Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BAHASA INDONESIA

Membandingkan Teks Anekdot dengan
Cerpen

Kelompok 2 :
1. Hendhi Charinta Septayana (07)
2. Mas Windaru Adi
(17)
3. Nurul Hidayati
(21)
4. Septiana Dwi Wuryaningtyas
(25)

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 NGANJUK
TAHUN 2013/2014

Semuanya dia kenal. para politisi sedang blusukan. Lebih kaget lagi ketika dia melihat doa tertulis di dinding : “Ya Allah. Dia mencari strategi agar tetap menjadi perhatian media. paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan. Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah.Politisi Blusukan Banjir Pada malam Jumat. dia terperosok ke selokan dan terseret derasnya air. Darman juga tidak mau menyia-nyiakan sorotan kamera wartawan. tetapi tak berdaya. Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Meskipun terseret cukup jauh. Sial baginya. dia hanyut. Dia dibawa ke posko kesehatan dan dibaringkan di bangsal. Kebetulan disana banyak wartawan meliput sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan. termasuk Darman (maaf bukan nama sebenarnya dan bukan sebenarnya). Darman masih bisa diselamatkan. hanyutkanlah mereka yang tak ikhlas”. Darman pingsan! . Untung regu penolong sangat sigap. Darman berusaha masuk ke tempat banjir dan menceburkan diri ke air. Darman kaget melihat orang yang ada di situ. Darman berusaha sekuat tenaga melawan arus.

namun Ari bisa menjawab dengan baik setiap pertanyaan yang diajukan oleh kabag personalia tersebut. kabar gembira menghinggapi Ari. Kendati belum memiliki pengalaman kerja. Ari keluar dari kantor tersebut untuk pulang. Informasi lowongan kerja tersebut dia dapat dari surat kabar. Dia lantas mendapatkan telepon dari sebuah perusahaan dimana tiga hari sebelumnya dia memasukkan lamaran. Ari langsung diperintahkan masuk kerja keesokan harinya setelah mendapatkan konfirmasi diterima sebagai karyawan baru diperusahaan tersebut. Kegigihan Ari selama hampir satu tahun mencari pekerjaan akhirnya terbayar. Berbulan-bulan Ari terus berusaha mencari pekerjaan. Ari terus berusaha memperjuangkan keinginannya. Dia diwawancarai oleh ka. Pekerjaan yang selama ini dia harapharapkan akhirnya selangkah lagi dia dapatkan. Terus berusaha dan terus mencari peluang. Namun. Ari lulus sekolah lanjutan tingkat akhir (SLTA) diusianya yang ke 16 tahun. seorang remaja berusia 17 tahun dari keluarga sederhana dalam kegigihannya untuk mewujudkan cita-citanya dengan harapan dia mampu membuat kedua orangtuanya bangga dengannya. Dia terus berusaha mendapatkan pekerjaan dengan kondisinya yang kurang mendukung. Meski hasilnya masih belum sesuai harapan. Diusianya yang masih sangat muda dan belum berbekal pengalaman kerja tentunya sulit bagi Ari untuk bisa mendapatkan perkerjaan. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi harus tertunda lantaran dia tidak memiliki uang untuk biaya studi di perguruan tinggi. Akhirnya dia berhasil merealisasikan harapannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Ari memang sosok remaja yang tangguh dan tidak mengenal arti lelah. Demi mewujudkan harapannya untuk melanjutkan pendidikannya Ari mau malang melintang memperjuangkan keinginannya tersebut. Satu-satunya jalan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan adalah dengan mencari biaya sendiri. Dia pun lantas mendaftarkan diri di sebuah kampus swasta dan mengambil kelas malam karena siangnya dia bekerja. Sosial Pendidikan Dina Anggraeni 7:24 AM Ari. Sebulan dia bekerja bertepatan dengan pembukaan/pendaftaran mahasiswa baru. Setiap berita yang dia dapat langsung dia manfaatkan. Hampir 30 menit dia menjalani sesi tanya jawab dengan kepala personalia tersebut.teksdrama. Read more: http://www. namun belum juga mendapatkannya. Dia mendapatkan kabar kalau dia diterima diperusahaan tersebut. Selama berbulan-bulan hingga hampir memasuki satu tahun dia mencari pekerjaan ternyata masih belum ditemukannya. Personalia tempat dimana dia memasukkan lamaran. Sulitnya kondisi Ari tidak membuat remaja ini patah arang. 30 menit berselang Ari lantas keluar dari ruangan interview.Cerpen Seorang Remaja Memperjuangkan Cita-cita Contoh Cerpen. Kegigihan Ari dalam berusaha terus dia lakukan. Dengan kondisi keluarga yang hidup serba pas-pasan sulit bahkan tidak mungkin bagi Ari untuk meminta orangtuanya membiayai pendidikannya di perguruan tinggi.com/2012/10/Cerpen-Seorang-Remaja-Memperjuangkan-Citacita. Dia sadar bahwa pendidikan sangat penting baginya. namun dia terus berusaha.html#ixzz2rHGZU5SH . Besoknya. Naskah Cerpen. Ari mendapatkan panggilan interview.

4. Di dalam teks cerpen tidak terdapat sebuah sindiran. 3.TUGAS 1 MEMBANDINGKAN TEKS ANEKDOT DENGAN CERPEN Persamaan Teks Anekdot dengan Cerpen 1. 2. Teks anekdot berisi mengungkapkan kebenaran secara umum dengan menghibur pembacanya. 2. Anekdot Cerpen 1. Sama-sama memiliki tahapan alur. Di dalam teks anekdot biasanya terdapat sebuah sindiran. TUGAS 3 . Sama-sama memiliki tokoh yang diceritakan. Teks cerpen tidak mengandung unsur lucu. Sama-sama disajikan dalam bentuk cerita. Teks cerpen berisi memberi inspirasi kepada pembaca. 3. Teks anekdot mengandung unsur lucu. 5. Sama-sama memiliki latar. TUGAS 2 MEMBANDINGKAN TEKS ANEKDOT DENGAN CERPEN Perbedaan Teks Anekdot dengan Cerpen No. Sama-sama mengandung pesan moral (bersifat mendidik).

. Darman juga tidak………perhatian media”. Meskipun terseret cukup jauh. Darman kaget …………. Demi mewujudkan ……………………. Keinginan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi harus tertunda lantaran dia tidak memiliki uang untuk biaya studi di perguruan tinggi.” (paragraf 2-3) 3. Pengenalan terhadap tokoh : “Pada malam jumat.” (paragraf 4-5) 4. Peleraian atau solusi : Untung regu penolong sangat sigap. (kalimat 2-5) 3.. Awal konflik : “Darman mendatangi kampung yang diterjang banjir paling parah.” (paragraf 6-7) 5. dia hanyut. 2. Dia sadar bahwa……………………. seorang remaja berusia 17 tahun dari keluarga sederhana dalam kegigihannya untuk mewujudkan cita-citanya dengan harapan dia mampu membuat kedua orangtuanya bangga dengannya. Penyelesaian : “Besoknya. Kebetulan di sana banyak wartawan meliput sehingga dia makin semangat menyerahkan bingkisan. Pengenalan : “Ari.. (kalimat 11-15) TAHAPAN ALUR CERPEN 1. Darman pingsan!”. Konflik : “Sulitnya kondisi Ari tidak membuat remaja ini patah arang. kabar gembira menghinggapi Ari. dia berhasil merealisasikan harapannya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. namun dia terus berusaha. ………. termasuk Darman (maaf bukan nama sebenarnya dan bukan sebenarnya)”. Dia lantas……………………kantor tersebut untuk pulang. ………dibaringkan di bangsal. (kalimat 6-7) 4. Dia mendapatkan…….MENJELASKAN TAHAPAN ALUR TEKS ANEKDOT DAN CERPEN TAHAPAN ALUR TEKS ANEKDOT 1.” (paragraf 8-9) .” (paragraf 1) 2. Awal konflik : “Ari lulus sekolah lanjutan tingkat akhir (SLTA) diusianya yang ke 16 tahun. Klimaks : “Darman berusaha masuk ke tempat banjir dan menceburkan diri ke air. Sial baginya. Peleraian atau solusi : “Kegigihan Ari selama hampir satu tahun mencari pekerjaan akhirnya terbayar. paling banyak ditemukan politisi melakukan blusukan.” (kalimat 8-9) 5. Penyelesaian : “Waktu itu semua bangsal penuh oleh orang pingsan. Ari terus berusaha memperjuangkan keinginannya.mendapatkan pekerjaan. Akhirnya.

ARI Gigih Bukti : “Ari.” .TUGAS 4 MENJELASKAN CARA MENGGAMBARKAN WATAK TOKOH TEKS ANEKDOT DAN CERPEN TEKS ANEKDOT 1. seorang remaja berusia 17 tahun dari keluarga sederhana dalam kegigihannya untuk mewujudkan cita-citanya dengan harapan dia mampu membuat kedua orangtuanya bangga dengannya”. Pengertian Bukti : “Dengan kondisi keluarga yang hidup serba pas-pasan sulit bahkan tidak mungkin bagi Ari untuk meminta orangtuanya membiayai pendidikannya di perguruan tinggi.” Mandiri Bukti : “Satu-satunya jalan agar tetap bisa melanjutkan pendidikan adalah dengan mencari biaya sendiri.” Tangguh Bukti : “Ari memang sosok remaja yang tangguh dan tidak mengenal arti lelah.” wartawan meliput sehingga dia Pamrih Bukti : “Darman membantu korban terlihat baik di depa semua orang.” banjir karena hanya ingin CERPEN 1. Darman Cari muka Bukti : “Kebetulan disana banyak makin s emangat menyerahkan bingkisan.” Tidak mudah putus asa Bukti : “Sulitnya kondisi Ari tidak membuat remaja ini patah arang.