ilmu yang sudah diterima dimasa
perkuliahan. Selain itu diharapkan mahasiswa mampu mengetahui posisi program
studi Manajemen Rekayasa dalam suatu industri.
1.2 Tujuan
Tujuan dari diadakannya kegiatan Studi Ekskursi Manajemen Rekayasa Angkatan
2013 adalah:
1. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Manajemen Rekayasa tentang
pengaplikasian ilmu yang dipelajari dalam industri.
2. Meningkatkan kemampuan mahasiswa Manajemen

Rekayasa

untuk

mengembangkan inovasinya.
3. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Manajemen Rekayasa tentang
dunia industri.
4. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Manajemen Rekayasa posisi
program studi MR dalam industri maupun perusahaan.
1.3 Manfaat

Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan Studi Ekskursi Manajemen Rekayasa
Angkatan 2013 adalah:
1. Meningkatnya pola pikir mahasiswa Manajemen Rekayasa.
2. Terbentuknya kerjasama yang baik antara pihak perusahaan, perguruan tinggi,
dan masyarakat umum.
3. Sebagai inspirasi mahasiswa dalam melanjutkan karirnya.
1.4 Batasan Masalah
Batasan masalah dari kegiatan Studi Ekskursi Manajemen Rekayasa Angkatan 2013
adalah:
1. Kegiatan Studi Ekskursi hanya diikuti oleh mahasiswa Manajemen Rekayasa
Angkatan 2013.
2. Perusahaan yang dikunjungi adalah PT. Yakult Indonesia Persada Mojokerto,
Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) Yogyakarta, PLTH Bantul dan CV
Karya Hidup Sentosa Yogyakarta.
3. Kegiatan dilaksanakan selama 4 (empat) hari yaitu mulai tanggal 4-7 Oktober
2016.

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 PT. Yakult Indonesia Persada

Gambar 2. 1 Studi Ekskursi PT. Yakult Indonesia Persada

PT Yakult Indonesia Persada berdiri sejak tahun 1990 di Indonesia, sebagai


pemegang lisensi dari Yakult Honsha Co., Ltd., Jepang. Yakult merupakan pelopor
minuman probiotik yaitu pada tahun 1930. Yakult merupakan minuman fermentasi susu
yang mengandung bakteri asam laktat Lactobacillus Casei Shirota Stain dimana
bakteri tersebut dapat meningkatkan kesehatan dengan cara menambah kekebalan
tubuh, mengurangi bakteri merugikan di tubuh . Bakteri ini bertahan hidup diusus
manusia. Proses Produksi di Yakult memiliki 7 tahap

antara lain : pembibitan,

fermentasi, pencampuran gula dan air, proses pencetakan botol yakult, penyimpanan
botol dilakukan dengan filter udara, botol diisi dengan yakult dan proses branding, dan
yang terakhir pengemasan. Dalam proses produksi pembuatan yakult terdapat beberapa
limbah yang dihasilkan, diantaranya yaitu:

a. Limbah Cair
Limbah yang dihasilkan dari air yang digunakan untuk mendinginkan mesin dan
proses fermentasi.
b. Limbah Padat

Limbah yang dihasilkan dari botol yakult yang rusak atau reject dan plastik
aluminium oil sebagai penutup botol.
c. Limbah B3
Limbah B3 berasal dari sisa tinta printing untuk kemasan botol.
Untuk menjaga kelestarian lingkungan, pabrik Yakult Indonesia membangun
sistem untuk mengolah limbah dengan menggunakan teknologi yang diciptakan oleh
Yakult Jepang. Sistem ini memanfaatkan kembali botol yakult yang rusak dari proses
produksi dan bekas botol yang diminum oleh karyawan. Botol-botol tersebut
dikumpulkan dan dilubangi kedua sisinya lalu diletakkan didalam tangki pengolahan
limbah, kemudian dilakukan proses filtrasi dengan bantuan mikroorganisme yang
tumbuh di dalam dan di luar botol Yakult tersebut. Botol tersebut bisa tumbuh
mikroorganisme aerobik dan anaerobik yang mengubah limbah menjadi nutrisi atau
makanannya. Aerobik mikroorganisme dapat hidup karena adanya udara yang
dimasukkan bersamaan dengan diaduknya air, lalu anaerobik mikroorganisme karena
tangki dipenuhi oleh botol-botol yakult sehingga terbentuk oksigen yang sedikit karena
bentuk botol yang unik tersebut ditenggelamkan di air. Mikroorganisme tersebut
berguna untuk mengurai dan mengolah zat-zat organik yang membuat keruh air
sehingga menghasilkan air yang jernih.
Selain digunakan untuk filtrasi bekas botol maupun botol yang rusak dapat
dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk pembuatan kastok baju, ember, bak mandi,
dan lain-lain melalui proses pencacahan terlebih dahulu. Sedangkan untuk limbah B3,
PT Yakult melakukan pengolahan sesuai dengan peraturan pemerintah dengan bantuan
pihak ketiga yang telah tersertifikasi untuk pengolahan limbah.
2.2 Badan Tenaga Nuklir Indonesia (BATAN) Yogyakarta
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) merupakan lembaga pemerintah non
kementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan tenaga nuklir.

Gambar 2. 2 Studi Ekskursi Badan Tenaga Nuklir Nasional

BATAN Yogyakarta tidak menghasilkan limbah yang terbuang, karena limbah yang
dihasilkan dapat dimanfaatkan kembali. Seperti pada akselerator akan menghasilkan
limbah yang terperangkap dalam batang kendali namun akan digunakan kembali untuk
bahan bakar.
2.3 CV. Karya Hidup Sentosa (Quick)

Gambar 2. 3 Studi Ekskursi CV. Karya Hidup Sentosa

CV. Karya Hidup Sentosa adalah pabrik alat atau mesin pertanian berupa traktor
yang berdiri pada tahun 1953. Perusahaan tersebut didirikan oleh Bapak Kirdjo Hadi
Suseso di Yogyakarta. Alat mesin yang diproduksi oleh CV. Karya Hidup Sentosa diberi
brand atau merk bernama QUICK, sehingga perusahaan ini lebih terkenal dengan
sebutan QUICK. Pada tahun 1973 CV. Karya Hidup Sentosa melakukan joint venture
dengan KUBOTA corp, sehingga didirkan pabrik mesin PT. KUBOTA INDONESIA.
Sampai saat ini perusahaan ini tetap mempertahankan CV sebagai identitas daripada
transformasi menjadi PT, alasannya dikarenakan seluruh modal perusahaan merupakan
aset milik keluarga.
Dalam proses produksi di CV. KHS terdapat beberapa limbah yang dihasilkan
diantaranya yaitu :
a. Limbah B3
Limbah yang dihasilkan dari kontaminasi cairan dengan bahan kimia.
b. Limbah Padat
Limbah yang dihasilkan dari sisa plat ataupun produk yang defect.
c. Limbah Cair
Limbah yang dihasilkan dari cooling water yang digunakan untuk mendinginkan
bahan saat proses produksi sparepart.
CV. KHS memiliki beberapa cara untuk menangani limbah tersebut, namun CV.
KHS membedakan limbah menjadi dua kategori yaitu limbah yang dapat diolah dan
limbah yang tidak dapat diolah. Limbah yang dapat diolah akan diolah secara mandiri
oleh CV. KHS seperti air dari cooling water, plat sisa dan produk defect. Air dari
cooling water yang dinyatakan telah memenuhi parameter air digunakan kembali untuk
pendingin, sedangkan air yang terkontaminasi bahan kimia akan dikirimkan ke pihak
ketiga yang memiliki sertifikat dalam pengolahan limbah. Sedangkan untuk sisa plat
dan produk defect akan dilebur kembali dan digunakan sebagai bahan baku dalam
produksi, namun sisa plat yang dipilih adalah yang sesuai dengan kualifikasi dari CV.
KHS. Limbah yang tidak dapat diolah adalah limbah yang diberikan kepada pihak
ketiga untuk mengolahnya. Limbah tersebut antara lain, seperti limbah B3, limbah sisa
dari pengolahan air cooling water yang mengandung bahan kimia, sisa bahan dari mesin
bubut, dan plat yang tidak dapat dilebur kembali untuk dijadikan bahan baku.