Anda di halaman 1dari 13

MALL DAN APARTEMEN

DI SUDIRMAN

PROPOSAL SKRIPSI DAN TUGAS AKHIR

Diajukan oleh :
DIMAS DWI ANTONO
4111210019

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA
2017
Lamp : Dokumen Proposal

Hal : Proposal Akademik

KepadaYth,

L.Edhi Prasetya, IT, MT

Ketua Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Ditempat

Dengan hormat,

Assalamualaikum Wr. Wb

Sehubungan dengan jadwal pelaksanaan Tugas Akhir semester genap tahun ajaran
2017/2018Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pancasila, maka saya:

DIMAS DWI ANTONO (4111210019)

Bermaksud untuk mengajukan Proposal Tugas Akhir Bidang Arsitektur Bangunan yang
berjudul Mall dan Apartemen Sudirman. Sesuai dengan judul tersebut maka saya berharap
proposal akademis saya dapat diterima sebagai syarat untuk mengikuti Tugas Akhir. Atas
perhatian bapak saya ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Wr.Wb
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ........................................................................................................ i


Daftar isi .................................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................................. 2
B. Tujuan dan Sasaran .......................................................................................... 3
1. Tujuan ......................................................................................................... 3
2. Sasaran ....................................................................................................... 3
C. Metode Pembahasan ........................................................................................ 3
1. Data Primer ................................................................................................. 3
2. Data Sekunder ............................................................................................ 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Mixed Used ............................................................................................ 5
B. Mall ...................................................................................................... 6
C. Apartemen ............................................................................................ 6
D. Lokasi ................................................................................................... 8
E. Studi Preseden ..................................................................................... 9
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadiran ALLAH SWT. Yang telah
memberikan kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan proposal yang
merupakan syarat untuk mengikuti Tugas Akhir pada bidang Arsitektur Bangunan, dengan
judul sebagai berikut:

Mall Dan Apartemen Sudirman

Penulis berharap dengan dipilihnya judul tersebut, maka agar dapat


dipertimbangkan dan dapat diterima sebagai bahan Tugas Akhir yang akan dibuat
kedepannya. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih.

Jakarta, 15 September 2017

Penulis

Dimas Dwi Antono

4111210019
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kota Jakarta telah menjadi pusat kota berbagai kegiatan yang kemudian system ini
disebut sebagai sentralisasi kegiatan yang mungkin bermaksud untuk menjadikan kota
Jakarta sebagai hirarki semua kota di Indonesia. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud tadi
adalah seperti kegiatan politik, pemerintahan, keamanan, sosial, ekonomi, perindustrian, dan
lain-lain. Dengan dijadikannya kota Jakarta sebagai kota pusat semua kegiatan maka akan
semakin membuka lapangan pekerjaan dan peluang berinvestasi, baik oleh warga Negara
Indonesia maupun asing.
Pertumbuhan ekonomi dan bisnis di pusat kota Jakarta ini membawa dampak positif dan
negative. Dampak positifnya adalah dengan berkembangnya denyut perekonomian dan bisnis
ini, mampu meningkatkan iklim investasi di kota Jakarta. Semakin pesatnya kegiatan bisnis
dan pertumbuhan ekonomi, membawa peningkatan penghasilan di kalangan masyarakat
menengah ke atas. Pada akhirnya, mereka akan merambah dunia investasi. Investasi yang
umumnya mereka lakukan adalah dari sektor property dan perdagangan.
Sedangkan dampak negative dari berkembangnya kegiatan ekonomi kota Jakarta terkait
dengan masalah permukiman/ perumahan. Semakin banyaknya pembangunan dan
pengalihfungsian kawasan permukiman menjadi kawasan perdagangan, membuat lahan
untuk perumahan semakin sempit, harga tanah menjadi semakin mahal, dan kesulitan
pencapaian pusat kota oleh masyarakat karena kawasan permukiman dialihkan ke pinggiran
kota Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Depok, dan Jakarta Barat.
Oleh karena itu, Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan segera merealisasikan Peraturan
Daerah tahun 2014 terkait dengan pengembangan permukiman dan perdagangan di kota
Jakarta. Kebijakan tersebut adalah mengenai konsep pembangunan ke arah vertical, untuk
memanfaatkan keterbatasan lahan semaksimal mungkin, baik untuk permukiman,
perdagangan, maupun perkantoran. Selain itu, diperlukan pemecahan baru yang lebih optimal
untuk menyiasati minimnya lahan, adalah dengan konsep mix use building, di mana bangunan
tersebut mampu mengakomodasi berbagai jenis aktivitas perdagangan, perkantoran, jasa,
dan permukiman, yang terintegrasi dengan jaringan kota. Fungsi dari konsep mix use building
ini adalah memanfaatkan bangunan semaksimal mungkin untuk menampung berbagai
aktivitas yang saling mendukung di dalamnya, mempersingkat jarak fungsi satu sama lain,
1
dan meningkatkan nilai potensi profit bagi pengelola.
Pusat kota Jakarta menjadi kawasan utama untuk pengembangan bisnis property,
perdagangan dan perkantoran. Beberapa perusahaan besar mulai berinvestasi dalam
pembangunan megaproyek high-rise building dengan konsep mix use building untuk
apartemen, perkantoran, dan pusat perbelanjaan. Konsep pembangunan mix use building

1
http://www.fauzibowo.com/berita.php?id=1917

Dimas Dwi Antono 4111210019 2


dalam satu lokasi yang mengusung modernisme dan lifestyle, menjadi wacana baru bagi
para investor. Keuntungan yang didapat akan lebih besar daripada mereka membangun
single building untuk satu jenis aktivitas bisnis. Selain itu, akan membantu warga masyarakat
kota Jakarta untuk memperoleh lapangan pekerjaan, karena dalam satu kawasan tersebut
umumnya terdapat mall (shopping center), apartemen, dan rental office. Untuk masyarakat
Jakarta kelas menengah ke atas, konsep ini juga membantu mereka memenuhi kebutuhan
konsumtif mereka yang menjadi gaya hidup dan menuntut kemewahan.
Melihat fenomena dan permasalahan di atas, maka dibutuhkan perencanaan dan
perancangan mix use building untuk lifestyle mall dan apartement dengan unit
perkantoran di pusat kota, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menengah ke atas dalam
berinvestasi dan tuntutan gaya hidup, menciptakan hunian prestise di pusat kota, dan
penciptaan lapangan pekerjaan melalui fasilitas-fasiltas yang ada dalam bangunan tersebut.

B. Tujuan dan Sasaran


1) Tujuan
Tujuan dari penyusunan perencanaan Tugas Akhir ini adalah untuk
mengungkapkan dan merumuskan masalah- masalah yang berkaitan dengan
perencanaan dan perancangan Mall dan Apartemen di Kawasan Sudirman CBD
Jakarta serta memberikan alternatif pemecahannya secara arsitektural.

2) Sasaran
Sasaran dari penyusunan landasan program perencanaan dan perancangan
Mall dan Apartemen di Kawasan Sudirman CBD Jakarta adalah tersusunnya
Perencanaan dan Perancangan Mall dan Apartemen di Kawasan Sudirman SBD
Jakarta berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan.

- Memenuhi kebutuhan sarana dalam bidang hunian dan komersil


- Memberikan kemudahan menjalankan aktivitas dalam satu area
- Mampu mewadahi kebutuhan hunian

C. Metode Pembahasan
Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif dokumentatif,
yang dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder, yaitu :

1) Data Primer
Data Primer diperoleh dari :
a. Studi Banding
Untuk mengungkapkan dan merumuskan masalah- masalah yang berkaitan
dengan perencanaan dan perancangan Mall dan Apartemen di Kawasan

Dimas Dwi Antono 4111210019 3


Sudirman CBD Jakarta serta memberikan alternatif pemecahannya secara
arsitektural.
b. Observasi Lapangan
Observasi dan pengamatan langsung ke Sudirman Central Business District untuk
mengetahui kondisi eksisting lahan dan lingkungan sekitarnya.
2) Data Sekunder
Data sekunder didapat dari studi literatur dari buku-buku tentang mall dan apartemen
untuk mencari data tentang pengertian, krakteristik, bentuk dan fasilitas-fasilitas
pendukungnya. Selain itu data sekunder juga sisapat dari studi referensi dari internet.

Dimas Dwi Antono 4111210019 4


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Mixed Used

Mixed use building adalah penggabungan dua masa bangunan atau lebih
kedalam satu wadah dengan cara yang terkondisi dan saling terkait satu sama lain
seperti : kantor, tempat perbelanjaan, hotel atau perumahan. (R.Michel hampion,
one Dosen Apartements & Townhouse : Cost Analysis, NAHB builders Show
1997)
Mixed Use Building adalah salah satu berusaha menyatukan berbagai aktivitas
dan fungsi yang berada di bagian area suatu kota (luas area terbatas, harga tanah
mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi) sehingga terjadi satu struktur yang
kompleks dimana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan kerangka
integrasi yang kuat (M eyer, 1983)
Dapat disimpulkan Mixed use Building adalah penggabungan masa bangunan
dengan menyatukan aktivitas dan fungsi yang berada sehingga memiliki hubungan
yang saling terintegrasi.
Tujuan utama dari mixed-use building ini adalah menuju Bangunan Tinggi
sebagai Sinergi antar multi fungsi, dimana semua fasilitas yang dirancang
sebagai sumber pendapatan harus saling mendukung dan melengkapi dengan
menghindari kompetisi antar fasilitas sehingga secara kolaboratif dapat memberikan
kontribusi pendapatan yang baik. Penerapan Vertical MXD diutamakan pada area
lahan strategis yang hanya menempati lahan yang relatif kecil, umumnya di pusat
kota. Pengalaman empiris pada beberapa kota, implementasi konsep mixed-use
dapat merupakan strategi yang tepat untuk menggerakkan momentum revitalisasi
kota.
Ciri-ciri mixed Used:
1. Mewadahi 2 fungsi urban atau lebih misalnya terdiri dari retail, perkantoran,
hunian, hotel, dan entertainment/ cultural/ recreation.
2. Terjadi integrasi dan sinergi fungsional
3. Terdapat ketergantungan kebutuhan antara masing-masing fungsi bangunan
yang memperkuat sinergi dan integrasi antar fungsi tersebut.

Manfaat dari pembangunan Mixed Use bagi Negara-negara maju yang terus
dilakukan hingga saat ini yaitu:

1. Kelengkapan fasilitas yang tinggi, memberikan kemudahan bagi pengunjungnya.


2. Peningkatan kualitas fisik lingkungan. Kelengkapan failitas yang dirancang
dengan matang memperbaiki kualitas lingkungan.
3. Efisiensi pergerakan karena adanya pengelompokan berbagai fungsi dan
aktivitas dalam satu wadah.
4. Vitalitas dan generator pertumbuhan. Kehadirannya berpotensi meningkatkan
pertumbuhan kawasan sekitarnya sebagai respon terhadap kebutuhan akan
layanan bagi para pengguna bangunan.
5. Penghematan pendanaan pembangunan. Pembangunan berbagai fasilitas

Dimas Dwi Antono 4111210019 5


dalam satu kompleks atau kawasan dapat mengefisiensikan dana
pembangunan misalnya dengan efisiensi dana pembangunan infrasruktur.
6. Menghambat perluasan kota karena perkembangannya yang ke arah vertical
sehingga meminimalkan perluasan kota secara horizontal.
7. Integrasi sistem-sistemm merupakan salah satu syarat pembangunan Mixed
Use Builiding dimana pembangunan fungsi-fungsinya harus dirancang secara
terintegrasi, saling menguntungkan antar fungsi.

B. Mall

Mall adalah suatu ruang yang memanjang yang berfungsi sebagai tempat
berbelanja bagi pejalan kaki, yang terbentuk oleh deretan pertokoan, dimana
deretan pertokoan itu berorientasi keluar.
Melihat perkembangan selanjutnya, maka mall dapat didefinisikan sebagai
pusat perbelanjaan atau kompleks pertokoan yang terdari dari retail store, dengan
status sewa (tenant) dan dilengkapi dengan department store, Cineplex, food
center, dan fasilitas hiburan lain yang berfungsi sebagai Anchor tenant, yang
berorientasi ke suatu ruang memanjang yang digunakan untuk berjalan kaki.2

C. Apartemen

1. Apartment is a set of rooms rented for one person or family for holiday
Apartemen merupakan kumpulan ruangan yang disewakan untuk seseorang
atau keluarga atau sebagai tempat berlibur.
2. Apartment is a room or group of rooms,designed as a dwelling, usually one of
many similar groups in the same building.Apartemen merupakan ruang atau
kumpulan ruang yang didesain sebagai hunian, biasanya satu dari banyak
kumpulan yang sama dalam bangunan yang sama.
3. Apartment is a groups of room used a dwelling by one person or one
family.Apartemen merupakan kumpulan ruang yang digunakan sebagai
hunian oleh seseorang atau satu keluarga.
4. Apartment adalah kamar atau ruangan untuk tempat tinggal ( terdiri atas
kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya) terdapat
dalam satu bangunan yang memiliki kamar atau ruangan lain yang semacam,
biasanya untuk disewakan atau dijual.
5. Apartemen atau rumah susun adalah bangunan bertingkat yang dibangun
dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagian-bagian yang
dikonstruksikan secara fungsional dalam arah horizontal maupun vertical
dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan
digunakan secara terpisah, terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi
dengan bagian bersama, benda bersama, dan tanah bersama.
6. Apartemen termasuk rumah tinggal luar biasa yaitu rumah tinggal yang
bukan merupakan rumah gandeng yang direncanakan atau disesuaikan3

2
Joseph de Chiara, Time Saver Standard for Building Types, 1973
3
Cyrill M Harris, Dictionary of Architecture and Construction, Mc Graw Hill Book Comp, 1975, hal.20

Dimas Dwi Antono 4111210019 6


peruntukan penghunian lebih dari satu rumah tangga (flat) atau banguna
atau bagian dari bangunan yang disesuaikan atau direncanakan bagi
peruntukan rumah tinggal (habitation) manusia termasuk gedung
perkumpulan atau pertemuan lingkungan perumahan.
Batasan pengertian apartemen dari beberapa pengertian di atas adalah suatu
bangunan yang dibangun dalam suatu lingkungan dan merupakan satuan-satuan
yang masing-masing dapat disewa atau dimiliki dan digunakan secara terpisah
(tempat hunian) manusia termasuk gedung perkumpulan atau pertemuan lingkungan
perumahan yang dilengkapi dengan bagian bersama, benda bersama dan
tanah bersama di dalam suatu lingkungan tanah yang terbatas.
Adapun yang dimaksud dengan bangunan gedung adalah wujud fisik hasil
pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat kedudukannya, sebagian atau
seluruhnya berada di atas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi
sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat
tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan social, kegiatan usaha, kegiatan budaya
maupun kegiatan khusus.
Macam macam Apartment
Bangunan apartemen dapat digolongkan dalam berbagai macam, antara lain :
Macam macam Apartment
(Housing, John Mascai, hal.225)
a. Low Rise Apartment (bertingkat rendah)
Tipe bangunan bertingkat dengan ketinggian 2-4 lantai, dan system
sirkulasi vertical melalui tangga (walk up) tanpa menggunakan lift.
b. Medium Rise Apartment (bertingkat sedang)
Tipe bangunan bertingkat dengan menggunakan lift hidrolik yang
konsekuensinya memiliki beban terbatas dan ketinggian antara 4-8 lantai.
c. High rise Apartment (bertingkat tinggi)
Tipe bangunan dengan menggunakan lift elektrik, tinggi bangunan lebih dari
8 lantai dan jumlah lantai maksimum hanya dibatasi oleh kemajuan teknologi.
Berdasarkan Sistem Sirkulasi Vertical
Menurut James Hombeck, dalam buku Apartments and Dormitories, hal. 26-28
apartemen dapat dibedakan berdasarkan system sirkulasi vertical.
a. Elevated apartment
Pencapaian bangunan melalui sarana elevator (lift), umumnya
digunakan pada apartemen dengan ketinggian lebih dari 4 lantai.
b. Walk Up Apartment
Pencapaian melalui sarana tangga dan umumnya berlaku bagi
bangunan yang tidak lebih dari 4 lantai.

Berdasarkan Jumlah ruang Tidur per Unit Hunian


Menurut Joseph deChiara dalam bukunya yang berjudul Time Saver Standards
for Residential Development, hal 470, apartemen dibedakan beradasarkan
jumlah ruang tidur per unit hunian.
a. Apartemen dengan satu kamar tidur (one bedroom apartment, 37,16-
55,74m2). Pada jenis ini ruang makan dan ruang duduk jadi satu, selain itu
juga terdapat ruang tidur, dapur, kamarmandi/WC.

Dimas Dwi Antono 4111210019 7


b. Apartemen dengan dua kamar tidur (two bedrooms apartment, 46,45-
92,90m2). Terdiri dari 2 ruang tidur, ruang duduk, ruang makan, dapur, dan
kamar mandi.
c. Apartemen dengan dua kamar tidur (two bedrooms apartment, 46,45-
92,90m2). Terdiri dari 2 ruang tidur, ruang duduk, ruang makan, dapur, dan
kamar mandi.
d. Apartemen dengan empat kamar tidur (four bedrooms apartment, 102,19-
139,35m2). Terdiri dari 4 ruang tidur, ruang duduk, ruang makan, dapur, 2
kamar mandi, dan gudang

D. Lokasi

Mall dan Apartemen berlokasi di Sudirman Central Business District yang berada
di pusat kota, diapit oleh Jalan Jendral Sudirman dan Jalan Gatot Soebroto tepatnya
pada 6 13 39,72 LS - 106 48 43,58 BT. Sedangkan secara administratif,
Sudirman Central Business District berada di wilayah Kelurahan Senayan, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Peta Kawasan Sudirman Central Bussiness District


Sumber : Dinas tata Kota DKI Jakarta dan Google Earth

Sebelah Utara : Kecamatan Tanah Abang


Sebelah Timur : Kali CIliwung
Sebelah Selatan : Kodya Depok
Sebelah Barat : Kecamatan Cileduk

Dimas Dwi Antono 4111210019 8


E. Studi Preseden

Keterangan Preseden 1
Interior Eksterior

Gambar

Nama Bangunan Woodlandpark Residence


Arsitek Daniland

Jenis Bangunan Apartemen dan Condotel


Lokasi Kalibata, Jakarta Selatan
Tower 5 Tower
Jumlah Lantai 18 Lantai
Jumlah Unit 1120 unit
- Lounge - Tree Pit
- Fitness Center - Swimming pools
- Mini market - BBQ area
- Clinic - Jogging track
- Drug Store - Children playground
Fasilitas - Laundry - Function room
- Cafe - TRIPLE PLAY
- Wifi Spot (TV cable, Internet, Telephone)
- CCTV - Acces card securitty system
- 24 Hours security - Sky lounge

Tabel 1.1 Woodlandpark Residence


Sumber : Brosur

Keterangan Preseden 2
Interior Eksterior

Gambar

Nama Bangunan Senopati Suites


Arsitek PT Asianan Lintas Development

Jenis Bangunan Apartemen


Lokasi Senopati, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Luas Bangunan 3000 m2

Dimas Dwi Antono 4111210019 9


Tower 1 Tower
Jumlah Lantai 30 lantai
Jumlah Unit 90 Unit
- Lounge - Swimming pools
- Outdoor Lounge - BBQ area
- Fitness Center - Children playground
Fasilitas - Multifunction Room - Function room
- Business Center - Locker/Public Storage
- Library - Barbeque Arena

Tabel 1.2 Apartemen Senopati Suites


Sumber : Brosur

Keterangan Preseden 3
Interior Eksterior

Gambar

Nama Bangunan Tour Odeon


Arsitek Alexandre Giraldi
Jenis Bangunan Apartemen
Lokasi Saint Roman, Monaco
Luas Bangunan 2780 m
Tower 3 Tower
Jumlah Lantai 50 Lantai
Jumlah Unit 259 unit
- Lounge - Swimming pools
- Fitness Center - Jogging track
- Mini market - Function room
- Offices - Cafe
Fasilitas - Business centre - Wifi Spot
- Clinic - CCTV
- Laundry - 24 Hours security
- Sky Lounge - Sky Penthouse

Tabel 1.3 Apartemen Tour Odeon


Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Odeon_Tower

Kesimpulan Preseden
Dengan membandingkan dua atau lebih bangunan dengan fungsi yang sejenis, baik di
dalam ataupun luar negri dapat menjadi suatu referensi yang akan digunakan dalam
perencanaan dan perancangan dengan menghindari kelemahan dan menerapkan
kelebihan dari masing-masing bangunan :

Dimas Dwi Antono 4111210019 10