Anda di halaman 1dari 5

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Elektroforesis merupakan perpindahan tempat (migrasi) zat-zat koloid pada suatu
medan listrik. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah ionoforesis yang artinya kurang
lebih juga sama dengan elektroforesis, yaitu perindahan tempat ion-ion yang relatif kecil
karena pengaruh suatu medan listrik. Meski pun istilah ionoforesis sebenarnya lebih tepat
digunakan sebagai dasar pemisahan senyawa-senyawa bahan, tetapi istilah tersebut kurang
populer sehingga sampai kini istilah elektroforesis lebih banyak digunakan.
Seperti contoh yang bahan uji yakni pada larutan garam (NaCl) dimasukkan dua
elektroda yang berlawanan (positif dan negatif) dengan suatu perbedaan potensial, maka ion-
ion yang bermuatan positif (Na2+ akan bergerak ke arah kutub negatif (katoda) dan ion-ion
yang bermuatan negatif (Cl-) akan bergerak ke arah kutub positif (anoda). Meski pun dalam
larutan garam tersebut terdapat air, dan ion-ion H dan OH- yang ada juga bergerak masing-
masing ke arah kutub negatif dan kutub positif, tetapi konsentrasi kedua ion tersebut sangat
kecil dan penghantarkan arus listrik (konduktivitas) air lebih kecil daripada penghantaran
arus listrik (konduktivitas) garam sehingga gerakan umumnya diabaikan.
Muatan yang dibawa oleh ion atau molekul sangat tergantung pada lingkungannya.
Pada keadaan netral, ion dan molekul boleh dikatakan tidak bermuatan, tetapi pada keadaan
asam, ion dan molekul akan lebih banyak bermuatan positif, oleh karena itu jika
dilektroforesis akan bergerak ke arah kutub negatif.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari elektroforesis protein ?
2. Teknik apa yang digunakan dalam elektroforesis protein ?
3. Bagaimana cara kerja analisa elektroforesis protein ?

1.3 Tujuan dan Manfaat


1. Untuk mengetahui definisi dari elektroforesis protein.
2. Untuk mengetahui analisa elektroforesis protein.
3. Untuk mengetahui prinsip kerja dari analisa elektroforesis protein.

BAB II
1
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Elektroforesis


Elektroforesis elektro-phoresis=being carried adalah suatu proses migrasi molekul
bermuatan di dalam suatu media yang bermuatan listrik, dimana kecepatan migrasinya
tergantung pada muatan, ukuran, dan bentuk setiap molekul yang terlibat. Pada saat arus
listrik diberikan, molekul bermigrasi melalui media (biasanya berupa gel), molekul yang
kecil akan bermigrasi lebih cepat daripada yang besar,sehingga akan terjadi pemisahan.
Digunakan untuk pemisahan suatu campuran senyawa yang bermuatan protein atau DNA.
Prinsip dasar elektroforesis hampir sama dengan sedimentasi. Perbedaannya, pada
sedimentasi perpindahan tempat didasarkan atas molar dan massa padat, sedangkan pada
elektroforesis perpindahan tempat didasarkan pada muatan listrik yang dibawa oleh senyawa.
Beberapa metoda pada elektroforesis dapat digolongan berdasarkan beberapa hal,
yaitu atas dasar media yang digunakan, sistem, konsentrasi media padat, arah pemisahan, dan
penggunaannya.

2.2 Elektroforesis Protein


Protein adalah molekul yang terbentuk dari suatu urutan asam amino yang
dihubungkan dengan ikatan peptida dan juga sering disebut dengan building block of life.
Susunan dari beberapa amino acids sepanjang rantai peptida tersebut disebut struktur primer
(primary structure) protein, melalui teknik sequencing atau dengan analisis DNA yang meng-
encoding (menyandi) specific proteins.
Protein tergolong analisa kualitatif yang menggunakan metode elektroforesis. Metode yang
digunakan yaitu discontinuous polyacrylamide gel sebagai medium penyangga dan sodium dodecyl
sulfate (SDS) untuk men-denaturasi protein. Metode ini disebut Sodium Dodecyl Sulfate
Polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). SDS (Sodium Dodecyl Sulfate = Lauril Sulfat)
merupakan suatu deterjen anionik, yang apabila dilarutkan molekulnya memiliki muatan negatif
dalam range pH yang luas. Muatan negatif SDS akan menghancurkan sebagian besar struktur
kompleks protein, dan secara kuat tertarik ke arah anoda (positively-charged electrode) bila
ditempatkan pada suatu medan elektrik. Metode SDS-PAGE digunakan untuk memisahkan
protein demi keperluan biokimia, genetika forensik, dan biologi molekuler. Elektroforesis gel
memiliki beberapa komponen yang terdiri dari:
1. Comb: digunakan untuk membentuk well pada gel agarose.
2. Tray : digunakan untuk sebagai cetakan gel agarose.
3. Chamber : digunakan sebagai wadah gel agarose.
4. Sumber listrik: digunakan untuk memberi arus saat proses elektroforesis

Gel poliakrilamida terdiri dari molekul linear yang memanjang dan terbentuk karena
terjadi proses polimerisasi dari akrilamida. Baik akrilamida maupun bisa akrilamida
keduanya bersifat karsinogen, gunakan sarung tangan dalam menangani kedua senyawa
tersebut jadi hindarkan kontak langsung dengan tangan, lain halnya dengan poliakrilamida
yang tidak bersifat racun. Polimerisasi akrilamida merupakan reaksi rantai radikal bebas yang
diawali secara kimia dengan pereaksi amonium persulfat atau secara fotokimia dengan
riboflavin dan cahaya ultraviolet. Amin tersier seperti tetrametil etilenadiamina (TEMED)
2
biasanya ditambahkan untuk mengkatalisis polimerisasi dan untuk mencegah proses
terminasi awal adanya oksigen yang harus dihindarkan. Gel poliakrilamida bersifat porous
dengan ukuran lubang berkisar dari 0,6-4,0 nm (diameter molekul protein globular 1,6 8,0
nm) dan ditentukan dari persen total akrilamida dan bis-akrilamida didalam campuran gel
serta perbandingan relatif akrilamida dan bis akrilamida.

2.3 Analisis Elektroforesis Protein

Preparasi dilakukan dengan cara mendenaturasi protein menggunakan SDS-PAGE dan


memutus ikatan disulfida pada struktur protein menggunakan beta-merkaptoetanol, bila perlu
denaturasi didukung dengan memanaskan sampel. Selanjutnya gel poliakrilamida dibuat
menggunakan cetakan gel membentuk lembaran segiempat dengan ketebalan tertentu. Setelah
sampel dimasukkan dalam sumur gel, gel dialiri arus listrik sehingga komponen yang
terdapat dalam sampel akan terpisah melewati matriks gel berdasarkan berat molekulnya.
Untuk melihat pita komponen yang terbentuk, gel perlu diwarnai dengan pewarna khusus.
Beberapa pewarna yang dapat digunakan dalam SDS-PAGE adalah Commasie Brilliat Blue
dan Silver Salt Staining. Commasie Brilliant Blue mengikat protein secara spesifik dengan
ikatan kovalen. Silver Salt Staining memiliki sifat lebih sensitif dan akurat namun
membutuhkan proses yang lebih lama.
Senyawa Commasie Brilliant Blue ini biasanya ditambahkan bersama-sama dengan
sampel. Pengecatan protein dapat juga dilakukan dengan larutan perak nitrat yang lebih
sensitif dibanding dengan Commasie Brilliant Blue. Selain penggunaan radioisotop, teknik
sentrifugasi dan elektroforesis, studi biologi molekular juga melibatkan teknik-teknik analisis
yang lain, misalnya penggunaan mikroskop elektron dan teknik blotting. Teknik blotting
adalah teknik pemindahan molekul DNA, RNA, atau protein dari gel ke suatu membran,
misalnya nitro selulosa. Molekul DNA, RNA, atau protein yang berada pada membran
tersebut kemudian dianalisis lebih lanjut, misalnya dengan metode hibridisasi atau dengan
antibodi.

BAB III
PENUTUP

3
3.1 Kesimpulan
Elektroforesis elektro-phoresis= being carried adalah suatu proses migrasi
molekul bermuatan di dalam suatu media yang bermuatan listrik, dimana kecepatan
migrasinya tergantung pada muatan, ukuran, dan bentuk setiap molekul yang terlibat.
Pada saat arus listrik diberikan, molekul bermigrasi melalui media (biasanya berupa
gel), molekul yang kecil akan bermigrasi lebih cepat daripada yang besar,sehingga
akan terjadi pemisahan. Protein tergolong analisa kualitatif yang menggunakan
metode elektroforesis. Metode yang digunakan yaitu discontinuous polyacrylamide
gel sebagai medium penyangga dan sodium dodecyl sulfate (SDS) untuk men-
denaturasi protein

3.2 Saran
Analisis protein khususnya untuk men-denaturasi protein sebaiknya
menggunakan metode elektroforesis Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrylamide gel
electrophoresis (SDS-PAGE).

DAFTAR PUSTAKA

4
Sumitro, S. B, Fatchiyah, Rahayu, Widyarti, dan Arumningtyas. Kursus
Teknik-Teknik Dasar Analisis Protein dan DNA. Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Brawijaya. Malang

Yuwono, Triwibowo.2011.Biologi MOLEKULAR Laboratorium Mikrobiologi Fakultas


Pertanian Universitas Gadjah Mada. Jakarta : Erlangga

http://ukm.my.